Jumat, 29 Juni 2012

[daarut-tauhiid] Jodoh, Cinta Dan Pasangan Dunia Akhirat

 

Jodoh, Cinta Dan Pasangan Dunia Akhirat
By: Muhamad Agus Syafii
Bagaimana kita menemukan jodoh yang bisa menjadi pasangan dunia akhirat? Sahabatku, bila ingin mendapatkan jodoh yang bisa menjadi pasangan dunia akhirat lihatlah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah sebab kualitas hidup kita akan diketahui dan teruji hanya setelah kita hidup berpasangan, karena dalam hidup berpasangan akan dapat diketahui kualitas, kapasitas dan sifat-sifat kemanusiaannya. Dalam hidup pernikahan itulah seseorang teruji kepribadiannya, tanggung jawabnya, keibuannya, kebapakannya, perikemanusiaannya, ketangguhannya, kesabarannya. Begitu besar makna hidup berumah tangga sampai Nabi mengatakan bahwa di dalam hidup berumah tangga sudah terkandung separoh urusan agama. fitrah kita sebagai manusia membutuhkan sebagai pendamping hidup, sebagai partner dalam suka maupun duka sekaligus sebagai pasangan yang mampu selalu berpikir dan berkehendak baik terhadap pasangannya. Ia akan memberi dukungan jika ia merasa bahwa dukungannya itu akan membawa
kebaikan pasangannya. 
Sebaliknya jika pasangannya keliru jalan, ia akan berkata tidak! meski pahit diucapkan dan pahit di dengar. Pasangan yang materialistis biasanya rajin hadir dalam keadaan suka, tetapi ia segera menjauh jika pasangannya dalam kesulitan, ia pasangan hanya dalam suka, tidak dalam duka. Pasangan dunia biasanya angin-anginan, terkadang mesra, tetapi suatu ketika bisa menjadi musuh, bahkan musuh yang sukar didamaikan. Pasangan dunia adalah pasangan sehidup, tetapi belum tentu semati. Hanya pasangan dunia akhirat yang biasanya hadir dalam keadaan suka, tetapi juga hadir membela ketika dalam duka. Pasangan dunia akhirat adalah pasangan yang terikat oleh nilai-nilai kebaikan, ikhlas dan ibadah. Ketika kita sudah matipun pasangan sejati tetap menjaga nama baik kita, mendoakan kita. Dialah jodoh anda sehidup semati, pasangan di dunia dan pasangan di akhirat.
Sahabatku yang ingin segera menikah, carilah jodoh dunia akhirat, jodoh yang sehidup semati dalam mengarungi bahtera rumah tangga hanya dengan mengharap keridhaan Allah. bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar & memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.
---
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini untuk mendapatkan jodoh yg terbaik dari sisi Allah.'Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah' Artinya. 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'
Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
---
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Bersabarlah! & memohon kpd Allah agar diberikan jodoh yg terbaik. Insya Allah, keluarga sakinah mawaddah warahmah segera terwujud. yuk..hadir pada kegiatan "Berkah Ramadhan Bersama Amalia" (BELIA) Ahad, 29 Juli 2012. jam 4 s.d 6 sore di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi: pakaian baru, buku bacaan, paket sembako, peralatan sholat, konsumsi berbuka puasa. Silahkan kirimkan ke Rumah Amalia. Jl. Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] KIAT-KIAT MENGHAFAL AL-QUR-AN DAN AS-SUNNAH

 

Kategori Al-Ilmu
Kiat-Kiat Menghapal Al-Qur-an Dan As-Sunnah
Rabu, 13 Juni 2012 22:32:19 WIB

KIAT-KIAT MENGHAFAL AL-QUR-AN DAN AS-SUNNAH

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas


Seorang penuntut ilmu hendaknya mengetahui bahwa menuntut ilmu memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui. Ia harus memulai dari yang paling penting kemudian yang penting. Ia tidak boleh tergesa-gesa, bahkan ia harus bersabar dan mengetahui kadar kemampuan dirinya.

Para ulama kita tidak pernah melewati dan menyimpang dari tahapan menuntut ilmu karena bertahap dalam menuntut ilmu adalah jalan selamat untuk memperoleh ilmu. Bertahap dalam menuntut ilmu ini berdasarkan firman Allah Tabaaraka wa Ta'aala,

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا

"Dan Al-Qur-an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap." [Al-Israa': 106]

Dan firman Allah Ta'ala,

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا

"Dan orang-orang kafir berkata: 'Mengapa Al-Qur-an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?' Demikianlah agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengan-nya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar)." [Al-Furqan: 32]

Banyak manusia yang tercegah dari tujuannya dalam menuntut ilmu karena meninggalkan ushul (landasan pokok). Yang dimaksud ushul adalah Al-Qur-an dan As-Sunnah.

Seorang penuntut ilmu hendaklah memprioritaskan dirinya untuk menghafalkan Al-Qur-an kemudian hadits-hadits Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam. Demikianlah yang dinasihatkan oleh para ulama Salaf kepada orang yang hendak menimba ilmu dari mereka.

Imam Abu 'Umar Yusuf bin 'Abdullah bin Muhammad Ibnu 'Abdil Barr (wafat th. 463 H) rahimahullaah mengatakan, "Menuntut ilmu memiliki tingkatan dan tahapan yang tidak boleh dilanggar. Siapa yang melanggarnya secara keseluruhan, maka ia telah melanggar jalan para ulama Salaf, siapa yang melanggar jalan mereka dengan sengaja, maka ia telah tersesat, dan siapa yang melanggarnya lantaran ijtihadnya, maka ia telah menyimpang.

Awal dari ilmu adalah menghafalkan Kitabullah dan memahaminya. Segala apa yang dapat membantu untuk memahaminya, maka wajib untuk mempelajarinya. Aku tidak mengatakan bahwa menghafal seluruh Al-Qur-an adalah fardhu, tetapi aku katakan bahwa hal itu adalah wajib (sunnah yang mendekati wajib) dan keharusan bagi siapa saja yang ingin menjadi seorang yang alim, bukan fardhu.

Al-Qur-an adalah pokok dari ilmu. Siapa yang menghafalkannya sebelum usia baligh, kemudian meluangkan waktunya untuk mempelajari apa yang dapat membantunya dalam memahaminya berupa bahasa Arab, maka hal itu adalah penolong terbesar untuk mencapai tujuan dalam memahami Al-Qur-an dan Sunnah-Sunnah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam...

Kemudian melihat kepada Sunnah-Sunnah yang masyhur, yang telah tetap dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sehingga dengannya seorang penuntut ilmu sampai kepada maksud Allah Ta'ala dalam Kitab-Nya. Dan Sunnah itu membukakan hukum-hukum Al-Qur-an baginya...

Barangsiapa mencari Sunnah-Sunnah Nabi, hendaklah ia prioritaskan pada hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para imam, yang tsiqah dan banyak hafalannya (huffazh)[1]." Maka, wahai saudaraku, engkau harus menghafal ushul dan mencari bantuan dengannya.

Imam Ibnu Jama'ah (wafat th. 733 H) rahimahullaah mengatakan, "Hendaklah (penuntut ilmu) memulai dengan Kitabullaahil 'Aziiz, menghafalkannya dengan mutqin (betul-betul matang), bersungguh-sungguh memahami tafsirnya, dan semua ilmunya (ilmu Al-Qur-an). Karena, Al-Qur-an adalah pokok ilmu, induk-nya, dan yang paling penting."[2]

Jadi, target utama penuntut ilmu adalah menghafal Kitabullah dan Sunnah Nabi yang shahih. Setelah itu hendaklah ia menghafalkan kitab-kitab matan, baik dalam bidang aqidah, fiqih, hadits, nahwu, maupun fara-idh. Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah mengatakan, "Yang paling penting bagi seseorang dalam menuntut ilmu adalah mempelajari tafsir Kalamullaah karena Kalamullaah seluruhnya adalah ilmu. Allah Ta'ala berfirman,

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

"... Dan Kami turunkan Al-Kitab (Al-Qur-an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu sebagai petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim)." [An-Nahl: 89]

Dahulu para Shahabat tidak pernah melewati sepuluh ayat sampai mereka mempelajari apa yang ada di dalamnya berupa ilmu dan amal sehingga mereka mempelajari Al-Qur-an, ilmu, dan amal sekaligus. Menurut saya inilah yang paling penting. Maka hendak-lah para remaja -terutama anak-anak- memulainya dengan menghafalkan Al-Qur-an... Bersamaan dengan itu hendaklah penuntut ilmu mencurahkan perhatiannya terhadap Sunnah karena merupakan landasan syari'at yang tidak dapat dipisahkan selamanya, Al-Qur-an dan As-Sunnah keduanya merupakan wahyu. Dan apa yang telah tetap dalam As-Sunnah sama saja dengan apa yang ditetapkan di dalam Al-Qur-an.

Allah Ta'ala berfirman,

وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

"... Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur-an) dan hikmah (As-Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu sangat besar." [An-Nisaa': 113][3]

• Kiat-kiat Menghafal Al-Qur-an [4]
Dahulu menghafalkan Al-Qur-an dalam pandangan ulama merupakan hal pokok. Dengannya mereka memulai menuntut ilmu. Karena itulah mereka tidak pernah ragu memulai menghafal Al-Qur-an. Hafalannya menjadi ciri khas yang tampak di masyarakat ulama dan penuntut ilmu. Sebagian Salaf sangat menganggap aib karena tidak menghafal Al-Qur-an. Di antara buktinya adalah apa yang diungkapkan al-Hafizh Ibnu Hajar (wafat th. 852 H) dalam Taqriibut Tahdziib (I/664, no. 4529), tentang biografi 'Utsman bin Muhammad bin Abi Syaibah, "Dia adalah tsiqah, seorang hafizh yang terkenal, tetapi dia memiliki auham (sejumlah kesalahan) dan dikatakan dia tidak hafal Al-Qur-an."[5]

Sesungguhnya menghafalkan Al-Qur-an bukan merupakan kewajiban atas seorang penuntut ilmu, tetapi hafalannya adalah kunci menuju jalan hafalan dan pemahaman. Hendaklah seorang penuntut ilmu mengetahui bahwa menghafalkan Al-Qur-an dan mengamalkannya dapat menambah ketinggian derajat. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَ يَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ.

"Sesungguhnya Allah Ta'ala mengangkat (derajat) beberapa kaum dengan Kitab (Al-Qur-an) dan merendahkan yang lainnya dengan Al-Qur-an". [6]

Berikut beberapa hal yang dapat membantu se-orang penuntut ilmu dalam menghafal Al-Qur-an:

1. Berdo'a kepada Allah Ta'ala dengan ikhlas agar diberikan kemudahan dalam menghafalkan Al-Qur-an. Hendaklah menghafal Al-Qur-an dilakukan dengan ikhlas semata-mata mencari keridhaan Allah Ta'ala.

2. Memperdengarkan semampunya ayat-ayat yang telah dihafalnya kepada seorang qari' yang baik bacaan dan hafalannya.

3. Mengulang-ngulang ayat yang telah dihafal secara terjadwal dan berusaha untuk disiplin.

4. Menggunakan satu mushaf Al-Qur-an agar dapat menguatkan hafalan.

5. Mengulang-ngulang ayat yang dihafal sepuluh kali/dua puluh kali -boleh juga lebih- dengan berdiri, duduk, dan berjalan.

6. Membaca ayat-ayat yang baru dihafalkan dalam shalat karena dapat lebih melekatkan hafalan.

7. Membaca terjemah dan tafsir ayat yang telah dihafalkan.

8. Menjauhi dosa dan maksiyat.

Imam adh-Dhahhak (wafat th. 102 H) rahimahullaah mengatakan, "Tidaklah seseorang mempelajari Al-Qur-an kemudian ia lupa, melainkan disebabkan dosa." Beliau lalu membaca firman Allah,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

"Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)." [Asy-Syuura: 30]

Kemudian beliau melanjutkan, "Musibah apakah yang lebih besar daripada melupakan al-Qur-an?" [7]

9. Menentukan jadwal yang teratur untuk menentukan batas hafalan harian (apa yang dihafal setiap hari).

Diusahakan untuk tidak menyelisihi aturan atau mengubahnya, kecuali karena ada hal-hal yang darurat untuk dilakukan.

10. Hendaknya ayat yang diahafal sedikit setiap hari agar lebih melekat

Bagi yang sudah hafal beberapa juz Al-Qur-an atau yang sudah hafal 30 juz, hendaklah ia selalu muraja'ah (mengulang-ngulang) hafalannya dan menjaganya dengan baik karena Al-Qur-an lebih cepat hilangnya daripada unta yang diikat.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

تَعَاهَدُوْا هَذَا الْقُرْآنَ، فَوَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُتَا مِنَ الْإِبِلِ فِيْ عُقُلِهَا

Bacalah selalu Al-Qur'an ini. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh, Al-Qur-an itu lebih mudah lepas daripada seekor unta dalam ikatannya"[8]

• Kunci dalam Menghafal dan Mengingat
Ada beberapa hal penting yang dapat membantu penuntut ilmu dalam menghafalkan atau mengingat pelajarannya dengan gambaran yang baik, di antaranya:

1. Mengikhlaskan niat karena Allah dan mengharapkan ganjaran dari-Nya.

2. Menjauhi hal-hal yang diharamkan dan dilarang syari'at.

3. Hasil usaha yang baik, memakan makanan yang halal dan menjauhi yang haram.

4. Mengosongkan hati dari berbagai kesibukan.

5. Tidak menghafal pada saat sangat lapar, haus, capek, atau pada saat hatinya sibuk dengan urusan yang lain.

6. Berkemauan tinggi, bersungguh-sungguh, dan terus mengulangi pelajaran agar berhasil menghafal.

7. Tidak putus asa dengan jeleknya kemampuan menghafal dan terus mengulang-ngulang pelajaran.

8. Mengulangi pelajaran dengan suara yang dapat didengarnya karena mendengarkan pelajaran dapat membantunya dalam menghafal.

9. Menggunakan bantuan pena atau kertas untuk menyusun segala apa yang dapat membantunya dalam menghafal, atau mengulang-ngulang pela-jaran dengan cara ditulis.

10. Dan sebelum semua hal di atas, hendaklah selalu bertaqwa kepada Allah Ta'ala.[9]

Imam al-Bukhari rahimahullah adalah orang yang kuat hafalannya. Beliau pernah ditanya, "Apakah obat lupa itu?" Beliau menjawab, "Senantiasa melihat ke kitab" (Yaitu selalu membaca dan mengulanginya).[10]

• Waktu-waktu Terbaik untuk Menghafal
Imam Ibnu Jama'ah rahimahullaah menuturkan, "Waktu yang paling baik untuk menghafal adalah ketika sahur; untuk membahas di pagi hari; untuk menulis di siang hari; dan untuk muthala'ah dan berdiskusi (mudzakarah) di malam hari."

Al-Khatib al-Baghdadi (wafat th. 463 H) rahimahullaah mengatakan, "Waktu yang paling baik untuk menghafal adalah di waktu sahur, kemudian pertengahan hari, dan selanjutnya di pagi hari." Beliau menambahkan, "Menghafal di malam hari lebih mendatangkan manfaat daripada menghafal di siang hari, dan ketika lapar (yang tidak sangat) lebih bermanfaat daripada ketika kenyang." [11]

• Tempat Terbaik untuk Menghafal
Imam Ibnu Jama'ah mengatakan -menukil dari al-Khatib, "Tempat yang paling baik untuk menghafal adalah kamar dan setiap tempat yang jauh dari hal-hal yang membuat lalai." Beliau berkata, "Tidak baik apabila menghafal di tempat yang terdapat tumbuhan, di sekitar pohon-pohon yang menghijau, di tepi sungai, di tengah jalan, dan tempat yang bising karena hal itu (umumnya) dapat mencegah kosongnya hati (untuk menghafal)."[12]

• Penuntut Ilmu Harus Akrab dengan Al-Qur-an
'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiyallaahu 'anhuma berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam ber-sabda kepadaku,

اِقْرَإِ الْقُرْآنَ فِيْ كُلِّ شَهْرٍ، قَالَ: قُلْتُ: إِنِـّيْ أَجِدُ قُوَّةً. قَالَ: فَاقْرَأْهُ فِيْ عِشْرِيْنَ لَيْلَةً، قَالَ: قُلْتُ: إِنِـّيْ أَجِدُ قُوَّةً، قَالَ: فَاقْرَأْهُ فِيْ سَبْعٍ وَلَا تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ.

"Bacalah Al-Qur-an (sampai khatam) setiap bulan." 'Abdullah berkata, aku berkata, "Sungguh, aku mampu mengerjakan lebih dari itu." Rasulullah bersabda, "Maka bacalah (sampai khatam) selama dua puluh hari." 'Abdullah berkata, aku berkata, "Sungguh, aku mampu melakukan lebih dari itu." Rasulullah bersabda, "Jika demikian, bacalah (sampai khatam) selama tujuh hari dan jangan lebih dari itu." [13]

Jundub bin 'Abdullah bin Sufyan al-Bajali (wafat antara th. 60-70 H) radhiyallaahu 'anhu pernah berwasiat, "Aku berwasiat kepada kalian, hendaklah bertakwa kepada Allah. Aku juga berwasiat kepada kalian agar selalu (membaca dan menghayati) kandungan Al-Qur-an karena ia adalah cahaya di malam yang kelam dan petunjuk di siang yang terang. Ketahuilah bahwa Al-Qur-an bisa menyebabkan kamu meraih sesuatu yang nilainya sangat tinggi... ."[14]

[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga "Panduan Menuntut Ilmu", Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, PO BOX 264 – Bogor 16001 Jawa Barat – Indonesia, Cetakan Pertama Rabi'uts Tsani 1428H/April 2007M]
_______
Footnote
[1]. Jaami' Bayaanil 'Ilmi wa Fadhlihi (II/1129-1130).
[2]. Tadzkiratus Saami' wal Mutakallim (hal. 167-168).
[3]. Kitaabul 'Ilmi (hal. 222-223) dengan sedikit perubahan.
[4]. Dinukil dari kitab Ma'aalim fii Thariiq Thalabil 'Ilmi (hal. 193-200) dengan diringkas.
[5]. Taqriibut Tahdziib (1/664, no. 4529)
[6]. Hadits Shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 817), dari Sha-habat 'Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu 'anhu.
[7]. Mukhtashar Qiyaamul Lail (hal. 162), dinukil dari kitab Ma'aalim fii Thariiq Thalabil 'Ilmi (hal. 200).
[8]. Hadits shahih : Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5033) dan Muslim (no. 791 (231)) dari Shahabat Abu Musa al-Asy'ari radhiyallaahu anhu
[9]. Dinukil dari kitab ath-Thariiq ilal 'Ilmi (hal. 59-60).
[10]. Jaami' Bayaanil 'Ilmi wa Fadhlihi (II/1277, no. 2414)
[11]. Tadzkiratus Saami' wal Mutakallim fii Aadaabil 'Aalim wal Muta'allim (hal. 118-119), karya Imam Ibnu Jama'ah rahimahullaah.
[12]. Ibid (hal. 119).
[13]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5054) dan Muslim (no. 1159 (184), lafazh ini milik Muslim.
[14]. Siyar A'laamin Nubalaa' (III/174).
***** This message may contain confidential and/or privileged information. If you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any information herein. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt. *****

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Pengaruh Tauhid Dalam Kehidupan Pribadi Dan Masyarakat

 

Pengaruh Tauhid Dalam Kehidupan Pribadi Dan Masyarakat

Sesungguhnya Allah menciptakan segenap alam agar mereka ber`ibadah kepadaNya, mengutus para rasul `Alaihimussalaam untuk menyeru semua manusia agar mentauhidkanNya, al Quraanul Karim banyak dibanyak surat menekankan tentang arti pentingnya tauhid menjelaskan bahaya syirik atas pribadi dan masyarakat, al Quraan dan as Sunnah menerangkan kepada kita pengaruh yang baik sekali atas tauhid tersebut, dimana tauhid itu jika diamalkan oleh seseorang baik pribadi maupun masyarakat didalam kehidupan serta diwujudkan secara hakiki (murni), niscaya akan menghasilkan buah yang sangat manis diantaranya adalah: "Membentuk kepribadian yang kokoh, ia membuat hidup dan pengalaman seorang ahli tauhid begitu istimewa, tujuan hidupnya jelas, tidak ber`ibadah kecuali hanya satu (ilaah) [1] saja. Kepada-Nya ia menghadap, baik dalam kesendirian atau ditengah keramaian orang, ia berdo'a dalam keadaan sempit maupun lapang".

Berbeda dengan seorang musyrik yang hatinya terbagi untuk Ilaah selain Allah dan ma`buudaat (yang di`ibadati selain Allah `Azza wa Jalla) yang banyak suatu saat ia menghadap kepada orang hidup, pada saat lain ia menghadap kepada orang yang mati. Artinya terkadang ia meminta kepada yang hidup sebagai perantara (wasilah) antara ia dengan Allah Jalla wa `Alaa untuk menyampaikan hajat hajat mereka, seperti tuan guru, kyai, jin, syaithon dan lain sebagainya. Adapun pada yang mati, seperti berziarah kekuburan para wali yang dikeramatkan, sunan sunan, tempat tempat keramat, dan sejenisnya. Ini adalah ciri hati orang yang sudah terpecah pecah akibat kesyirikan demikian pula orang-orang yang aqidahnya tidak lurus, tauhidnya tersesat lagi tidak tepat kepada Allah Subhaana wa Ta`aalaa, kehidupannya bahkan demikian dan disangsikan, dari sinilah perkataan Nabi Yusuf `Alaihi wa Sallaam kepada orang yang didalam penjara tersebut, dimana Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa
telah mengabadikan di dalam al Quraan, Allah berfirman:

" Hai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik Ilaah-ilaah yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ?" (Yusuf : 39)

Beribadah kepada ilaah yang bermacam-macam merupakan karateristik Yahudi dan Nashara, sebagaimana Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa berfirman:

Artinya : "Mereka telah menjadikan orang orang alim mereka dan rahib rahib mereka sebagai ilah selain Allah, dan (juga mereka meng ilahkan) al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh beribadah hanya kepada Allah saja, tidak ada Ilaah yang berhak untuk di`ibadati selain Dia, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan") (surat at-Taubah :31)

Ketika Rasulullahi Shollallahu `Alaihi wa Sallam membaca ayat ini datanglah `Adiy bin Haatim kepada beliau, saat itu di dadanya masih ada salib, berkata `Adiy bin Haatim : "sesungguhnya kami tidak pernah meng`ibadati mereka", Rasulullah menanggapi; "Bukankah mereka itu megharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah Subhaana wa Ta`aalaa lalu kalianpun ikut mengharamkannya?!, dan bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah `Azza wa Jalla lalu kalianpun ikut menghalalkannya juga?!" `Adiy menjawab : "Benar"! maka beliau bersabda : "Itulah `ibadah mereka kepada orang orang yang `alim dan rahib mereka!" Hadist ini diriwayatkan oleh : At-Tirmidzi dan dinyatakan hasan oleh beliau [2]. Demikian pula orang orang nashara telah menjadikan Isa bin Maryam sebagai Ilah (di`ibadati oleh mereka selain Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa), dikalangan mereka berpecah belah didalam memahami tentang `Isa bin Maryam, sebahagian mereka
mengatakan, `Isa adalah Ilah, sebahagian lain mengatakan, anak Allah, serta trinitas ini merupakan perpecahan yang terjadi didalam tubuh nashara tersebut.

Sedangkan orang mukmin dia hanya beribadah kepada Allah saja, ia mengetahui apa yang diridhoi oleh Allah dan yang dimurka -Nya, sehingga ia hanya akan melakukan apa yang membuatNya ridho dan hatinya tentram. Sementara orang-orang musyrikin (orang-orang musyrik) meng`ibadahi ilah ilah yang sangat banyak, `ibadah mereka ditujukan kadang kadang kepada jin, syaithon, kuburan kuburan para wali atau orang sholeh, kyai, dukun dukun dan lain sebagainya. Demikianlah tujuan mereka dalam ber`ibadah, maka akibat dari yang demikian tauhid mereka tidak benar. Terkadang ma`buud selain Allah Jalla wa `Alaa tersebut menginginkannya kekanan, sedangkan lainnya kekiri, seseorang itu akan menjadi terombang ambing diantara peribadatan selain Allah Ta`aalaa itu, dia tidak memiliki prinsip dan ketetapan sedikitpun. Dan keadaan ini sesuai dengan apa yang digambarkan oleh Allah didalam surat Toha ayat: 124-126. Allah berfirman :

Artinya "Dan barang siapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sangat sempit, dan Kami akan membangkitkannya pada hari kiamat nanti dalam keadaan buta." Berkata dia : "Ya Rabku, kenapa Engkau menghimpunkan saya dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya di dunia adalah seorang yang melihat?" Allah berkata : "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu juga pada hari ini kamu dilupakan." (Surat Toohaa : 124-126).

Maka dari itu, sebahagian besar kaum muslimin yang tidak memiliki prinsip dan ketetapan tauhid mereka berbondong-bondong berziarah kekuburan kuburan para wali yang dikeramatkan, meminta (berdo`a) kepada mereka supaya hajat mereka dikabulkan oleh Allah Ta`aalaa. Mereka menjadikan para wali tersebut sebagai wasilah (perantara) antara mereka dengan Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa. Ini merupakan salah satu bentuk kesyirikan yang telah dilakukan oleh kafir Quraisy dahulu. Misalnya kuburan di Hadhramaut (Yaman) yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia, pada umumnya banyak kalangan menduga itu adalah kuburan Nabi Hud, akan tetapi sanadnya zhulumat (penuh dengan kegelapan) [3], dari Indonesia ribuan yang berangkat kesana untuk mengambil berkah, menyampaikan hajat-hajat mereka kepadanya, inaa lillah wa ina ilaihi roji'uun ini adalah kesyirikan yang sangat besar! Pelakunya akan kekal di neraka kalau dia tidak bertaubat sebelum meninggal.

Tauhid sumber keamanan manusia, sebab tauhid memenuhi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan, tidak ada rasa takut kecuali kepada Allah Subhaana wa Ta`aalaa saja, semua rasa takut yang diarahkan kepada selain Allah Ta`aalaa dikategorikan kesyirikan, kecuali takut fitrah (tabiat/insting)nya manusia, seperti takut kepada api, tenggelam, gelap, binatang buas, akan tetapi kalau takut tabiat/insting itu membawa kepada meninggalkan wajib (perintahNya) serta terjerumus kepada yang haram maka hukumnya juga haram.[4].

Tauhid menutup rapat celah celah kekhawatiran terhadap rizki, jiwa dan keluarga, sehingga seorang yang bertauhid tadi jalurnya lurus, tidak ada rasa takut, sebab keta`atan tidak bisa mengurangi rezeki seseorang. Al Imam as Sa'ady telah menjelaskan bahwa keta`atan itu tidak menahan reziki atau mengurangi reziki seseorang, jadi belajar ilmu al Quraan dan as Sunnah, dakwah kepada jalan Allah, tidak akan menyebabkan berkurang rezikinya, bahkan Allah SWT, akan menundukkan hati orang lain untuk membantu kehidupannya begitu janji Allah dan RasulNya kepada umat, yang mempelajari Kalamullahi, al Quraan dan as Sunnah.

Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu `anhuma :

Artinya : "Allah Tabaaraka wa Ta`aala akan menjamin bagi siapapun yang membaca al Quraan dan mengamalkannya, dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat." Kemudian beliau membaca perkataan Allah `Azza wa Jalla:

Artinya : "Maka jika datang kepadamu petunjuk daripadaKu, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, niscaya dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." (Thoohaa:123). Lihat kitab : "Syarhul `Aqiidatut Thohaawiyyah", hal. 67.

Dan ini semakna dengan apa yang telah disebutkan dalam satu hadist dari jalan `Utsman bin Affan :

Artinya : Berkata Rasulullahi Shollallahu `alaihi wa Sallam : "Sebaik baik kalian adalah yang mempelajari al Quraan dan mengajarkannya." Diriwayatkan oleh al Imam al Bukhaariy (5027).

Syaikh Salim Al-Hilali dalam kitab "Bahjatun Nazhiriin" (1/163 no. hadist 84), mengatakan dari fiqh hadist ini adalah : "Barangsiapa yang menghabiskan `umurnya untuk menuntut `ilmu dan mendalami hukum hukum Din, guna memelihara syari`at Allah, maka Allah Jalla wa `Alaa akan menundukkan hati hati orang lain untuk membantu kehidupannya guna mencukupi hajatnya." Akan tetapi jika bukan Ahlut Tauhid kehidupannya dipenuhi dengan rasa takut, gelisah, oleh karena itu Ahlut Tauhid terbentengi dirinya dari rasa takut kepada jin, manusia, kematian dan selainnya dari rasa takut yang tertanam didalam peribadinya dan jiwa manusia tersebut, seorang mukmin yang meng Esakan Allah Ta`aalaa hanya takut kepada Allah saja karena ahlut Tauhid ia merasa aman, tentram dan tidak tertimpa kegelisahan yang ketika itu manusia takut.

Dimana hal itu telah dijelaskan oleh Allah dalam al Quraan :

Artinya : " Orang-orang beriman itu tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik) mereka itulah orang orang yang mendapat petunjuk." (Al-Ana'am : 82)

Keamanan ini terpancar dari jiwa raganya, bukan karena sebab penjaga penjaga keamanan polisi atau pihak keamanan lain, dan keamanan dimaksud keamanan dunia, adapun keamanan akhirat maka lebih besar dan lebih abadi mereka rasakan. Yang demikian itu mereka peroleh, sebab mereka mengEsakan Allah Ta`aalaa, mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah`Azza wa Jalla, dan tidak mencampurkan adukkan tauhid (`ibadah) mereka dengan kesyirikan, karena mereka tahu syirik adalah kezhaliman yang besar.

Tauhid sumber kekuatan jiwa, karena tauhid memberikan kekuatan jiwa kepada pemiliknya, sebab jiwanya penuh harap kepada Allah saja, percaya dan tawakal kepada Nya, ridho atas (ketentuan) Nya, sabar atas musibahnya serta sama sekali tidak mengarap sesuatu kepada makhluk, ia hanya menghadap dan meminta kepadaNya, jiwanya kokoh seperti gunung, bila datang musibah ia segera mengharap kepada Allah Jalla wa `Alaa agar dibebaskan darinya, dia tidak meminta kepada orang orang mati, syiar dan semboyan adalah sabda Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam:

Artinya : "Apabila kamu meminta mintalah kepada Allah, dan apabila kamu minta tolong minta tolonglah kepadaNya." Dirawayatkan oleh at Tirmidziy (2516). Dan firman Allah :

Artinya : "Jika Allah menimpakan satu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Al An'aam : 17)

Tauhid dasar persaudaraan dan persamaan, ahlut Tauhiid tidak dibolehkan menjadikan ilaah ilaah (ma`buud) selain Allah diantara sesama mereka, sifat Ilaahiyah (peng`ubudiahan) hanya milik Allah `Azza wa Jalla satu satunya dan semua manusia diwajibkan ber`ibadah kepada Nya saja. Segenap manusia adalah hamba Allah Jalla wa `Alaa, dan yang paling mulia diantara mereka adalah Nabi kita Muhammad Shollallahu 'alaihi wa Sallam.

TAFSIR KEUTAMAAN BAGI AHLUL-TAUHID

Allah berfirman :

" Orang-orang beriman itu tidak mencampur adukan iman mereka dengan kezhaliman (Syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka mereka itu yang mendapat petunjuk" (An-Ana'am : 82).

Makna ayat : ahlut Tauhid mendapatkan keamanan dari segala rasa takut, `azab dari Allah, serta kebinasaan. Petunjuk kepada jalan yang lurus, maka apabila orang orang beriman itu tidak mencampur adukan iman mereka dengan kezholiman (kesyirikan) secara mutlak, tidak dan tidak pula dengan kemaksiatan, maka mereka memperoleh keamanan dan hidayah yang sempurna dari Allah Jalla wa `Alaa, dan jika mereka tidak mencampurkan keimanan mereka dengan kesyirikan, namun mereka masih melakukan kemaksiatan, maka mereka tidak memperoleh keamanan dan hidayah yang sempurna.

Dipahami dari ayat yang mulia ini; bahwa mereka yang tidak mentauhidkan (mengikhlashkan per`ibadatan) kepada Allah Subhaana wa Ta`aalaa, tidak akan pernah sama sekali mendapatkan keamanan dan hidayah, bahkan kesesatan serta kebinasaan yang mereka peroleh. (diterjemahkan dari kitab tafsir As-Sa'ady hlm. 263).

Catatan kaki:
[1] "Al Ilaah" artinya adalah Dzat yang di`ibadahi dan dijadikan tumpuan hati untuk mendapat manfaat dan menolak bahaya. Lihat Kalimatul Ikhlas milik Ibnu Rajab Rahimullah hlm. 54 – 66
[2] H.R Tirmidzi dan dinyatakan oleh Al-Albani dalam ghayatul mahram hlm. 20 sebagai hadist yang hasan.
[3] Dugaan itu adalah bohong besar.
[4] Lihat Usulus – Tsalatsah Syarah Al – Imam Ibnu Utsaimin. 

www.thullabul-ilmiy.or.id/blog/?p=119

Sumber: www.darussalaf.or.id

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Islam Itu Agama Tauhid

 

Islam Itu Agama Tauhid

Allah membuka pintu-pintu ilmu bagi hamba-hamba-Nya dengan diutusnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, yaitu pintu ibadah kepada Allah serta pintu-pintu ilmu dalam mencari rizki di muka bumi ini dari sisi yang halal. Maka tidak ada sesuatupun yang di butuhkan manusia untuk mengetahui urusan dunia dan dalam agama kecuali Allah sudah jelaskan semua kepada manusia, sehingga menjadilah mereka di atas jalan yang putih bersih, malamnya seperti siangnya, dan tidaklah seseorang itu melenceng darinya kecuali pasti binasa.

Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat yang di berikan kepada kalian, yaitu dengan diutusnya seorang Rasul kepada kalian, yang mana Rasul tersebut membacakan ayat-ayat Allah kepada kalian, serta mensucikan kalian, mengajari kalian Al-Qur'an dan Al-Hikmah ( As-sunnah ).

Dengan Rasul tersebut Allah mengeluarkan kalian dari kegelapan kesyirikan dan kekufuran menuju ke cahaya keadilan dan kebaikan, serta dari kegelapan kesedihan hati dan sempitnya dada menuju kepada cahaya ketenangan dan lapang dada.

Allah Ta'ala berfirman : 

" Maka apakah orang-orang yang di bukakan Allah hatinya untuk ( menerima ) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhan-Nya ( sama dengan orang yang membatu hatinya ) ? " ( QS. Az-Zumar : 22 ). 

Allah juga berfirman : 

Alif lam raa. ( ini adalah ) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengerluarkan manusia dari gelap gulita menuju cahaya yang terang benderang dengan izin Tuhan mereka, ( yaitu ) menuju jalan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Allahlah yang memiliki segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih. "( QS. Ibrahim : 1-2 ).

Allah mengutus nabi-nya Muhammad shallahu 'alaihi wa sallam dalam keadaan manusia berada dalam kebodohan, lalu beliau membuka pintu-pintu ilmu dalam mengenal Allah, nama-nama-Nya, sifat-sifat serta perbuatan-Nya. Dam juga pintu-pintu ilmu untuk mengenal makhluk-Nya yaitu permulaan dan akhir dari penciptaan manusia, serta hisab dan pembalasan ( di hari kiamat ).

Allah Ta'ala berfirman : 

"Dan sesungguhnya kami menciptakan manusia dari suatu sari pati ( berasal ) dari tanah. Kemudian Kami jadikan sari pati itu menjadi air mani ( yang tersimpan ) dalam tempat yang kokoh ( yaitu rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, dan segumpal darah itu Kami jadikan dia makhluk yang ( berbentuk ) lain. Maka Maha Suci Allah, penciptaan yang paling baik. Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan ( dari kuburmu ) di hari kiamat. "(QS. Al-Mu'minum:12-16 ).

Allah membuka pintu-pintu ilmu bagi hamba-hamba-Nya dengan diutusnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, yaitu pintu ibadah kepada Allah serta pintu-pintu ilmu dalam mencari rizki di muka bumi ini dari sisi yang halal. Maka tidak ada sesuatupun yang di butuhkan manusia untuk mengetahui urusan dunia dan dalam agama kecuali Allah sudah jelaskan semua kepada manusia, sehingga menjadilah mereka di atas jalan yang putih bersih, malamnya seperti siangnya, dan tidaklah seseorang itu melenceng darinya kecuali pasti binasa.

Allah Ta'ala mengutus Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam ketika manusia bergelimang dengan berbagai macam kesyirikan. Diantara mereka ada yang menyembah berhala, ada juga yang menyembah Al-Masih ibnu Maryam ( Nabi Isa 'alaihissalam ) dan ada yang menyembah pepohonan dan batu-batuan. Kemudian Allah menyelamatkan mereka dari kebodohan ini, yaitu dari beribadah kepada berhala-berhala untuk beribadah kepada Allah, mentauhidkan-Nya, mengiklaskan ibadah hanya untuk Allah saja serta menunjukkan kecintaan dan pengagungan kepada-Nya saja. Maka jadilah hamba tersebut ikhlas dalam niatnya, ikhlas dalam mencintainya serta ikhlas dalam mengagungkannya, baik lahir maupun batin.

Allah Ta'ala berfirman : 

"Katakanlah, sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah semesta alam". ( QS. Al-An'am : 162 ). 

Dalam firman-Nya yang lain : " Maka Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. " ( QS.Al-Hajj :34 ).

Demikanlah, Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam datang utntuk merealisasikan tauhid dan mensucikannya, ( yakni ) mensucikannya dari setiap kotoran-kotoran dan menutup segala pintu yang dapat mengantarkan kepada kerusakan tauhid itu atau melemahkannya. Sampai-sampai, ketika ada seseorang yang berkata kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam : "Atas kehendak Allah dan kehendak anda." Maka Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : "Apakah kamu hendak menjadikan aku sebagai tandingan bagi Allah ? Tetapi hendaknya kamu katakan : "Atas kehendak Allah saja." ( Hadits Hasan Riwayat Imam Ahmad ).

Dalam hadits ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengingkari laki-laki tersebut yang menggabungkan masyi'ah ( kehendak ) Allah dan huruf yang menghendaki penyamaan antara keduanya ( yakni faedah wawu athof yang berarti dan yang memberi faedah bahwa kata yang di gabungkan itu memiliki nilai derajat atau kedudukan yang sama, ed ), dan menjadikan hal tersebut termasuk mengadakan tandingan ( sekutu )bagi Allah, dan menjadikan tandingan bagi Allah itu adalah menyekutukan-Nya ( berbuat syirik ).

Demikian pula Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengharamkan seseorang bersumpah dengan selain Allah dan menjadikan perbuatan tersebut termasuk ke syirikan. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda : " Barang siapa bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah kufur atau syirik. "( hadits Shohib Riwayat Imam At-Tirmidzi ).Yang demikian itu karena bersumpah dengan selain Allah berarti mengagungkan yang sesuai dengannya. Maka tidak boleh bagi seorang muslim mengatakan ketika bersumpah " demi nabi " atau " demi kehidupan nabi " atau juga " demi kehidupan fulan ", akan tetapi hendaknya bersumpah denngan Allah saja atau diam.

Demikian pula ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam di tanya tentang seorang yang bertemu dengan saudaranya lalu mengucapkan salam padanya, apakah boleh membungkuk kepadanya ( ketika memberi salam ) ? Maka beliau menjawab : "Tidak ". ( HR.At-Tirmidzi ). 

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam melarang memberi salam sambil membungkuk karena hal tersebut termasuk khudhu' ( tunduk atau merendah ) yang tidak boleh dilakukan kecuali kepada Allah saja, Dialah satu-satunya yang berhak di sujudi dan di ruku'i. Dan sujud ketika memberikan salam di perbolehkan hanya pada syari'at sebelum kita. Akan tetapi syari'at ( Islam ) ini adalah syari'at yang sempurna, syari'atnya Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam melarangnya dan mengharamkan kecuali untuk Allah saja.

Dan di dalam sebuah hadits di kisahkan bahwa Mu'adz bin jabal datang ke syam dan menjumpai mereka ( penduduk syam ) bersujud ( yakni membungkuk ketika salam,ed ) kepada pemimpin-pemimpin mereka, dan hal itu terjadi sebelum mereka masuk Islam. Tatkala Mu'adz dari syam ( yakni ketika sampai di madinah, ed ), dia sujud kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, lalu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam berkata : " Apa ini wahai Mu'adz ? " Lalu Mu'adz berkata : "Aku melihat mereka ( penduduk Syam ) sujud kepada pemimpin-pemimpin mereka, Anda lebih pantas untuk disujudi ( daripada pemimpin-pemimpin mereka ) ". Lalu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Seandainya aku ( dibolehkan ) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan perempuan ( yakni para istri ) untuk sujud kepada suaminya. "( HR.Ibnu Majah ). 
Hal tersebut di karenakan besarnya hak suami terhadap istrinya.

Imam An-Nasa'I meriwayatkan dengan sanad yang jayyid ( bagus ) dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, bahwasanya sekelompok manusia datang kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dan berkata : " Wahai rasulullah, wahai orang yang terbaik dan anaknya yang terbaik, wahai tuan kami dan anaknya tuan kami." Lalu Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Wahai manusia, ucapkanlah dengan ucapan kalian, dan janganlah syetan menggoda kalian. Aku adalah Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak senang kalian mengangkat aku di atas kedudukanku yang telah Allah tentukan bagiku." 

Dan di antara upaya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam untuk menutup jalan-jalan kesyirikan adalah tidak membiarkan di dalam rumah gambar-gambar yang di sembah selain Allah atau yang di agungkan untuk di ibadahi. Dalam Shahih Bukhori dari 'Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata : "Tidaklah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan dalam rumahnya sesuatu yang di dalamnya ada salib kecuali menghancurkannya."

Salib adalah tanda yang digunakan oleh orang-orang Nashoro sebagai syiar agama mereka dan di sembah-sembah. Dan definisi salib sebagaimana terdapat dalam kamus Al-Munjid adalah semua yang berbentuk dua garis yang saling memotong dan maknanya adalah garis lurus ( vertical ) yang di potong oleh garis yang kesamping ( horizontal ), sama yang di potong itu di tengah atau di atas.

Orang-orang Nashoro menyangka bahwa Al-Masih bin Maryam itu disalib setelah dia di bunuh, maka Allah membantah anggapan tersebut dalam firmannya : 

"Tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula mereka menyalibnya, akan tetapi ( yang mereka bunuh adalah ) yang diserupakan dengan Isa bagi mereka." ( QS.An-Nisa : 157-158 ).

Orang-orang Nashoro mengagungkan salib, mereka meletakkannya di mihrab-mihrab mereka dan menggantungkannya di leher-leher mereka. Padahal termasuk dari petunjuk Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam adalah menghilangkan apa saja yang ada salibnya dalam rangka menjaga tauhid dan menjauhi penyerupaan kepada selain muslimin. Karena musuh-musuh Islam dalam rangka menghancurkan Islam, mereka menyerang kaum muslimin, baik anak-anak maupun orang dewasa ( bahkan musik dan lagu-lagu rohani orang-orang Nashoro juga memenuhi perabot perabot rumah tangga dan mainan anak-anak,ed ) Laa haula walaa quwwata illa billahi, inna lillahi wainna ilaihi raji'un.

Semoga Allah menjaga Agama kita serta menghidupkan hati kita yang telah lalai. Amin Ya Robbal 'Alamin.

Maraji' : Majmu Fatawa Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin jilid VI.

Sumber: www.darussalaf.or.id

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

Kamis, 28 Juni 2012

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3614

3 New Messages
Digest #3614
by "sekolah-kehidupan@yahoogroups.com"

Wed Jun 27, 2012 1:47 am (PDT) . Posted by:
Reminder from: sekolah-kehidupan Yahoo! Group
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/cal

Download GRATIS apapun di perpustakaan link terbesar di internet.
Wednesday June 27, 2012
9:00 am - 10:00 am

Notes:
Pertama di Indonesia Download GRATIS dapat Duit...... Informasi untuk Anda, tentang rahasia menghasilkan uang dengan cara unik, download GRATIS ...

All Rights Reserved
Copyright © 2012
Yahoo! Inc.
http://www.yahoo.com

Privacy Policy:
http://privacy.yahoo.com/privacy/us

Terms of Service:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Wed Jun 27, 2012 10:47 am (PDT) . Posted by:
Reminder from: sekolah-kehidupan Yahoo! Group
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/cal

Cara Rahasia Dapat Uang Cepat Dan Mudah!
Wednesday June 27, 2012
6:00 pm - 7:00 pm

Notes:
Sekedar Info untuk Anda. Rahasia menarik Uang tunai di ATM tanpa mengurangi Saldo Anda sedikitpun!!! 100% Terbukti nyata!!!. Tugas Anda hanya ...

All Rights Reserved
Copyright © 2012
Yahoo! Inc.
http://www.yahoo.com

Privacy Policy:
http://privacy.yahoo.com/privacy/us

Terms of Service:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Wed Jun 27, 2012 5:16 pm (PDT) . Posted by:
Reminder from: sekolah-kehidupan Yahoo! Group
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/cal

Sekolah kehidupan
Thursday June 28, 2012
12:15 pm - 1:00 am
Location: Jakarta

Notes:
Menambah tinggi badan. Belajar hipnotis & sulap. Membentuk tubuh Atletis. Memperbesar & memperpanjang penis. Membuat tubuh langsing. SMS & menelepon ...

All Rights Reserved
Copyright © 2012
Yahoo! Inc.
http://www.yahoo.com

Privacy Policy:
http://privacy.yahoo.com/privacy/us

Terms of Service:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Dua Ujian Terberat

 



Dua Ujian Terberat

By: Muhamad Agus Syafii

Laki-laki separuh baya matanya menerawang menatap kedepan. Tak ada suara dan kata yang terucap, Wajahnya nampak sejuk dan damai. Hatinya tersenyum seolah bicara, tak ada hidup yang sempurna tanpa ujian. Sebagai seorang muslim beliau banyak diberikan kemudahan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kehidupan datar dan lurus lalu menanjak mencapai kesuksesan dalam karier. Pernikahannya penuh kebahagiaan. terasa semakin lengkap dengan kehamilan istri tercintanya. Buah hati yang didambakan bagi seluruh anggota keluarganya namun toh, Allah memiliki rencana lain. Putra pertamanya, hanya bertahan 24 jam berjuang bertahan hidup. Kejadian itu benar-benar membuat hidupnya merasa terpuruk dalam kubangan yang penuh lumpur, terasa sesak untuk bernapas dan membuat perih dihati. Selama berbulan-bulan beliau mengurung diri meratapi sang buah hatinya yang telah pergi. Sungguh tak terduga. Kehilangan itu terjadi justru dipuncak kesuksesan kariernya. Kejadian itu menguji
keimanannya bahkan terkadang menggugat keberadaan Allah, 'Kenapa Allah tidak adil pada kami?' begitu ucapnya.

Ujian keimanan berikutnya, justru menimpa pada istrinya. Istrinya terserang kista dirahimnya. Dokter memvonis istrinya berisiko tinggi jika hamil lagi. Tentu saja sebagai suami hal itu membuatnya sangat terpukul dengan pernyataan itu. Dia teringat bagaimana masa2 indah dilalui berdua & dirinya sangat khawatir terhadap kondisi sang istri. Kemudian dia berinisiatif untuk bershodaqoh ke Rumah Amalia. Sungguh menakjubkan, ternyata kista istrinya bisa sembuh tanpa harus operasi. Terlebih kehamilan yang kedua telah membuat hidupnya menjadi terasa bahagia. Kelahiran anak yang dinanti memhiasi indah hidup ini dengan penuh syukur. Dua ujian berat semakin menyadarkan beliau dan keluarganya agar semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Terlebih dengan kehadiran sang buah hati, seolah diberikan anugerah yang tiada tara. Sehingga beliau berjanji tak akan pernah berhenti untuk bersyukur. Dengan bershodaqoh sebagai ungkapan syukur kepada Allah. Beliau
bertutur malam itu di Rumah Amalia, ' Saya sadar, Allah itu Maha Baik. Allah selalu wujudkan impian kami.' Subhanallah..

---
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini agar keluarga kita menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah. "Rabbana hab lanâ min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yunin waj-'alna lil-muttaqina imama." Artinya, Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74).

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Tetaplah berikhtiar & memohon kpd Allah agar diberikan jodoh yg terbaik. Insya Allah, keluarga sakinah mawaddah warahmah segera terwujud. yuk..hadir pada kegiatan "Berkah Ramadhan Bersama Amalia" (BELIA) Ahad, 29 Juli 2012. jam 4 s.d 6 sore di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi: pakaian baru, buku bacaan, paket sembako, peralatan sholat, konsumsi berbuka puasa. Silahkan kirimkan ke Rumah Amalia. Jl. Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com/, http://twitter.com/agussyafii

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___