Minggu, 29 April 2012

[daarut-tauhiid] Cinta Itu Pengorbanan

 

Cinta Itu Pengorbanan

By: Muhamad Agus Syafii

Semakin besar luka dan perih dihati maka semakin besar pula pengorbanan yang dibutuhkan. Cinta selalu membutuhkan pengorbanan untuk menerima, memaafkan dan mengembalikan pada posisi semula, menerima orang yang gagal seperti tidak pernah gagal sebelumnya. Cerita itu berawal dari seorang ibu yang menerima telpon dari seorang perempuan dengan mengatakan bahwa dirinya tidak lagi berhak atas suaminya. Setelah merebut suaminya bahkan menteror dan menghancurkan hatinya. Kehancuran hatinya justru bertekad untuk mempertahankan rumah tangga, suami dan anak-anaknya. Sebagai seorang ibu dan istri seolah mendapatkan kekuatan yang begitu besar untuk tetap menjaga dan merawat anak-anaknya. Meski hatinya pilu dan tercabik-cabik, ia tak ingin orang tuanya tahu apa yang sedang terjadi di dalam rumah tangganya. Ditengah kesibukan mencari nafkah dengan bekerja keras demi keberlangsungan hidup, ditengah kesendirian dan perjuangan membesar anak-anaknya tidak membuat dirinya
menjauh dari Allah malah semakin mendekat diri kepada Allah memohon agar mendapatkan kekuatan, kesabaran dan pertolonganNya.

Keyakinan akan kekuatan doa itulah yang menyebabkan dirinya berkenan untuk hadir ke Rumah Amalia. Tekadnya untuk mempertahankan rumah tangga, suami dan anak-anaknya merupakan impian indah yang sangat menjadi harapan, dengan sedikit menyisihkan rizkinya untuk bershodaqoh berharap untuk mengharap keridhaan Allah agar menjaga keutuhan rumah tangganya. Perih luka dan pilu dihatinya tidak lagi bisa ditutupinya. Air matanya yang bening mengalir. Anak-anaknya berlarian tak mengerti kegalauan hatinya. Hatinya telah berserah sepenuhnya kepada Allah, apapun yang telah menjadi ketetapan Allah, dirinya menerima dengan penuh syukur. 'Apapun yang Allah telah tetapkan pada kami, ujian, cobaan adalah wujud kasih sayang Allah kepada kami.' tutur beliau. 'Saya bersyukur dengan ujian dan cobaan ini membuat saya dan anak-anak semakin mendekatkan diri kepada Allah.' lanjutnya.

Sampai pada suatu hari, ditengah kesibukannya menyelesaikan tugas kantornya tiba-tiba ada satu peristiwa yang tidak pernah diduganya sama sekali, dering hapenya berbunyi. Terdengar suara yang membuatnya terkejut tak percaya. 'Mah, maafin aku ya..aku khilaf, sudah menyakiti hatimu.' Langsung saja mematikan hapenya. Bagai tersambar petir disiang bolong, hati dan pikirannya kacau, suara itu adalah suara suaminya yang sudah setahun telah meninggalkan dirinya dan anak-anaknya. Beberapa menit kemudian hapenya berdering kembali, mengenali betul bahwa itu adalah nomor yang sama, sampai dering bunyi hapenya mati dengan sendirinya. Air matanya mengalir. Hatinya dikuatkan ketika hapenya berbunyi kembali, dengan bercampur baur semua perasaan ditumpahkan. 'Sebenarnya ayah mau apa? Setahun sudah ayah terlantarkan istri dan anak-anakmu? Minta maafmu tidak bisa menghilangkan rasa perih dihatiku dan derita anak-anakmu? Kamu kejam Mas, Kejam!' Suara itu terdengar penuh
dengan isak dan tangis. Terdengar suara parau laki-laki menjawab. 'Mama, aku memang salah. aku bertaubat mah. Aku menyesal. Beri kesempatan untuk memperbaiki kesalahan menjadi ayah dan suami yang baik.' Dihatinya perih terluka, tidak ada sedikitpun tersimpan kebencian pada laki-laki yang telah menjadi suami dan ayah bagi anak-anak sekalipun telah disakiti hatinya. Lama terdiam, akhirnya dia menjawab, 'Mas, pulanglah..aku dan anak-anak merindukanmu.'

Malam itu juga suaminya pulang ke rumah. melihat ayahnya yang berpeluh air mata. Ketiga anak-anaknya segera mendekat dan tanpa disuruh mereka berpelukan dengan ayahnya, menangis sejadi-jadinya. Ayahnya meminta kepada anak-anak dan istrinya agar memaafkan dirinya. Dirinya berjanji akan lebih menyayangi keluarga dan tidak akan pergi meninggalkan rumah lagi. Pernyataan sang ayah begitu sangat tulus disambut dengan ledakan tangis ketiga anak-anaknya dan isak tangis istrinya. Malam pun berlalu dengan rentetan permintaan maaf dan peluk cium, yang saling mengasihi dan penuh kasih sayang. Begitu indahnya, mereka tentang keluarga bahagia karena cinta selalu membutuhkan pengorbanan.

'Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya bisa dihilangkan dengan puasa, sholat, sedekah dan amar ma'ruf nahi mungkar.' (HR. Bukhari & Muslim).

---
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini agar keluarga kita menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah. "Rabbana hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyatinâ qurrata a'yunin waj-'alnâ lil-muttaqîna imâmâ." Artinya, Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74).

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Tetaplah berikhtiar & memohon kpd Allah agar diberikan jodoh yg terbaik. Insya Allah, keluarga sakinah mawaddah warahmah segera terwujud. yuk..hadir pada kegiatan  "Berkah Ramadhan Bersama Amalia" (BELIA) Ahad, 29 Juli 2012. jam 4 s.d 6 sore di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi: pakaian baru, buku bacaan, paket sembako, peralatan sholat, konsumsi berbuka puasa. Silahkan kirimkan ke Rumah Amalia. Jl. Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com/, http://twitter.com/agussyafii

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

Sabtu, 28 April 2012

[daarut-tauhiid] pengobatan katarak

 

Assalamu'alaikum wr.wb.

Kepada sahabat-sahabat daarut-tauhid sekiranya ada informasi mengenai pengobatan katarak gratis

Mohon diinformasikan

Terima kasih

Tina Oktiana

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Sedekah mengobati penyakit

 

بِسْـمِ اللّهِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ

Copas kajian dari group  Al-Ilmu :

#Sedekah mengobati penyakit#
Ust. Badrusalam LC

Dari Al Hasan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "...Obatilah orang-orang sakit kamu dengan sedekah..".
HR Ath Thabrani dan Al Baihaqi, dan dihasankan oleh syaikh Al Bani dalam shahih targhib no 744.

Kisah nyata
Kisah ini terjadi pada imam Al Hakim abu Abdillah penulis kitab al mustadrak..
Beliau pernah terkena penyakit borok di wajahnya, ia sudah berusaha berobat dengan segala cara namun tak kunjung sembuh..

Beliaupun datang kepada abu Utsman ash Shabuni agar mendo'akan kesembuhan untuknya..
Abu Utsmanpun mendo'akannya di hari jum'at dan banyak orang yang mengaminkan..

Di hari jum'at mendatang, datanglah seorang wanita membawa secarik kertas dan bercerita bahwa ia telah bersungguh sungguh mendo'akan untuk kesembuhan beliau..

Lalu wanita itu bermimpi bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan bersabda: "Katakan kepada abu abdillah.. Hendaklah ia mengalirkan air untuk kaum muslimin..

Maka beliaupun segera membangun sumur di dekat rumahnya dan menyediakan airnya untuk diminum oleh manusia..

Seminggu kemudian..
Tampak kesembuhan terlihat pada wajah beliau dan akhirnya hilang sama sekali..

Dan beliau hidup beberapa tahun setelah itu..
(Shahih targhib no 964).

Subhanallah..
Powered by Telkomsel BlackBerry®

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Haji atau Umroh

 

Assalamualaikum,

Saudara ku Seiman..........

Mohon bantuannya menjawab pertanyaan yg ada di hati & Pikiran saya ....

1. Lebih baik kah bila kita mengUMROHkan orang tua kita , padahal Rukun yang wajibnya kan HAJI.

Karena kuota Haji yg lama 7 th ke depan baru dapat kursi, usia orang tua yg makin tua khawatir tidak sangggup bila menunggu 7 tahun lagi.

Bagai mana hukumnya mendahulukan yg sunah sedangkan yg wajib belum di laksanakan??

Regards,

EKO CAHYADI

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Setan Merintangi Jalan Iman, Hijrah dan Jihad

Setan Merintangi Jalan Iman, Hijrah dan Jihad



Bukan cuma mengajak manusia melakukan kedurhakaan, setan juga akan
menghalangi manusia supaya tidak melaksanakan ketaatan. Rasulullah
shalallahu 'alaihi wassalam, menyebutkan, ada tiga ketaatan utama yang
bakal dihalangi jalannya oleh setan; iman, hijrah dan jihad.



Dari Sabrah bin Abi Fakih berkata, Aku mendengar Rasulullah shalallahu
'alaihi wassalam bersabda, "Sesungguhnya setan akan menghalangi seorang
anak Adam dari berbagai jalan yang dilaluinya. la akan menghalangi manusia
di jalan Islam dengan mengatakan, "Apakah kau akan masuk Islam dan
meninggalkan *dien*mu juga *dien* orangtua dan moyangmu?" si anak Adam
berpaling dan tetap masuk Islam.



Lalu setan akan menghalanginya di jalan hijrah dan berkata, " Apakah kau
akan meninggalkan bumi dan langitmu? Padahal orang yang hijrah tak ubahnya
kuda yang dikekang." Si anak Adam bergeming dan tetap berhijrah.



Setan pun menghalanginya di jalan jihad dan berkata, "Apakah kau akan
berjihad, padahal jihad itu menyusahkan dirimu dan menghabiskan hartamu.
Kau berperang lalu kau akan terbunuh sedang isterimu akan dinikahi orang
lalu hartamu dibagi-bagi." Si anak Adam berpaling dari setan dan tetap
berjihad.



Lalu Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang melakukan seperti itu, pastilah
Allah akan memasukkannya ke dalam jannah. Dan barangsiapa yang terbunuh,
pastilah Allah akan memasukkannya ke dalam Jannah, jika dia tenggelam,
pastilah Allah akan memasukkannya ke dalam Jannah, atau ia terjatuh dari
kendaraanya, pastilah Allah akan memasukkannya ke dalam Jannah." (HR. an
Nasa'l dan Ibnu Hibban, shahih).



Tiga hal ini merupakan amal utama yang juga disebutkan dalam beberapa ayat.
Salah satunya;

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah
dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi
Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (QS. At Taubah: 20)

Disebutkan pula dalam surat al Baqarah; 218 dan tiga ayat secara berurutan
dalam surat al Anfal; 72, 74 dan 75.



Bagi setan, akan sangat merugikan jika manusia dibiarkan meraih derajat
yang tinggi di sisi Allah dan meraih kemenangan (al fauz) karena berarti
setanlah yang kalah dan buntung. Oleh karenanya, setan akan nyanggong di
pintu tiga amal ini untuk menghalangi manusia agar menjauh darinya. Ini
membuat ketiga amal ini semakin tinggi tingkat kesulitannya. Bahkan tanpa
digoda setanpun, pada tataran praktiknya, tiga hal ini memang sudah berat,
apalagi ditambah godaan dari setan.



Yang pertama, beriman. Bagi kita yang sudah menjadi muslim sejak kecil,
barangkali tidak merasakan beratnya ujian ini. Tapi bagi mereka yang baru
diberi hidayah setelah sekian lama berada dalam kekufuran, menjadi seorang
mukmin adalah sebuah revolusi besar dalam perjalanan hidupnya. Kebimbangan,
perang pikiran dan berbagai kekhawatiran yang dibisikkan setan akan semakin
memberatkan langkah.



Memang, argumentasi setan yang disebutkan dalam hadits terlihat sangat
sederhana, tapi aplikasinya akan lebih variatif mengacu pada titik lemah
yang memungkinkan si manusia mengurungkan niatnya mengucapkan syahadat.

Dan yang tetap mengikrarkan syahadat, ia telah selamat dari setan dan
mendapatkan kunci Jannah.

Selanjutnya tinggal membuktikan imannya dengan taat pada syariat-Nya.



Yang kedua hijrah. Meskipun hijrah juga memiliki makna hijrah maknawi yaitu
berpindah dari keburukan menuju kebaikan, tapi dalam konteks ini, yang
dimaksud adalah hijrah secara *hissi*.

Yaitu berpindah dari negeri yang tidak kondusif untuk keimanannya menuju
negeri yang lebih mendukung untuk pengalaman Islam secara sempurna. Imam
ath Tahabari menjelaskan, "Maksud dari 'orang-orang yang berhijrah' adalah
orang-orang mukmin yang pergi dari negerinya karena enggan tinggal bersama
orang-orang musyrik dan bertetangga dengan mereka menuju negeri lain."
(Tafsir ath Thabari IV/317)



Hijrah bukanlah amal ringan. Pada hadits di atas, setan mengibaratkan orang
yang hijrah seperti kuda yang dikekang. Artinya, di negeri yang bukan
tempat tinggalnya, seseorang akan banyak terkekang dan tidak bisa bebas
bergerak sebagaimana di negerinya sendiri (Syarh Sunan an Nasa'i Juz
IV/408). Ada banyak keterbatasan mulai dari bahasa, kultur, iklim juga
keterbatasan hubungan yang bakal ditemui di negeri orang.

Banyak hal yang barangkali harus dimulai dari nol.

Dan ini bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Sifat manusia tidak suka
berpindah dari kernapanan menuju ketidakpastian. Maka layaklah kiranya jika
orang-orang yang berhijrah mendapat kemuliaan di sisi Allah hingga setanpun
berusaha keras untuk menghalanginya.



Yang terakhir jihad. Ini yang terberat hingga Rasulullah shalallahu 'alaihi
wassalam, menyebutnya sebagai *dzirwatu sanamil Islam*, titik puncaknya
Islam.

Yang dimaksud adalah berperang melawan musuh-musuh Islam untuk menegakkan
Islam dalam arti konfrontasi nyata. Bukan jihad dalam arti
bersungguh-sungguh dalam beramal kebaikan atau bekerja. Makna yang sering
jadi bahan distorsi untuk makna jihad ini tidak akan cocok dengan pemaparan
Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, dalam lanjutan hadits di atas
berupa "barangsiapa yang terbunuh" dan "jatuh dari kendaraan".



Saking penting dan tingginya nilai jihad, dalam banyak nash disebutkan
Allah menjanjikan berbagai macam pahala dan balasan mulia bagi mujahid.
Sebaliknya, setan juga habis-habisan menghalangi orang-orang mukmin dari
jihad. Dikerahkan seluruh bala tentara dan semua potensi

yang dimiliki; pemimpin-pemimpin kafir di seluruh dunia dengan kampanye
antijihadnya, munafikin yang merusak semangat juang umat, dan kalangan awam
yang persepsi dan sikapnya mudah disetir.



Menyatunya kekuatan ini; kekuasaan dan propaganda, menjadi kekuatan yang
mengerikan. Sampai-sampai sebagian umat Islam sendiri ada yang turut
bersuka cita kala mendengar pemimpin gerakan jihad melawan kaum kafir tewas
dibantai diktator kafir, hanya gara-gara sedikit perbedaan dalam hal metode
dakwah dan cara memperjuangkan Islam. Barangkali setan pun ikut tersenyum
melihat ironisme ini.



Tentunya jihad yang dimaksud bukanlah gerakan membabi buta yang karenanya
lebih sering menjadi permainan intelejen kafir dan menjadi alat memojokkan
umat Islam daripada merugikan pihak musuh.

Jihad adalah gerakan terencana dan berorientasi pada tegaknya Islam, bukan
hanya yang penting mati syahid. Inilah jihad yang akan membuat orang-orang
kafir geram, munafikin kelimpungan dan memisahkan umat antara yang berwala'
kepada Allah dan Rasul-Nya dengan yang condong

kepada setan dan kekafiran.



Tiga hal ini, utamanya jihad, adalah amalan besar. Bagi kita yang belum
diberi kesempatan oleh Allah untuk melaksanakannya, paling tidak kita
memiliki pemahaman yang benar tentangnya. Bukan malah membenci para
mujahidin dan hanyut oleh propaganda sesat kaum kafir. Semoga Allah
senantiasa menuntun jalan pikiran dan amal kita di atas jalan yang benar.

Amin.Wallahua'lam (T. Anwar).



Sumber Ar-risalah Edisi Vol. XI No. 09


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Jumat, 27 April 2012

[daarut-tauhiid] Ringkasan tentang Ibadah dan Ahli Bid'ah

 

Ringkasan tentang Ibadah dan ahli bid'ah

Firman Allah ta'ala yang artinya "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku" (QS Adz Dzaariyaat 51 : 56)

"Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai kematian menjemputmu" (QS al Hijr [15] : 99)

Ibadah berasal dari bahasa Arab abada, ya'budu artinya menyembah, menghamba, mengabdi, tunduk.

Tauhid adalah kita ridho sebagai hamba Allah dan mengakui ke Maha Kuasa an Allah Azza wa Jalla dengan beribadah kepada Allah yakni menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Perbuatan menyekutukan Allah adalah mereka yang tidak mengakui ke -Maha Kuasa – an Allah Azza wa Jalla sehingga tidak beribadah kepada Allah atau tidak menjalankan perintahNya dan tidak menjauhi laranganNya

Ibadah terbagi dua macam yakni perkara syariat dan amal kebaikan

Perkara syariat adalah segala perkara yang telah disyariatkanNya atau diwajibkanNya, wajib dijalankan dan wajib dijauhi meliputi menjalankan perkara kewajiban yang jika ditinggalkan berdosa, menjauhi apa yang telah dilarangNya dan diharamkanNya yang jika dilanggar atau dikerjakan berdosa.

Perkara syariat adalah sarana pembuktian cinta kepada Allah dan RasulNya

Amal kebaikan adalah segala amal kebaikan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan segala perkara di luar perkara syariat yang tidak bertentangan dengan Al Qur'an dan Hadits.

Amal kebaikan adalah sarana untuk meraih cintaNya dan cinta RasulNya

Dalam sebuah hadit qudsi, Rasulullah bersabda "Allah berfirman, hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan (perkara syariat), jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amal kebaikan maka Aku mencintai dia" (HR Bukhari 6021)

Ahli bid'ah adalah mereka yang melarang sesuatu yang tidak dilarangNya, mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkanNya, mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkanNya atau mereka yang mencontohkan sesuatu di luar perkara syariat yang bertentangan dengan Al Qur'an dan Hadits.

Dalam melarang, mengharamkan, mewajibkan sesuatu digunakanlah metodologi istinbat (menetapkan hukum perkara) namun dilakukan bagi mereka yang mempunyai kompetensi sebagai Imam Mujtahid.

Ahli bid'ah adalah mereka yang menganggap Allah Azza wa Jalla telah lupa

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban (ditinggalkan berdosa), maka jangan kamu sia-siakan dia; dan Allah telah memberikan beberapa larangan (dikerjakan berdosa)), maka jangan kamu langgar dia; dan Allah telah mengharamkan sesuatu (dikerjakan berdosa), maka jangan kamu pertengkarkan dia; dan Allah telah mendiamkan beberapa hal sebagai tanda kasihnya kepada kamu, Dia tidak lupa, maka jangan kamu perbincangkan dia." (Riwayat Daraquthni, dihasankan oleh an-Nawawi)

Ahli bid'ah adalah mereka yang menyekutukan Allah sehingga Allah ta'ala menutup taubat mereka sampai mereka meninggalkan bid'ahnya.

Dari Anas r.a. berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda : "Sesungguhnya Allah menutup taubat dari tiap-tiap orang dari ahli bid'ah sehingga ia meninggalkan bid'ahnya." (H. R. Thabrani)

Ahli bid'ah adalah mereka yang menyekutukan Allah oleh karenanya mereka akan bertempat di neraka

Firman Allah Azza wa Jalla yang artinya, "Katakanlah! Tuhanku hanya mengharamkan hal-hal yang tidak baik yang timbul daripadanya dan apa yang tersembunyi dan dosa dan durhaka yang tidak benar dan kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak turunkan keterangan padanya dan kamu mengatakan atas (nama) Allah dengan sesuatu yang kamu tidak mengetahui." (QS al-A'raf: 32-33)

Dalam hadits Qudsi , Rasulullah bersabda: "Aku ciptakan hamba-hambaKu ini dengan sikap yang lurus, tetapi kemudian datanglah syaitan kepada mereka. Syaitan ini kemudian membelokkan mereka dari agamanya, dan mengharamkan atas mereka sesuatu yang Aku halalkan kepada mereka, serta mempengaruhi supaya mereka mau menyekutukan Aku dengan sesuatu yang Aku tidak turunkan keterangan padanya." (Riwayat Muslim)

Allah Azza wa Jalla berfirman, "Mereka menjadikan para rahib dan pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah". (QS at-Taubah [9]:31 )

Ketika Nabi ditanya terkait dengan ayat ini, "apakah mereka menyembah para rahib dan pendeta sehingga dikatakan menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah?" Nabi menjawab, "tidak", "Mereka tidak menyembah para rahib dan pendeta itu, tetapi jika para rahib dan pendeta itu menghalalkan sesuatu bagi mereka, mereka menganggapnya halal, dan jika para rahib dan pendeta itu mengharamkan bagi mereka sesuatu, mereka mengharamkannya"

Pada riwayat yang lain disebutkan, Rasulullah bersabda "mereka (para rahib dan pendeta) itu telah menetapkan haram terhadap sesuatu yang halal, dan menghalalkan sesuatu yang haram, kemudian mereka mengikutinya. Yang demikian itulah penyembahannya kepada mereka." (Riwayat Tarmizi)

Firman Allah ta'ala yang artinya,

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas." (Qs. al-Mâ'idah [5]: 87).

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung" [QS. An-Nahl : 116]

Wassalam

Zon di Jonggol, Kab Bogor 16830

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Tadabur Qur'an Jum'at 27 April jam 16-Maghrib di Naripan Bandung

 

Info Pengajian@
AssalamualaikumWr.Wb..Ibu2/Bapak2/Rekan2/Adik2 Ɣªήğ diRahmati Alloh...

Hadiri Tadabur Qur'an (TQ) kajian Ayat per Ayat dgn Pemateri : Kang Sholeh Kusmana(Subang) pada :
Jumat, 27 April 2012; Di Jl Naripan 62A Lantai 2 (BE TOURS); Jam 16.00 sd Maghrib berjamaah.

Wajib bawa Al Quran terjemah Bahasa atau Basa Sunda serta perlengkapan sholat.

Mohon disebarkan.

Terima kasih.
AHS
Powered by Telkomsel BlackBerry®

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___