Senin, 16 Agustus 2010

[daarut-tauhiid] Julie Clawson: Tanggapan seorang Kristen terhadap dibangunnya pusat kegiatan Islam dekat 'Ground Zero'/ex-WTC

 

---------- Forwarded message ----------

*Tanggapan seorang Kristen terhadap dibangunnya pusat kegiatan Islam
dekat Ground Zero*
*Julie Clawson*

Austin, Texas - Minggu lalu, di hadapan para perwakilan kelompok agama
setempat, Walikota New York City, Mike Bloomberg, menyatakan bahwa "tidak
ada komunitas di kota New York yang dilarang menerima cinta dan rahmat
Tuhan." Bagi saya, selaku orang Kristen yang sepenuhnya mendukung
pembangunan pusat kegiatan Muslim dekat Ground Zero, Park51 (yang sebelumnya
dikenal dengan Cordoba House), kata-kata sang walikota ini menggaungkan isi
hati saya.

Namun, ada banyak orang Amerika Kristen yang menentang pembangunan pusat
kegiatan ini, dan mengklaim bahwa pembangunan ini tidak sepantasnya dan
merupakan pelecehan, dan bahwa kedekatannya dengan Ground Zero akan membuat
orang Muslim bisa mengolok-olok peristiwa 11 September. Sejak menyatakan
dukungan saya terhadap pusat kegiatan ini, saya telah mendengar orang-orang
Kristen yang menuduh saya tengah mendukung usaha setan dan berpaling tidak
saja dari agama saya, tapi dari semua hal yang Amerika Serikat bela.

Saya akan menjadi orang pertama yang mengakui bahwa, seperti halnya penganut
setiap agama, orang Kristen kadang tidak mengikuti keteladanan cinta dan
belas kasih yang ditunjukkan oleh Yesus. Kita lebih mendahulukan
kecenderungan politik dan ketakutan budaya kita ketimbang melaksanakan
perintah untuk mencintai sesama.

Kita boleh jadi sulit menyadari bahwa Tuhan yang kita sembah, jauh lebih
besar dari diri kita sendiri. Kita tidak bisa memonopoli cinta Tuhan dan di
setiap tempat kita harus di garis terdepan untuk mengulurkannya, dengan
mengupayakan rekonsiliasi dan pemulihan.

Namun, di tengah situasi kebingungan dan kesalahpahaman yang dipicu oleh
peristiwa 11 September, saya sangat sering menjumpai budaya ketakutan dan
balas dendam. Beberapa orang Kristen sayangnya menganggap bahwa aksi teroris
merepresentasikan inti ajaran Islam. Mereka menumpahkan ketakutan dan
kebencian mereka kepada semua Muslim, menyalahkan mereka atas
peristiwa-peristiwa itu, dan menuduh bahwa mereka menginginkan kehancuran
agama Kristen dan kebebasan Amerika.

Ironisnya, saat ada orang Kristen melakukan aksi-aksi kejam, kebanyakan dari
orang-orang ini juga yang akan segera menyatakan bahwa pelaku tidaklah
berbuat atas nama semua orang Kristen. Orang-orang tersebut bahkan
mengatakan pelaku sebenarnya bukanlah orang Kristen, apalagi mewakili agama
Kristen, seperti kita saksikan baru-baru ini ketika para anggota milisi
Hutaree yang berbasis di Michigan ditangkap lantaran berencana membantai
para aparat penegak hukum.

Tapi pembedaan serupa tidak diberlakukan kepada saudara-saudara kita yang
Muslim.

Saya ingin bisa meminta maaf atas nama mereka yang punya anggapan keliru itu
- untuk orang-orang Kristen yang tidak mengikuti jalan Yesus, dan malah
menentang hak-hak Muslim untuk beribadah secara bebas di Amerika. Tapi saya
tidak bisa bicara untuk mereka. Saya hanya bisa menjalani hidup saya dan
menggunakan suara saya untuk mewakili sisi berbeda dari agama Kristen, sisi
yang meyakini bahwa cinta dan rahmat Tuhan menjangkau setiap tempat.

Dan saya bisa berharap bersama Bloomberg bahwa pembangunan pusat kegiatan
masyarakat ini akan mencapai tujuannya dalam mengupayakan rekonsiliasi dan
"membantu menyangkal pemikiran yang keliru dan menyesatkan bahwa serangan 11
September selaras dengan Islam."

Ketika para penganut agama-agama yang berbeda berkumpul, seperti mereka
lakukan minggu lalu di New York, untuk mendukung pembangunan pusat kegiatan
masyarakat itu, kita bisa mulai melucuti asumsi-asumsi keliru semacam itu
dan secara kolektif memihak kebenaran.

Untuk itu saya berterima kasih kepada keluarga para korban 11 September yang
bersuara atas nama Muslim dan mendukung Park51. Mereka termasuk September
11th Families for Peaceful Tomorrows, yang mengembangkan dialog,
non-kekerasan dan kerja sama internasional, dan telah secara khusus bersuara
mendukung pusat kegiatan ini. Terlepas dari duka mendalam mereka sendiri,
mereka justru berhasrat melindungi Muslim dari kedukaan akibat dipersalahkan
dan dikucilkan. Alih-alih mencemaskan ancaman terhadap kebebasan, mereka
rela mengulurkan kebebasan yang berharga itu kepada semua orang.

Itulah wujud cinta Kristen.

Sayangnya, sebagian orang Kristen tidak mau menyambut baik pusat kegiatan
ini atau berlaku baik kepada orang-orang Muslim sejak 11 September. Saya
tidak ingin menyembunyikan fakta, bahkan saya menyesali kenyataan itu.
Sebagian dari kita telah menyimpang dari inti iman kita yang berakar pada
cinta dan kebebasan.

Saya mengharap kita bisa mengambil hati kata-kata Bloomberg baru-baru ini:
"Muslim adalah bagian dari kota dan negara kita juga, sama seperti penganut
agama mana pun. Dan mereka dipersilakan beribadah di pinggiran Manhattan
sama seperti semua kelompok yang lain." Kita harus mengubah respon kolektif
kita agar membuktikan nilai-nilai itu dengan mendukung kemerdekaan beragama
bagi semua.

###

* Julie Clawson adalah penulis *Everyday Justice: The Global Impact of Our
Daily Choices*. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground
(CGNews).

Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 13 Agustus 2010,
www.commongroundnews.org<http://salsa.wiredforchange.com/dia/track.jsp?v=2&c=iQZnk7tt049RrbqOkRGaThhonseLo%2F%2Fw>
Telah memperoleh izin publikasi.

--
"One Touch In BOX"
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di
belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

--
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: