Messages In This Digest (6 Messages)
- 1.1.
- File - Moderator Sekolah Kehidupan From: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
- 2.
- Artikel: Mengapa Aktivitas Training Sering Tidak Berdampak Kepada K From: Dadang Kadarusman
- 3.
- Antara Imajinasi dan Realita From: agus_salims
- 4.
- Pelajar; Mahasiswa; Pemuda Warga Negara Indonesia From: agus_salims
- 5a.
- Re: [Puisi] Perjalanan Debu & Angin From: agus_salims
- 6.
- Tips#12 ; Terapi Menyesal dan Rasa Bersalah kepada Diri From: rahmad nurdin
Messages
- 1.1.
-
File - Moderator Sekolah Kehidupan
Posted by: "sekolah-kehidupan@yahoogroups.com" sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sun Oct 17, 2010 4:05 am (PDT)
(Moderator) INFO: Cara Mudah Baca Email
Para anggota milis sekolah-kehidupan Yth.,
Dari pengamatan yang kami lakukan, jumlah postingan yang masuk ke milis kita rata-rata 20-30 email sehari baik berupa artikel maupun postingan lainnya. Sehubungan dengan itu maka kami menyarankan bagi semua anggota agar email-box tidak cepat penuh maka disarankan agar mengubah status posting-emailnya dari individual email menjadi digest atau web-only. Tetapi dari pengalaman yang kami lakukan, hal yang terbaik bila kita memilih option web-only. Dengan pilihan ini maka kita hanya bisa membaca seluruh postingan dengan cara membuka mail site, juga untuk membalas postingan, serta mengirim email langsung ke si penulis.
1. Cara mengubah sistem info email dari individual email ke digest atau web-only
Ketik http://groups.yahoo.com/ group/sekolah- kehidupan,
Sign in dulu, kemudian klik Edit Membership
Kemudian di bawah ubah pilihan dari individual email ke pilihan digest atau web-only.
Kemudian akhiri dengan klik tanda SAVE
2. Cara mudah untuk membuka mail-group.
Bila kita sudah ingin memilih dengan web-only, berarti informasi semua postingan harus
dilihat di mail site. Untuk itu ketik http://groups.yahoo.com/ group/sekolah- kehidupan.
Sign in dulu, kemudian klik view all, untuk melihat semua postingan dari dulu yang paling
lama sampai yang terbaru.
Untuk memudahkan membuka mail-site kita di waktu-waktu berikutnya maka alamat mail
tadi yang di awali dengan http://....., sebaiknya di book-mark atau di masukkan dalam
daftar favorite (ada di ujung atas sebelah kiri layar monitor). Klik Favorites, dan add.
Demikian yang dapat disampaikan. Terima kasih.
Salam Hormat,
Moderator Bersama
- 2.
-
Artikel: Mengapa Aktivitas Training Sering Tidak Berdampak Kepada K
Posted by: "Dadang Kadarusman" dkadarusman@yahoo.com dkadarusman
Sun Oct 17, 2010 5:59 am (PDT)
Artikel: Mengapa Aktivitas Training Sering Tidak Berdampak Kepada Kinerja?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Berapa kali perusahaan Anda mengadakan acara training? Anda termasuk beruntung jika bekerja di perusahaan yang memiliki komitmen tinggi untuk menyediakan training bagi para karyawannya. Faktanya, banyak perusahaan yang tidak memberikan perhatian yang memadai terhadap training. Hal ini tidak lepas dari 2 hal yang sering menjadi alasan utama yaitu; anggapan bahwa training itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan training sering tidak mampu meningkatkan kinerja karyawan. Sekarang, saya ingin mengajak Anda untuk menguji kedua anggapan itu; benarkah demikian?
Salah satu tugas yang saya emban dalam setiap program pelatihan Train The Trainers (TTT) atau Train For Trainers (TFT) bagi para Manager & Leaders yang saya fasilitasi adalah; mengubah paradigma berpikir para Manager atau Leader yang mengikuti program TFT saya. Salah satu pemikiran tipikal yang sering muncul adalah; mengapa saya harus diajari tentang fungsi trainer padahal saya adalah seorang manager lapangan atau manager gugus fungsi operasi yang tidak ada sangkut pautnya dengan urusan training?
Saya paling senang dengan pemikiran seperti itu. Sebab, hal itu memberi saya kesempatan untuk bertukar pikiran. Menurut hemat saya, justru karena seseorang menduduki jabatan sebagai Manager-lah maka dia harus memiliki kemampuan untuk menjadi seorang trainer. Lho, bukankah HRD dan para trainers yang seharusnya bertanggungjawab? Bisa benar. Tetapi, saya yakin Anda pernah mendengar kalimat ini;"Every Manager is a Human Resources Manager." Now, if you are truly a Manager, then you have to play your role as a human resources manager as well. That's the best advice I can tell you.
"Sory, itu sama sekali bukan jawaban!" mungkin Anda berpikir demikian.
Baiklah kalau begitu. Mari kita lihat situasi yang sedang kita hadapi. Kita terbiasa berdekatan dengan sebuah profesi yang bernama 'Trainer'. Misalnya, saya. Profesi saya adalah Trainer yang mengkhususkan diri pada topik-topik Leadership dan Pengembangan SDM. Tentu kita juga mengenal begitu banyak orang yang berprofesi sebagai 'Trainer' lainnya. Kita sudah terbiasa tinggal di lingkungan yang memiliki warna profesi trainer. Oleh sebab itu, kita kemudian terjebak ke dalam sebuah anggapan bahwa 'Trainer' itu adalah 'profesi'. Ini adalah jebakan pertama.
Di kantor Anda, mungkin ada juga orang yang menduduki jabatan sebagai 'Trainer' atau 'Training Manager'. Sehingga, kemudian kita masuk ke dalam jebakan pemikiran yang kedua yaitu; 'Trainer itu adalah titel atau jabatan.'
Kedua jebakan itu sering menjadikan kita lupa bahwa 'training' adalah sebuah proses untuk mendidik seseorang dari 'tidak tahu menjadi tahu'. Dari 'tidak bisa' menjadi bisa'. Dari 'berperilaku yang tidak sesuai' menjadi 'berperilaku sesuai'. Pertanyaan saya; siapa yang bertanggungjawab terhadap proses itu melebihi atasannya sendiri? Tidak ada. Hal itu adalah tanggungjawab atasan. Bukan HR Manager, apa lagi orang dari luar perusahaan. Dengan mengatakan hal ini, saya memang secara sengaja hendak membuka kesadaran kita bahwa 'trainer eksternal' itu tugasnya tidak lebih dari sekedar 'membantu' para atasan supaya proses perubahan pengetahuan, keterampilan maupun perilaku itu bisa berlangsung dengan baik.
Jadi, jika Anda mengundang saya menjadi trainer untuk para karyawan di perusahaan Anda misalnya; maka peran saya tidak lebih dari seorang pembantu yang membaktikan diri kepada Anda. Sedangkan Anda adalah tuannya. Andalah yang memegang peranan terbesar terhadap implementasi hasil proses belajar selama training berlangsung bersama saya. Bahkan sekalipun Anda mengundang Trainer terbaik sedunia, dampak positifnya terhadap bisnis Anda hanya akan terasa jika dan hanya jika sebagai atasannya Anda memberikan ruang yang memadai untuk implementasinya.
Fakta menunjukkan bahwa pengaruh training sering hanya bisa bertahan dalam waktu yang sangat singkat. Namun karena kita percaya bahwa 'repetition is the mother of the skill', maka secanggih apapun teori yang dipelajari di kelas-kelas training pasti akan menguap begitu saja jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan kerja sehari-hari. Adakah trainer eksternal berkesempatan mengawal proses implementasinya? Kalaupun ada, tidak dalam jangka waktu yang cukup lama untuk memastikan keahliannya terbentuk.
Pada tahap inilah kemampuan seorang atasan untuk menjadi trainer bisa memberikan manfaat. Oleh sebab itu, saya sungguh-sungguh mengajak para Manager untuk belajar menjadi trainer. Sebab jika sudah memiliki kemampuan untuk menjadi trainer, maka mereka memahami bagaimana metodologi training. Mengerti proses belajar yang perlu ditempuh. Serta menguasai cara implementasi. Dengan begitu, maka mereka bisa bermitra dengan trainer eksternal dalam meletakkan dasar-dasar keilmuan untuk para anak buahnya. Lalu sebagai atasan, mereka meneruskan proses belajar anak buahnya melalui implementasinya.
Dengan cara itu, maka kita tidak lagi perlu memandang training sebagai aktivitas yang menguras biaya. Sebab, jika para atasan memiliki kemampuan untuk melakukan tindak lanjutnya, maka kita bisa melepaskan diri dari ketergantungan terhadap trainer eksternal. Sehingga investasi terhadap training dengan trainer eksternal dapat dioptimalkan. Dan investasi itu bertransformasi kedalam bentuk peningkatan kemampuan karyawan secara nyata di tempat kerja. Jadi, ayo kita belajar untuk menjadi trainer.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Leadership & People Development Training
www.bukudadang.com dan www.dadangkadarusma n.com
Catatan Kaki:
Setiap atasan adalah trainer bagi anak buahnya. Dialah yang bertanggungjawab untuk meningkatkan kemampuan mereka. Dia berhak memutuskan apakah akan melatihnya sendiri, atau meminta bantuan trainer eksternal. Tetapi, dia tidak dapat berlepastangan atas proses pengembangan selanjutnya.
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul "Belajar Sukses Kepada Alam" versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan kunjungi petunjuknya di www.bukudadang.com
--------------------- --------- --
Buku-buku terbaru Dadang Kadarusman sudah tersedia di toko buku atau bisa dipesan di http://www.bukudadang.com/
- 3.
-
Antara Imajinasi dan Realita
Posted by: "agus_salims" agus_salims@yahoo.com agus_salims
Sun Oct 17, 2010 6:00 am (PDT)
12 Miliar Tahun yang Lalu Antara Imajinasi dan Realita
Tulisan sobat kita :
http://edukasi.kompasiana. com/2010/ 10/04/12- miliar-tahun- yang-lalu- antar\
a-imajinasi-dan-realita/
Semalam sekitar pukul 11 malam, lagi gelar selimut tiba-tiba listrik
padam. Malam tanpa penerangan merupakan musibah bagi saya, sebab akan
sangat sulit tidur jika kondisi gelap. Tetap terjaga dengan lampu senter
ditangan sambil melamun, tiba-tiba terbawa kemasa lalu jauh sebelum bumi
dan kehidupan ada. Mimpi yang seolah-olah nyata ada didepan mata dalam
bayangan gelapnya malam. Antara percaya dan tidak percaya, namun
sebagian diyakini kebenarannya dengan kajian teori sains.
Terbang melesat jauh sambil menyaksikan angka dari masa kemasa dan saya
terhenti di angka 12 miliar tahun yang lalu. Suatu masa yang penuh
dengan kegelapan dan keheningan yang amat sangat. Tiba-tiba ada satu
titik cahaya yang menyala dan berpendar indah dan cantik. Namun
tiba-tiba cahaya itu merekah dengan dahsyatnya membentuk bola yang
sangat besar dengan kilatan-kilatan cahaya. Tak ada suara yang terdengar
saat itu, hanya cahaya yang liar biasa terangnya. Ledakan besar
sepanjang sejarah terjadi. Puing-puing kecil telempar sejauh mata
memandang dan entah jatuh dimana. Semua penjuru penuh dengan serpihan
ledakan dan cahaya tersebar luas. Masa ledakan berakhir sudah, sekarang
terbentuk sebuah cakrawala yang indah, dan tersusun rapi dengan berjalan
sinergis.
Imajinasi yang melayang menyaksikan keindahan cakrawala harus kembali
menuju sebuah masa dimana kehidupan itu belum ada. Disebuah planet kecil
yang nampak gersang tanpa ada kehidupan, yang ada hanyalah tanah gersang
dan sebuah cahaya penerang. 4 miliar tahun yang lalu saya berdiri dibumi
yang nyaris tak ada apa-apanya. Tiba-tiba tubuh ini mengecil menjadi
ukuran paling kecil yang pernah dijadikan logika manusia. Orp menjadi
materi penyusun atom yang kemudian berangkai menjadi molekul-molekul.
Awal kehidupan berawal dari sini pada saat benda-benda mungil ini
menyatukan dirinya menjadi senyawa. Beberapa unsur kimia dari
penggabungan molekul terbentuk dan melayang-layang mencari pasangan.
Sebuah molekul oksigen bergabung dengan hidrogen maka air tercipta dan
menggenang dipermukaan tanah. Molekul lain tidak kalah beragamnya
membentuk berbagai modifikasi kehidupan. Ada yang bersatu membentuk
sebuah sel dengan inti genetiknya, adapula yang membentuk
senyawa-senyawa penunjang kehidupan. Semua yang terjadi berdasarakan
keteraturan dan ada sebuah siklus yang menjadi mata rantai kehidupan.
Perkembangan mahluk kecil yang tersusun dari senyawa-senyawa bersatu
menjadi sebuah sel. Sel berkembang menjadi mahluk sel tunggal maupun
multiseluler. Mahluk sel tunggal terus berkembang biak menjadi
mikroorganisme seperti, bakteri, protozoa, alga. Mahluk multiseluler
memodifikasi tubuhnya menjadi jaringan lalu lebih rumit lagi menjadi
organ dan disempurnkan lagi menjadi organisme.
Mikroorganisme dan tumbuhan merupakan produk awal pada masa-masa itu.
Mikroorganisme berperan menyediakan materi organik untuk tumbuh kembang
tanaman dan degradasinya. Tanaman dengan bantuan klorofilnya memenuhi
bumi dengan gas kehidupan. Lengkap sudah, namun golongan hewan
bermunculan dari ukuran kecil hingga sebesar dinosaurus. Kehidupan
semakin lengkap namun prilaku penghuninya sangat tidak terkendali
sehingga ancaman kerusakan mulai terjadi.
Tubuh yang fana ini ini kemudian berpindah pada masa 200juta tahun yang
lalu. Sesosok mamalia yang mirip manusia modern muncul. Prilaku berburu
dan meramu mereka tunjukan untuk bertahan hidup. Lubang-lubang gua
adalah rumah mereka dan bebatuan mereka gunakan sebagai alat dalam
kehidupan sehari-hari. Orang modern menamakan mereka Phytecantropus
erectus hingga Homo sapiens. Masa peradaban terus berlalu hingga jutaan
tahun, sebuah waktu yang sangat lama untuk perkembangan ciptaan paling
akhir.
Belum puas menikmati masa-masa jaman batu, maka sudah berpindah pada
masa sejarah yang pernah dituliskan dalam lembaran sejarah. Tahun masehi
yang merupakan awal dari masa 1000 tahun Daud dan 1000 tahun Abraham.
Sejarah peradaban manusia muncul dengan terbentuknya sebuah aturan
kehidupan yang menuntut adanya norma-norma keTuhanan. Pandangan
Atheisme, Dinamisme berlangsung pudar menjadi paham Teoisme. Masa-masa
jahiliyah hingga abad pencerahan begitu runtut untuk disaksikan. Ilmu
pengetahuan berkembang pesat sejak adanya penemuan-penemuan yang
kontroversial. Copernicus harus meregang nyawa gara-gara menyatakan bumi
ini berputar mengelilingi matahari dan seorang Thomas Alfa Edison anak
idiot yang menemukan lampu pijar.
Perjalanan imajinasi ini berhenti 100 tahun yang lalu dimana ada
pernyataan yang kontroversial. Seorang Charles Darwin di cap sebagai
orang yang tidak kenal Tuhan. Orang yang kurang paham dengan teori
evolusi Charles Darwin menyatakan "manusia dari kera" dan sempat
mebuat heboh, padahal pengarangan buku The Origin of Species tidak
mengatakan demikian. Struglle for Life kata yang diucapkan untuk
menggambarkan masa lalu, bahwa untuk hidup harus berjuang. Seorang
ekonom, Herbert Spencer menguatkan dengan kalimat " Survival of the
Fittest", siapa yang bisa menyesuaikan diri, dialah yang bertahan.
Dari segi evolusi sangat tepat, namun dari segi ekonomi menjadi kecaman
sebab manusia hidup penuh makna toleransi, bukan kehidupan yang bebas
dan liar.
Imajinasi itu hilang dan buyar disaat PLN sudah berbaik hati mengalirkan
kembali setrumnya. Kini mata bisa terpejam untuk menulis imajinasi ini
dan membagikannya. Tidak ada ilmu pasti, sebab kepastian ilmu tersebut
masih juga diragukan kebenarannya.
Salam
DhaVe
- 4.
-
Pelajar; Mahasiswa; Pemuda Warga Negara Indonesia
Posted by: "agus_salims" agus_salims@yahoo.com agus_salims
Sun Oct 17, 2010 6:01 am (PDT)
PEMUDA "SEBERANG" DI PALAGAN BANDUNG
<http://www.ahmadheryawan.com/ >opini-media/ budaya-pariwisat a/2631-pemuda- \
qseberangq-di-palagan-bandung. pdf
<http://www.ahmadheryawan.com/ >opini-media/ budaya-pariwisat a/2631-pemuda- \
qseberangq-di-palagan-bandung. html?tmpl= component& print=1&layout= default\
&page=
<http://www.ahmadheryawan.com/ >component/ mailto/?tmpl= component& link=aHR0\
cDovL3d3dy5haG1hZGhlcnlhd2FuLmNvbS9 vcGluaS1tZWRpYS9 idWRheWEtcGFyaXd pc2F0\
YS8yNjMxLXBlbXVkYS1xc2ViZXJhbmdxLWR pLXBhbGFnYW4tYmF uZHVuZy5odG1s
http://www.ahmadheryawan.com/ opini-media/ budaya-pariwisat a/2631-pemuda- q\
seberangq-di-palagan-bandung. html
Oleh: Toto Taryana
PADA waktu warga Bandung berbondong-bondong meninggalkan rumah dan harta
benda yang mereka bakar sendiri yang kemudian dikenal dengan peristiwa
Bandung Lautan Api, pada waktu itu pulalah warga Bandung menunjukkan
kerelaan berkorban demi tegaknya kedaulatan Republik Indonesia daripada
memberikannya kepada musuh secara utuh. Hal itu sekaligus menunjukkan
kepatuhan mereka pada pemerintah sipil. Itulah aspek penting yang dapat
diambil dari peristiwa heroik tersebut.
Namun, bukan hanya itu, peristiwa Bandung Lautan Api yang didahului oleh
Palagan Bandung membuka mata kita bahwa pada saat itu rasa senasib
sepenanggungan sebagai sesama rakyat Indonesia begitu mengakar kuat.
Terbukti dengan adanya peran serta pemuda luar Bandung dalam
mempertahankan Kota Bandung dari usaha pendudukan pasukan Sekutu. Tanpa
memperhitungkan perbedaan suku, mereka bahu-membahu berjuang dengan
warga asli Bandung walaupun harus mempertaruhkan nyawa.
Sejarah mencatat, partisipasi para pemuda Maluku yang bergabung dalam
wadah Pemuda Indonesia Maluku (PIM), dengan tokohnya antara lain
Pellaupessy dan Gerrit Latumahena! Sayangnya, peran mereka tidak
terdokumentasikan dengan baik sehingga sulit mencari pustaka yang
merekam jejak langkah mereka secara mendetail, baik itu yang ditulis
oleh kalangan anggota PIM sendiri maupun dari pihak lain. Akan tetapi,
andil para pemuda Maluku tetap abadi dalam salah satu lirik lagu
"Halo-Halo Bandung" yang berbunyi ... /Sudah lama beta/ tidak berjumpa
dengan kau/ .... Kita sudah paham bahwa kata "beta" berasal dari bahasa
Maluku yang memiliki padanan kata saya dalam bahasa Indonesia.
Warga Bandung juga berterima kasih atas sumbangsih putra-putra Batak
seperti yang ditunjukkan Marahidin Sihombing. Kantor berita Antara
melaporkan dalam suatu kontak senjata di bilangan Ujungberung, Sihombing
bersama kawan-kawannya menyerbu barisan musuh sehingga kalang kabut dan
mundur dibuatnya, walau akhirnya Sihombing gugur dalam pertempuran
tersebut. Peran putra Batak turut pula menghiasi kisah penciptaan lagu
"Halo-Halo Bandung".
Menurut anggota Pasukan Istimewa yang bernama Pestaraja Humala Sadungan
Marpaung atau biasa dipanggil Bang Maung, lagu tersebut diciptakan
setelah pemuda Bona L. Tobing menyapa Kota Bandung dari kejauhan dengan
berseru "Halo Bandung!" sambil melambaikan tangan sebelum menyanyikan
sebuah lagu pada suatu acara di Ciparay sebagai bentuk kerinduan
terhadap Kota Bandung yang mereka tinggalkan setelah dibumihanguskan.
Kemudian seruan tersebut mengilhami lagu yang diselesaikan secara
bersama-sama dengan para pejuang lain, termasuk pejuang dari Ambon.
Seingat Marpaung, setelah pasukan Siliwangi hijrah ke Yogyakarta, nama
Ismail Marzuki muncul sebagai pencipta lagu tersebut. Tak urung ia
merasa heran, apalagi biasanya Ismail Marzuki menciptakan lagu-lagu yang
berirama lambat.
Sementara itu, para pemuda Manado tak mau ketinggalan mempertahankan
Kota Bandung. Mereka bergabung dalam Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi
(KRIS), yang bermarkas di Gang Deme, Cibangkong. Organisasi KRIS
tersusun rapi, terbukti dengan keberadaan KRIS yang tidak hanya memiliki
cabang di Bandung, tetapi hampir di seluruh kota besar. Kesadaran mereka
terhadap dokumentasi pun sangat baik sehingga dapat kita ketahui kisah
mengenai perginya komandan KRIS Bandung yang bernama Yoenoes Dumais ke
Yogyakarta akibat merasa bersalah atas banyaknya korban yang jatuh pada
pertempuran di Jalan Lengkong Besar. Setelah itu, ia tak pernah kembali
lagi. Bahkan, pengalaman aneh mereka alami ketika pecah pertempuran di
tiga tempat yang berbeda yaitu pasukan KRIS yang tergabung dalam
Batalyon II bertempur di Gedebage, Batalyon Kohar bertempur di
Cipamokolan, Batalyon III/Pasukan Istimewa bertempur di Pangaritan,
ternyata masing-masing batalyon kehilangan nyawa 21 anggotanya. Maka
peristiwa tersebut dinamakan "Peristiwa 3 x 21".
Apa yang tertulis tadi tidak terjadi di Bandung saja. Kiranya pada waktu
itu semangat nasionalisme begitu menggebu-gebu dalam dada seluruh rakyat
Indonesia. Mereka bersatu padu mengusir musuh dalam memperjuangkan
tegaknya kedaulatan Republik Indonesia, dengan harapan apabila Indonesia
sudah merdeka maka bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di negeri ini
tidak lagi dirampok asing tetapi justru dapat dimanfaatkan untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia. Oleh karena itu, mereka
tak merasa ragu untuk bahu-membahu mempertahankan hak miliknya sebagai
sesama saudara.
Namun, ketika kemerdekaan berhasil diraih, nasionalisme menjadi letih
tatkala muncul ketidakpuasan dari pihak-pihak yang berdiam di daerah
atas kebijakan pemerintah pusat yang terasa timpang dalam melaksanakan
program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Oleh karena itu,
gejala separatisme pun merebak. Mereka tak merasa bangga lagi sebagai
bagian dari bangsa Indonesia. Suatu hal yang sangat disayangkan. Semoga
semangat persatuan pemuda yang tecermin dalam peran mereka di Bandung
tempo dulu tidak hanya menjadi kenangan indah pada masa kini, tetapi
selalu membuat sadar siapa pun bahwa tidak ada tempat di negeri ini bagi
mereka yang ingin kenyang sendiri karena Indonesia dibangun atas
pengorbanan seluruh rakyatnya yang bhineka tetapi tetap merasa
tunggal.***
=======
Dan kini momment hari itu akan kembali menyapa kita dalam kata
'memperingati', sebagaimana tahun-tahun yang telah berlalu. Yang menjadi
pertanyaan kita bersama, Bilakah momment itu akan kembali mengukir
sejarah bagi Republik kita tercinta?.
Hanya Eksistensi dan Semangat kepemudaan kita yang perlu menjawab;
tantangan masa depan dan Kepemimpinan para pemuda bukan lagi niscaya.
Tapi harus menjadi nyata.
TAk ada yang terlalu sakral. Kita semua bisa, kembali memproklamasikan
eksistensi kita.
Hallo Pelajar; Mahasiswa dan Pemuda Indonesia !!!
- 5a.
-
Re: [Puisi] Perjalanan Debu & Angin
Posted by: "agus_salims" agus_salims@yahoo.com agus_salims
Sun Oct 17, 2010 6:01 am (PDT)
Putaran dan pusaran udara dan angin
Putaran Jam dan kipas angin
yang menemani helaan-helaan nafas kita
sesekali berdegup; sesekali meriap
merayapi lintasannya pada sumbunya terpatri kuat
pada rasa keberadaanya
yang melupakan kita pada wujudnya
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Nia Robie'" <musimbunga@com ...>
wrote:
>
> Layaknya pilihan hati yang mudah dibolakbalikkan, pun dengan suasana
hati.
>
>
>
> Persoalan yang menumpuk, ketidaklurusan jalan hidup yang telah saya
lalui
> dan kejutan-kejutan dariNya kadang membuat langkah saya berhenti.
Berhenti
> untuk menarik nafas, berhenti untuk berfikir sejenak, berhenti untuk
> merancang strategi, berhenti untuk mengumpulkan tenaga, atau bahkan
lirik
> kanan kiri, sekedar untuk mencari celah di bagian mana yang harus saya
> tertawai, lalu setelah itu berusaha kembali melangkah atau berlari.
>
>
>
> Rasa-rasanya masih terasa air mata berjatuhan di pipi saya ketika para
> malaikat subuh tadi ikut menyaksikan lalu berusaha untuk membawa pesan
> kepadaNya bahwa saya meminta diberi sedikit kekuatan oleh Dia Yang
Maha
> Kuat.
>
>
>
> Tiba-tiba saya teringat dengan perjalanan hidup dari Si Mata Kucing,
Cat
> Stevens yang memilih nama Yusuf Islam setelah beliau berhijrah.
Dengan klik
> sana sini beberapa lirik saya coba renungi maknanya. Lalu sedikit demi
> sedikit saya mulai bernyanyi, seakan lupa ada air mata subuh tadi.
>
<http://www.facebook.com/photo. >php?fbid= 1633449844436& set=o.4383496339 19\
> si Mata Kucing, Cat Stevens
>
>
<http://www.facebook.com/photo. >php?fbid= 1633450244446& set=o.4383496339 19\
> setelah hijrah menjadi Yusuf Islam
>
>
>
> Setidaknya ada berpuluh-puluh lagu yang saya putar berulang-ulang
menemani
> aktivitas pagi dan siang hari walaupun aktivitas tersebut lebih banyak
saya
> lakukan di dalam rumah.
>
>
>
> Setelah senja mulai menjemput hari, waktunya saya keluar untuk
menunaikan
> sebuah janji menuju sebuah rumah di kawasan Bumi Serpong Damai.
>
>
>
> Perjalanan senja itu, saya awali dengan membaca sebuah buku Leo
Tolstoy
> âRumah Tangga Yang Bahagiaâ. Setelah membaca beberapa
lembar, saya kembali
> merenungi lagu-lagu yang saya dengar melalui mobile mp3. Lagu-lagu
Cats
> Stevens kembali yang saya dengar, sambil sesekali saya mengingat apa
makna
> dari pencarian dalam kesuksesan Cats Stevens yang pernah saya baca
pada
> karya Hermawan Aksan, *âFrom Cat Stevens to Yusuf
Islamâ*, yang bagi saya
> cukup menginspirasi. (semoga di lain waktu saya tidak males untuk
meresensi
> :D )
>
> * *
>
> *Well, if you want to sing out, sing out*
>
> *And if you want to be free, be free*
>
> *'Cause there's a million things to be*
>
> *You know that there are*
>
> * *
>
> *And if you want to live high, live high*
>
> *And if you want to live low, live low*
>
> *'Cause there's a million ways to go*
>
> *You know that there are*
>
>
>
> Dalam perjalanan tersebut, saya merasa bersyukur suasana hati saya
lebih
> baik dari sebelum subuh tadi. Setidaknya saya punya alasan yang jelas
kenapa
> pada akhirnya saya tersenyum, merenungi tentang kebersyukuran pagi
yang
> indah walaupun berarti berkurangnya satu pagi di bilangan umur saya
yang
> entah sampai kapan akan diberhentikan olehNya.
>
>
>
> Sore yang cerah, seakan matahari menjadi teman yang hangat,
setidaknya
> tidak terlalu menyengat. Pepohonan di sepanjang jalan pun, seakan
mengajak
> saya untuk bernyanyi. Sore yang indah dalam perjalanan yang indah.
Tentulah
> benar sahabat SMA pernah berkata bahwa perasaan adalah kita sendiri
yang
> menentukannya..
>
>
>
> *You can do what you want*
>
> *The opportunity's on*
>
> *And if you find a new way*
>
> *You can do it today*
>
> *You can make it all true*
>
> *And you can make it undo*
>
> *you see ah ah ah*
>
> *its easy ah ah ah*
>
> *You only need to know*
>
>
>
>
>
> Senja telah berganti malam Waktunya saya pamit untuk pulang. Tak
biasanya,
> saya merasakan bahwa langit malam di jalan yang biasa saya lewati,
nampak
> begitu indah. Cahaya lampu mengintip dari balik pepohonan, hembusan
angin
> yang sejuk, pepohonan yang berayun-ayun mengikuti arah gerak angin,
lalu
> bintang bertebaran seakan begitu riang menemani senyuman bulan sabit
yang
> terang. Hati meyakinkan tentang kebersyukuran.
>
>
>
> *Same old song, *
>
> just a drop of water in an endless sea
>
> All we do, crumbles to the ground,
>
> though we refuse to see* *
>
> *Dust in the wind,*
>
> *all we are is dust in the wind *
>
> *
>
>
> **
>
>
> ** *
>
>
>
> *Dust in the wind*. Debu dalam Angin, suara khas Cat Stevens mengisi
lagu
> tersebut dengan indahnya, terlebih suara gesekan biola membuat syahdu
> suasana.
>
>
>
> Mungkin terdengar naïf, tapi bagi saya, hari ini hari yang indah.
Setidaknya
> saya bersyukur telah melewatinya dengan perasaan syukur dan senang,
walau
> satu hari telah terambil dari bilangan umur saya yang entah kapan akan
> diberhentikaNya.
>
>
>
> *Don't hang on, *
>
> *nothing lasts forever but the earth and sky *
>
> *It slips away, *
>
> *and all your money won't another minute buy. *
>
> *Dust in the wind, *
>
> *all we are is dust in the wind *
>
> *Dust in the wind, *
>
> *everything is dust in the wind.*
>
> * *
>
>
>
> *Manusia hanyalah debu pada angin, begitu kecil, begitu mudah
> terombang-ambing, lalu kemana tangan kita merengkuh kekuatan kalau
bukan
> kepada KesejatianNya?*
>
>
>
> -renungan kecil hampir tengah malam-
>
> Senin, 111010, 23:20
>
> 
>
- 6.
-
Tips#12 ; Terapi Menyesal dan Rasa Bersalah kepada Diri
Posted by: "rahmad nurdin" rahmad.aceh@gmail.com rahmadsyah_tcc
Sun Oct 17, 2010 9:27 pm (PDT)
Assalamul�aikum wr.wb
Shahabat saya di Muliakan Allah. Yang sedang menanti sebaik-baiknya
keputusan dari Allah atas harap, cemas, was-was dalam penuh kepasrahannya.
Semoga, apa yang telah kita lakukan, menjadi pembukti keseriusan dari
doa-doa yang kita panjatkan. Sehingga, terkabullah rintihan curhat kita
dengan menandahkan tangan kepada yang Maha Mendengar.
Bila Anda pernah menyaksikan film Ar-Risalah, atau Mesangger. Film yang
disahkan oleh para Ulama Mesir untuk dapat disiarkan diseluruh penjuru
dunia. Mengisahkan tokoh no1 yang paling berpengaruh di dunia yaitu Nabi
Muhammad Saw. Diantara hal yang mungkin *Anda suka,* juga saya, dalam film
tersebut, ucapan bilal kepada shahabat yang lain, Tatkala perintah Da�wah
secara terang-terangan diproklamirkan yaitu La ikraha fiddin.
Demikianpula saat saya belajar mata pelajaran Agama kelas 5 SD. Ustazah di
sekolah dasar tempat saya mengenal baca tulis dan bermain segala permainan
anak-anak dimasa itu. Sekolah Dasar Negeri Lampageu, Kecamatan Peukan Bada,
Aceh besar. Ustazah menjelaskan, Tidak ada paksaan dalam beragama. Jadi,
kita tidak boleh memaksakan seseorang untuk melakukan atau beribadah, bahkan
harus menganut sebagaimana keyakinan kita.
Sampai saya SMA dan juga kuliah, pemahaman La Ikraha Fiddin yang tertuliskan
dalam surat Albaqrah tetap masih seperti itu. Apalagi ditambahkan dengan
konsep Toleransi, Tenggang Rasa dan menghormati keyakinan orang lain mata
pelajaran PPKN dulu. Namun, saya kemarin menemukan maksud dan pemahaman yang
berbeda. Ini saya dapatkan dari proses pemebalajaran diri.
Sementara itu, saya mau mengajak Anda untuk merefleksi diri.
1. Apakah Anda pernah mengambil keputusan berdasarkan ke*MAU*an dan
keinginan Anda sendiri?
2. Apakah Anda pernah memutuskan karena mengikuti ke*mau*an orang lain?
(Orang tua, Istri, Suami, Anak, Keluarga, teman dan siapapun).
3. Antara no 1 dan 2, manakah yang lebih* sering* Anda lakukan ?
4. Setelah Anda memutuskan, dan mengalami proses serta hasilnya. Apakah
ada dalam memori ingatan Anda,* �Seandainya saja aku melakukan itu maka
tidak begini�. �Coba aku dengar nasehatnya�. �Benarkan, dari awal sebenarnya
saya tidak setuju, tapi karena cinta, menghormati dan tidak mau dianggap
tidak sayang, ya terpaksa aku ikuti kemauanmu�.* Sehingga menyebabkan
Anda menjadi MENYESAL? bahkan terkadang merasa bersalah dan tidak bisa
memaafkan diri?
Shahabat, saya pernah mengalami no 1 dan 2. Dulu, bisa saya katakan
kebanykan adalah no.2. Dampaknya adalah penuh penyesalan. Padahal itu sudah
berlalu 5 bulan yang lalu atau bahkan ada yang 3 tahun yang lalu. Tapi,
masih terbawa sampai sekarang. Alhamdulillah, dengan ilmu yang ada; (*
Mind-Therapy <http://www.terapinlp.com/ >*). Saya bisa menerima memori itu
dengan penuh lapang dan SADAR, bukan dibuat-buat agar merasa nyaman. Apakah
Anda juga demikian?
Barangkali Anda sudah bisa menembak maksud dari tulisan ini sekarang.
Sebagaimana Allah telah memberi peringatan, agar kita mengambil
*keputusan*dalam keadaan sadar bukan terpaksa. Karena, keterpaksaan
akan membuat
keIMANAN mudah goyah. Keterpaksaan menimbulkan PENYESALAN. Mari kita syukuri
dengan keSADARan dan pemahaman sekarang.
Pernah suatu ketika Almarhum Gusdur ditanya, �Gus... anak-anaknya kok gak
disuruh berjilbab?� Gusdur menjawab �Perintah berjilbab (menutup aurat)
sudah datang semenjak Gusdur belum dilahirkan. Dan saya mau anak-anak saya
berjilbab bukan karena Gusdur, malainkan karena Allah�.
Terkadang lucu juga saya ini. Jelas-jelas dalam beragama aja tidak boleh ada
unsur emosi *terpaksa*, kok dalam kehidupan ini, berbisnis, sekolah, kuliah,
memilih pasangan hidup, membeli rumah, menyekolahkan anak, bekerja dan aspek
lain, Mau *memaksa* dan *terpaksa* ya? Apapun yang terjadi, mari kita
syukuri dengan segala nikmat yang telah diberi.
Apabila ada diantara shahabat, yang masih mengalami rasa menyesal atau rasa
bersalah pada diri, Dampak yang terjadi dari memutuskan dengan*
terpaksa. *Mungkin
langkah-langkah dibawah ini bisa meringankan rasa penyesalan Anda. Boleh
anda memutuskan untuk mem*praktek*kan latihan ini, dengan penuh keSADARan
dan kiIkhlasan diri atau melakukannya sekarang. (*Jadi bukan terpaksa lagi
ya...he..he....*) ^_^
1. Karena Anda memutuskan dan melakukan atas keMAUan sendiri. Jadi, bukan
ingin mencoba-coba.
2. Mari kita Berdoa dan berniat tulus mengharap hasil terbaik sesuai
rencana Allah. Mohon bimbingan, agar proses anda lakukan sekarang
dimudahkan.
3. Fokuskan apa yang mau Anda capai setelah melakukan ini sekarang.
4. Akses kembali memori (pengalaman) yang menjadikan Anda, menyikapinya
sebagai penyesalan atau rasa bersalah pada diri.
5. Setelah emosi itu muncul, mungkin bisa saja, Anda mengalami gejala
atau rasa tertentu pada bagian tubuh anda; Kepala, leher, bahu, lengan,
punggung, pundak, perut, dada, kaki atau bagian manapun. Entah itu Sakit,
nyeri, seperti terikat, tergenggam, tertusuk, berdenyut, sesak, berputar
atau Anda tidak merasakannya. Bahkan mungkin Anda mengalami selain dari yang
saya tuliskan. Hanya Anda yang tau.
6. Bila Anda merasa, ada sesuatu pada bagian tertentu itu, seperti pada
langkah ke-5. Maka, Bisa letakkan salah satu tangan Anda diatasnya.
Misalnya; di dada anda, (bagi shahbat merasa diseputaran dada).
7. Sambil anda menyentuhnya, boleh juga mengelus-elusnya, lalu katakan
pada bagian itu *�Maafkan saya...maafkan saya...maafkan
saya...�*kemduian lanjutkan dengan dialog, berkomunikasi pada bagian
itu, �
*Apa sebenarnya yang engkau/dirimu mau?*�
8. Bagus...Tetap seperti itu, teruslah berdialod, berkomunikasi kepada
diri boleh dengan bertanya. �Apa maksud baik dari peristiwa yang telah
berlalu itu? Apa makna positif yang bisa saya petik dari pengalaman itu? Apa
hikmah yang bisa saya peroleh, sehingga menjadi pembelajaran sekarang dan
selanjutnya?� Sampai Anda sekarang mendapatkan emosi sesuai yang anda
inginkan.
9. Saat ini, Pastinya Anda menemukan makna berbeda dari sebelumnya kan?
Bisa jadi juga, sebagian diantara kita, belum sampai benar-benar mendapatkan
EMOSI yang dinginkan sebagaimana tujuan pada langkah ke-3. Sedikit Apapun
itu, Setelah Anda mendapatkan Makna, Hikmah, maksud dan Pembelajaran
dari pengalaman itu. Bersyukurlah kepada Allah �*
Alhamdulillah...Alhamdulillah. ..Alhamdulillah. ..*� Kemudian juga,
berterima kasihlah kepada tubuh Anda.
10. Nikmati pembelajaran ini dengan penuh Kesyukuran, bahwa semua yang
telah terjadi ada Hikmahnya...
Saran saya, sebaiknya pada saat Anda melakukan latihan diatas, fokuskan
kepada satu-persatu hal yang anda ingin release. Karena, Mungkin keputusan
yang pernah kita ambil tidak hanya satu, dan efek yang terjadi membutuhkan
proses penyelarasan EMOSI seperti langkah �langkah yang telah Anda lakukan
tadi.
Setelah Anda merelease rasa itu menjadi emosi yang sesuai Anda inginkan
sekarang. Maka, langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah menumbuhkan
Tatanan pemikiran (State of Mind) keSADARan berfikir, agar kita tidak
mengulangi atau mengalami keputusan-keputusan yang menyebabkan penyesalan
pada diri kita.
1. Tatkala hendak memutuskan sesuatu, maka pastikanlah Anda memahmi, Apa
yang menDASARi anda, memutuskannya? Guru saya berpesan ;
*Boleh kamu melakukan apapun yang M A U kamu lakukan, Asal kamu MENYADARI
apa yang menjadi DASAR kamu melakukannya. Sehingga, saat kamu ingin menoleh
kebelakang (mengingat kembali) apa saja yang telah engkau perbuat, kamu tahu
harus melihat kemana dengan perbandingan emosi KEIKHLASAN dan SADAR.*
* *
1. Tumbuhkan kesadaran waktu, yaitu ingatan akan perisitwa yang pernah
dialami dengan keputusan yang keliru pada masa lalu, Dengan pemahaman,
hikmah dan makna yang memberdayakan diri Anda. Sehingga, state of mind
ini, menjadi DASAR pengambilan keputusan anda, dan menudukung poin no.1
2. Setia dan Tegas dengan PRINSIP hidup yang dipegang. Yaitu hirarki
Nilai-nilai yang terpenting dalam kehidupan, sehingga Anda jadi tau, Apa
yang menjadi PRIORITAS. Kemudian, menjadi dasar dan memudahkan Anda, saat
mengambil keputusan.
3. Ketegasan bukan karena dibuat-buat. Sebab, terkadang kita tidak mau
melepaskan EGO dari Anggapan baik orang, sehingga kita melakuan sebagaimana
keinginannya orang lain. Dan saat itu, tanpa kita sadari telah melakukan
sesuatu bukan lagi karena Allah.
4. Bertanggung
jawab<http://rahmadsyahnlp.blogspot. >terhadapcom/2010/ 07/bertanggung- jawab-atas- pilihan-hidup. html
apapun keputusan yang diambil.
Terima kasih, sampai detik ini Anda bersedia untuk menghabiskan membaca
keterbatasan pemahaman saya akan konteks ini. Kemudian juga, atas kerelaan
penuh iklas Anda melakukan latihan ini. Semoga bermanfaat.
Sumber ; www.terapinlp.com
Rahmadsyah Mind-Therapist
Jakarta 14 Oktober 2010
--
RAHMADSYAH
Practitioner NLP I 081511448147 I Motivator & Mind-Therapist
www.facebook.com/rahmadsyahI YM ; rahmad_aceh
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar