Messages In This Digest (10 Messages)
- 1.
- [Catcil] Ketika Pembuluh Darah di Otak Pecah From: Mimin
- 2a.
- [CATCIL-titipan Galih Ari Permana] Karena-Mu Ku Tinggalkan Pekerjaan From: Nia Robie'
- 2b.
- Re: [CATCIL-titipan Galih Ari Permana] Karena-Mu Ku Tinggalkan Peker From: Sismanto
- 2c.
- Re: [CATCIL-titipan Galih Ari Permana] Karena-Mu Ku Tinggalkan Peker From: Nursalam AR
- 2d.
- Re: [CATCIL-titipan Galih Ari Permana] Karena-Mu Ku Tinggalkan Peker From: Nia Robie'
- 3a.
- Re: [LOLA - LOnceng teLAt] met milad bu guru From: INDARWATI
- 3b.
- Re: [LOLA - LOnceng teLAt] met milad bu guru From: INDARWATI
- 3c.
- Re: [LOLA - LOnceng teLAt] met milad bu guru From: hadianf@gmail.com
- 4a.
- Re: (catcil) 35 From: INDARWATI
- 5.
- (Catcil) Ujian? From: achmad hidayat
Messages
- 1.
-
[Catcil] Ketika Pembuluh Darah di Otak Pecah
Posted by: "Mimin" minehaway@gmail.com mine_haway
Wed Oct 13, 2010 3:48 am (PDT)
Assalamu'alaikum,
Sebelumnya, saya mohon maaf jika email saya mengganggu Anda.
Nama lengkapnya Yuli Widodo. Teman-teman biasa memanggil Yuli. Atau Wiwid,
sapaan akrabnya.
Aku mengenalnya sekitar lima bulan yang lalu. Orangnya pendiem dan penurut.
*Sabtu, 9 Oktober 2010*
Pagi hari, Pak Yuli merekap laporan proyek. Ponselnya berdering.
"Hallo," satu nomor pribadi masuk.
"Material di site xxx kurang"
Ada panggilan masuk lagi dari sub kontraktor. Terjadi percakapan sekitar 30
menit. Setelah itu pingsan.
"Kenapa, Pak?" istrinya menggoyang-goyang tubuh Pak Yuli.
"Bangun, Pak. Jangan bercanda!"
*Wah gawat, Pak Yuli sakit. Masuk ICU. Pembuluh darah di otaknya pecah.
Jantungnya bengkak ditambah hipertensi. *
SMS itu menyapaku pagi-pagi saat setrika baju. Mataku berkaca-kaca.
*
Senin, 11 Oktober 2010
*Pihak keluarga* *Pak Yuli* *mengharapkan agar ada orang kantor yang datang
menjenguk*. *Karena tensi darahnya 200*.
*Seperti biasa, OB berkeliling untuk minta sumbangan dari teman-teman*.
*Kami rencana jenguk hari Senin sore. Tapi mengingat kemacetan di Jalan Raya
Alternative Cibubur pasti macet sekitar pukul 17.00 WIB. Kami urung
berangkat. Karena kalau berangkat dipastikan sudah lewat jam besuk.*
Selasa, 12 Oktober 2010*
Seperti tradisi sebelumnya, setiap ada rekan kantor yang sakit parah. Kita
menjenguknya bersama-sama.
Pukul 09.00 WIB, kami berangkat. Melewati jalan yang tak begitu macet. Kami
lewat tol Pondok Indah, jadi lebih cepat sampai Cileungsi. Pukul 10.30, kami
sampai di RS MH. Thamrin - Cileungsi.
Kami masuk secara bergantian.
Sempat ngobrol dengan istrinya saat nunggu giliran masuk. Terakhir periksa
tekanan darah Pak Yuli 110. Tidak punya riwayat sakit kolesterol atau darah
tinggi. Sehingga keluarga dan tetangganya terheran-heran.
Saat aku masuk. Pak Yuli sudah sadar. Tangan dan kakinya sudah bisa bergerak
sedikit.
"Moga lekas sembuh, Pak." Pak Yuli mengangguk.
Aku tanya perkembangan kesehatannya pada Dokter yang sedang bertugas.
"Masih sama dengan kondisi sebelumnya, Mbak."
"Bukannya udah mendingan?"
"Oh iya, saraf pembuluh darahnya sudah membaik."
Dari obrolan dengan Bapaknya Pak Yuli. Ternyata sebelumnya pernah
mengeluhkan matanya yang sakit.
Karena sebelumnya tidak dirasa dan tidak pernah periksa. Jadi tidak bisa
antisipasi.
Pulangnya, aku dapat kesempatan semobil dengan Boss Besar. Kami berbincang
panjang lebar.
Rasa syukur kami kian bertambah.
Sejatinya pembuluh darah itu diciptakan elastis seperti balon. Ketika kita
meniupnya dengan tekanan yang sama dalam kondisi balon masih baru dan baik,
balon itu akan mengembang dengan baik saat udara lewat. Jika kita rendam
balon itu dengan minyak lalu ditiup dengan tekanan yang sama, kemungkinan
akan pecah. Begitu pula dengan pembuluh darah. Jika pembuluh darah pecah,
darah akan menyebar ke seluruh penjuru otak. Untuk membersihkannya dengan
cara disedot dan dibuang melalui saluran pencernaan. Jangan sampai membeku
di otak, karena oksigen tidak bisa masuk dan kelumpuhan total pun terjadi.
CMIIW.
Sejatinya tubuh kita diciptakan dengan sempurna dengan segala fungsi
organ-organnya.
Sayangnya kadang kita merusak organ-organ itu, sehingga penyakit datang.
"Harapan sembuh sangat tipis. Bapakku dulu pernah mengalami itu. Satu bulan
di ICU. Sampai operasi saraf otak. Tapi sudah tidak tertolong lagi. Tapi ada
juga yang sakit *stroke* sembuh. Tapi ya itu orang kaya. Karena butuh
puluhan juta untuk menyembuhkannya," Kata Boss Besar.
Sore harinya, ada berita tagihan Rumah Sakit sudah mencapai 14 juta.
Sementara keluarganya baru punya 3 juta ditambah pinjaman 1 juta. Pihak
kantor bantu lagi sesuai *cash flow*. Dan uang *medical* karyawan.
*Rabu, 13 Oktober 2010*
Tagihannya sudah mencapai 20 juta. Sungguh, aku ngeri jika membayangkan itu
menimpa keluarga tak berada.
Istrinya juga tidak bekerja.
Diperkirakan bisa sampai sebulan di ruang ICU. Kalau keluar di ICU
dipastikan kelumpuhan akan cepat terjadi.
Asumsi sehari habis 4 juta x 30 hari = 120 juta.
Semoga tak sampai sebulan di ruang ICU.
Update kondisi hari ini sudah bisa bersuara meski dikit.
Semoga tidak drop lagi, amin.
Mohon do'a dari teman-teman semua.
Yang ingin ber-empati boleh datang langsung ke ruang ICU RS MH. Thamrin -
Cileungsi.
Atau menitipkan sumbangan uang ke rek BSM saya 0037120759 an Mimin Hari
Wahyuni.
No rek yang saya kasih kemarin, ternyata istrinya tidak tahu pinnya.
Kalau sudah transfer konfirmasi ke 0815 8661 6875
Mari kita lebih menghargai dan mencintai diri sendiri dengan menjaga
kesehatan.
*saya jadi pengin check up
Terimakasih telah membaca tulisan saya. Kurang lebihnya mohon ma'af.
Wassalamu'alaikum
--
Write what you think!
http://minesweet.blogspot. com
--
Write what you think!
http://minesweet.blogspot. com
- 2a.
-
[CATCIL-titipan Galih Ari Permana] Karena-Mu Ku Tinggalkan Pekerjaan
Posted by: "Nia Robie'" musimbunga@gmail.com
Wed Oct 13, 2010 10:14 am (PDT)
Pada 13 Oktober 2010 15.52, <galih@asmo.co.id > menulis:
>
> Karena-Mu Ku Tinggalkan Pekerjaan Itu
>
>
> Beberapa minggu yang lalu aku mengunjungi rumah mama. Sejak menikah aku
> tidak lagi tinggal serumah dengan keluargaku dengan alasan ingin membina
> rumah tangga yang mandiri. Kunjunganku itu sekedar ingin tahu kabar
> keluargaku.
>
> Sampai di rumah aku melihat adik perempuanku sedang menonton tv. Tidak
> biasanya adikku ini ada di rumah di hari sabtu. Biasanya dia masuk kerja.
> Aku langsung teringat sesuatu, jangan-jangan masa kontrak kerjanya sudah
> habis. Aku lalu mencoba bertanya pada Neng panggilanku kepadanya.
>
> "Neng, tumben ada di rumah, gak kerja?"
> "Gak." Jawabnya singkat.
> "Sudah habis kontraknya." Tiba-tiba mama berkata dari kamarnya.
>
> Aku hanya manggut-manggut saja mendengar berita itu. Ada rasa iba terhadap
> adik perempuan yang paling dekat denganku itu.
>
> Ba'da dzuhur aku pamit pulang karena istriku tinggal sendirian di rumah
> ditambah lagi sudah waktunya makan siang dan aku janji untuk membelikannya
> makan siang. Sengaja aku tidak menyuruhnya memasak mengingat begitu banyak
> pekerjaan rumah yang dia kerjakan dari pagi hari.
>
> Sampai malam aku masih memikirkan keadaan Neng. Aku harus memberikan
> semangat kepadanya agar dia tidak berputus asa menghadapi ujian ini. Lalu
> aku ambil hp ku dan mengirimkan sms kepada.
>
> Yang semangat yang Neng
> Rezeki Allah itu luas. Insya Allah
> Neng akan diberikan pengganti
> Yang lebih baik. AA selalu mendoakan
> Neng di setiap sujud AA. I love u sister.
>
> Tidak beberapa lama smsku itu dibalas olehnya.
>
> Terima kasih A. Sebenarnya kontrak
> Kerja Neng diperpanjang. Namun
> Karena sebuah alasan Neng tidak
> Mau melanjutkan pekerjaan itu.
> Sebenarnya Neng merasa kehilanagan
> AA setelah Neng hidup bareng AA selama
> 25 tahun. Tapi Neng ikut bahagia
> Jika sekarang AA hidup bahagia
> Sama istri AA. I love u too bro.
>
> Terharu aku membaca sms Neng. Ada kalimat yang menjadi bahan pikiran aku.
> Sebuah alasan mengapa Neng tidak mau melanjutkan kontrak kerjanya di salah
> satu bank konvensional milik pemerintah itu. Padahal penghasilan bulanannya
> lumayan besar.
>
> Kemudian aku teringat curhatan Neng mengenai pekerjaannya itu. Neng pernah
> cerita bahwa dia setengah hati menjalankan pekerjaannya. Sebagai salah
> seorang marketing sales untuk kartu kredit di bank tersebut Neng merasa
> berdosa. Setiap hari dia harus mencari nasabah dan menawarkan kartu kredit
> kepada mereka, dan itu di target. Dia mengerti bahwa pekerjaannya itu
> berbau riba dan itu yang mnjadi ganjalan di hatinya. Dia pernah bercerita
> bahwa gaji bulanannya itu sering habis tidak karuan. Mungkin karena gaji
> yang diterimanya ini dari hasil praktek riba yang dia kerjakan pada bank
> tersebut. Dia merasa berdosa karena setiap hari mengajak orang untuk
> melakukan praktek riba.
>
> Dugaannku ternyata benar. Neng tidak mau memperpanjang kontrak karena tidak
> mau lagi terlibat dalam praktek riba apapun alasannya. Dia sengaja
> memutuskan kontrak kerja dan mencari pekerjaan lain yang jauh lebih halal
> tentunya. Terharu dan sekaligus kagum aku dibuatnya dengan keputusannya
> itu.
>
> Subhanallah, sungguh Allah akan membalas dan mengganti dengan yang labih
> baik untuk setiap perbuatan yang ditujukan karena-Nya. Engkau meninggalkan
> pekerjaan yang berbau riba itu karena takut kepada Allah dimana Dia
> mengharamkan segala macam praktek riba meski dikemas dengan keindahan
> rupiah.
>
> Aku pun berkeyakinan bahwa Allah mempunyai banyak jalan untuk melapangkan
> rezeki kepada setiap hamba yang dikehendaki-Nya. Secara logika dengan
> putusnya kontrak kerja tersebut maka terhentilah penghasilanmu. Tetapi
> logika tersebut tidak berlaku dengan kekuasaan Allah. Allah adalah Ar
> Razaq, dan semoga Allah membalas keputusanmu itu dengan limpahan rezeki
> yang berlimpah dan yang paling penting adalah berkah.
>
> Bekasi, 13/10/10
>
> (Embedded image moved to file: pic19629.jpg)
- 2b.
-
Re: [CATCIL-titipan Galih Ari Permana] Karena-Mu Ku Tinggalkan Peker
Posted by: "Sismanto" sirilwafa@gmail.com siril_wafa
Wed Oct 13, 2010 6:55 pm (PDT)
Semoga mendapat pekerjaan yang lebih baek kang Galih dan lebih barakah, . .
Salam,
Sis
2010/10/14 Nia Robie' <musimbunga@gmail.com >
>
>
>
>
> Pada 13 Oktober 2010 15.52, <galih@asmo.co.id > menulis:
>
>>
>> Karena-Mu Ku Tinggalkan Pekerjaan Itu
>>
>>
>> Beberapa minggu yang lalu aku mengunjungi rumah mama. Sejak menikah aku
>> tidak lagi tinggal serumah dengan keluargaku dengan alasan ingin membina
>> rumah tangga yang mandiri. Kunjunganku itu sekedar ingin tahu kabar
>> keluargaku.
>>
>>
- 2c.
-
Re: [CATCIL-titipan Galih Ari Permana] Karena-Mu Ku Tinggalkan Peker
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Wed Oct 13, 2010 7:01 pm (PDT)
Mas Sis, ralat sedikit, yang melepas pekerjaan itu saudaranya Kang Galih,
bukan Kang Galihnya:). Tapi, sama seperti Mas Sis, doa saya terhantar untuk
saudara Kang Galih semoga pengorbanannya berbalas rejeki dan berkah yang
berlimpah ruah.
Hmm...saya selalu kangen tulisan-tulisan kisah nyata seperti ini, khas Eska
sekali:). Saling berbagi dan mengingatkan, menginspirasi..*ini juga jeweran
untuk diri sendiri yang "lumpuh" menulis belakangan ini*.
Makasih ya, Kang Galih dan juga Nihaw untuk kisah indah ini.
Tabik,
Nursalam AR
- yang ingat janji Nihaw untuk W2W Parung-Depok - :)
2010/10/14 Sismanto <sirilwafa@gmail.com >
>
>
> Semoga mendapat pekerjaan yang lebih baek kang Galih dan lebih barakah, . .
>
>
> Salam,
> Sis
>
>
> 2010/10/14 Nia Robie' <musimbunga@gmail.com >
>
>
>>
>>
>>
>> Pada 13 Oktober 2010 15.52, <galih@asmo.co.id > menulis:
>>
>>>
>>> Karena-Mu Ku Tinggalkan Pekerjaan Itu
>>>
>>>
>>> Beberapa minggu yang lalu aku mengunjungi rumah mama. Sejak menikah aku
>>> tidak lagi tinggal serumah dengan keluargaku dengan alasan ingin membina
>>> rumah tangga yang mandiri. Kunjunganku itu sekedar ingin tahu kabar
>>> keluargaku.
>>>
>>>
>
>
--
*"If you don't know where you are going, any road will get you there." (Mark
Twain)
*
*www.kintaka.wordpress. com
YM ID: nursalam_ar
0813-10040723*
- 2d.
-
Re: [CATCIL-titipan Galih Ari Permana] Karena-Mu Ku Tinggalkan Peker
Posted by: "Nia Robie'" musimbunga@gmail.com
Wed Oct 13, 2010 7:13 pm (PDT)
ih gak janji mas Nursalam
hihi... atuh bisa langsing :P
@Aga: hihi semoga si Neng bisa dapet kerja yg barokah ya :) wirausahapun tak
masalah.. apalagi bnyk peremnpuan yg mulai bisnis ol :)
o iya Ga, kalo mau nitip tulisan silahkan aja :) sambil jaga gawang akunya
;)
Pada 14 Oktober 2010 09.01, Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com > menulis:
>
>
> Mas Sis, ralat sedikit, yang melepas pekerjaan itu saudaranya Kang Galih,
> bukan Kang Galihnya:). Tapi, sama seperti Mas Sis, doa saya terhantar untuk
> saudara Kang Galih semoga pengorbanannya berbalas rejeki dan berkah yang
> berlimpah ruah.
>
> Hmm...saya selalu kangen tulisan-tulisan kisah nyata seperti ini, khas Eska
> sekali:). Saling berbagi dan mengingatkan, menginspirasi..*ini juga jeweran
> untuk diri sendiri yang "lumpuh" menulis belakangan ini*.
>
> Makasih ya, Kang Galih dan juga Nihaw untuk kisah indah ini.
>
> Tabik,
>
> Nursalam AR
> - yang ingat janji Nihaw untuk W2W Parung-Depok - :)
>
> 2010/10/14 Sismanto <sirilwafa@gmail.com >
>
>
>>
>> Semoga mendapat pekerjaan yang lebih baek kang Galih dan lebih barakah, .
>> .
>>
>>
>> Salam,
>> Sis
>>
>>
>> 2010/10/14 Nia Robie' <musimbunga@gmail.com >
>>
>>
>>>
>>>
>>>
>>> Pada 13 Oktober 2010 15.52, <galih@asmo.co.id > menulis:
>>>
>>>>
>>>> Karena-Mu Ku Tinggalkan Pekerjaan Itu
>>>>
>>>>
>>>> Beberapa minggu yang lalu aku mengunjungi rumah mama. Sejak menikah aku
>>>> tidak lagi tinggal serumah dengan keluargaku dengan alasan ingin membina
>>>> rumah tangga yang mandiri. Kunjunganku itu sekedar ingin tahu kabar
>>>> keluargaku.
>>>>
>>>>
>>
>
>
> --
> *"If you don't know where you are going, any road will get you there."
> (Mark Twain)
> *
> *www.kintaka.wordpress. com
> YM ID: nursalam_ar
> 0813-10040723*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
- 3a.
-
Re: [LOLA - LOnceng teLAt] met milad bu guru
Posted by: "INDARWATI" patisayang@yahoo.com patisayang
Wed Oct 13, 2010 6:04 pm (PDT)
1.Amin...
2. Amin...
3. Amin...
4. Amin...
5. Tetep muda... :)
Thanks a lot Kang.
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , hadianf@... wrote:com
>
> Whuaaaaaa... Dah lama ga menyapa fesbuk jadi aja terlewat momen indah ini (maksudnya momen meminta traktiran...) Maafkan ya mbaaaak Indar...
>
> Ehm... Selamat hari lahir ya mba Indar, semoga :
> 1. Usia mba barokah dan diberikan yang terbaik di sisa usiamu.
> 2. Dijadikan istri yang selalu meneduhkan mata sang suami,
> 3. Menjadi penuntun bagi ketiga putri/putra yang sudah ada.
> 4. Sukses pula melahirkan kembali karya2 dahsyat...
> Apalagi ya? Lengkapi ya sob...
>
>
> Powered by Hadian_Kasep BlackBerry®
>
- 3b.
-
Re: [LOLA - LOnceng teLAt] met milad bu guru
Posted by: "INDARWATI" patisayang@yahoo.com patisayang
Wed Oct 13, 2010 6:07 pm (PDT)
Amin... amin... amin. Suwun Cak Dayat, matur nuwun Mas Sis. Mbois, soo Pati. Hehehe...
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "cak dayat" <cakdayat@..com .> wrote:
>
> Met milad mbak indar...semoga mbak selalu mendapatkan yang terbaik..dan bisa selalu .menjadi yang terbaik disetiap peran yang mbak jalani...
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Cendana Pulsa
>
> -----Original Message-----
> From: hadianf@...
> Sender: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Date: Tue, 12 Oct 2010 17:30:28
> To: <sekolah-kehidupan@yahoogroups. >com
> Reply-To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Subject: [sekolah-kehidupan] [LOLA - LOnceng teLAt] met milad bu guru
>
> Whuaaaaaa... Dah lama ga menyapa fesbuk jadi aja terlewat momen indah ini (maksudnya momen meminta traktiran...) Maafkan ya mbaaaak Indar...
>
> Ehm... Selamat hari lahir ya mba Indar, semoga :
> 1. Usia mba barokah dan diberikan yang terbaik di sisa usiamu.
> 2. Dijadikan istri yang selalu meneduhkan mata sang suami,
> 3. Menjadi penuntun bagi ketiga putri/putra yang sudah ada.
> 4. Sukses pula melahirkan kembali karya2 dahsyat...
> Apalagi ya? Lengkapi ya sob...
>
>
> Powered by Hadian_Kasep BlackBerry®
>
> --------------------- --------- ------
>
> Yahoo! Groups Links
>
- 3c.
-
Re: [LOLA - LOnceng teLAt] met milad bu guru
Posted by: "hadianf@gmail.com" hadianf@gmail.com hadian.kasep
Wed Oct 13, 2010 6:15 pm (PDT)
6. Mudah2an bu Guru Indar nraktir saya (amin)
7. Mudah2an selain nraktir saya juga ngebungkusin untuk yang di rumah (amin)
Nyambung doanya... Hehehe...
Powered by Hadian_Kasep BlackBerry®
-----Original Message-----
From: "INDARWATI" <patisayang@yahoo.com >
Sender: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Date: Thu, 14 Oct 2010 01:04:22
To: <sekolah-kehidupan@yahoogroups. >com
Reply-To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: [LOLA - LOnceng teLAt] met milad bu guru
1.Amin...
2. Amin...
3. Amin...
4. Amin...
5. Tetep muda... :)
Thanks a lot Kang.
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , hadianf@... wrote:com
>
> Whuaaaaaa... Dah lama ga menyapa fesbuk jadi aja terlewat momen indah ini (maksudnya momen meminta traktiran...) Maafkan ya mbaaaak Indar...
>
> Ehm... Selamat hari lahir ya mba Indar, semoga :
> 1. Usia mba barokah dan diberikan yang terbaik di sisa usiamu.
> 2. Dijadikan istri yang selalu meneduhkan mata sang suami,
> 3. Menjadi penuntun bagi ketiga putri/putra yang sudah ada.
> 4. Sukses pula melahirkan kembali karya2 dahsyat...
> Apalagi ya? Lengkapi ya sob...
>
>
> Powered by Hadian_Kasep BlackBerry®
>
- 4a.
-
Re: (catcil) 35
Posted by: "INDARWATI" patisayang@yahoo.com patisayang
Wed Oct 13, 2010 6:14 pm (PDT)
Makasih kang Epri, mas Nur, Syasya, n sahabat lainnya.
Merasa dan takut tua saat berkaca pada si ibu itu. Tapi satu hal positif yang saya dapatkan, lebih memperhatikan pola makan, meski belum sepenuhnya berpola hidup sehat. Masih malas olah raga. Hehe...
Yup, life begins at 40. rencananya, saat itu tiba Ranu udah berusia 5 tahun jadi saya bisa memiliki 'me time' lebih banyak dari sekarang.
Jadi lebih bisa mengeksplor kemampuan, merasa lebih muda. hehe...
salam,
Indar
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Nursalam AR <nursalam.ar@com ...> wrote:
>
> Catatan yang reflektif, inspiratif dan indah, khas seorang Indarpati.
> Mengulang coretan saya di FB, moga prasasti Mbak Indar ini menjadi penanda
> tonggak doa dan harapan ke depan.
>
> Btw, jadi ingat orang bijak bilang,"Life begins at 40." Hidup dimulai pada
> usia empat puluh. Jadi, janganlah merasa tua sebelum itu,hehe...
>
> Happy milad ya!
>
> Tabik,
>
> Nursalam AR
> - yang juga berkepala tiga -
>
> 2010/10/12 Indarwati Indarpati <patisayang@...>
>
> >
> >
> > 35
> >
> >
> > Dunia ini panggung sandiwara
> >
> > Ceritanya mudah berubah
> >
> > Bisa Mahabrata atau tragedi dari Yunani
> >
> > Setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan
> >
> > Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura
> >
> >
> > Refleksi dan intropeksi 35 tahun malam ini kumulai dengan menyesap dalam
> > syair yang ditulis oleh Taufik Ismail untuk lagu Godbless. Malam ini,
> > seperti malam-malam sebelumnya, suara merdu Nicky Astria yang
> > mendendangkannya, mengalun dari speaker laptop, menembus kesadaran yang
> > tengah coba kurangkaikan.
> >
> >
> > Telah begitu lama aku tak menuangkan resah dalam tulisan. Sebagian
> > mengendap, sebagian melayang hilang. Malam ini, aku ingin kembali menulis
> > prasasti. Mungkin untuk kubaca setahun kemudian jika masih diberi usia, atau
> > menjadi sekedar nama file tak tersentuh di folder blog di laptopku. Atau,
> > aku memiliki kembali nyali untuk `menyampah' di milist ini.
> >
> >
> > Menjadi seorang perempuan dengan usia 35, ada banyak hal melintas di
> > kepala.
> >
> > Seberapa dewasa, sebanyak apa bijaksana, seluas apa cakrawala di kepala
> >
> > Ataukah, 35 hanya berarti bertambahnya uban di kepala?
> >
> > Satu yang pasti, membayang di mata renta dan tak berdaya yang ingin
> > kuhindari. (mungkinkah?)
> >
> >
> > Menjadi 35, seolah baru kemarin aku 25. Masih bekerja, masih panjang asa
> > dan gemerlap cita-cita. Masih berbagi tawa dengan teman sesama mahasiswa
> > malam di sebuah institute bahasa, sekedar menyandarkan luka karna lelah
> > bekerja.
> >
> >
> > Menjadi 35, seolah baru kemarin aku 25. Baru setahun berumah tangga,
> > merekontruksi hubungan dengan suami. Seorang sahabat sejak 9 tahun
> > sebelumnya yang bertambah wajah menjadi penyandar lelah. Kini, tak terasa 11
> > tahun pernikahan itu kami jalani. Tak banyak berubah, meski tak sedikit pula
> > penyesuaian langkah.
> >
> >
> > Menjadi 35, seolah baru kemarin aku 25. Ketika belum ada dia, lalu mereka
> > yang mendamba kasih sayang dan perhatian mama. Kini, Ais, Yasmin, dan Ranu
> > Akbar Himadi mewarnai hari-hari kami. Menorehkan rasa bersalah ketika tak
> > mampu kuulurkan tanganku dalam satu waktu.
> >
> >
> > Menjadi 35, hanya beda satu angka dengan 45, menjadi tua.
> >
> >
> > Ada banyak hal membuatku takut menghadapi masa tua, yang mendorongku merasa
> > tua. Ini berbeda dengan setahun lalu dimana aku masih merasa muda dan banyak
> > asa.
> >
> >
> > Adalah seorang perempuan. Di masa mudanya, beliau lincah tangguh tak
> > terkalahkan. Bekerja 20 jam sehari adalah hal wajar. Menggendong bakul besar
> > berisi belanjaan adalah satu hal remeh yang biasa dilakukan. Mengandung,
> > melahirkan, dan membesarkan 6 anak adalah prestasi terbesar. Hingga, renta
> > tak sekedar menyapa. Urat dan syaraf tak lagi mau kompromi. Bahkan sekedar
> > diajak mengambil air wudhu. Perempuan itu, kini merasa menjadi beban. Dan
> > mungkin bagi sebagian orang, dia memang beban.
> >
> >
> > Membacanya, aku takut menjadi tua, renta, tak berdaya.
> >
> >
> > Menjadi 35, aku juga dipaksa berkaca. Prestasi (duniawi) apa yang ada pada
> > diri? Seberapa banyak nilai ibadah yang tercatat oleh malaikat?
> >
> >
> > Mempertanyakan tentang satu hal itu, aku semakin merasa tak mampu.
> >
> >
> > *Hujan di luar tangis anakku tak bakal terdengar dari ruangan ini.
> > Haruskah kusudahi melontarkan isi hati?*
> >
> >
> > **
> >
> > *Tanah Baru, di hari ulang tahun ke-35ku, 10.49*
> >
> >
> > PS:
> > terimakasih untuk semua sahabat yang telah mendoakan dan menyemangatiku
> > lewat inbox, coretan di wall FB, ataupun SMS. Semoga doa-doa yang kalian
> > lontarkan kembali dengan kebaikan yang lebih besar. Amin...
> >
> > Indarwati
> >
> >
> > <http://craftcafe.multiply. >com/photos/ album/20/ Boneka_Pengantin _dan_Pakaian_ Adat_Flanel
> >
> > irt, penulis lepas, plus souvenir maker<http://craftcafe.multiply. >com/photos/ album/20/ Boneka_Pengantin _dan_Pakaian_ Adat_Flanel
> > curhatan
> > <http://craftcafe.multiply. >com/photos/ album/20/ Boneka_Pengantin _dan_Pakaian_ Adat_Flanel
> > http://lembarkertas.multiply. com
> > kreasi tangan http://craftcafe.multiply. <http://www.kedaicracom ft.com >
> > FB: indar7510@...
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> *"If you don't know where you are going, any road will get you there." (Mark
> Twain)
> *
> *www.kintaka.wordpress. com
> YM ID: nursalam_ar
> 0813-10040723*
>
- 5.
-
(Catcil) Ujian?
Posted by: "achmad hidayat" cakdayat@gmail.com dayat_xxx
Thu Oct 14, 2010 2:40 am (PDT)
Assalaamualaikum teman-teman semua, apa kabar semuanya.
kebetulan waktu bersih file komputer di kantor menemukan tulisan lama yang
belum selesai-selesai. karena mungkin akan terlalu lama untuk menunggu
selesainya, jadi saya bagi saja sekarang..mudah-mudahan ada manfaat yang
bisa di amil.
UJIAN...??
Mungkin salah satu amalan terberat adalah berinfak saat kita kekurangan.saat
kita merasa untuk diri kita saja masih belum cukup, bagaimana bisa berpikir
untuk membaginya dengan orang lain. Kadang tanpa kita sadari, mungkin kita
pernah menjadi seseorang yang seperti itu.Bukankah tidak jarang dengan
mengatas namakan irit kita menyembunyikan wajah pelit kita?
saya teringat kejadian Ramadhan (kira-kira) 6 tahun silam,saat itu seperti
biasanya tiap akhir pekan saya pulang ke pasuruan, dan Senin paginya baru balik
ke Malang. Seperti biasanya saya naik bus dari Warungdowo, dan seperti
biasanya juga bus selalu penuh saat senin pagi, sama dengan senin-senin
sebelumya. Tapi sepertinya pagi ini penuhnya itu sudah tidak biasa lagi,
mungkin ini karena efek liburan menyambut datangnya bulan Puasa. Karena
takut telat masuk kuliah, maka sayapun nekat naik walaupun tidak kebagian
tempat duduk, bahkan untuk dapat tempat berdiri sayapun kudu
berdesak-desakan di pinggiran pintu. Panas, gerah, semuanya menjadi satu.
Tampak di depan sana kondektur sedang sibuk menariki ongkos para penumpang
sembari mengatur deretan berdirinya agar mau lebih merapat. Dan saat dia
sudah berjalan makin kebelakang, mendekati tempatku berdiri.
Tiba-tiba saja .
Deeegg!!!...Serasa berhenti berdetak jantung ini. Saat aku merogoh dompet di
dalam tasku, dianya sudah tidak ada lagi di tempatnya, hilang, lenyap tak
berbekas. bahkan beberapa lembar seribuan yang kutaruh di tas bagian depan
juga raib. Padahal aku belum membayar ongkos bis yang aku tumpangi.
Kemarahan dan kesedihan dengan kompak merasuki kepalaku, mengaduk-aduk
emosiku. Apalagi saat aku mencoba mencari simpati ke penumpang lain yang
berada di dekatku, mereka hanya bisa memberiku wajah diam dan datar.
Bahkan tentara yang duduk tidak jauh dariku , saat mendengar apa yang aku
alami cuma menoleh sebentar kemudian kembali sibuk dengan lamunanya.
Haii..tapi tunggu dulu, kenapa kondektur itu tidak menarik ongkos bis
kepadaku? Bahkan saat aku mau menjelaskan apa yang menimpaku, dia hanya
tersenyum dan berjalan melewatiku. Apa mungkin dia sudah tahu kalau ada
musibah yang telah menimpaku? Otakku sudah terlalu pusing untuk memikirkan
semua itu, walau di kemudian hari dari informasi teman aku tahu kalau kadang
kondektur bus dan sopir itu sudah tahu akan jaringan pencopet yang biasa
beroperasi di trayek mereka. Dan karena rasa takut dan keamanan diri mereka
dan bus mereka, hanya diam dan membiarkanya itulah pilihan terbaik menurut
mereka. Wallahualam .
Tiba-tiba saja kaki ini lemas, sanggupkah aku memberi tahu ibuku.
Mengabarkan padanya, bahwa anaknya kehilangan bekal. Bekal untuk melunasi
biaya semester, bekal untuk keperluan logistik selama dua minggu kedepan.
Teringat aku wajah ayahku saat mau meminjam duit ke tetangga, dengan
mengenyampingkan semua rasa malu, hanya demi melihat anaknya bisa balik
kemalang, bisa kembali kuliah, mengikuti ujian semester.Tapi Allah ternyata
berkehendak lain, Dia menghadiahiku ujian terlebih dahulu sebelum aku
menghadapi ujian semester, atau mungkin ini sebuah peringatan lembut
dari-NYA?
aku hanya bisa terdiam, memikirkan sebuah kemungkinan-kemungkinan. apa yang
harus aku lakukan?
Darimana aku bisa dapat duit untuk melunasi sisa membayar spp dan sks
sebagai prasyarat untuk bisa mengikuti ujian semester?
Aku merenung
Diam dalam kebingungan
Sebuah pertanyaan entah darimana tiba-tiba menyelinap di benakku.
Apakah sekarang ini Allah sedang memperingatkanku?
Sudah terlalu pelitkah diriku selama ini?
Teringat aku kata-kata seorang guruku waktu SMU dulu, saat ada salah seorang
teman kehilangan dompetnya. "kamu kehilangan dompet itu bukan cuma karena
kamu ceroboh, tapi itu juga peringatan untuk kamu. Allah sedang mengingatkan
kamu untuk berinfak, sedikit berbagi untuk menyucikan harta kamu".
kucoba menengok kembali kebelakang, seberapa seringkah aku berbagi?
Apakah berbagi itu sudah pernah aku masukkan dalam anggaran pengeluaranku?
Apa mungkin kesombongan sudah mulai merasuki jiwaku, saat dengan entengnya
hati ini membuat janji-janji denganNYA. Janji untuk berbagi suatu saat
nanti, saat ada sedikit kata cukup menghampiri. Saat nanti sudah ada sesuatu
yang benar-benar bisa dibagi, saat nanti dan nanti ..
Tapi, siapa yang bisa menjamin bahwa "nanti" itu akan ada menemuiku?
Hening ..
Semuanya terasa melambat, seperti slow motion dalam sebuah film.
Pening
Saat segerombolan gumintang tiba-tiba berlomba-lomba naik komedi putar di
kepala.
Diam, hanya itu yang bisa aku lakukan, tak ada gairah walau hanya untuk
mendesah.
Sampai akhirnya bis yang membawaku itu bener-bener berhenti di terminal. Baru
aku sadari bahwa semuanya masih bergerak. sempat bingung juga saat mau naik
angkot, dari mana aku dapat duit untuk membayarnya? mau telpon teman juga
tidak ada duit untuk ke wartel, andai saja pada saat itu sudah punya Hp.
Tiingggg!!!!!....tiba- tiba terasa ada lampu bohlam menyala diotakku
***
To be continued (*Insya Allah)
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar