Messages In This Digest (17 Messages)
- 1.
- (Tulis/Resensi Film) Sang Pencerah: Sang Proklamir Muhammadiyah From: bujang kumbang
- 2.
- Inspirasi: Pulang Kembali From: Teha Sugiyo
- 3.
- Tips Singkat : Mencegah Kejahatan Hipnotis From: ~ Made Teddy Artiana ~
- 4.
- Inspirasi : Pulang Kembali... From: Teha Sugiyo
- 5.
- [Info Buku] Tanda-Tanda Kiamat Mendekat (versi Sunni dan Syiah) From: Ahmad Sahidin
- 6.
- Api Sejarah, Menggugat Historiografi Nasional (cetakan III) From: Ahmad Sahidin
- 7.
- (no subject) From: sulisstyawan atalanta
- 8a.
- Ied Mubarok From: Sinang Bulawan
- 9.
- [OOT] Selamat Hari Raya Idul Fitri From: Aprillia Ekasari
- 10.
- (Tulis) Mengejar Bus Demi "Sang Pencerah" From: bujang kumbang
- 11.
- SURAT From: shinta arDjahrie
- 12.
- [INFO] Kenali dan Promosikan Kampung Halaman Saat Mudik! From: masopang
- 13.
- newbie :) From: loiy
- 14.
- Selamat Idul Fitri 1431 H From: Ahmad Sahidin
- 15.
- Terima Kasih Islam From: Juwita Guan
- 16.
- Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H From: fiyan arjun
- 17.
- TAQABBAL YA KARIM! From: Udo Yamin Majdi
Messages
- 1.
-
(Tulis/Resensi Film) Sang Pencerah: Sang Proklamir Muhammadiyah
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Tue Sep 7, 2010 7:10 am (PDT)
(Bukan Sekedar Resensi film)
Sang Pencerah: Sang Proklamir Muhammadiyah
Film ini dimulai dari kelahiran Muhammad Darwis (Ihasan :"Idol") (nama kecil
Ahmad Dahlan) pada tanggal 1 Agustus 1868. Hingga usianya yang ke-15, Ahmad
Dahlan kecil sudah menentang Islam yang dibungkus dengan mistik. Dan juga
sudah terlihat akan menjadi sosok orang besar.
Maklum di abad ke-18, sebelum kelahirannya di Kauman, Yogyakarta pada saat
itu. Islam berdiri di tanah Sultan Hamengku Buwono menganut Islam mistik dan
percaya kepada takhayul serta pohon-pohon besar. Walaupun saat itu
masyarakatnya sudah melakukan shalat lima waktu. Apalagi kondisi itu tumbuh
subur dibawah pimpinan pemimpin Masjid Besar Kauman Kyai Penghulu
Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) Besar Kauman . Masjid ini saat itu merupakan
masjid yang menjadi pusat agama Islam di wilayah kesultanan Yogyakarta. Karena
pemimpin saat ibarat sultan bagi pemeluk Islam.
Di usianya yang ke-15 Muhammad Darwis (sebelum berganti nama menjadi Ahmad
Dahlan) adalah seorang anak yang tidak begitu dipedulikan oleh kenakalannya
yang sering mengganggu orang-orang yang sedang melakuakn ritual menyembah
pohon-pohon besar dengan cara mengambil sesajennya lalu ia berikan kepada
masyarakat miskin disekitarnya. Karena Ahmad Dahlan kecil sudah menentang Islam
yang dibungkus dengan percaya kepada hal-hal yang mistik. Dalam adegan ini
belum terlihat konfilk yang begitu menyedot perhatian. Masih biasa-biasa saja.
Apalagi yang dilakukan Ahmad Dahlan...Cekidot link dibawah ini:
http://www.facebook.com/note. !/notes/fiyan-php?saved& ¬e_id= 434009077907# arjun/bukan- sekedar-resensi- film-sang- pencerah- sang-proklamir- muhammadiyah/ 434009077907
- 2.
-
Inspirasi: Pulang Kembali
Posted by: "Teha Sugiyo" kembangpring049@yahoo.co.id kembangpring049
Tue Sep 7, 2010 7:11 am (PDT)
Inspirasi
PULANG
KEMBALI DAN JADILAH SUCI
Oleh Teha Sugiyo
Setiap
tahun kita merayakan Idul Fitri. Dan setiap tahun kita disuguhi
kabar-kabar tentang mudik yang semakin hari semakin meningkat, baik
jumlah populasi orang, kendaraan maupun tingkat kerawanan.
Meningkatnya jumlah populasi pemudik baik yang menggunakan kendaraan
pribadi maupun umum, membuka peluang tersendiri bagi orang-orang
tertentu yang segera dapat menangkapnya.
Ada perusahaan-perusahaan besar yang langsung menangkap peluang
tersebut dengan membuka pos-pos tertentu di tititk-titik keramaian
untuk menawarkan barang-barang dan jasa yang dikelolanya. Ada juga
orang-orang kecil yang menangkap peluang tersebut dengan membuka
kios-kios atau jasa tertentu baik itu tempat peristirahatan sekadar
untuk melepas lelah, atau menjual makanan minuman penghalau lapar dan
dahaga. Bahkan anak-anak kecil pun mampu menangkap peluang tersebut.
Mereka terjun untuk meraup receh dengan menjual jasa membersihkan
kendaraan-kendaraan yang berhenti pada perempatan atau di
tempat-tempat tertentu, baik itu kendaraan beroda 4 atau roda 2.
Semua itu sah-sah saja dan baik adanya.
Semakin
dekat dengan Lebaran, nampaknya hampir semua orang semakin sibuk.
Media massa semakin sibuk mengabarkan informasi di sekitar dan yang
berkaitan dengan kegiatan yang tiap tahun telah menjadi semacam
"ritual" itu. Para pemudik sibuk dengan berbagai macam
persiapan dan pelaksanaan mudik. Bahkan kita saksikan betapa
banyaknya pemudik yang rela menunggu,
berlelah-lelah, berdesak-desakan dan berebut kendaraan umum yang akan
membawa mereka ke daerah tujuan.
Mengamati
kegiatan dan kesibukan menjelang, selama dan sesudah Lebaran kita
diingatkan kembali bahwa bangsa kita masih sangat menghargai tradisi.
Kita senantiasa diingatkan kembali untuk pulang kembali kepada
kesadaran dan menjadikan diri kita suci, fitri, seperti sediakala
kita diciptakan. Kita diingatkan lagi apakah persiapan kita semakin
layak untuk pulang kembali ke tanah air keabadian dalam kondisi yang
fitri itu.
Mungkin
kita pernah mendengar istilah "Forgiven
but not forgotten".
Artinya memaafkan tapi bukan melupakan. Hal ini mengandung dua
pendapat. Pendapat pertama
beranggapan kalau sudah memaafkan harusnya ya dilupakan. Bukankah
memaafkan berarti tidak mempersoalkannya walau hanya dalam hati?
Pendapat kedua
meyakini, memaafkan memang harus dilakukan tapi melupakan, nanti
dulu. Rasa sakit itu masih terasa.
Ada
sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan
melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan
salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit
hati, tapi tanpa dengan berkata-kata, dia menulis di atas pasir:
HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.
Mereka
terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis.
Di sana
mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan
terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan
berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan
rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu:
HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Orang yang
menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya
melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu
menulis di atas batu?"
Sambil
tersenyum temannya
menjawab, "Ketika
seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir
agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan
bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas
batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin".
Jika
kita sadari benar, memendam luka atas kesalahan orang lain akan
membuat jiwa seakan terikat belenggu kekesalan, kemarahan, kesakitan
yang lambat laun menjadikan lemahnya hati untuk merdeka. Bagaikan
selembar kertas putih, kita membiarkan tinta-tinta hitam kegeraman
hati menitikkan noda-noda di hamparan kesuciannya. Memang tak mudah
melupakan luka yang begitu membekas di lorong-lorong jiwa kita,
terlebih kalau hal itu begitu menyakitkan. Tetapi apakah kita akan
terus membiarkan hati dihantui perasaan kecewa dan sedih hingga
keresahan hadir mengelilingi alam pikiran dan tindakan kita?
Berusahalah
untuk mengikis perlahan kristal-kristal hitam kekecewaan dengan
membuka sedikit-sedikit pintu maaf untuk orang lain. Biarkan
keikhlasan hati menelurusi lorong-lorong jiwa tanpa tersendat menuju
kebersihan hati..
Ribuan
maaf bisa kita mohonkan, tetapi mengapa satuan maaf tidak dapat kita
berikan? Semoga
di hari yang Fitri ini kita dapat pulang
kembali pada kesadaran hakiki dan menjaga
kesucian hati.
Jika
kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya
sia-sia... ALLAH tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau
sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih... ALLAH
sudah menghitung airmatamu.
Jika kau
pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu
begitu saja... ALLAH sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau
merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon…
ALLAH selalu berada di sampingmu.
Ketika kau
pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat
apa lagi... ALLAH punya jawabannya.
Ketika
segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
ALLAH dapat menenangkanmu.
Jika
tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan... ALLAH sedang
berbisik kepadamu.
Ketika
segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…
ALLAH telah memberkatimu.
Ketika
sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban... ALLAH
telah tersenyum padamu.
Ketika kau
memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi... ALLAH
sudah membuka matamu dan memanggil dengan namamu.
Ingat bahwa
di mana pun kau atau ke mana pun kau menghadap... ALLAH TAHU.
Sahabat,
selama dua belas bulan dalam kebersamaan, tentulah ada gesekan,
benturan dan ketidaknyamanan. Namun semua itu marilah kita tempatkan
dalam kerangka pendewasaan dan pengembangan pribadi kita. Oleh karena
itu, di fajar hari yang fitri ini, dari lubuk hati yang paling dalam
kami ucapkan,
Selamat
Idul Fitri 1 Syawal 1431 H. Mohon Maaf Lahir Batin. Marilah
memulai hari baru dengan semangat Idul Fitri!
PS.Tulisan ini juga saya posting untuk www.perrytristianto.com
dan www.andriwongso.com
- 3.
-
Tips Singkat : Mencegah Kejahatan Hipnotis
Posted by: "~ Made Teddy Artiana ~" made.t.artiana@gmail.com
Tue Sep 7, 2010 7:12 am (PDT)
*
*
*Berhubung artikel ini saya ketik ddi sebuah bengkel mobil, pada saat sedang
menunggu para montir*
*mengganti beberapa jenis oli dimobil saya, maka langsung straigth to the
point aja yah..!*
Otak manusia pada saat normal atau sadar beroperasi pada gelombang betha,
sedangkan disaat tidak sadar (semi sadar) otak kita beroperasi pada
gelombang alpha. Nah hipnotis terjadi pada area bawah sadar, yaitu pada saat
otak beroperasi pada gelombang alpha. Jadi jika kita ingin mengantisipasi
kejahatan hipnotis sebenarnya cukup mudah. Jaga gate antara sadar dan bawah
sadar Anda. Caranya ? Begini beberapa emosi dapat seketika ataupun perlahan
menghantarkan kita pada area siap untuk dihipnotis. Marah, bingung, kagum,
takjub , takut, full konsentrasi atau memang karena memang dengan sadar
mengijinkan seseorang memasuki bawah sadar kita.
Jadi cara menutup gerbang itu cukup mudah waspadai emosi-emosi tersebut
diatas. Stay allert alias tetap waspada. (bukan tegang loh)..tetapi biarkan
otak Anda tetap bekerja secara wajar, sehingga Anda tidak mendekati area
gelombang alpha. Tidak ada seorangp[un bisa menghipnotis Anda jika otak kita
sedang bekerja diarea sadar (gelombang betha), kecuali dia nekad
membius...nah ini sudah beda masalahnya :). Caranya cukup simple..membaca
sesuatu yang membuat Anda berpikir, ngisi TTS, jangan melamun (apalagi yang
jorok), jika seseorang berbicara kepada Anda pertahankan logika, kekritisan
otak dan jangan mudah percaya atau takjub kepadanya.
Pemberitaan disana-sini tentang hipnotis (tanpa solusi yang berarti) justru
mempermudah seseorang dihipnotis. Mengapa ? karena pemberitaan-pemberitaan
itu menyebarkan ketakutan disana-sini dan membesar-besarkan kekuatan
kejahatan hipnotis, seolah-olah kejahatan hipnotis adalah hantu besar
menakutkan yang tidak dapat dikalahkan. Ini tentunya tidak benar !!
Jadi tenangkan diri Anda. Jika Anda merasa menjaga 'kesadaran' itu begitu
sulit, ada satuhal yang membuat Anda tidak mungkin terhipnotis oleh
apapun...berdoa (tentu saja bukan dalam ketakutan loh)..dan mintalah TUHAN
yang menciptakan otak Anda menguasai pikiran sadar dan bawah sadar Anda.
Kalau ini Anda lakukan...sampai muntah-muntah...si tukang hipnotis tidak
akan sanggup menghipnotis Anda. Saya jamin !!!
Selamat mudik...jaga kesehatan Anda dan keluarga...TUHAN beserta Anda
dan selamat berbahagia dan selamat Hari Raya Idul Fitri !!!!
*what a wonderfull world !*
*what an abundant life !!*
*what an exciting journey !!*
*Made Teddy Artiana, S. Kom*
*writer & photographer yang sangat menggemari hypnotherapy*
*
*http://semarbagongpetrukgareng. blogspot. com
mobile# 0813 178 227 20
MTA di Majalah Human Capital
http://www.portalhr.com/majalah/ edisiterbaru/ bisnis/1id1549. html
MTA di Majalah SWA
http://swa.co.id/2009/08/ made-teddy- artiana/
MTA di Majalah Bahana
http://www.ebahana.com/warta- 2162-Dari- Hobi-Datanglah- Rejeki.html
MTA di Kompas
http://ekonomi.kompasiana. com/2010/ 02/12/testimoni- seorang-mantan- karyawan- bca-resign- dari-tempat- kerjanya
-
- 4.
-
Inspirasi : Pulang Kembali...
Posted by: "Teha Sugiyo" kembangpring049@yahoo.co.id kembangpring049
Tue Sep 7, 2010 10:33 am (PDT)
Inspirasi
PULANG
KEMBALI DAN JADILAH SUCI
Oleh Teha Sugiyo
Setiap tahun kita
merayakan Idul Fitri. Dan setiap tahun kita disuguhi kabar-kabar tentang mudik
yang semakin hari semakin meningkat, baik jumlah populasi orang, kendaraan maupun tingkat kerawanan.
Meningkatnya jumlah populasi pemudik baik yang menggunakan kendaraan pribadi
maupun umum, membuka peluang tersendiri bagi orang-orang tertentu yang segera
dapat menangkapnya. Ada perusahaan-perusahaan besar yang langsung menangkap
peluang tersebut dengan membuka pos-pos tertentu di tititk-titik keramaian
untuk menawarkan barang-barang dan jasa yang dikelolanya. Ada juga orang-orang kecil yang menangkap
peluang tersebut dengan membuka kios-kios atau jasa tertentu baik itu tempat
peristirahatan sekadar untuk melepas lelah, atau menjual makanan minuman
penghalau lapar dan dahaga. Bahkan anak-anak kecil pun mampu menangkap peluang
tersebut. Mereka terjun untuk meraup receh dengan menjual jasa membersihkan
kendaraan-kendaraan yang berhenti pada perempatan atau di tempat-tempat
tertentu, baik itu kendaraan beroda 4 atau roda 2. Semua itu sah-sah saja dan
baik adanya.
Semakin dekat dengan
Lebaran, nampaknya hampir semua orang semakin sibuk. Media massa semakin sibuk
mengabarkan informasi di sekitar dan yang berkaitan dengan kegiatan yang tiap
tahun telah menjadi semacam "ritual" itu.
Para pemudik sibuk dengan
berbagai macam persiapan dan pelaksanaan mudik. Bahkan kita saksikan betapa
banyaknya pemudik yang rela menunggu, berlelah-lelah, berdesak-desakan dan
berebut kendaraan umum yang akan membawa mereka ke daerah tujuan.
Mengamati kegiatan
dan kesibukan menjelang, selama dan sesudah Lebaran kita diingatkan kembali
bahwa bangsa kita masih sangat menghargai tradisi. Kita senantiasa diingatkan kembali untuk
pulang kembali kepada kesadaran dan menjadikan diri kita suci, fitri, seperti
sediakala kita diciptakan. Kita diingatkan lagi apakah persiapan kita semakin
layak untuk pulang kembali ke tanah air keabadian dalam kondisi yang fitri itu.
Mungkin kita pernah
mendengar istilah "Forgiven but not
forgotten". Artinya memaafkan tapi bukan melupakan. Hal ini mengandung dua
pendapat. Pendapat pertama beranggapan kalau sudah memaafkan harusnya ya
dilupakan. Bukankah memaafkan berarti tidak mempersoalkannya walau hanya dalam
hati? Pendapat kedua meyakini, memaafkan memang harus dilakukan tapi
melupakan, nanti dulu. Rasa sakit itu masih terasa.
Ada sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang
sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar,
dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati,
tapi tanpa dengan berkata-kata, dia menulis di atas pasir: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis. Di sana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang
pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris
tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman
dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya,
bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas
pasir, dan sekarang kamu menulis di atas batu?"
Sambil tersenyum temannya menjawab,
"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas
pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila
sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita,
agar tidak bisa hilang tertiup angin".
Jika
kita sadari benar, memendam luka atas kesalahan orang lain akan membuat jiwa
seakan terikat belenggu kekesalan, kemarahan, kesakitan yang lambat laun
menjadikan lemahnya hati untuk merdeka. Bagaikan selembar kertas putih, kita
membiarkan tinta-tinta hitam kegeraman hati menitikkan noda-noda di hamparan
kesuciannya. Memang tak mudah melupakan luka yang begitu membekas di
lorong-lorong jiwa kita, terlebih kalau hal itu begitu menyakitkan. Tetapi
apakah kita akan terus membiarkan hati dihantui perasaan kecewa dan sedih
hingga keresahan hadir mengelilingi alam pikiran dan tindakan kita?
Berusahalah untuk mengikis perlahan kristal-kristal hitam
kekecewaan dengan membuka sedikit-sedikit pintu maaf untuk orang lain. Biarkan
keikhlasan hati menelurusi lorong-lorong
jiwa tanpa tersendat menuju kebersihan hati..
Ribuan maaf bisa kita mohonkan, tetapi mengapa satuan maaf tidak
dapat kita berikan? Semoga di hari yang Fitri ini kita dapat pulang kembali pada kesadaran hakiki
dan menjaga
kesucian hati.
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya
dari usaha yang sepertinya sia-sia...
ALLAH tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa
pedih... ALLAH sudah menghitung airmatamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu
serasa berlalu begitu saja... ALLAH sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk
untuk menelepon… ALLAH selalu berada di sampingmu.
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak
tahu hendak berbuat apa lagi... ALLAH punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa
tertekan... ALLAH dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan... ALLAH sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin
mengucap syukur… ALLAH telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
ALLAH telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk
digenapi... ALLAH sudah membuka matamu dan memanggil dengan namamu.
Ingat bahwa di mana pun kau atau ke mana pun kau menghadap...
ALLAH TAHU.
Sahabat, selama dua belas bulan dalam kebersamaan, tentulah ada gesekan,
benturan dan ketidaknyamanan. Namun semua itu marilah kita tempatkan dalam
kerangka pendewasaan dan pengembangan pribadi kita. Oleh karena itu, di fajar
hari yang fitri ini, dari lubuk hati yang paling dalam kami ucapkan,
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H. Mohon Maaf Lahir Batin. Marilah memulai
hari baru dengan semangat Idul Fitri!
PS. Tulisan yang sama juga saya posting untk www.perrytristianto.com dan www.andriwongso. com
- 5.
-
[Info Buku] Tanda-Tanda Kiamat Mendekat (versi Sunni dan Syiah)
Posted by: "Ahmad Sahidin" ahmadsahidin@ymail.com ahmadsahidin@ymail.com
Tue Sep 7, 2010 10:34 am (PDT)
Judul: Tanda-Tanda Kiamat Mendekat
Penulis: Abba Amree dan Ahmad Sahidin
Penerbit: Salamadani
Tahun: 2010
Semua agama meyakini adanya Hari Kiamat. Namun, tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan kejadian dahsyat itu terjadi. Dalam nash-nash agama, salah satu tanda terjadinya Hari Kiamat diawali dengan munculnya makhluk (Ya`juj wa Ma`juj dan Dajjal) yang suka merusakkan dan membinasakan umat manusia, muncul berbagai bentuk kejahatan, serta
penyimpangan moral dan agama. Di tengah kondisi itu hadir utusan Allah (Isa as dan Imam Mahdi) yang membebaskan umat manusia dari berbagai penindasan dan kerusakan serta mengajak untuk kembali ke jalan benar.
Dalam buku ini, Anda akan mengetahui tentang:
- siapa dan apa itu Yajuj wa Ma`juj dalam berbagai sumber,
- sosok Zulqarnain yang sebenarnya,
- jejak arkeologis tembok Zulqarnain,
- sosok Dajjal dan pandangan cendekiawan Muslim,
- turunnya Nabi Isa as,
- Imam Mahdi versi Sunni dan Syiah, serta
- ramalan Hari Kiamat berdasarkan Al-Quran dan hadits Rasulullah saw.
Benarkah tanda-tanda Hari Kiamat itu telah mendekat? Rasakan dan temukan dalam buku ini.
-----------
=>Anda bisa membelinya di Toko Buku Gramedia atau kontak Salam Book House: 022-5222052, 022-5228056.
www.ahmadsahidin.wordpress. com
- 6.
-
Api Sejarah, Menggugat Historiografi Nasional (cetakan III)
Posted by: "Ahmad Sahidin" ahmadsahidin@ymail.com ahmadsahidin@ymail.com
Tue Sep 7, 2010 10:40 am (PDT)
Judul : Api Sejarah
Penulis : Ahmad Mansur Suryanegara
Penerbit : Salamadani
Tahun : 2010 (cetakan III)
Tebal : 582+xxiv
Harga : 125.000
AHMAD Mansur Suryanegara menerbitkan buku baru berjudul "Api Sejarah: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI".
Dosen luar biasa di jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaiora UIN Bandung dan UNPAD ini kembali membuka persoalan sejarah yang ditutup oleh rezim Orde Baru. Buku ini isinya membongkar sejarah yang disembunyikan, khususnya kezaliman kaum nasionalis dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penghilangan jejak peran ulama dan organisasi Islam dalam menegakkan NKRI, dan membongkar perselingkuhan kaum priyayi dengan penjajah Belanda.
Pasti sangat mengagetkan. Mengapa? Karena jika dilihat dari tinjauan ilmu sejarah, karya Pak Mansur ini bisa disebut sebagai historiografi politik Islam Indonesia versi sejarawan lokal. Kebenaran isinya, tentu sangat tergantung dari data, fakta, dan analisa serta tafsir yang digunakannya. Pastinya akan "mengagetkan" mereka yang selama ini menjadikan buku-buku sejarah versi Nugronotosusanto, Asvi Warwan, Sartono Kartodirjo, dan lainnya, sebagai buku yang valid dalam sejarah Indonesia.
Mengapa mengagetkan? Karena isi buku ini menggabungkan antara sejarah Indonesia versi nasional dengan versi Islam. Salah satunya "gugatan" tentang hari kebangkitan nasional dan pembeberan beberapa organisasi pergerakan Indonesia yang sebenarnya tidak berjuang untuk Indonesia, tetapi untuk penjajah.
Si penulis menguraikan, didirikannya Boedi Oetomo adalah untuk menandingi gerakan umat Islam yang bernama Jamiat Choir dan Serikat Dagang Islamiyah di Bogor sebagai tandingan dari Syarikat Dagang Islam yang kehadirannya mengkhawatirkan eksistensi perekonomian dan kepentingan imperialisme Belanda. Juga tafsirnya tentang sang saka "Merah Putih" sebagai bendera Rasulullah saw.
Bahkan, Ahmad Mansur Suryanegara juga menyajikan fakta tentang penghinaan terhadap Rasulullah saw yang dilakukan Partai Indonesia Raja (Parindra) pimpinan Dr.Soetomo dengan menurunkan artikel di Madjalah Bangoen, 15 Oktober 1937. Lebih banyak lagi persoalan sejarah yang dibongkar dalam buku Api Sejarah ini.
Pak Mansur juga berani mengemukakan penafsiran yang bisa mengundang kontroversi seperti para pahlwan nasional Sisingamaraja dan Kartini yang dinyatakan beragama Islam, tentang organisasi Islam yang pertama "berjuang" dalam mencetuskan kemerdekaan RI, dan tentang tafsir sangka saka merah putih (bendera Indonesia) sebagai bendera Rasulullah saw.
Dalam buku ini, "kejahatan" orang-orang sekuler (pada masa lalu dan yang masih hidup) yang berperan dalam panggung sejarah Indonesia sangat tampak. Hadirnya buku-buku sejarah nasional atau Indonesia (yang ditulis para "sejarahwan istana") telah mengekecilkan peran umat Islam dan tokoh-tokoh Islam terdahulu dalam membangun NKRI. Semangat membongkar "topeng" kepalsuan sejarah dan mewujudkan tentang pentingnya memahami sejarah inilah yang tampaknya sedang digaungkan dalam buku "Api Sejarah" ini.
Buku sejarah yang berkaitan dengan Islam, nasionalisme, dan gerakan kemerdekaan Indonesia memang banyak. Namun, buku karya Ahmad Mansur Suryanegara ini lain daripada yang lain: kritis, tajam, dan sedikit "marah". Karena itu, buku sejarah seperti ini sudah harus menjadi bacaan "wajib" bagi generasi sekarang yang akan melangkah dan membuat sejarah masa depan Indonesia.
Dengan buku "Api Sejarah" ini, Anda akan dipandu memahami "jiwa zaman" (zeitgeist) yang terjadi dalam setiap babak sejarah, khususnya umat Islam dan perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pastinya, buku ini mengusik kesadaran generasi baru tentang sejarah sebenarnya yang sudah tertanam di benak sejak sekolah dasar. Mungkin agak terlambat, tetapi lebih baik daripada tidak sama sekali.
(Ahmad Sahidin, pekerja buku)
www.ahmadsahidin.wordpress. com
- 7.
-
(no subject)
Posted by: "sulisstyawan atalanta" atalantadegradasi@yahoo.com atalantadegradasi
Tue Sep 7, 2010 1:17 pm (PDT)
- 8a.
-
Ied Mubarok
Posted by: "Sinang Bulawan" sinangbulawan@yahoo.com sinangbulawan
Tue Sep 7, 2010 8:32 pm (PDT)
Assalamualaikum wr.wb.
Perkenankan Kami sekeluarga menghaturkan "Selamat Idul Fitri" 1 Syawal 1431H
Mohon maaf atas segala salah dan khilaf, Taqaballahu Minna wa Minkum.
Semoga Allah SWT mengkaruniai yang terbaik bagi kita semua.
Wassalamualaikum wr. wb.
Sinang Bulawan & Kelg.
- 9.
-
[OOT] Selamat Hari Raya Idul Fitri
Posted by: "Aprillia Ekasari" april_reto@yahoo.com april_reto
Tue Sep 7, 2010 9:38 pm (PDT)
Taqabbalallahu minna wa minkum shiamana wa shiamakum.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431H.
Mohon maaf lahir dan batin ya, bila ada sikap dan kata-kata saya yang tidak berkenan di hati.
Semoga kita semua kembali fitri dan dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya. Amiin.
PS: Bagi yang mudik, selamat berkumpul dengan keluarga tercinta...
Aprillia Ekasari
081 793 222 06
- 10.
-
(Tulis) Mengejar Bus Demi "Sang Pencerah"
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Wed Sep 8, 2010 12:22 am (PDT)
Cekidot link dibawah ini:
http://www.facebook.com/home. !/notes/fiyan-php?# arjun/catatan- lelaki-mengejar- bus-demi- sang-pencerah/ 433561497907
- 11.
-
SURAT
Posted by: "shinta arDjahrie" shinta_smansa@yahoo.com shinta_smansa
Wed Sep 8, 2010 12:23 am (PDT)
"...hanya karena selembar surat, ia ingin mengakhiri hidupnya dibawah tiang gantungan...."
Hanya sebuah satire sederhana dengan sifat urban yang cukup kental.
Mengharap dukungan dan apresiasi kawan-kawan semua. Tolong divote dan beri komentar di link berikut : http://flashfiction.ubudwritersfest ival.com/ 2010/09/surat/
Terimakasih.
Shinta arDjahrie
FB : Shinta ArDjahrie
twitter : Shinta_ardjahri
YM : shinta_smansa
On Sun Sep 5th, 2010 8:24 PM PDT Ahmad Sahidin wrote:
>Novel sejarah sekarang ini bermunculan, bak jamur pada musim penghujan. Dari mulai kisah Prabu
>Siliwangi, Perang Bubat, Gajah Mada, Raden Saleh, Samudera Pasai,
>Granada, Taj Mahal, dan lainnya.
>
>Novel yang berbau sejarah
>Sunda, selain sosok Prabu Siliwangi, juga ada karya Saini KM tentang
>Kesatria Hutan Larangan; semacam pasukan khusus Prabu Siliwangi.
>Intrik, konflik antar kepala daerah atau pejabat sangat dimunculkan,
>dan nuansa desa yang gemah ripah loh jinawi pun muncul.
>
>Entahlah,
>mungkin sedang "bosan" para pembaca kita sehingga novel percintaan,
>kesabaran, petualangan, atau pencarian kebenaran malah numpuk di
>rak-rak toko buku; yang temanya kadang hampir mirip dengan
>cerpen-cerpen dan sinetron. Saya pernah main ke sebuah toko buku, novel
>atau karya sasrta yang demikan dijual dengan diskon sampai 60%.
>
>Nah,
>mungkin upaya mengikis kejenuhan dan meramaikan wacana novel
>profetis/kenabian, Salamadani kali ini menerbitkan empat judul novel
>inspirasi Nabi karya Fatih Beeman. Masing-masing novel berjudul: Musa:
>Sang Penantang Arus; Yusuf: Sang Pejuang Mimpi; Sulaiman: Sang Penakluk
>Hati; dan Daud: Sang Pemenang.
>
>Novel inspirasi Nabi ini bacaan
>yang renyah karena dikemas dengan bahasa yang kuat dan alurnya apik.
>Begitu pun bukunya, tidak tebal sehingga mudah dicerna. Selain itu,
>cerita Nabinya dikemas dalam konteks modern sehingga ada hikmah yang
>dapat diambil dari masing-masing novel.
>
>Meskipun memang ada yang
>harus disempurnakan dari beberapa babak cerita dan alur, tetapi pesan
>kemanusiaan dan nilai kearifan hidupnya sangat mudah untuk diresapi dan
>terasa dekat dengan keseharian.
>
>
>www.ahmadsahidin.wordpress. com
>
- 12.
-
[INFO] Kenali dan Promosikan Kampung Halaman Saat Mudik!
Posted by: "masopang" masopang@yahoo.co.id masopang
Wed Sep 8, 2010 12:23 am (PDT)
Info bagi kawan-kawan yang mau pulang kampung, semoga bermanfaat.
Coba cek http://pulkam.creativeunite. org/
<http://pulkam.creativeunite. > Inisiatif yang bagus sekali untukorg/
saling berbagi info mudik, arus lalu lintas, info & tips kesehatan, info
kuliner pas mudik, dan info geografis (koordinat GPS).
Caranya mudah, cukup gunakan Twitter <http://www.twitter.com/ > dan
follow @pulkam <http://twitter.com/pulkam > .Selanjutnya, beberapa hal
yang dapat Anda lakukan dengan pulkam adalah:
Tweet dan PhotoKirimkan tweet promosi dan atau twitpic/tweetphoto segala
hal menarik yang seru dan berkesan untuk dibagi. Cukup dengan
mengirimkannya kepada @pulkam <http://twitter.com/pulkam > atau
menggunakan tagar #pulkam <http://twitter.com/pulkam > .Contoh:@pulkam
<http://twitter.com/pulkam > Soto Pak Ahmad di Sindanglaya depan
terminal paling TOP!atau:#pulkam <http://twitter.com/pulkam > Soto Pak
Ahmad di Sindanglaya depan terminat paling TOP!
Kuliner dan KesehatanUntuk informasi seputar kesehatan dan kuliner, Anda
cukup mengirimkan tweet ke @pulkam <http://twitter.com/pulkam > .Tim
@ayosehat <http://twitter.com/ayosehat > dan @lagimakan
<http://twitter.com/lagimakan > akan terus memantau timeline @pulkam
<http://twitter.com/pulkam > . Jawaban akan disampaikan langsung kepada
Anda.
Info JalanAnda pun bisa menanyakan segala informasi seputar
lalulintas.Caranya cukup dengan meng-follow @infoll
<http://twitter.com/infoll > maka Anda pun bisa berbagi info lalu
lintas dengan follower @infoll <http://twitter.com/infoll >
lainnya.AtauDengan meng-follow @pulkam <http://twitter.com/pulkam >
saja, Anda tetap bisa mendapatkan informasi terkini seputar lalu lintas
terkini.Jika ada pertanyaan seputar lalu lintas, akan kami salurkan ke
@infoll <http://twitter.com/infoll > .
Koordinat NavigasiSebisa mungkin, aktifkan geotag, location atau myloc
pada smartphone Anda.Hal ini akan mempermudah tim @pulkam dan
Navigasi.net untuk menemukan lokasi dan memberikan bantuan yang sesuai
dengan lokasi Anda.
Menjadi Koresponden - RelawanJika Anda bermukim di jalur atau tujuan
mudik, Anda bisa menjadi bagian dari Tim Pulkam dengan membantu memberi
info seputar daerah anda yang berguna bagi pemudik lain.
Caranya: kirimkan Direct Message ke @pulkam atau e-mail ke
pulkam2009@... <http://mail. yahoo.com/ > dengan hashtag #koresponden
<http://twitter.com/pulkam > . Anda akan mendapatkan brief singkat dari
tim kami.
Cukup dengan memiliki akun Twitter <http://www.twitter.com/ > dan
sedikit pemahaman mengenai location-software, geotagging, dan menguasai
daerah tempat Anda berada.Walaupun sifatnya sukarela, Tim Pulkam bekerja
sama denganTelkomsel akan memberikan tanda matabagi para relawan @pulkam
<http://twitter.com/pulkam > tahun ini.
Berita selengkapnya mengenai aktivitas ini bisa Anda lihat di
http://pulkam.creativeunite. <http://pulkam.org/ creativeunite. > .org/
Indonesia yang kaya ragam budaya, kuliner, kesenian, tradisi dan
sebagainya, adalah kekayaan yang harus kita kenali dan
promosikan.Saatnya untuk saling mengenal dan menghargai kekayaan bangsa
sendiri.
Salam,Opang@masopang <http://twitter. com/masopang >
- 13.
-
newbie :)
Posted by: "loiy" annie.sulistiono@gmail.com loiyloi
Wed Sep 8, 2010 12:24 am (PDT)
Assalamu'alaikum..
dear kawan semuaaaa...
Perkenalkan -kembali- saya : annie, tapi biasa di panggil loiy.
Umur : Yaaa.. masih kepala 2 lah :D
Tinggal di : Daerah Rempoa, Bintaro (ada yang sekitar situ..??)
Profesi : - suster pribadi suami
- asisten pribadi suami
- manager keuangan merangkap bagian pembelian di keluarga
- Chef andalan suami
- dan sekarang nambah job baru, tukang ojek khusus suami :)
Media sosial yang saya gunakan untuk berinteraksi dengan sahabat-sahabat:
- FB di annie.sulistiono@gmail.com
- YM di loiyloi@yahoo.com (jarang online)
- GT di annie.sulistiono@gmail.com
- Multiply di.. (lupa, ntar di inget2 dulu id sama pass nya :D)
- Personal web di www.mboeloiy.com
Hihi sepertinya acara perkenalannya panjang dan komplit bener yak :p, gak papa wes yang penting aku bisa update lagi kabar berita eska ;)
Finally... welcomeeeeee me hehehe (n_n)V
Love & Regards,
-loiy-
- 14.
-
Selamat Idul Fitri 1431 H
Posted by: "Ahmad Sahidin" ahmadsahidin@ymail.com ahmadsahidin@ymail.com
Wed Sep 8, 2010 12:24 am (PDT)
untuk semua jamaah milis
Selamat Idul Fitri 1431 H.
Mohon Maaf Lahir Batin.
www.ahmadsahidin.wordpress. com
- 15.
-
Terima Kasih Islam
Posted by: "Juwita Guan" kosong_jw@yahoo.com kosong_jw
Wed Sep 8, 2010 12:25 am (PDT)
Teman-teman selamat Idul Fitri mohon maaf lahir batin.
Terima Kasih Islam
Rabu, 8 September 2010 | 07:46 WIB
Oleh: Al Andang L Binawan*
KOMPAS.com — Kalau
orang Indonesia mengucapkan terima kasih, secara eksplisit memang
mengatakan bahwa dia telah menerima kasih, entah besar entah kecil, dari
rekan bicaranya.
Demikian pula kalau saya ucapkan terima kasih
kepada Islam, secara sadar saya sampaikan bahwa saya, sebagai
non-Muslim, telah menerima kasih dari Islam di tengah bangsa Indonesia
ini.
Kasih itu lebih dari sekadar pemberian. Kasih itu
menghidupkan karena ada tiga unsur penting di dalamnya, yaitu
penghargaan, penerimaan, dan pengakuan. Penghargaan terkait dengan
apresiasi terhadap kelebihan seseorang. Penerimaan lebih terkait dengan
kekurangan yang ada. Sementara itu, pengakuan bukan sekadar recognition,
melainkan sebuah peng-aku-an, kesempatan untuk sungguh menjadi "aku",
menjadi pribadi dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Bisa
dikatakan bahwa kalau dua unsur pertama berada dalam dimensi ruang,
unsur ketiga itu menempatkan dua unsur pertama dalam dimensi waktu. Ada
proses di dalamnya.
Kasih Islam
Warga
Indonesia sudah sepantasnya berterima kasih kepada Islam. Dalam
pengalaman hidup di Indonesia ini, harus diakui bahwa kasih Islam itu
pulalah yang telah berperan besar membentuk bangsa ini. Ada banyak
alasan, tetapi dalam tulisan singkat ini, hanya beberapa hal yang bisa
disebutkan.
Alasan berterima kasih kepada Islam yang pertama
tentu saja karena dalam sejarah bangsa ini, Islam tampak menghargai atau
mengapresiasi peran elemen masyarakat lain dalam membangun negeri.
Islam
menghargai kebhinekaan. Karya-karya sosial dari agama lain, setidaknya
yang dialami gereja Katolik, diberi tempat yang layak. Pun, warga
non-Muslim yang berpotensi sangat diapresiasi.
Kedua, Islam pun
telah menunjukkan toleransi yang besar pada keberagaman. Perlu diingat,
toleransi bermakna menanggung kekurangan orang lain. Ini sejajar dengan
pengalaman diterimanya agama-agama lain hidup berdampingan dengan Islam.Meski
dalam beberapa hal tidak sama dengan ajaran Islam, keberadaan
agama-agama lain diterima di Indonesia, negara dengan jumlah umat Muslim
terbesar di dunia.Bahkan, Islam di Indonesia mau mengorbankan
cita-cita menjadikan negeri ini negeri Islam dengan menerima Pancasila.
Selanjutnya, dalam kehidupan sehari-hari pun tidak sedikit yang masih
mau memberi ucapan pada hari raya kami.
Pengalaman panjang hidup
di tengah umat Muslim di Indonesia, dengan penghargaan dan penerimaan
itu, membuat kami yang bukan pemeluk Islam sungguh merasa menjadi bagian
dari Indonesia.
Sebagai umat Katolik, saya merasa tidak
didiskriminasi dan mampu mengaktualisasikan semboyan kami: seratus
persen Katolik, seratus persen Indonesia.
Kami sungguh menjadi
Katolik dan sekaligus sungguh menjadi warga Indonesia. (Tidak ada niat
tersembunyi di balik semboyan itu untuk seratus persen meng-katolik-kan
Indonesia.) Itulah pengalaman kami di-aku-i. Itu pulalah alasan ketiga
kami berterima kasih kepada Islam di Indonesia.
Memang, dalam
proses berinteraksi selama ini, kadang terjadi salah paham atau gesekan.
Pengalaman itu terasa menyakitkan meski tetap bisa dipandang sebagai
sebuah risiko dari suatu proses pendewasaan bersama. Kami, atau
setidaknya saya, tetap berusaha mensyukurinya. Bagaimanapun, kasih tidak
selalu berasa manis.
Kasih yang fitri
Pengalaman
nyata hidup di tengah umat Muslim di bumi Indonesia tadi, setidaknya
sampai hari ini, menjadi bukti bahwa pada dasarnya Islam, seperti yang
sering saya dengar, adalah rahmatan lil'alamin, rahmat untuk
semesta alam. Kalau kami merasa di-aku-i, itu karena kami merasa sungguh
hidup. Islam telah menjadi rahmat, menjadi rohima, sebagai kasih yang
menghidupkan.
Untuk perjalanan bangsa ke depan, tentu saja kami tetap berharap bahwa jiwa Islam sebagai rahmatan lil'alamin tetap dapat diwujudkan supaya bangsa yang sangat beragam ini tetap dapat hidup damai berdampingan.
Memang,
harus diakui, harapan ini disampaikan di tengah sedikit kekhawatiran
bahwa rahmat yang selama ini kami rasakan menjadi pudar.
Pernyataan
Din Syamsuddin, Ketua Presidium Inter Religious Council yang adalah
juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bahwa kerukunan beragama
sekarang ini cenderung menurun terkait dengan penghalangan oleh sebagian
umat pada umat beragama lain dalam beribadat (Kompas, 28/8/2010) mencerminkan juga kekhawatiran kami.
Memang,
pernyataan itu juga didasari oleh kekerasan yang dialami oleh sebagian
jemaat non-Muslim, yang sebagian terjadi atas nama Islam. Karena itu,
pada hari yang sangat istimewa bagi Islam ini, kami—selain mengucapkan
selamat Idul Fitri dan sekaligus mengucapkan banyak terima kasih kepada
Islam dan umatnya—tetap berharap bahwa jiwa Islam sebagai agama yang
memberi kehidupan tetap dapat terus diwujudkan, bukan hanya untuk
umatnya, melainkan juga untuk seluruh isi semesta alam.
Konkretnya, untuk Indonesia, wujud Islam sebagai rahmatan lil'alamin
yang kami harapkan adalah Islam seperti yang pernah kami alami, Islam
yang ramah. Dalam Islam yang penuh toleransi dan mau duduk bersama untuk
berunding, kami merasa dihargai, diterima, dan diakui.
Di situlah
kami merasa hidup. Di situlah kami mengalami Islam sebagai rahim kasih
sayang. Semoga, selepas Idul Fitri, kasih Islam di tengah bangsa ini
bisa makin mewujud dan menghidupkan.
Selamat Idul Fitri! Berkah Allah selalu melimpah.
*Al Andang L Binawan, Pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta
- 16.
-
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com
Wed Sep 8, 2010 12:25 am (PDT)
Doa Terakhirku Di Seribu Bulan
*seperti tetesan embun*
*yang bergelambir di daun rapuh*
* *
*tenang*
*tak merasa khawatir akan jatuh*
* *
*itulah doaku*
*meminta fajar agar tak terburu menampaki diri*
*memohon kokok ayam tuk sejenak melupakan kodratNya*
*membangunkan mimpi semu seorang hamba*
* *
*ya, Rabb, perkenankan doaku diakhir bulan ini*
* *
*Tanah Betawi, Ulujami, Di penghujung Ramadhan 1431H*
*
*
*
Saat Saat lisan berkata, lidah tak lagi bertulang
Saat laku merontak, tak sadar meninggalkan jejak
Saat hati bergumam, menyeruak angkara
Saat tulisan terbaca, tak lagi tersirat.
Mungkin sudah saatnya saya untuk mengucapkan:
Mohon maaf lahir dan bathin Selamat Idul Fitri 1431 H"
Salam,
Fiyan Arjun
*
- 17.
-
TAQABBAL YA KARIM!
Posted by: "Udo Yamin Majdi" ibnu_majdi@yahoo.com ibnu_majdi
Wed Sep 8, 2010 2:47 am (PDT)
TAQABBAL YA KARIM!
Oleh: Udo Yamin Majdi
Dalam kitab Al-Jawaab al-Kaafy liman sa-ala 'an ad-Dawaa' asy-Syaafy atau kita kenal dengan judul lain Ad-Daa' wa ad-Dawaa', Ibnu Qayyim al-Jawziyah membahas tentang ar-raja dan al-khauf. Beliau mengatakan bahwa sikap optimis dan pesimis itu sangat bermanfaat bagi orang beramal sholeh.
Berkaitan dengan hal itu, Allah berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka. Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun). Serta orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera dan berlomba-lomba berbuat berbagai kebaikan " (Al-Mu'minûn [23]: 57-61).
"Wahai rasulullah, apakah orang yang takut dalam ayat itu," tanya Aisyah kepada Nabi Muhammad Saw, "karena mereka pernah minum arak, berzina dan mencuri?"
Nabi pun menjawab, "Bukan, wahai Binti Shiddiq! Mereka adalah orang yang suka shaum, rajin sholat dan gemar bershadaqah. Namun mereka sangat takut semua itu tidak diterima Allah. Lalu mereka bersegera berbuat baik!"
Berdasarkan Al-Quran dan hadis tersebut, setidaknya kita bisa memahami mengapa Islam mengajarkan kepada kita apabila bertemu --atau menyampaikan ucapan selamat hari raya-- kepada orang lain ketika Idul Fitri, kita ucapkan, "Taqaballâhu minnâ wa minkum" dan yang menerimanya menjawab, "Taqabbal yâ karîm".
Satu sisi, kita harus optimis, sekecil apapun perbuatan baik kita, pasti Allah akan membalasnya. Selama bulan suci Ramadlan, kita telah melakukan berbagai amal shaleh. Selain melaksanakan shalat wajib lima waktu dan shaum sehari penuh, setiap hari kita berbuat baik mulai dari niat ingin shaum, shalat tarawih/qiyamullail/tahajud, sahur, istighfar menjelang subuh, dzikir, tilawah al-Quran, shadaqah, i'tikaf, sampai melaksanakan zakat fitrah. Kita yakin, berdasarkan firman Allah dan sabda Nabi-Nya, semua itu tidak akan sia-sia dan akan mendapatkan balasan berlipat-ganda.
Namun di sisi lain, kita perlu pesimis, bisa jadi, apa yang kita lakukan semua itu, belum ikhlas --semata-mata ingin meraih ridla Allah, dan belum sesuai dengan sunnah --berdasarkan contoh dari Nabi Muhammad Saw.. Merasa diri kita sudah ikhlas, itu menunjukan diri kita belum ikhlas. Begitu juga, merasa diri paling ikut sunnah Nabi, itu tanda diri kita belum seperti rasulullah Saw.. Na'ûdzubillâh min dzâlik!
Agar dua perasaan --ar-raja (optimis) dan al-khauf (pesimis) bermanfaat sebagaimana dikatakan Ibnu Qayyim, maka kita harus memposisikan kedua perasaan ini pada tempatnya. Optimis kita letak sebelum kita beramal shaleh. Kita harus yakin, apa yang kita lakukan akan diterima oleh Allah Swt., sehingga kita termotivasi untuk melakukannya. Sebaliknya, kita simpan rasa pesimis setelah beramal shaleh. Kita merasa tidak yakin, apa yang kita telah lakukan oleh-Nya, sehingga kita tidak merasa sombong atas amal kita, riyaa (memperlihatkan) dan sum'ah (memperdengarkan) kebaikan kita. Karena kita merasa tidak yakin amal kita diterima Allah, akhirnya kita bersegera berbuat baik sebagai penggantinya.
Nah, ketika Ramadlan berakhir, orang-orang hatinya hidup, pasti merasakan penyesalan. Bagi yang telah berbuat kebaikan, mereka menyesal, mengapa tidak berbuat lebih maksimal dan optimal. sebaliknya, bagi yang telah berleha-leha atau berbuat maksiat, mereka menyesal sebab tidak memanfaatkan bulan suci Ramadlan. Penyesalan ini mendatangkan rasa takut, khawatir, cemas, ketika Allah di akhirat bertanya, "apa yang Anda lakukan selama Ramadlan?" Mengapa Anda tidak berbuat baik? Dan seterusnya.
Dengan demikian, ada perbedaan antara orang yang hatinya buta oleh dunia dengan orang yang hatinya ingat dengan akhirat dalam merayakan Idul Fitri. Orang yang hatinya lalai, ketika Ramadlan selesai seperti kuda yang terlepas dari kandang atau ikatan. Mereka merasa bebas dari segala larang shaum. Mereka makan, minum, dan menyalurkan syahwat bagaikan orang yang dendam. Mereka terlena dalam kegembiraan yang semua dan mulai melupakan untuk berbuat kebaikan.
Sebaliknya, orang yang hatinya hidup, saat Ramadlan usai seorang kehilangan kekasihnya. Mereka merasa Ramadlan sebagai latihan untuk menjalani kehidupan yang nyata selama sebelas bulan berikutnya. Ketika makan, minum dan hubungan intim, mereka seolah-olah berat, karena sudah terkondisikan selama Ramadlan. Mereka bergembira sesuai dengan ajaran Islam dan memulai berbuat baik.
Dalam surat An-Nashr, Allah berfirman: "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat." Surat ini berkaitan dengan Futuh Makah. Secara manusiawi, kemenangan umat Islam membebaskan kota Makkah dari genggaman musyrikin, akan membuat hati sangat bahagia dan patut untuk merayakannya seperti yang dilakukan oleh orang menang perang yaitu pesta pora. Namun Allah tidak memerintah hal itu, melainkan meminta Nabi dan sabahatnya untuk bertasbih, beristigfar dan bertaubat.
Begitu halnya kita dalam merayakan kemenangan kita melawan hawa nafsu selama bulan suci Ramadlan, sesuai dengan spirit surat An-Nashr itu. Mari, kita isi hari raya Idul Fitri kali ini dengan tiga hal ini:
Pertama, bertasbih. Kita bertasbih, sebab pada hakikat, apapun yang kita lakukan adalah atas pengetahuan, kekuasaan dan kehendak Allah Swt.. Sebuah kebaikan kita selama bulan suci Ramadlan --begitu juga luar Ramadlan-- terjadi atas bantuan dan pertolongan Allah Swt.. Kalau memang semuanya itu penyebab utamanya adalah Allah, maka tidak ada ruang bagi diri kita merasa bahwa swmua itu hasil jerih payah kita sendiri.
Kedua, beristighfar. Kita meminta ampun, sebab bisa jadi semua amal yang kita lakukan sewaktu Ramadlan, belum ikhlas --semata-mata ingin meraih keredlaan Allah Swt-- dan belum sesuai dengan sunnah Nabi --berdasarkan tuntunan Nabi Muhammad Saw. Kesalahan kita kepada Allah, kita istighfar, maka kesalahan kepada manusia kita minta ma'af. Sebab, Allah belum mengampuni kesalahan kita dengan orang lain sebelum kita minta ma'af. Oleh sebab itu, inti kita mudik, silaturahmi dan berzirah kubur, dalam rangka saling meminta maaf atas semua kesalahan kita.
Ketiga, taubat. Dua hal sebelumnya --tasbih dan istighfar-- tak ada artinya tanpa taubat. Sebab, taubat merupakan ungkapan penyesalan atau rasa bersalah, meminta ampun kepada Allah dan minta maaf kepada manusia serta berjanji tidak pernah mau mengulangi semua kesalahan itu. Dengan kata lain, taubat adalah titik balik ke arah yang baik. Dan salah satu hikmah --bahkan menjadi ciri-- keberhasilan kita menjalani Ramadlan adalah adanya perubahan positif dalam diri kita.
Akhirul kalam, semoga rasa khauf dan tiga cara merayakan kemenangan jihadun nafsi itu, menjadi alasan bagi Allah untuk menerima semua amalan kita. Taqabbal ya karim!
---
wassalam & tabik
=======
Writing is My Right...
Writing is My Live's Precious Inheritance and Treasure
[Menulis adalah Hak Saya... Menulis adalah Warisan Hidup dan Bekal Mati]
======
Udo Yamin Majdi
Penulis buku "Quranic Quotient: Menggali & Melejitkan Potensi Melalui Al-Quran"
Founder & Moderator
milis wordsmartcenter@yahoogroups. dan www.wordsmartcentercom .com
HP: +20108158391
YM: ibnu_majdi/wordsmartcenter
FB: udoyaminmajdi
Blog: http://udoyamin.multiply. com/
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar