Minggu, 06 September 2009

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2803

Messages In This Digest (4 Messages)

Messages

1.

Kulit Bersih Berkilau Memasuki usia 30-an, kulit wajah

Posted by: "Dhiyah Retno Puspitasari Puspitasari" d.puspitasari@ymail.com   paketcantik

Sat Sep 5, 2009 1:29 pm (PDT)



Kulit Bersih Berkilau Memasuki usia 30-an, kulit wajah
Kulit wajah banyak mengalami masalah yang diakibatkan oleh banyak hal, seperti penuaan dini, kerut wajah, jerawat, flek hitam, dan lainnya. Bila Anda mengalami masalah ini, mulailah kembali memperhatikan kesehatan kulit wajah. Di bawah ini, ada langkah yang mudah yang bisa Anda terapkan secara rutin (minimal 20 hari berturut-turut) agar memperoleh hasil yang maksimal
 
Selalu membersihkan wajah setiap hari. Gunakan produk yang sesuai dengan jenis kulit Anda.. Hindari produk yang dapat membuat kulit terkelupas secara paksa (exfoliation).
 
Coba untuk selalu melakukan relaksasi pada kulit wajahAnda. Salah satunya dengan cara menutupi wajah dengan handuk yang telah direndam dengan air hangat. Daya panas ini dapat merangsang beberapa sel kulit wajah yang dapat meminimalis kerut pada wajah.
 
Lakukanfacialseminggu sekali. Tahap yang normal dilakukan di salon kecantikan adalah cleanse, steam, scrub, mask dan massage. Hal ini dapat membantu kulit terhindar dari dehidrasi dan kotoran yang menempel selama Anda beraktifitas, sehingga kulit wajah lebih cerah.
 
Melembapkan kulit. Ini merupakan kegiatan yang paling penting untuk merawat kulit wajah. Gunakan pelembap yang mengandung antioxidan, karena dapat membantu kulit terhindari dari polusi, efek sinar matahari dan juga stres.
Pijat wajah Anda untuk melancarkan peredaran darah di wajah.
 
Gunakan essential oil untuk perawatan di malam hari. Coba dua tetes rose essential oil yang dicampur dengan 15 ml jojoba carrier oil.
Kebiasaan Anda minum kopi atau teh setiap hari, sebaiknya diubah dengan segelas air putih.
Salam Beauty....
http://www.paketcantik.com

Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com
2.

Foto BUBAR SK Jakarta Raya '09

Posted by: "Sisca Lahur" sapijinak2000@yahoo.com   sapijinak2000

Sat Sep 5, 2009 4:45 pm (PDT)



Halo ...
 
BUBAR SK Jakarta Raya sudah berlangsung kemarin.
Inilah sebagian foto kegiatannya.
 
Selamat menikmati
 
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/photos/album/113249660/pic/list?order=ordinal
 
sapijinak

3.

[Catcil] Diambil Sang Empunya

Posted by: "ukhti hazimah" ukhtihazimah@yahoo.com   ukhtihazimah

Sun Sep 6, 2009 12:25 am (PDT)



Pertama kalinya mampir ke Gasibu, dan langsung mendapat 'berkah' kecopetan. Suasana rame dan padat memang memungkinkan para pencopet untuk beraksi. Dan kali ini, saya lah yang menjadi obyek sasaran mereka. Yah, keteledoran saya juga sih, meletakkan hape di saku rok sembari mendengarkan radio. Ketika kejadian, sempat bersitegang beberapa menit dengan si pencopet, ketika saya melakukan gerak reflek menggenggam tangan si copet [gak kepikiran dah tuh copet, muhrim ato bukan :D] dan melihat ke arah si copet yang ada di belakang.  "Gak ada di saya koq," jawab si copet. Lah lah!! Emang ada yang tanya?? :P Tapi rupanya si hape memang sudah diminta oleh yang berhak, dan saya dirasa sudah cukup menikmati kebersamaan dengan hape. So, terbang lah hape bersama tangan baru yang semoga saja tidak mengotak-atik segala kontak atau note yang ada di dalamnya. [Dan ketika saya menulis ini, no im3 udah diblokir dengan bantuan adekku yang paling ganteng *tring tring]

Yah, tak dipungkiri, sepanjang perjalanan pulang, suara-suara kecil 'andai' mulai memenuhi kepala. "Andai tadi aku taruh tas", "Andai tadi gak usah aku bawa", Andai....bla bla bla...." Kalau sudah seperti itu, pasti akan kulanjutkan kalimat yang diproduksi dengan seenak-kepalaku mengarang `andai', "Andai pak copetnya mau balikian", "Andai waktu itu muncul superman", "Andai tuh hape ada detectornya", muncullah rekayasa bermacam-macam 'andai' yang pengertiannya berada di luar batas nalar...hehehe...berkat segala 'andai' tambahan itu, bibirku akan nyengir dengan sendirinya dan kepalaku mulai belajar menjadi realistis, bahwa 'andai' tak akan dapat memutar waktu.

Saya teringat dengan sebuah artikel berjudul `Memaknai Kehilangan´. Sebuah artikel yang memberikan saya wacana tentang bagaimana sikap kita ketika kehilangan bersilaturahmi dalam kehidupan. Beberapa pertanyaan pun pantas menjadi bahan renungan.

Kepada apa dan siapakah hati kita selama ini kita gantungkan? Apakah kepada dunia yang akan kita tinggalkan ataukah kepada Allah swt yang kekal yang tidak pernah menyia-nyiakan hamba-Nya? Mari kita jujur, ketika laptop dan hp yang kita miliki dicuri dan ketika kita tidak bisa shalat pada waktu malam atau dua rakaat pada waktu fajar, manakah yang lebih besar rasa kehilangan kita?

Subhanallah, renungan yang kembali terlintas berkat andil para tukang copet. Renungan yang insyaALLAH menjadi lebih berharga dibandingkan dengan harga sebuah hape [membesarkan hati mode on :P]

--Hanya milik-MU segala apa yang ada di dunia--

NB: So, no im3ku sementara gak akan aktif, dan sekarang jabatan saya berubah menjadi penggemar esia :D

:sinta:

"Keindahan selalu hadir saat manusia berpikir positif"

BloG aKu & buKu
http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com

BloG RaMe-RaMe
http://sinthionk.multiply.com

YM : SINTHIONK

4.

Artikel: Apakah Nilai Diri Anda Lebih Tinggi Dari Uang Seribu Rupiah

Posted by: "Dadang Kadarusman" dkadarusman@yahoo.com   dkadarusman

Sun Sep 6, 2009 12:33 am (PDT)



Artikel: Apakah Nilai Diri Anda Lebih Tinggi Dari Uang Seribu Rupiah?
 
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
 
Mohon maaf jika judul artikel ini agak mengesalkan anda. Sebab, kita semua tahu bahwa nilai anda jauh lebih tinggi dari sekedar nilai uang seribu rupiah. Tetapi, percayakah anda kalau kita semua perlu sesekali menguji kebenaran premis bahwa; ´nilai kita lebih tinggi dari uang seribu rupiah´ itu? Agak janggal memang. Tapi, sebentar lagi anda akan faham maksud saya. Pertama-tama, ingatlah kembali bahwa nilai selembar uang sangat ditentukan oleh jumlah angka nol yang dimilikinya. Lalu, berhentilah sejenak dari membaca tulisan ini. Dan renungkanlah ini; "jika nilai uang ditentukan oleh jumlah angka ´0´ yang dimilikinya, maka apa yang menentukan nilai diri kita sebagai manusia?"
 
Saya bisa mengatakan bahwa uang seribuan itu mewakili kualitas standar yang dipersyaratkan bagi diri kita, supaya perusahaan menganggap kita masih layak untuk dipekerjakan. Perhatikan, uang seribuan memiliki  3 buah angka ´0´ (nol), dimana setiap angka nol itu mewakili satu kualitas penting yang harus dimiliki oleh setiap pekerja.
 
Angka ´nol´ pertama mewakili apa yang kita sebut sebagai Knowledge, alias ilmu pengetahuan. Itulah sebabnya, setiap proses rekrutmen mempersyaratkan standar pendidikan tertentu untuk setiap posisi yang akan diisi. Ijazah sedikit banyak memberikan gambaran apakah kita mempunyai standard pengetahuan yang memadai untuk pekerjaan yang kita lamar atau tidak. Jika kita memenuhi syarat pengetahuan yang ditetapkan, kita bisa memasuki tahap selanjutnya.
 
Angka ´nol´ yang kedua mewakili apa yang kita sebut sebagai Skill, alias keterampilan. Jika kita lulusan sebuah sekolah yang memiliki reputasi tinggi, tetapi skill kita sangat rendah dan kalah jauh dari orang lain yang lulusan sekolah biasa saja, maka nilai kita berada dibawahnya. Sehingga, wajar jika perusahaan lebih memilih orang lain daripada kita. Karena, dengan hanya berbekal Knowledge, nilai kita seperti uang 10 rupiah, sementara teman kita yang memiliki knowledge dan skill sudah memiliki 2 buah ´nol´ sehingga nilainya setara dengan 100 rupiah, alias sepuluh kali lipat nilai kita.
 
Angka ´0´ ketiga mewakili apa yang kita sebut sebagai Attitude, alias sikap. Cukup banyak yang mengeluhkan sikap orang-orang yang merasa dirinya hebat. Mereka mengira bahwa dengan ijasah dari perguruan tinggi kelas atas bisa menembus segala-galanya. Malah sebaliknya, sikap buruk seringkali menjatuhkan nilai orang-orang cerdas dan berbakat. Artinya, perusahaan sama sekali tidak tertarik kepada orang pintar yang attitude-nya buruk. Oleh karena itu, orang yang attitudenya lebih baik, lebih disukai daripada orang cerdas yang sikapnya buruk.  Ibaratnya, sekarang orang pinter ini masih mengoleksi satu angka ´nol´ (knowledge), sementara orang lain sudah mengumpulkan tiga (knowledge, Skill, dan attitude). Jika hal itu terjadi dalam sebuah proses penerimaan karyawan, siapa menurut pendapat anda yang akan mendapatkan kesempatan?
Pertanyaannya kemudian adalah; "apakah hal itu masih relevan bagi orang-orang yang sudah memiliki pekerjaan seperti kita?" Tentu. Malah lebih penting lagi, karena ini menyangkut 2 hal, yaitu; pertama, bagaimana caranya mempertahankan agar jumlah angka nol kita tidak berkurang, dan kedua, bagaimana caranya menambah angka nol kita?
 
Memangnya ´angka nol´ kita bisa berkurang? Bisa. Contohnya, berapa banyak karyawan yang pada awalnya, sangat knowledgeable, namun karena malas meningkatkan diri akhirnya pengetahuannya ketinggalan jaman. Berapa banyak karyawan yang pada awalnya, sangat skillful, namun karena enggan mempelajari hal baru akhirnya keterampilannya tidak sesuai lagi dengan tuntutan perusahaan.  Berapa banyak karyawan yang pada awalnya, berperilaku sangat baik, namun karena satu atau lain hal akhirnya mereka bertingkah diluar norma sehingga tidak pantas lagi menjadi bagian dari budaya perusahaan?  Inilah gambaran dari orang-orang yang ´angka nolnya´ berkurang.  
 
Jika kita kembali kepada setiap angka ´nol yang dimiliki oleh uang seribuan tadi, maka setiap penambahan angka nol, menghasilkan nilai sepuluh kali lipat, dari nilai sebelumnya. Artinya, uang Rp. 100,- (yang memiliki 2 buah angka ´nol´) nilainya sepuluh kali lipat uang Rp.10,- yang hanya memiliki 1 angka nol. Dan uang Rp. 1000,- nilainya sepuluh kali lipat nilai uang Rp. 100,- sebab kita tahu bahwa setiap penambahan satu angka nol menaikkan nilainya sepuluh kali lipat. Oleh sebab itu, jika kepada uang seribu tadi ditambahkan satu lagi angka nol, maka nilainya sudah naik sepuluh kali lipat. Lalu, tambahkan lagi satu angka nol, maka nilainya naik lagi sepuluh kali lipat. Betul demikian?
 
Lantas, bagaimana caranya menambah angka nol itu? Kita sudah tahu bahwa angka ´0´ pada uang merupakan nilai tambah yang tidak terelakan. Pada manusia, nilai tambah itu setara dengan ´atribut-atribut´ positif yang mewujud pada perilaku, pengetahuan, dan keterampilan kita. Orang yang memiliki perilaku yang baik dan pengetahuan yang luas serta keterampilan yang tinggi tentu nilainya lebih tinggi dari orang lain yang hanya memiliki salah satu dari ketiga aspek itu. Ibaratnya uang yang memiliki satu ´0´ dibandingkan dengan ´000´. Jika ketiga hal diatas ditambah dengan ´kesediaan untuk memberikan pelayanan ekstra´, misalnya; maka nilainya bertambah sepuluh kali lipat karena sekarang angka ´0´ nya menjadi 4. Tambah lagi dengan ´senang membantu orang lain´; naik sepuluh kali lipat lagi nilainya.
 
Bayangkan jika kita bisa menambah puluhan atribut positif lain kedalam diri kita. Tentu kita bisa menjadi karyawan unggul bernilai sangat tinggi sebagai aset penting bagi perusahaan. Karena, sudah menjadi sifat alamiah kita untuk tertarik kepada seseorang yang memiliki banyak atribut positif didalam dirinya. Ini menegaskan bahwa ´nilai´ seseorang sangat ditentukan oleh kualitas dirinya. Dan kualitas diri kita itu, ditentukan oleh atribut-atribut positif yang kita miliki. Persis seperti uang yang nilainya ditentukan oleh jumlah angka ´0´ yang dimilikinya.  
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator  
http://www.dadangkadarusman.com/  
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
 
Catatan Kaki:
Mungkin kita memiliki keterbatasan untuk menambah angka nol kepada uang kita. Namun, kita bisa menambahkan angka nol kedalam diri kita, dalam jumlah yang nyaris tidak terbatas.
 
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul "Belajar Sukses Kepada Alam" versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@yahoo.com

Recent Activity
Visit Your Group
Drive Traffic

Sponsored Search

can help increase

your site traffic.

Yahoo! Groups

Dog Lovers Group

Connect and share with

dog owners like you

Yahoo! Groups

Weight Management Challenge

Join others who

are losing pounds.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: