Senin, 29 Juli 2013
[daarut-tauhiid] Penjabaran Makna Nama Allah Azza Wa Jalla Al-Karîm
Penjabaran Makna Nama Allah Azza Wa Jalla Al-Karîm
Oleh
Ustadz Ali Musri Semjan Putra
MAKNA AL-KARIM DARI TINJAUAN BAHASA
Berikut ini beberapa penjelasan para ulama pakar bahasa Arab mengenai makna al-Karîm:
Ibnu Fâris rahimahullah menyebut bahwa asal kata karom (bentuk noun kata al-Karîm) menunjukkan dua makna, salah satunya adalah kemuliaan[1].
Ibnu Qutaibah rahimahullah berkata, "al-Karîm artinya pemaaf. Allah Azza wa Jalla adalah al-Karîm yang memaafkan dosa para hamba-Nya yang beriman"[2].
Al-Azhari rahimahullah mengartikannya dengan: " al-Karîm salah satu dari sifat Allah Azza wa Jalla dan nama-Nya. Maknanya, yaitu dzat yang sangat banyak memiliki kebaikan, amat pemurah, pemberi nikmat dan keutamaan". al-Karîm adalah nama yang mencakup segala sifat yang terpuji. Allah Azza wa Jalla adalah al-Karîm (Maha Mulia) amat terpuji segala perpuatan-Nya.[3]
Ibnu Manzhûr rahimahullah menjelaskan: " al-Karîm salah satu dari sifat Allah Azza wa Jalla dan nama-Nya. Yakni dzat yang amat banyak memiliki kebaikan, amat pemurah lagi pemberi. Pemberian-Nya tidak pernah habis. Dia-lah Dzat Yang Maha Mulia secara mutlak. al-Karîm adalah nama mencakup segala kebaikan, kemuliaan dan keutamaan. Nama ini juga menghimpun segala hal yang terpuji. Allah Azza wa Jalla mempunyai nama al-Karîm (Maha Mulia) artinya amat terpuji dalam segala perpuatan-Nya, Rabb yang memiliki 'Arsy yang mulia lagi agung"[4].
PENJABARAN MAKNA NAMA ALLAH AL-KARIM
Jika kita mencermati nama al-Karîm dalam al-Qur'ân, nama Allah Azza wa Jalla yang mulia ini terulang sebanyak dua kali. Pertama, dalam surat an-Naml/27:40:
ÝóáóãøóÇ ÑóÂóåõ ãõÓúÊóÞöÑøðÇ ÚöäúÏóåõ ÞóÇáó åóÐóÇ ãöäú ÝóÖúáö ÑóÈøöí áöíóÈúáõæóäöí ÃóÃóÔúßõÑõ Ãóãú ÃóßúÝõÑõ æóãóäú ÔóßóÑó ÝóÅöäøóãóÇ íóÔúßõÑõ áöäóÝúÓöåö æóãóäú ßóÝóÑó ÝóÅöäøó ÑóÈøöí Ûóäöíøñ ßóÑöíãñ
"Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: "Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia".
Tempat kedua, dalam surat al-Infithâr/82:6: Allah Azza wa Jalla berfirman:
íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáúÅöäúÓóÇäõ ãóÇ ÛóÑøóßó ÈöÑóÈøößó ÇáúßóÑöíãö
"Hai manusia, apa yang telah memperdaya kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabbmu Yang Maha Pemurah".
Pada ayat surat an-Naml di atas, Allah Azza wa Jalla menceritakan tentang perkataan Nabi Sulaiman Alaihissalam saat beliau menyaksikan wujud istana ratu Balqis di hadapannya. Pemberian Allah Azza wa Jalla tersebut dinilai oleh Nabi Sulaiman guna menguji rasa syukurnya pada Allah Azza wa Jalla atas segala nikmat yang diberikan kepadanya. Lalu, ayat ini ditutup dengan dua nama Allah Azza wa Jalla yang mulia al-Ghani (Maha Kaya) dan al-Karîm (Maha Mulia). Kedua nama ini sangat erat dengan konteks awal ayat tersebut. Siapa saja yang mau bersyukur, sikap tersebut tidak akan menambah kekayaan Allah Azza wa Jalla karena Allah Maha Kaya. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mau bersyukur tidak akan mengurangi kekayaan Allah Azza wa Jalla. Demikian pula, barangsiapa yang bersyukur akan mendapat balasan dari al-Karîm (Yang Maha Pemurah) balasan yang berlipat ganda. Dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Allah Azza wa jalla tetap senantiasa memberi rezeki bagi mereka. Hal ini seperti termaktub dalam firman Allah:
Åöäú ÊóßúÝõÑõæÇ ÝóÅöäøó Çááøóåó Ûóäöíøñ Úóäúßõãú æóáóÇ íóÑúÖóì áöÚöÈóÇÏöåö ÇáúßõÝúÑó æóÅöäú ÊóÔúßõÑõæÇ íóÑúÖóåõ áóßõãú
"Jika kamu kafir maka sesungguhnya AllahMaha Kaya darimu (tidak memerlukanmu) dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi para hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai kesyukuran itu bagimu" [az-Zumar/39:7]
Barangsiapa bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barangsiapa mengingkari (tidak bersyukur), sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Maha Kaya lagi Maha Mulia. Allah Azza wa Jalla memberi bukan karena membutuhkan makhluk tapi karena Allah Azza wa Jalla mempunyai nama al-Karîm (Maha Pemurah).
Adapun pada ayat surat al-Infithâr, Allah Azza wa Jalla bertanya kepada manusia, apa yang membuat mereka teperdaya untuk selalu berbuat durhaka kepada Allah Azza wa Jalla. Padahal, Allah Azza wa Jalla senantiasa mencurahkan berbagai nikmat dan rahmat bagi mereka. Karena Allah bersifat Maha Pemurah terhadap seluruh manusia. Tidaklah pantas manusia berlaku demikian, karena Allah al-Karîm (pemurah) terhadap mereka.
Al-Karîm adalah yang mulia dalam segala hal, yang amat banyak pemberian dan kebaikannya, baik ketika diminta maupun tidak. Nama al-Karîm menunjukkan kesempurnaan kemuliaan Allah Azza wa Jalla dalam zat dan segala sifat serta perbuatan-Nya:
1. Allah Azza wa Jalla Maha Mulia dalam dzat-Nya. Tidak ada cacat sedikit pun dalam dzat Allah Azza wa Jalla. Sesungguhnya dzat Allah Azza wa Jalla Maha Indah.
2. Allah Azza wa Jalla Maha Mulia dalam segala sifat-Nya. Tidak ada sifat jelek pun pada Allah k . Sesungguhnya sifat-sifat Allah amat sempurna dalam segala maknanya.
3. Allah Azza wa Jalla juga Maha Mulia dalam segala perbuatannya. Tidak ada cacat dalam perbuatan Allah Azza wa Jalla. Sesungguhnya segala perbuatan Allah Azza wa Jalla penuh dengan berbagai hikmah yang luas.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, "Nama Allah al-Karîm mencakup makna kedermawanan, juga makna kemuliaan dan keluhuran, serta bermakna kelembutan dan memberi kebaikan" [5].
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Secara global, makna al-Karîm adalah dzat yang suka memberi kebaikan yang banyak dengan amat mudah dan gampang. Lawannya, orang pelit yang amat sulit dan jarang mengeluarkan kebaikan "[6].
Diantara makna al-Karîm, Allah Azza wa Jalla berbuat baik kepada seluruh makhluk tanpa sebuah kewajiban yang mesti mereka kerjakan. Semua kebaikan yang diberikan Allah Azza wa Jalla kepada makhluk adalah semata-mata atas kemurahan-Nya kepada para makhluk.
Kemudian, sebagai (cermin) sifat karom-Nya, Allah Azza wa Jalla memaafkan sesuatu hak yang wajib diserahkan kepada-Nya. Allah Azza wa Jalla memaafkan dosa para hamba yang lalai dalam menunaikan kewajiban kepada Allah. Karena nama Allah al-Karîm beriringan dengan nama Allah al-'Afuww (Maha Pemberi Maaf), seperti tertuang dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut:
Úóäú ÚóÇÆöÔóÉó ÞóÇáóÊú ÞõáúÊõ íóÇ ÑóÓõæáó Çááøóåö ÃóÑóÃóíúÊó Åöäú ÚóáöãúÊõ Ãóíøõ áóíúáóÉò áóíúáóÉõ ÇáúÞóÏúÑö ãóÇ ÃóÞõæáõ ÝöíåóÇ ÞóÇáó Þõæáöí Çááøóåõãøó Åöäøóßó ÚõÝõæøñ ßóÑöíãñ ÊõÍöÈøõ ÇáúÚóÝúæó ÝóÇÚúÝõ Úóäøöí
Dari 'Aisyah radhiallahu 'anha , ia berkata: "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika seandainya aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan?" Beliau bersabda: "Ucapkanlah: Ya Allah sesungguhnya engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai sifat pemaaf, maka ampunilah aku". [HR. at-Tirmidzi 5/534, dan dishahîhkan al-Albâni]
Disamping itu, jika seseorang bertaubat dari kesalahannya, Allah Azza wa Jalla menghapus dosanya dan menggantikan kesalahan tersebut dengan kebaikan. Allah Azza wa Jalla berfirman:
ÅöáøóÇ ãóäú ÊóÇÈó æóÂóãóäó æóÚóãöáó ÚóãóáðÇ ÕóÇáöÍðÇ ÝóÃõæáóÆößó íõÈóÏøöáõ Çááøóåõ ÓóíøöÆóÇÊöåöãú ÍóÓóäóÇÊò æóßóÇäó Çááøóåõ ÛóÝõæÑðÇ ÑóÍöíãðÇ
"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [al-Furqân/25:70]
Begitu juga, sebagai cermin karom-Nya, Allah Azza wa Jalla senantiasa memberi, tanpa pernah terhenti pemberian-Nya. Allah Azza wa Jalla berfirman:
Ãóáóãú ÊóÑóæúÇ Ãóäøó Çááøóåó ÓóÎøóÑó áóßõãú ãóÇ Ýöí ÇáÓøóãóÇæóÇÊö æóãóÇ Ýöí ÇáúÃóÑúÖö æóÃóÓúÈóÛó Úóáóíúßõãú äöÚóãóåõ ÙóÇåöÑóÉð æóÈóÇØöäóÉð
"Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin" [Luqmân/31:20]
Demikian pula sebagai bentuk karom-Nya, Allah Azza wa Jalla memberi nikmat dari semenjak pertama meskipun tanpa diminta. Allah Azza wa Jalla berfirman:
æóßóÃóíøöäú ãöäú ÏóÇÈøóÉò áóÇ ÊóÍúãöáõ ÑöÒúÞóåóÇ Çááøóåõ íóÑúÒõÞõåóÇ æóÅöíøóÇßõãú æóåõæó ÇáÓøóãöíÚõ ÇáúÚóáöíãõ
"Dan berapa banyak binatang yang tidak membawa rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". [al-'Ankabût/29:60]
Sebagai cermin sifat karom-Nya yang lain, Allah Azza wa Jalla memberi berbagai kebaikan tanpa mengharap pamrih, karena Allah Azza wa Jalla bersifat Maha Pemurah secara mutlak. Allah Azza wa Jalla berfirman:
ãóÇ ÃõÑöíÏõ ãöäúåõãú ãöäú ÑöÒúÞò æóãóÇ ÃõÑöíÏõ Ãóäú íõØúÚöãõæäö (57) Åöäøó Çááøóåó åõæó ÇáÑøóÒøóÇÞõ Ðõæ ÇáúÞõæøóÉö ÇáúãóÊöíäõ
••
"Aku tidak menghendaki rezki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh". [Adz-Dzâriyât/51:57-58]
Termasuk pula dalam makna al-Karîm, Allah Azza wa Jalla memerintahkan para hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan berjanji akan memperkenankan permintaan mereka. Bahkan memberitakan mengenai pemberian lain diluar permintaan mereka tersebut. Sebaliknya, akan marah kepada orang yang tidak berdoa kepada-Nya. Karena Allah itu Maha Pemurah. Allah Azza wa Jalla berfirman:
æóÞóÇáó ÑóÈøõßõãõ ÇÏúÚõæäöí ÃóÓúÊóÌöÈú áóßõãú Åöäøó ÇáøóÐöíäó íóÓúÊóßúÈöÑõæäó Úóäú ÚöÈóÇÏóÊöí ÓóíóÏúÎõáõæäó Ìóåóäøóãó ÏóÇÎöÑöíäó
"Dan Rabbmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." [Ghâfir/40:60]
Jadi intinya, pengertian nama al-Karîm adalah yang memiliki segala macam kebaikan dan kemuliaan serta keutamaan[7].
ALLAH AZZA WA JALLA MENAMAKAN AL-QUR'AN DENGAN NAMA AL-KARIM
Allah Azza wa Jalla menyebutkan bahwa kitab suci al-Qur'ân kalamullah adalah kitab yang Karîm (mulia). Allah Azza wa Jalla berfirman:
Åöäøóåõ áóÞõÑúÂóäñ ßóÑöíãñ
"Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia" [al-Wâqi'ah/56:77]
Dijelaskan oleh para ulama, alasannya karena al-Qur'ân adalah kalâmullah (perkataan Allah Azza wa Jalla), mengandung kebaikan yang begitu banyak. Di dalamnya terdapat petunjuk yang lurus, keterangan yang jelas, ilmu yang berguna dan hikmah yang banyak [8]. Segala kebaikan terjamin dengan menjalankan isi Al Quran tersebut.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, "Allah Azza wa Jalla menyebutkan sifat al-Qur'ân dengan sesuatu yang menunjukkan keindahan, limpahan kebaikan juga manfaat serta keagungannya. Karena al-Karîm adalah sesuatu yang sarat dengan kebaikan yang amat banyak lagi agung manfaatnya. Dan al-Qur`ân sendiri, ditinjau dari segala segi merupakan yang terbaik dan paling afdhal. Maka, Allah Azza wa Jalla mensifati diri-Nya dengan sifat al-Karam (kemuliaan) serta mensifati kalam dan 'Arasy-Nya dengan sifat karam pula. Dan juga memberikan sifat tersebut sesuatu yang banyak kebaikannya dan indah bentuknya..."
Al-Azhari rahimahullah berkata, "Al Qur'ân disebut al-Karîm karena kandungannya akan berbagai petunjuk, penjelasan, ilmu dan hikmah" [9].
Al Qur'ân yang mulia ini dibawa oleh malikat yang mulia pula yaitu Jibril Alaihissalam, sesuai dengan firman Allah Azza wa Jalla
Åöäøóåõ áóÞóæúáõ ÑóÓõæáò ßóÑöíãò
"Sesungguhnya Al Qur'ân itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)" [at-Takwîr/81:19].
Kemudian Al Qur'ân yang mulia tersebut disampaikan oleh malaikat yang mulia kepada rasul yang mulia pula, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Azza wa Jalla berfirman:
Åöäøóåõ áóÞóæúáõ ÑóÓõæáò ßóÑöíãò
"Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia.." [al-Hâqqah/69:40]
Berdasar ayat di atas, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam disebut sebagai utusan yang karîm (mulia) karena Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki akhlak yang mulia, membawa kitab yang mulia, mengajak manusia kepada segala hal yang mulia, baik dalam hal keyakinan maupun amalan.
Demikian pula, 'Arsy Allah Azza wa Jalla adalah makhluk yang mulia. Allah Azza wa Jalla berfirman:
ÝóÊóÚóÇáóì Çááøóåõ Çáúãóáößõ ÇáúÍóÞøõ áóÇ Åöáóåó ÅöáøóÇ åõæó ÑóÈøõ ÇáúÚóÑúÔö ÇáúßóÑöíãö
"Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Rabb (Yang memiliki) 'Arsy yang mulia.". [al-Mukminûn/23:116]
Karena 'Arsy merupakan makhluk yang paling besar dan paling tinggi di atas seluruh makhluk. Segala kemuliaan yang terdapat pada makhluk adalah atas pemberian Allah Azza wa Jalla Yang Maha Mulia. Hal tersebut menunjukkan akan kemulian makhluk tersebut di sisi Allah, melebihi makhluk-makhluk lainnya.
Surga yang dipenuhi berbagai macam kenikmatan, segala nikmat yang terdapat di dalamnya melebihi segala apa yang ada di dunia. Yang disediakan bagi orang-orang yang memiliki sifat mulia. Allah Azza wa Jalla berfirman:
Åöäú ÊóÌúÊóäöÈõæÇ ßóÈóÇÆöÑó ãóÇ Êõäúåóæúäó Úóäúåõ äõßóÝøöÑú Úóäúßõãú ÓóíøöÆóÇÊößõãú æóäõÏúÎöáúßõãú ãõÏúÎóáðÇ ßóÑöíãðÇ
"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)". [an-Nisâ/4:31]
BEBERAPA PELAJARAN YANG DAPAT KITA AMBIL MELALUI NAMA ALLAH AZZA WA JALLA AL-KARIM
Selanjutnya, berikut ini beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari mengetahui dan memahami makna nama Allah Azza wa Jalla al-Karîm. Perkara ini merupakan tujuan yang sesungguhnya bagi seorang muslim ketika memahami nama-nama Allah Azza wa Jalla tersebut. Agar nama al-Karîm benar-benar memberikan pengaruh positif bagi peningkatan iman dan perbaikan ibadah dan akhlak seorang muslim dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan memahami makna nama Allah Azza wa Jalla al-Karîm akan menumbuhkan sifat-sifat yang mulia dalam diri seorang muslim, diantaranya:
1. Menanamkan sifat mulia dalam diri seorang muslim, karena Allah Maha Mulia dan mencintai orang yang bersifat mulia.
Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, "Makhluk yang paling dicintai Allah Azza wa Jalla adalah orang yang mampu menghiasi diri dengan sifat yang merupakan penjabaran dari sifat-sifat Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla Maha Mulia makam Dia Azza wa Jalla mencintai orang yang memiliki sifat mulia dari para hamba-Nya"[10] .
2. Menanamkan sifat pemurah dalam diri seorang muslim. Karena diantara makna al-Karîm adalah Maha Pemurah. Tentu Allah Azza wa Jalla amat mencintai orang yang bersifat pemurah. Dan Allah Azza wa Jalla membenci orang yang bersifat kikir. Allah Azza wa Jalla berfirman:
åóÇ ÃóäúÊõãú åóÄõáóÇÁö ÊõÏúÚóæúäó áöÊõäúÝöÞõæÇ Ýöí ÓóÈöíáö Çááøóåö Ýóãöäúßõãú ãóäú íóÈúÎóáõ æóãóäú íóÈúÎóáú ÝóÅöäøóãóÇ íóÈúÎóáõ Úóäú äóÝúÓöåö æóÇááøóåõ ÇáúÛóäöíøõ æóÃóäúÊõãõ ÇáúÝõÞóÑóÇÁõ æóÅöäú ÊóÊóæóáøóæúÇ íóÓúÊóÈúÏöáú ÞóæúãðÇ ÛóíúÑóßõãú Ëõãøó áóÇ íóßõæäõæÇ ÃóãúËóÇáóßõãú
"Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini". [Muhammad/47:38]
3. Menumbuhkan rasa cinta yang dalam pada diri seorang muslim kepada Allah Azza wa Jalla . Karena Allah Azza wa Jalla bersifat Maha Pemurah. Allah Azza wa Jalla memberi nikmat tanpa batas kepadanya meskipun tanpa diminta.
4. Wajibnya memuliakan kitab Allah Azza wa Jalla, al-Qur'ânul Karîm. Karena, al-Qur'ân adalah kalam Allah Azza wa Jalla yang mulia, yang diturunkan melalui perantara malaikat yang mulia kepada Rasul yang mulia.
5. Wajibnya memuliakan malaikat-malaikat Allah Azza wa Jalla, diantaranya malaikat Jibril. Barang siapa yang membencinya, maka ia adalah musuh Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla berfirman :
ãóäú ßóÇäó ÚóÏõæøðÇ áöáøóåö æóãóáóÇÆößóÊöåö æóÑõÓõáöåö æóÌöÈúÑöíáó æóãöíßóÇáó ÝóÅöäøó Çááøóåó ÚóÏõæøñ áöáúßóÇÝöÑöíäó
"Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir". [al-Baqarah/2:98]
6. Wajibnya mencintai para rasul Allah Azza wa Jalla. Barangsiapa yang membenci salah seorang diantara mereka, maka ia adalah musuh Allah Azza wa Jalla, sesuai dengan kandungan ayat di atas.
7. Menumbuhkan sifat suka memuliakan tetangga dan tamu, sesuai anjuran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
8. Menumbuhkan sifat suka pemaaf, karena Allah Azza wa Jalla menyukai sifat pemaaf.
9. Mendorong kita untuk selalu berdoa kepada Allah Azza wa Jalla. Karena Allah Azza wa Jalla Maha Pemurah terhadap hamba-Nya. Allah Azza wa Jalla malu mengembalikan tangan hamba yang diangkat saat berdoa dalam keadaan kosong. Karena nama Allah al-Karîm bergandengan dengan nama Allah Azza wa Jalla al-Hayiyyu sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut:
Åöäøó Çááøóåó Íóíöíøñ ßóÑöíãñ íóÓúÊóÍúíöí ÅöÐóÇ ÑóÝóÚó ÇáÑøóÌõáõ Åöáóíúåö íóÏóíúåö Ãóäú íóÑõÏøóåõãóÇ ÕöÝúÑðÇ ÎóÇÆöÈóÊóíúäö.
"Sesungguhnya Allah Maha Malu lagi Maha Mulia, Allah malu apabila seseorang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya mengembalikannya dalam keadaan kosong lagi merugi". [HR. Abu Dâwud dan at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albâni]
Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan kita orang yang bersifat mulia lagi pemurah. Dan menjadikan kita orang yang mencintai segala hal yang mulia, baik berbentuk keyakinan, ucapan maupun tindakan dan perbuatan. Wallahu A'lam.
[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo-Puwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183, Telp. 0271-761016]
________
Footnotes.
[1]. Mu'jam Maqâyîs Lughah (5/139)
[2]. Ibid (5/139)
[3]. Tahdzîbul Lughah(3/374)
[4]. Lisânul 'Arab (12/510)
[5]. Bayân Talbîs Jahmiyah (1/196).
[6]. At-Tibyân: 140.
[7]. Shahîh al-Bukhâri (4/1713)
[8]. Tafsir al-Baghawi (8/22)
[9]. at-Tibyân hal. 140.
[10]. al-Wâbil ash-Shayyib hal. 49.
http://almanhaj.or.id/content/2718/slash/0/penjabaran-makna-nama-allah-azza-wa-jalla-al-karm/
***** This message may contain confidential and/or privileged information. If you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any information herein. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt. *****
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Minggu, 28 Juli 2013
[FISIKA] Digest Number 3518
1 New Message
Message
Sat Jul 27, 2013 8:26 pm (PDT) . Posted by:
"Husin Alatas" husinalatas
and School on Particle Physics & Physics of Complex Systems. 24-25
September 2013. Registrasi di: situs.opi.lipi.
salam,
ha.
--
http://alatas.
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
[MailPlus] Digest Number 18075
2 New Messages
Messages
Sat Jul 27, 2013 8:56 pm (PDT) . Posted by:
"mu'ammal hamidy" muamalhamidy
free tuchh ngak ngebajak lagi,
lagian yang dibutuhin kan cuman buat ngeclon HDD aja kan.. ngak pakek ribet
Pada 24 Juli 2013 07.45, Rahmadi, Edi <Edi.Rahmadi@
> **
>
>
> Yah, kalo newbie semua, nti ga ada yang tanya2...hee
>
> BTW, ane mo pake Norton ghost, tapi kesulitan bikin bootdisknya.
> Mo pake Hiren's yg ada Norton ghostnya, d/l-nya semua gede2 bgt, padahal
> Cuma butuh NG doang.
> Akhirnya ane mutusin mo pake easeus dlu (mo dieksekusi hari ini), berarti
> trial-n-error.
> Kayaknya sih lumayan gampang. Setelah d/l setupnya, lgsg diperintahkan
> buat bootdisknya di media cd/dvd; usbdisk dan iso.
> Udah sempet liat programnya setelah boot pake usb disk, dan dah msk di
> copy partisinya, ane belum copy karena masih bingung.
> Di disk-nya, ada 3 partisi, 100mb system, 50Gb partisi C, 100Gb partisi D,
> nah kalo ane mo cloning partisi os-nya aja, apakah partisi pertama yg
> sebesar 100mb harus dicopy/cloning juga beserta partisi C-nya ?
> OSnya win 7.
>
> Thanks buat pencerahannya.
>
> Regards,
> eddiezzy
>
> From: mailplus@yahoogroup
> Behalf Of tomat di kebun
> Sent: Tuesday, July 23, 2013 6:27 PM
> To: mailplus@yahoogroup
>
> Subject: Re: [MailPlus] Cloning Windows
>
> sama saya jiga newbee tp di ajarin dr rum ini
> On Jul 23, 2013 2:29 PM, "Mat Gemboel" <si_mat_gemboel@
> wrote:
>
> > **
> >
> >
> > Rekan Rahmadi, Edi,
> >
> > Saya juga newbie Om...
> > Pengalaman saya pake Norton Ghost di dalam paket'nya MiniPE sangat mudah
> > sekali...
> > Cuman nentuin partisi sumber dan partisi tujuan dowang... :)
> > ____________
> > Best regards,
> > Mat Gemboel
> > si_mat_gemboel@
> >
> > Tuesday, July 23, 2013, 1:28:39 PM, Rahmadi, Edi [Edi.Rahmadi@
> ]
> > wrote:
> > > Kan udah coba googling nih, ada yang saranin pake easeus, Norton
> > > ghost atau hiren's boot cd. Yang paling gampang yang mana yah klo buat
> > newbie ?
> >
> >
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> IMPORTANT NOTICE:
> The information in this e-mail (and any attachments) is confidential. If
> you are not the intended recipient, you must not use or disseminate the
> information. If you have received this e-mail in error, please immediately
> send notification by replying this e-mail and permanently delete the
> original and any copies or printouts thereof. Although this e-mail and any
> attachments are believed to be free of any virus or other defect that might
> affect any computer system into which it is received and opened, it is the
> responsibility of the recipient to ensure that it is virus free and no
> responsibility is accepted by Avrist Assurance, for any loss or damage
> arising in any way from its use.
>
>
>
--
---- LIfE gOoD ----
[Non-text portions of this message have been removed]
Sun Jul 28, 2013 12:23 am (PDT) . Posted by:
"dokter Made" merakih
lagi, kalau memang ingin menggunakan domain yang sama, silakan lakukan
proses transfer domain. Lancar tidaknya proses ini terggantung hosting
tempat anda mendaftarkan domain sebelumnya.
-----Original Message-----
From: Anindito Yoga
Sent: Friday, July 26, 2013 11:18 AM
To: mailplus@yahoogroup
Subject: Re: [MailPlus] Free hosting
Dear Steven,
Saya sudah coba daftar, tapi domain saya tidak bisa ke daftar hosting
(error : Domain ***** is already hosted, try with different domain
(#0088).) Sebelumnya memang sudah ke daftar di idhostinger.
smartsolution.
slidernya sama seperti di id hostinger.
Best Regards,
Dito
[daarut-tauhiid] Kaidah Ke. 16 : Al-'Adl (Keadilan) Itu Wajib Atas Segala Ssesuatu Dan Al-Fadhl (Tambahan) Itu Sunnah
Kaidah Ke. 16 : Al-'Adl (Keadilan) Itu Wajib Atas Segala Ssesuatu Dan Al-Fadhl (Tambahan) Itu Sunnah
QAWA'ID FIQHIYAH
Kaidah Keenam Belas :
ÇáÚóÏúáõ æóÇÌöÈñ Ýöí ßõáøö ÔóíúÁö æóÇáúÝóÖúáõ ãóÓúäõæúäñ
Al-'Adl (Keadilan) Itu Wajib Atas Segala Sesuatu Dan Al-Fadhl (Tambahan) Itu Sunnah
Sebelum membahas implementasi dan contoh penerapan kaidah ini, kita perlu memahami tentang makna al-'adl dan al-fadhl. Yang dimaksud dengan al-'adl ialah jika seseorang menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan sebagaimana ia menuntut apa yang menjadi haknya. Sedangkan al-fadhl maknanya ialah seseorang berbuat ihsân sejak awal atau memberikan tambahan dari yang wajib ia tunaikan.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
æóÃóÞúÓöØõæÇú Åöäøó Çááøóåó íõÍöÈøõ ÇáúãõÞúÓöØöíúäó
Dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. [al-Hujurât/49:9]
Demikian pula Allah Azza wa Jalla berfirman:
æóÅöäú ÚóÇÞóÈúÊõãú ÝóÚóÇÞöÈõæúÇ ÈöãöËúáö ãóÇ ÚõæÞöÈúÊõãú Èöåö æóáóÆöäú ÕóÈóÑúÊõãú áóåõæó ÎóíúÑñ áöáÕøóÇÈöÑöíäó
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. [an-Nahl/16:126]
Implementasi dan contoh penerapan kidah ini cukup banyak dalam syari'at ini, baik berkaitan dengan ibadah maupun mu'amalah. Hal itu dapat kita ketahui dari contoh-contoh berikut :
1. Apabila seseorang berbuat jahat kepada orang lain, maka orang yang dikenai kejahatan diperbolehkan untuk membalas kejahatan tersebut dengan balasan yang seimbang, inilah makna al-'adl (keadilan). Hal ini sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
æóÌóÒóÇÁõ ÓóíøöÆóÉò ÓóíøöÆóÉñ ãöËúáõåóÇ
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. [asy-Syûrâ/42:40]
Namun demikian, Allah Azza wa Jalla menganjurkan orang yang terkena kejahatan untuk memberi maaf atas kejahatan tersebut, inilah makna al-fadhl (tambahan). Hal ini sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla pada kelanjutan ayat tersebut:
Ýóãóäú ÚóÝóÇ æóÃóÕúáóÍó ÝóÃóÌúÑõåõ Úóáóì Çááøóåö
Maka barangsiapa mema`afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. [asy-Syûrâ/42:40]
2. Berkaitan dengan akad hutang piutang, maka orang yang menghutangi boleh menagih dan menerima pelunasan harta apabila orang yang berhutang memang mempunyai kemampuan untuk membayar hutangnya ketika jatuh tempo pembayarannya. Namun, apabila ternyata belum mampu untuk membayar, maka Allah Azza wa Jalla memerintahkan supaya orang yang berhutang diberi tangguh sehingga pembayarannya bisa ditunda. Inilah makna al-'adl. Allah Azza wa Jalla berfirman:
æóÅöäú ßóÇäó Ðõæú ÚõÓúÑóÉò ÝóäóÙöÑóÉñ Åöáóì ãóíúÓóÑóÉò
Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. [al-Baqarah/2:280]
Namun demikian, jika orang yang menghutangi mau bersedekah dan menganggap lunas hutang tersebut, maka itulah yang paling utama. Inilah makna al-fadhl dan hukumnnya sunnah. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:
æóÃóäú ÊóÕóÏøóÞõæúÇ ÎóíúÑñ áóßõãú
Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu. [al-Baqarah2:280]
3. Apabila seseorang menjadi pengasuh anak yatim, maka ia diperbolehkan untuk makan dan minum bersama-sama anak yatim tersebut dengan harta yang dicampurkan dari hartanya dan harta anak yatim. Inilah makna al-'adl. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
æóíóÓúÃóáõæúäóßó Úóäö ÇáúíóÊóÇãóì Þõáú ÅöÕúáÇóÍñ áóåõãú ÎóíúÑñ æóÅöäú ÊõÎóÇáöØõæúåõãú ÝóÅöÎúæóÇäõßõãú æóÇááøóåõ íóÚúáóãõ ÇáúãõÝúÓöÏó ãöäó ÇáúãõÕúáöÍö
Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. [al-Baqarah/2:220]
Namun, apabila pengasuh anak yatim tersebut berhati-hati dan memberikan makan dan minum kepada anak yatim tersebut dengan hartanya sendiri, maka inilah al-fadhl.
4. Di dalam al-Qur'ân telah ditetapkan hukum qishâs. Yang mana jika seseorang melakukan pembunuhan, maka keluarga korban berhak menuntut supaya si pembunuh dihukum bunuh pula. Demikian pula jika seseorang mencederai anggota badan orang lain, seperti mata, telinga, atau selainnya maka ada hukum qishâs di sana. Inilah makna al-'adl. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
æóßóÊóÈúäóÇ Úóáóíúåöãú ÝöíåóÇ Ãóäøó ÇáäøóÝúÓó ÈöÇáäøóÝúÓö æóÇáúÚóíúäó ÈöÇáúÚóíúäö æóÇúáÃóäúÝó ÈöÇúáÃóäúÝö æóÇúáÃõÐõäó ÈöÇúáÃõÐõäö æóÇáÓøöäøó ÈöÇáÓøöäøö æóÇáúÌõÑõæúÍó ÞöÕóÇÕñ
Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qishâsnya. [al-Mâidah/5:45]
Namun demikian, apabila keluarga korban atau orang yang dicederai tersebut memberi ma'af, maka itu adalah perkara mulia yang dianjurkan. Inilah makna al-fadhl. Hal ini sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
Ýóãóäú ÊóÕóÏøóÞó Èöåö Ýóåõæó ßóÝøóÇÑóÉñ áóåõ
Barangsiapa yang melepaskan (hak qishâs) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. [al-Mâidah/5:45]
5. Pada asalnya, mengucapkan perkataan yang buruk adalah dilarang. Namun, apabila seseorang dizhalimi oleh orang lain, maka dalam hal ini diperbolehkan baginya untuk mengucapkan perkataan yang buruk kepada orang yang menzhaliminya, inilah makna al-'adl. Allah Azza wa Jalla berfirman:
áÇó íõÍöÈøõ Çááøóåõ ÇáúÌóåúÑó ÈöÇáÓøõæúÁö ãöäó ÇáúÞóæúáö ÅöáÇøó ãóäú Ùõáöãó
Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. [an-Nisâ'/4:148]
Dalam hal ini, apabila ia menolak kezhaliman tersebut dengan cara yang lebih baik dan tidak mengucapkan perkataan yang buruk maka itulah yang dianjurkan, dan inilah makna al-'fadhl. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:
æóáÇó ÊóÓúÊóæöíú ÇáúÍóÓóäóÉõ æóáÇó ÇáÓøóíøöÆóÉõ ÇÏúÝóÚú ÈöÇáøóÊöí åöíó ÃóÍúÓóäõ ÝóÅöÐóÇ ÇáøóÐöíú Èóíúäóßó æóÈóíúäóåõ ÚóÏóÇæóÉñ ßóÃóäøóåõ æóáöíøñ Íóãöíúãñ
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. [Fusshilat/41:34]
6. Berkaitan dengan ibadah wudhu, shalat, puasa, haji, dan selainnya. Ibadah-ibadah tersebut ada dua kemungkinan pelaksanaan. Ada kemungkinan dilaksanakan secara mujzi' (sekedar cukup untuk menggugurkan kewajiban), yaitu jika ibadah-ibadah tersebut dilaksanakan dengan mencukupkan pada perkara-perkara yang wajib di dalamnya saja. Inilah makna al-'adl. Dan ada kalanya dilaksanakan secara kâmil (sempurna), yaitu jika ibadah-ibadah tersebut dilaksanakan dengan menyempurnakan perkara-perkara yang wajib sekaligus perkara-perkara yang sunnah di dalamnya. Inilah makna al-fadhl.
Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui tentang tiga golongan manusia, yaitu :
1. Al-Munshifîn (orang-orang yang berbuat adil), yaitu orang-orang yang berkomitmen dalam melaksanakan al-'adl.
2. As-Sâbiqîn (orang-orang yang bersegera berbuat kebaikan), yaitu orang-orang yang berkomitmen dalam melaksanakan al-fadhl.
3. Azh-Zhâlimîn (orang-orang yang berbuat zhalim), yaitu orang-orang yang berada di bawah kedua golongan di atas. Wallâhu a'lam.
(Sumber : Al-Qawâ'id wal-Ushûl al-Jûmi'ah wal-Furûq wat-Taqâsîm al-Badî'ah an-Nâfi'ah, karya Syaikh 'Abdur-Rahmân as-Sa'di, Tahqîq: Dr. Khâlid bin 'Ali bin Muhammad al-Musyaiqih, Dârul-Wathan, Cetakan II, Tahun 1422 H – 2001 M.)
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun XIII/1430H/2009. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
http://almanhaj.or.id/content/2517/slash/0/kaidah-ke-16-al-adl-keadilan-itu-wajib-atas-segala-ssesuatu-dan-al-fadhl-tambahan-itu-sunnah/
***** This message may contain confidential and/or privileged information. If you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any information herein. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt. *****
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Sabtu, 27 Juli 2013
[daarut-tauhiid] [INFO] I'tikaf Asyrul Awakhir Ramadhan 1434 H di Masjid Jami Al-Insan Patal Senayan Jakarta
Assalamu'alaykumwrwb,
Ba'da Tahmid wa Shalawat
Ramadhan 1434 H telah memasuki hari-hari pertengahan dan beberapa hari
lagi akan masuk ke 10 hari terakhir.
Adalah Rasulullah SAW telah mengajarkan kita untuk berupaya secara lebih
keras untuk mendapatkan keutamaan2 Ramadhan dengan ber-i'tikaf di 10
terakhir Ramadhan.
Sudahkah sahabat semua merencanakan akan ber-i'tikaf dimana di Ramadhan
tahun ini ?
Kami dari Pemuda Masjid Al-Insan (Patal Senayan, Kebayoran Lama Jakarta
Selatan) kembali menyelenggarakan I'tikaf 10 hari terakhir Ramadhan dan
mengundang sahabat semua, Muslim dan Muslimah, untuk beri'tikaf di
Masjid dimana kami bergiat.
Benefit ber-i'tikaf di Masjid Al-Insan :
1. Sajian Sahur & Berbuka _GRATIS_ yang mengundang selera & bergizi
2. Ruangan Masjid yang lebih nyaman dari tahun2 sebelumnya (baru selesai
Renovasi besar)
3. MCK yang representatif termasuk untuk Muslimahnya.
4. Areal Parkir Halaman Masjid yang luas untuk Mobil & Motor
Rangkain Acara I'tikaf Al-Insan
1. _Kajian Islam Tematik_ (Setiap Malam Ba'da Shalat Tarawih) bersama
guru-guru kita yang kompeten di bidangnya :
29 Juli : Ust. Ahmad Sahal, LC
30 Juli : Ust. Drs. Ahmad Yani
31 Juli : Ust. Drs. Khoiruddin, M.Si
1 Agt : Ust. Abdi Sumaithi (Abu Ridho), LC
2 Agt : Ust. Sutiana, SE
3 Agt : Ust. Samin Barkah, LC
4 Agt : Ust. Ir. Triwicaksana, M.Sc
5 Agt : Ust. Dani Anwar
6 Agt : Ust. H. Sukho Dwi P S.Apt
2. Kuliah Subuh
3. Bedah Buku (4 agustus 2013, Mulai Pkl. 08.00 WIB) - Buku "Konsep
Bid'ah & Fiqih Toleransi"
Pembicara/Pembedah : DR. Taufiq Qulazhar, MA (Direktur Ma'had Aly
AnNuamy/IKADI)
4. Qiyamul-Lail/Tahajjud Berjama'ah bersama para Hafidz Qur'an
Informasi/Panitia : Rudy Priyanto (0813-8873-2713)/Budi Sarwono
(0816-1829-526)
Rute Angkutan umum : Dari Lebak Bulus naik Kopaja 86 (Lebak
Bulus-Kota)/Dari Blok M naik Kopaja 608 (Blok M-Tanah Abang) turun di
perempatan rel Permata Hijau lalu jalan kaki ke arah Senayan
(Masjid terletak di sebelah Apartemen Senayan Residence)
Ayok..ajak serta keluarga, kerabat, tetangga dan rekan-rekan sahabat
semua untuk ber-i'tikaf di Al-Insan
Wassalamwrwb
Rudy Priyanto
[Non-text portions of this message have been removed]
| Reply via web post | Reply to sender | Reply to group | Start a New Topic | Messages in this topic (1) |
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================