Rabu, 26 Juni 2013

[MailPlus] Digest Number 18063

1 New Message

Digest #18063

Message

Tue Jun 25, 2013 10:32 pm (PDT) . Posted by:

"Samuel Sappa"

Mohon masukkan dari rekan2 semuanya,
ada ngak aplikasi semacam remote desktop jadi pas usernya logout sessionnya
masih ada, kalo saya pake bawaan windows terbentur dengan lisensi Terminal
service, selain itu juga remote desktop tidak bisa mempertahankan session
user

Itu saja dari saya atas masukkannya saya ucapkan banyak terima kasih

--
Regards
Samuel Sappa,

[Non-text portions of this message have been removed]

We are making changes based on your feedback, Thank you !
The Yahoo! Groups Product Blog

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3729

1 New Message

Digest #3729
1
Single Religi "Ramadhan Kita" by Senjakarta by "Yons Achmad" freelance_corp

Message

Tue Jun 25, 2013 6:42 am (PDT) . Posted by:

"Yons Achmad" freelance_corp

Sekedar meramaikan ramadhan bikin lagu "Ramadhan Kita" :)
===============================
Ramadhan Kita
By: yons achmad

Hey hey hey kita kembali lagi
Hey hey hey ramadhan yang dinanti 2X

Kembali kita puasa sebulan lamanya
Tunduk patuh kita pada perintah agama
Hanya yang beriman yang mendapat panggilan
Tunduk patuh kita pada perintah Tuhan

Jaga hatimu jaga cintamu
Raih ketaqwaan terbaikmu 2X

Bisa didengerin disini

http://soundcloud.com/yons-achmad/ramadhan-kita-by-senjakarta

atau bisa di donlot dimari https://www.box.com/files/0/f/0/1/f_8862441547

Matur sukma
yons achmad :)

[daarut-tauhiid] Sikap Nabi Terhadap Munafiq, Khawarij, dan Orang Kafir

 

Assalamu'alaikum wr wb,

Rasakan bedanya... :)
Sikap Nabi Terhadap Munafiq, Khawarij, dan Orang Kafir
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…" (QS An-Nahl: 125).

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu…" [Ali 'Imran 159]

Inilah sikap Nabi terhadap orang-orang munafiq, Khawarij, dan orang2 Kafir:

Terhadap Abdullah bin Ubay bin Salul, Nabi tidak memeranginya. Tidak juga membunuhnya. Bahkan Nabi mensholati jenazahnya meski dihalang-halangi oleh Umar bin Khoththob ra. Meski kemudian Allah menegur Nabi untuk tidak mensholati jenazah orang2 yang munafik:

Umar ibnul Khaththab r.a. berkata, "Ketika Abdullah bin Ubay bin Salul meninggal, Rasulullah diminta datang untuk menshalati jenazahnya. Ketika Rasulullah berdiri untuk shalat, aku melompat kepada beliau dan berkata, 'Wahai Rasulullah, mengapa engkau shalat untuk anak si Ubay itu, padahal pada hari ini dan hari ini dia mengatakan begini dan begitu?' Lalu aku sebutkan kepada beliau semua perkara nya itu. Rasulullah tersenyum dan bersabda, 'Hai Umar, biarkanlah aku.' Setelah berulang-ulang aku mengatakan, maka beliau bersabda, 'Sesungguhnya aku boleh memilih, maka aku telah memilih. Sekiranya aku tahu, kalau aku mohonkan ampunan baginya lebih dari tujuh kali, niscaya dia akan diampuni, tentu aku akan menambahnya.'" Umar berkata, "Kemudian Rasulullah menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, lalu salam. Tetapi, tidak beberapa lama sesudah itu, turunlah ayat 84 surah at-Taubah (Bara'ah), 'walaa tushalli 'alaa ahadin minhum maata abadan
walaa taqum 'alaa qabrihi innahum kafaruu billaahi warasuulihi wamaatuu wahum faasiquun' 'janganlah kamu sekali-kali menshalati (jenazah) orang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.' Umar berkata, "Maka, aku merasa heran sesudah turunnya ayat itu, mengapa aku begitu berani kepada Rasulullah pada hari itu. Allah lebih mengetahui." [HR Bukhari]

Terhadap tokoh Munafiq terbesar yang sebetulnya tidak beriman kepada Allah, Al Qur'an, dan Nabi saja, Nabi tidak mau membunuhnya atau mengusirnya. Begitulah sikap Nabi. Begitu pula terhadap orang-orang Khawarij yang memfitnah Nabi sebagai tidak adil. Nabi tak mau membunuhnya. Nabi tidak mau kalau nanti orang2 kafir berkata bahwa Nabi membunuh sesama Muslim:

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Engkau pasti akan rugi, jika aku tidak adil. Umar bin Khathab ra. berkata: Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1761)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Terhadap orang2 kafir seperti Yahudi:

Anas r.a. berkata, "Ada seorang Yahudi melayani Nabi, kemudian ia jatuh sakit. Maka, Nabi datang menjenguknya, duduk di dekat kepalanya seraya bersabda kepadanya, 'Masuk Islamlah.' Lalu, ia melihat ayahnya yang ada di sisinya. Ayahnya berkata kepadanya, 'Taatilah Abul Qasim saw.' Lalu ia masuk Islam, kemudian Nabi keluar seraya mengucapkan, 'Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan ia dari neraka.'" [HR Bukhari]

Terhadap paman beliau Abu Thalib:

Sa'id bin Musayyib dari ayah berkata, "Ketika Abu Thalib hampir meninggal dunia, Rasulullah berkunjung kepadanya. Disitu beliau berjumpa dengan Abu Jahal bin Hisyam dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Mughirah. Rasulullah bersabda kepada Abu Thalib, 'Wahai pamanku, ucapkanlah, 'Laa ilaaha illallaah.' Suatu kalimat yang dengannya aku bersaksi (dalam satu riwayat: berargumentasi 5/208) untukmu di sisi Allah.' Abu Jahal dan Abdullah bin Umayyah berkata, 'Wahai Abu Thalib, apakah kamu benci terhadap agama Abdul Muthalib?' Rasulullah senantiasa menawarkan kalimat itu kepada Abu Thalib, namun kedua orang itu mengulangi kata-katanya itu. Sehingga, Abu Thalib mengucapkan kalimat yang terakhir bahwa ia tetap mengikuti agama Abdul Muthalib dan enggan untuk mengucapkan laa ilaaha illallaah. Lalu Rasulullah bersabda, 'Demi Allah, aku akan memohonkan ampunan untukmu, selama aku tidak dilarang.' Maka, Allah Ta'ala menurunkan ayat 112 surah
at-Taubah, 'maa kaana linnabiyyi wal-ladziina aamanuu an yastaghfiruu lil-musyrikiina walau kaanuu ulii qurbaa min ba'di maa tabayyana lahum annamun ashhaabul jahiim' 'Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam.' Allah menurunkan ayat itu mengenai Abu Thalib, seraya berfirman kepada Rasul-Nya, 'innaka laa tahdii man ahbabta walaakinnallaaha yahdii man yasyaa' 'Sesungguhnya engkau tidak akan dapat memberikan petunjuk (hidayah/taufik untuk menjadikan hati mau menerima ajaran) kepada orang yang engkau cintai. Tetapi, Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki Nya'."(6/18)." [HR Bukhari]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

Selasa, 25 Juni 2013

[daarut-tauhiid] Ketika Berada Di Surga, Para Penghuninya Bernostalgia Kehidupan Dunia

Ketika Berada Di Surga, Para Penghuninya Bernostalgia Kehidupan Dunia



[image: surgaaa] <http://img.eramuslim.com/media/2012/12/surgaaa.jpeg>Allahu
Ta'ala berfirman.
ÝóÃóÞúÈóáó ÈóÚúÖõåõãú Úóáóì ÈóÚúÖò íóÊóÓóÇÁáõæäó ÞóÇáó ÞóÇÆöáñ ãöøäúåõãú
Åöäöøí ßóÇäó áöí ÞóÑöíäñ

"Lalu sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain sambil bercakap
cakap. Berkatalah salah seorang di antara mereka," Sesungguhnya aku dahulu
(di dunia) mempunyai seorang teman…" (Ash Shaffat 50-51)

"Dan sebagian mereka menghadap sebagian yang lain, saling tanya menanya.
Mereka berkata," Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah tengah
keluarga kami merasa takut akan di azhab. Maka Allah memberikan karunia
kepada kami dan memelihara kami dari azhab neraka." (Ath Thur 25-27)

Ibnu Abu Dunya menyebutkan hadits dari Rabi' bin Shabih dari Hasan dari
Anas bin Malik yang meneruskannya dari Rasulullah SAW,

"Jika penghuni Surga telah memasuki Surga, maka setiap orang dari mereka
merindukan pertemuan dengan saudaranya yang lain. Maka ranjang si Fulan
berjalan menuju ranjang si Fulan. Ranjang si Fulan berjalan menuju ranjang
si Fulan hingga keduanya berkumpul dan si Fulan ini bersandar di pundak si
Fulan. Salah seorang bertanya kepada sahabatnya,"tahukah engkau, kapan
Allah memberi ampunan kepada kita?" Sahabatnya menjawab,' Pada hari ini dan
itu di tempat ini dan itu, kita berdoa kepada Allah lalu Allah memberi
ampunan kepada kita."

Sumber : Ibnu Qayyim Al Jauziah dalam Hadil Arwaah ila Bilaadil Afraah

http://www.eramuslim.com/hadits/ketika-berada-di-surga-para-penghuninya-bernostalgia-kehidupan-dunia.htm#.Ucm5Zpw75dI


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Warga Kentingan Baru Solo Kecewa Pemberitaan Media yang Tidak Jujur

Warga Kentingan Baru Solo Kecewa Pemberitaan Media yang Tidak Jujur

*SOLO (voa-islam.com) – *Para warga* *kampung Kentingan Baru, Jebres, Solo,
Jawa Tengah merasa kecewa dengan pemberitaan di media massa pasca
penyerangan dan perusakan rumah mereka yang di lakukan ratusan preman pada
Sabtu (22/6/2013) siang.

Pak Parjo, salah satu warga Kentingan Baru mengatakan jika setelah para
preman merusak dan merobohkan rumah warga yang mengakibatkan hampir 50
rumah rusak parah dan 50 lebih rumah roboh dan rata dengan tanah, para
wartawan langsung datang ke TKP.

Banyak warga yang menceritakan kronologi kejadian dengan sangat detail
kepada para awak media yang ada. Mulai dari waktu kejadian, siapa saja
warga yang ada di kampung Kentingan Baru, hingga jumlah dan nama-nama para
preman pelaku anarkisme tersebut.

...Bar kejadian kuwi okeh wartawan mas. Nanging beritane esok iki mou kok
ra pas karo sing diceritakke warga (habis peristiwa itu, banyak wartawan
mas. Tapi beritanya pagi tadi ini kok tidak sesuai dengan apa yang
diceritakan warga -red)...

Namun keesokan harinya, mereka mendapati kabar dan berita di media cetak
lokal yang ada di Solo, ternyata tidak sesuai dengan fakta dan realita yang
ada dan apa yang mereka ceritakan kepada para wartawan itu.

"Bar kejadian kuwi okeh wartawan mas. Nanging beritane esok iki mou kok ra
pas karo sing diceritakke warga (habis peristiwa itu, banyak wartawan mas.
Tapi beritanya pagi tadi ini kok tidak sesuai dengan apa yang diceritakan
warga -red)," ucapnya kepada voa-islam.com pada Minggu (23/6/2013).

Sejumlah nama preman dan otak yang terlibat dalam aksi pengrusakan yang
sudah disampaikan para warga seperti Wiwik, Acuk, Dodo, Bomby, Yosep,
Iblis, Popeye ternyata tidak ada satupun yang dimuat media yang
mewawancarai mereka.

Bahkan yang membuat mereka sangat kecewa dan geram, dalam berita tersebut
malah ditulis jika yang menyerang, merusak dan merobohkan rumah mereka
adalah "kelompok misterius atau gerombolan orang tak dikenal".

...Koyok wong-wong sing terlibat kuwi sopo wae wingi iku yoo disampekke
karo wartawan, ning kok yoo ora metu jeneng-jeneng kuwi. Beritane malah
sing ngrusak dan ngrobohke omah neng kene kelompok misterius...

"Koyok wong-wong sing terlibat kuwi sopo wae wingi iku yoo disampekke karo
wartawan, ning kok yoo ora metu jeneng-jeneng kuwi. Beritane malah sing
ngrusak dan ngrobohke omah neng kene kelompok misterius (Seperti
orang-orang yang terlibat pengrusakan itu siapa saja kemarin juga sudah
disampaikaan sama wartawan, tapi kok yaa tidak keluar nama-nama itu.
Beritanya itu malah yang merusak dan merobohkan rumah disini kelompok
misterius -red)," tandasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya bahwa pada Sabtu (22/6/2013) siang, *ratusan
preman mendatangi pemukiman warga di kampung Kentingan Baru, Jebres, Solo,
Jawa Tengah dan langsung merusak dan merobohkan rumah
warga<http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/06/24/25441/ratusan-preman-rusak-robohkan-rumah-warga-kentingan-baru-jebres-solo/>
* tanpa melakukan pembicaraan terlebih dahulu.

...(Seperti orang-orang yang terlibat pengrusakan itu siapa saja kemarin
juga sudah disampaikaan sama wartawan, tapi kok yaa tidak keluar nama-nama
itu. Beritanya itu malah yang merusak dan merobohkan rumah disini kelompok
misterius -red)...

Akibat aksi anarkis dan brutal para preman tersebut, lima puluhan rumah
rusak parah dan lima puluh lebih telah rata dengan tanah. Bahkan hingga
saat ini, wanita dan anak-anak masih trauma dengan aksi kekerasan para
preman tersebut.

Para warga juga kecewa dengan sikap *aparat kepolisian yang hanya diam saja
saat para preman merusak dan merobohkan rumah
warga<http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/06/24/25444/mendiamkan-preman-berbuat-anarkis-brutal-warga-solo-kecam-polisi/>
* tanpa adanya upaya untuk mencegah hal tersebut.

Meski pada Sabtu sorenya para warga sudah melakukan pengaduan ke Polresta
Solo, mereka tetap berusaha menggalang dukungan dari warga Solo lainnya
untuk *bersama-sama memberantas preman*
<http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/06/24/25445/warga-solo-serukan-berantas-preman/>dan
aksi premanisme. *[Khalid Khalifah]*

*
http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/06/25/25448/warga-kentingan-baru-solo-kecewa-pemberitaan-media-yang-tidak-jujur/
*


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Dunia Bukan Akherat Bukan Dunia

 

Dunia Bukan Akherat Bukan Dunia

"Bekerjalah untuk urusan duniamu
seolah- olah engkau akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk urusan akheratmu
seolah-olah engkau akan mati besok" (Abdullah bin Amr bin al-Ash)
 
 
            Kalimat di
atas, di masa kini sering disalah artikan dan disalahgunakan. Seringkali
disalah tafsirkan sehingga membatasi pengertian kita terhadap akherat dan
dunia.

            Sholat,
puasa, zakat, haji, akan hanya bernilai dunia, jika ternyata tujuan kita
melakukan  semua hal itu tidak dengan
niat yang ikhlas.

            Sering
disalahartikan dengan memahami bahwa itu bekerja, sekolah, berdagang, kuliah, dan
aktifitas- aktifitas kita sehari- hari yang (terlihat) tidak berkaitan dengan
akherat kita adalah urusan "dunia". Dan urusan "akherat" pasti tidak jauh- jauh
dari mesjid: sholat, puasa, sedekah, zakat dan haji. Tidak ada urusan antara
hal- hal yang disebut "dunia"tadi dengan akherat.

            Padahal,
mencari nafkah adalah ibadah, karena itu adalah kewajiban seorang kepala
keluarga. Berdagang adalah ibadah, jika jujur, dan bisa menjadi teladan untuk
orang- orang di sekitar kita. Sekolah adalah ibadah, jika tujuan kita untuk
mencari ilmu. Dan walaupun tujuan kita mencari ilmu agar bisa digunakan untuk
mencari uang, tetap menjadi ibadah. Jika ketika uang sudah di tangan kita, kita
tunaikan zakat, dan berinfaq kepada sebanyak mungkin orang.

            Bekerja,mencariuang sebanyak mungkin kadang dianggap ngoyo untuk mengejar
urusan dunia.

Padahal, itu bisamenjadi tiket masuk kita ke syurga.

Bayangkan saja, apakah tanpa uang kita
bisamengurus anak yatim?

Apakah tanpa uang kita bisa membangun mesjid di daerah yang
belum ada mesjid?

Apakah tanpa uang kita bisabershodaqoh?

Bagaimana kita bisa membayar zakat, jika kitanya saja wajib
dizakati?

Apakah tanpa uang kita bisanaik haji atau menghajikan orang- orang yang sholeh tapi lemah secara
finansial?

Apakah tanpa uang kita bisamembuka lapangan kerja dengan membuat perusahaan, untuk menyelamatkan para
orang miskin dari kekufuran?

 
Tidak!

Apa pun profesi anda sekarang ini, bekerjalah lebih keras dan
bekerjalah lebih cerdas.

Kita harus kaya, dan janganlah takut menjadi kaya!

Sembilan dari sahabat yang dijanjikan masuk
syurga adalah pengusaha.

Uang yang banyak, kalau halal, jika ada di tangan kita adalah
surga, jika kita menunaikan zakat dan infaq.

Ya! Dunia bukan akherat, dan akherat bukan dunia, tergantung
niat dan tujuan kita.
 
http://didaytea.com/2011/09/24/dunia-bukan-akherat-bukan-dunia/

240920111027
Di hari yang penuh
senyum dan keceriaan, seperti biasanya.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

[daarut-tauhiid] Sifat 20: Sifat Allah yang Penting dan Wajib Kita Ketahui

 

Assalamu'alaikum wr wb,

Sifat 20: Sifat Allah yang Penting dan Wajib Kita Ketahui

Ilmu Tauhid (Aqidah/Iman) adalah hal yang paling penting yang harus dipelajari setiap Muslim. Bahkan harus dipelajari lebih dulu sebelum kita mempelajari/melakukan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Bagaimana kita bisa tergerak untuk melakukan ibadah jika dalam hati kita tidak ada iman? Bagaimana kita bisa ikhlas dan khusyuk beribadah jika kita tidak tahu/tidak yakin akan Allah dan sifat-sifatNya?

Banyaknya ummat Islam di Indonesia yang menjadi murtad itu karena mereka nyaris tidak mempelajari dan meyakini ilmu Tauhid sehingga akhirnya tidak tahu Sifat-sifat Tuhan yang asli/sejati. Akhirnya mereka menyembah Tuhan yang sifatnya berlawanan dari sifat Allah seperti menyembah 3 Tuhan dan sebagainya.

Pada Ilmu Tauhid ini diasumsikan orang belum memiliki iman yang kuat kepada Allah, apalagi Al Qur'an. Oleh karena itu dalilnya pun yang pertama dipakai adalah dalil Akal/Logika (Aqli). Setelah beriman, baru dalil Naqli (Al Qur'an) dikemukakan. Pada ilmu tentang Iman, maka Akal harus digunakan. Ada pun jika sudah beriman dan mengenai fiqih misalnya kenapa kalau kentut bukan (maaf) pantat yang dibasuh, tapi harus mencuci anggota badan lainnya, maka dalil Naqli (Al Qur'an dan Hadits) yang harus dipakai. Pada Tauhid, Aqli harus dipakai. Pada Fiqih, Naqli yang dipakai.

Karena itulah Allah dalam Al Qur'an juga kerap menggunakan dalil Akal/Logika kepada kaum yang kafir atau imannya masih lemah. Hanya orang yang berakal saja yang dapat pelajaran.

"…Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal." [Ali 'Imran 7]

Allah juga kerap memakai ilmu pengetahuan seperti penciptaan langit dan bumi sebagai tanda bagi orang yang berakal:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal" [Ali 'Imran 190]

"dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal." [Al Jaatsiyah 5]

Lihat ayat Al Waaqi'ah ayat 58 hingga 72. Allah menggunakan logika kepada manusia (termasuk kita yang membaca surat tersebut) agar menggunakan akal kita:

"Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?" [Al Waaqi'ah 58-59]

"Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?" [Al Waaqi'ah 72]

Allah menggunakan logika dan perumpamaan-perumpamaan (Tamtsil/Ibarat) agar orang yang berakal/berilmu meski dia belum beriman jadi berfikir dan beriman kepada Allah.

"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu." [Al 'Ankabuut 43]

Baca juga ayat Al Hasyr 21, Al Kahfi 45, Al Kahfi 54, Ar Ruum 58, Az Zumar 27, dsb. Ada 58 ayat lebih tentang perumpamaan yang dikenal sebagai logika analogi.

Contoh perumpamaan itu adalah ayat Al A'raaf 176, Al 'Ankabuut 41, Al Baqarah 17, Al Baqarah 171, Al Baqarah 261, Al Baqarah 264, dan sebagainya.
Keliru sekali jika ada orang yang menolak sama sekali penggunaan dalil Akal atau Logika apalagi jika itu ditujukan pada orang yang belum atau masih tipis imannya. Karena itu, banyak orang-orang yang dulunya kafir, akhirnya masuk Islam. Bayangkan, bagaimana mungkin orang mau mempercayai Al Qur'an (firman Allah) jika kepada Allah saja dia belum beriman? Karena itulah pendekatan akal digunakan.

Berbagai firman Allah seperti Afalaa Ta'qiluun, La'allakum Tatafakkaruun, Ulil Albaab merupakan perintah Allah pada manusia untuk menggunakan akal atau fikiran termasuk dalam beragama.

Sifat Allah itu banyak/tidak terhitung. Namun seandainya ditulis 1 juta, 1 milyar, atau 1 trilyun, tentu kita tidak akan sanggup mempelajarinya bukan? Seorang ulama menulis 20 sifat yang wajib (artinya harus ada) pada Tuhan/Allah. Jika tidak memiliki sifat itu, berarti dia bukan Tuhan atau Allah. Minimal kita bisa memahami dan meyakini 13 dari sifat tersebut agar tidak tersesat. Setelah itu kita bisa mempelajari sifat Allah lainnya dalam Ama'ul Husna (99 Nama Allah yang Baik)

Video Sifat 20 bisa dilihat di sini:

Sifat-sifat itu adalah:

1. Wujud (ada)

Allah itu Wujud (ada). Tidak mungkin/mustahil Allah itu 'Adam (tidak ada).
Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.

Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih komplek.

Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 8 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 "Cluster". Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk "Jagad Raya" (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya!

Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.

Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.

Dalam Al Qur'an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:

"Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya." [Al Furqoon:61]

Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya." Pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.

Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?

Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?

Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakkan benda tersebut di bawah mikroskop yang amat kuat).

Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada?

Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.

Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!

Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.

"Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui." [Yunus:5]

"Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." [Yaa Siin:40]

Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:

"Allah lah Yang meninggi-kan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia berse-mayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu." [Ar Ra'd:2]

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." [Ali Imron:191]

Artikel lengkap tentang Bukti Tuhan itu Ada dapat anda lihat di www.media-islam.or.id

Hikmah: Kunci Iman menyembah Allah. Kalau orang tidak mempercayai Allah itu ada, maka dia adalah Atheist. Tidak mungkin bisa ikhlas dan khusyu' menyembah Allah.

2. Qidam (Terdahulu)

Allah itu Qidam (Terdahulu). Mustahil Allah itu Huduts (Baru).

"Dialah Yang Awal …" [Al Hadiid:3]

Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Allah yang menciptakan langit, bumi, serta seluruh isinya termasuk tumbuhan, binatang, dan juga manusia.
"Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu..?" [Al Mu'min:62]

Oleh karena itu, Allah adalah awal. Dia sudah ada jauh sebelum langit, bumi, tumbuhan, binatang, dan manusia lainnya ada. Tidak mungkin Tuhan itu baru ada atau lahir setelah makhluk lainnya ada.

Sebagai contoh, tidak mungkin lukisan Monalisa ada lebih dulu sebelum pelukis yang melukisnya, yaitu Leonardo Da Vinci. Demikian juga Tuhan. Tidak mungkin makhluk ciptaannya muncul lebih dulu, kemudian baru muncul Tuhan.

3. Baqo' (Kekal)

Allah itu Baqo' (Kekal). Tidak mungkin Allah itu Fana' (Binasa).
Allah sebagai Tuhan Semesta Alam itu hidup terus menerus. Kekal abadi mengurus makhluk ciptaannya. Jika Tuhan itu Fana' atau mati, bagaimana nasib ciptaannya seperti manusia?

"Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati…" [Al Furqon 58]

"Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan." [Ar Rahman:26-27]

Karena itu jika ada "Tuhan" yang wafat atau mati, maka itu bukan Tuhan. Tapi manusia biasa.

Hikmah: Jika kita mencintai Allah yang Maha Kekal dan selalu ada dan menjadikanNya teman serta pelindung, niscaya kita akan tetap sabar meski kehilangan segala yang kita cintai.

4. Mukhollafatuhu lil hawaadits (Tidak Serupa dengan MakhlukNya)

Allah itu berbeda dengan makhlukNya (Mukhollafatuhu lil hawaadits). Mustahil Allah itu sama dengan makhlukNya (Mumaatsalaatuhu lil Hawaadits). Kalau sama dengan makhluknya misalnya sama lemahnya dengan manusia, niscaya "Tuhan" itu bisa mati dikeroyok atau disalib oleh manusia. Mustahil jika "Tuhan" itu dilahirkan, menyusui, buang air, tidur, dan sebagainya. Itu adalah manusia. Bukan Tuhan!

Allah itu Maha Besar. Maha Kuasa. Maha Perkasa. Maha Hebat. Dan segala Maha-maha yang bagus lainnya.

"…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia…" [Asy Syuura:11]

Misalnya sifat "Hidup" Allah beda dengan sifat "Hidup" makhluknya. Allah itu dari dulu, sekarang, kiamat, dan hingga hari akhirat nanti tetap hidup. Sebaliknya makhluknya seperti manusia dulu mati (tidak ada). Setelah itu baru dilahirkan dan hidup. Namun itu pun hanya sebentar. Paling lama 1000 tahun. Setelah itu mati lagi dan dikubur. Jadi meski sekilas sama, namun sifat "Hidup" Allah beda dengan makhlukNya.

Demikian juga dengan sifat lain seperti "Kuat." Allah selalu kuat dan kekuatannya bisa menghancurkan alam semesta. Sementara manusia itu dulu ketika bayi lemah dan ketika mati juga tidak berdaya. Saat tidur pun manusia sama sekali tidak berdaya. Saat hidup pun jika kena tsunami atau gempa apalagi kiamat, dia akan mati.

5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya)

Allah itu Qiyamuhi Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya). Mustahil Allah itu Iftiqoorullah (Berhajat/butuh) pada makhluknya.

".. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." [Al 'Ankabuut:6]

"Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya." [Al Israa' 111]

Di dunia ini, semua orang saling membutuhkan. Bahkan seorang raja pun butuh penjahit pakaian agar dia tidak telanjang. Dia butuh pembuat bangunan agar istananya bisa berdiri. Dia butuh tukang masak agar bisa makan. Dia butuh pengawal agar tidak mati dibunuh orang. Dia butuh dokter jika dia sakit. Saat bayi, dia butuh susu ibunya, dan sebagainya.

Sebaliknya Allah berdiri sendiri. Dia tidak butuh makhluknya. Seandainya seluruh makhluk memujiNya, niscaya tidak bertambah sedikitpun kemuliaanNya. Sebaliknya jika seluruh makhluk menghinaNya, tidaklah berkurang sedikitpun kemuliaanNya.

"Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji." [ Faathir 15]
Hikmah: Tidak sombong dan memohon hanya kepada Allah. Karena Manusia ketika lahir butuh bantuan. Demikian pula ketika mati meski dia kaya dan berkuasa

6. Wahdaaniyah (Esa)

Allah itu Wahdaaniyah (Esa/Satu). Mustahil Allah itu banyak (Ta'addud) seperti 2, 3, 4, dan seterusnya.

Allah itu Maha Kuasa. Jika ada sekutuNya, maka Dia bukan yang Maha Kuasa lagi. Jika satu Tuhan Maha Pencipta, maka Tuhan yang lain kekuasaannya terbatas karena bukan Maha Pencipta.

"Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan yang lain beserta-Nya. Kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu" [Al Mu'minuun:91]

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." [Al Ikhlas:1-4]

Oleh karena itu, ummat Islam harus menyembah Tuhan Yang Maha Esa/Satu, yaitu Allah. Tidak pantas bagi ummat Islam untuk menyembah Tuhan selain Allah seperti Tuhan Bapa, Tuhan Anak, Roh Kudus. Tidak pantas juga bagi ummat Islam untuk menyembah 3 Tuhan di mana satu adalah yang Menciptakan, satu lagi yang merusak, dan terakhir yang memelihara.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." [An Nisaa':48]

Hikmah: Tidak mempersekutukan Allah

7. Qudrat (Kuasa)

Sifat Tuhan yang lain adalah Qudrat atau Maha Kuasa. Tidak mungkin Tuhan itu 'Ajaz atau lemah. Jika lemah sehingga misalnya bisa ditangkap, disiksa, dan disalib, maka itu bukan Tuhan yang sesungguhnya. Hanya manusia biasa.

"… Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." [Al Baqarah:20]

"Jika Dia kehendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian tidak sulit bagi Allah." [Fathiir:16-17]

Hikmah: menyadari kekuasaan Allah dan tawakal kepada Allah.

8. Iroodah (Berkehendak)

Sifat Allah adalah Iroodah (Maha Berkehendak). Allah melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Mustahil Allah itu Karoohah (Melakukan sesuatu dengan terpaksa).

"…Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki." [Huud:107]

"Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia." [Al Baqarah:117]

"…Katakanlah : "Maka siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." [Al Fath:11]

Hikmah: tawakal kepada Allah dan selalu berdoa kepada Allah

9. Ilmu (Mengetahui)

Allah itu berilmu (Maha Mengetahui). Mustahil Allah itu Jahal (Bodoh). Allah Maha Mengetahui karena Dialah yang menciptakan segala sesuatu.
Sedangkan manusia tahu bukan karena menciptakan, tapi sekedar melihat, mendengar, dan mengamati. Itu pun terbatas pengetahuannya sehingga manusia tetap saja tidak mampu menciptakan meski hanya seekor lalat.

"Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" [Al An'aam:59]

"Katakanlah: Sekiranya lautan jadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu." [Al Kahfi:109]

"Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." [An Nisaa':176]

10. Hayaat (Hidup)

Allah itu Hayaat (Maha Hidup). Tidak mungkin Tuhan itu Maut (Mati). Jika Tuhan mati, maka bubarlah dunia ini. Tidak patut lagi dia disembah. Maha Suci Allah dari kematian/wafat.

"Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup kekal Yang tidak mati…" [Al Furqaan:58]

11. Sama' (Mendengar)

Allah bersifat Sama' (Maha Mendengar). Mustahil Tuhan bersifat Shomam (Tuli).

Allah Maha Mendengar. Mustahil Allah tuli.

"… Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [Al Baqarah:256]

12. Bashor (Melihat)

Allah bersifat Melihat. Mustahil Allah itu 'Amaa (Buta).

"Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." [Al Hujuraat:18]

Hikmah: takut berbuat dosa karena Allah selalu melihat kita

Lebih jauh tentang Sifat Bashor bisa anda lihat di:

http://media-islam.or.id/2010/05/04/allah-maha-melihat-bashor

13. Kalam

Allah bersifat Kalam (Berkata-kata). Mustahil Allah itu Bakam (Bisu)

"…Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung" [An Nisaa' 164]
Jika kita meyakini ini, tentu kita tidak akan menyembah berhala yang tidak bisa bicara sebagai Tuhan [Al Anbiyaa' 63-65]

Demikianlah sifat-sifat Allah yang penting yang wajib kita ketahui agar kita tahu mana Tuhan yang asli dan mana yang bukan.

Jika sifat-sifat Tuhan itu kita pahami dan yakini, niscaya kita tidak akan menyembah 3 Tuhan atau Tuhan yang Mati atau Tuhan yang Lemah, dan sebagainya. Kita hanya mau menyembah Allah yang memiliki sifat-sifat di atas dengan sempurna.

Ada pun sifat-sifat ke 14-20 sesungguhnya merupakan bentuk Subyektif/Pelaku dari Sifat nomor 7-13 yaitu:

14. Qoodirun: Yang Memiliki sifat Qudrat
15. Muriidun: Yang Memiliki Sifat Iroodah
16. 'Aalimun: Yang Mempunyai Ilmu
17. Hayyun: yang Hidup
18. Samii'un: Yang Mendengar
19. Bashiirun: Yang Melihat
20. Mutakallimun: Yang Berkata-kata

Insya Allah semua sifat-sifat Allah itu berdasarkan dalil Al Qur'an yang kuat jadi harus kita yakini kebenarannya. Ilmu Tauhid ini begitu penting. Sebab itu cetaklah dan sebarkanlah pada keluarga dan teman-teman anda untuk memperkuat aqidah mereka.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (3)
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___