Assalamu'alaikum wrb.....
saya seorang wanita biasa yang lahir dari keluarga sederhana, kehidupan kecil
saya sangat sederhana dan kekurangan kasih sayang orang tua krn mrk lbh
memperhatikan adik2 saya dibandingin saya. saya anak pertama dari 5 bersaudara.
saya memiliki sepupu yang bisa digolongkan orang berada. segala kebutuhannya
sebagai anak perempuan satu2nya dipenuhi meskipun tidak berlebih tapi sangat
cukup. kami teman bermain dari kecil. kehidupannya seakan2 tidak pernah
menderita. beda dengan saya. saya tidak pernah iri terhadapnya, kami teman
cerita, curhat,bermain dsb. segala sesuatu yang terjadi dia pasti cerita. saya
tidak pernah iri.
saya selalu berada disaat dia butuh. dari SMP sampai SMA mantan pacarnya
banyak.saya tidak punya,bukan berarti saya tidak laku.tapi saya memang berniat
tidak pacaran.meskipun kehidupan agama saya biasa2 saja. begitupun dia,kami
solat lima waktu seperti biasa.puasa dan melakukan ritul2 keagamaan seperti
orang kebanyakan.
dia kuliah, sayapun kuliah.sama2 D3 satu universitas.tentu saja dengan gaya
hidup yg berbeda.kosan mahal,makanan enak,pakaian banyak,buku lengkap dsb.beda
dengan saya. makan seadanya bahkan seringnya puasa karena uang yang diberikan
orang tua tidak cukup.pakaian bisa dihitung satu dua.buku pinjam sana sini.
saya tidak iri, masih selalu menemaninya.
dia pacaran dengan kakak kelasnya, anak ustad,kaya raya, pintar, rajin
mengaji,solatnya ga pernah ketinggalan... pacaran yang sangat
nyata,pelukan,saling suap2an,cipikacipiki,kemana2 pegangan tangan...tentu saja
didepan saya...saya tidak iri.
lulus kuliah dia dan pacarnya lanjut ke universitas swasta yang mahal.saya
bekerja, mengumpulkan uang untuk meneruskan kuliah. selang berapa tahun sayapun
kuliah lg dari uang hasil kerja keras saya. lulus kuliah dia menikah dengan
pacarnya itu yg sudah bekerja di salah satu perusahaan BUMN elit dalan bidang
perbankdan yang masa depannya bisa dipastkan terjamin sampai kakek nenek.
pernikahan yang sangat mewah. poto preweding di luar kota, gedung besar, acara
yang meriah.saya menikah dengan sederhana.dengan suami yang tidak saya
peluk,cium atau gandeng tangannya sebelum nikah. saya tidak iri.
satu bulan setelah menikah, suami saya dipecat,sementara saya sduah tidak
bekerja. hampir satu tahun dia menganngur,hidup seadanya... beberapa bulan
kemudian saya hamil, dalam kondisi ekonomi yang kacau balau. Dia juga hamil
dengan kondisi serba ada. makanan vitamin,dokter berkualitas dsb. menjelang
melahirkan suami saya dapat kerjaan, setelah melahirkan beberpa bulan kemudian
kontrak kerjanya habis.kami kembali hidup pas2n dengan anak yang harus kami
biayai, dan sampai sekarang sudah hampir 4 tahun,suami saya kerjaanya belum
tetap.saya mulai iri.
anaknya dia berikan dengan fasilitas yang lengkap,susu mahal,mainan
banyak,pujian keluarga yang mengalir deras.sementara anak saya pakaian dapat
ngasih, bisa dihitung.saya mulai iri.
sekarang saya sedang mengingat hal apalagi yang membuat saya iri,sementara
bertahun2 saya tidak memilki rasa iri kepadanya.semua ini membuat saya menjadi
kesal kepada yang Maha Kaya. ada apa ini?apa karena saya bukan orang alim,saya
hanya solat lima waktu dia pun sama,ngaji tidak tiap hari,diapun bgtu...apa yg
salah?apa krn suaminya anak ustad yang rajin solat dan pandai mengaji.sedangkan
suami saya sama seperti saya dan bukan anak ustd?... saya mulai jahat, karena
memikirkan kalau Allah itu tidak adil.setiap melihat dia punya rumah baru mobil
baru, jalan2 keluar negri saya kesal dengan Allah...
Saya minta tolong kepada siapapun yang memilki ilmu agama yang tinggi.nasehati
saya...karena saya tidak mau seperti ini. saya tidak mau menjadi su'udzon kepada
Nya.yg akan membawa saya menjadi semakin jauh kepadaNya. saya kesal tapi saya
takut kepadaNya....
terima kasih
salam
Hamba Allah
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar