Sabtu, 27 April 2013

[daarut-tauhiid] Agama adalah An – Nashiihah

 

Agama adalah An – Nashiihah 

(Hadits ke-7 Arbain anNawawiyyah)

dari Abu Ruqoyyah Tamim bin Aus adDaari bahwasanya Nabi shollallaahu 'alaihi wasallam bersabda: Agama ini adalah an-Nashiihah –beliau mengucapkan tiga kali-. Kami (para Sahabat) berkata: Untuk siapa wahai Rasulullah? Rasul menjawab: untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Pemimpin kaum muslimin, dan seluruh kaum muslimin (H.R Muslim, Abu Dawud)

PENGULANGAN KALIMAT

Ucapan Nabi : "agama ini adalah anNashiihah" sebanyak tiga kali adalah berdasarkan riwayat Abu Dawud dan atTirmidzi, sedangkan menurut riwayat Muslim hanya disebutkan satu kali

MAKNA ANNASHIIHAH

AnNashiihah secara bahasa bisa bermakna :

1. Memurnikan; membersihkan.
2. Memperbaiki; menambal kekurangan (disarikan dari perkataan al-Khotthoby).

anNashiihah adalah lawan dari sikap khianat dan tipu daya. Kalau khianat dan tipu daya berarti ketidakcocokan antara sesuatu yang ditampakkan (lahiriah) dengan sesuatu yang disembunyikan (terpendam dalam hati dan direncanakan selanjutnya), maka anNashiihah adalah kejujuran dan keikhlasan; sama antara lahiriah (yang diucapkan, dikerjakan, dan ditampakkan) dengan batiniah (yang terdapat dalam hati).

AnNashiihah juga bermakna kemurnian niat dan tekad untuk memberikan kebaikan kepada obyek penerima tanpa ada tendensi/ kepentingan lain.

ANNASHIIHAH KEPADA ALLAH

Sikap memurnikan tauhid kepada Allah dalam :

1. Rububiyyah : meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb (Pencipta, Penguasa, dan Pengatur) seluruh makhluk.

2. Uluhiyyah : beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan peribadatan kepada selain Allah.

3. Asma' Was-Sifaat : meyakini bahwa Allah memiliki Nama-Nama dan Sifat-Sifat yang penuh dengan kesempurnaan, terjauhkan dari segala aib dan kekurangan. Menetapkan bagi Allah Nama dan Sifat-Sifat yang Allah tetapkan dalam AlQuran maupun melalui lisan Rasul-Nya dalam Sunnah yang shahihah tanpa  :
a. Tahriif :memalingkan lafadz atau maknanya kepada yang lain
b. Ta'thiil : menolak/ meniadakan Nama dan Sifat-Sifat itu.
c. Takyiif : menanyakan kaifiyatnya (bagaimana atau seperti apa).
d. Tamtsiil : menyamakan/ menyerupakan dengan makhluk.
Sudah terkandung dalam makna anNashiihah kepada Allah itu : mencintai Allah di atas segala-galanya, mencintai dan membenci sesuatu karena Allah, menjalankan ketaatan kepada-Nya, menjauhi laranganNya, membenarkan khabar dariNya, dan seterusnya.

ANNASHIIHAH KEPADA KITAB ALLAH

Beriman bahwa Kitab Allah itu adalah Kalam (Firman ; Ucapan) Allah yang mengandung khabar-khabar yang benar, hukum-hukum yang adil, kisah-kisah yang bermanfaat. Berupaya kuat untuk :

1. Mempelajari al-Qur'an (cara membaca yang benar, makna-makna dan tafsirnya).
2. Menghayati dan tadabbur terhadap makna-maknanya.
3. Menjaga al-Qur'an (menjaga kemurniannya dan berusaha menghafalnya).
4. Mengajarkan dan mendakwahkan al-Qur'an sesuai dengan kemampuannya.
5. Mengamalkan isi dan kandungan al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
 
ANNASHIIHAH KEPADA RASUL

Beriman bahwa beliau adalah Rasul dan hamba Allah. Menghormati dan mencintai beliau (Nabi Muhammad shollallaahu 'alaihi wasallam) di atas kecintaan kepada manusia lain. Kecintaan kepada Rasul ini adalah kecintaan karena Allah, bukan cinta tandingan bagi Allah. Mendahulukan ucapan Rasul di atas ucapan manusia lain. Menjalankan Sunnahnya (menjalankan perintah dan menjauhi larangannya), serta menjauhi kebid'ahan (tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan yang beliau syariatkan). Membenarkan kabar yang datang dari beliau melalui hadits-hadits yang shahih sekalipun tidak terjangkau nalar/ akal pikiran.

ANNASHIIHAH KEPADA PEMIMPIN KAUM MUSLIMIN (PEMERINTAH MUSLIM)

Mengakui kepemimpinannya, mentaati perintahnya selama tidak dalam kemaksiatan kepada Allah, menjaga kehormatan dan kewibawaannya di hadapan rakyat, membantu mensukseskan kebijakan-kebijakannya yang ma'ruf, memberikan nasehat kepadanya secara diam-diam dengan cara yang beradab (sesuai hadits 'Iyaadh bin Ghonm), sabar terhadap kekurangan dan kedzaliman yang ada padanya, berdoa kepada Allah untuk kebaikan mereka (para pemimpin).

Taatlah kepada Allah Rabb kalian, sholatlah lima waktu, puasalah di bulan kalian (Ramadlan), tunaikan zakat harta kalian, taatilah pemimpin kalian, niscaya kalian masuk surga (dari) Rabb kalian (H.R atTirmidzi)

Barangsiapa yang melihat sesuatu yang tidak ia sukai pada pemimpinnya, maka hendaknya bersabar (H.R alBukhari dan Muslim)

Seseorang bertanya kepada Sahabat Nabi Ibnu Abbas tentang beramar ma'ruf nahi munkar terhadap pemimpin. Ibnu Abbas menjawab:

Jika engkau harus melakukannya, maka lakukanlah dengan penyampaian yang hanya antara engkau dan dia saja yang tahu (riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnafnya).

ANNASHIIHAH KEPADA SEMUA KAUM MUSLIMIN

Senang kebaikan terjadi kepada saudara sesama muslim sebagaimana kita senang hal itu terjadi pada diri kita. Berusaha untuk menyebar kemaslahatan bagi kaum muslimin dan menjauhkan mereka dari segala mudharat (bahaya). Menutupi aib sesama saudara muslim. Berdakwah, menyampaikan ilmu, beramar ma'ruf dan nahi munkar kepada mereka dengan ikhlas dan hikmah. Jika ada di antara mereka yang berbuat kesalahan dan tidak terang-terangan dalam berbuat kesalahan, maka dinasehati dengan cara yang baik dan secara sembunyi-sembunyi (tidak ditampakkan kepada orang lain).

Al-Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata:

Barangsiapa yang memberikan nasehat kepada saudaranya secara sembunyi-sembunyi maka sungguh ia telah bersikap anNashiihah kepadanya dan memperindahnya. Barangsiapa yang memberikan nasehat kepadanya secara terang-terangan, maka sungguh ia telah membongkar aibnya dan berkhianat kepadanya (Hilyatul Awliyaa' (9/140))

Kisah Jarir dan Komitmennya untuk Bersikap anNashiihah kepada Semua Muslim

Jarir bin Abdillah adalah salah seorang Sahabat Nabi yang mulya. Suatu hari ia perintahkan kepada maulanya untuk membeli kuda seharga 300 dirham. Maka, maulanya tersebut kemudian mendapatkan penjual dan kudanya yang cocok dengan harga itu, didatangkan kepada Jarir. Sang penjual sudah setuju kudanya dijual dengan harga 300 dirham.

Ketika ditunjukkan pemilik kuda dan kudanya itu, kemudian Jarir memperhatikan bahwa sebenarnya kuda itu sangat bagus. Ia kemudian berkata: Wahai saudaraku, kudamu lebih tinggi harganya dari 300 dirham, apakah kau mau aku beli dengan harga 400 dirham. Penjualnya mengatakan: terserah engkau wahai Abu Abdillah (julukan Jarir). Jarir berpikir ulang dan menimbang, kemudian berkata lagi : kudamu lebih baik dari 400 dirham, bagaimana kalau aku beli dengan harga 500 dirham. Pemilik kuda berkata lagi : terserah engkau wahai Abu Abdillah. Demikian seterusnya, Jarir menambah seratus-seratus dirham, hingga mencapai 800 dirham.

Setelah selesai transaksi, orang yang keheranan dengan sikap Jarir tersebut menanyakan mengapa Jarir berbuat demikian. Akhirnya Jarir berkata : Sesungguhnya aku telah berbaiat kepada Rasulullah shollallaahu 'alaihi wasallam untuk bersikap anNashiihah kepada setiap muslim (Syarh Shahih Muslim karya anNawawy juz 2 halaman 40, dinukil ringkasan dari riwayat atThobarony).

Sumber Bacaan :
Syarh al-Arbain anNawawiyyah dari para Ulama' (Ibnu Rojab al-Hanbaly, Ibnu Daqiiqil Ied, Syaikh as-Sa'di, Syaikh al-Utsaimin, Syaikh Sulaiman alLuhaimid)

Sumber: http://www.salafy.or.id/agama-adalah-an-nashiihah-hadits-ke-7-arbain-annawawiyyah/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE


.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Sikap Wara’ Dalam Beragama

 

Sikap Wara' Dalam Beragama 

(Syarh Hadist Ke-6 Al-Arbain Annawawiyyah)

Dari Abu Abdillah anNu'man bin Basyir –semoga Allah meridlainya- beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah shollallaahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas, yang haram itu jelas, di antara keduanya terdapat perkara yang samar (musytabihat) tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menghindari syubuhat maka ia membersihkan Dien dan kehormatannya. Barangsiapa yang masuk ke dalam syubuhat maka ia (hampir) masuk ke dalam haram, bagaikan penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar himaa (wilayah yang dilindungi), hampir-hampir saja ternak itu makan di tempat yang dilindungi tersebut. Ingatlah, sesungguhnya setiap raja memiliki wilayah khusus yang dilindungi, ingatlah bahwa wilayah khusus yang dilindungi bagi Allah adalah keharamannya. Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa (segumpal daging)
itu adalah hati (H.R alBukhari dan Muslim)

SEDIKIT PENJELASAN TENTANG SAHABAT NU'MAN BIN BASYIR

Sahabat Nabi yang meriwayatkan hadits ini adalah anNu'maan bin Basyir. Beliau adalah Sahabat Nabi yang dilahirkan 8 tahun sebelum Rasul shollallahu 'alaihi wasallam wafat (sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Atsir dalam Usudul Ghobah). Para Ulama' menganggap bahwa periwayatan Sahabat Nabi yang masih kecil (saat Nabi menyampaikan hadits) adalah periwayatan yang sah.

Pelajaran penting yang diambil dari sini, orang tua tidak perlu menghalangi seorang anak kecil yang tertarik dengan suatu majelis ilmu untuk hadir dan menyimaknya dengan baik, karena hal itu sudah memberikan kebaikan yang banyak kepadanya. Bahkan, suatu faidah ilmiyah yang pernah ia dapatkan dari suatu majelis akan tertanam kuat hingga bertahun-tahun kemudian. Hal ini berlaku untuk anak yang tenang saat ta'lim dan punya ketertarikan yang tinggi dengan kajian ilmu [21]

KESALAHPAHAMAN TENTANG HADITS 

Sebagian orang salah memahami makna hadits ini. Mereka menganggap bahwa untuk setiap orang, hukum itu terbagi 3 : halal, haram, dan samar (musytabihat).

Padahal, yang dimaksud oleh Nabi adalah tidak sama antara satu orang dengan orang yang lain. Bagi si A, hukum perkara tertentu adalah tidak jelas (samar), sedangkan bagi B yang lebih alim dibandingkan A, ia bisa membedakan dengan jelas bahwa perkara itu benar-benar halal atau benar-benar haram. Kesamaran itu menjadi berkurang atau bahkan hilang ketika ilmu Dien seseorang bertambah. Dari sini nampak pentingnya ilmu, karena ilmu adalah sebagai penerang jalan yang memudahkan seseorang membedakan suatu yang haq dengan yang batil, dan yang halal dengan yang haram. Sehingga ia beramal di atas keyakinan, dan meninggalkan sesuatu juga di atas keyakinan. Sedangkan kesamaran meninggalkan keraguan.

SIKAP WARA'

Hadits ini merupakan landasan sikap wara'. Wara' adalah suatu sikap berhati-hati meninggalkan sesuatu yang dikhawatirkan membahayakan kehidupannya di akhirat nanti. Seseorang yang meninggalkan suatu hal yang masih samar karena khawatir termasuk perbuatan haram, itu adalah bentuk sikap wara'.

Rasul shollallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

Jadilah seorang yang wara', niscaya engkau menjadi manusia yang paling (tinggi kualitas) ibadahnya (H.R Ibnu Majah, dinyatakan sebagai sanad yang hasan oleh alBushiri dalam Mishbahus Zujaajah)

Ibnul Mubarak (salah seorang guru Imam al-Bukhari) berkata: Sungguh aku mengembalikan harta satu dirham yang berasal dari harta yang syubhat lebih aku cintai dari pada bersedekah dengan seratus ribu (dirham),…hingga 600 dirham (Shifatus Shofwah (4/139)).

PERUMPAMAAN 'WILAYAH YANG DIJAGA'

Dalam hadits ini Nabi menyatakan bahwa raja-raja biasanya memiliki wilayah-wilayah yang dikhususkan. Biasanya areal wilayah khusus yang memiliki banyak rumput untuk penggembalaan ternak tertentu. Barangsiapa yang tanpa ijin menggembalakan ternaknya di tempat itu, bisa terkena hukuman dari raja.

Sedangkan Allah memiliki wilayah khusus yang berupa larangan-larangan/ sesuatu yang diharamkan. Barangsiapa yang masuk dalam wilayah itu, akan terkena adzab Allah.

Perumpamaan seseorang yang mengambil sesuatu yang samar (musytabihaat) adalah bagaikan penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekeliling wilayah yang dijaga tersebut. Sangat riskan sekali ternaknya masuk ke dalam wilayah terlarang itu. Seperti perkara yang 'samar' bagi seseorang sangat mudah menjerumuskannya ke dalam keharaman.

MEMPERBAIKI HATI

Dalam hadits ini disebutkan bahwa hati adalah 'raja' bagi seluruh anggota tubuh yang lain. Jika baik hatinya, akan baik seluruh anggota tubuh, sebaliknya jika buruk, maka yang lain tidak akan baik.

Ada beberapa upaya untuk menghidupkan, melembutkan, dan menjernihkan hati. Di antaranya:

1. Membaca dan tadabbur (memikirkan dengan penuh pemahaman) al-Qur'an.

Al-Qur'an adalah penghidup hati yang mati. Karena itu Allah sebut al-Qur'an sebagai "ruh". AlQuran adalah penyinar hati dan membuatnya bercahaya

Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu ruh (al-Qur'an) dari perintah Kami. Sebelumnya engkau tidak tahu apakah kitab dan iman itu. Akan tetapi Kami jadikan ia (al-Quran) sebagai cahaya yang dengannya Kami memberikan hidayah kepada siapa saja yang Kami kehendaki dari hamba-hamba Kami (Q.S asy-Syuuro:52)

Al-Qur'an adalah obat hati:

Wahai sekalian manusia, telah datang nasehat dari Tuhanmu (alQuran) dan sebagai obat bagi yang berada di dalam dada (hati), dan sebagai petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman (Q.S Yunus:57)

2. Berdzikir dengan lisan dan hati

"Ingatlah, dengan berdzikir hati menjadi tenang" (Q.S arRa'd:28).

3. Menjaga lisan dari segala ucapan yang mengandung dosa dan kesia-siaan.

Tidaklah akan istiqomah iman seorang hamba sampai istiqomah hatinya, dan tidak akan istiqomah hatinya sampai istiqomah lisannya (H.R Ahmad, dihasankan oleh Syaikh al-Albany dalam Shahih atTarghib wat Tarhiib)

4. Selalu berusaha untuk mengingkari kemungkaran menjadikan hati putih bersinar.

"Hati senantiasa dihadapkan dengan ujian (kemunkaran) bagaikan anyaman tikar sehelai dan sehelai. Hati yang menelannya akan diberi bintik hitam, sedangkan hati yang mengingkarinya akan diberi bintik putih. (Demikian terus berlangsung) hingga akan terdapat 2 jenis hati: (1) Hati yang hitam bagaikan mangkuk terbalik tidak mengenal mana yang ma'ruf dan mana yang munkar, kecuali yang diserap hawa nafsunya. (2) Hati yang putih (cemerlang) yang tidak akan berpengaruh mendapatkan fitnah selama masih ada langit dan bumi" (H.R Muslim).

5. Puasa Ramadlan dan diikuti 3 hari setiap bulan (Hijriah)

Puasa pada bulan kesabaran (Ramadlan) dan 3 hari setiap bulan akan menghilangkan 'wahar' (dengki, permusuhan, kemarahan) dalam dada (H.R Ahmad dan alBazzar, alHaitsamy menyatakan bahwa rijalnya adalah rijal as-Shohih).

6. Istighfar dan taubat penjernih hati

Sesungguhnya seorang mukmin jika berdosa akan ditandai titik hitam pada hatinya. Jika ia bertaubat, mencabut kemaksiatannya dan beristighfar, maka hatinya akan mengkilap (H.R Ahmad)

Catatan kaki
[21] Namun, kondisi tiap anak berbeda satu sama lain. Ada di antara mereka yang diam ketika ikut ta'lim, namun tidak sedikit yang justru menimbulkan kegaduhan dan mengganggu jalannya ta'lim. Untuk anak-anak yang seperti itu (mengganggu jalannya ta'lim) semestinya 'diamankan' dan tidak dilibatkan, karena hal itu bisa memberikan mudharat yang lebih besar.

Kegaduhan pada saat penyampaian kajian ilmu adalah sebuah mudharat yang besar. Penerimaan ilmu dari peserta kajian menjadi tidak seperti yang diharapkan. Padahal ilmu Dien adalah suatu hal yang sangat penting dan krusial. Keliru dalam memahami, bisa berdampak besar. Penjelasan tentang suatu hukum yang haram, bisa saja ditangkap sebagai suatu hal yang halal, dan sebaliknya, karena suara penceramah berbaur dengan bunyi kegaduhan tersebut. Penceramah juga tidak bisa menyampaikan ilmu dengan baik.

Sumber: http://www.salafy.or.id/sikap-wara-dala-beragama-syarh-hadist-ke-6-al-arbain-annawawiyyah/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE


.

__,_._,___

Jumat, 26 April 2013

[FISIKA] Digest Number 3503

3 New Messages

Digest #3503
2a
Re: Majalah Nano Center Indonesia Edisi Kedua by "Ahmad Asrori Nahrun" asrori_nahrun

Messages

Thu Apr 25, 2013 5:43 pm (PDT) . Posted by:

"gito" gito_purnomo

Salam Sejahtera Para Fisikawan Indoensia

Mohon maaf sebelumnya, adapun maksud dan tujuan saya mengirim artikel tentang "Teori baru mengenai terbentuknya Matahari" (file terlampir) adalah agar mendapat saran dan pendapat dari Para Fisikawan Indoensia yang bergabung di forum ini.

Salam,
Gito Purnomo

Thu Apr 25, 2013 5:43 pm (PDT) . Posted by:

"gito" gito_purnomo

mohon maaf filenya ada di Files Direktori Yahoo Group MFI

Terima Kasih,

Gito Purnomo

Thu Apr 25, 2013 5:43 pm (PDT) . Posted by:

"Ahmad Asrori Nahrun" asrori_nahrun

saya sampaikan trimakasih atas kiriman bapak/ibu.smoga bermanfa'at untuk smua.amin

________________________________
From: MNI <nano_indonesia@yahoo.com>
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, April 24, 2013 11:53 AM
Subject: [FISIKA] Majalah Nano Center Indonesia Edisi Kedua


 
Pembaca yang terhormat,

Pada edisi kedua majalah Nano Center Indonesia . Redaksi menyapa pembaca dengan memperkenalkan Jejaring Nano World Indonesia, unit organisasi ilmiah mahasiswa di bidang peminatan Riset dan Pengembangan Nanoteknologi di Indonesia.

Akhir kata, selamat membaca.

Untuk mendownload majalah bisa klik link dibawah ini:

http://bit.ly/majalahNCI02

Salam,
Pemimpin Redaksi

GROUP FOOTER MESSAGE
===============================================================
**  Arsip          : http://members.tripod.com/~fisika/
**  Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
                     <fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================

[MailPlus] Digest Number 18032

2 New Messages

Digest #18032

Messages

Thu Apr 25, 2013 10:54 am (PDT) . Posted by:

"Hary Jay"

Setahu saya sih, di sandy bridge juga sudah dukung hybrid (mestinya
ivy bridge yang lebih baru juga dukung). Ini contoh setting hybrid di
ubuntu:

http://xpressrazor.wordpress.com/2013/01/13/how-to-setup-amdintel-hybrid-graphics-cards-in-linux-ubuntu/

Tapi sepertinya harus didukung sama mainboardnya (BIOS) juga (CMIIW)

Hary

On 4/24/13, Danny Yo <stef_dannyyo@yahoo.com> wrote:
> alo semua,
> saya rencananya mau ngerakit pc pakai produk intel.
> Seperti diketahui fungsi grafis di dalem processor APU amd, bisa kerjasama
> dengan kartu grafis yang ditancep di slot pci express motherboard.
> Bisa ga ya fungsi grafis di dalem prosessor intel (ivy bridge), kerjasama
> dengan kartugrafis yang ditancep di slot motherboard, maksudnya supaya
> kinerjanya yahud, tapi ga perlu kartu grafis yang wattnya gede banget? atau
> harus pilih salah satu?
>
> makasih
> Danny
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>

Thu Apr 25, 2013 11:14 am (PDT) . Posted by:

"Hary Jay"

Atau bisa juga settingnya sudah US International, tapi memang keyboard
layoutnya yang Kingdom. Dulu saya pernah install laptop dari jepang
(layout keyboard jepang), install winxp tinggal next-next saja,
hasilnya keyboard banyak yg kebalik-balik. Parahnya lagi, gak ada
pilihan keyboard dengan layout jepang di regional setting, kecuali
kalau install windowsnya versi jepang.

Salam
Hary

On 4/25/13, Yohan Kusmintoro <yohan.kusmintoro@yahoo.com.sg> wrote:
> Kagem Tomat
>
>
>
> Ndak perlu ganti keyboard, nggak ada yang salah sama keyboard, guwe dah
> puluhan kali install windows 8 memang begono kok, sudah bawaan. Semua sama
> mengubah setting language dari US Kingdom ke US International, bukan pada
> keyboard di control panel tapi di Language.
>
>
>
> Salam