Jumat, 28 September 2012
[daarut-tauhiid] Buah dari Tawakal
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Buah dari tawakkal kepada Allah Ta'ala amatlah banyak. Yang paling utama adalah "Allah akan mencukupi segala urusan orang yang bertawakkal."
Allah Ta'ala berfirman,
æóãóäú íóÊóæóßøóáú Úóáóì Çááøóåö Ýóåõæó ÍóÓúÈõåõ
"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. Ath Tholaq: 3)
Barangsiapa yang menyandarkan urusannya pada Allah, hanya menyandarkan kepada Allah semata, ia pun mengakui bahwa tidak ada yang bisa mendatangkan kebaikan dan menghilangkan bahaya selain Allah, maka sebagaimana dalam ayat dikatakan, "Allah-lah yang akan mencukupinya." Yaitu Allah menyelamatkannya dari berbagai bahaya. Karena yang namanya balasan sesuai dengan amal perbuatan. Ketika seseorang bertawakkal pada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, Allah pun membalasnya dengan mencukupinya, yaitu memudahkan urusannya. Allah yang akan memudahkan urusannya dan tidak menyandarkan pada selain-Nya. Inilah sebesar-besarnya buah tawakkal.
Allah Ta'ala berfirman,
íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáäøóÈöíøõ ÍóÓúÈõßó Çááøóåõ
"Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu." (QS. Al Anfal: 64)
æóÅöäú íõÑöíÏõæÇ Ãóäú íóÎúÏóÚõæßó ÝóÅöäøó ÍóÓúÈóßó Çááøóåõ åõæó ÇáøóÐöí ÃóíøóÏóßó ÈöäóÕúÑöåö æóÈöÇáúãõÄúãöäöíäó
"Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (yang akan mencukupimu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin." (QS. Al Anfal: 62)
Jadi buah yang paling utama dari tawakkal pada Allah adalah Allah akan memberi kecukupan pada orang yang bertawakkal pada-Nya. Oleh karenanya, Allah berfirman mengenai keadaan Nabi Nuh 'alaihis salam, di mana beliau berkata pada kaumnya,
Åöäú ßóÇäó ßóÈõÑó Úóáóíúßõãú ãóÞóÇãöí æóÊóÐúßöíÑöí ÈöÂóíóÇÊö Çááøóåö ÝóÚóáóì Çááøóåö ÊóæóßøóáúÊõ ÝóÃóÌúãöÚõæÇ ÃóãúÑóßõãú æóÔõÑóßóÇÁóßõãú Ëõãøó áóÇ íóßõäú ÃóãúÑõßõãú Úóáóíúßõãú ÛõãøóÉð Ëõãøó ÇÞúÖõæÇ Åöáóíøó æóáóÇ ÊõäúÙöÑõæäö
"Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (QS. Yunus: 71)
Allah berfirman mengenai Nabi Hud 'alaihis salam,
Ãóäøöí ÈóÑöíÁñ ãöãøóÇ ÊõÔúÑößõæäó (54) ãöäú Ïõæäöåö ÝóßöíÏõæäöí ÌóãöíÚðÇ Ëõãøó áóÇ ÊõäúÙöÑõæäö (55) Åöäøöí ÊóæóßøóáúÊõ Úóáóì Çááøóåö ÑóÈøöí æóÑóÈøößõãú ãóÇ ãöäú ÏóÇÈøóÉò ÅöáøóÇ åõæó ÂóÎöÐñ ÈöäóÇÕöíóÊöåóÇ Åöäøó ÑóÈøöí Úóáóì ÕöÑóÇØò ãõÓúÊóÞöíãò (56)
"Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." (QS. Hud: 54-56)
Allah berfirman mengenai Nabi Syu'aib alaihis salam,
æóãóÇ ÊóæúÝöíÞöí ÅöáøóÇ ÈöÇááøóåö Úóáóíúåö ÊóæóßøóáúÊõ æóÅöáóíúåö ÃõäöíÈõ
"Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali." (QS. Hud: 88)
Allah berfirman mengenai Nabinya –Muhammad- 'alaihish sholaatu was salaam,
Þõáö ÇÏúÚõæÇ ÔõÑóßóÇÁóßõãú Ëõãøó ßöíÏõæäö ÝóáóÇ ÊõäúÙöÑõæäö (195) Åöäøó æóáöíøöíó Çááøóåõ ÇáøóÐöí äóÒøóáó ÇáúßöÊóÇÈó æóåõæó íóÊóæóáøóì ÇáÕøóÇáöÍöíäó (196) æóÇáøóÐöíäó ÊóÏúÚõæäó ãöäú Ïõæäöåö áóÇ íóÓúÊóØöíÚõæäó äóÕúÑóßõãú æóáóÇ ÃóäúÝõÓóåõãú íóäúÕõÑõæäó (197)
"Katakanlah: "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku. tanpa memberi tangguh (kepada-ku)". Sesungguhnya Pelindungku ialah yang telah menurunkan Al kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang shaleh. Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri." (QS. Al A'rof: 195-197)
Dari penjelasan di atas, Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan mengenai para rasul-Nya yang mulia di mana mereka tidak mendapatkan bahaya dari kaum dan sesembahan kaum mereka. Apa kuncinya? Karena mereka bertawakkal pada Allah. Siapa saja yang bertawakkal pada Allah, pasti Allah akan mencukupinya.
Buah tawakkal yang kedua, buah tawakkal yang lain adalah mendapatkan cinta Allah. Allah Ta'ala berfirman,
Åöäøó Çááøóåó íõÍöÈøõ ÇáúãõÊóæóßøöáöíäó
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." (QS. Ali Imron: 159)
Barangsiapa yang benar-benar bertawakkal pada Allah, maka Allah akan mencintainya. Jika Allah telah mencintainya, maka ia akan merasakan kebahagiaan di dunia dan akhirat, ia akan menjadi orang-orang yang dicintai di sisi-Nya dan menjadi wali-Nya.
Buah tawakkal yang ketiga, orang yang bertawakkal akan mudah mengerjakan hal yang bermanfaat tanpa ada rasa takut dan gentar kecuali pada Allah. Contohnya, orang yang berjihad di medan perang melawan orang-orang kafir, mereka melakukan hal ini karena mereka tawakkal pada Allah. Usaha mereka dengan tawakkal inilah yang mendatangkan keberanian dan kekuatan saat itu. Musuh-musuh dan kesulitan di hadapan mereka dianggap ringan berkat tawakkal. Mereka akhirnya jika toh mati, akan merasakan mati di jalan Allah. Merekalah yang mendapatkan syahid di jalan Allah. Ini semua karena sebab tawakkal.
Buah tawakkal yang keempat, seseorang akan bersemangat dalam mencari rizki, mencari ilmu dan melakukan segala sesuatu yang bermanfaat. Itulah yang namanya orang yang bertawakkal, ia punya semangat dalam melakukan hal-hal bermanfaat semacam ini. Karena ia tahu bahwa Allah akan bersama dan menolong setiap orang yang bertawakkal. Akhirnya ia pun bersamangat ketika dalam perkara agama dan dunianya yang bermanfaat, ia jadinya tidak bermalas-malasan.
Kita dapat menyaksikan bahwa para sahabat radhiyallahu 'anhum, merekalah orang yang paling bersemangat. Mereka benar-benar merealisasikan tawakkal pada Allah. Sampai-sampai karena sifat ini yang mereka miliki, mereka bisa menaklukan berbagai negeri di ujung timur dan barat melalui jihad mereka. Mereka pun membuka hati melalui dakwah mereka di jalan Allah. Ini semua bisa terwujud karena mereka benar-benar merealisasikan tawakkal pada Allah.
Allah Ta'ala berfirman,
íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂóãóäõæÇ ãóäú íóÑúÊóÏøó ãöäúßõãú Úóäú Ïöíäöåö ÝóÓóæúÝó íóÃúÊöí Çááøóåõ ÈöÞóæúãò íõÍöÈøõåõãú æóíõÍöÈøõæäóåõ ÃóÐöáøóÉò Úóáóì ÇáúãõÄúãöäöíäó ÃóÚöÒøóÉò Úóáóì ÇáúßóÇÝöÑöíäó íõÌóÇåöÏõæäó Ýöí ÓóÈöíáö Çááøóåö æóáóÇ íóÎóÇÝõæäó áóæúãóÉó áóÇÆöãò Ðóáößó ÝóÖúáõ Çááøóåö íõÄúÊöíåö ãóäú íóÔóÇÁõ æóÇááøóåõ æóÇÓöÚñ Úóáöíãñ
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui." (QS. Al Maidah: 54). Mereka sama sekali tidak takut pada celaan orang yang mencela ketika mereka berjuang di jalan Allah. Bisa demikian karena mereka benar-benar merealisasikan tawakkal pada Allah. Mereka benar-benar menyandarkan dirinya pada Allah dan mereka tidak berpaling pada yang lain, baik ketika itu manusia ridho atau pun tidak. Yang senantiasa mereka cari adalah ridho Allah. Dalam hadits disebutkan,
ãä ÇáÊãÓ ÑÖÇ Çááå ÈÓÎØ ÇáäÇÓ ÑÖí Çááå Úäå æÃÑÖì Úäå ÇáäÇÓ ¡ æãä ÇáÊãÓ ÑÖÇ ÇáäÇÓ ÈÓÎØ Çááå ÓÎØ Çááå Úáíå æÃÓÎØ Úáíå ÇáäÇÓ
"Barangsiapa yang mencari ridho Allah dan awalnya manusia murka (tidak suka), maka Allah akan ridho padanya dan membuat manusia pun akan ridho padanya. Sedangkan barangsiapa yang mencari ridho manusia dan membuat Allah murka, maka Allah akan murka padanya dan akan membuat manusia pun murka."[1]<http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/3316-buah-dari-tawakkal.html#_ftn1>
Bersandar pada Allah dan tawakkal pada-Nya serta menyerahkan segala urusan pada Allah Ta'ala, itulah yang menjadi asas tauhid, asas amal dan asas kebaikan. Bahkan Allah menjadi tawakkal ini syarat keimanan. Allah Ta'ala berfirman,
æóÚóáóì Çááøóåö ÝóÊóæóßøóáõæÇ Åöäú ßõäúÊõãú ãõÄúãöäöíäó
"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (QS. Al Maidah: 23)
Pelajaran Penting
Ada pelajaran penting yang mesti diperhatikan dalam memahami arti tawakkal. Tawakkal harus terkumpul dalamnya dua syarat yaitu: (1) menyandarkan hati pada Allah, dan (2) melakukan usaha (sebab). Sehingga tidak benar jika orang hanya berusaha namun tidak menyandarkan hatinya pada Allah karena segala sesuatu di tangan Allah. Dan tidak tepat pula jika seseorang hanya bersandar pada Allah, namun tidak ada usaha yang ia lakukan.
Ada sebuah kisah yang bisa jadi pelajaran. 'Umar bin Khottob pernah melihat sekelompok orang yang ngaku-ngaku sebagai orang yang bertawakkal, namun mereka tidak melakukan usaha apa-apa. 'Umar bertanya pada mereka, "Siapa kalian?" "Kami adalah mutawakkiluun, orang yang bertawakkal", jawab mereka. 'Umar lantas menjawab, "Tidak. Kalian adalah muta-akkalun (artinya, orang yang hanya menanti diberi makan)." Yaitu mereka itu sebenarnya hanyalah orang yang hanya butuh pada uluran tangan orang lain dan bukan orang yang bertawakkal. Karena orang yang bertawakkal harusnya melakukan usaha.
'Umar bin Al Khottob pun pernah mengatakan,
áÞÏ ÚáãÊã Ãä ÇáÓãÇÁ áÇ ÊãØÑ ÐåÈÇ æáÇ ÝÖÉ
"Kalian telah mengetahui bahwa langit sama sekali tidak menurunkan hujan emas atau hujan perak." Ini beliau katakan untuk mengingkari orang yang hanya duduk untuk ibadah namun tidak punya untuk meraih rizki. Mereka sebenarnya orang-orang pemalas yang butuh ularan tangan orang lain. Lantas 'Umar pun menghardik mereka. Lalu mengatakan perkataan di atas.
Demikian penjelasan singkat mengenai buah tawakkal yang kami sarikan dari penjelasan Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhohullah (Ulama besar di Kerajaan Saudi Arabia, Riyadh) dalam kumpulan risalahnya.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Reference: Majmu'atu Rosail Da'wiyyah wa Manhajiyyah, Syaikh Sholeh Al Fauzan, hal. 270, 280-283, terbitan Al Mirots An Nabawi.
Riyadh KSA, 11 Shafar 1432 H (15/01/2011)
www.rumaysho.com<http://www.rumaysho.com/>
Muhammad Abduh Tuasikal
________________________________
[1]<http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/3316-buah-dari-tawakkal.html#_ftnref1> HR. Tirmidzi no. 2414, Ibnu Hibban 1/510, dari hadits 'Aisyah. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih.
***** This message may contain confidential and/or privileged information. If you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any information herein. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt. *****
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
[daarut-tauhiid] MANA YANG DIPILIH
dan orang-orang yang sabar
karena mencari keridhaan Tuhannya,
mendirikan shalat,
dan menafkahkan sebagian
rezki yang Kami berikan kepada mereka,
secara sembunyi atau terang-terangan
serta menolak kejahatan dengan kebaikan;
orang-orang Itulah yang mendapat
tempat kesudahan (yang baik),
(yaitu) syurga 'Adn
yang mereka
masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh
dari
bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya,
sedang malaikat-malaikat
masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
(sambil mengucapkan): "Salamun
'alaikum bima shabartum
. Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
orang-orang yang merusak janji
Allah setelah diikrarkan dengan teguh
dan memutuskan apa-apa yang Allah
perintahkan supaya dihubungkan
dan Mengadakan kerusakan di bumi,
orang-orang
Itulah yang memperoleh kutukan
dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).
Allah meluaskan rezki dan
menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki.
mereka bergembira dengan
kehidupan di dunia,
Padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan
akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
orang-orang kafir berkata:
"Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari
Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan(*) siapa
yang Dia kehendaki
dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya",
(yaitu) orang-orang yang
beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Ingatlah,
hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
(Qs Ar Rad 22 s/d 28)
(*) Disesatkan Allah berarti:
bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami
petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau
memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka
itu menjadi sesat.
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
[sekolah-kehidupan] Digest Number 3645
1 New Message
| |
Message
Thu Sep 27, 2012 10:54 pm (PDT) . Posted by:
"siti nurasiah" asia_bidakara
Semoga Allah selalu menganugerahkan rahmat-Nya untuk kita semua. Amin.
Mohon ijin sharing catatan. Ini tentang bias, yang biasanya dilatarbelakangi oleh unsur agama, status sosial, orientasi
politik, etnik, kewarganegaraan, pendidikan, pengalaman pribadi, yang
seringkali menghasilkan penafsiran kebenaran yang berbeda-beda.
Pro dan kontra, sikap mendukung atau menolak atas peristiwa yang terjadi di tanah air adalah ciri bahwa kita memiliki bias.
Kata-kata
di atas, saya kutip dari sebuah sesi kelas menulis narasi yang diadakan
oleh Pantau, yang dikatakan oleh Andreas Harsono. Obyektifitas ini
penting, karena disadari atau tidak ia terpengaruh oleh sikap kita,
sikap yang beragam karena bias berbagai hal tadi.
Penulis
khsususnya, penting menyadari hal ini, karena siapapapun yang menulis
adalah praktisi jurnalisme, dan wajib menjunjung tinggi kaidah-kaidah
jurnalisme itu.
Sikap itulah yang kemudian mempengaruhi tulisan—kepada siapa mereka berpihak. Apa buktinya?
Pengajar
memperlihatkan poin-poin yang ada dalam buku Sembilan Elemen Jurnalisme
karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. Di sana ada pertanyaan-pertanya
yang kontroversi seperti keinginan
rakyat Aceh yang ingin merdeka, sikap pendatang terhadap keinginan
Papua Merdeka, makna kebanggaan terhadap Permesta di Minahasa, isu
Islamisasi di Timor, Flores dan Ambon, juga isu Kristenisasai di Jawa,
dan mengenai siapa yang disembelih olah Nabi Ibrahim?
Beragam
pendapat segera terjadi, pro dan kontra. Untuk jawaban pertanyaan akhir
itu jelas, versi yang muslim berbeda dengan yang non muslim.
Semua
orang bisa memiliki pendapat, tetapi bagaimana seorang penulis
mengatasi biasnya? Apakah penulis bisa obyektif? Tentu jawabnya tidak.
Dijelaskan
di kelas ini, pemilihan sudut pandang, diksi, narasumber dan kutipan,
adalah bagian dari bias. Lalu apa yang membuat tulisan kita dipercaya
oleh masyarakat?
Tentu, siapa yang lebih menjaga mutu dan tidak
ngawur, dialah yang akan mendapat kepercayaan di masyarakat. Kesadaran
bahwa kita tidak bisa obyektif, mewajibkan kita untuk proporsional dan
tidak
menjadi rasis atau sektarian.
Apakah berita sama dengan kebenaran?
Salah
satu tugas wartawan adalah memberitakan kebenaran. Tapi itu pun perlu
dipertanyakan, buat siapa kebenaran itu? Menurut orang Batak-kah? orang
Aceh-kah? Jawabnya bisa iya, bisa tidak.
Apakah akurat sudah pasti benar? Bisa iya, bisa tidak. Karena dalam hal ini, bukan sekedar akurat, tapi juga konteks.
Di
sini, pengajar juga menjelaskan bahwa kebenaran bukan merupakan debat
filsafat yang tak berujung, melainkan kebenaran fungsional -- orang
butuh informasi lalu lintas agar bisa mengambil rute yang lancer; polisi
melacak dan menangkap tersangka untuk disidik dan dikembangkan; atau
hakim keputusan-keputusan hakim yang bisa digugat dan dipraperadilankan.
Semua dilakukan berdasarkan kebenaran fungsional. Bukan kebenaran dalam
tataran filosofis. Kebenaran itu dibentuk hari demi hari, lapis
demi lapis, tetes demi tetes hingga terbentuk bangunan kebenaran yang
lebih lengkap dan lebih besar. Kebenaran ini bisa senantiasa direvisi
layaknya ilmu pengetahuan, sejarah, dsb.
ini baru soal bias, dan
belum sampai pada soal fairness agar seimbang. Juga tentang seimbang
yang tak selalu memiliki nilai adil.
Kaya sekali
diskusi-diskusi di kelas ini, ditambah dengan pembahasan karya-karya
menarik dan klasik nonfiksi Joseph Mitchell, Truman Capote, John Hersey,
Gay Talese dan Ryszard Kapuscinski dan lain-lainnya.
Kursus
diadakan sebanyak 18 sesi dengan frekuensi pertemuan mingguan, setiap
Rabu malam pukul 19.00-21.00. Ini sengaja dibuat agar peserta punya
waktu mengendapkan materi belajar, membaca dan mengerjakan tugas. Kelas
ditekankan pada banyak latihan. Tugas akhir setiap peserta menulis
sebuah narasi sekitar 5.000 kata.
Informasi, hubungi ke sini…
Informasi hubungi:
Siti
Nurrofiqoh
Program Officer
P a n t a u
Jl. Raya Kebayoran Lama
No 18 CD Jakarta Selatan 12220
Telp/Fax. 021 722-1031/021- 7221055
Website. www.pantau.or.
Mobile. 0813 82 460 455
http://sitinurrofiq
[daarut-tauhiid] Tulisan Ringkas Tentang Haji
Asssalamu'alaikum wr wb
Haji
Haji adalah rukun Islam yang ke lima. Wajib bagi ummat Islam yang mampu mengadakan perjalanan ke sana dan kondisi dalam keadaan aman.
"…Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkar, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." [Ali 'Imran:97]
Bagi yang mampu wajib berhaji meski mengendarai unta kurus dari tempat yang jauh.
"Serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh" [Al Hajj:27]
Haji Mabrur (yang diterima) imbalannya surga
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Umrah ke umrah menghapus dosa antara keduanya, dan tidak ada pahala bagi haji mabrur kecuali surga." Muttafaq Alaihi.
Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. ." [Al Baqarah:197]
Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun." [Al Baqarah:199]
Dengan berkumpulnya ummat Islam di seluruh dunia, sebenarnya banyak manfaat yang bisa didapatkan ummat Islam. Mereka bisa bersilaturrahim. Mereka bisa mewujudkan persatuan Islam. Para pemimpin dunia Islam bisa bersatu sehingga bisa menghadapi musuh bersama-sama. Para pengusaha Muslim bersatu sehingga bisa berbisnis bersama-sama. Para wartawan Muslim bersatu, sehingga bisa saling bertukar berita. Para ulama Islam bersatu, sehingga bisa bersama-sama menyelesaikan berbagai masalah yang menghambat agama Islam.
Harusnya momen ibadah Haji bisa dimanfaatkan untuk itu. Kita juga disunnahkan untuk berzikir kepada Allah pada hari raya haji dan hari Tasyriq (tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah)
"Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir." [Al Hajj:28]
"Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, bahkan lebih banyak dari itu…" [Al Baqarah:200]
Berzikirlah menyebut Allah dalam beberapa hari yang terbilang. Barangsiapa ingin cepat berangkat dari Mina sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa ingin menangguhkan keberangkatannya dari dua hari itu, maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. " [Al Baqarah:203]
Ka'bah bukan hanya Pusat Ibadah saja. Tapi juga Pusat untuk mengatur urusan dunia. Jika para jenderal-jenderal Islam dari seluruh dunia berkumpul pada Musim Haji dan mengatur strategi serta saling bantu, niscaya seluruh Musuh Islam yang menjajah dan membantai ummat Islam seperti Israel di Palestina, AS dan sekutunya di Afghanistan dan Iraq bisa diusir dengan mudah.
Jika menghadapi 25 juta warga Iraq saja AS dan sekutunya sudah kewalahan, apalagi jika menghadapi 1,3 milyar ummat Islam. Jika bersatu, ummat islam tidak akan seperti buih-buih di lautan yang meski banyak, tapi bisa dipermainkan (ombang-ambingkan) ombak.
"Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." [Al Maa'idah:97]
Pada saat Musim Haji, selama tidak mengganggu ibadah Haji ummat Islam diperbolehkan untuk berbisnis guna mendapat fadhilah/keutamaan/kurnia dari Allah. Ummat Islam yang berhaji boleh berbisnis atau menyewakan kendaraan.
"Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat." [Al Baqarah:198]
Pada zaman Jahiliyyah terkenal pasar-pasar bernama Ukadh, Mijnah dan Dzul-Majaz. Kaum Muslimin merasa berdosa apabila berdagang di musim haji di pasar itu. Mereka bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hal itu. Maka turunlah "Laisa 'alaikum junahun an tabtaghu fadl-lan min rabbikum" (awal ayat S. 2: 198) yang membenarkan mereka berdagang di musim haji.
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
Ibnu Abbas r.a. berkata, "Dzul Majas dan Ukad (dan Mijannah) adalah tempat berdagangnya orang-orang (dalam satu riwayat: pasar-pasar 5/158) pada zaman jahiliah. Setelah agama Islam datang, maka orang-orang itu seakan-akan tidak suka berjual beli di situ (dalam satu riwayat: merasa berdosa berdagang di situ 3/15), sehingga turunlah ayat, 'Tidak ada dosa bagi kamu untuk mencari karunia dari Tuhanmu) di musim-musim haji.' (Demikian Ibnu Abbas membaca ayat itu).'"
Abi Umamah at-Taimi bertanya kepada Ibnu Umar tentang menyewakan kendaraan sambil naik haji. Ibnu Umar menjawab: "Pernah seorang laki-laki bertanya seperti itu kepada Rasulullah SAW. Seketika itu juga turun "Laisa 'alaikum junahun an tabtaghu fadl-lan min rabbikum". Rasulullah SAW memanggil orang itu dan bersabda: "Kamu termasuk orang yang menunaikan ibadah haji."
(Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Jarir, al-Hakim dan lainnya, yang bersumber dari Abi Umamah at-Taimi.)
Larangan Berburu
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah perjanjian. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. Tidak dihalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya." [Al Maa'idah:1]
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah[1], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya[2], dan binatang-binatang qalaa-id[3], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya[4] dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." [Al Maa'idah:2]
[1]. Syi'ar Allah ialah: segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-tempat mengerjakannya.
[2]. Hadya: binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke Ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji.
[3]. Qalaa-id: binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.
[4]. Karunia: keuntungan yang diberikan Allah dalam perniagaan. Keredhaan dari Allah: pahala amalan haji.
Rukun Haji
Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan dalam berhaji. Rukun haji tsb adalah:
1. Ihram
2. Wukuf di Arafah
3. Tawaf ifâdah
4. Sa'i
5. Mencukur rambut di kepala atau memotongnya sebagian
6. Tertib
Rukun haji tsb harus dilakukan secara berurutan dan menyeluruh. Jika salah satu ditinggalkan, maka hajinya tidak sah.
Wajib Haji
1. Memulai ihram dari mîqât (batas waktu dan tempat yang ditentukan untuk melakukan ibadah haji dan umrah)
2. Melontar jumrah
3. Mabît (menginap) di Mudzdalifah, Mekah
4. Mabît di Mina
5. Tawaf wada' (tawaf perpisahan)
Berkorban bagi mereka yang melakukan Haji Tamattu atau Qiran. Jika mereka tidak mampu berkorban maka mereka dapat menebusnya dengan berpuasa.
Jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda).
Pelaksanaan Ibadah Haji (Manasik Haji)
Tata cara manasik haji adalah sebagai berikut:
1. Melakukan ihram dari mîqât yang telah ditentukan
Ihram dapat dimulai sejak awal bulan Syawal dengan melakukan mandi sunah, berwudhu, memakai pakaian ihram, dan berniat haji dengan mengucapkan Labbaik Allâhumma hajjan, yang artinya "aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah, untuk berhaji".
Kemudian berangkat menuju arafah dengan membaca talbiah untuk menyatakan niat:
Labbaik Allâhumma labbaik, labbaik lâ syarîka laka labbaik, inna al-hamda, wa ni'mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka
Artinya:
Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu; Aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang; Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan, adalah milik Engkau; tiada sekutu bagi-Mu.
2. Wukuf di Arafah
Dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, waktunya dimulai setelah matahari tergelincir sampai terbit fajar pada hari nahar (hari menyembelih kurban) tanggal 10 Zulhijah.
Saat wukuf, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu: shalat jamak taqdim dan qashar zuhur-ashar, berdoa, berzikir bersama, membaca Al-Qur'an, shalat jamak taqdim dan qashar maghrib-isya.
3. Mabît di Muzdalifah, Mekah
Waktunya sesaat setelah tengah malam sampai sebelum terbit fajar. Disini mengambil batu kerikil sejumlah 49 butir atau 70 butir untuk melempar jumrah di Mina, dan melakukan shalat subuh di awal waktu, dilanjutkan dengan berangkat menuju Mina. Kemudian berhenti sebentar di masy'ar al-harâm (monumen suci) atau Muzdalifah untuk berzikir kepada Allah SWT (QS 2: 198), dan mengerjakan shalat subuh ketika fajar telah menyingsing.
4. Melontar jumrah 'aqabah
Dilakukan di bukit 'Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah, dengan 7 butir kerikil, kemudian menyembelih hewan kurban.
5. Tahalul
Tahalul adalah berlepas diri dari ihram haji setelah selesai mengerjakan amalan-amalan haji.
Tahalul awal, dilaksanakan setelah selesai melontar jumrah 'aqobah, dengan cara mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.
Setelah tahalul, boleh memakai pakaian biasa dan melakukan semua perbuatan yang dilarang selama ihram, kecuali berhubungan seks.
Bagi yang ingin melaksanakan tawaf ifâdah pada hari itu dapat langsung pergi ke Mekah untuk tawaf. Dengan membaca talbiah masuk ke Masjidil Haram melalui Bâbussalâm (pintu salam) dan melakukan tawaf. Selesai tawaf disunahkan mencium Hajar Aswad (batu hitam), lalu shalat sunah 2 rakaat di dekat makam Ibrahim, berdoa di Multazam, dan shalat sunah 2 rakaat di Hijr Ismail (semuanya ada di kompleks Masjidil Haram).
Kemudian melakukan sa'i antara bukit Shafa dan Marwa, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwa. Lalu dilanjutkan dengan tahalul kedua, yaitu mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.
Dengan demikian, seluruh perbuatan yang dilarang selama ihram telah dihapuskan, sehingga semuanya kembali halal untuk dilakukan.
Selanjutnya kembali ke Mina sebelum matahari terbenam untuk mabît di sana.
6. Mabît di Mina
Dilaksanakan pada hari tasyrik (hari yang diharamkan untuk berpuasa), yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Setiap siang pada hari-hari tasyrik itu melontar jumrah ûlâ, wustâ, dan 'aqabah, masing-masing 7 kali.
Bagi yang menghendaki nafar awwal (meninggalkan Mina tanggal 12 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah saja. Tetapi bagi yang menghendaki nafar sânî atau nafar akhir (meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan selama tiga hari (11, 12, dan 13 Zulhijah).
Dengan selesainya melontar jumrah maka selesailah seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji dan kembali ke Mekah.
7. Tawaf ifâdah
Bagi yang belum melaksanakan tawaf ifâdah ketika berada di Mekah, maka harus melakukan tawaf ifâdah dan sa'i. Lalu melakukan tawaf wada' sebelum meninggalkan Mekah untuk kembali pulang ke daerah asal.
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
[daarut-tauhiid] OOT: PhD Scholarship - International Business - Findland
AsSalaamu alaikum waRahmatuLlaahi waBarakatuh.
Enclosed.
WaSsalaamu alaikum waRahmatuLlaahi waBarakatuh
Ahmad Syamil
Arkansas State University
http://www.linkedin.com/in/asyamil2
===========================================================================
From: Sami Saarenketo [mailto:sami.saarenketo@LUT.FI]
Dear Colleagues,
We are looking to recruit talented PhD students in the field of
International Marketing and/or International Business. Please pass the
following information to those who may be interested. Many thanks.
Best regards,
Sami Saarenketo
PhD Positions in International Marketing / International Business
Lappeenranta University of Technology / School of Business
The School of Business at the Lappeenranta University of Technology in
Finland is looking to recruit talented PhD students in International
Marketing and/or International Business. We have internationally
networked research teams and each PhD student is supported by an
active supervision group. Most of our research relates to global and
innovation-driven, e.g. ICT contexts, with cross-disciplinary links to
innovation management. Members of our faculty publish their work in
the leading journals such as Journal of International Marketing,
Journal of World Business, International Business Review, Technovation
and R&D Management.
The successful candidates will be expected to work towards a PhD
degree in International Marketing and must meet the following
qualifications: (1) an earned Master degree (MSc, or equivalent) in
Business Administration or related fields by the time of appointment;
(2) experience and/or strong interest in research and teaching in the
field of international marketing/business; (3) a very good command of
English and sound knowledge of marketing and/or IB theory, and
preferably quantitative methods (including familiarity with SPSS /
SAS). Candidates should also demonstrate the potential to publish, in
high quality scholarly journals. The aim for a doctoral student is to
complete the doctoral degree in 3,5 years. The position requires a
higher university degree and motivation to complete the doctoral
degree within the target time. In addition, the candidate is required
to present a postgraduate study plan and a research plan, which are
approved at the beginning of the employment relationship (for the
person appointed). The employment relationship is fixed-term. The
duration of the first term is one year. If the postgraduate studies
progress as planned, the employment relationship may be continued for
a second term, the duration of which is 2.5 years.
The salary will be determined according to the university salary
system for teaching and research personnel, job grades 1-4 (1747,01 -
2403,36 e). In addition, the salary will include an individual pay
component based on performance and competence (max. 46,3%). Typical
starting salary is 2344,49 euros / month.
Since 1969, Lappeenranta University of Technology (LUT) has brought
together two complementary fields of science -- technology and business
studies. LUT's top strategic sectors are energy efficiency and energy
markets, strategic-level business and technology management,
scientific computing and modeling of industrial processes as well as
top expertise in Russian business and industry related to the areas
above. Our international community consists of 7,000 students and
experts. More than 9,800 students have graduated from LUT with Masters
of Science degrees in engineering and business and 400 have earned
Ph.D.'s degrees in technology and business. Fourteen per cent of
students who started in the autumn of 2010 were foreign students.
Please submit your (1) letter of application; (2) tentative research
proposal (max 2-4 pages); (3) CV; (4) letter(s) of reference including
an evaluation of research potential. Applications should be submitted
no later than October 15, 2012 to Prof. Sami Saarenketo, email:
sami.saarenketo@lut.fi or by post: Sami Saarenketo, Lappeenranta
University of Technology / School of Business, P.O. Box 20, FIN-53851
Lappeenranta, FINLAND.
http://www.lut.fi/en/business
Sami Saarenketo
Professor of International Marketing
Vice Dean of the School of Business
Lappeenranta University of Technology
P.O. Box 20
FI-53851 Lappeenranta
FINLAND
mobile: +358 50 308 6181
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
[daarut-tauhiid] OOT: Post-doc: Computer Science - Nanyang Singapore
AsSalaamu alaikum waRahmatuLlaahi waBarakatuh.
Enclosed.
WaSsalaamu alaikum waRahmatuLlaahi waBarakatuh
Ahmad Syamil
Arkansas State University
http://www.linkedin.com/in/asyamil2
From: Jie Zhang [mailto:zhangj.ntu@GMAIL.COM]
zhangj.ntu/at/GMAIL.COM
To: AIB-L@LIST.MSU.EDU
Subject: [AIB-L] Post-doc Position Available for Machine Learning and
Transfer Learning
Dear all,
A Post-doc Research Fellow position is available for 2+ years at the
School of Computer Engineering, Nanyang Technological University
(http://www.ntu.edu.sg/SCE/), starting in late 2012 or early 2013. You
will be conducting research in the area of machine learning.
Specifically, you will be designing effective classification and
transfer learning methods, and applying them to real-world problems
such as detection of frauds in firms. The salary is highly
competitive.
Requirements include: (1) PhD degree in CS or a related discipline;
(2) Sufficient experience in machine learning related research, and
experience in transfer learning is preferred; (3) Excellent English
writing skills.
If interested, please send a detailed CV to: zhangj AT ntu.edu.sg
Jie Zhang (Asst Prof)
School of Computer Engineering
Nanyang Technological University, Singapore
http://www.ntu.edu.sg/home/zhangj/
-
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
[FISIKA] Digest Number 3437
1 New Message
Message
Tue Sep 25, 2012 8:40 pm (PDT) . Posted by:
"Handy Mosey" handymos
Thanks
--- On Tue, 9/25/12, fransrizal@gmail.
From: fransrizal@gmail.
Subject: Re: Bls: Re: [FISIKA] Tempat (daerah) yang menjual buku-buku fisika di daerah Bandung
To: fisika_indonesia@
Date: Tuesday, September 25, 2012, 12:01 AM
Buku Elektronik Industri, Frank D. Petruzella, terjemahan dengan penerbit Andi,
Saya temukan ditoko buku gramedia matraman jakarta, klo toko buku yg lainnya sy kurang tahu.
Sent from BlackBerry® on 3
------------
============
** Arsip : http://members.
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-
============
Yahoo! Groups Links
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================