Speaker Corner, Hyde Park, London
Musim panas hampir usai...musimpun berganti. Kita berada diambang musim gugur. Begitu patuhnya sang alam menta'ati sang Raja Alam.
Memanfaatkan detik-detik terakhir musim panas dan mumpung udara begitu spektakular, usai rapat ICMI di Willesden, London Utara, kita sepakat untuk amprokan dengan mas Imus, salah seorang sahabat kami yang tengah berkunjung ke London.
Setiap saya ke kota london bagian pusat, melewati jalan utama Hyde Park...mata sempat melirik kekiri ... kearah satu sudut taman Hyde Park...hati selalu menuntut kapan bisa datang menikmati pojokan ini untuk menyaksikan orang-orang berpidato bahkan katanyaa mencaci maki... namun konon tidak pernah ada insident si orator ditangkap apalagi di bui hanya gara-gara mengeluarkan uneg-uneg dan idenya yang mungkin bisa saja ngawur. Itulah Inggris.
Alhamdulillah tanpa diduga kami bisa duduk di warung kopi atau cafe (tanpak alkohol tentunya) bernama 'Cafe Nero' di Edgware Road sambil menikmati matahari dibalik jendela. Sang kopi made Italy pun habis kita reguk lalu kita menuju Hyde Park.
Udara? Kata Uni Ita..luar biasaaa. Glorious! Kami tiba di Hyde Park, menelursuri park atau taman yang maha luas itu.Ayahku lamarhum bilang bahwa Hyde Park jauh lebih besar dari negara Monaco di Eropa sana. Apa iya? Kami terus menelesuri dan berjalan dengan kecepatan yang lumayan. Ingin cepat sampai.
Tak lama nampak kerumunan manusia disalah satu sudut atau pojokan Hyde Park yang tak hentinya dikunjungi manusia dari berbagai negara dan ya akhirnya sampailah kita ke 'Speaker Corner'. Nampak pula sekelompok Muslim, asda dua syaf tengah melakukan sholat.
Mereka sholat langsung diatas rumput, tanpak alas... berarti disaat sujud Kening mereka langsung mencium atau menyentuh tanah atau rumput ..artinya sholat tanpak sajadah, artinya tanda kepatuhan kita kepada yang Maha Kuasa hingga kita meratakan atau mensejajarkan diri dengan tanah. Tentu saja ini menarik perhatian para pengunjung, terutama orang-orang non..sehingga nampaklah kilatan cahaya camera memotret mereka.
Speaker Corner..adalah pojokan tempatnya berorasi, debat, diskusi, humor dan bahkan tempatnya berekspressi ide, segila apapun, 'siapa peduli?' Ada juga yang aneh, unik, lucu atau janggal kalau kita sebut sebagai 'kegilaan'.Dan anehnya ada saja yang mendekat dan mengerumuni yang aneh-aneh ini. Katanya pojokan 'Speaker Corner' ini berusia 150 tahun. Cukup lama bukan?
Konon Speaker Corner memiliki pengaruh lebih hebat (powerful) dibanding dengan universiatas manapun didunia. Karena siapa saja boleh bicara dan berorasi atau teriak-teriak sekalipun. Untuk berorasi tidak ada persyaratan, embel-embel atau titel resmi seperti Master atau Dr juga tidak ada batasan kelas dan warna, bangsa...bahkan tidak perlu minta ijin sama polisi atau Pemda setempat, selama bahasa anda dipahami. Siapa saja boleh datang untuk berceloteh asal si pembicara harus berdiri lebih tinggi dari audiance oleh sebab itu pembicara harus membawa alat sepeti tangga pendek, bangku dingklik (stall) dan tentu saja anda harus pandai menarik perhatian agar orang berkerumun.
Saya menyaksikan perdebatan antara Muslim dan Kristen, seorang lelaki berkulit hitam dari Afrika....sepertinya si pembicara (yang pasti dia seorang pembawa misi) ingin meyakinkan pendengar tentang kesamaan antara nabi Musa dan Isa as .
Disaat ia menyebut nyebut bahwa dikitab bible nama nabi Muhammad tidak pernah disebut...atau tidask ada ...nyaris perdebatan terjadi dan cukup panas, saling menghujah dan menghina.
' Oh..you have no brain! ujar si orator', lalu saya dengar lagi 'Hey tell me how many bibles have you got..hundreds?
Lalu tambahnya lagi 'Have you read Al-quran...? Dia tidak peduli, terus saja berteriak teriak menyampaikan pesannya. Orangpun kian ramai berkerumun menyaksikan perdebatan konyol, karean mereka beradu otot.
Lalu saya dengar kata-kata ' you are ignorant ...! dst . Wow si orator tak peduli ...bahkan dia bilang ' You shut up...!' dia terus saja berteriak teriak macam orang kesurupan...Seru.
Yaaa seperti tanpak difoto ini saling menunjuk jari, penuh emosi. Masing masing terbakar.
Seorang lelaki bule tengah berdiri diatas stepnya (tangga kecil) berteriak teriak tentang Nabi Isa atau Tuhan Jesus....ah sepertinya tak ada peminatnya, sepi dan akhirnya ia turun sendiri dan gabung dengan temannya yang lain.
Disudut lain ada lelaki berdiri dengan tulisan 'Free Hugs' alais 'Pelukan Gratis?' Beberapa orang memang memeluknya...entahlah misinya apa, walau katanya tak ada apa-apa atau 'no hiden agenda'.
Muslim dik UK tidak melewatkan kesempatan ini, mereka ambil bagian untuk berda'wah. Seoang brother (kami panggil broher kalau dia Muslim) tengah menerangkan tentang science. Di meja nampak berjejer leaflet dan literatur tentang Islam, tentang Nabi Muhammad saw, ilmu, perempuan dalam Islam dll-nya. Cukup banyak peminatnya. Intinya..asal anda siap di kritisi, dicaci maki, ditunjuk tunjuk wajahnya...dan anda harus pula pandai ber-argumentasi, mampu mempertahankan pendapat/alasan yang masuk akal dan logika serta meyakinkan si penantang...maka jadilah .
Temanku Anisa masuk Islam gara-gara mendengar orasi di speaker corner ini 13 tahun lalu, katanya, hanya mendenganr keterangan tentang Nabi Muhammad saw. Antony Green alias Abduraheem Green, salah Satu mantan penda'wah di Speaker Corner yang kini punya sebuah kegiatan atau isntitusi resmi massive untuk melakukan da'wah di UK.
'SpeakerCorner' memang pojokan yang sangat fenomenal...konon bisa merubah cara fikirs seseorang, dari tidak tahu dan ragu menjadi tahu, dari keraguan menjadi sebuah kejelasan bahakn seseorang bisa berputar atau berbalik 180 derajat. Speaker corner adalah cermin kecil sebuah kehidupan di planet ini... menurut beberapa pemerhati tentang sudut ini yang menjadi daya tarik dan kebanggaan kota London.
Jadi bila anda ke London, jangan lupa meluangkan waktu untuk datang ke pojokan ini. Anda boleh menjadi pendengar atau bahkan ingin berorasi tentang negara dan agama anda atau ide-ide anda, tak akan ada yang melarang dan perlu minta ijin. Silahkan lakukan.
Event ini yang berlangsung setiap hari Ahad, siang hari dan berlaku sepanjang tahun dan musim.
Allah a'lam bisawab
London, 11 Oktober 2010
By: Nizma Agustjik
http://hysinth.multiply.com/journal/item/72/Speaker_Corner_Hyde_Park_London
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar