Selasa, 12 Oktober 2010

[daarut-tauhiid] Hakikat Dienul Islam

Hakikat Dienul Islam


Dalam banyak ayat Al Qur'an, juga dalam hadist-hadist Nabi Muhammad SAW juga
dalam ijma-ijma para ulama juga perkataan individu masing-masing dari
mereka kita bisa mendapatkan definisi dari Al Islam atau Hakikat Dien Al
Islam. Dari uraian di atas terdapat dua bahasan pokok yaitu arti dari
definisi Ad Dien dan arti dari definisi Al Islam

DEFINISI AD DIEN


Dalam Al Qur'an kata Ad-Din diulang sebanyak 92 kali. Pada surat-surat
Makiyah 47 kali dan pada surat-surat Madaniyah 45 kali, melihat pengungkapan
kata Ad-Din pada surat Makiyah dan Madaniyah, maka dapat dikatakan bahwa
porsi kata Ad-Din pada keduanya berimbang. Kondisi ini mengindisikasikan
bahwa di Makkah dakwah Islam untuk memperkenalkan ajaran yang dibawa Nabi
Muhammad, sedangkan pada zaman Madaniyah lebih pada penataan atau pendalaman
dari Ad-Din.

Apa itu Ad-Dien ?


Dien berasal dari kata *dana yadinu dinan* yang artinya tatanan, tatacara
hidup atau system hidup (ideologi). Di dunia ini banyak sekali terdapat
tatanan hidup atau ideologi, ada ideologi kapitalis, ideologi sosialis,
ideology komunis, ideologi demokrasi, ideologi Islam dan ideologi lainnya,
semua ideologi bertujuan baik yaitu dalam rangka menata kehidupan masyarakat
yang berkeadilan dan berkemakmuran, suatu ideologi akan terasa manfaatnya
apabila dilaksanakan secara syumul (menyeluruh), dalam ideology demokrasi
kita mengenal kata murni dan konsekuen sedang dalam ideology islam kita
mengenal kata kaffah sebagaimana firman Alloh dalam Qs Al Baqoroh : 208 : " Hai
orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan
janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu
musuh yang nyata bagimu."


Masing-masing ideology mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, dalam
syair lagu padamu negeri kita melihat salah satu prinsip dari ideologi
demokrasi : "Padamu negeri kami berbakti Padamu negeri kami mengabdi… Bagimu
negeri jiwa raga kami", sedangkan dalam Islam kita mengenal :

"Qul Inna Sholati Wanusuki Wamahyaya Wamamati Lillahi Robbil 'Alamin"


Artinya : "Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan
matiku hanyalah untuk Alloh, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan
demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang
pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh)". (Qs Al An'am 162-163)


Dalam dienul Islam hak membuat hukum hanyalah milik Alloh (innil hukmu illa
lillah) Qs Yusuf : 40), sedangkan dalam dien yang lain hak membuat hukum ada
di tangan masyarakat (suara terbanyak) atau lembaga yang dipilihnya (innil
hukmu illa lisya'bi awil aglawiyah) dan ada pula ditangan penguasa.


Qs Yusuf : 40

"Kamu tidak menyembah yang selain Alloh kecuali hanya (menyembah) Nama-nama
yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Alloh tidak menurunkan suatu
keteranganpun tentang Nama-nama itu. Hak membuat hukum hanyalah milik Alloh.
Dia memerintahkan agar kamu tidak beribadah kpd selain Dia (Alloh
memerintahkan supaya tidak menyandarkan hukum kepada selain Alloh). Itulah
agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Definisi Dien lainnya adalah hukum dan perundangan


simak ayat Qs Yusuf (12) : 76 "Maakana liya'khuda akhokhu Fiedienil Maliki
illa ayyasa Alloh" Artinya : "Tidaklah patut Yusuf menghukum saudaranya
menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya ".


Dien di ayat atas artinya undang-undang atau hukum,


Jadi Din al-Islám berarti tatacara hidup (ideologi) atau juga hukum Islam.
Tidak tepat apabila din diterjemahkan hanya sebagai agama, sebab istilah
agama mengalami penyempitan makna kesan yang ada agama hanyalah sekedar
penyembahan ritualitas seperti yang dihembuskan oleh kalangan pluralis dan
sekularis.


Dari sekian banyak Tatanan/Ideology/hukum yang ada, yang diterima dan
dianggap benar oleh Alloh (bukan oleh manusia) hanyalah dien
(ideology/konsepsi hidup/hukum) Islam bukan ideology/konsepsi hidup/hukum
lain walaupun tujuannya baik


Qs Ali Imran : 19

" Sesungguhnya Dien (konsepsi hidup/hukum) yang diridhai disisi Alloh
hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab
kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang
ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Alloh Maka
Sesungguhnya Alloh sangat cepat hisab-Nya". "Maka apakah mereka mencari
dien yang lain selain Dienulloh, Padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri
segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan
hanya kepada Allohlah mereka dikembalikan."

Qs Ali Imran : 85

" Barangsiapa mencari dien(ideology/hukum) lain selain Islam, Maka
sekali-kali tidaklah akan diterima dien itu daripadanya, dan dia di akhirat
Termasuk orang-orang yang rugi. "

Qs Ash Shaff : 9

" Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (al huda) dan Dien
(konsepsi hidup/ideology/hokum) yang benar agar Dia memenangkannya di atas
segala Dien-Dien (konsepsi hidup/ideology/hukum) lain meskipun orang musyrik
membencinya ".


DEFINISI AL ISLAM


Imam ibnul qoyim al jauziyah dalam kitab Thariqul Hijratain Wa Babus
Sa'adatain: 452 mengatakan :
" Al Islamu hua tauhidulloh (Islam adalah mentauhidkan Alloh), wa ibadatuhu
wahdahu laa syarikalah (beribadah kepada Alloh dengan mentauhidkannya dan
tidak berbuat syirik), wal imanu billah wabirosulihi (dan beriman kepada
Alloh dan rosulNya), wattibauhu fimajaa bihi (dan mengikuti beliau dalam apa
yang dibawanya) famallam ya'tibihil abdu falaisa bimuslim (jika seorang
hamba tidak mendatangkan hal ini maka dia bukan muslim) "


Tauhid adalah mengiklaskan seluruh ibadah hanya kepada Alloh, karena yang
namanya ibadah merupakan hak khusus Alloh dan hanya boleh dipersembahkan
kepada Alloh, jika ibadah dipalingan kepada selain Alloh maka jatuh kedalah
kemusrikan, jika jatuh kedalam kemusyrikan maka hilanglah tauhidulloh dari
diri orang tersebut, dan tidak adanya tauhidulloh menyebabkan seseorang
keluar dari Islam,


Ketika dikatakan ibadah kita ingat sholat, zakat, sembelihan, haji, doa,
istighosah dan ibadah ritual lainnya, tapi ketahuilan ibadah bukan hanya itu
saja. Tetapi taat dalam Tasyri (syariat/aturan hidup) itu merupakan ibadah,
sehingga sandaran hokum bagi seorang muslim haruslah dari Alloh (hokum
Islam) dan apabila menyandarkan hokum kepada selain hokum Alloh maka jatuh
kedalam perbuatan syirik.


Qs Yusuf : 40

"Kamu tidak menyembah yang selain Alloh kecuali hanya (menyembah) Nama-nama
yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Alloh tidak menurunkan suatu
keteranganpun tentang Nama-nama itu. Hak membuat hukum hanyalah milik Alloh.
Dia memerintahkan agar kamu tidak beribadah kpd selain Dia (Alloh
memerintahkan supaya tidak menyandarkan hukum kepada selain Alloh). Itulah
Dien yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam ayat ini menjelaskan bahwa hukum itu
termasuk hak khusus Alloh (tauhid uluhiyyah) dan bahwa hukum itu adalah
dien. Maka siapa yang mengikuti hukum selain Alloh maka dia itu telah
mengikuti dien selain Islam, sedangkan siapa yang mencari selain Islam
sebagai dien, maka tidak akan diterima hal itu darinya dan di akhirat kelak
dia termasuk orang-orang yang rugi. Dan siapa yang ridha dengan selain hukum
Alloh berarti dia telah rela kekafiran sebagai diennya. Siapa yang
memalingkan hukum (hak membuat hukum) kepada selain Alloh maka dia
musyrik.

At Taubah: 31

"Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para Harb (ahli ilmu/ulama)
dan para Rahib (ahli ibadah) sebagai Arbaab (tuhan-tuhan) selain Alloh. Juga
Al Masih putera Maryam, padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk
beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan Yang Haq kecuali Dia.
Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan"

Didalam atsar yang hasan dari Ady Ibnu Hatim (dia asalnya Nashrani kemudian
masuk Islam) Rasulullah Shalallohu 'alaihi wassalam membacakan ayat itu
dihadapan Ady Ibnu Hatim, maka dia berkata: "Wahai Rasulullah, kami dahulu
tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para rahib)" maka
Rasulullah berkata, "Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Alloh
haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka
mengharamkan apa yang telah Alloh halalkan lalu kalian ikut-ikutan
mengharamkannya?" lalu Addiy Ibnu Hatim berkata, "Ya, betul" lalu Rasulullah
berkata : "fatilka ibadatuhum (Itulah bentuk ibadah orang-orang Nashrani
kepada mereka) " (HR. At Tirmidzi)


Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah dalam kitab Ad Durar As
Saniyyah: 1/160] berkata : "Ingkanat a'maluka kulluha lillah faanta muwahid,
waingkana fiiha syirkun lil mahluk faanta musyrik " (Jika amalan seluruhnya
lillah maka engka muwahid, jika salah satu ibadah dipalingkan kepada selain
Alloh maka engkau seorang musyrik)


Syaikh Hamd Ibnu 'Atiq rahimahullah dalam kitab Ibthal At Tandid: 76 berkata
:
" Para ulama telah ijma bahwa orang yang memalingkan satu macam dari dua
macam doa kepada selain Alloh, *Faqod asyroka* (maka dia itu musyrik) *walao
qola Laailahaillalloh, wa sholla, wa shauma, wa ja'ama annahu
muslim*(walaupun dia mengaku islam) "Dua macam doa : 1. Doaul ibadah
seperti
sholat, zakat, shoum, haji. 2. Doaul masalah seperti permintaan,
istigosah, istianah


Syaikh Abdullathif Ibnu Abdirrahman rahimahullah dalam kitab Minhaj At
Ta'sis: 12 berkata : "Al Islam wa syirk nakidon (Islam dan Syirik merupakan
2 hal yang kontradiktif/berbeda ibarat lelaki dan perempuan), laayajtamian
wala yartafian (tidak mungkin kumpul pada diri seseorang dalam satu waktu
dan tidak mungkin dua2xnya diangkat) " Karena syirik akbar dan tauhid tidak
mungkin kumpul pada diri seseorang secara bersamaan, kalau dia melakukan
syirik akbar berarti dia musyrik (bukan muslim fihi syirik) dan jika
bertauhid ada berarti dia muwahid Kemusyrikan umumnya niatnya baik, dalam
syirik tidak ada alasan apapun, mau niatnya baik atau buruk, preman atau
alim


Qs Azzumar :3

"Ingatlah, hanya kepunyaan Alloh-lah agama yang bersih (dari syirik). dan
orang-orang yang mengambil pelindung selain Alloh (berkata): "Kami tidak
menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Alloh
dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Alloh akan memutuskan di antara
mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Alloh tidak
menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. " Orang2x yang
menjadikan aulia selain Alloh mengatakan kami tidak menyembah mereka kecuali
supaya mereka mendekatkan kepada Alloh. Tujuan mereka menyembah latta uzza
dan lain-lain dalam rangka taqorrub kepada Alloh, kami orang kotor, para
aulia ini orang suci, dan Alloh maha suci maka orang kotor tdak layak
memohon langsung kepada yang maha suci makanya kami minta kepada perantaraan
mereka, apakah niat baik dapat menyelamatkan diri dari syirik ?Kata Alloh :
Innalloha laayahdi man hua kaadzibun kaffar (Sesungguhnya Alloh tidak
memberi petunjuk kepada orang kadzib dusta lagi sangat kafir)


Imam Ibnnu Suud dalam rahimahullah dalam kitab Ad Durar As Saniyyah berkata
:"Faman sorrofa mindzalika syaian (barangsiapa memalingkan suatu ibadah)
lighoirillah (kepada selain Alloh) fahua musyrikin (dia itu orang musyrik)
syawaun kana 'abidan au fasikon (pelakunya itu mau ahli ibadah atau orang
fasik) wasawaun kaana maksuduhu solihan au fasidan (tujuannya itu baik atau
tujuannya itu buruk "


Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah pengarang kitab
Fathul Majid berkata : "Ajmaal ulama salafan wa kholafan minassohabati
wattabiin wal aimmah wa jami (ahlu sunnah), seluruh ahlu sunnah ijma :
"Annal mar'a laa yakunu musliman illa bitajarrudi bi syirki (orang tidak
dikatakan muslim kecuali mengosongkan diri dari syirik) wal baroati minhu
(dan berlepas diri dari mereka) membencinya, memusuhinya sesuai kemampuan
dan kekuatan, serta memurnikan amalan-amalan seluruhnya kepada Alloh." [Ad
Durar As Saniyyah 11/545]

Syaikh Abdullathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata: "Siapa
yang beribadah kepada selain Alloh, menjadikan tandingan bagi Rabbnya dan
dia menyamakan antara-Nya dan yang lainnya dalam hak khusus-Nya, maka pantas
dikatakan atasnya bahwa dia itu musyrik yang sesat bukan muslim, meskipun
dia itu memakmurkan masjid dan mengumandangkan seruan adzan, karena dia itu
tidak komitmen dengannya. Sedangkan sumbangan harta dan berlomba-lomba atas
amalan yang nampak bila disertai dengan meninggalkan hakikatnya (yaitu
tauhid, pent) tidaklah menunjukan akan Islam." [Mishbah Adh Dhalam: 17]


Al Imam Abu Muhammad Ibnu Hazm rahimahullah berkata: "Dan seluruh
tokoh-tokoh Islam menggatakan: "Setiap orang yang menyakini dengan hatinya
dengan keyakinan yang tidak mengandung keraguan di dalamnya dan dia
menyatakan dengan lisannya Laa ilaaha illalloh wa anna Muhammadan Rasulullah
dan bahwa semua yang beliau bawa itu benar serta dia berlepas diri dari
setiap dien selain dien Muhammad shalallohu 'alaihi wasallam maka
sesungguhnya dia itu muslim mukmin, tidak ada atas dia selain hal itu." [Al
Fashl 4/35] Ikhwab Fiddien, Fillah, Fisabilillah oleh karena itu
berhati-hatilah dalam hal ibadah jangan sampai jatuh kedalam syirik karena
syirik merupakan kedholiman yang sangat besar.


Beberapa kerugian yang sangat besar bagi pelaku Syirik :

1 Menghancurkan seluruh amal, Sekhusuk apapun sholat kita, sesering apapun
haji kita, sebanyak apapun infaq kita apabila berbuat syirik maka sia-sialah
amal tersebut. "Sesungguhnya jika engkau berbuat syirik, niscaya hapuslah
seluruh amalmu, dan benar-benar engkau termasuk orang-orang yang rugi. "
(az-zumar: 65).


2 Pelakunya diharamkan masuk Surga, "Sesungguhnya barangsiapa menyekutukan
Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan surga baginya dan tempatnya adalah
Neraka, dan tidak ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun."
(Al-Maidah:72)


3 Kekal di dalam neraka.


Qs : Al Bayyinah : 6

" Sesungguhnya orang-orang yang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang yang
musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka
itu adalah seburuk-buruk makhluk ".

Murnikan Tauhid, Amalkan Sunnah, Tegakkan Syariah

Wallohu A'lam

(www.shufful-islam.com)


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: