Senin, 06 Februari 2012

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3560

Messages In This Digest (2 Messages)

1.1.
File - Moderator Sekolah Kehidupan From: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
2.
Tuhan Tidak Adil From: rahmad nurdin

Messages

1.1.

File - Moderator Sekolah Kehidupan

Posted by: "sekolah-kehidupan@yahoogroups.com" sekolah-kehidupan@yahoogroups.com

Sun Feb 5, 2012 2:58 am (PST)




(Moderator) INFO: Cara Mudah Baca Email

Para anggota milis sekolah-kehidupan Yth.,

Dari pengamatan yang kami lakukan, jumlah postingan yang masuk ke milis kita rata-rata 20-30 email sehari baik berupa artikel maupun postingan lainnya. Sehubungan dengan itu maka kami menyarankan bagi semua anggota agar email-box tidak cepat penuh maka disarankan agar mengubah status posting-emailnya dari individual email menjadi digest atau web-only. Tetapi dari pengalaman yang kami lakukan, hal yang terbaik bila kita memilih option web-only. Dengan pilihan ini maka kita hanya bisa membaca seluruh postingan dengan cara membuka mail site, juga untuk membalas postingan, serta mengirim email langsung ke si penulis.

1. Cara mengubah sistem info email dari individual email ke digest atau web-only
Ketik http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan,
Sign in dulu, kemudian klik Edit Membership
Kemudian di bawah ubah pilihan dari individual email ke pilihan digest atau web-only.
Kemudian akhiri dengan klik tanda SAVE

2. Cara mudah untuk membuka mail-group.
Bila kita sudah ingin memilih dengan web-only, berarti informasi semua postingan harus
dilihat di mail site. Untuk itu ketik http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan.
Sign in dulu, kemudian klik view all, untuk melihat semua postingan dari dulu yang paling
lama sampai yang terbaru.
Untuk memudahkan membuka mail-site kita di waktu-waktu berikutnya maka alamat mail
tadi yang di awali dengan http://....., sebaiknya di book-mark atau di masukkan dalam
daftar favorite (ada di ujung atas sebelah kiri layar monitor). Klik Favorites, dan add.

Demikian yang dapat disampaikan. Terima kasih.

Salam Hormat,
Moderator Bersama


2.

Tuhan Tidak Adil

Posted by: "rahmad nurdin" rahmad.aceh@gmail.com   rahmadsyah_tcc

Sun Feb 5, 2012 10:20 pm (PST)



*Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.*
*#NasehatDiri*

*Berjumpa teman lama*

Tanggal 27 Desember 2011 lalu, shahabat saya dari Aceh berkunjung ke
Jakarta setelah mengikuti program pelatihan selama 3 hari di Tasikmalaya.
Sebelum ke Jakarta, kami sudah janjian, untuk sama-sama menjadwalkan pada
hari tersebut--supaya bisa bersilaturahim. Alhamdulillah, itu terjadi.
Bayangkan bila Anda bisa bertemu kembali dengan teman dekat Anda, setelah
lama tidak berjumpa. Bagaimana suasana hati Anda? Oh, tentu menyenangkan
bukan?

Sebagaimana permintaan teman saya, dia tidak hanya ingin berjumpa dengan
saya, tapi juga mau bertemu dengan anak mertua (istri) saya. Jadi, pada
hari tersebut, setelah shalat ashar, saya berangkat bersama istri dari
rumah, menuju tempat yang kami sepakati bertemu, di sekitar Mampang
prapatan—supaya aksesnya sama-sama mudah kami tuju. Saya berangkat dari
arah Ciganjur, sementara teman saya dari Pasar Rumput. Tempat dia menginap
di Jakarta.

Dari depan rumah (gang Syarpa), saya menggunakan jasa angkot M20 sampai
putaran halte busway pertanian. Selanjutnya menuju Mampang prapatan dengan
angkutan bus-way. Ada pengalaman menarik yang mau saya ceritakan di sini.
Selama perjalanan di dalam busway, saya memperoleh pembelajaran berharga
dari sang bijak. Dan hal ini, yang mau saya ceritakan kepada Anda sekarang.

*Benarkah berbuat baik akan berbuah kebaikan?*

Sementara itu, apa yang akan Anda lakukan? Akankah Anda terus memberi bila
tidak mendapatkan sesuatu? Lebih spesifiknya, apakah Anda akan terus
melakukan kebaikan, bila kebaikan itu tidak berbalas kepada Anda?

Ceritanya, begitu saya dan istri menaiki busway dari halte pertanian.
Penumpangnya lumayan penuh. Sehingga saya dan istri juga dengan penumpang
yang lain, tidak kebagian tempat duduk. Kondisi itu sangat lumrah
menyebabkan saya dan siapapun, berdiri dan bergantungan sebagaimana
biasanya. Saya dan istri berdiri di tengah-tengah dekat pintu masuk.
Kemudian, kondekturnya melihat istri saya berdiri, yang perutnya lumayan
berisi (hamil). Lalu dia bertanya, "*Ibu sedang hamil?*" saya langsung
menjawab "*Iya*".

Kondektur langsung melihat-lihat posisi di depan dan belakang, sambil
berusaha menjinjit dan merendahkan posisi berdirinya--supaya bisa melihat
penumpang yang bisa diajak untuk berganti tempat duduk dengan istri saya.
Tetapi, tidak ada satupun yang menurut pak kondektur pantas untuk diminta
ganti tempat duduk. "*Mohon maaf bu ya, kursinya penuh*". Kata pak
kondektur penuh santun.

*Rasanya tidak adil*

Akhirnya, saya dan istri tetap berdiri. Tetapi, ada perasaan semacam tidak
bisa menerima dalam diri saya. Pikiran saya langsung melakukan perbandingan
antara perilaku yang pernah saya lakukan bila ada ibu hamil seperti istri
saya (7 bulan), atau ibu-ibu yang usia sudah tua, maka saya langsung
berdiri dan mempersilahkan ibu hamil untuk menduduki kursi saya tempati.
Karena saya berpikir, kalau istri saya yang hamil, tentu saya berharap dia
mendapat tempat duduk.

Tetapi, hari itu, tidak demikian yang terjadi. Padahal saya tahu, di kursi
tengah ada seorang anak muda duduk di sana. Sungguh perasaan tidak bisa
menerima itu, seperti ada ungkapan dalam diri "*Kok tidak adil?*". Namun,
saya sadar, ketika saya mengatakan tidak adil, lantas siapa yang mau saya
salahkan? Apakah Tuhan? Sementara sangat saya sadari, bahwa tidak ada
satupun peristiwa yang terjadi, selain bertujuan demi kebaikan bagi manusia.

*Nasehat Sang Bijak*

Saya diam tidak mempersoalkan apapun lagi. Kecuali bertanya dalam diri, "*Apa
maksud Allah? Apa yang Allah ingin ajarkan kepada saya lewat peristiwa ini?*"
supaya bisa menenangkan emosi "perasaan tidak bisa menerima". Setelah lima
menit saya menghening dalam desakan penumpang busway. Perlahan hadir
pemahaman dan pemikiran yang lebih memberdayakan bagi diri saya. Sehingga
saya sangat mengerti, apa yang membuat kita merasa menderita, bila kebaikan
yang kita lakukan tidak berbuah kepada kita?

Ada sang bijak menasehati saya di dalam. "*Mad, apakah kamu merasa hidup
ini tidak adil? Karena kamu pernah melakukan kebaikan (memberi tempat duduk
kepada ibu hamil) sementara pada saat giliran istrimu yang hamil, tidak ada
orang yang peka untuk berdiri dan mempersilahkan istrimu duduk? Apakah kamu
menganggap, apa yang kamu lakukan itu sia-sia?*"

Lalu sang bijak menasehati dengan nada lebih tinggi "*Mad, tidakkah kamu
mensyukuri atas karunia yang telah Allah berikan kepada istrimu? Apakah
kamu lupa terhadap anugerah yang Allah limpahkan kepada istrimu? Setiap
istri yang hamil mengalami proses "ngidam" tetapi itu tidak terjadi pada
istrimu, sehingga engkau tidak mengalami permintaan yang aneh-aneh. Apakah
itu bukan kebaikan bagimu? Sudah 7 kali engkau berkonsultasi dengan dokter,
alhamdulillah anakmu dalam kandung sehat dan ibunya juga sehat. Apakah itu
bukan kebaikan dari Allah?*"

*Allah Maha Adil*

Setelah sang bijak mengakhiri wejanganya. Saya langsung beristiqfar "*
Astaqfirullah*". Dan tak lupa bersyukur "*Alhamdulillah*". Saya bersyukur,
karena Allah memberi pelajaran, bagaimana cara saya menyikapi kehidupan.
Dan, bagaimana proses penyesalan, atau perasaan yang tak selaras, tidak
bisa menerima, seolah merasa tidak adil, setelah melakukan kebaikan, tetapi
merasa tidak memperoleh hasilnya. Ternyata itu terjadi karena faktor
"pembanding". Itu terjadi karena kurang luwes dan bijaksana dalam bersikap.
*Sungguh Allah Maha Adil. Justru saya yang tidak adil dengan pemikiran saya
sendiri.*

Beberapa saat kemudian, muncul tulisan "Mampang Prapatan" di layar
pemberitahuan keberadaan posisi halte di atas kiri kepala pak sopir.
Sayapun bersiap-siap untuk turun. Lalu saya BBM teman saya, memberitahukan
bahwa saya sudah tiba dan menantinya di tempat makan yang kami sepakati
sebelumnya.

Sungguh, silaturahim luar biasa sekali. Seperti pengalaman dan
pembelajaran hidup yang saya peroleh dalam perjalanan untuk bertemu dengan
teman saya. Sehingga, hadir pesan untuk sang diri. "Teruskan dan tingkatkan
amal shaleh".

Ciganjur, Rabu 11 Januari 2012
*Mari bersilaturahim, follow @mind_therapist

Sumber www.kursusnlp.com
*

--
Rahmadsyah Mind-Therapist
*www.terapinlp.com* I* 081511448147* I *YM; rahmad_aceh* I *FB :
rahmadnlp@yahoo.co.id*
Recent Activity
Visit Your Group
Dog Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about dogs.

Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Check out the

Y! Groups blog

Stay up to speed

on all things Groups!

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: