Senin, 30 Mei 2011

[daarut-tauhiid] tata cara mendoakan saudara yang telah meninggal

 

Assalammu'alaikum Wr.Wb
Mohon pencerahan tata cara mendoakan saudara yang telah meninggal dunia bacaan dan dasar pengerjaannya di dalam Al-quran atau hadis

Terima kasih

Salam pembelajaran,
Evano

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___

[MailPlus] Digest Number 17655

Messages In This Digest (1 Message)

1.1.
File - Rules M+.txt From: mailplus@yahoogroups.com

Message

1.1.

File - Rules M+.txt

Posted by: "mailplus@yahoogroups.com" mailplus@yahoogroups.com

Sun May 29, 2011 4:06 am (PDT)




Peraturan Mailing List MailPlus :

1. Tidak diijinkan mengirim pesan dalam format html. Kirimkan dalam format plain text.

2. Tidak dibenarkan mengirim attachment file dalam bentuk apapun.

3.Jangan menggunakan komunitas ini untuk ngobrol atau saling berbalas email yang tidak ada hubungannya dengan tema komunitas secara keseluruhan.
Dispensasi diberikan pada week end atau hari libur nasional lainnya, dengan tetap menjaga netiket dan aturan yg ada.

4. Berilah subject/judul yang jelas pada pesan Anda, sesuaikan dengan permasalahan yg dihadapi atau hal yg akan disampaikan.

5. Tanggapan terhadap suatu kasus atau problem, sebaiknya dalam bentuk reply, sehingga semua member mudah mencari runtutan permasalahan dan saran penyelesaiannya. Sertakan kutipan dari pesan sebelumnya dengan tidak lupa melakukan editing, kutip bagian yang perlu ditanggapi saja.

6. Jangan membalas pesan sesama member jika isi pesan yg hendak disampaikan sudah berbeda dengan subject yg ada.

7. Informasi yang bisa diposting di komunitas ini secara umum adalah pemecahan masalah hardware, software, koneksi internet dan lain sebagainya. Termasuk juga penyebaran informasi lowongan kerja di bidang TI dan informasi terbaru tentang produk TI.

8. Hal-hal yg dilarang dilakukan dalam komunitas ini :
- flamming atau memancing amarah sesama member,
- spamming atau mengirimkan email sampah,
- iklan jual-beli (dalam bentuk apapun), MLM, arisan berantai dan sejenisnya,
- mengajak sesama member untuk bergabung di komunitas lain secara terbuka,
- menyampaikan hal yg berbau porno dan tidak sopan,
- menyampaikan hal menyangkut masalah SARA.

9. Komunitas ini juga tidak menganjurkan warganya untuk tukar menukar, menyampaikan pesan, atau segala sesuatu yang melanggar hak cipta piranti lunak (software). Gunakanlah kata-kata tersamar yang sudah berlaku di komunitas ini untuk hal-hal demikian.

10. Jika Anda ingin berhenti dari komunitas ini, kirimkan email kosong ke:
mailplus-unsubscribe@yahoogroups.com
Moderator tidak akan membantu dalam pembatalan keanggotaan Anda.

Komunitas ini hanya untuk saling bertukar pikiran dan tolong menolong sesama member. Jagalah komunitas ini untuk sarana pembelajaran dan kemajuan bersama.

Terima kasih

MODERATOR

Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3400

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (4 Messages)

1.1.
File - Moderator Sekolah Kehidupan From: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
2.
Praktisi Non-Sertifikasi "Manajemen Pikiran Dan Perasaan" (3) From: Ikhwan Sopa
3.
Dunia Tanpa Lanjutan From: agus_salims
4.
Ayam, Gergaji Listrik dan Photoshop From: + Made Teddy Artiana +

Messages

1.1.

File - Moderator Sekolah Kehidupan

Posted by: "sekolah-kehidupan@yahoogroups.com" sekolah-kehidupan@yahoogroups.com

Sun May 29, 2011 3:20 am (PDT)




(Moderator) INFO: Cara Mudah Baca Email

Para anggota milis sekolah-kehidupan Yth.,

Dari pengamatan yang kami lakukan, jumlah postingan yang masuk ke milis kita rata-rata 20-30 email sehari baik berupa artikel maupun postingan lainnya. Sehubungan dengan itu maka kami menyarankan bagi semua anggota agar email-box tidak cepat penuh maka disarankan agar mengubah status posting-emailnya dari individual email menjadi digest atau web-only. Tetapi dari pengalaman yang kami lakukan, hal yang terbaik bila kita memilih option web-only. Dengan pilihan ini maka kita hanya bisa membaca seluruh postingan dengan cara membuka mail site, juga untuk membalas postingan, serta mengirim email langsung ke si penulis.

1. Cara mengubah sistem info email dari individual email ke digest atau web-only
Ketik http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan,
Sign in dulu, kemudian klik Edit Membership
Kemudian di bawah ubah pilihan dari individual email ke pilihan digest atau web-only.
Kemudian akhiri dengan klik tanda SAVE

2. Cara mudah untuk membuka mail-group.
Bila kita sudah ingin memilih dengan web-only, berarti informasi semua postingan harus
dilihat di mail site. Untuk itu ketik http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan.
Sign in dulu, kemudian klik view all, untuk melihat semua postingan dari dulu yang paling
lama sampai yang terbaru.
Untuk memudahkan membuka mail-site kita di waktu-waktu berikutnya maka alamat mail
tadi yang di awali dengan http://....., sebaiknya di book-mark atau di masukkan dalam
daftar favorite (ada di ujung atas sebelah kiri layar monitor). Klik Favorites, dan add.

Demikian yang dapat disampaikan. Terima kasih.

Salam Hormat,
Moderator Bersama


2.

Praktisi Non-Sertifikasi "Manajemen Pikiran Dan Perasaan" (3)

Posted by: "Ikhwan Sopa" ikhwan.sopa@gmail.com   ikhwansopa

Sun May 29, 2011 11:06 pm (PDT)



<http://2.bp.blogspot.com/--BvmJ9Sxt1Y/TeMxqojPISI/AAAAAAAACAQ/aSYacJNXdNM/s1600/transformasi.jpg>

*"(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap
apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap
apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang
sombong lagi membanggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh
manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari
perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi
Maha Terpuji."*
(QS-57:23-24)

*"Ketika kita lahir, kita menangis kencang dan bukan langsung bermain catur
."*
-Ikhwan Sopa-

*"Pikiran mengkreasi rasa, dan rasa mempengaruhi pikiran."*
-Ikhwan Sopa-

*"Feeling bad is a good thing. Negative feelings mean you're going the wrong
way."*
-Steve Pavlina-

Dear all, note ini adalah bagian ketiga dari dua tulisan sebelumnya. Setelah
note ini, kita akan bersama-sama masuk ke wilayah seni alias art alias
skill, yaitu dengan melakukan "putting it together" dalam kehidupan nyata.
Ini bisa kita lakukan dalam bentuk diskusi, studi kasus, atau tanya jawab,
sehingga kita dapat sama-sama belajar tentang "*Manajemen Pikiran Dan
Perasaan*".

Kali ini, kita akan memasuki "*Manajemen Perasaan*". Sebelum itu, saya akan
ringkaskan terlebih dahulu note dan sharing saya sebelumnya, tentang
"*Manajemen
Pikiran*".

1. Pentingnya *Me-Reset Polarisasi Pikiran*
http://blog.qacomm.com/2011/05/praktisi-non-sertifikasi-manajemen.html

2. Bagaimana *Mengkreasi Polarisasi Pikiran*
http://blog.qacomm.com/2011/05/praktisi-non-sertifikasi-manajemen_26.html

3. Bagaimana Melakukan *Life Edit* alias *Mengoreksi Sejarah Kehidupan*
Anak buku (pdf) yang bisa didownload di: http://pikiranperasaan.org

4. Bagaimana *Mengkreasi Makna-Makna Kehidupan*
Audio Talkshow (mp3) yang bisa didengar di: http://pikiranperasaan.org

5. Bagaimana *Pikiran Mempengaruhi Perasaan*
http://blog.qacomm.com/2011/05/bagaimana-pikiran-mempengaruhi-perasaan.html

Dan sekarang,

6. Bagaimana Melakukan "*Manajemen Perasaan*"

Secara sederhana, kita dapat mengatakan bahwa perasaan adalah *bahasa
pikiran* yang sudah sampai ke *dunia fisik*. Dari sinilah, kita dapat
mengatakan bahwa "*pikiran mengkreasi perasaan*". Maka, apa yang berikutnya
berlangsung adalah "*perasaan yang mengarahkan pikiran*".

"*Pikiran*" adalah proses kreatif, yang dengan demikian kita dapat
mengatakan bahwa "*pikiran dapat dikreasi*". Maka jika "*perasaan adalah
hasil kreasi dari pikiran*", kita juga dapat mengatakan, bahwa dalam konteks
*manusia dewasa*, yang memahami segala proses dalam poin 1 sampai dengan 5
di atas, "*perasaan juga dapat dikreasi*" alias kita dapat mengatakan
tentang adanya "*Manajemen Perasaan*".

Dalam pemahaman tentang keberadaan *siklus* "*pikiran mengkreasi perasaan
dan perasaan mengarahkan pikiran*", kita menemukan dua hal yang sangat
mendasar, yaitu:

*Pikiran Mengkreasi Rasa Adalah Proses Aktif*

Bahwasanya pikiran diposisikan sebagai *sebab* bagi adanya perasaan.
Artinya, proses kreasi ini adalah sebentuk proses kreasi yang aktif
sifatnya. Dengan kata lain, proses kreasi ini perlu ditempatkan sebagai
proses yang berjalan di *tingkat kesadaran*. Dalam kenyataannya, kita sering
lupa sehingga proses berpikir menjadi kebiasaan-kebiasaan berpikir yang
membangun *pola-pola pikir*. Apa yang perlu kita lakukan, adalah secara
konsisten menyadari segala proses pikiran ini.

*Perasaan Mengarahkan Pikiran Adalah Proses Reaktif*

Awalnya, perasaan muncul seolah "tanpa dipikirkan terlebih dahulu". Ini
dapat terjadi karena kebiasaan berpikir dan kebiasaan merasakan yang kita
kembangkan dan berjalan di bawah tingkat kesadaran alias otomatis. Kita
tidak dapat menyalahkan sejarah alamiah kehidupan kita yang dimulai dengan
"menangis". Itu sebabnya, segala agama, ideologi, dan budaya, memberikan
permakluman dalam banyak bentuk tentang masa-masa awal dari kehidupan kita:

- Di bawah umur
- Belum akil baligh
- Masih belum berdosa
- Polos
- dan seterusnya

Pada suatu titik (mukallaf, sadar hukum, dewasa, dan sebagainya),
sesungguhnyalah semua ajaran kebaikan meminta kita untuk mulai memasuki *alam
kesadaran* tentang segala proses termasuk tentang proses "merasakan".

Itu sebabnya, kita menyebut proses "*Manajemen Perasaan*" sebagai sebuah
proses yang *reaktif* di mana *perasaan mengarahkan pikiran*. Oleh sebab
itu, apa yang penting bagi kehidupan seorang *manusia dewasa* yang telah
menetapkan *tujuan dan cita-cita* dan sekaligus berkeinginan mencapainya di
dalam waktu hidupnya yang terbatas, perlu mengembalikan proses itu ke *wilayah
kesadaran*. Alias, mengembalikan *kendali* kepada pikiran.

Ketika perasaan muncul, pertanyaan penting yang perlu dilontarkan adalah:

*- Mau dibawa kemana saya dengan perasaan ini?*
*- Hendak kemana pikiran saya diarahkan oleh perasaan ini?*
*- Adakah arah itu, akan tetap membuat saya menuju kepada tujuan dan
cita-cita saya, yang dicapai dengan sikap, keputusan, dan tindakan, yang
erat hubungannya dengan pilihan-pilihan, di mana "pilihan" adalah fenomena
pikiran?*

Tidak mudah untuk melakukan dan menjawab semua pertanyaan di atas, terlebih
lagi jika selama ini, kita terlanjur menjadikan perasaan sebagai "*sopir*"
bagi kehidupan kita. Kita tahu, "perasaan" hobinya jumpalitan. Itu sebabnya,
pada saat yang sama, kita memerlukan "*Manajemen Pikiran*" dan sekaligus
juga "*Manajemen Perasaan*", alias "*Manajemen Pikiran Dan Perasaan*".

*Sikap Awal*

Perasaan adalah *respon* terhadap pikiran, alias hasil kreasi pikiran.
Kemudian, perasaan adalah *umpan balik* bagi pikiran. Dengan demikian,
kelanjutan *idealnya* adalah pikiran yang mengkreasi perasaan, sehingga
pikiran dan perasaan bergandeng tangan melenggang menuju cita-cita dan
tujuan di dalam *siklus harmonis yang saling mempengaruhi* dan saling
menguatkan, dan bukan sebaliknya saling melemahkan.

*Perasaan tidak nyaman* adalah *sinyal*, yang mengatakan tentang adanya
kemungkinan bahwa kita tidak sedang berada di jalan dan arah menuju
cita-cita dan tujuan. Dalam bahasa sehari-hari, perasaan adalah sinyal bahwa
kita sedang *tidak mendapatkan* apa-apa yang kita inginkan.
Sebaliknya, *perasaan
nyaman atau enak*, adalah sinyal bahwa kita sedang berada di jalan dan arah
yang benar, atau kita sedang mendapatkan yang kita inginkan. Itu sebabnya,
perasaan perlu disikapi sebagai *mekanisme umpan balik* bagi pikiran.

*Note: Validitas* dari sinyal tidak nyaman atau nyaman itu, ditentukan oleh
polarisasi pikiran yang telah memilih cita-cita dan tujuan atau yang telah
menentukan apa yang kita inginkan.

Dengan kata lain, perasaan adalah sinyal bagi kita untuk menentukan tindak
lanjut berupa sikap, keputusan, dan tindakan. Sebelum ditindak lanjuti,
perasaan itu perlu *divalidasi *kesesuaiannya dengan cita-cita dan tujuan,
atau dengan keinginan.

Kita berfokus pada *perasaan tidak nyaman*, karena perasaan semacam inilah
yang sering menjadi persoalan di dalam kehidupan. Kita berlatih
memvalidasinya. Hal ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

*"Saya merasa seperti ini karena saya berpikir bahwa..."*
*"Saya berpikir demikian karena sebelumnya saya merasa..."*
*"Saya merasakan itu karena saya berpikir bahwa..."*

Demikian seterusnya, hingga kita menemukan "*pikiran awal*" yang menjadi
sebab bagi perasaan kita.

Langkah berikutnya adalah memvalidasi *pikiran awal* itu tentang
kesesuaiannya dengan "*polarisasi pikiran*" yang menjadi skenario besar
tentang *tujuan* dan *cita-cita* atau *keinginan*. Validasi ini dilakukan
dengan bertanya,

*"Apakah pikiran yang demikian adalah pikiran yang sesuai dengan tujuan,
cita-cita, dan keinginan saya?"*

Sangat mungkin, *pikiran itu perlu dipikirkan ulang*, alias dikreasi ulang
menjadi bentuk-bentuk pikiran yang kita anggap menyampaikan kita ke tujuan,
cita-cita, dan keinginan. Atau bahkan, pikiran itu perlu *disingkirkan
jauh-jauh* dan *digantikan *dengan *pikiran lain* yang lebih selaras dengan
skenario besar "*polarisasi pikiran*".

Di titik ini, diri kita mulai ter-*disasosiasi *dari perasaan yang
membelenggu. Langkah selanjutnya adalah menggeser perasaan alias mengkreasi
perasaan yang baru. Ini bisa dilakukan dengan menantang diri sendiri,

*"Jika saya menindaklanjuti pikiran yang baru ini dengan bersikap...
memutuskan... dan bertindak..., maka perasaan saya akan menjadi..."*

Di titik ini, kita mengupayakan secara maksimal untuk menjadi ter-*asosiasi
*penuh ke dalam perasaan yang baru, yaitu perasaan yang selaras dengan
skenario besar "*polarisasi pikiran*". Maka setelah itu, sikap, keputusan,
dan tindakan akan menjadi lebih *mudah*, *efisien*, dan
*efektif*diimplementasikan.

Titik kritis kita ada pada konteks "*asosiasi dan disasosiasi*" ini.
Tantangan terbesar kita ada di sini. Tanpa kita menjadi ter-disasosiasi dari
perasaan yang tidak nyaman, akan sulit bagi kita untuk mengimplementasikan
sikap, keputusan, dan tindakan yang sesuai dengan skenario besar "*polarisasi
pikiran*". Dalam konteks inilah, para pakar mengungkapkan tentang "tegas",
"ekstrem", "total", "tega", "keras", "ketat", "massive", dan sebagainya.

Di akhir note ini, saya sharing kesimpulan terpentingnya, yaitu "*posisikan
dan afirmasikan perasaan sebagai umpan balik bagi pikiran*." Latihlah teknik
*W.A.I.T* alias "*What Am I Thinking*", biasakan untuk menunda sebentar
sikap, keputusan, dan tindakan yang diinspirasikan oleh perasaan.

Bagaimana hubungan semua ini dengan 35 poin keyakinan dalam buku "*Manajemen
Pikiran Dan Perasaan*"?

Kita lanjutkan lagi nanti. Insya Allah.

Semoga bermanfaat.

*Note: Note ini tidak ada dalam buku saya.*

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Founder, Penulis "*Manajemen Pikiran Dan
Perasaan*"<http://www.penerbitzaman.com/code.php?index=Katalog&op=tampilbuku&bid=118>
3.

Dunia Tanpa Lanjutan

Posted by: "agus_salims" agus_salims@yahoo.com   agus_salims

Mon May 30, 2011 12:30 am (PDT)




Dunia Tanpa Lanjutan

: NN

Bagai lantunan sonata,

dentang-dentang bersambung cepat, riuh

mendendangkan sebuah lantunan bunyi.

Kemudian sepi ……

Tapi masih berlanjut untuk

lantunan bunyi yang

tersimpan,

manusia masih merekamnya, tanpa harus mengingatnya kembali.

Kalaupun dunia adalah gelaran dentang sonata dengan koma,

maka sejenak dunia akan berpikir tentang dirinya,

sehingga sejarah tak perlu berulang kembali, tak perlu

ada yang harus mati.

Karena dunia akan berpikir ke arah keabadian,

manusia tak lagi perlu menyangkal takdir dan kemustahilan.

Karena, dunia telah memikirkannya untuk sebuah proses ke depan yang

cerah dan pasti.

Namun, dunia ini seperti tanpa koma,

seperti rangkaian peristiwa yang terus berulang

seperti sebuah otak besar yang digerakan untuk berpikir.

Duniaku adalah dunia tanpa koma,

yang menyisakan sebuah manusia yang fana dengan

keraguan, kesadaran dan hasrat-hasrat untuk melawan.

(Mei 2008/kepada segenap kawan-kawan seperjuangan di kampus jogja)

4.

Ayam, Gergaji Listrik dan Photoshop

Posted by: "+ Made Teddy Artiana +" made.t.artiana@gmail.com

Mon May 30, 2011 12:32 am (PDT)



*Ayam, Gergaji Listrik dan Photoshop*

By Made Teddy Artiana, S. Kom

Chief of Marketing Officer PT. Kairos Manna Indonesia

Specialis in Integrated Hospital Information System and Technology

* *

Ini adalah pengalaman menarik yang kami dapatkan ketika mempresentasi
software Hospital Information System di sebuah Rumah Sakit di sebuah daerah.
Seseorang berjabatan kepala keuangan bertanya dengan demikian serius.

"Pak apakah software HIS Bapak menghandle seluruh hal yang berkaitan dengan
transaksi pasien ?".

Tentu saja kami membenarnkannya, karena memang demikianlah adanya.

"Tapi Pak..", kini Si Bapak tampak ragu-ragu, "ngg..nganu..misalnya mereka
gak bayar pake uang ?".

Kini tentu saja team kami yang ganti terbelalak.

"Maksudnya ?", serta merta aku bertanya, "mata uang asing begitu..?".
Seluruh hadirin tampak menahan tawa, sedangkan Bapak nyengir malu, terus
menjawab : "Bukan Mas..nganu e..mereka bayar kadang-kadang pake
kambing..atau beberapa ekor ayam..".

Waualaaaahhh...!! Kontan kami semua tertawa..tetapi itulah kenyataannya.
Fakta yang terjadi di lapangan.

"Oke Pak..", jawab Bagus Mulyo Anggoro, CIO kami, "jika pasien Bapak tidak
ada waktu untuk menjual kambing itu dulu, dan kemudian uangnya dibawa kesini
gak apa-apa, kami punya solusinya. Jadi Bapak akan kami buatkan semacam
table, yang mana didalamnya tertera harga terkini dari sejumlah hewan ternak
termasuk sekarung beras dan jagung. Jadi Bapak ngasih kembalian juga
gampang. Tinggal liat harga kambing tadi di table, lalu menghitung biaya
rawat inap atau pengobatan pasien, kemudian ngasih kembalian, misalnya 1 ½
ekor ayam plus seplastik beras dan terakhir...seperti di supermaket...permen
!".

Dan jawaban setengah bergurau inipun disambut tawa dan tepuk tangan meriah
oleh seluruh ruangan...!

Tapi demikianlah teknologi. Ia terkadang selalu kita anggap 'otomatis' dapat
menyelesaikan segala perkara..tanpa kita, manusia pengguna teknologi
tersebut, melakukan sesuatu. Minimal mempelajari cara atau dimana penggunaan
teknologi itu paling tepat untuk diterapkan.

Kejadian selanjutnya adalah pengalaman yang beberapa kali diceritakan oleh
James Gwee, salah seorang member maling list kami The Profesional &
Enterpreneur Club (PROFEC), seorang pembicara dan motivator dari Singapore.
Ada seorang Bapak penebang kayu membeli gergaji disebuah toko. Ia mendapat
saran dari seorang teman jauh lewat telepon, bahwa gergaji ini akan
mempermudah pekerjaannya. Dengan antusias pulanglah ia membawa gergaji itu
ke rumah. Tidak sampai seminggu, Sang Penebang kayu tersebut, datang kembali
ke toko itu, memwaba gergaji yang telah ia beli. Wajahnya tampak kesal dan
kurang sehat, berniat ingin mengembalikan gergaji 'tak berguna' tersebut.
Penasaran Si Penjual pun memeriksa barangnya, mencari tahu penyebab
dikembalikannya gergaji itu. Dan ketika ia menghubungkan gergaji tersebut ke
aliran listrik terdekat, lalu menghidupkannya, maka Si Penebang Kayu itupun
kaget bukan kepalang. "Astagaaaaa...!!! jadi begitu yah cara kerja gergaji
itu !!!! Saya pikir seperti gergaji yang selama ini saya pakai !!"

Tidak kalah menariknya pengalaman pribadi ku sebagai seorang photographer.
Beberapa crew kami sering terkaget-kaget dengan 'keadaan asli' beberapa
model.

"Ternyata model itu gak secantik aslinya ya Mas, ada yang jerawatan, ata
yang matanya gak sama, pipinya begitu, hidungnya beginilah", begitu kata
mereka kepadaku.

Dan memang demikianlah kenyataannya. Memang sebagai fotografer kita bisa
mengakali hal tersebut lewat angle dan ligthing..tetapi hal-hal yang diluar
itu..dapat diakali dengan software. Salah satunya photoshop, yang memang
telah dikenal luas di Indonesia. Kata saktinya : "diretouch". Dan
penggunaannya begini

"Bisa gak wajah aku dihalusin Mas..?"

"Lengan aku dikecilin dikit dong..."

"Kumis diatas bibirku, ditipisin bisa gak..malu niy masa cewek berkumis"

Dan sebagainya....

Tapi beberapa orang yang menganggap segalanya bisa diselesaikan secara
teknologi, pernah berkata demikian kepada ku.

"Mas bisa gak yah..perutku gak terlalu gendut, terus lenganku gak gede kaya
gitu, pipi aku juga..kayanya tembem banget..apalagi leher..terus.."

Untuk golongan yang seperti ini, biasanya aku akan menjawab sesopan mungkin.
"Bisa Mbak, asal lari 3 kali seminggu seperti saya, terus berenang dan kalau
punya duit..fitness...dijamin.. juga putus.."

HAHAHAHAHAHAHA

(Sekali lagi) Tidak semua hal bisa terselesaikan dengan teknologi. Paling
tidak ada sebuah kebijkasanaan dalam menempatkan sebuah teknologi.

Pelajaran kedua : Pengenalan yang benar terhadap kegunaan sebuah teknologi
tentu akan sedikit banyak menolong kita dan bukan malah membuat masalah baru
buat kita, sehingga kita tidak akan 'hanya' menggunakan hp, laptop, PC yang
sudah demikian canggih, hanya untuk gosip tak berguna...hehehehe(*)

* *

* *

* *

--
*What a wonderful world ! What an exciting journey !!
**Made Teddy Artiana, S. Kom
*

*Galery & Stock Photo
*http://theBeautyofBelitung.multiply.com
http://fromBaliWithLove.multiply.com
http://LawangSewuKotaTua.multiply.com
http://TriptoPulauPramuka.multiply.com
http://HongkongMacauShenzen.multiply.com
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Parenting Zone

Resources and tips

for parents

Yahoo! Groups

Cats Group

Join a group for

cat owners like you

Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE

Find useful articles and helpful tips on living with Fibromyalgia. Visit the Fibromyalgia Zone today!


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

[daarut-tauhiid] Mengenaskan, Di Sumba Timur, Bertelanjang, Renangi Sungai ke Sekolah

 

Mengenaskan, Di Sumba Timur, Bertelanjang, Renangi Sungai ke Sekolah
________________________________


Berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki merupakan sesuatu yang sudah lumrah.
Namun, sekitar 20 siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) Maulumbi, Kecamatan Kanbera,
Kabupaten Sumba Timur, setiap pagi harus berenang mengarungi aliran sungai yang
deras untuk bisa mencapai sekolahnya.

Mereka harus telanjang saat berenang agar pakaian seragam dan bukunya tidak
basah. Mereka harus bertarung melawan bahaya ancamana bintang buas seperti
buaya yang sewaktu-waktu bisa muncul.

Disaksikan Pos-Kupang.Com, Senin (30/5/2011) pagi, sekitar 20-an siswa SDI
Maulumbi, Kecamatan Kanbera, Kabupaten Sumba Timur berenang melintasi aliran
sungai yang cukup deras untuk menuju ke sekolah. Saat tiba di tepi Sungai
Maulumbi, baik laki-laki maupun perempuan harus meanggalkan pakain mereka. Hal
ini bertujuan agar pakian dan perlengkapan sekolah mereka tidak basah.
Selanjutnya, pakain seragam, sepatu dan buku pelajaran disimpan dalam tas
sekolah dan terjun ke dalam sungai.

Kurang lebih sepuluh menit, anak-anak usia tujuh hingga 15 tahun ini berada di
dalam aliran sungai. Selain itu, mereka juga harus berenang ketika berada di
tengah sungai yang cukup dalam. Setelah tiba diseberang sungai, anak-anak
tersebut baru mengenakan kembali pakain masing-masing untuk melanjutkan
perjalan ke sekolah.

Di Sungai Maulumbi, terlihat sejumlah orang tua para siswa ikut membantu
menyeberangkan anak-anak mereka. Hal ini disebabkan, selain aliran sungai yang
deras dan juga dalam, di lokasi tersebut juga merupakan daerah yang sering
dilalui buaya muara.

"Setiap pagi saya datang antar anak saya sampai ke sebrang sungai baru saya
pulang, siang juga datang jempu karena takut ada buaya di sini," demikian Ny.
Erlin Konda Nguna (23) salah seorang orang tua para anak-anak tersebut.

Dia menjelaskan, biasanya kalau musim hujan dan terjadi banjir besar maka
anak-anak dari Kampung Pa'da Karamba, Kecamatan Kanbera tidak bisa pergi ke
sekolah. Hal ini disebabkan, para orang tua dan juga siswa tidak bisa
menyebrangi sungai tersebut.

"Memang ada satu sampan di sini, tapi hanya bisa muat empat orang," jelasnya.
sumber.

Sungguh memprihatinkan, berangkat sekolah saja harus berjuang seperti itu..
andai saya bisa bantu...

tapi saya salut dengan perjuangan mereka demi memperoleh ilmu...

Bagaimana dengan para anggota Dewan yang Memaksakan untuk Pembangunan gedung
baru ... !!!???

__________________
http://forum.detik.com/mengenaskan-di-sumba-timur-bertelanjang-renangi-sungai-ke-sekolah-t265776.html?df9922tpop?nd991103frm

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Mimpi mengendalikan Hawa Nafsu

 


Mimpi mengendalikan Hawa Nafsu

Walaupun sudah berjalan dengan perlahan tetapi tetap saja ada berusaha menabrak dari samping. "Hukum di jalan itu kalau tidak menabrak, ya berarti ditabrak dan semua tentu saja tanpa disengaja", kata seorang teman menggambarkan bahwa berjalan hati-hatipun belum tentu bisa menghindarkan kita dari bahaya apalagi kecerobohan. Hari itu saya disalip dari belakang hampir tiga kali dan tiga kali pula rasa kesal memenuhi dada, dan rasa kesal itu tidak di undang, tidak dibuat-buat walaupun bibir secara reflek beristigfar tapi hati butuh penyesuaian beberapa saat. Biasanya untuk menetralisir hati saya buat penekanan kata, mensugesti hati dengan berprasangka baik " mungkin dia terburu-buru" atau " mungkin dia tidak sengaja dan mungkin juga tadi tanpa sengaja telah menyalip orang lain sehingga mendapatan balasannya sekarang " dan banyak kalimat affirmasi lainnya, dan alhamdulillah biasanya berhasil.

Tidak salah jika Allah menegaskan dalam kitab suciNya bahwa setan berasal dari nafsu kalangan jin dan manusia. Ketika amarah datang karena hampir di tabrak persis dekat masjid, sedangkan pada waktu itu sang penceramah terdengar berbicara cukup keras karena menggunakan microphone " Kesabaran kunci meraih kemenangan......." .Tiba-tiba muncul setan dikepala saya. mungkin karena marah lalu kemudian mendengar kalimat pak penceramah, bukannnya jadi tenang malah berpikiran jahat " Bagaimana kalau pak penceramah saya tabrak terus saya minta maaf sambil bilang Innallaha ma'asshobirin.....kira-kira pak penceramah terima gak yah" pikir saya, tapi setelah rasa amarah didada perlahan hilang, saya buru-buru menghilangkan fikiran jahat tersebut. Masih teringat dulu nasehat Ustad Najib dalam salah satu pengajian

"Musuh utama kita bukanlah kaum nasrani ataupun kaum yahudi, tetapi Iblis, dan iblis menguasai manusia melalui hawa nafsu, hati-hatilah dengan kendaraan iblis tersebut " kata Ustad Najib, " Di dalam surah AL Hijr ayat 39 :Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, "

"Seiring dengan itu Rasulullah juga menerangkan dalam salah satu hadist bahwa Ada tiga perkara yang membinasakan yaitu hawa nafsu yang dituruti, kekikiran yang dipatuhi, dan seorang yang membanggakan dirinya sendiri. (HR. Ath-Thabrani dan Anas) "

Ilmu adalah pengetahuan, mempunyai pengetahuan tentang hawa nafsu tidak menjadi jaminan untuk bisa menguasainya. Sebanyak apapun ilmu tentang mengendalikan hawa nafsu beserta dalil-dalilnya sekalipun tanpa di iringi dengan usaha untuk melatihnya adalah sia-sia. Saya teringat dengan seorang ahli beladiri yang biasa melatih karate didepan sekolah setiap sore. Suatu hari , saya secara tidak sengaja bertemu dengan pelatih beladiri tersebut ditempat lain, saya didalam bis yang terkena macet sedangkan dia di seberang jalan sedang marah-marah sambil mengeluarkan kata-kata kasar, tidak beberapa lama kemudian entah siapa yang memulai tiba-tiba terjadi perkelahian, awalnya tampak posisi kuda-kuda masih di jaga lama kelamaaan keduanya sudah bergumul seperti pemain gulat sampai akhirnya dipisahkan oleh banyak orang, tidak ada bekas ilmu beladiri karate disana, mungkin karena amarah sudah menutupi akal fikirannya.

Disisi yang lain, Pak Nardi penjaga sekolah dasar lebih mampu mengendalikan emosinya, saya mengenal beliau karena sering keluar paling akhir dari masjid, beliau berdzikir lama setelah sholat, terutama sholat subuh, maghrib dan isya. Usia pak Nardi hampir berumur tujuh puluh lima tahun , ditemani istrinya, dia kost dekat rumah, walaupun usia sudah hampir kepala tujuh tapi beliau tidak pernah punya rumah. Anak-anaknya pun hidup dalam keadaan susah sehingga belum mampu menanggung hidupnya, sehingga Pak Nardi masih harus bekerja sebagai penjaga sekolah bersama istrinya yang bekerja sebagai petugas kebersihan. Sikap kasar kadang didapat dari guru, kepala sekolah maupun orang tua murid jika pintu gerbang di tutup, sedangkan orang tua murid masih ada yang ingin menunggu anaknya didalam. " Yah, itulah resiko pekerjaan, harus diterima dengan ikhlas" katanya suatu ketika.

Saya sering menemukan orang-orang sederhana dengan jiwa besar seperti itu, tetapi kurang beruntung karena jarang menemukan orang-orang berilmu tinggi disertai dengan ahlak yang tinggi pula, ya mungkin suatu ketika nanti, sehingga cermin itu bisa berfungsi sebagimana mestinya.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE

Find useful articles and helpful tips on living with Fibromyalgia. Visit the Fibromyalgia Zone today!


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Demi Urusan Dunia, Shalat Jum'at Pun Diabaikan Dalam KTT Non Blok Di Bali

 

Konferensi Tingkat Menteri Gerakan Non Blok (KTM GNB) ke 16 serta perayaan ke 50 tahun, akan ditutup secara resmi pada hari ini (27/5). Namun, acara penutupan KTM GNB sangat mepet dengan pelaksanaan Ibadah Shalat Jumat (27/5), sehingga shalat pun diabaikan.

Sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan, panitia mengumumkan acara penutupan KTM GNB akan ditutup secara resmi Menteri Luar Negeri RI, Marty M Natalegawa pada pukul 12.00 WIB. Acara tersebut akan disertai dengan konferensi pers mengenai hasil pertemuan KTM GNB tahun ini.

Di saat bersamaan, panitia mengatakan telah menyediakan beberapa bis pariwisata untuk menuju masjid dr tempat penyelenggaraan KTM GNB di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali. Beberapa orang pun memprotes agar pelaksanaan acara penutupan diundur selama sejam. Namun panitia tidak menanggapinya.

Akibatnya, beberapa menteri luar negeri yang beragama Islam terlihat lebih memilih untuk menunaikan ibadah Sholat Jumat, seperti menteri luar negeri Iran dan Kazakhstan. Bis pariwisata yang digunakan pun hanya satu unit dengan isi kurang dari 10 orang saja.

Padahal sebagian besar negara anggota GNB terdiri dari negara Islam maupun negara dengan mayoritas Islam, seperti Indonesia. Namun ternyata penyelenggara KTM GNB sepertinya lebih mengutamakan GNB daripada ibadah shalat Jumat. Naudzubillah Min Dzalik. (pz/rep)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___