Jumat, 16 Juli 2010

[daarut-tauhiid] Pemerintah Putuskan Jamaah Haji Gunakan Vaksin Meningitis (Haram) dari GSK

 

*Pemerintah Putuskan Jamaah Haji Gunakan Vaksin Meningitis (Haram) dari GSK
*

Kamis, 15 Juli 2010, 17:17 WIB

Pemerintah telah memutuskan penggunaan vaksin meningitis untuk para calon
jamaah haji. Hal itu diputuskan setelah tender pengadaan vaksin dimenangkan
oleh PT Biofarma. Dari persyaratan yang telah ditetapkan, hanya produsen
vaksin asal Belgia, Glaxosmithkline (GSK), yang sesuai.

Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan (Binfar Alkes) Kemenkes, Sri
Indrawati mengatakan, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
Mengenai mutu, dan keamanan menjadi pertimbangan Kemenkes. Selain itu,
hingga saat ini hanya GSK yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM).

Proses tender, kata Sri, tidak berlangsung lama. "Kita sudah melakukan
tender secara terbuka, tapi hanya ada satu peserta," ujarnya ketika
dihubungi Republika, Kamis (15/7).

Akhirnya, pihaknya melakukan penunjukan langsung kepada Biofarma sebagai
peserta tunggal proses tender. Penunjukan langsung ini bukanlah yang
pertama. Pada dua kali tender sebelumnya, pihaknya juga melakukan penunjukan
langsung. Hal itu dilaksanakan atas usulan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan
Barang/jasa Pemerintah (LPPK).

Mengenai fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap vaksin
meningitis produksi GSK, pihaknya juga mengaku kesulitan. "Kita menghadapi
dilema, di satu sisi itu haram, di sisi lain kalau tidak disuntik vaksin
jamaah haji kita tidak boleh berangkat," bebernya.

Jika harus menunggu fatwa baru dari MUI, pihaknya mengaku kerepotan.
Ditambah, produsen vaksin tidak bisa menyediakan stok vaksin yang banyak
dalam waktu singkat.

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Wan Alkadri mengatakan,
saat ini terdapat tiga produsen vaksin meningitis yang ada di Indonesia.
Yakni, Novartis dari Italia, Tian Yuan dari Cina, dan GSK. Novartis dan Tian
Yuan sampai saat ini masih dalam proses pendaftaran di BPOM dan juga
pengkajian oleh MUI.

Pihaknya tidak yakin keduanya dapat menyelesaikan proses pendaftaran di BPOM
dapat selesai dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pihaknya memilih vaksin
dari GSK.

Lebih lanjut Wan menuturkan, penyuntikan vaksin produksi GSK akan dimulai
pada awal Agustus. "Saat ini kita sudah mulai mendistribusikan ke
daerah-daerah yang jumlah jamaahnya sedikit," paparnya.

Dia mengharapkan, proses penyuntikan vaksin akan selesai pada akhir
September. Hal itu terkait dengan jadwal pemberangkatan jamaah haji yang
dilakukan pada 14 Oktober.

Pada tahun ini, total Kemenkes membutuhkan sebanyak 230 ribu dosis vaksin
meningitis. Vaksin-vaksin itu akan disuntikkan kepada 211 ribu calon jamaah
haji.

Sumber : Republika Online

--
===========================
Mempermudah Haji dan Umroh klik :
http://www.archive.org/download/AudioHaji/DigitalAudioHaji-L.jpg

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: