Selasa, 08 Februari 2011

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3318

Messages In This Digest (10 Messages)

Messages

1a.

(Lonceng) Kang HADIAN ultah oiy!!!

Posted by: "INDARWATI" patisayang@yahoo.com   patisayang

Mon Feb 7, 2011 4:31 pm (PST)



kang!!!Dirimu ketinggalan lagi nih, jadi reminder ultah. hehehe... dan sekarang yang sedang berbahagia bertambah usianya adalah.... Eh, dirimu sendiri ya? masak mau nglikanin diri sendiri sih? makanya keep silent aja. hehehe...

Oke, becanda garingnya udah, sekarang doa seriusnya, semoga di usia 17 tahun (plus) mu ini bisa bertambah membawa berkah ke depannya. bagi keluarga, n masyarakat tercinta sekitarnya termasuk eska dan saya tentunya.
semoga makin gendut (kontra sama doaku di wall fb nih hihihii)
semoga nggak lupa panggil-panggil namaku di rumahNya April nanti.
semoga makin disayang istri n anak2 yang chubby kaya si abi. hihi...
udah ah....amin....

salam,
Indar

1b.

Re: (Lonceng) Kang HADIAN ultah oiy!!!

Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com

Mon Feb 7, 2011 5:41 pm (PST)



Kang Hadian, semoga di bilangan usia yang bertambah, berkah hidup
membesar dan melimpah ruah:).

Tabik,

Nursalam AR

On 2/8/11, INDARWATI <patisayang@yahoo.com> wrote:
> kang!!!Dirimu ketinggalan lagi nih, jadi reminder ultah. hehehe... dan
> sekarang yang sedang berbahagia bertambah usianya adalah.... Eh, dirimu
> sendiri ya? masak mau nglikanin diri sendiri sih? makanya keep silent aja.
> hehehe...
>
> Oke, becanda garingnya udah, sekarang doa seriusnya, semoga di usia 17 tahun
> (plus) mu ini bisa bertambah membawa berkah ke depannya. bagi keluarga, n
> masyarakat tercinta sekitarnya termasuk eska dan saya tentunya.
> semoga makin gendut (kontra sama doaku di wall fb nih hihihii)
> semoga nggak lupa panggil-panggil namaku di rumahNya April nanti.
> semoga makin disayang istri n anak2 yang chubby kaya si abi. hihi...
> udah ah....amin....
>
> salam,
> Indar
>
>
>

--
Blog : www.nursalam.wordpress.com
Twitter : http://twitter.com/salamrahman
LinkedIn : http://id.linkedin.com/in/nursalam

*"We make a living by what we get, but we make a life by what we give." —
Norman MacEwan*

1c.

Re: (Lonceng) Kang HADIAN ultah oiy!!!

Posted by: "Yons" kolumnis@gmail.com   freelance_corp

Mon Feb 7, 2011 10:31 pm (PST)



Selamat tambah dewasa
17 tahun plus-plus adalah massa labil
salam alay selalu ^_^

yons

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "INDARWATI" <patisayang@...> wrote:
>
> kang!!!Dirimu ketinggalan lagi nih, jadi reminder ultah. hehehe... dan sekarang yang sedang berbahagia bertambah usianya adalah.... Eh, dirimu sendiri ya? masak mau nglikanin diri sendiri sih? makanya keep silent aja. hehehe...
>
> Oke, becanda garingnya udah, sekarang doa seriusnya, semoga di usia 17 tahun (plus) mu ini bisa bertambah membawa berkah ke depannya. bagi keluarga, n masyarakat tercinta sekitarnya termasuk eska dan saya tentunya.
> semoga makin gendut (kontra sama doaku di wall fb nih hihihii)
> semoga nggak lupa panggil-panggil namaku di rumahNya April nanti.
> semoga makin disayang istri n anak2 yang chubby kaya si abi. hihi...
> udah ah....amin....
>
> salam,
> Indar
>

1d.

Re: (Lonceng) Kang HADIAN ultah oiy!!!

Posted by: "Novi Khansa" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Tue Feb 8, 2011 1:47 am (PST)




waaaaah, telat tahu

selamat ya kang hadian

moga berkah dan diberikan yang terbaik, aamiin

Traktirrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr ;p
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "INDARWATI" <patisayang@...> wrote:
>
> kang!!!Dirimu ketinggalan lagi nih, jadi reminder ultah. hehehe... dan sekarang yang sedang berbahagia bertambah usianya adalah.... Eh, dirimu sendiri ya? masak mau nglikanin diri sendiri sih? makanya keep silent aja. hehehe...
>
> Oke, becanda garingnya udah, sekarang doa seriusnya, semoga di usia 17 tahun (plus) mu ini bisa bertambah membawa berkah ke depannya. bagi keluarga, n masyarakat tercinta sekitarnya termasuk eska dan saya tentunya.
> semoga makin gendut (kontra sama doaku di wall fb nih hihihii)
> semoga nggak lupa panggil-panggil namaku di rumahNya April nanti.
> semoga makin disayang istri n anak2 yang chubby kaya si abi. hihi...
> udah ah....amin....
>
> salam,
> Indar
>

2.

Terima Kasih Penderitaan

Posted by: "rahmad nurdin" rahmad.aceh@gmail.com   rahmadsyah_tcc

Mon Feb 7, 2011 11:59 pm (PST)



Assalamu'aliakum wr.wb

<http://2.bp.blogspot.com/_xzz5WV_k6uY/TVDduFD1NLI/AAAAAAAAAss/ltLp7WOyCbE/s1600/SENGSARA.jpg>Shahabat
saya yang baik, yang saat ini sedang memasuki pintu-pintu nasib yang
menembus rumah takdir. Semoga nafas yang masih berhembus, selalu menyadari
kehidupan-perputaran sang waktu yang terus silih berganti. Terbitnya siang
diakhiri dengan sapaan malam. Dan, saya berdoa untuk diri sendiri serta
untukmu shahabat. Mudah-mudahan, bila ada shahabat yang sedang menjalani
proses pendewasaan diri oleh Allah memalui ujian yang sedang dihadapi,
berakhir dengan hasil maksimal, indah dan penuh membahagiakan.

Apa yang akan saya ceritakan sekarang, belumlah semuanya sudah saya
laksanakan seperti idealnya yang saya sampaikan. Tetapi, yang akan saya
ceritakan ini merupakan pembelajaran, saya menyebutnya dengan pencerahan
diri. Saya berharap, semoga itu demikian pula bagi Anda.

*Penderitaan hasil pemaknaan*
Mungkin Anda masih ingat dengan status saya di facebook pada hari
kemarin. *"Penderitaan
tidak lah terjadi sebelum Anda menamakan, memaknai atau mengartikannya
sebagai penderitaan". *Tentu Anda setuju, iyakan?. Dalam kesempatan ini,
mari kita anggap itu benar-benar sebagai penderitaan. Karena sebentar lagi,
sesuatu yang akan saya goreskan merupakan bentuk, saya berterima kasih
kepada penderitaan.

Apakah ada orang yang hidupnya bercita-cita untuk menderita? Secara sadar
mungkin Anda menjawab tidak, namun perilakunya mengalamatkannya sebagai
penerus penderita. Akan tetapi ada juga, insan-insan prima yang memutuskan
menjauh dari penderitaan tersebut. Anda mungkin bukan demikian, tetapi saya
seperti itu.

*Penderitaan adalah sentilan-sentilan dari Allah*
Tadi siang setelah pulang Jumaat. Sambil menikmati teh hangat harum melati
buatan istri. Saya membaca buku *Awareness,* karya Anthony The Mellow.
Penjelasan dibuku ini sungguh membuka mata pemahaman saya. Apa yang
disampaikan disana membuat saya terbangun, sebagaimana anjurannya Anthony,
supaya kita selalu dalam keadaan bangun/sadar. Karena, bab yang saya baca
itulah, "terima kasih penderitaan" saya beri judul untuk artikel ini.

Kenapa? Apakah saya salah menuliskannya? Tidak. Saya tidak keliru, itu
memang benar. *Terima kasih penderitaan.* Shahabat, sadarkah kita selama
ini. Ternyata, *penderitaan adalah sentilan-sentilan dari Allah, supaya kita
bangun*. Agar kita sadar. Sehingga menjadikan kita mengerti dan memahami.

Guru saya bapak Noeryanto pengasuh Pondok Pesantren NLP Pasar Minggu, pernah
bertanya "*Apakah kamu sadar kuku yang menempel diujung jarimu?*" pertanyaan
simple. Namun saya akui, saya tidak menyadarinya. Dan, penjelasan Anthony
semakin menambah pemahaman saya maksud dari pertanyaan guru saya tadi.

*Penderitaan membangun kesadaran*
<http://2.bp.blogspot.com/_xzz5WV_k6uY/TVDeB-_WJrI/AAAAAAAAAsw/awveIz9mm0Y/s1600/buku+awarenes.jpg>
Maksudnya? Ternyata, saya akan tau dimana kuku saya, tatkala saya merasa
sakit karena terjepit. Saya baru sadar memiliki kepala ini, karena migrain
atau ada yang senut-senut didalamnya. Betapa sungguh sering, saya baru
menyadari adanya perut, lambung yang terus saya bawa-bawa, tatkala saya
merasakan mual-mual. Tulang punggung yang menegakkan tubuh ini, baru
tersadari saat ia sudah pegal. Demikian pula kaki ini, baru terasa ia ada,
salah satunya saat nyut-nyutan akibat kekelelahan berdiri. Gigi pun
demikian, baru menyadari memiliki dan mempunyai, saat ia terasa sakit. Kalau
kata almarhum Meggy z "*Lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati"*.
Padahal sakit gigi juga sangat menderita, iyakan?

Shahabat yang baik. Bukankah kita mengetahui potensi yang kita miliki saat
kita sedang berada dalam kondisi terjepit?. Kemarin sahabat saya Asep
Mulyana sharing kepada saya, ia terselamatkan dengan sedekah. Bukankah
kesadaran sedekah ini baru benar-benar lebih peka saat sudah musibah?
Sungguh ternyata, banyak kejadian-kejadian penderitaan, yang berujung dengan
membuahkan hasil-hasil penuh transformasi, perubahan dan pencerahan.

Pak Gede Prama pernah menceritakan kisah seorang wanita yang menderita
sampai ingin bunuh diri, karena mengetahui suaminya berselingkuh. Namun,
justru kejadian itu, mengantarnya ke rumah pencerahan dalam ke-*damai*-an
beryoga. Bukankah karena kejadian itu, yoga menjadi penting baginya?. Dalam
masyarakat sering kita dengar nasehat "*Kita baru tau sakit itu mahal,
setelah tagihan rawat inap disodorkan dimata kita*".

*Penderitaan merupakan Kasih Sayang Ilahi *
Banyak pembelajaran kita temukan setelah penderitaan. Sekarang saya menjadi
tau, apa maksud penderitaan itu dihadirkan? Penderitaan dikirim, karena
Allah sangat sayang kepada saya, Allah ingin membangunkan saya, sebab saya
selama ini tidak sadar. Ya tidak sadar.

Di Pontren NLP, Guru saya selalu mengingatkan "*Sebelum Takdir menyapa
manusia, Allah sudah mengabarinya dengan tanda-tanda, namun manusia kurang
menyadarinya*". Beliau sering memberi penjelasan proses itu berupa "*Al ayat
(tanda-tanda), Albayin (penjelas), Alhuda (petunju / kejadian / takdir)"*.

Lantas apakah ini maksudnya supaya saya dan Anda menderitakan diri? Bukan,
bukan seperti itu. Tetapi, mari kita sadari dan pahami, bahwa *setiap
penderitaan merupakan suatu pemberitahuan, pembangunan, dan penyadaran diri
dari ketidaktahuan, karena tertidur serta ketidaksadaran diri kita.*

Wallahu'alam

Wassalam
Ciganjur 5 februari 2011

--
Rahmadsyah Mind-Therapist
*www.terapinlp.com* I* 081511448147* I *YM; rahmad_aceh* I *FB :
rahmadnlp@yahoo.co.id*
3.

Pengamen jalanan bersuara emas !!!

Posted by: "+ Made Teddy Artiana +" made.t.artiana@gmail.com

Tue Feb 8, 2011 1:46 am (PST)



Dear All,

Hari ini, tulisan ini benar-benar kudedikasikan kepada seorang pengamen
jalanan yang kami temui sehabis pemotretan beberapa hari yang lalu. Wajahnya
kusam, bertopi kumal, berbaju lusuh. Kulit tangannya yang hitam, menggenggam
gitar dengan tali senar seadanya. Namun suara dasyat miliknya dan
kesungguhan yang diperlihatkan orang ini dalam bernyanyi benar-benar
memaksaku untuk memberikan perhatian lebih padanya. Hingga mampu mengalihkan
perhatianku dari mie ayam bangka yang berada persis didepan hidung ini.
Dengan voice recorder di BB ku aku merekam suara macho miliknya. Astaga...!!
kalau saja orang ini ditemukan oleh orang-orang seperti Mbak Bertha..tentu
David Cook dalam waktu sebulan akan bertekuk lutut padanya :)

Bahkan para ABG yang kebetulan ada disekitar tempat itu juga mencari-cari
pemilik suara memikat itu..tapi sayang mereka harus kecewa, karena calon
superstar itu masih berpakaian selayaknya seorang gelandangan.

Pria berisitri dan beranank satu (usia 6 bulan !!) ini memang belum
memancarkan apa-apa selain kemiskinan.:(

Sedikit banyak ini mengingatkankupada sebuah film India yang luar biasa
inspiratif...Slumdog Millionaire !
Dimana seorang miskin yang tampak demikian tak punya harapan sedikitpun
hidupnya bisa berubah ketika ia berani mempertahankan mimpinya !!

Pertunjukkan memang belum selesai !! Semoga TUHAN masih menyisakan hari esok
tidak hanya untuk memperbaiki hidup mu kawan..tapi juga membuatnya sedahsyat
suaramu !!!

Karena sampai detik ini..aku masih percaya bahwa ..tidak ada yang mustahil
dalam hidup ini ...bagi mereka yang percaya akan keindahan
mimpi-mimpinya..dan berani berjuang untuk mewujudkannya... !
Jai Ho !!!!!

(Dan berikut adalah link dari pengamen jalanan itu yang sempat iseng kami
undang kerumah, dan akhirnya kami percaya untuk menyanyikan lima buah lagu
pada event yang KIZTYAH Wedding Organizer selenggarakan kemarin di Anjungan
Jawa Tengah, TMII.)

http://www.youtube.com/watch?v=AWVMnRgXGRI*
*

--
*What a wonderfull world ! What an exciting journey !!
*
*
Made Teddy Artiana, S. Kom
*
fotografer, penulis & event organizer
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

*Galery & Stock Photo
*http://theBeautyofBelitung.multiply.com
http://fromBaliWithLove.multiply.com
http://LawangSewuKotaTua.multiply.com
http://TriptoPulauPramuka.multiply.com

http://HongkongMacauShenzen.multiply.com
4a.

Re: [Catcil] Haruskah Bayi Itu Lahir di Angkot?

Posted by: "Novi Khansa" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Tue Feb 8, 2011 1:48 am (PST)




horee, diposting di sini :)

=====

cerita yang bikin deg-deg plash,
fuuuuh

salam ya buat istrimu, bud :)

Keren ^_^

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "budi" <magnifico_99@...> wrote:
>
> Sekedar berbagi hikmah...
>
>
>
> *************
>
>
>
> Siang itu, (Kamis 03-02-11) saya dengan istri pulang dari menghadiri walimah seorang temen kantor saya. Mumpung hari libur, kami berdua berniat langsung menuju ke salah satu supermarket di Kiaracondong, kebetulan satu arah jalan pulang ke rumah. Sudah berhari-hari yang lalu kami niatkan untuk berbelanja kebutuhan bulanan tapi beberapa kali itu juga batal karena aktivitas kami.
>
>
>
> Untuk menghindari macet, dari tempat walimah yang ada di Jl. Sekolah Internasional, Antapani, saya lebih memilih lewat fly over ketimbang jalan bawah yang pastinya macet karena ada pasar Kircon (kiaracondong_red). Sesampai di ujung fly over, seorang bapak-bapak menggunakan sepeda motor menyalip saya. Di belakang si bapak itu saya lihat seorang Ibu-Ibu (yang sepertinya usianya masih muda mungkin kisaran 30an) diboncengnya. Si Ibu tersebut dari awal saya perhatikan terus mengelus-elus perutnya yang nampak besar. "sedang hamil kayaknya" gumam saya dalam hati. Saya hanya tersenyum melihat adegan seperti itu dan langsung menoleh ke istri. Bagaimana tidak, istri saya juga sedang hamil dan sangat sering melakukan hal yang sama. Saat hendak berangkat ke klinik, saat kami sama-sama berada diruang makan, bahkan saat sedang memasak pun selalu menyempatkan diri mengelus-elus perutnya yang semakin terlihat besar, pertanda bayi kami mengalami pertumbuhan.
>
>
>
> Setelah beberapa lama berselang, si bapak yang membonceng Ibu hamil tadi tidak lagi terlihat di depan kami, saya dan istri pun sudah berdiskusi ke tema lain. Namun tiba-tiba, saat kami melewati daerah dekat jalan masuk sisi barat RS. Pindad, kami mendapati si Ibu tadi tergeletak di tepi jalan ditopang oleh si bapak yang memboncengnya, persis di sebelah Angkot yang sedang berhenti. Hanya satu yang kami berdua pikirkan, si bapak dan si Ibu hamil tadi berserempetan dengan Angkot. Kami lihat si Ibu hamil itu merintih-rintih kesakitan. Namun setelah kami menepikan sepeda motor dan mendekat untuk menolong ternyata mereka berhenti bukan karena terserempet oleh Angkot yang kebetulan berhenti di sebelahnya. MasyaAlloh, ternyata Ibu itu merintih-rintih karena akan melahirkan.
>
>
>
> Deggg...saya terkejut bukan main, hampir saya tidak bisa berpikir lagi, mendapati kenyataan bahwa di depan saya, ditepi jalan yang ramai, di tengah hiruk pikuknya metropolitan Bandung, ada seorang Ibu yang dengan terpaksa akan melahirkan.
>
>
>
> Wajah saya sedikit memucat, pikiran saya tidak karuan, semuanya bercampur antara sedih dan marah. Meskipun saya tidak tahu harus marah kepada siapa. Stressor saya semakin menekan, denyut pun perlahan makin cepat, gugup dan panik menghinggapi. Namun saya bersyukur, Alloh masih memberi saya kesempatan untuk berkata "Tolong Yang!...tolongin Yang". Begitu seru saya pada istri.
>
>
>
> Kami tidak ada pilihan, pertolongan persalinan harus segera dilakukan. Si Ibu itu terus merintih kesakitan, sambil terus berkata "bayi-nya sudah mau keluar, bayinya sudah mau keluar, saya sudah tidak tahan". Kami hanya punya satu pilihan bahwa memasukan si Ibu itu kedalam Angkot jauh lebih baik dari pada menolong persalinan ditempat terbuka yang pastinya akan mengundang orang berkerumun menyaksikan. Tak usah heran, ini sudah sering terjadi dimana-mana. Orang berbondong-bondong menonton saat orang lain sedang tertimpa musibah, bukan berduyun-duyun untuk saling meringankan.
>
>
>
> Kami bersyukur, supir Angkot itu mau ikut menolong. Bersama si bapak yang memboncengkan Ibu itu, mereka berdua membopong si Ibu itu masuk kedalam Angkot dalam kondisi yang makin tidak terkendali. Si Ibu itu masih terus berkata "bayi-nya sudah mau keluar, bayinya sudah mau keluar". Istri mencoba meyakinkan pada si Ibu itu bahwa dia akan menolongnya setelah dia dimasukkan ke dalam Angkot.
>
>
>
> Keajaiban itu muncul, setelah si Ibu itu dimasukan kedalam Angkot dan istri telah turut masuk pula kedalamnya, tak lama kemudian terdengar suara bayi menangis. Tangis tandanya ia telah lahir, telah dikeluarkan dari kandungan Ibu tadi. Allohu akbar, betapa pemurahNya Alloh dengan sifat maha kasihNya, yang maha menghendaki segala hal yang akan terjadi pada mahlukNya. Takdir telah diputuskan bahwa bayi itu akan lahir dalam Angkot. Semuanya Alloh mudahkan, dalam kondisi yang sangat tidak ideal, Ibu itu melahirkan. Bagi istri, ini juga pengalaman luar biasa kali pertama dia menolong persalinan sejak sumpah dokter ia ucapkan 2009 silam. Subhanalloh, saya terus berucap lirih menyebut namaNya, saya lihat bayi itu diangkat oleh istri, bayi itu selamat tidak terluka sedikit pun.
>
>
>
> Sampai disini kami menyadari bahwa ini belum berakhir. Tali pusar bayi itu harus dipotong, perdarahan si Ibunya juga harus segera dihentikan, dan yang belakangan saya ketahui bahwa plasenta (ari-ari) belum keluar. Saya masih sempat berpikir untuk mencari gunting, silet atau benda apapun yang bisa digunakan untuk memotong tali pusarnya agar bayi itu bisa diangkat tidak menempel terus pada Ibu-nya. Dalam lintasan pikiran itu hanya toolkit yang ada di motor yang terlintas. Namun kesimpulanya tidak memungkinkan, akhirnya dengan segera saya suruh supir Angkot itu mengantarkan kami ke rumah sakit terdekat.
>
>
>
> Karena panik, kami pun sempat bingung harus dibawa kemana, bahkan harusnnya kami bisa membawa Ibu tadi ke RS. Pindad yang letaknya ada di belakang kami dan jaraknya pun tidak lebih dari 500 m namun kami justru pergi ke tempat lain mencari rumah sakit terdekat. Ini lah takdir, inilah kehendakNya, supir Angkot itu justru memacu Angkotnya ke arah jalan Soekarno-Hatta, dan ingatan saya langsug tertuju pada RS. Al Islam Bandung.
>
>
>
> Kepanikan makin menghinggapi saya dan entahlah apakah istri, supir Angkot dan bapak yang membonceng si Ibu tadi merasakannya atau tidak. Satu hal yang membuat saya semakin panik, RS. Al Islam berada di seberang kanan kami, untuk masuk kesana kami harus memutar cukup jauh di depan. Dan satu hal yang pasti terjadi: macet! Macet bukan disebabkan hari ini libur nasional memperingati tahun baru imlek, bukan pula macet karena daerah tersebut kawasan industri yang padat. Tapi macet karena perbaikan jalan yang tak kunjung selesai.
>
>
>
> Kami tidak mau menyerah. Saya minta supir Angkot tersebut menyalakan lampu depan agar cukup diperhatikan mobil-mobil yang merapat di depan. Saya hanya berharap mereka mau memberi prioritas, entah apakah hal ini tindakan yang benar dan memang ada aturannya atau ini hanya logika saya saja. Selain itu, saya memposisikan motor yang saya kendarai berada di depan Angkot tadi. Mencoba menepikan mobil-mobil yang ada di depan Angkot satu persatu. Jadi lengkaplah, kami seperti iring-iringan pejabat yang dikawal oleh motor Patwal. Hahaha...tapi sayangnya motor yang saya pakai Mio "ceper" yang berlagak dimodif tapi hasilnya malah tidak karuan, udah gitu tubuh saya kan kecil pasti yang terhilat gagah hanya helmnya saja, tak lebih. Bahkan bukan dikira Patwal malah orang-orang mungkin mengira saya sisa anggota "geng motor" yang sudah dIbubarkan sebulan lalu, karena polahnya di jalan ga karuan. Hehehe...Satu hal lagi yang membuat saya semakin tegang, saya masuk di jalur mobil yang jelas-jelas dilarang. Makin wa-was jika tiba-tiba dihampiri Polisi dari belakang.
>
>
>
> Sungguh, ini lebih menegangkan dari kejadian-kejadian yang pernah saya alami. Sepanjang jalan menuju rumah sakit itu yang terlintas dalam pikiran saya adalah bagaimana kondisi Ibu dan bayi-nya. Bayi itu harus segera diselimuti, padahal tak ada kain apapun yang kami dapati saat memasukan Ibu itu kedalam Angkot. Perdarahan Ibunya? Itu juga harus dihentikan. Karena kalau sampai terlambat bisa merenggut nyawa si Ibu itu. Lintasan-lintasan pikiran yang tidak karuan terus membayangi saya. Ya karena saya juga memiliki istri yang sedang hamil, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan saya, kalau ini menimpa istri saya. Naudzubillahi mindzalik...tsuma naudzu billah...
>
>
>
>
>
> Ketegangan ini lebih dari saat evakuasi korban gempa Jogja 2006 silam. Lebih menegangkan dari kejadian saat saya harus bernegosiasi dengan pihak cargo karena 8 ton bantuan obat-obatan dan logistik yang akan saya bawa ke Padang tertahan di Bandara Soekarno Hatta 2009 lalu. Dan juga lebih meneganggkan dari saat tiba-tiba Batavia membatalkan secara sepihak penerbangan saya ke Manokwari sehingga saya harus terlantar 5 jam di Bandara
>
> Hasanudin Makkasar, padahal saat itu obat-obatan yang saya bawa sudah ditunggu dan dIbutuhkan untuk para pengungsi longsor Wasior.
>
>
>
> Akhirnya kami sampai juga di RS. Al Islam Bandung. Sesampai di depan pintu UGD saya memanggil petugas yang sedang berjaga. Saya ceritakan bahwa Ibu yang ada di Angkot itu telah melahirkan, tetapi beberapa petugas yang datang mengira bahwa itu masih dalam proses dan bayinya belum keluar. Setelah istri memperlihatkan bayi yang dipeganginya akhirnya mereka "ngeh", beberapa petugas mengambil alat untuk memotong tali pusar dan menyuntikkan obat ke si Ibu tadi agar plasentanya (ari-ari) keluar. Dan yang masih terus saya ingat, itu semua dilakukan di dalam Angkot karena memang tidak memungkinkan mengeluarkan bayi dan Ibunya dalam kondisi tali pusar masih menempel.
>
>
>
> ************
>
>
>
> Sesampai di rumah kami berdiskusi, mencoba memahami kenapa kejadian siang itu bisa terjadi terlepas bahwa ini sudah kehendakNya. Seburuk inikah pelayanan pemerintah terhadap kesehatan warga negaranya sehingga akses sarana kesehatan sulit dijangkau oleh mereka yang berekonomi pas-pasan? Atau secuek inikah masyarakat kita terhadap kesehatan dan keselamatan dirinya sendiri sehingga tanda-tanda akan melahirkan pun masih dikesampingkan?. Wa'allohu `alam bishowab...semoga kejadian seperti ini tidak pernah terjadi lagi karena kelalaian kita kecuali ini kehendakNya.
>
>
>
> Catatan:
>
> * Si Ibu ini rumahnya di Cimahi, kota yang terletak berada di barat kota Bandung. Saat kejadian berada di daerah Kiaracondong yang jarak tempuhnya lebih kurang 45-60 menit dari tempat tinggal ybs. Dan menurut penuturan, memang beliau akan menuju ke salah satu klinik yang berada di daerah jl. Soekarno hatta Bandung. Pertanyaannya: kenapa si Ibu ini sampai jauh-jauh ke Bandung untuk melahirkan?
> * Kala I pada persalinan kedua dan seterusnya membutuhkan waktu 6-10 jam http://bidanku.com/index.php?%2FTahapan-Proses-Persalinan . pertanyaanya: apakah si Ibu ini tidak merasakan tanda-tanda melahirkan? Padahal ini anak yang ketiga? Atau karena tanda-tanda itu disepelekan alias dicuekin?
>
>
>
>
>
> Tulisan ini saya dedikasikan untuk "pahlawan" bagi bayi mungil dan ibunya, belahan jiwaku: Cussanti Santoso
>

5.

"Seekor semut yang berjalan akan melakukan lebih banyak hal daripada

Posted by: "Pramono Dewo" pdewo@yahoo.com   pdewo

Tue Feb 8, 2011 1:49 am (PST)



(Source: group FB Motivasi & Inspirasi)

"An ant on the move does more than a dozing ox." - Lao Tzu

Seekor semut yang berjalan akan melakukan lebih banyak hal daripada kerbau
tidur.

Sewaktu kecil, saya sulit bangun pagi, dan sering membuat saya dimarahi papi dan
mami karena selalu saja nyaris terlambat masuk sekolah. Bahkan, perjalanan dari
rumah ke sekolah juga saya gunakan untuk tidur. Singkat cerita, papi dan mami
sering berkata kalau saya ini seperti kerbau, yang sukanya tidur.

Awalnya, saya tidak merasakan keanehan dengan julukan tersebut. Tetapi seiring
dengan bertambahnya usia, saya semakin merasa tidak enak saat dijuluki kerbau
tidur. Saya-pun mulai mempertanyakan hal ini ke papi dan mami, yang dijawab :
"coba kamu lihat sendiri kerbau tidur".

Sejujurnya, saya masih tidak paham dengan penjelasan papi, dan saya malas untuk
bertanya lebih lanjut.

Rupanya, papi mengetahui bahwa saya masih belum paham tetapi malas untuk
bertanya. Papi berkata : "kalau belum mengerti maksud papi, kenapa kamu tidak
bertanya ?"

Saya kaget, dan makin tambah bingung. Sampai akhirnya papi menjelaskan : "kerbau
itu binatang paling malas, dan hanya bergerak atau bekerja setelah dicambuk. Itu
sama saja dengan kamu, yang musti dimarahi baru berangkat sekolah. Selalu saja
dimarahi dulu baru kamu belajar dan melakukan tugas yang diberikan papi dan
mami. Itu sebab papi sebut kamu kerbau."

Saya hanya diam saja, sambil mencoba memahaminya.

Tetapi papi melanjutkan : "lihat saja sekarang, kamu sudah tahu kalau kamu tidak
mengerti perkataan papi, tetapi kamu diam saja dan papi tahu kalau kamu malas
bertanya. Sekarang, renungkan semua ucapan papi, dan ubahlah itu semua."

Friends, tanpa kita menyadari, sering kita menjadi seperti kerbau. Kita malas
melakukan sesuatu, dan bahkan lebih suka menunda-nunda pekerjaan yang harus
dilakukan. Saya juga pernah menjadi orang yang malas dan menunda pekerjaan.
Kalau saya merenungkan kembali semuanya, sering saya menangis dan menyesali diri
karena begitu banyak peluang yang saya buang. Tetapi sesal saja tidak cukup,
yang harus dilakukan adalah mengubah yang buruk menjadi lebih baik dan lebih
baik lagi. Bagaimana kalau tidak bisa ? Yakinlah bisa, dan percayalah bahwa
Tuhan ada untuk membantu. Hanya dengan bersandar padaNya, maka kita bisa menjadi
baik dan lebih baik lagi. Selangkah demi selangkah -seperti langkah semut
berjalan- akan membawa kita ke perubahan yang luar biasa.

Barakallah fiikum....

Pramono Dewo
6.

Selamat atas kelahiran putra pertama Yayan dan Sinta (6 februari 201

Posted by: "novi khansa'" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Tue Feb 8, 2011 1:54 am (PST)



Assaalamu'alaykumAda kabar gembira, nih dari sahabat eska :

Copas statusnya Yayan di FB:
Alhamdulillahirrobbil'alamain,
telah lahir putra kami yang pertama, 3,3kg - 49 cm Semoga menjadi anak
yang sholeh berbakti kepada orang tuanya dan agamanya serta bangsa dan
negaranya.==============

***

"Anda adalah cermin dari pikiran-pikiran Anda Sendiri"
(Syekh Muhammad Al Ghazali)

***

novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply.com
http://novikhansa.wordpress.com/

7.

[RESENSI] Menanam Benih-Benih Kebahagiaan

Posted by: "Anwar Holid" wartax@yahoo.com   wartax

Tue Feb 8, 2011 2:05 am (PST)



[RESENSI]
Menanam Benih-Benih Kebahagiaan
---Anwar Holid

You Are Not Alone: 30 Renungan tentang Tuhan dan Kebahagiaan
Penulis: Arvan Pradiansyah
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2010
Halaman: 252 hal., soft cover
ISBN: 978-979-27-7918-9
Harga: Rp.52.800,-

SPIRITUALITAS kerap menjadi subjek yang pelik, sulit dijelajahi, dan cenderung
abstrak. Sebagian orang dengan mudah menyangka bahwa spiritualitas identik
dengan religiositas (keberagamaan), sebab dua hal itu memang kerap
bersinggungan, meskipun berbeda secara esensial, sampai muncul istilah
"spiritual tapi bukan religius." Agama formal manapun pasti ditolak oleh
penganut ateis, tapi belum tentu spiritualitas. Sudah kerap terbukti betapa
sejumlah penganut ateis bisa membahas spiritualitas di luar prakiraan banyak
orang, misalnya Andre Comte-Sponville. Dalam buku The Little Book of Philosophy
(2005), Comte-Sponville secara sengit menyatakan: "Kita tidak tahu apa Tuhan itu
ada. Itu sebabnya kita harus bertanya apa kita akan percaya atau tidak."

Arvan Pradiansyah membantah pendapat itu dengan tandas. Di dalam buku
terbarunya, You Are Not Alone yang terbit di pengujung 2010, dia berpendapat:
kaum ateis gagal menemukan Tuhan seperti halnya para pencuri gagal menemukan
polisi. Persoalannya ada di dalam mental. Arvan menegaskan: "Tuhan hanya dapat
didekati dalam tataran spiritual." Itu sebabnya dia yakin hanya orang yang
cerdas secara spiritual yang memiliki kesadaran bahwa Tuhan senantiasa melihat,
memperhatikan, mencintai, memelihara, dan menjaga makhluk-Nya (hal. 11).
Keyakinan ini senapas dengan pendapat Ludwig Wittgenstein---salah satu filosof
paling berpengaruh di abad ke-20---yang yakin betapa "kita beriman kepada Tuhan
untuk menyadari bahwa hidup punya makna." Persis seperti itulah semangat yang
muncul dari buku ini.

Arvan membangun basis teoretik mengenai Tuhan dan spiritualitas di buku
sebelumnya, The 7 Laws of Happiness (2008), khususnya di puncak hukum
kebahagiaan, yaitu Relasi Spiritual berupa berserah diri kepada Tuhan. Dia
menyatakan: kita akan bahagia bila punya koneksi yang tak terbatas dengan Tuhan
(hal. 137). Di buku terbaru ini dia langsung memberi ilustrasi betapa
spiritualitas bisa terwujud dalam berbagai hal, dan secara khusus berusaha
mengaitkan bahwa spiritualitas korelatif dengan kebahagiaan. Bila manusia penuh
kesadaran akan Tuhan seperti itu, dirinya akan memperoleh kebahagiaan ultima
dalam perjalanan kehidupannya.

Spiritualitas menjadi prasyarat untuk merasakan kehadiran Tuhan maupun demi
meraih kebahagiaan. Kebahagiaan kerap dianggap sebagai sesuatu yang kualitatif,
meski faktor-faktornya bisa diukur secara fisikal. Misal soal kepemilikan.
Survey Gallup terbaru (Juli 2010) menyatakan mayoritas orang kaya lebih bahagia
daripada orang miskin, lepas dari mana kekayaan itu didapat. Peneliti
menyatakan: Studi kami pada orang-orang terkaya memperlihatkan bahwa di sana
hanya ada sedikit saja orang yang sangat tidak bahagia. Beruntung, studi itu
masih menguatkan anggapan umum bahwa pada dasarnya kebahagiaan tidak bergantung
pada materi.

Arvan Pradiansyah menyatakan bahwa kebahagiaan tidak dijual. Ia masih berupa
benih yang harus ditanam. Benih-benih itu mengandung beragam unsur penghasil
kebahagiaan, yaitu kesabaran, keikhlasan, rasa syukur, kasih sayang, kejujuran,
rela memaafkan, dan berserah diri. Hanya orang yang mampu memelihara dan
menumbuhkan benih dengan baik yang akhirnya memanen kebahagiaan dengan kualitas
terbaik.

ARVAN mengaku bahwa gagasan menulis You Are Not Alone dipicu niat memprovokasi
pikiran orang agar berubah. Dia prihatin dengan fakta bahwa di Indonesia yang
dari permukaan tampak religius ini masyarakatnya justru kerap kehilangan
kendali, mudah terbakar amarahnya, dan lebih buruk lagi merupakan sarang
koruptor. Provokasi itu melahirkan definisi ulang yang berani mengenai agama dan
spiritualitas. Arvan menyatakan percaya pada Tuhan tidak sama dengan beriman,
sebab buktinya ada banyak orang mengaku percaya pada Tuhan tapi perilakunya
justru kontradiktif dengan keimanan, misal berbuat jahat. Orang-orang yang
melakukan kejahatan itu justru pantas disebut kafir---sebuah pendapat yang
sekarang didukung oleh organisasi-organisasi besar agama di Indonesia.

You Are Not Alone berisi tiga puluh keping renungan dibumbui komentar dan
pemahaman mendalam mengenai Tuhan dan kebahagiaan. Arvan mengawali setiap bab
bukunya melalui kisah dengan subjek-subjek cukup kontroversial, misal betapa
religius saja belum cukup, pilih mana: orang beragama atau orang baik?, agama
merupakan keharusan atau kebutuhan?, buat apa kita mengharapkan surga, juga
pertanyaan esensial yang membungkus seluruh isi buku ini: apa beda mendasar
antara agama dan spiritualitas? Apa yang ditawarkan spiritualitas untuk manusia
dan kehidupan di zaman kini?

Namun berbeda dengan tipikal buku agama formal, Tuhan yang dibicarakan dalam
buku itu tidak mengacu pada agama tertentu, melainkan Tuhan sebagaimana dipahami
orang secara universal---yaitu Tuhan semesta alam. Maka bertebaranlah khazanah
spiritualitas dari beragam sumber, mulai kisah dari agama-agama di dunia,
perlambang, kajian mengenai spiritualitas kontemporer, kritik terhadap praktik
beragama yang intoleran, termasuk pendapat berani terhadap kecerdasan spiritual.

Buku ini memperlihatkan besarnya perhatian Arvan Pradiansyah sebagai ahli SDM
yang lebih mengutamakan moral dan etika daripada agresivitas individu maupun
organisasi. Dia melecut pembaca untuk menemukan esensi spiritualitas dan
kebahagiaan melalui kesadaran yang terus-menerus dilatih. Kesadaran akan adanya
Tuhan, nilai spiritualitas, juga keinginan mencapai kehidupan yang lebih
bermakna merupakan bukti bahwa manusia itu memang memiliki kecenderungan
mulia.[]

Anwar Holid, penulis buku Keep Your Hand Moving (GPU, 2010).
KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com

Resensi ini awalnya terbit di Media Indonesia pada Sabtu, 22 Januari 2011.
Copyright © 2010 Anwar Holid

Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Mental Health Zone

Mental Health

Learn More

Sitebuilder

Build a web site

quickly & easily

with Sitebuilder.

Yahoo! Groups

Do More For Dogs Group

Join a group of dog owners

who do more.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: