Wa'alaikumsalam wr. wb.
Salam kenal juga dengan ukhti.Perkenankan saya mencoba menjawab. Mohon maaf jika ada salah. Yang benar dari Allah dan yang salah dari saya sendiri.
Berbicara mengenai taqdir, ada 2 hal yg wajib kita imani, yaitu Qadar (takdir) dan Qadla'.
Qadar (sering kita sebut dg takdir) adalah ketetapan Allah yang sudah Allah tentukan sebelum semua makhluk diciptakan. Allah memerintahkan al-Qalam (pena) untuk menuliskan segala kejadian yg akan terjadi dr awal hingga akhir. Qadar telah ditetapkan, tidak bisa berubah, sehingga dikatakan pena telah terangkat dan tinta telah mengering.
Qadla' adalah manifestasi dari kehendak Allah untuk merealisasikan Qadar-Nya. Sebagian ulama' berpendapat bahwa dgn Qadla', Allah akan menentukan apakah akan merealisasikan takdir yg sudah ditetapkan ataukah merubahnya. Dengan kata lain, Qadla' bisa merubah takdir.
Mungkin barangkali ini adalah jawaban dari pertanyaan ukhti yg pertama:
"Apakah takdir itu tergantung dari tingkat ketaqwaan kita?"
Dengan ketaqwaan kita dan banyaknya doa yg kita panjatkan, kita senantiasa berharap agar Allah selalu memberikan takdir yang baik-baik bg kita. Sebagai contoh, bisa jadi Allah berkehendak memberi petunjuk kpd seorang yg sebelumnya kafir, utk menjadi muslim, dikarenakan ketekunannya dalam mencari kebenaran hakiki.
Qadar dan Qadla termasuk hal ghaib, tidak diketahui oleh satu makhluk pun. Allah punya hikmah yg sangat besar kenapa takdir disembunyikan. Mohon utk bisa dubedakan dgn ramalan, yg sudah pasti adalah berita bohong bersumber dr iblis & setan. Sehingga tidak ada alasan bg manusia untuk berkata bahwa saya menjadi begini dan begitu karena takdir Allah, tanpa menempuh satu usaha pun.
"Dosakah bila saya berpikir kenapa Allah seolah-olah tidak adil?"
Saya cenderung untuk mengatakan 'ya', itu berdosa. Sebagai muslim, wajib hukumnya utk berprasangka baik kepada Allah dalam setiap perkara. Allah menentukan takdir-Nya berdasarkan hikmah dan keadilan-Nya. Yakinlah bahwa apa yg Allah takdirkan kpd kita adalah yang terbaik buat kita. Karena Allah maha tahu terhadap seluk-beluk urusan makhluk-Nya. Juga ketahuilah ukhti, apa yang baik menurut pandangan kita, belum tentu baik di sisi Allah. Sebaliknya, apa yg buruk di mata kita, belum tentu buruk menurut Allah. Kita tidak tahu, kadangkala kita membenci sesuatu, padahal itu baik bg kita.
Untuk itulah, dalam doa kita memohon kepada Allah agar diberi yg terbaik bagi kita menurut-Nya, bukan meminta apa yg kita inginkan.
Wallahu 'A'lam. Mohon maaf jika ada salah.
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar