Selasa, 31 Agustus 2010

[daarut-tauhiid] Kampus Khusus untuk Mahasiswa Istimewa

just sharing ...

rsa

---------- Forwarded message ----------
From: Koran Digital <korandigital@gmail.com>


Dari balik pagar putih rumah bertembok merah marun itu tersembul sebuah
spanduk bertulisan "Rumah Kampus". Inilah kampus khusus untuk lulusan
jenjang sekolah menengah atas dari lingkungan sekolah luar biasa.

Rumah Kampus berlokasi di Jalan Kramat Asam Raya Nomor 16, Kelapa Mas, Utan
Kayu. Kini ada 12 mahasiswa menuntut ilmu di kampus ini. Semuanya laki-laki.
Usia mereka 25 sampai 38 tahun, bukan belasan seperti anak kuliahan pada
umumnya.

Kampus ini berdiri sejak Maret 2008. Idenya berawal jauh dari penolakan
sejumlah sekolah dasar terhadap anak Endang Rahayu yang tunagrahita dan
memakai kursi roda."SD saja ditolak, apalagi nanti di universitas," kata
Endang dalam sebuah wawancara, beberapa waktu yang lalu. Kekhawatiran Endang
menjadi kenyataan ketika perguruan tinggi pun menolak anaknya.

Sejak itulah Endang mencoba merajut mimpi, membangun universitas untuk
anak-anak dengan keterbatasan. Karena uang untuk menyewa gedung tak ada,
Endang menyulap rumah tipe 56 milik orang tuanya menjadi Rumah Kampus."Walau
di rumah, suasananya dan mata pelajarannya seperti di kampus," ujarnya.

Ikhwanuddin adalah dosen matematika dan komputer di Rumah Kampus. Pelajaran
matematika yang ia ajarkan disesuaikan de

ngan kehidupan sehari-hari. Misalnya, mengenal mata uang untuk urusan
jual-beli."Di sini enggak diajarkan perhitungan yang rumit.Yang penting
konsepnya, lebih aplikasi,"kata Ikhwanuddin.

Tak mudah mengajarkan matematika, juga soal uang, kepada anak-anak istimewa
yang punya kemampuan intelektual berbedabeda ini. Biasanya, dalam satu
kelas, mereka dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan kemampuan
masing-masing. Butuh kesabaran untuk mengajar mereka.

Toh, ada juga mahasiswa yang tergolong menonjol. Rendy Tengger, misalnya.
Dia sampai disebut "master matematika"oleh temantemannya. Sebagai anak
tunagrahita, Rendy bisa menghitung bilangan hingga puluhan ribu. Ka rena
itu, ia kerap mendapat materi yang tingkat kesulitannya lebih tinggi
dibanding untuk teman-temannya.

Ikhwanuddin juga mengajar kelas komputer. Tiap kelas komputer dibatasi untuk
empat sampai lima mahasiswa, sesuai dengan jumlah komputer yang tersedia,
yaitu empat unit. Hasilnya? "Mereka sudah pada bisa bikin blog,"kata
Ikhwanuddin.

Mahasiswa di Rumah Kampus juga belajar seluk-beluk perikanan. Dosennya
didatangkan langsung dari Institut Pertanian Bogor. Dengan alat peraga dua
akuarium, para mahasiswa belajar cara pemeliharaan ikan, dari memberi makan
ikan sampai membersihkan akuarium.

Sejak 2009, IPB menyelenggarakan program diploma di Rumah Kampus. Menurut
Endang, mata pelajaran inti program itu meliputi budidaya ikan, budidaya
tanaman hias, dan pengolahan pangan. Di luar itu, masih ada mata kuliah
umum, seperti komputer, matematika, akuntansi sederhana, wirausaha,
manajemen perusahaan, etika pengembangan diri, dan bahasa Inggris."Setiap
Jumat suka ada dosen tamu,"ujar Endang.

Dengan segala keterbatasan, Endang optimistis lulusan Rumah Kampus bisa
berkarya setelah kuliah. Buktinya, ada satu lulusan yang direkrut Percetakan
Negara Republik Indonesia. Endang berharap ada lebih banyak lagi perusahaan
menjalin kerja sama. AYU POERNAMANINGRUM (KBR68H)

http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2010/08/30/ArticleHtmls/30_08_2010_008_004.shtml?Mode=1

--
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di
belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

--
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] OOT: Nasib TKI sumber devisa

 

meneruskan ....

---------- Pesan terusan ----------
Dari: Prahara Putra <prahara_putra2002@yahoo.com>
Tanggal: 27 Agustus 2010 16.02

Pada tanggal 9 maret 2010 lalu anak saya yang bernama Niken Dewi Roro Mendut
binti Sapto Raharjo kelahiran Jember dan berumur 37 th berangkat ke Riyadh
Arab Saudi untuk menjadi TKI. Keberangkatan anak saya ke Arab di fasilitasi
PT Tritama Megah Abadi, JL Batu Ampar III no 18A Condet Jaktim.
Sesampai di Arab Saudi anak saya ditempatkan pada majikan yang bernama
Abdull Aziz Al Sarary/Hail dengan Id Card bernomor 1030269508 dan no telp
0500554009, itu saya ketahui pada saat anak kami mengontak kami. Setelah itu
kurang lebih satu bulan kemudian anak saya kembali kontak ke saya
menggunakan no telp 0595735719 dan menyatakan bahwa dia dijual oleh majikan
Abdull Azis dan juga mengatakan bahwa dia mendapat siksaan dari majikan yang
pertama maupun yang kedua tersebut. Setelah itu tidak ada kontak lagi dari
anak saya. Pada saat itu sayapun hanya bisa berdoa agar anak saya tidak
mendapat siksaan lagi dan mendapat lindungan dari Allah Swt.

Kira-kira satu bulan kemudian anak saya kembali mengontak lagi dengan no
telp 0505167796. Tapi setiap kali saya telp balik ke no tersebut, saya tidak
dapat menghubungi anak saya. Namun pada hari Kamis tanggal 19 Agustus 2010
saya mendapat miscall dari nomor 966502069007 yang merupakan nomor Arab
Saudi, setelah saya kontak kembali orang yang miscall tersebut mengaku
bernama Rini TKI asal Cianjur Jabar.

Rini menceritakan pada satu kesempatan dia diajak oleh majikannya menemui
salah seorang kerabatnya. Pada saat menemui kerabat dari majikannya itu Rini
bertemu dengan anak saya dengan luka-luka parah pada sekujur tubuhnya, tanpa
diketahui oleh majikannya, anak saya memberikan kertas berisi nomor telepon
meminta tolong agar Rini bisa menghungi saya sebagai orang tua di
Probolinggo Jatim.

Karena alat komunikasi milik Rini ilegal kami tidak bisa kontak secara
leluasa. Pada satu kesempatan Rini sms kepada saya mengatakan bahwa saya
harus segera menghubungi PT, sponsor atau pihak yang terkait untuk segera
menolong anak saya, karena anak saya dipindah-pindah kerja dan mendapat
siksaan dari majikannya, "Ibu harus cepat menolong anak Ibu saya takut kalau
tidak cepat ditolong mbak Dewi mengalami sesuatu yang tidak diinginkan"
begitu sepenggal sms Rini.

Saya-pun bingung harus bagaimana, akhirnya saya kontak anak saya yang di
Surabaya untuk datang ke Disnaker Jatim. Tapi menurut anak saya yang di
Surabaya pihak Disnaker Jatim tidak mempunyai hubungan dengan pemerintah
Arab Saudi jadi harus

mengirimkan surat terlebih dahulu. Karena di Disnaker Jatim agak berbelit
saya mencoba telepon ke PT Tritama Megah Abadi yang memberangkatkan anak
saya, dan yang menerima Bapak Salim bagian pengaduan. Lalu saya ceritakan
persoalan tersebut dan meminta supaya PT Tritama segera memulangkan anak
saya. Namun jawaban Bapak Salim mengecewakan saya. Dia bilang bahwa kontrak
anak saya dua tahun dan tidak bisa pulang secepat itu, saya menjadi tambah
bingung harus mengadu pada siapa lagi, apa anak saya harus menunggu hingga
dua tahun mengalami siksaan demi siksaan, dan saya takut jika anak saya
harus jadi korban hingga meninggal dari kebiadaban majikannya di Arab Saudi.

Mana tanggung jawab pemerintah dalam menangani masalah ini, padahal para TKI
merupakan pejuang devisa bagi negeri kita, jangan hanya mereka diambil
madunya saja tapi jika ada masalah dibiarkan begitu saja. Mohon bantuannya
segera, Trimakasih

Ummiyati
JL Serma Abd Rahman gg Kusuma Bhakti no 13 Probolinggo Jatim
Kontak yang bisa dihubungi
M Rofiq:081332006760- 03160676969
Anik:085258672315

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Muslimah, Lebih Baik I'tikaf di Masjid atau di Rumah ?

 



Tak terasa bulan Ramadhan akan segera memasuki 10 hari terakhir. Di mana kaum
Muslimin seharusnya lebih meningkatkan ibadah dan amal shalih demi mendapatkan
pahala di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, berupa terbebasnya mereka dari api
neraka. Apalagi di 10 malam terakhir ada malam Laylatul Qadar, malam yang lebih
baik dari seribu bulan.

Di 10 hari terakhir Ramadhan, kaum Muslimin biasanya menyiapkan diri untuk
beri'tikaf seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw. "Abdullah bin Umar r.a.
berkata: Rasulullah saw biasa beri'tikaf pada malam-malam sepuluh hari terakhir
bulan Ramadhan," (Bukhari, Muslim).

Profesor bidang Tafsir Al-Quran dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Dr 'Abdul
Fattah 'Ashoor mengatakan, "I'tikaf bukan hanya disarankan bagi kaum lelaki
muslim, tapi juga bagi para muslimah, karena istri-istri Rasulullah Shallahu
alaihi wa sallam juga beri'tikaf baik semasa Rasulullah masih hidup maupun
setelah wafatnya", ujarnya.

"Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam
selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau
wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sepeninggalnya," (Bukhari,
Muslim).

Makna dibalik 'itikaf di 10 hari terakhir Ramadhan adalah untuk memberi
kesempatan bagi kaum Muslimin untuk lebih mendekatkan dan mengabdikan diri
secara khusus, setidaknya beberapa hari dalam satu tahun. Oleh sebab itu,
i'tikaf selayaknya dilakukan di masjid dengan maksud agar bisa berkonsentrasi
pada pengabdiannya dan tidak terganggu dengan urusan dunia. Pasalnya, sudah
menjadi kebiasaan di hari-hari akhir bulan Ramadhan, banyak kaum Muslimin yang
justru menghabiskan waktunya untuk urusan dunia mempersiapkan Idul Fitri; beli
baju baru, bikin kue dan lain sebagainya.

Berbeda dengan kaum lelaki yang nyaris tak menghadapi kendala untuk beri'tikaf
di masjid selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, kaum perempuan kadang
menghadapi berbagai halangan jika ingin beri'tikaf di masjid, terutama mereka
yang masih memiliki anak-anak yang masih kecil. Di satu sisi, mereka khawatir
jika anak-anak harus ditinggal di rumah. Di sisi lain, mereka tidak mungkin
membawa anak-anak ke masjid, karena takut hanya akan mengganggu kekhusyukkan
orang lain yang sedang beri'tikaf.

Menanggapi dilema ini, para ulama mengatakan bahwa kaum perempuan tidak harus
melaksanakan i'tikaf di masjid? Profesor 'Ashor dari Universitas Al-Azhar Mesir
menyatakan, "Boleh-boleh saja seorang perempuan beri'tikaf di masjid sepanjang
tidak mengambaikan hak-hak keluarganya, terutama suami dan anak-anaknya."

Menjawab dilema ini, apakah perempuan boleh melakukan i'tikaf di rumah saja, Dr
Rajab Abu Mleeh, konsultan syariah di Islamonline mengatakan, ada perbedaan
pandangan tentang hal itu. Mazhab Maliki, Shafi'i dan Hambali adalah ulama yang
berpandangan bahwa seorang perempuan tidak diizinkan beri'tikaf di kamar atau
mushalanya sendiri di rumah. Ketiga ulama itu merujuk pada Al-Quran, Surat
Al-Baqarah ayat 187.
" ... Tetapi jangan kamu campuri mereka , ketika kamu beritikaf dalam masjid
...."
Maliki, Syafi'i dan Hambali juga merujuk pada peristiwa ketika Abdullah bin
Abbas ditanya tentang seorang perempuan yang bersumpah untuk beri'tikaf di
mushala di rumahnya. Abdullah bin Abbas lalu mengatakan, "Itu adalah bid'ah, dan
tindakan yang paling dibenci Allah Swt adalah melakukan bid'ah. Tidak ada
i'tikaf selain di masjid di mana shalat lima waktu dilaksanakan."
Berdasarkan pandangan itu, kamar atau mushala di rumah tidak bisa dianggap
sebagai masjid, dan jika i'tikaf dalam kamar atau mushala di rumah dibolehkan,
maka para istri Rasulullah Saw seharusnya sudah melakukannya, meski cuma sekali.

Sebaliknya, para ulama penganut mazhab Hanafi membolehkan kaum perempuan
beri'tikaf di ruangan khusus atau mushala di rumahnya. Mereka berpendapat bahwa
tempat i'tikaf bagi perempuan adalah tempat yang mereka sukai dan tempat mereka
melakukan salat lima waktu sehari-hari, karena tidak seperti laki-laki, lebih
baik bagi kaum perempuan untuk salat dirumah dibandingkan di masjid. Berdasarkan
pendapat itu, tempat i'tikaf perempuan selayaknya di sebuah ruangan khusus atau
mushala di rumahnya sendiri.

Abu Hanifah dan Ath-Thawri menyatakan, "Seorang perempun boleh melakukan i'tikaf
di rumah. Itu lebih baik bagi mereka, karena salat mereka di rumah lebih baik
daripada di masjid."
Disampaikan pula oleh Abu Hanifah bahwa Rasulullah Saw. meninggalkan i'tikafnya
di masjid ketika Beliau melihat tenda-tenda istrinya berada masjid. Rasullah Saw
lalu berkata, "Apakah kebenaran yang dimaksudkan dengan melakukan hal yang
demikian?"
Pendapat yang membolehkan perempuan i'tikaf di drumah juga mengatakan bahwa
mushala di rumah adalah tempat terbaik bagi kaum perempuan menunaikan salat,
maka tempat mereka i'tikaf adalah seperti masjid bagi kaum lelaki dimana mereka
mereka melaksanakan i'tikaf.

Meski demikian, Dr Rajab Abu Mleeh mengatakan tidak ada salahnya bagi perempuan
yang ingin beri'tikaf di masjid, karena masjid merupakan tempat terbaik untuk
beribadah dan mengingat Allah ta'ala. Selain itu, tidak seperti rumah, masjid
lebih memiliki atmosfir spiritual. Tapi bagi seorang ibu yang masih punya anak
kecil, atau seorang perempuan yang suaminya tidak mengizinkan ia beri'tikaf di
masjid, maka mereka boleh beri'tikaf di rumah.

Lebih dari itu, seorang perempuan yang memiliki niat yang tulus untuk mengabdi
pada Allah Swt, ia harus memahami bahwa pahala memenuhi hak dan kebutuhan suami
serta anak-anak mereka bisa sama dengan, atau bahkan lebih besar dari dari
sekedar memaksakan kehendak beri'tikaf di masjid. Itulah salah satu karunia
Allah ta'ala yang Dia anugerahkan pada siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah
Mahakaya lagi Mahatahu.

Sent for my Laptop Intel® Core™2 Duo Processor, Quick and easy...

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Pesantren Kilat Ramadhan

 

The Spirit of Ramadhan (Semangat Ramadhan) menjadi awal kekuatan niat dan amal untuk menjalani ramadhan penuh makna.  Ramadhan menjadi penyemangat hati untuk teguh dalam kebaikan, istiqomah dalam ketaqwaan dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Jadwal Pelatihan Manajemen Qolbu Anak dan Remaja (Ramadhan 1431H)
Pelaksanaan:
Jum'at – ahad, 3-5 September 2010 Investasi:
@ Rp. 450.000,- Fasilitas:
Akomodasi/ penginapanKonsumsi (ifthar + makan dan makan sahur)KaosModulSertifikatPembayaran Investasi :

BNI Syariah Cabang Buah Batu Bandung

Atas nama Yayasan Daarut Tauhiid Pelatihan MQ

No. Rek. 9255395-6

Untuk informasi dan Pendaftaran

Telp.    : (022) 20018013

Fax      : (022) 2009174

SMS    : 085220561446 (Sdri. Lena)

              085220260470 (Sdr. Ali )

            e-mail/Gtalk              : pelatihanmq@gmail.com

Yahoo Messenger     : pelatihanmanajemenqolbu@yahoo.com

Facebook                 : Pelatihan Manajemen Qolbu

Twitter                      : pelatihan_mq

WEb & Blog      :                                                                                   Http://www.pelatihanmq.blogspot.com.                                                                                                                  http://dttc.wordpress.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Kisah Mereka, Para Anak Jalanan (Zakat Mandiri DPU-DT)

 

http://www.dpu-online.com/ Budi tampak serius memperhatikan ceramah Ustadz Fuad,
ustadz dari Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Sesekali wajahnya terbenam
merenungi kalimat-kalimat yang didengarnya. Setahun lebih mengadu nasib di
jalanan, membuat pemuda ini begitu akrab dengan lampu merah, jalan raya,
kendaraan, terik matahari, dan kerasnya belantara kota. Ya, kerasnya kehidupan
membuat Budi terseret ke jalanan dan memikul sebutan sebagai pengamen dan anak
jalanan.

Gitar dan harmonika adalah sahabat karibnya ketika mengamen. Menimbulkan
berbagai reaksi dari para pendengarnya. Ada yang kagum, iba, bahkan tak sedikit
yang cuek-bebek. Budi tak peduli, yang penting rezeki itu halal bagi istri dan
kedua anaknya, sebelum si bungsu pergi ke pangkuan-Nya karena diare beberapa
waktu lalu.

Itulah sekelumit kisah dari Budi, saat ia pada Rabu (25/8), bersama
rekan-rekannya sesama anak jalanan mengikuti acara Bersahabat (Berbuka bersama
Anak Yatim, Dhuafa dan Anak Jalanan) Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU
DT) di halaman Polsekta Sukasari, Bandung.

"Alhamdulillah, bahagia, ternyata masih ada yang peduli dengan anak jalanan.
Mudah-mudahan ke depannya lebih meriah lagi dan semakin banyak yang peduli,"
ujar Budi, sebuah ungkapan kebahagiaan mewakili anak jalanan lainnya.

Hal senada juga disampaikan Kompol Suhanda, "Alhamdulillah, ada silaturahim
antara anak-anak jalanan, polisi, dan pihak pesantren. Kami tidak ingin mereka
terus menjadi pengamen. Kami ingin mereka mandiri."

Sebuah pemandangan yang jarang dilihat. Anak jalanan, anak panti asuhan,
polisi, dan amil berbaur dalam sebuah kebersamaan. Menyatu dalam Bersahabat,
sebuah evenrutin di bulan Ramadan untuk anak yatim, piatu, yatim-piatu, dan
anak jalanan. Di acara ini, tak ada jurang pemisah antara muzakki (pemberi
zakat), mustahik (penerima zakat), dan amil (pengelola zakat). Berbagi
kebahagiaan saat berbuka dan menunaikan amanah yang dititipkan donatur melalui
DPU DT.

Budi hanya salah satu dari anak-anak jalanan lainnya yang harus mengambil
pilihan mengadu nasib di jalanan. Masih ada ratusan bahkan ribuan yang menjadi
musisi jalanan, walau terkadang tak sejalan dengan keinginan.

"Pengennya kerja, cuman jadi batu loncatan aja ngamen. Daripada diam, melamun
di rumah, lebih baik turun aja ke jalan buat ngamen. Itu juga memberanikan diri.
Awalnya malu banget. Tapi ya gimana lagi, gak bisa melawan takdir. Tapi saya
yakin akan berubah, harus berubah, gak akan seperti ini terus," ujar Budi
mengakhiri ceritanya. (Astri Rahmayanti/2010)
Support Program Zakat Mandiri Ramadhan 1431 H

Zakat BNI Syariah: 009.2553.718
Bank Syariah Mandiri: 007.006.7473
Bank Muamalat: 103.00011.15
BCA: 777.033311.8
Infak BNI Syariah: 009.2553.729
Bank Syariah Mandiri: 007.006.7576
Bank Muamalat: 103.00012.15
BCA: 777.033312.6

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Kemudharatan Salah Siapa? (oleh Aa Gym)

*Kemudharatan Salah Siapa? (oleh Aa Gym)*

Kepahitan yang datang dalam ujian kehidupan terbagi menjadi dua. Yang
pertama, kepahitan yang dirancang Allah untuk meningkatkan derajat keimanan
kita. Sebagaimana tercantum dalam Al Quran surat Al Ankabut ayat 2-3 "Dan
manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan : "kami
telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? - Dan sesungguhnya Allah
telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui
orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang
dusta."

Dan yang kedua, kepahitan sebagai buah dari perbuatan buruk dan dosa–dosa
kita sendiri, sebagaimana dalam Al Quran An Nisaa' ayat 79 "Apa saja nikmat
yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu,
maka dari (kesalahan) dirimu sendiri."

Dalam Al Quran surat al Ankabut ayat 4 difirmankan "Ataukah orang-orang yang
mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami?
Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu."

Sehingga, balasan paling minimal dari Allah atas dosa-dosa kita adalah
dijadikan hatinya yang gelisah dan perasaan tidak tenang sehingga selalu
tersiksa menjalani kehidupan.

Namun adab terhadap hak Allah itu mengharuskan agar kejahatan, keburukan,
itu dinisbatkan kepada hamba. Sebagaimana ditunjukkan dalam firman Allah
dalam mengajak manusia supaya bersikap adab terhadap hak-Nya: Apa saja
nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang
menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri … (QS An Nisa': 79)
Dikatakan bahwa Yang Memberi mudarat itu ialah Dzat yang berasal dari-Nyalah
segala kebaikan, kejahatan, dan kemudaratan, dan itu semua dinisbatkan
kepada Allah SWT; baik dengan perantaraan malaikat, manusia, benda-benda
mati, maupun tanpa perantara.

Di dalam Al-Quran Surat Yunus ayat 107: Jika Allah menyentuhkan sesuatu
kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali
Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat
menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. Sentuhan Allah dalam kepahitan Itu merupakan sentuhan
rahmat, bukan benci, supaya kita sadar atas kurang taatnya kepada Allah.
Walaupun lahirnya taat, tapi seringkali hati belum taat kepada Allah SWT.
Dan hanya Allah SWT yang kemudian kuasa untuk menghilangkan kemudharatan
itu, tanpa kepahitan.

*Jangan menyangka apabila terkena racun yang menyebabkan bahaya itu
racunnya, melainkan racun hanya menjadi jalan saja.*

Jika suatu kejadian menjadikan hati kembali kepada Allah, maka akan mendapat
berbagai fadhilah, seperti bergugurannya dosa yang selama ini tidak
tertebus.

Bisa menyadari perlindungan Allah itu rahmat. Banyak yang Allah selamatkan
di balik kejadian yang menyakitkan tersebut. Ketenangan batin menghadapi
ujian bukanlah sesuatu yang murah. Ujian itu bisa menjadi jalan untuk
menjadi orang yang haqqul yaqin kepada Allah.

Allah SWT menyentuhkan sesuatu, seperti ayat di atas, yang dirasa tidak
mengenakkan, itu sesungguhnya adalah sebagai rahmat. Kita tidak boleh *
su'udzon* kepada Allah atas ketentuan takdir-Nya. Tak perlu ada pertanyaan
mengapa ini demikian getir rasanya, karena memang kita tidak bisa melihat
makna dari sentuhan itu. Hal itu terjadi mesti karena penglihatannya
orientasi duniawi belaka, hati belum bersih, tidak kembalinya hati kita
kepada Allah. Sudah, bagi kita, tidak ada lagi *su'udzon*. Sebab ia selalu
melihatnya sebagai kemahabaikan Allah. Kebaikan Allah tidak bisa terlihat di
balik musibah, sepanjang masih ada selain Allah SWT sebagai sumber dari
mudharat itu yang menyebabkannya selalu merasa berat menerima kenyataan itu.

Harusnya kita bangun dari kesalahan kita yang telah terjadi, yang
menyebabkan Allah menyentuhkan musibah. Pasti ada rahasia Allah di balik
semua kejadian. Namun, perlu digarisbawahi bahwa semua keburukan yang kita
alami tidak boleh dinisbahkan kepada Allah. Allah memakai kata jika untuk
menyentuhkan. Terjadi dengan ijin Allah karena diundang oleh keburukan kita.

Kenapa orang tidak sukses terbukanya hati, karena dia masih melihat makhluk
sebagai sebab. Mereka sesungguhnya sebagai alat-alat Allah saja yang
digerakkan oleh-Nya. Allah yang mengijikannya, dan tidak dinisbahkan oleh
kita.

Supaya hati kita bersih, dan disukai Allah, maka di hati tidak boleh ada
tandingan selain Allah yang menjadi tumpuan harapan, karena Allah yang
menciptakan dan mengurus kita. Allah menyukai hamba-Nya menjadi bersih.
Jangan dulu lihat wayang, tapi lihat dalangnya. Mulai sekarang kita harus
melihat Allah SWT di balik semua yang 'menyentuh' kita. Jangan sampai
seperti kebanyak manusia yang banyak sengsara karena menzalimi diri sendiri.

Allah menyentuh dengan kemurahannya, kasih sayangnya, sedangkan kita
bertahan dengan kebusukan hati dengan tidak sabar, *suudzon*, atau kelakuan
dosa lainnya. Mendekat kepada Allah ia hanya basa basi.

http://www.eramuslim.com/ramadhan/tausyiah/kemudharatan-salah-siapa.htm


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Senin, 30 Agustus 2010

[daarut-tauhiid] Puasa of the day: Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang

 

Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang

Nak, menangislah,
Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubarimu.
Jika itu adalah ungkapan penyesalanmu.
Bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan.
Tapi baru merupakan awal tekadmu untuk menyempurnakan
tarawih dan qiyamul lailmu yang centang perenang.

Menangislah,
Allah tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan,
apakah kamu masih disertakan; sedangkan Ramadhan sekarang
cuma tersisa beberapa belas. Tak ada yang dapat menjamin
usiamu sampai untuk Ramadhan besok, sedang Ramadhan ini
tersia-siakan.

Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang.
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir.

Menangislah, lebih keras...
Untuk dosa-dosa yang belum diampuni, tapi kamu masih juga
menambahi dengan dosa baru. Berapa kali kamu sholat taubat,
tetapi tak lama kemudian ada saja kelalaian yang kamu buat?

Menangislah.........

Tuntaskan semuanya mulai malam ini. Karena besok waktu akan
bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari.
Tarawih, sedekah, tilawah Qur'an, qiyamul lail, i'tikaf.
Tahu-tahu sudah sepuluh hari terakhir dan kamu masih juga belum siap.
Sekarang, atau mungkin tidak ada sama sekali... -[lm-28]

[Dikutip/disadur dari Abdul Rozak eramuslim.com]
----------------------------------------------------------
l.meilany
300810/20ramadhan1431h

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___