Rabu, 08 Februari 2012

[daarut-tauhiid] Inikah Perang Dunia Selanjutnya terhadap Islam?

Inikah Perang Dunia Selanjutnya terhadap Islam?

*By : Ardian Umam*
*Mahsiswa Teknik Elektro UGM 2009, Biro Khusus Kaderisi LDK Jama'ah
Shalahuddin UGM 1433 H
http://ardianumam.web.ugm.ac.id, twitter: @ardianumam** *


**

*MASIH* membekas dalam benak kita betapa perihnya tragedi kemanusiaan
terbesar sepanjang sejarah dunia. Perang Dunia II yang berlangsung tahun
1939-1945 di mana melibatkan lebih dari 100 juta personel berakhir dengan
Sekutu sebagai pemenang secara militer, sedangkan perang politik dan
ideologi masih terus berlanjut ke dalam arena baru, yang dinamakan dengan
Perang Dingin, yakni antara Blok Barat di bawah pimpinan Amerika Serikat
dengan Blok Timur di bawah Uni Soviet. Blok Barat membawa ideologi
liberalis-kapitalis sedangkan Blok Timur membawa ideologi sosialis-komunis.
Pada tahun 1980-an, Amerika Serikat unggul atas Uni Soviet, hingga pada
akhirnya pada tahun 1991 Perang Dingin selesai dengan ditandai runtuhnya
ideologi komunisme. Inilah yang dinamakan dengan fenomena dominasi, yakni
dua kekuatan besar dunia akan saling berbentur hingga pada akhirnya
muncullah satu kekuatan sebagai pemenang.

Setelah berakhirnya Perang Dingin, runtuhnya Soviet dan dicampakkannya
komunisme, maka telah menciptakan "vakum (kekosongan) ancaman" yang
menyebabkan dunia Barat mencari musuh-musuh baru. Jika rentang tahun 1945
hingga 1991 dua kekuatan besar dunia itu adalah Barat dengan ideologi
liberal-kapitalisnya dan Uni Soviet dengan sosialis-komunisnya. Maka
siapakah kini dua kekuatan besar dunia pasca runtuhnya komunis ? Jawabannya
adalah Barat dan Islam. Sebuah tesis dari pakar politik *Harvard University*,
Samuel P. Huntington menyebutkan adanya *Clash of Civilization *(benturan
peradaban) antara Peradaban Barat dengan Islam. Hal ini juga dikuatkan oleh
Menteri Luar Negeri Italia menjelang persidangan NATO di London yang
mengatakan, *"Perang Dingin antara Barat dengan Timur (komunis Uni Soviet)
telah berakhir, tetapi timbul lagi pertarungan baru, yaitu pertarungan
antara Dunia Barat dan Dunia Islam."*

Jutaan kaum Muslimin di Asia Tengah yang sebelumnya terpuruk di bawah
kezaliman komunis Soviet, kembali menemukan jati dirinya sebagai Muslim dan
berupaya mengekspresikannya sekaligus menjadikan Islam sebagai ideologi
alternatif pengganti komunisme. Dalam artikel yang berjudul *"Karl Max
Makes Room for Muhammad" *di majalah *Time* edisi 12 Maret 1990, juga
menyebutkan bahwa negara-negara Asia Tengah anggota federasi Uni Soviet
seperti Azerbaijan, Tajikistan, Kazakhstan, Turkmenistan, Uzbekistan,
Kirghizstan kini berpenduduk mayoritas Islam (antara 50% hingga 90%). Jelas
ini merupakan salah satu tanda bahwa Ideologi Islam mulai kembang subur di
kancah dunia.

*Inikah perang dingin selanjutnya? *

Peradaban Islam merupakan ancaman besar bagi Peradaban Barat. Islamlah yang
pernah mengalahkan Barat pada Perang Salib silam (1096-1291 M), dan dari
sini tentu menimbulkan dendam kesumat Barat terhadap Islam. Epistemologis
Islam jelas berbeda sekali dengan epistemologis barat. Epistemologis Islam
menempatkan Tuhan (red: Allah) sebagai pusat, atau disebut juga dengan
istilah *Teosentris*. Sedangkan epistemologis Barat menempatkan manusia
sebagai pusat tatanan, disebut dengan istilah *Antroposesntris,* sehingga
konsep-konsep Barat bersumber dari inspirasi humanistik rasional. Ambil
contoh dalam memandang hakikat kebenaran. Epistemologis Islam memandang
jika kebenaran mutlak bersumber dari Tuhan (wahyu), karena rasionalitas
manusia itu terbatas sehingga tidak semua kebenaran bisa dibuktikan secara
rasional. Dan hingga kini, Al-Qur'an terus dan akan tetap sejalan dengan
perkembangan sains, karena Al-Qur'an merupakan wahyu Tuhan yang otentik.
Sedangkan Barat memandang kebenaran secara materialis-empiris (tampak dan
terbukti). Hal ini dikarenakan Barat mengalami tragedi spiritual yang amat
buruk, di mana para ilmuwan sains pada tahun 1600-an M (seperti Galileo dan
Copernicus) dihukum karena dianggap telah menentang Gereja, sehingga
komunitas ilmuwan akhirnya sepakat bahwa kebenaran sejati akan didapat jika
mereka berlepas diri dari dogma Gereja dan menggunakan rasionalitas mereka
untuk membuktikan kebenaran secara empiris.

Perbedaan Islam dan Barat jelas akan menimbulkan benturan hebat dalam
peradaban dunia seperti yang disebutkan Samuel P. Huntington. Salah satu
akibatnya, negara-negara dunia yang men-*declare *sebagai negara Islam atau
negara dengan mayoritas penduduk Islam akan cenderung menolak sistem Barat.
Dan telah kita ketahui bersama bahwa potensi energi dunia tersimpan di
rahim bumi negara-negara Islam, sehingga dalam konteks ini hasrat barat
untuk menguasai minyak bumi menjadi terhambat.

Selain itu, penyebab permusuhan Islam dengan Barat adalah kesalahpahaman
Barat dalam memahami Islam. Barat pada umumnya mempelajari dan memahami
Islam dari buku-buku para orientalis, sedangkan para orientalis mengkaji
Islam dengan tujuan untuk menimbulkan miskonsepsi terhadap Islam, selain
adanya motif politis yaitu untuk mengetahui rahasia kekuatan umat Islam
yang tidak lepas dari ambisi imperialis Barat untuk menguasai dunia Islam.
Hal ini diperparah dengan sajian media yang menampilkan bukan "Islam
kebanyakan" (Sunni), melainkan Islam Syi'ah (Iran) yang hanya dianut oleh
sekitar 10% kaum Muslimin dunia. Akbar S Ahmed menuliskan, "*Syi'ah menjadi
perwakilan Islam di media Barat.*" Dan seperti kita ketahui bersama
bahwasanya Iran ialah negara yang lantang menentang Barat, dan akibatnya
sejak tahun 1980 hingga kini Iran telah diembargo oleh Barat. Iran kini
terisolasi dari dunia luar, terislolasi dari akses ekonomi dunia dan
teknologi modern, namun dari sini Iran justru menunjukkan bahwa negerinya
bisa bangkit secara mandiri dan independen tanpa adanya dunia Barat.

*Is it the next Cold War ? *Kini permusuhan itu semakin nyata. Adanya
konflik Palestina yang menguras banyak air mata umat Islam di penjuru dunia
menjadi bukti nyata perseteruan itu. Israel tetap mendapatkan dukungan
Barat (AS) ketika Zionis Yahudi sekuat tenaga menghalangi terbentuknya
negara Palestina merdeka. Barat juga berusaha membasmi gerakan-gerakan
Islam seperti Hizbullah di Lebanon, Ikhwanul Muslimin di Mesir, *Islamic
National Front* di Sudan, Partai Front Keselamatan Islam (FIS) di Aljazair,
Taliban di Mesir, termasuk turut campur dalam revolusi Timur Tengah yang
terjadi belakangan ini. Barangkali Barat khawatir akan pernyataan seorang
orientalis bernama W.K Smith yang mengatakan bahwa, *"Apabila orang Islam
diberikan kebebasan di dunia Islam serta hidup di bawah sistem demokrasi ,
maka sesungguhnya Islam akan mendapat kemenangan di negara-negara tersebut.
Hanya dengan cara diktator sahaja yang boleh memisahkan antara umat Islam
dan agamanya".*

Banyak negara Barat yang terjangkit *islamofobia *(ketakutan pada Islam). 1
Juli 2009 lalu, sebuah peristiwa yang memilukan hati, menguras perasaan dan
mengiris nurani. Namanya Marwa El-Sherbini, seorang ibu yang tengah
mengandung janin 3 bulan asal Mesir. Ia bersama suaminya tinggal di German.
Awalnya kehidupan berlangsung wajar. Tapi setelah pindah ke kota Dresden,
ternyata kota itu tidak ramah bagi wanita berjilbab. Di depan umum, Marwa
didicaci maki dan ditarik kerudungnya oleh seseorang yang bernama Alex W,
seorang keturunan Rusia. Tak ada satupun orang yang menolong Marwa. Karena
kelakuannya tersebut, Alex dihukum. Setelah lepas dari hukumannya, Alex
mengajukan gugatan balik kepada Marwa, saat memberikan kesaksiannya di
persidangan, ia di tikam 18 kali dalam 30 detik oleh Alex di depan suami
dan anaknya, yang lebih memilukan lagi ibu itu tengah mengandung 3 bulan.
Suaminya yang ingin menolong, ternyata justru ditembak oleh polisi
persidangan. Entah itu karena disengaja ataupun meleset, motif penembakan
tersebut sampai kini belum terkuak. Betapa peristiwa ini sangat memilukan
hati umat muslim sedunia, pembunuhan memeras hati yang berkedok *islamofobia
*. Oleh karenanya, warga Mesir dalam beberapa periode melakukan demo
besar-besaran, dan kabar ini menjadi headline di media masa Mesir.
Sementara Eropa, khususnya German yang selama ini menggaung-gaungkan HAM
dan demokrasinya hanya bungkam seribu bahasa. Dan pada hari itu diperangati
sebagai hari Jilbab sedunia.

Agaknya memang sudah menjadi keniscayaan jika kebenaran dan kebatilan itu
akan terus berseteru. Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an QS. Al-Baqarah:

120, "*Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga
kamu mengikuti agama mereka…*" dan dalam QS. Al-Baqarah: 217 yang
menyebutkan, *"…Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka
(dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran)…". *
Maka, inikah perang dunia selanjutnya? (voa-islam.com)


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: