Selasa, 17 Agustus 2010

[daarut-tauhiid] kESUSAHAN hIDUP

 

Dalam menjalani Bulan Ramadhan ini kita oleh Allah Swt di minta untuk dapat
merasakan kesusahan hidup, untuk merasakan apa itu penderitaan. Saat roda
hidup berhenti sejenak, sebuah rasa bernama gundah terkadang melingkupi
banyak pemikiranBerada dalam situasi tidak menentu, membuat semua rasa
menjadi tak menentu. Saat inilah sebuah fase ujian sebenarnya dimulai.
Banyak kita yang terengah dan tidak kuat menghadapinya. Kekalutan menjadi
sebuah alasan untuk bertindak di luar garis yang ada. Menabrak alam pikir
hingga kita menjadi tidak beraturan dan kosong. Begitulah kehidupan kita
akan sellau bertemu dengan hal yang disebut masalah atau kesusahan hidup.

Kesusahan dan kepayahan manusia selama di dunia, tidak akan pernah berhenti
semenjak dalam kandungan sampai kematiannya datang. Bahkan, kematian itu
sendiri adalah puncak dari kesusahan dan kepayahan hidup. Dalam kehidupan di
dunia ini, setiap manusia selalu berhadapan dengan berbagai bentuk kesulitan
dan kesusahan. Kalaupun dia bisa melepaskan diri dari satu kesulitan, maka
dia akan menghadapi kesulitan yang lain. Misalnya, seorang yang masih dalam
bangku pendidikan merasa kesusahan dengan materi pelajaran. Setelah lulus
dan selesai dari bangku pendidikan, dia kembali menghadapi kesusahan untuk
mendapatkan pekerjaan. Begitu memperoleh pekerjaan, muncul lagi kesusahan
baru menghadapi rekan seprofesi di kantor begitulah seterusnya,.

Manusia yang berhenti pada satu tahap kesusahan, akan menjadi orang yang
putus asa dan pesimis. Dia akan memandang hidup ini dengan pandangan hampa.
Namun, orang yang beriman justru akan menjadi semakin optimis dan berjuang
keras untuk menyelesaikan semua kesulitan itu. Sebab, seorang yang beriman
meyakini bahwa setiap kesulitan itu pasti mempunyai jalan keluar, dan yang
pasti kesulitan itu tidak akan diberikan Tuhan YME, melainkan sesuai batas
kemampuan manusia itu sendiri memikulnya.

bukankah dengan ujian seorang siswa bisa naik kelas?. Dan bukankah dengan
ujian juga, manusia biasa bisa menjadi orang besar dan disegani manusia
lain?.

Oleh karena itu, ujian atau kesulitan bukanlah sesuatau yang jelek dan
buruk, bahkan justru harus didambakan, diharapkan atau bahkan dicari. Ujian
tidak boleh dihindari atau ditakuti, karena ujian itu sendiri kebaikan. Akan
tetapi, yang salah dan buruk adalah gagal dalam menghadapi ujian dan
kesulitan itu. Semakin banyak ujian dan kesulitan yang dihadapi, akan
semakin tinggilah mutu seseorang kalau dia berhasil menyelesaikannya.
Bukankah ikan yang enak dagingnya, adalah ikan yang sering berenang di air
deras?. Dan bukankah emas yang sering dibakar akan semakin mengkilat?.

Berdasarkan hal itu, maka tidak ada peluang bagi manusia untuk putus asa
ketika menghadapi suatu kesulitan. Tinggal lagi, usaha mereka untuk
menemukan jalan kemudahan guna keluar dari kesulitan yang sedang
dihadapinya, jadi bagi sahabat-sahabat semua yang telah atau sedang
mengahadapi kesulitan dalam kehidupan yang harus di lakukan adalah bersabar,
Berdoa dan berusaha, karena di balik kesusahan pasti akan ada kemudahan...

EA

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: