Jumat, 31 Mei 2013

[daarut-tauhiid] Harta dan Anak² yg Membawa Keselamatan !

 



Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Dan sekali-kali
bukanlah harta dan bukan (pula) anak² kamu yg mendekatkan kamu kepada Kami
sedikitpun, tetapi orang² yg beriman dan mengerjakan amal² saleh. Mereka itulah
yg memperoleh balasan yg berlipat ganda disebabkan apa yg telah mereka kerjakan
dan mereka aman sentosa di tempat² yg tinggi (dalam syurga)" (QS. Saba,
34;37)

Berdasarkan ayat diatas, bagi orang yg beriman dan beramal saleh, harta mereka
akan menjadikan mereka dekat dengan اَللّهُ سبحانه وتعالى
Sebab mereka menafkahkannya pada jalan yg semestinya.

Begitu halnya dengan anak²nya.
Dengan kehadiran anak²nya, mereka smakin dekat dengan اَللّهُ. Sebab mereka di didik sesuai dengan
Manhaj (metode) اَللّهُ dan setelah mereka wafat, kebaikan anak²nya sampai kepada arwah mereka.

3 pahala yg terus mengalir walau qt sdh wafat adlh
1 harta yg terus mengalir
2 ilmu yg bermanfaat
3 doa anak yg sholeh.

Kenapa doa anak yg terakhir, karena tidak bisa langgeng, maksimal sd anak tsb
wafat.

Dan kenapa harta diurutan pertama, karena harta yg terus mengalir = wakaf.
Bisa terus menerus bermanfaat selamanya.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan
hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan
(ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)
lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah 261).

Mau berwakaf produktif /detil ttg wakaf produktif? Bisa japri / PING me yaa =-?

Banyak doa untuk harapan lebih baik lagi. Insya Allah semua kebaikan 
dikabulkan Allah SWT  untuk hidup kita dengan  umur panjang yang
sehat, banyak rejeki,  sukses dll.

Semua ilmu bisa kita manfaatkan utk kebaikan, semua cita2 bisa diwujudkan,
tergantung bgmn qt memanfaat usia tersisa ini.
Surah Al-Kahfi 18 ayat 46 "Amal Kebajikan Yang Terus
Menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Allah serta lebih baik menjadi
harapan"

Ber-Wakaflah untuk investasi akhirat kita, Keuntungan Mengalir Abadi Dunia
Akhirat.

Tentukan pilihan sekarang, Uang Kecil BerWakaf Besar melalui Wakaf Wasiat Polis
Asuransi Syariah.

Amankan harta (Amanah Allah) untuk Keabadian setelah kematian.

Buka Polisnya Sekarang, Wakafkan Polisnya.
insyaAllah berkah dunia akhirat

Info lebih lanjut hub Rusni 0857 823 40499 / 081315256839

Tks
~Rusni Takaful~
Sahabat wakaf al azhar
http://www.takaful99.blogspot.com
www.rekimah.blogspot.com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Indonesia lahir bukan kebetulan

 

ISENG2 aja.... Mungkin hanya kebetulan atau memang

INDONESIA lahir bukan suatu KEBETULAN!

Setiap sesuatu,ada saatnya,ada masanya,& bukan suatu kebetulan semata. Begitu pula utk negeri kita ini..

Kata INDONESIA sdh tdk asing lg bukan?Tapi prnh kah iseng2 kita hitung huruf2 yg ada di kata INDONESIA?Kalau blm prnh,yuk coba kita hitung :)
I = 9
N = 14
D = 4
O = 15
N = 14
E = 5
S = 19
I = 9
A = 1
Coba diteliti,dr sekian bnyk angka, angka yg muncul hny angka 9, 1, 4 & 5.Trnyt angka ini sm dgn angka tahun Kemerdekaan INDONESIA 1945. Tentunya angka ini bukan kebetulan,tp angka ini mmg sdh ditentukan o/ yg Maha Punya. Angka cantik ini mmg "dipersembahkan" khusus utk INDONESIA tercinta. ‎​سُبْحَانَ اللّهُ

Skr kita lanjutkan lg,coba angka2 yg tadi kita jumlahkan.Maka kita akan dptkan angka "90".Angka yg ckp sempurna :)
Kmdn angka "90" kita hubungkan dgn nama surat dlm Al-qur'an.Terdpt pd surat apa angka "90"?

Anda Benar !!!
Angka "90" tepat pd surat "Al-Balad" yg artinya "NEGERI".

Ternyata bukan hny kemerdekaan yg telah dipersiapkan, tapi INDONESIA jg telah dinyatakan dlm Al-qur'an bhw wilayah ini mmg sebuah NEGERI yg penuh dgn sgl karuniaNya. Maha suci Engkau ya Rabb..

سُبْحَانَ اللّهُ

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] pertumbuhan masjid lebih kecil di banding rumah-rumah ibadah lain

 

Wamenag: Presiden SBY Layak Mendapat World Statesman Award
*Mega Putra Ratya* - detikNews

*Jakarta* - Bertepatan dengan kunjungannya ke New York, Amerika Serikat,
Presiden SBY akan menerima penghargaan World Statesmen Award dari Appeal of
Conscience Foundation (ACF). Meski banyak kontroversi, SBY dinilai layak
mendapatkan penghargaan tersebut.

"ACF memiliki bank data bencana sosial kemanusiaan dari seluruh negara.
Kelompok ahli mereka yang sangat kredibel itu sangat paham tentang apa yang
pernah, sedang, dan kecenderungan yang akan terjadi di Indonesia," ungkap
Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pernyataan yang diterima
detikcom, Senin (27/5/2013).

Nasar mengatakan ACF memiliki angka-angka akurat berapa ribu orang nyawa
yang melayang dan berapa ratus ribu pengungsi ketika terjadi tragedi
kemanusiaan di Sampit, Kalimantan Tengah (2001), Ambon (1998-200), Poso
(2000), dan tragedi Mei 1998 di Jakarta, dan peristiwa-peristiwa berdarah
lainnya di beberapa tempat di Indonesia.

ACF juga memiliki data kasus yang ditunjuk oleh LSM yang di-crosscheck
dengan data-data yang ada di lingkungan pemerintah dan pihak-pihak netral
lainnya.

"Dalam masa pemerintahan Presiden SBY bencana kemanusiaan itu menurun
drastis. Bukan hanya itu, penyelesaian reformasi di Indonesia relatif lebih
menguntungkan civil society ketimbang penyelesaian pasca Arabs Storm
sejumlah negara-negara teluk, seperti Iraq, Libia, Tunisia, Mesir, dan saat
ini Syiria yang sedang bergolak," tuturnya.

"Di samping itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat mengesankan
berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup kemanusiaan. Memang tidak
bisa dinafikan, di sana-sini masih banyak masalah yang di dalam masyarakat
dan hal itu diakui sendiri oleh Presiden. Namun memang terkadang memerlukan
waktu yang cukup di dalam menyelesaikan keseluruhan problem bangsa," papar
Nasar.

Menurut Nasar, ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari penganugerahan
tersebut. Pertama, Indonesia dapat mengapresiasi secara positif penghargaan
ini sebagai prestasi kolektif anak bangsa.

"Prestasi sosial ini tidak berdiri sendiri melainkan akumulasi prestasi
yang melibatkan banyak kucuran keringat, termasuk keringat Romo Magnis
Suseno yang selama ini dikenal salah satu icon interfaith dialog di
Indonesia. Kedua, kalaulah penghargaan ini kurang atau tidak layak
diterima, mengingat masih adanya sejumlah titik krusial belum
terselesaikan, sebagaimana ditunjukkan Romo Magnis dalam suratnya, justru
dengan menerima penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi dan mendorong
keberanian untuk menuntaskan bengkalai problem tersebut," ungkapnya.

Soal dugaan adanya diskriminasi terhadap kelompok minoritas yang diukur
melalui kesulitan membangun rumah ibadah, lanjut Nasar, justru boleh jadi
menunjukkan kebalikannya. Menurut data dari Litbang Kementerian Agama,
jumlah masjid/musala yang terhalang pembangunannya di NTT, Papua, Bali, dan
DKI Jakarta lebih banyak jumlahnya (7 masjid/musala) daripada gereja
(Protestan 4, dan Katolik 2).

"Lagi pula, dasar penolakan tersebut sesungguhnya bukan dipicu konflik
antar umat beragama tetapi karena Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang
merupakan kewenangan penuh Pemda setempat," kata Nasar.

Statistik menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah masjid/musala dari tahun
ketahun jauh lebih kecil di banding pertumbuhan jumlah rumah-rumah ibadah
lain. Data Litbang Kemenag menunjukkan pertumbuham rumah ibadah selama 27
tahun terakhir yang didata: Mesjid/mushalah (64,22%), Gereja Kristen
(131,30%), Gereja Katolik (152,00%), Wihara Budha (268,09%), dan Pura Hindu
(475,25%).

"Agak ironi, Islam sebagai agama mayoritas mutlak dianut di negeri ini
bukan hanya pertumbuhannya anjlok tetapi juga paling banyak tercekal
pembangunannya). Data dari Biro Pusat Statistik (2000-2010) menunjukkan
terjadinya penurunan persentase populasi penganut agama Islam dari 87,91%
menjadi 87,21% dan pertambahan populasi penganut agama Kristen dari 5,73%
menjadi 6,96%," kata Nasar.

http://news.detik.com/read/2013/05/27/175936/2257168/10/wamenag-presiden-sby-layak-mendapat-world-statesman-award?nd771104bcj

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

Kamis, 30 Mei 2013

[daarut-tauhiid] Wajar Suka Dunia, Tak Wajar Dunia Jadi Tujuan Hidupnya

Wajar Suka Dunia, Tak Wajar Dunia Jadi Tujuan Hidupnya

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, segala puji milik Allah. Shalawat
dan salam untuk Rasulullah, Muhammad bin Abdullah, keluarga dan para
sahabatnya.

Allah mengabarkan, Dia telah jadikan syahwat duniawi indah di mata manusia;
berupa wanita, anak-anak, harta benda yang banyak, dan lainnya. Jika hati
manusia ada rasa suka kepada kenikmatan dunia itu sesuatu yang manusiawi.
Masih wajar jika manusia cenderung untuk memiliki, menguasai, dan merasakan
kenikmatan-kenikmatannya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

Òõíøöäó áöáäøóÇÓö ÍõÈøõ ÇáÔøóåóæóÇÊö ãöäó ÇáäøöÓóÇÁö æóÇáúÈóäöíäó
æóÇáúÞóäóÇØöíÑö ÇáúãõÞóäúØóÑóÉö ãöäó ÇáÐøóåóÈö æóÇáúÝöÖøóÉö æóÇáúÎóíúáö
ÇáúãõÓóæøóãóÉö æóÇáúÃóäúÚóÇãö æóÇáúÍóÑúËö

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis
emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang." (QS.
Ali Imran: 14)

Namun perlu diingat, bahwa semua itu adalah kesenangan hidup di dunia.
Artinya, kenikmatannya tidaklah kekal dan abadi. Kenikmatannya hanya
sementara dan sedikit. Berbeda dengan akhirat, kenikmatannya melimpah tak
bisa dibayangkan dan kekal abadi. Karenanya, seseorang tidak boleh mengejar
dunia lalu lupa akhirat.

Ðóáößó ãóÊóÇÚõ ÇáúÍóíóÇÉö ÇáÏøõäúíóÇ æóÇááøóåõ ÚöäúÏóåõ ÍõÓúäõ ÇáúãóÂóÈö

"Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali
yang baik (surga)." (QS. Ali Imran: 14)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa'di dalam tafsirnya (Taisir al-Karim
al-Rahman) membagi manusia dalam menyikapi dunia ini kepada dua kelompok.
Pertama, manusia yang menjadikan dunia sebagai tujuan. Sehingga pikiran,
cita-cita, harapan, dan segala perbuatannya hanya untuk dunia. Akibatnya,
mereka lalai dari tujuan penciptaannya, yakni ibadah. Mereka menyikapi
dunia sebagaimana binatang; menikmati kelezatannya dan memuaskan
syahwatnya. Mereka tak peduli dengan cara apa mendapatkan dunia dan untuk
apa menggunakannya. Hakikatnya, mereka menjadikan dunia ini sebagai bekal
menuju kesengsaraan dan adzab di akhirat.

Kelompok kedua, mereka yang mengetahui tujuan hidupnya dan maksud Allah
menjadikan dunia ini; yakni sebagai ujian dan cobaan kepada
hamba-hamba-Nya. Supaya jelas, siapa yang mengutamakan ketaatan kepada
Allah dan mencari ridha-Nya dan siapa yang lebih suka memperturutkan nafsu
untuk menikmati kesenangan dunia dan menuruti syahwatnya. Mereka menjadikan
dunia sebagai sarana dan jalan untuk menyiapkan bekal akhirat. Mereka
menikmati dunia sebagai sarana untuk mencari ridha Allah Subhanahu Wa
Ta'ala. Mereka menjadikan dunia sebagai jembatan menuju akhirat. Mereka
menjadikan dunia sebagai barang dagangan yang dijual untuk mendapatkan
keuntungan akhirat. Hakikatnya, mereka menjadikan dunia sebagai bekal
menuju Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kelompok kedua ini akan rela kehilangan dunia -bahkan yang paling berharga
sekalipun- untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia di akhirat. Mereka rela
mengorbankan jiwa dan harta bendanya untuk ditukar dengan surga.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

Åöäøó Çááøóåó ÇÔúÊóÑóì ãöäó ÇáúãõÄúãöäöíäó ÃóäúÝõÓóåõãú æóÃóãúæóÇáóåõãú
ÈöÃóäøó áóåõãõ ÇáúÌóäøóÉó íõÞóÇÊöáõæäó Ýöí ÓóÈöíáö Çááøóåö ÝóíóÞúÊõáõæäó
æóíõÞúÊóáõæäó æóÚúÏðÇ Úóáóíúåö ÍóÞøðÇ Ýöí ÇáÊøóæúÑóÇÉö æóÇáúÅöäúÌöíáö
æóÇáúÞõÑúÂóäö

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta
mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan
Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang
benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran." (QS. Al-Taubah: 111)

ÝóáúíõÞóÇÊöáú Ýöí ÓóÈöíáö Çááøóåö ÇáøóÐöíäó íóÔúÑõæäó ÇáúÍóíóÇÉó ÇáÏøõäúíóÇ
ÈöÇáúÂóÎöÑóÉö

"Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan
kehidupan akhirat berperang di jalan Allah." (QS. Al-Nisa': 74)

Penutup

Wajar jika manusia suka kepada dunia, baik dia orang awam maupun ulamanya.
Semuanya yang namanya manusia memandang indah wanita, anak-anak, harta
benda dan kekayaan yang melimpah. Namun yang tidak wajar jika dunia
dijadikan sebagai tujuan hidup dan pucak cita-cita. Sehingga apapun
dilakukan untuk memperolehnya dan merengguh kenikmatannya. Jika demikian
maka manusia telah gagal dalam menghadapi ujian dunia ini.

Setelah Allah terangkan tentang kedudukan dunia di mata manusia, Allah
terangkan bahwa dunia dan segala kemewahannya adalah kenikmatan yang
sementara dan fana. Allah menjadikannya sebagai ujian kepada
hamba-hamba-Nya. Tidak boleh kenikmatan dunia dan kemewahannya menjadi
tujuan hidup sehingga halalkan segala cara memperolehnya. Sebaliknya dunia
harus dijadikan sebagai sarana dan jalan menuju kehidupan akhirat. Dunia
dijadikan sebagai negeri berbekal untuk meraih kehidupan kekal abadi lagi
sangat nikmat di akhirat. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Pengakuan Pengikut Sekte Seks Bebas:Pemimpin Ritualnya Seorang Pendeta

Pengakuan Pengikut Sekte Seks Bebas:Pemimpin Ritualnya Seorang Pendeta

Bandung (voa-islam.com) - Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, Jawa Barat
menerima laporan dari Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung
Muhammad Anwar terkait keberadaan sekte seks bebas di Kota Kembang itu.

Seperti diberitakan Metro TVNews, Selain Anwar yang diperiksa, polisi juga
telah meminta keterangan Gilang yang mengaku sebagai salah seorang pengikut
sekte seks bebas. Menurut Gilang, pemimpin sekte bernama Andreas. Andreas,
menurut Gilang, adalah seorang pendeta. Para pengikut sekte ini, jelas
Gilang, selain pegawai negeri sipil tak sedikit pula artis dan kalangan
mahasiswa. Salah satu ritual sekte adalah melakukan seks bebas dan
tukar-tukaran pasangan. Jika si perempuan hamil, janin akan digugurkan di
rumah pendeta Andreas.

Selain melakukan seks bebas, sekte juga melakukan pemujaan terhadap
binatang-binatang. Seperti yang akan mereka lakukan Kamis (30/5) hari ini
di sebuah hutan di kawasan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Seperti dilansir Harian Terbit, Sekum MUI Jabar Rafani Achyar membeberkan,
aliran atau sekte bebas ini pernah ada di Kota Bandung pada kisaran tahun
2000-2005 silam. "Tapi saat kita telusuri mendadak menghilang," ucapnya
kepada wartawan.

Meski demikian, pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah sekte atau
aliran tersebut benar-benar ada atau tidak. Pasalnya hingga kini belum ada
bukti konkrit. "Belum ada bukti sampai sekarang. Kita juga perlu pengkajain
lagi," bebernya.

Rafani yang juga menjabat sebagai Wakil Sekum Forum Kerukunan Umat Beragama
(FKUB) Jabar ini berharap masyarakat tidak perlu khawatir akan isu yang
kini berhembus. Pihaknya beraharap, masyarakat tidak melakukan sebuah
tindakan yang bisa berakibat melanggar hukum. "Jangan ada tindakan fisik
dalam menanggapinya. Karena belum dipastikan semua itu benar," tegasnya.

Rafani miminta kepada masyarakat yang memiliki atau menemukan info mengenai
adanya aliran sesat, sebaiknya segera melaporkan kepada pihak berwenang
seperti MUI, Polisi, atau Badan Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan
Masyaraka

Sementara itu, Koordinator Tim Investigasi Aliran Sesat (Tias), Heddy
Gunawan mengungkapkan, sekira 1965 hingga 1970 ada kelompok yang bernama
Hakekot tumbuh di Jawa Barat. Kelompok ini berzinah dengan dalil agama.
"Mereka ngakunya Islam, ngaji di tempat terang tapi lama-lama lampunya
digelapkan kemudian berzinah," kata Heddy.

Dalam ajaran kelompok Hakekot, bila manusia sudah mencapai tingkatan
hakikat maka tidak perlu lagi melaksanakan syariat. "Bagi mereka zina bukan
dosa lagi karena mereka sudah bersatu dengan tuhan, tidak lagi kenal baik
buruk. Itu yang tradisional," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, ada juga kelompok modern yang rasional. Mereka
memuja hawa nafsu tapi munafik. Kelompok ini berbeda dengan masyarakat
liberal seperti di Amerika, yang juga memuja hawa nafsu tapi sudah lebih
terang-terangan.

Terkait adanya surat edaran perintah seks bebas di lingkungan Pemkot
Bandung, Heddy yakin tak ada kaitan dengan kelompok yang mengatasnamakan
agama. Kalaupun ada, lanjutnya, hanya menggunakan dalil agama untuk merusak
moral saja. "Setiap gerakan seks bebas baik kalangan Kristiani atau yang
mengaku Islam atau kelompok lain sebenanrnya itu hanya alasan yang dibuat
untuk hawa nafsu saja," cetusnya.

Tidak mustahil kelompok yang menyimpang dibuat kalangan tertentu untuk
menjebak kalangan beragama dengan alasan keagamaan. "Dulu di Bandung pada
80-an ada sekte Children of God, ngakunya Kristen tapi seks bebas," pungkas
Heddy.

Dia menambahkan, kelompok aliran sesat di Tanah Air seperti timbul
tenggelam dan biasanya digunakan kelompok tertentu untuk kepentingan
politik. "Kelompok aliran sesat diduga pernah digunakan untuk kepentingan
politik pada 2007 hingga 2008. Saat itu, masyarakat geger dengan adanya Lia
Eden atau Lia Aminudin yang mengaku sebagai Malaikat Jibril. Ada juga
kelompok Millah Abraham," katanya.

Lima tahun lalu, tambahnya, tiba-tiba marak aliran sesat dan sangat banyak.
Itu bisa untuk kepentingan politik. "Analisa kami itu bukan kebetulan, tapi
ada rekayasa di baliknya," katanya. [desastian/dbs]

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/05/30/24897/pengakuan-pengikut-sekte-seks-bebaspemimpin-ritualnya-pendeta/


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3717

1 New Message

Digest #3717

Message

Wed May 29, 2013 1:39 pm (PDT) . Posted by:

"Nursalam AR"

PKS atau parpol atau ormas/lembaga Islam boleh bubar asal jangan Islam
yang bubar. Jika PKS atau parpol atau ormas/lembaga tsb merendahkan
atau memanipulasi kebenaran Islam, saya sepakat dengan usulan Mbak
Afifah Afra bahwa sebaiknya dilakukan amputasi terhadap bagian yang
busuk tsb. Ketimbang merusak satu tubuh lebih baik potong bagian yang
membusuk.

Saya rasa itulah sunnatullah atau janji Allah yang akan berlaku atas Islam
dan Muslim.
Kecuali jika sebagian kalangan Muslim sudah menganggap PKS melebihi
Islam sebagai agama, menuhankan Hilmi Aminuddin, atau bernabikan
Muhammad Anis Matta, bukan Muhammad bin Abdullah.

Wallahu a'lam bisshawwab.

2013/5/29 Dewi Setiowati <dewihusna4171@yahoo.com>

> **
>
>
> menanggapi sahabat kita, yons ahmad. kemarahan dan kebencian akan hilang
> ketika kita memahami sesuatu di balik setiap kejadian dan peristiwa. saya
> paham kenapa masyarakat begitu kaget, marah mungkin atau bahkan kemudian
> menjadi benci dengan PKS mengingat begitu maraknya berita negatif tentang
> PKS akhir-akhir ini sementara ada harapan besar yang diletakkan ke pundak
> PKS atau bisa jadi kebencian sudah tumbuh sejak sebelum kasus ini. Saya
> sendiri mengalami betapa tidak mudahnya belajar menerapakan Islam di tengah
> masyarakat yang masih harus banyak belajar tentang islam. Atau mereka yang
> sudah tahu tetapi belum paham atau sedang terkena penyakit hati entah
> sombong, ingin dihargai, etc. Belum lagi umur PKS yang belum terlalu lama
> dalam pergaulannya dengan masyarakat. Mungkin banyak terjadi gesekan di
> sana sini. Dalam kasus ini, melek media belum juga menjadi budaya. Cover
> both sides belum juga sepenuhnya dijalankan oleh media yang ada.
> ketidakseimbangan
> berita yang menyebabkan kader PKS terpicu emosinya. meski saya juga tidak
> sepakat apabila emosi kemudian menjadi pengendali. karena semua kejadian
> adalah lahir dari kehendak, ijin dari Alloh. Semua kejadian, baik
> buruk/baik tidak menjadi masalah selama kita mensikapinya dengan baik,
> sesuai dengan apa yang Alloh suka. Utk kita yang awam, mungkin harus selalu
> konfirmasi, tabayyun ketika mendengar sebuah berita, benarkah berita
> ini-benar, akurat dan lengkap- dan harus mendengar dari dua pihak, dalam
> hal ini KPK dan PKS. jangan berat sebelah. Jangan mudah ikut arus,
> pandangan publik. karena ketika semua bilang bergunjing adalah sah-sah saja
> sementara Alqur'an bilang itu haram, apakah kemudian kita akan santaei bae
> bergunjing ? PKS Piyungan mungkin bisa jadi rujukan utk info ttg PKS.
> sementara utk kader PKS. tetaplah cool, kalem serta terus melakukan apa yg
> bisa dilakukan, yang terbaik yg bisa dilakukan agar Alloh suka. toh sampai
> sekarang, ust Luthfi
> belum terbukti bersalah. dan batas penahanan adalah 30 mei.kita min
> berdoa, sholat dua rakaat atau shaum utk mendoakan kebebasan ust luthfi dan
> memohon agar Alloh bukakan yang benar itu benar, yg batil adalah batil. toh
> sekaliber aisyah r.a saja pernah dituduh berzina dengan sahabat Nabi saw,
> apatah lagi ini baru presiden PKS, noktah kecil di negara bernama
> Indonesia.
>
> saya sebagai kader pendukung PKS, dengan ini memohon maaf kepada semua
> yang merasa kecewa dengan PKS. Maafkan kami yang masih terbatas dan belum
> cukup memuaskan dalam melayani. belum cukup bijak bersikap sehingga sengaja
> atau tidak ada hati-hati yang terluka atau tersakiti. Mohon keikhlasan hati
> untuk semua yang tidak berkenan tentang PKS. Semoga semua yang terjadi
> sekarang, menjadikan PKS akan menjadi lebih baik di masa datang. Kalaupun
> PKS bisa bertahan dan masih ada setelah kasus ini. Kalaupun PKS harus
> bubar, keinginan kami utk menjadikan diri, keluarga, masyarakat, dan negara
> ini menjadi masyarakat yang disukai Alloh tidak akan pernah bisa
> dihentikan. Karena itulah perjanjian kami dengan Tuhan kami. wallahu'alam.
>
> ________________________________
> From: Yons Achmad <senjakarta@gmail.com>
> To: penulislepas@yahoogroups.com; sekolah-kehidupan@yahoogroups.com;
> jurnalisme@yahoogroups.com; mediacare@yahoogroups.com
> Sent: Monday, May 27, 2013 6:14 PM
> Subject: [penulislepas] GAGASAN : PKS (Memang) Antikritik
>
>
>
> *Kesimpulan untuk Imam Subkhan dan Yeni Mulati*
>
> Artikel Imam Subkhan, *PKS Terautolisis,* di *SOLOPOS* edisi Kamis (16/5)
> cukup menarik. Imam mencoba menggunakan istilah yang dikenal dalam biologi,
> autoloisis (pembusukan), untuk menggambarkan kondisi terkini Partai
> Keadilan Sejahtera (PKS). Partai ini sedang tercoreng berbagai kasus moral
> dan hukum.
>
> Kesimpulan dari artikel tersebut, PKS bakal ditinggalkan kader dan
> konstituennya. Tidak ada lagi kepercayaan. Diprediksikan pada Pemilu 2014,
> perolehan suara partai ini bakal terjun bebas dan menjadi partai gurem yang
> tinggal menunggu waktu kehancurannya.
>
> Tulisan tersebut mengusik salah seorang simpatisan PKS, Yeni Mulati, yang
> memberikan tanggapan berjudul *Semua Parpol Butuh Autolisis, SOLOPOS* edisi
> Senin (20/5). Seperti pada umumnya, tulisan-tulisan simpatisan PKS pasti
> merupakan pembelaan-pembelaan. Selalu mencari celah pembenaran bahwa PKS
> tidak bersalah.
>
> Dalam artikel tersebut, Yeni berargumen bahwa justru autolisis (pembusukan)
> itu diperlukan karena hal tersebut sebuah mekanisme penting untuk
> mempertahankan hidup organisme dengan cara membuang sel-sel yang sudah
> rusak dan mati.
>
> Menurut dia, jika Imam menjadikan autolisis sebagai kiasan tentang apa yang
> bakal terjadi pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebenarnya secara tidak
> langsung Imam sedang mendoakan PKS untuk segera melakukan mekanisme yang
> akan memperkuat tubuh PKS dan membuat PKS kian bugar sepanjang masa.
> Begitulah argumen khas simpatisan partai, pintar menghindar dan membalikkan
> logika demi kepentingan citra partainya.
>
> Mengapa kader-kader PKS selalu mengemukakan pembelaan-pembelaan membabi
> buta atas beragam kasus moral dan hukum yang menjerat mereka? Tentu saja
> yang demikian salah satunya disebabkan karena menganggap diri mereka tidak
> bersalah, bersih. Mereka menutup mata atas fakta-fakta hukum.
>
> Dalam kasus Lutfhi Hasan Ishaaq (LHI) misalnya, di berbagai media sosial (*
> Facebook*, *Twitter*, *mailing list*), kader-kader PKS yang antikritik ini
> begitu membabi buta dalam melakukan pembelaan, sementara mereka
> mencaci-maki media dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang
> serius melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi.
>
> Sementara, saran-saran kebaikan tak pernah diterima. Mereka justru
> memberikan label (stigma) dengan sebutan "PKS Haters" (pembenci PKS) bagi
> siapa pun yang mencoba mengkritik PKS. Mereka dengan bangga menyebut diri
> mereka dengan sebutan "PKS Lovers".
>
> Jika ada yang mencoba memberikan saran kebaikan, sering terlontar kalimat
> yang tidak santun dan terkesan arogan, misalnya saya pernah mendapatkan
> contoh bagaimana arogansi tersebut diperlihatkan. Salah satunya dengan
> pernyataan begini: PKS Haters tak perlu repot-repot menyuruh kader PKS
> untuk bebenah dan intropeksi. Kami sudah melakukannya sebelum Anda
> memikirkannya.
>
> Nah, sekarang, apakah kritik yang ditulis Imam Subkhan tersebut adalah
> sia-sia belaka? Saya kira tidak. Bahkan kritikan-kritikan semacam itu
> diperlukan. PKS sekarang memang tidak sedang membutuhkan kritikan-kritikan
> semacam itu. Yang diperlukan PKS sekarang adalah pembelaan-pembelaan.
>
> Selemah apa pun pembelaan, itulah yang diperlukan. Agak kontradiktif
> memang. Padahal saya kira PKS akan menjadi besar justru oleh kritikan,
> cemoohan bahkan hujatan sekalipun, bukan justru lewat pujian dan
> pembelaan-pembelaan.
>
> Menjawab persoalan ini, saya kira seperti yang ditulis Imam Subkhan tidak
> sia-sia. Justru yang demikian itulah jalan untuk menjaga akal sehat, jalan
> untuk mengingatkan kelemahan sebuah partai politik (Islam) untuk kembali ke
> jalur yang benar. Partai politik (Islam) semestinya tidak menutup mata
> terhadap pembusukan dan kebusukan yang memang ada didalamnya.
>
> *Intelektual Profetik*
>
> Partai politik (Islam) mestinya juga membuka diri terhadap mata publik
> tentang kondisi partai politik dewasa ini. Suka atau tidak suka, langkah
> kritik semacam ini diperlukan untuk mencerahkan publik (umat).
>
> Dalam konteks demikian, apa yang dilakukan Imam Subkhan saya kira selaras
> dengan jalan intelektual profetik (kenabian) seperti yang digagas
> (almarhum) Kuntowijoyo, intelektual muslim di Jogja.
>
> Kuntowijoyo pernah menggagas akan pentingnya intelektual profetik
> (kenabian). Ide dasarnya diambil dari ayat Alquran: *Kamu adalah umat
> terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang makruf dan mencegah
> yang mungkar dan beriman kepada Allah* (QS Ali-Imron: 110).
>
> Kuntowijoyo menafsirkan ayat tersebut dengan tiga gagasan penting yaitu
> humanisasi (amar makruf), liberasi (nahi mungkar) dan transendensi (beriman
> kepada Allah). Dalam konsepsi ini, saya kira apa yang dilakukan Imam
> Subkhan adalah sebuah jalan liberasi: mengkritik performa partai politik
> dan membuka mata publik (umat) atas kebobrokan-kebobrokan yang ada di tubuh
> partai.
>
> Hasil akhirnya tentu saja bukan dalam kerangka "menghabisi" PKS, tetapi
> sebuah jalan untuk menguatkan partai Islam agar sesuai dengan cita-cita
> awal pendirinya: menjadi partai yang benar-benar bersih, menjaga moralitas,
> tidak korupsi dan benar-benar memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
> Bukan sebaliknya, partai yang arogan, antikritik, hedonis serta mengunakan
> partai hanya untuk memperkaya diri sendiri.
>
> Dengan demikian, kita tetap perlu terus menumbuhkembangkan sikap kritis
> ini, dan perlu terus-menerus menyalakan akal sehat. Ini demi pencerahan,
> demi Indonesia yang lebih baik. (*senjakarta@gmail.com*)
>
> http://www.solopos.com/2013/05/27/gagasan-pks-memang-antikritik-410384
>
> --
> =====
> Yons Achmad
> Publicist @Kanetmedia
> 082123147969 (Pin: 2677F8AC)
> http://kanetmedia.com
> http://kanetdistro.com
> Twitter @senjakarta
> Email: Senjakarta at Gmail.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ------------------------------------
>
> http://www.penulislepas.com
> Website Penulis Terbesar di Indonesia. Hadir Sejak Tahun 2001
>
> Facebook: http://www.facebook.com/penulislepas
> Twitter: http://www.twitter.com/penulislepas
>
> ==========
>
> Perhatian: Iklan Hanya Diperbolehkan Hari SENIN. Jangan lupa cantumkan tag
> [Iklan] pada subject/judul email Anda.
>
> Info lengkap (termasuk tatacara beriklan), klik
> http://www.penulislepas.com/about/aturan-pemasangan-iklan-di-milis-penulislepas
>
> ==========
>
> Mau MENERBITKAN BUKU, Bebas Penolakan Naskah?
> Klik http://www.DapurBuku.com
>
> ==========
>
> Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
> Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
>
> =============================================
>
> Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke
> penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email
> konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah
> itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
>
> =============================================
> Yahoo! Groups Links
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>

--
Twitter : @pekerjakata
Blog : www.nursalam.wordpress.com
"Either you run the day or the day runs you."
(Jim Rohn)

[daarut-tauhiid] Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih

 

Sumber : http://www.rumahfiqih.com/art.php?id=50&=buku-fiqih-yang-tidak-fiqih-.htm
 
Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih Tweet By : Ahmad Zarkasih, S.Sy. - [ baca semua tulisan ]
22 April 2013, 06:41:20
Dibaca : 1917 kali | Baca Versi HP Disini

Wassalamu'alaikum
Jagalah Hati Selalu
Wisnu
Ceritanya bermula pada kelas fiqih di salah satu fakultas yang berada di universitas Islam terkenal Jakarta. Seperti kebiasaan pada umumnya, Prof. A masuk dan langsung memberikan judul-judul yang nantinya menjadi tugas makalah bagi para mahasiswa.
Salah satu mahasiswa mendapat tugas dengan tema "Al-Qiradh" [القراض] yang dalam litelatur Fiqih dikenal sebagai "Al-Mudharabah" [المضاربة] yaitu istilah untuk akad Bagi Hasil Dalam Perdagangan atau sejenisnya. Bedanya hanya dalam istilah saja, kalau istilah "Al-Qiradh" [القراض] dipakai oleh mazhab Maliki dan Syafi'i, sedangkan istilah "Al-Mudharabah" [المضاربة] dipakai oleh Mahab Hanafi dan Hambali. Tetapi intinya sama saja.
Datanglah hari dimana si mahasiswa "Al-Qiradh" mempresentasikan apa yang telah ia kumpulkan dalam makalah "Al-Qiradh"-nya. Karena memang bahasa pengantar yang dipakai itu bahasa Indonesia, ya makalahnya pun berbahasa Indonesia. Dan pastinya si mahasiswa pun meng-"copas" makalahnya dari makalah atau buku berbahasa Indonesia juga.
Dari awal pemaparan sang dosen nampak kebingungan melihat apa yang dibicarakan oleh mahasiswanya. Belum selesai persentasi dipaparkan, beliau langsung menyela sambil bilang,"Kok masalah Qiradh tapi dari tadi ngomongin hutang-piutang?. Padahal tema Qiradh itu pembahasan soal kerjasama bagi hasil antara dua belah pihak, yaitu pemilik modal dan pekerja.
Si mahasiswa menjawab,"Yang saya dapat di Kitab memang begitu, Prof!". Pak dosen malah tambah menunjukkan wajah bingungnya sambil bertanya. "Dari kitab apa kamu dapat ini?"
Tanpa menjawab, si mahasiswa langsung menyodorkan buku ke dosennya. Rupayanya materinya itu disadur dari buku terjemah Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq. Setelah diperiksa, rupanya 'musibah' ada pada buku terjemahan itu. Rupanya penerjemah buku itu hanya sekedar bisa bahasa Arab sebatas hanya dalam skala menterjemahkan, tapi ia tidak mengerti ilmu fiqih itu sendiri, yang menjadi esensi materi buku.
Sehingga penerjemah tidak bisa membedakan antara al-Qiradh [القراض] dan Al-Qardh [القرض]. Memang keduanya punya dimensi pembahasan yang sama yaitu sama-sama dalam term fiqih muamalat. Al-Qardh [القرض] itu ialah salah satu bab dalam kitab fiqih yang membahsa tentang hutang piutang.  Sedangkan tema al-Qiradh [القراض] dalam fiqih muamalat maksudnya tidak lain adalah akad mudharabah [المضاربة] yaitu istilah untuk akad bagi hasil .

Tentu saja akad hutang piutang tidak sama dengan akad kerjasama bagi hasil dalam usaha bersama. Pantas saja keliru dan bisa-bisanya mahasiswa dikasih judul al-Qiradh tapi ketika membuat makalah dan pembahasan, ternyata yang dibahas malah hukum hutang piutang, al-Qardh [القرض].

Dan biang masalahnya karena si penerjemah tidak ngudeng ilmu fiqih. Dia menganggap tidak ada bedanya aL-Qiradh dan al-Qardh. Dan lebih parahnya, ternyata si mahasiswa kelas fiqih ini juga tidak tahu mana al-Qardh dan mana aL-Qiradh. *tepok jidat
Cerita ini saya dapet langsung dari si Prof. A pelaku kejadian itu, karena memang beliau juga dosen saya di sekolah Pasca di Universitas yang sama.
PENERBIT TIDAK PUNYA PENERJEMAH MUMPUNI
Ini buruknya yang banyak terjadi di penerbit-penerbit kita, di Indonesia. Mereka punya banyak penerjemah, bahkan saking banyaknya, banyak penerjemah yang statusnya freelance dari si penerbit itu.
Tapi sayangnya, penerjemah yang ada hanya mampu menterjemahkan bahasa saja, tetapi mereka tidak menguasai ilmu materi yang diterjemahkan. Padahal dalam menterjemah sebuah kitab, selain tahu kaidah bahasa Arab, si penerjemah dituntut untuk mengerti istilah-istilah yang dipakai dalam kitab tersebut.
Kalau menerjemahkan kitab fiqih, seharusnya si penerjemah juga mengerti ilmu fiqih. Karena banyak istilah fiqih yang disebutkan dalam kitab-kitab fiqih itu mempunyai arti berbeda jika istilah itu berada dalam kitab tafsir atau ilmu hadits.
Contoh paling kecil ialah istilah 'sunnah'. Dalam disiplin ilmu hadits, istilah 'sunnah' ini punya pemahaman tersendiri dan akan jadi lain pengertiannya kalau digunakan dalam ilmu ushul. Dan akan jadi berbeda lagi maknanya dalam kitab Fiqih.
Kalau kurang-kurang mengerti, alih-alih mau menterjemahkan, yang ada malah bisa menyesatkan banyak orang dengan buku terjemahannya itu. Parahnya jika si pembacapun bukan seorang yang mengerti. Orang awam yang mau belajar, tiba-tiba bertemu dengan buku terjemah yang si penerjemahnya pun bias dan tidak mengerti dengan apa yang ia terjemahkan.
Sayangnya lagi, setelah terjemahan rampung, naskah masuk ke meja penyunying. Dan si penyunting atau editor juga bukan seorang ahli dalam disiplin ilmu yang ada di buku terjemahan itu. Karena ternyata penyuntingnya hanya seorang ahli bahasa,  yang bisa cuma mengoreksi bahasa-bahasa yang keliru.
Lengkaplah sudah penderitaan para penuntut ilmu yang larinya ke buku terjemahan. Lihat berapa juta orang yang sudah di-bodohkan dengan buku 'sesat' ini?

Dalam kasus salah paham mahasiswa dan dosen di atas, masih untung ada yang mengoreksi kesalah-pahaman ini. Bayangkan bila buku itu dibaca oleh khalayak muslim yang tidak punya guru atau dosen, kayak apa jadinya.

JANGAN BELAJAR DARI BUKU TERJEMAH
Cara paling selamat untuk terhindar dari kesesatan ini ialah, ya jangan belajar dari buku terjemahan. Kalau memang mau belajar serius, jangan jadikan sebuah buku sebagai pegangan satu-satunya.
Belajar-lah langsung dari beliau-beliau yang memang mumpuni dalam bidang tersebut. Beliau yang telah melewati riwayat pendidikan panjang dalam disiplin ilmu tersebut, bukan mereka yang juga "alumni" dari sekolah buku terjemah.
Datangi langsung guru, kiyai, ustadz, atau apapun sebutannya, asalkan yang memang ahli di bidangnya. Entah itu ikut kuliahnya (jadi mahasiswa) atau datangi setiap majlis yang beliau menjadi pembicara. Bukan hanya menjadikan buku sebagai guru teladan, apalagi cuma buku terjemahan yang bias.
Lain halnya bila buku itu ditulis dengan bahasa Indonesia dari penulis Indonesia. Tidak jadi masalah karena tidak ada perubahan bahasa disitu. Tapi kalau buku aslinya itu berbahasa asing, kemudian diterjemahkan, sudah menjadi sebuah keniscayaan kalau ada perubahan bahasa dan hilang juga nuansa keilmuan yang sudah dibentuk oleh si penulis asli dalam bukunya.
Buruknya lagi si penerjemah cuma bisa menterjemahkan tapi tidak ngudeng dengan ilmu yang disampaikan dalam buku tersebut. Ya tidak mesti expert memang, tapi setidaknya, penerjemah harusnya mengerti dengan istilah-istilah yang dipakai dalam dispilin ilmu tersebut.
Terus berguru dengan buku terjemah tidak akan memuaskan pun tidak akan membuat kita makin tahu, dan ilmu yang sampai pun menjadi tanggung, tidak menyeluruh. Nah, Justru ilmu yang tanggung itu jauh lebih berbahaya daripada tidak tahu sama sekali.
Karena lebih baik tidak tahu, dari pada tahu tapi "nanggung".
Wallahu a'lambishshawab.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___