Messages In This Digest (5 Messages)
- 1a.
- Re: Bls: OOT : Gempa Tektonik 7,3 SR (7,0 Mw) di lepaspantai Tasikma From: Ma'rufin Sudibyo
- 2a.
- Re: Pekan Ilmiah Fisika UNY From: Rizky Stybdi
- 3a.
- Re: Rotasi Bulan seperti inikah? From: Ma'rufin Sudibyo
- 4.
- RSBI Dipertanyakan From: Nur Syamsuddin Nursyam
- 5.
- Magnetic monopole: apakah akhirnya ditemukan ? From: haryo_hep
Messages
- 1a.
-
Re: Bls: OOT : Gempa Tektonik 7,3 SR (7,0 Mw) di lepaspantai Tasikma
Posted by: "Ma'rufin Sudibyo" marufins@yahoo.com marufins
Thu Sep 3, 2009 7:47 am (PDT)
Yang lebih berkompeten njawab pertanyaan anda sebenarnya para geolog, ada pakdhe Rovicky di milis ini.
Sambil menunggu pemaparan beliau, mungkin saja ada hubungannya antara kedua gempa tersebut, hal ini cukup terbuka. Sependek pengetahuan saya, kawasan Samudera Hindia di lepas pantai selatan Jawa Barat memang unik karena menjadi titik temu (triple junction) antara perpanjangan sesar besar Ujungkulon (yang sejatinya merupakan terusan dari sesar besar Sumatra yang tersohor itu, sang generator gempa-gempa kuat di sekujur tubuh Pulau Sumatra) dengan zona subduksi Samudera Hindia. Ada bentukan-bentukan khas sesar, termasuk tebing curam (fault scarp) setinggi 1 - 1,5 km di dekat palung laut di lokasi sumber gempa 2006, sebagaimana disaksikan tim BPPT dalam ekspedisi Java Trench 2002 bersama tim Jepang. Tebing ini diduga kuat telah runtuh pada gempa 2006 dan itulah sebabnya kenapa gempa 2006 menghasilkan tunami yang sangat destruktif dimana magnitude tsunaminya (Mt) mencapai 8,9 atau nyaris mendekati Mt tsunami produk gempa megathrust Sumatra-Andaman 26 Desember
2004 yang sebesar 9,1 padahal gempa 2006 sendiri "hanya" memiliki magnitude 7,7 Mw. Disparitas besar antara Mt dan Mw itulah yang menunjukkan adanya proses runtuhan tebing, hanya seberapa besar volumenya, tentu perlu diselidiki secara langsung.
Kawasan triple junction sejatinya merupakan titik lemah di kerak Bumi. Triple junction Jabar Selatan itu, selama seabad terakhir, sedikitnya telah membangkitkan 4 gempa kuat (magnitude 7+ Mw) pada lokasi yang saling berdekatan, yakni gempa 1904 (lepas pantai Cilacap, diikuti tsunami), gempa 1957 (lepas pantai Tasikmalaya, diikuti tsunami), gempa 2006 (lepas pantai Pangandaran, diikuti tsunami pula) dan gempa 2009 ini (juga diikuti tsunami, meskipun kecil). Ini memunculkan dugaan bahwa kerak Bumi di area tersebut adalah segmented (tersegmentasi) tapi saling bersinggungan. Dalam posisi seperti ini, bila sebuah segmen terusik (dan kemudian bergeser sehingga muncul gempa bumi), ia akan memberikan tekanan tektonis tambahan kepada segmen sebelah-menyebelahnya. Proses inilah yang membuat gempa-gempa kuat di kawasan itu memiliki siklus dengan pola perulangan rata-rata tiap setengah abad.
Permasalahannya sekarang mengapa gempa 2009 ini muncul hanya dalam tempo 3 tahun setelah gempa 2006? Ini musti diteliti lebih lanjut, karena anomali ini bisa jadi merupakan pertanda bahwa interaksi lempeng Australia dengan lempeng Eurasia di kawasan tersebut sudah berubah, sehingga friksinya menjadi berbeda dibanding sebelumnya. Pak Danny Hilman (2000) dalam penelitiannya menyebutkan proses interaksi mungkin saja berubah akibat pengaruh influks air, metamorfisma batuan dan sebagainya sehingga zona persentuhan antar lempeng menjadi lebih rigid (kaku) ketimbang sebelumnya. Dan akibatnya gempa-gempa yang terjadi kemudian tidak lagi berpola siklus (dimana pola ini secara kasar bisa diprediksi lewat elastic dislocation modelling), namun menjadi berpola kluster alias "menggerombol" pada satu rentang waktu tertentu. Pola kluster ini pernah terjadi koq, di tentangga sebelah timur triple junction ini, tepatnya di lepas pantai selatan Jawa Tengah dan DIY. Dalam
histori seismiknya, kawasan ini secara berturut-turut pernah dilanda gempa kuat (7 - 8 Mw) pada 1840 (di lepas pantai Purworejo), 1852 (di lepas pantai Kebumen) dan puncaknya pada 1867 (di lepas pantai Bantul).
Salam,
Ma'rufin
_____________________ _________ __
From: cecep cecep <cecepvulkan@yahoo.co. >id
To: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Sent: Thursday, September 3, 2009 9:12:09 AM
Subject: Bls: [FISIKA] OOT : Gempa Tektonik 7,3 SR (7,0 Mw) di lepaspantai Tasikmalaya, 2 September 2009 14:55 WIB
Pa Ma'rufin,
Apakah ada hubungannya dengan gempa Juli 2006, karena episentrumnya dekat. Energi sudah dilepaskan pada gempa Juli 2006, sekarang dilepaskan lagi dengan energy yang hampir sama, koq begitu cepat pengumpulan energinya ya?
Salam,
Cecep
- 2a.
-
Re: Pekan Ilmiah Fisika UNY
Posted by: "Rizky Stybdi" rzky_07@yahoo.com rzky_07
Thu Sep 3, 2009 7:47 am (PDT)
yuks.....terima kasih untuk infonya. saya akan kirimkan email resminya saja tapi mohon maaf. belum bis sekarang.
--- On Wed, 9/2/09, haryo_hep <sumowidagdo@gmail.com > wrote:
From: haryo_hep <sumowidagdo@gmail.com >
Subject: [FISIKA] Re: Pekan Ilmiah Fisika UNY
To: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Date: Wednesday, September 2, 2009, 8:49 AM
Rekan Risky, posting dengan leafletnya tidak saya masukkan ke milis karena ukurannya besar sekali. Tolong anda letakkan leaflet tersebut di sebuah webpage, dan kirimkan alamat webpage tersebut sebagai gantinya.
Haryo
--- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, Rizky Stybdi <rzky_07@... > wrote:
>
> saya ada acara pekan ilmiah di UNY yang akan diadakan
> tanggal 17 Oktober 2009 = Seminar Nasional Pendidikan Fisika dan Seminar Nasional Fisika
> 24 Oktober 2009 = Liga Fisika SMP IV se jawa bali
> 25 Oktober 2009 = Liga Fisika SMA IV se jawa bali
>
> leaflet dan keterangan lebih nlanjut terlampir dalam leaflet
> ikutan ya.......
>
- 3a.
-
Re: Rotasi Bulan seperti inikah?
Posted by: "Ma'rufin Sudibyo" marufins@yahoo.com marufins
Fri Sep 4, 2009 1:08 am (PDT)
Bukan bug koq, ya siklus fase Bulan jika dilihat dari satu tempat selama satu periode lunasinya (maksudnya dari satu konjungsi ke konjungsi berikutnya) memang begitu. Disamping itu karena kita melihatnya dari permukaan Bumi (alias toposentrik) maka ada pengruh librasi paralaks sehingga Bulan seakan-akan "bergoyang".
Untuk menyimulasikan rotasi Bulan, coba dilihat dari atas kutub utara/kutub selatan Bulan saja. Dari titik tersebut (misalnya yang berjarak 5R atau 10R, R = jejari Bulan), rotasi Bulan bisa dilihat secara langsung
Salam,
Ma'rufin
_____________________ _________ __
From: arifianto keren <arifianto_ipb@yahoo.com >
To: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Sent: Thursday, September 3, 2009 11:18:15 AM
Subject: Re: [FISIKA] Rotasi Bulan seperti inikah?
Nice simulation. may be changing of rotation direction only caused by different point of view of the observer by time.
Regards,
Arifianto
Science Department
BINUSINTERNATIONAL SCHOOLSimprug
http://www.binus-school.net/
_____________________ _________ __
From: Asis Pattisahusiwa <asisphysic04@ gmail.com>
To: Fisika Indonesia <fisika_indonesia@ yahoogroups. com>
Sent: Thursday, September 3, 2009 12:06:07 AM
Subject: [FISIKA] Rotasi Bulan seperti inikah? [1 Attachment]
ini ada file video yang saya rekam ketika mensimulasikan rotasi bulan dalam 1 bulan. tapi ada sedikit keanehan, nggak tahu apa benar rotasi bulan seperti ini atau merupakan bug dari program itu?
kok bisa, setelah hari ke-15, arah rotasinya berlawanan dengan arah rotasi sebelumnya?
mohon pencerahannya dari ahli-ahli Fisika (astronomi), apa benar seperti itu atau hanyalah bug dari program tersebut?--
Asis Pattisahusiwa
Learn, Try, and be a Master
- 4.
-
RSBI Dipertanyakan
Posted by: "Nur Syamsuddin Nursyam" nursyamsmun78@yahoo.com nursyamsmun78
Fri Sep 4, 2009 5:34 am (PDT)
Begitu banyak penyelenggara SBI yang telah menerapkan biaya "tinggi", namun tidak jelas jaminan apa lulusannya. Beberapa permasalahan yang ada, diantaranya:1. kompetensi bahasa inggris siswa belum jelas, tidak jaminan untuk itu2. pembelajaran konvensional masih dominan terjadi. Belajar fisika dengan propertis sejarah atau sastra.3. kulifikasi internasional belum jelas. Tidak ada jaminan hasil assessment lembaga atau lisensi internasional. 4. lulusannya belum ada jaminan diterima di luar negeri dengan setifikat yang diakreditasi internasional5. hasil UN belum mencpai kategori A. Bahkan ada kelas RSBI tidak lulus UN6. institusi sekolah belum mencapai kategori mandiri (SKM). belum menggunakan subject based classroom apalagi menggunakan sistem kredit7. akibat berlombanya jumlah kelas RSBI yang biayanya bertarif internasional, mempersempit kesempatan masyarakat mendapatkan layanan pendidikan dengan biaya terjangkau8. beum jelas kompetensi pengajar memenuhi
kualifikasi internasonal. Belum ada sertifikasi dari lembaga internasional
- 5.
-
Magnetic monopole: apakah akhirnya ditemukan ?
Posted by: "haryo_hep" sumowidagdo@gmail.com haryo_hep
Fri Sep 4, 2009 5:44 am (PDT)
Baru membaca di Science (via Symmetry Magazine) bahwa sekelompok fisikawan di Helmholtz-Zentrum Berlin für Materialien und Energie mengumumkan bahwa mereka telah mengamati keberadaan magnetic monopole.
http://www.sciencedaily.com/ releases/ 2009/09/09090316 3725.htm
http://physicsworld.com/cws/ (Physics World)article/news/ 40302
http://www.nature.com/news/ (Nature)2009/090903/ full/news. 2009.881. html
http://arxiv.org/abs/0908. 3568v2
Detailnya cukup banyak dan belum saya baca semua, kalau ada yang sudah sempat membaca dan bisa menjelaskan, terima kasih banyak.
Haryo
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar