Adab Menjalankan Ibadah Puasa
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Puasa merupakan salah satu ibadah yang
paling utama dan agung. Shaum merupakan sarana untuk mendekatkan
seorang hamba dengan Sang Pencipta, Allah SWT. Terlebih, puasa
Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang lima. Ibadah yang satu
ini memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Menurut Syekh Abdul Azis bin Fathi asSayyid Nada, dalam kitab
Mausuu'atul Aadaab al-Islamiyah, keutamaan dan ke agungan ibadah puasa
itu bisa diraih ma nakala seorang Muslim menjalankannya dengan cara
yang disyariatkan dan memperhatikan adab-adabnya. Berikut ini
adab-adab yang perlu diperhatikan seorang Muslim ketika berpuasa:
Pertama, niat yang baik.
Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaklah orang yang berpuasa berniat untuk
mencari ridha Allah SWT, serta mencari pahala dan balasan yang
dijanjikan atas orang yang berpuasa.
"Di samping itu, ia pun berniat untuk melaksanakan hak Allah yang
diwajibkan atasnya jika itu puasa wajib seperti puasa Ramadhan," tutur
Syekh Sayyid Nada. Bisa juga seseorang meniatkan puasanya untuk meraih
takwa, sebagaimana yang tercantum dalam Alquran surah Albaqarah ayat
183.
Kedua, bersahur walaupun hanya minum seteguk air.
Nabi SAW menganjurkan bersahur, bahkan Rasulullah SAW memerintahkan
sahur melalui sabdanya, "Bersahurlah karena pada makan sahur terdapat
berkah." (HR Bukhari dan Muslim). Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW
bersabda, "Perbedaan antara puasa kami dengan puasa Ahlul Kitab adalah
makan sahur."
(HR Muslim).
Pada hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda, "Bersahurlah walaupu
hanya meminum seteguk air." (HR Ibnu Hibban). Dalam hadis yang
diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah SAW juga bersabda, "Sebaik-baiknya
makanan sahur orang Mukmin adalah kurma."
Ketiga, mengakhirkan makan sahur.
Mengakhirkan makan sahur termasuk sunah Rasulullah SAW. Nabi Muhammad
SAW telah menganjurkan umatnya untuk mengakhirkan makan sahur.
Rasulullah bersabda, "Bersegeralah berbuka dan akhirkanlah makan
sahur." (HR Ibnu 'Adiy).
Menurut Syekh Sayyid Nada, sahur bertujuan agar seseorang lebih kuat
dalam berpuasa, lebih banyak berkahnya, serta meneladani perbuatan
Nabi SAW. Diriwayatkan dari Zaid bi Tsabit RA, ia berkata, "Kami
pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian kami bangkit untuk
mengerjakan shalat. Anas berkata kepadanya: "Berapa jarak waktu antara
keduanya?" Ia berkata: "Jaraknya sekitar bacaan lima puluh ayat." (HR
Bukhari dan Muslim).
Keempat, tak berlebihan dalam makan sahur.
Menurut Syekh Sayyid Nada, makan sahur yang berlebihan dapat memudha
ratkan diri seseorang, yakni dapat menyebabkan sakit perut, berat
mengerjakan ibadah, dan mungkin bisa membuatnya tidur hingga waktu
Zhuhur. Makan sahur berlebihan juga bertentangan dengan hikmah puasa.
Kelima, menjaga anggota tubuh ketika berpuasa.
Ketika berpuasa, kata Syekh Sayyid Nada, seorang Muslim hendaknya
menjaga anggota tubuhnya, terutama mata. Karena mata, tutur ulama
terkemuka itu, bisa menimbulkan bahaya yang sangat besar, maka wajib
menundukkannya dari apa-apa yang diharamkan Allah SWT.
"Apabila seseorang menjaga anggota tubuhnya: mata, tangan, lisan,
telinga, kemaluan, dan kaki dari apa-apa yang diharamkan Allah selama
berpuasa, maka ia akan terbiasa melakukan hal tersebut, sehingga
menjadi kebiasaan," paparnya. Menurut Syekh Sayyid Nada, orang yang
berpuasa hendaknya menahan pandangan dari apa-apa yang diharamkan
Allah SWT, serta menjaga lisannya dari menggunjing dan mengadu domba.
Keenam, sabar dan tak berbuat jahat.
Syekh Sayyid Nada menegaskan, janganlah seseorang membalas perbuatan
jahat dengan yang semisalnya. Janganlah membalas orang yang
mencacinya, tetapi hendaklah tabah, sabar dan menahan diri ketika
marah. Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian
sedang berpuasa, janganlah ia berbuat keji dan jahat. Jika ada orang
mencaci atau mengganggunya, hendaklah ia berkata; 'Aku sedang
berpuasa, aku sedang berpuasa'." (HR Bukhari-Muslim).
Ketujuh, memperbanyak amal kebaikan.
Saat berpuasa, dianjurkan bagi seorang Muslim untuk mengisi waktunya
dengan berzikir dan berdoa, memohon ampun, membaca Alquran,
memperbanyak sedekah, menyediakan makanan berbuka semata-mata untuk
mencari balasan pahala, menyambung tali silaturahim, melakukan
kebaikan-kebaikan dan amal-amal yang lainnya.
Kedelapan, menyegerakan berbuka.
Menyegerakan berbuka termasuk sunah Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda,
" Segerakanlah berbuka ... ". Dalam hadis lainnya, Nabi SAW bersabda,
"Manusia tetap berada di dalam kebaikan selama mereka menyegerakan
berbuka." (HR Bukhari). Selain itu, saat berbuka disunahkan memakan
kurma agar lebih meringankan pencernaan dan memberikan lebih banyak
manfaat.
Red: irf
Rep: heri ruslan
http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/pernik/10/08/13/130138-adab-menjalankan-ibadah-puasa
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar