Jumat, 08 Agustus 2008

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2175

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Re: (yang jadi kenangan) DI SINI SAYA MENUNGGU From: asfia rahman
2a.
Bls: [sekolah-kehidupan] mohon komentarnya From: bujang kumbang
3a.
Re: batas... From: novi_ningsih
4a.
Re: Pelajaran Berbagi From: novi_ningsih
4b.
Re: Pelajaran Berbagi From: patisayang
5a.
[0ot]minta ampun pada bandung. From: jun an nizami
5b.
Re: [0ot]minta ampun pada bandung. From: novi_ningsih
6.
(puisi sederhana )***###***###***###*** (baca ajah*_*) From: Lily Ceria
7a.
Re: (curhat) DI SINI SAYA MENUNGGU From: novi_ningsih
8.
FW: [sekolah-kehidupan] Re: [0ot]minta ampun pada bandung. From: jun an nizami
9.
Fw: Sayembara Menulis Surat Cinta From: Sari Radityo
10a.
[Rilis] Susunan Kabinet SK 2008-2010 From: Kabinet Eska
10b.
Re: [Rilis] Susunan Kabinet SK 2008-2010 From: setyawan_abe
10c.
Bls: [sekolah-kehidupan] [Rilis] Susunan Kabinet SK 2008-2010 From: CaturCatriks
10d.
Re: Susunan Kabinet SK 2008-2010 From: setyawan_abe
11.
mohon masukannya From: Sastra Jingga
12.
"Ruang Lengang" Epri Tsaqib di STSI Bandung From: Wildan Nugraha
13a.
PEREMPUAN & KARIER From: Babel Satuge
13b.
Re: PEREMPUAN & KARIER From: Ain Nisa
14a.
(Puisi) Bilik Surga From: Ain Nisa
14b.
Re: (Puisi) Bilik Surga From: Nia Robiatun Jumiah
14c.
Re: (Puisi) Bilik Surga From: Ain Nisa
15.
FW: [sekolah-kehidupan] mohon masukannya From: jun an nizami
16.
kata Rose From: Lily Ceria
17a.
For Sale: Buku Menggenggam Cahaya - Antologi Puisi dan Kisah Inspira From: Lia Octavia

Messages

1a.

Re: (yang jadi kenangan) DI SINI SAYA MENUNGGU

Posted by: "asfia rahman" romeoave@yahoo.com   romeoave

Thu Aug 7, 2008 4:41 am (PDT)

MasyaAllah, pelajaran yang berharga bagi saya pribadi dan teman-teman lainnya insya Allah. semoga kita selalu dibimbing al-Khaliq untuk mencapai cita-cita kita sekaligus mengemban amanah-Nya sebagai khalifah di bumi...
 
terima kasih

--- On Thu, 8/7/08, fiyan arjun <paman_sam2@yahoo.com> wrote:

From: fiyan arjun <paman_sam2@yahoo.com>
Subject: [sekolah-kehidupan] (yang jadi kenangan) DI SINI SAYA MENUNGGU
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Cc: rezaervani@yahoogroups.com
Date: Thursday, August 7, 2008, 2:17 PM

DI SINI SAYA MENUNGGU
Fiyan Arjun
http;//sebuahrisala h.multiply. com
id ym:paman_sam2

 
            Air yang mengalir entah kemana, tetapi kami mengingatnya di sini… (Muhammad Yulius)
 

 
Di sini saya menunggu…

 
Rabu. Saat itu penunjuk waktu di handphone saya menunjukan pukul dua belas kurang sepuluh menit. Sebentar lagi adzan dzuhur berkumandang dari balik rumah-rumah Allah. Tetapi saat itu saya masih di dalam bus. Berkutat melawan waktu agar bisa dapat menyelesaikan perintahNya (shalat dzuhur) itu sekaligus mengejar nara sumber untuk tugas saya sebagai seorang reporter di majalah.

 
Hari itu kebetulan adalah hari kedua saya bertugas menjadi seorang reporter (magang) di majalah. Memburu berita sekaligus mengejar nara sumber—yang akan saya jadikan berita untuk majalah edisi yang akan datang.
 

Yup, menjadi seorang reporter dengan sistem magang itulah yang saya pegang saat ini. Saya menjadi reporter magang majalah ketika saya menerima panggilan dari salah satu redaktur majalah kepada saya. Tepatnya kurang lebih hari Senin pagi. Itulah hari pertama saya dinyatakan menjadi reporter magang dan sekaligus menjadi bagian dari majalah itu. Singkat, padat dan tak banyak kata. Saya langsung mengiyakan dan dinyatakan resmi untuk menjadi seorang reporter magang di majalah itu. Dan inilah tugas saya sekarang menjadi reporter (magang) di majalah!

 

Dengan melawan waktu sambil menumpangi bus akhirnya saya pun tiba. Namun tibanya saya saat itu bukan untuk pada sasaran saya. Memburu berita apalagi mengejar nara sumber. Tapi ini saya melangkahkah azzam saya menuju sebuah rumah Allah terlebih dahulu. Dan saya pun menuju rumah Allah yang sedang lagi dipugar. Direnovasi. Masjid yang sedang dalam pemugaran untuk pembesaran rumah Allah. Itu. Lalu saya pun menunju tempat bersuci. Tempat berwudhu.

 

"Sahalat dzuhur dulu, ah. Baru nanti mengejar nara sumber. Kalau belum shalat kayaknya hati nggak tenang," batin saya berbicara untuk menenangkan dan menasehati kalbu saya.

 

Alhamdulillah, usai melepaskan kewajibanNya saya pun bergegas untuk mengemban amanah saya. Memburu berita dan mengejar nara sumber. Menuju ke tempat nara sumber yang sudah lebih dahulu saya janjikan sebelumnya. Dan saya pun tiba di tempat.

 
Oya, itu adalah liputan saya yang kedua. Liputan dan wawancara saya yang pertama sudah saya selesaikan sejak pagi. Dan hasil liputan dan wawancara itu saya akan masukan dalam salah satu rubrik seputar perpustakaan seluruh nusantara di majalah nantinya. Dan, ternyata berjalan sukses tanpa kerikil-kerikil kecil tajam yang menghalagi apalagi onak yang bercecer menghambat saya dalam bertugas saat itu. Lancar dan mudah saya lakukan saat itu.

 
"Oya, Mas bisa bertemu dengan Bapaknya? Saya dari majalah mau sedikit wawancara dengan Bapak. Apa sudah datang, Bapaknya?" kata saya usai tiba dan memberi salam lebih dahulu kepada salah satu karyawan tempat itu.
 

"Oh, sebentar lagi Bapaknya datang. Tunggu saja, ya," jawab karyawan itu kepada saya.
 

"Terima kasih, Pak," jawab saya kepada karyawan tempat itu.
 

"Silakan duduk! Dan tunggu beberaap menit lagi" serunya lagi.
 

Disinilah saya menunggu….
 

Waktu terus berjalan. Sinar mentari makin memuncak panas saat mata saya memedarkan ke ruas jalan raya dari balik jendela. Memang secara kebetulan tempat saya menunggu tempat itu ada di tepi ruas jalan raya. Jadi saya mudah untuk sesakali memedarkan mata saya ke ruas jalan raya.

 

Pukul: 15.25 waktu sudah menujukan di handphone saya. Ternyata saya sudah menunggu beberapa jam lamanya untuk menunggu nara sumber yang sudah saya minta untuk meminta diwawacarai sebelumnya. Tapi ternyata orang yang saya tunggu belum tiba juga. Saya pun sempat gundah dan resah kalau-kalau orang yang saya jadikan nara sumber itu tak jadi datang karena alasan yang mudharat. Entah, karena sakit atau sibuk dan sebagainya itu sudah ada dikantong saya untuk menyimpannya sebagai genjala yang akan terjadi nantinya. Saya pun masih tepat menunggu.

 

"Ma'af Mas lama ya menunggunya," tiba-tiba karyawan tempat itu menegur saya. Meminta ma'af kepada saya jika orang saya tunggu belum menampakan batang hidungnya. Tak lain atasan karyawan tempat itu.
 

"Oh, tidak apa-apa," singkat saya dengan mengembangkan senyum walaupun tak tampak.

 
"Mas, sudah buat janji?" lanjut karyawan itu memastikan kepada saya apakah sudah membuat janji atau belum.
 

"Sudah, Mas. Kan Mas yang pernah lihat saya datangkan kemarin lalu." Saya pun mengingatkannya lagi.

 
Karyawan temapt itu hanya tersenyum.
 

Saya lagi-lagi tetap menunggu. Menungu nara sumber yang saya akan wawancarai. Namun saat saya menunggu ada banyak beberapa orang selain saya yang sedang menunggu. "Ternyata bukan saya saja ya yang sedang menunggu orang yang akan saya wawancarai. Ada orang lain selain saya. Mungkin ini salah satu obat saya sebagai seorang reporter di majalah walau hanya magang yang sesungguhnya. Tetap harus bersikap profesional. Bersabar, tabah dan pantang menyerah." Akhirnya, saya pun kembali diingatkan oleh keprofesionalisme saya bekerja sebagai reporter. Bagaimana pun dan kapan pun harus tetap bersabar, tabah dan pantang menyerah untuk mengejar nara sumber.
 

Akhirnya, selama saya menunggu saya mendapatkan buah manis itu. Orang yang akan saya wawancari akhirnya datang juga. Saya dapat meliput dan mewawancarinya juga.
 

"Assalamulaikum…" seperti biasa ucapan takzim ritual saya terlontar pertama kali. Itulah ucapan saya untuk setiap kali memasuki tempat yang asing bagi saya. Belum saya kunjungi apalagi saya jajaki.
 

"Wa'alikumsalam… .Silakan masuk," jawab ramah orang yang akan saya wawnacarai.
 

Saya pun senang. Bahagia saat orang itu melempar jawaban seperti itu. Menerima saya dengan ramah dan bijak.

 
Singkat kalam, tugas saya pun berakhir dengan sukses dan lancar. Saya pun turut berterima kasih kepada nara sumber itu yang sudah mau menerima dan dapat saya ganggu walau sejenak demi tugas saya itu. Walaupun awal dari tugas saya itu pertama kali harus menelan obat yang cukup yang tak enak saya telan. Yakni, terlalu lama saya menunggu. Ya, walaupun semua itu dapat saya tanggulangi dengan sikap profesonalismes saya sebagai reporter magang majalah. Tetap bersabar, tabah dan pantang menyerah demi tugas mulai saya ini.

 
Disini saya menunggu….

 
Dan kini saya sudah dapat meyelesaikan dan mengerjakan amanah saya sebagai reporter majalah. Tinggal hanya menunggu hasil dari pekerjan saya itu. Apakah amksimal atau masih ada kekurangan tidak. Tapi bagi saya  itu jadi soal. Sebab saya juga masih taraf belajar dan baru di dunia ini sesungguhnya. Tapi satu hal tanpa itu semua: pengalaman dan apa pun yang saya laukan itu menjadi awal titik saya untuk lebih maju di kemudian hari nantinya. Itu juga tak lepas dari berkat do'a orang-orang disekeling saya yang amat saya cintai dan juga yang Maha Pencipta yang sudah menciptakan saya memberikan karuniaNya berupa bakat menulis ini. Dan semua itu…Di sinilah tepatnya untuk saya mengingatNya dan menunggu kabar serta tugas selanjutnya nanti yang saya akan lakukan….

 
Ulujami, 06 Agutus 2008
Pukul: 09.45 waktu Jakarta
Saat diteman oleh tembangnya-- Rasa Cintamu Rasaku--KerisPatih Band

2a.

Bls: [sekolah-kehidupan] mohon komentarnya

Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id   bujangkumbang

Thu Aug 7, 2008 5:32 am (PDT)

ma'af kalo boleh minta saran
coab tulisnya di woed dulu
baru di copy di boy imel
abisnya tidak terlihat mana aline dan mana paragraf
tfs!
soal cerbung udah ngalir tuh
tapi nggak tau deh terusannya...hehehe
sukses yee

--- Pada Rab, 6/8/08, Atmawiharja YanaS <atmawiharja_yanas@yahoo.co.id> menulis:

Dari: Atmawiharja YanaS <atmawiharja_yanas@yahoo.co.id>
Topik: [sekolah-kehidupan] mohon komentarnya
Kepada: dunia_remaja@yahoogroups.com, komunitas_sayap2sastra@yahoogroups.com, sanggar_kinanah@yahoogroups.com, sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, tinta_mirah@yahoo.co.id, "Lily Liandiana" <lilyceria@yahoo.co.id>
Tanggal: Rabu, 6 Agustus, 2008, 7:35 PM

KEHILANGAN BULAN sebuah kisah bersambung.. ......... ....

Malam ini...hujan memang sedikit lebih santun dari malam-malam biasanya. Mungkinkah sebab ada dia?
dia perempuan tak bernama.
Tuhan....seandainya dia punyai nama tentu akan lebih deras dari  rapat hujan yang membasahi setiap jengkal jasad bumi saat ini.
nama itu pasti bercahaya... tercahaya ...dan mencahaya.
dia pasti mengajakku bermain mata hingga aku mengatkan bahwa cinta adalah cahaya.
huh.....maaf mulai detik ini aku akan menyebutmu perempuan cahaya. boleh kan?

[   1. Seandainya kamu perempuan itu, kamu mau menjawab apa? ]

 

Yana S. Atmawiharja

Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas. Coba Y! Messenger 9 Indonesia sekarang.

__________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
3a.

Re: batas...

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Thu Aug 7, 2008 6:31 am (PDT)

@RizQ
Wa'alaykum salam Riz-q

:D
iya nyata, senyata2nya :P

maunya, melakukan tiga-tiganya, tapi tetap harus ada skala
prioritas... Moga bisa tiga-tiganya, aamiin :)

Thanks :)

@adit

yup, Insya Allah, selalu mengharap selalu bersama-Nya...

thanks

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Arrizki Abidin
<arrizki_abidin@...> wrote:
>
> Assalamu'alaikum
> ini kisah nyata yah mba? hehhe, yg menyenangkan, yg tanggungjawab,
yang mesti dibaktikan adalah ke 3 hal yg harus dilakukan. Andai bisa
dikerjakan ketiganya sekaligus...
> Btw, puisinya bagus
> Wassalamu'alaikum
> RIz-Q
> arriabi@...
>
> --- On Wed, 8/6/08, novi_ningsih <novi_ningsih@...> wrote:
>
> From: novi_ningsih <novi_ningsih@...>
> Subject: [sekolah-kehidupan] batas...
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Date: Wednesday, August 6, 2008, 6:41 AM
>
>
>
>
>
>
> aku tahu
> tanganku cuma dua
> kakiku juga dua
> hatiku satu
>
> tapi di sana ada berjuta mimpi dan harap
> kadang berbenturan
> kadang seiring sejalan
>
> aku tahu
> aku hanya manusia lemah
> yang menangis ketika lelah menguasai diri
>
> aku tahu
> aku ingin berikan yang terbaik
> buat dia, dia, mereka
> juga untuk ibu
>
> tolong maafkan aku
> ketika aku tak mampu...
> hadir di sana
>
> tolong maafkan aku
> ketika akhirnya aku menolak...
>
> tolong dik...
> maafkan aku...
>
> aku tak mau terkungkung di sini
> tapi aku harus jalani ini
>
> ini bagai ujian
> ketika aku harus memilih
> yang menyenangkan
> yang tanggung jawab
> yang musti dibaktikan.. .
>
> ............ .........
>
> *ketika waktu berkejaran,
> hingga hari-hari terlewatkan
> dan kaki ini bingung tuk melangkah...
>

4a.

Re: Pelajaran Berbagi

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Thu Aug 7, 2008 6:39 am (PDT)


mbak sya, sama banget sama fikri...
sama si kembar juga,
kalau ada pengamen mereka rebutan pengen ngasi...
jadi, kita bagi2 deh recehan ke mereka ber2 biar bisa ngasi pengamen,
lucu, deh, pengamennya bingung kali :D

nah kalo Fikri lain lagi,
waktu itu, kami juga menyediakan susu ultra coklat...
dan kalau ada temannya, Fikri nawarin, malah disuruh ngambil sendiri
ke kamar...
awalnya sempat taro kulkas juga, sama di lemari, tapi diambilin mulue
euy, belum lagi kalo adek2nya lihat, diminum, tapi ga diabisin, dan
biasanya itu urusan bulenya :D

Lucu, ih,..
jadi kangen, soalnya sekarang tinggalnya misah. :)

TFS mbak sya :)

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Syafaatus Syarifah"
<syarifah@...> wrote:
>
> Sebagai seorang ibu saya punya kewajiban mengajari anak banyak hal.
Diantaranya adalah pelajaran sosial, moral dan perilaku yang baik.
Salah satu mata pelajaran adalah tentang berbagi. Kebetulan anakku
Mirza (3 thn 8 bulan) saya belikan sebuah kaos edukatif muslim dengan
pesan "Ayo berinfaq.." , Kaos itu bergambar seorang anak laki-laki
yang sedang memberikan uang kepada kakek tua renta dengan pakaian
compang-camping. Lalu Mirza bertanya "Infak itu apa sih bunda?" .
"Infak itu berbagi kepada sesama mas, pada pengemis, anak yatim atau
kepada teman-teman " jawab saya waktu itu.
> Sudah kurang lebih 3 minggu ini Mirza masuk TK A di sebuah
TK berbasis islam di Depok. Sepertinya di sekolah ini juga diajarkan
tentang berbagi. Setiap hari jumat adalah hari infak di sekolahnya.
Semangat berbagi Mirza kembali muncul.
>
>
> Di lain hari, di layar televisi tampak seorang anak jalanan
yang sedang berjualan Koran di pinggir jalan. Tak mau melewatkan
kesempatan untuk mengajarinya, saya bilang ke Mirza "Tuh lihat mas,
teman-teman kecil seperti mereka itu pantas disayangi, kalau mas Mirza
punya uang Mas Mirza bagi ke mereka ya? " kata saya mewejangi Mirza.
"Iya ya bun, kasihan mereka ini. Mirza ada kok uang untuk mereka.."
katanya sambil berlari mengambil celengan .
>
> Rupanya pelajaran berbagi yang saya berikan ke Mirza lambat
laun sudah mulai melekat di hatinya. Kalau ada pengamen cilik datang
ke rumah, dia pasti akan berlari mencari uang recehan yang kadang
tergeletak begitu saja di atas meja, lalu mengambilnya beberapa dan
menyerahkannya kepada para pengamen cilik itu. Kadang sambil
mendengarkan nyanyiannya sampai usai, kadang langsung diberikannya
begitu saja. Pun begitu kalau ada pengemis ibu-ibu tua yang datang
sambil mengendong bayi, Mirza akan semangat jika disuruh memberikan
uang kepada mereka. Memang kami tak segan-segan memberi contoh
langsung kepada Mirza tentang berbagi ini. Menurut kami, pelajaran
akan lebih mengena jika dia melihat orangtuanya secara langsung
melakukan hal yang sama.
>
> Namun, namanya juga anak kecil. Mirza belum bisa
membeda-bedakan mana yang harus dibagikan dan mana yang tidak. Kami
belum mengajarkan filterisasi dalam hal ini, sehingga ketika dia
sedang semangat-semangatnya berbagi terjadilah hal-hal yang membuat
saya menjadi tertaa geli.
>
>
> Setiap hari saya selalu menyediakan makanan-makanan kecil dan
minuman-minuman seperti susu UHT, susu fermentasi dll sebagai bekal
sekolah Mirza. Namun akhir-akhir ini saya selalu heran kenapa
persediaan makanan dan minuman itu di kulkas cepat sekali habisnya.
Puluhan susu botol dan susu fermentasi yang biasanya habis dalam
beberapa hari, akhir-akhir ini sering habis hanya dalam waktu satu
hari. Saya piker Mirza sedang doyan makan aja, makanya setiap makanan
dan minuman habis saya langsung membelikannya lagi.
>
> Kecurigaan saya mulai muncul ketika setiap hari susu-susu dan
makanan itu semakin cepat habisnya, hingga suatu hari secara tak
sengaja saya tahu apa penyebabnya. Hari itu sedang libur, saya dan
suami praktis tidak ngantor dan hanya berada di rumah saja. Sewaktu
jam main sore ternyata Mirza sering mengajak teman-teman kecilnya
bermain di rumah. Sewaktu teman-temannya datang, Mirza langsung
berlari ke kulkas mengambil makanan dan minuman yang ada di sana dan
menawarkan kepada teman-temannya "Mau dibagiin nggak teman-teman?"
tanyanya tulus kepada teman-temannya. Kontan teman-teman kecilnya
langsung berebut menghabiskan makanan dan minuman yang sedianya untuk
persediaan Mirza ke sekolah sehari-hari. Melihat itu aku hanya tersenyum.
>
>
> Aih .. Mirza anakku, ternyata ini tho yang membuat selama ini bunda
harus mengisi kulkas setiap hari.hehehe..
>

4b.

Re: Pelajaran Berbagi

Posted by: "patisayang" patisayang@yahoo.com   patisayang

Thu Aug 7, 2008 7:47 pm (PDT)

Wah, Sya, jadi mbayangin si Mirza dengan senyum manisnya. besok2 if
sempat main ke rumahmu minta dibagi susunya ah...:)
Kalo Ais, sekolah bawa bekal buah, juga susu. if pulang, aku atau dia
akan bercerita dimakan sama siapa saja bekalnya tadi. berbagi sama
teman emang penting sekali.

salam,
indar

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Syafaatus Syarifah"
<syarifah@...> wrote:
>
> Sebagai seorang ibu saya punya kewajiban mengajari anak banyak hal.
Diantaranya adalah pelajaran sosial, moral dan perilaku yang baik.
Salah satu mata pelajaran adalah tentang berbagi. Kebetulan anakku
Mirza (3 thn 8 bulan) saya belikan sebuah kaos edukatif muslim dengan
pesan "Ayo berinfaq.." , Kaos itu bergambar seorang anak laki-laki
yang sedang memberikan uang kepada kakek tua renta dengan pakaian
compang-camping. Lalu Mirza bertanya "Infak itu apa sih bunda?" .
"Infak itu berbagi kepada sesama mas, pada pengemis, anak yatim atau
kepada teman-teman " jawab saya waktu itu.
> Sudah kurang lebih 3 minggu ini Mirza masuk TK A di sebuah T

5a.

[0ot]minta ampun pada bandung.

Posted by: "jun an nizami" tinta_mirah@yahoo.co.id   tinta_mirah

Thu Aug 7, 2008 6:45 am (PDT)

Untuk sekali lagi(bukan yang kesekian kali) saya minta ampun pada kawan-kawan di SK bandung.karena saya tidak bisa ikut meRAPATkan barisan untuk acara launching buku nanti.
Disebabkan disini tidak ada hujan,jadi saya tidak bisa datang.
Peace kawan..
Untuk menebusnya,saya ikhlas tidak di suruh ngapa-ngapain.
Peace lagi kawan..

Salam_mirah:jun nizami
http://zunannizami.multiply.com

__________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

5b.

Re: [0ot]minta ampun pada bandung.

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Thu Aug 7, 2008 7:10 am (PDT)

maa jun, diampunin :P
tadi udah digantiin sama aku :D
hehehe, abis dikerjain nih sama orang bandung, yang walau udah ketemu
darat (offline) tapi masih juga ketemu langit :P (online juga, hehe)

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, jun an nizami
<tinta_mirah@...> wrote:
>
> Untuk sekali lagi(bukan yang kesekian kali) saya minta ampun pada
kawan-kawan di SK bandung.karena saya tidak bisa ikut meRAPATkan
barisan untuk acara launching buku nanti.
> Disebabkan disini tidak ada hujan,jadi saya tidak bisa datang.
> Peace kawan..
> Untuk menebusnya,saya ikhlas tidak di suruh ngapa-ngapain.
> Peace lagi kawan..
>
>
> Salam_mirah:jun nizami
> http://zunannizami.multiply.com
>
>
>
__________________________________________________________
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>

6.

(puisi sederhana )***###***###***###*** (baca ajah*_*)

Posted by: "Lily Ceria" lilyceria@yahoo.co.id   lilyceria

Thu Aug 7, 2008 6:46 am (PDT)



tahukah
pernahkah tahu

ada saat nya
aku lelah dan ingin berhenti

ada kalanya
aku malas dan ingin bermanja

ada waktunya
aku semangat dan ingin menggapai mimpi

semua berganti, rasa yang tak selalu sama
tapi selalu saja
hanya dua sikap yang harus di jaga
sabar dan syukur
sikap serasi, simpanlah dalam hati.
dan kau dapati senyuman lahir dari hati.
ucapan Alhamdulillah, jangan henti.

cikampek, 07/08/08
**makhluk manis dr cikampek yang lagi boriiiiiiiiing pisan, Alhamdulillah
http://lilyceria. blogspot. com/

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/

[Non-text portions of this message have been removed]

__________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
7a.

Re: (curhat) DI SINI SAYA MENUNGGU

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Thu Aug 7, 2008 7:08 am (PDT)

Wah, sukses nih sama job barunya :)

TFS, bang fiyan, moga tetap semangat...
sip, tulisannya dalam euy, sumur kaliiiiii :P

soalnya, kadang karena dikejar dan ditekan deadline, suka
me"nanti-nanti"-kan sholat, padahal duh, bandel ya :D

salam

Novi

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, bujang kumbang
<bujangkumbang@...> wrote:
>
>
>
>
>
>
>
>
> DI SINI SAYA MENUNGGU
>
> Fiyan Arjunhttp://sebuahrisalah.multiply.comid ym:paman_sam2
>
>
> Â
>
> Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Air
> yang mengalir entah kemana, tetapi kami mengingatnya di sini…
(Muhammad Yulius)
>
> Â
>
>
> Â
>
> Di sini saya menunggu…
>
>
> Â
>
> Rabu. Saat itu
> penunjuk waktu di handphone saya menunjukan pukul dua belas kurang
> sepuluh menit. Sebentar lagi adzan dzuhur berkumandang dari balik
> rumah-rumah Allah. Tetapi saat itu saya masih di dalam bus. Berkutat
melawan
> waktu agar bisa dapat menyelesaikan perintahNya (shalat dzuhur) itu
sekaligus
> mengejar nara sumber untuk tugas saya sebagai seorang reporter di
majalah.
>
>
>
> Â
>
> Hari itu kebetulan
> adalah hari kedua saya bertugas menjadi seorang reporter (magang) di
majalah.
> Memburu berita sekaligus mengejar nara sumberâ€"yang akan saya
jadikan berita
> untuk majalah edisi yang akan datang.
>
> Â
>
>
> Yup, menjadi seorang
> reporter dengan sistem magang itulah yang saya pegang saat ini. Saya
menjadi
> reporter magang majalah ketika saya menerima panggilan dari salah
satu redaktur
> majalah kepada saya. Tepatnya kurang lebih hari Senin pagi. Itulah
hari pertama
> saya dinyatakan menjadi reporter magang dan sekaligus menjadi bagian
dari
> majalah itu. Singkat, padat dan tak banyak kata. Saya langsung
mengiyakan dan
> dinyatakan resmi untuk menjadi seorang reporter magang di majalah
itu. Dan inilah
> tugas saya sekarang menjadi reporter (magang) di majalah!
>
>
> Â
>
> Dengan melawan waktu
> sambil menumpangi bus akhirnya saya pun tiba. Namun tibanya saya
saat itu bukan
> untuk pada sasaran saya. Memburu berita apalagi mengejar nara
sumber. Tapi ini
> saya melangkahkah azzam saya menuju sebuah rumah Allah terlebih dahulu.
> Dan saya pun menuju rumah Allah yang sedang lagi dipugar.
Direnovasi. Masjid
> yang sedang dalam pemugaran untuk pembesaran rumah Allah. Itu. Lalu
saya pun
> menunju tempat bersuci. Tempat berwudhu.
>
>
> Â
>
> “Sahalat dzuhur
> dulu, ah. Baru nanti mengejar nara sumber. Kalau belum shalat
kayaknya hati
> nggak tenang,” batin saya berbicara untuk menenangkan dan
menasehati kalbu saya.
>
> Â
>
>
> Alhamdulillah, usai melepaskan
> kewajibanNya saya pun bergegas untuk mengemban amanah saya. Memburu
berita dan
> mengejar nara sumber. Menuju ke tempat nara sumber yang sudah lebih
dahulu saya
> janjikan sebelumnya. Dan saya pun tiba di tempat.
>
>
>
> Â
>
> Oya, itu adalah liputan
> saya yang kedua. Liputan dan wawancara saya yang pertama sudah saya
selesaikan
> sejak pagi. Dan hasil liputan dan wawancara itu saya akan masukan
dalam salah
> satu rubrik seputar perpustakaan seluruh nusantara di majalah
nantinya. Dan,
> ternyata berjalan sukses tanpa kerikil-kerikil kecil tajam yang
menghalagi
> apalagi onak yang bercecer menghambat saya dalam bertugas saat itu.
Lancar dan
> mudah saya lakukan saat itu.
>
>
> Â
>
> “Oya, Mas bisa bertemu
> dengan Bapaknya? Saya dari majalah mau sedikit wawancara dengan
Bapak. Apa
> sudah datang, Bapaknya?” kata saya usai tiba dan memberi salam
lebih dahulu kepada
> salah satu karyawan tempat itu.
>
> Â
>
>
> “Oh, sebentar lagi
> Bapaknya datang. Tunggu saja, ya,” jawab karyawan itu kepada saya.
>
> Â
>
>
> “Terima kasih, Pak,”
> jawab saya kepada karyawan tempat itu.
>
> Â
>
>
> “Silakan duduk! Dan
> tunggu beberaap menit lagi” serunya lagi.
>
> Â
>
>
> Disinilah saya menunggu….
>
> Â
>
>
> Waktu terus berjalan.
> Sinar mentari makin memuncak panas saat mata saya memedarkan ke ruas
jalan raya
> dari balik jendela. Memang secara kebetulan tempat saya menunggu
tempat itu ada
> di tepi ruas jalan raya. Jadi saya mudah untuk sesakali memedarkan
mata saya ke
> ruas jalan raya.
>
> Â
>
>
> Pukul: 15.25 waktu sudah
> menujukan di handphone saya. Ternyata saya sudah menunggu beberapa
jam lamanya untuk
> menunggu nara sumber yang sudah saya minta untuk meminta diwawacarai
> sebelumnya. Tapi ternyata orang yang saya tunggu belum tiba juga.
Saya pun sempat
> gundah dan resah kalau-kalau orang yang saya jadikan nara sumber itu
tak jadi datang
> karena alasan yang mudharat. Entah, karena sakit atau sibuk dan
sebagainya itu
> sudah ada dikantong saya untuk menyimpannya sebagai genjala yang
akan terjadi
> nantinya. Saya pun masih tepat menunggu.
>
> Â
>
>
> “Ma’af Mas lama ya menunggunya,”
> tiba-tiba karyawan tempat itu menegur saya. Meminta ma’af kepada
saya jika
> orang saya tunggu belum menampakan batang hidungnya. Tak lain atasan
karyawan
> tempat itu.
>
> Â
>
>
> “Oh, tidak apa-apa,”
> singkat saya dengan mengembangkan senyum walaupun tak tampak.
>
>
> Â
>
> “Mas, sudah buat
> janji?” lanjut karyawan itu memastikan kepada saya apakah sudah
membuat janji
> atau belum.
>
> Â
>
>
> “Sudah, Mas. Kan Mas
> yang pernah lihat saya datangkan kemarin lalu.” Saya pun
mengingatkannya lagi.
>
>
> Â
>
> Karyawan temapt itu hanya
> tersenyum.
>
> Â
>
>
> Saya lagi-lagi tetap
> menunggu. Menungu nara sumber yang saya akan wawancarai. Namun saat saya
> menunggu ada banyak beberapa orang selain saya yang sedang menunggu.
“Ternyata
> bukan saya saja ya yang sedang menunggu orang yang akan saya
wawancarai. Ada
> orang lain selain saya. Mungkin ini salah satu obat saya sebagai
seorang reporter
> di majalah walau hanya magang yang sesungguhnya. Tetap harus
bersikap profesional.
> Bersabar, tabah dan pantang menyerah.” Akhirnya, saya pun kembali
diingatkan
> oleh keprofesionalisme saya bekerja sebagai reporter. Bagaimana pun
dan kapan
> pun harus tetap bersabar, tabah dan pantang menyerah untuk mengejar nara
> sumber.
>
> Â
>
>
> Akhirnya, selama saya
> menunggu saya mendapatkan buah manis itu. Orang yang akan saya wawancari
> akhirnya datang juga. Saya dapat meliput dan mewawancarinya juga.
>
> Â
>
>
> “Assalamulaikum…”
> seperti biasa ucapan takzim ritual saya terlontar pertama kali.
Itulah ucapan
> saya untuk setiap kali memasuki tempat yang asing bagi saya. Belum saya
> kunjungi apalagi saya jajaki.
>
> Â
>
>
> “Wa’alikumsalam….Silakan
> masuk,” jawab ramah orang yang akan saya wawnacarai.
>
> Â
>
>
> Saya pun senang.
> Bahagia saat orang itu melempar jawaban seperti itu. Menerima saya
dengan ramah
> dan bijak.
>
>
> Â
>
> Singkat kalam,
> tugas saya pun berakhir dengan sukses dan lancar. Saya pun turut
berterima
> kasih kepada nara sumber itu yang sudah mau menerima dan dapat saya
ganggu
> walau sejenak demi tugas saya itu. Walaupun awal dari tugas saya itu
pertama
> kali harus menelan obat yang cukup yang tak enak saya telan. Yakni,
terlalu lama
> saya menunggu. Ya, walaupun semua itu dapat saya tanggulangi dengan
sikap
> profesonalismes saya sebagai reporter magang majalah. Tetap
bersabar, tabah dan
> pantang menyerah demi tugas mulai saya ini.
>
>
>
> Â
>
> Disini saya menunggu….
>
>
> Â
>
> Dan kini saya sudah
> dapat meyelesaikan dan mengerjakan amanah saya sebagai reporter
majalah. Tinggal
> hanya menunggu hasil dari pekerjan saya itu. Apakah amksimal atau
masih ada
> kekurangan tidak. Tapi bagi saya itu
> jadi soal. Sebab saya juga masih taraf belajar dan baru di dunia ini
> sesungguhnya. Tapi satu hal tanpa itu semua: pengalaman dan apa pun
yang saya
> laukan itu menjadi awal titik saya untuk lebih maju di kemudian hari
nantinya.
> Itu juga tak lepas dari berkat do’a orang-orang disekeling saya
yang amat saya
> cintai dan juga yang Maha Pencipta yang sudah menciptakan saya
memberikan karuniaNya
> berupa bakat menulis ini. Dan semua itu…Di sinilah tepatnya untuk saya
> mengingatNya dan menunggu kabar serta tugas selanjutnya nanti yang
saya akan
> lakukan….
>
>
> Â
>
> Ulujami, 06 Agutus 2008
>
> Pukul: 09.45 waktu
> JakartaSaat diteman oleh tembangnya--Rasa Cintamu Rasaku--KerisPatih
Band
>
>
>
>
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
>
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
>
>
>
__________________________________________________________
> Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download
sekarang juga.
> http://id.toolbar.yahoo.com/
>

8.

FW: [sekolah-kehidupan] Re: [0ot]minta ampun pada bandung.

Posted by: "jun an nizami" tinta_mirah@yahoo.co.id   tinta_mirah

Thu Aug 7, 2008 7:25 am (PDT)

Aduh..mpok nov, tararengkyu banget sudah gantiin saya.
Habis dikerjain? Turut berduka cita aja deh..

Salam_mirah

----- Original Message -----
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: [0ot]minta ampun pada bandung.
Date: Thu, 7 Aug 2008 14:10:44
From: novi_ningsih <novi_ningsih@yahoo.com>
To: <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>

maa jun, diampunin :P
tadi udah digantiin sama aku :D
hehehe, abis dikerjain nih sama orang bandung, yang walau udah ketemu
darat (offline) tapi masih juga ketemu langit :P (online juga, hehe)

--- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com , jun an nizami
<tinta_mirah@ ...> wrote:
>
> Untuk sekali lagi(bukan yang kesekian kali) saya minta ampun pada
kawan-kawan di SK bandung.karena saya tidak bisa ikut meRAPATkan
barisan untuk acara launching buku nanti.
> Disebabkan disini tidak ada hujan,jadi saya tidak bisa datang.
> Peace kawan..
> Untuk menebusnya,saya ikhlas tidak di suruh ngapa-ngapain.
> Peace lagi kawan..
>
>
> Salam_mirah: jun nizami
> http://zunannizami. multiply. com
>
>
>
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/
>

__________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

9.

Fw: Sayembara Menulis Surat Cinta

Posted by: "Sari Radityo" sariradityo@yahoo.com.sg   sariradityo

Thu Aug 7, 2008 7:47 am (PDT)

Sayembara Menulis Surat Cinta
True Love Keeps No Secret
Sebuah Surat Cinta Untukmu

Mencintai itu indah. Mencintai itu butuh pengungkapan. Mencintai boleh dilakukan oleh siapa saja. Termasuk kamu yang lagi jatuh cinta atau yang pernah jatuh cinta. Tidak ada larangan untuk mencintai siapa pun atau apa pun.

Sekarang, tuliskan apa yang kamu rasakan, lalu ikuti Sayembara Menulis Surat Cinta GagasMedia. Mau bongkar-bongkar file lama untuk dikirimkan juga boleh, kok. Tapi baca dulu syaratnya, yah….

• Peserta berusia 14-29 tahun.
• Tulisan terdiri atas maksimal 1.500 kata.
• Setiap peserta berhak mengirimkan maksimal dua buah surat cinta.
• Penilaian dalam sayembara ini adalah diksi (pilihan kata), kreativitas, dan cara mengekspresikan perasaan.
• Mengisi serta menyertakan: formulir, pernyataan keaslian karya, dan kesediaan untuk diterbitkan. Bisa didapat di buku Wednesday Letter dan Yakuza Moon yang akan terbit 15 Agustus 2008.
• Tulisan dikirim dalam bentuk print out dan CD Paling lambat 20 September 2008. Tulis: True Love Keeps No Secret di sebelah kiri atas amplop.

Dua puluh lima pemenang akan bersanding dengan para penulis GagasMedia dalam buku kumpulan surat cinta. Masing-masing berhak mendapat hadiah uang sejumlah Rp250.000, paket buku senilai Rp200.000, dan dua buah nomor lepas buku.

Info selengkapnya silahkan kunjungi http://www.belajarngeblogyuk.blogspot.com

 
________________________________
Get the latest celebrity gossip - Yahoo! Singapore Search.

New Email names for you!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/
10a.

[Rilis] Susunan Kabinet SK 2008-2010

Posted by: "Kabinet Eska" kabinet.eska@gmail.com

Thu Aug 7, 2008 10:01 am (PDT)

*Who lives in pineapple under the sea…Sponge Bob Square pants
Absorbent and yellow and porous is he… Sponge Bob Square pants
If nautical nonsenses. Be something you wish …Sponge Bob Square pants
Then drop on the deck. A flop like a fish … Sponge Bob Square pants…*

Sahabat, pernah mendengar lagu itu dinyanyikan pada permulaan pagi dan
menjelang sore? lagu itu diputar di salah satu stasiun Televisi di Indonesia
dan mungkin di seluruh dunia..

Lantas, apa yang saya dapatkan dari lagu tersebut? Lagu yang menjadi *jingle
* sebuah film kartun yang setahun lalu masih sering saya tonton. Namunn
setahun belakangan saya memutuskan untuk berhenti menontonnya, bukan karena
saya mulai merasakan *psicology effect* dari tayangan tersebut, tapi lebih
karena setelah menikah, saya belum memiliki sebuah televisi baru.

*Well*, apa yang sudah saya dapatkan dari tokoh utama dalam film tersebut,
Sponge Bob? Sebuah busa pencuci piring berwarna kuning. Sebuah representasi
dari alat pembersih, pelayan, dan pengabdian. Tapi juga miniatur sosok
pemimpin, yang tekun, teguh, dan pantang menyerah. Sebuah sponge berwarna
kuning.

Sponge Bob yang konyol, sedikit banyak membuat saya bercermin. Spong Bob
yang ceria, jail, nakal, baik hati, egois dan hal-hal unik lainnya membuat
saya terkadang malu. Saya teringat episode dimana Mr, Krab (kepiting) yang
menjadi atasan Soponge Bob, berencana untuk membuka sebuah cabang baru dari
restoran miliknya- The Krusty Crab Restauran- tak jauh dari restauran yang
ada.

Sponge Bob yang dengan pede-nya merasa akan diangkat menjadi menejer di KCR,
karena tau rivalnya dalah Squidward yang digambarkan *self moving* nya
sebagai mahkluk yang lamban, egois, tidak peduli pada ingkungan, dan moody.
Sponge Bob sangat bersemangat mengikuti acara pembukaan itu bahkan kawannya
Patrick Star telah menyiapkan acara khusus untuk merayakan pengangkatan
Sponge Bob menjadi manajer.

Itulah yang terjadi pada saya. Saya yang terkadang over PD, dan sedikit
konyol, sedikit jail, sedikit nakal, sedikit egois, sedikit baik hati, dan
sedikit menabung. Dengan percaya diri menerima amanah yang dititipkan oleh
Sahabat. Mimpi yang dihimpun dengan banyak ekspektasi dan orientasi itu saya
terima dalam lelap tidur saya.

Bahwa saya harus terjaga untuk kemudian menguraikan mimpi-mimpi itu menjadi
kenyataan adalah sebuah keniscayaan. Saya tak dapat lagi menolak. Mimpi
sudah dihimpun, maka saya harus segera terjaga dan mengurai mimpi itu.
Alhamdulillah, nasib saya masih lebih baik daripada Sponge Bob yang hanya
punya satu sahabat karib, Patrick Star sebuah bintang laut, tetangga Sponge
Bob sekaligus kawan dalam suka dan duka Sponge Bob, juga sebagai lakon
"pelengkap penderita" dalam kisah ini tetapi dengan kehadirannya, *life is
more colorful. *

Ya, saya lebih beruntung dari itu, karena ada begitu banyak Sahabat yang
siap membangunkan saya dari mimpi, sahabat yang akan menemani ketika saya
merasa sepi, sahabat yang akan mengingatkan bila saya sedikit mis orientasi.
Dan sahabat yang akan mengingatkan saya untuk mengucap syukur ketika datang
nikmat, mengingatkan untuk istighfar ketika datang khilaf, dan sahabat yang
akan membantu saya mewujudkan mimpi.

: Kabinet SK 2008-2010

*
*

*Bismillahirrohmanirrohim..
*

*SUSUNAN KEPENGURUSAN SEKOLAH KEHIDUPAN
(08 Agustus 2008- 08 Agustus 2010/ 08,08, 2008 - 08, 08, 2010)*

*
*

* *

*DEWAN PENASIHAT*
Ketua : Sinang Bulawan
Staf : Teha Sugiyo, Udo Yamin, Elisa Koraag, Kartina
Haswanto.*
*

*
*

*Dewan Pembina Harian:*
Nursalam AR, Epri Tsaqib, Adjie, Suhadi, Indarwati Harsono,
Syafa'atus Syarifah, Ammy Ramadhania

*
*

*DEWAN PENGURUS*

Ketua Umum : Dani Ardiansyah
Sekretaris Umum : Lia Octavia
Bendahara : Retnadi Nur'aini*
*

*
*

*DEPARTEMEN PENELITIAN & PENGEMBANGAN (LITBANG)*

Ketua : Sismanto
Staff : Budi Magni, Margo, Achi TM, Arya Noor

*
*

*DEPARTEMEN PELATIHAN & SDM*

Ketua : Hadian Febrianto
Staff : Dyah Zakiati, Asma Sembiring, Hendra Jatnika, Levi

*
*

*DEPARTEMEN PENERBITAN DAN KEPUSTAKAAN*

Ketua : Novi Ningsih
Staff : Sinta Nisfuana, ListyaArisanti, Hamasah Putri
*
DEPARTEMEN HUMAS & JARINGAN*

Ketua : Ugik Madyo
Staff : Nia Robiatun, Fiyan Arjun
*Tim Website : Dikdik Andika Ramadhan, Andri Pranolo

*
*

*DEPARTEMEN EVENT ORGANIZER (EO)*

Ketua : Galih
Staff : Dyah DJ, Yayan, Divin Nabh, Ayong, Nana, Siska Lahur

*
*

*DEPARTEMEN MARKETING & PEMBERDAYAAN MILIS:*

Ketua : Yons Revolta
Staff : Arrizki Abidin, April R, Taufiq, Yudi Mulianto**

*
*

*VISI :*

* "Rumah yang nyaman, menyenangkan dan sejahtera untuk semua"*
*(Comfort, fun, and welfare home for all)*

*
MISI :*
1. Kemandirian dan pemberdayaan
2. Produktivitas berkarya
3. Pengembangan kualitas
4. Perluasan basis (massa dan pengaruh)

Depok, 08 Agustus 2008 (00:00 wib)
*Sekolah Kehidupan*

Ketua,

Sekretaris,

Dani Ardiansyah
Lia Octavia

-- *
~ SK: Comfort, fun, and welfare home for all ~*
* www.sekolah-kehidupan.com*
10b.

Re: [Rilis] Susunan Kabinet SK 2008-2010

Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Thu Aug 7, 2008 3:53 pm (PDT)

***********BarokAllah dan Sukses Selalu*********

Tepat banget waktunya Kang Dani, jam 00.00, tanggalnya jg 08-08-08.

jam 00.00, masa : 08-08-08 s/d 08-08-10 ya? praktis dengan angka 0,8,dan
10 :D

***********BarokAllah dan Sukses Selalu***********

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Kabinet Eska"
<kabinet.eska@...> wrote:
>
> *Who lives in pineapple under the sea…Sponge Bob Square pants
> Absorbent and yellow and porous is he… Sponge Bob Square pants
> If nautical nonsenses. Be something you wish …Sponge Bob Square
pants
> Then drop on the deck. A flop like a fish … Sponge Bob Square
pants…*
>
> Sahabat, pernah mendengar lagu itu dinyanyikan pada permulaan pagi dan
> menjelang sore? lagu itu diputar di salah satu stasiun Televisi di
Indonesia
> dan mungkin di seluruh dunia..
>
> Lantas, apa yang saya dapatkan dari lagu tersebut? Lagu yang menjadi
*jingle
> * sebuah film kartun yang setahun lalu masih sering saya tonton.
Namunn
> setahun belakangan saya memutuskan untuk berhenti menontonnya, bukan
karena
> saya mulai merasakan *psicology effect* dari tayangan tersebut, tapi
lebih
> karena setelah menikah, saya belum memiliki sebuah televisi baru.
>
> *Well*, apa yang sudah saya dapatkan dari tokoh utama dalam film
tersebut,
> Sponge Bob? Sebuah busa pencuci piring berwarna kuning. Sebuah
representasi
> dari alat pembersih, pelayan, dan pengabdian. Tapi juga miniatur sosok
> pemimpin, yang tekun, teguh, dan pantang menyerah. Sebuah sponge
berwarna
> kuning.
>
> Sponge Bob yang konyol, sedikit banyak membuat saya bercermin. Spong
Bob
> yang ceria, jail, nakal, baik hati, egois dan hal-hal unik lainnya
membuat
> saya terkadang malu. Saya teringat episode dimana Mr, Krab (kepiting)
yang
> menjadi atasan Soponge Bob, berencana untuk membuka sebuah cabang baru
dari
> restoran miliknya- The Krusty Crab Restauran- tak jauh dari restauran
yang
> ada.
>
> Sponge Bob yang dengan pede-nya merasa akan diangkat menjadi menejer
di KCR,
> karena tau rivalnya dalah Squidward yang digambarkan *self moving* nya
> sebagai mahkluk yang lamban, egois, tidak peduli pada ingkungan, dan
moody.
> Sponge Bob sangat bersemangat mengikuti acara pembukaan itu bahkan
kawannya
> Patrick Star telah menyiapkan acara khusus untuk merayakan
pengangkatan
> Sponge Bob menjadi manajer.
>
> Itulah yang terjadi pada saya. Saya yang terkadang over PD, dan
sedikit
> konyol, sedikit jail, sedikit nakal, sedikit egois, sedikit baik
hati, dan
> sedikit menabung. Dengan percaya diri menerima amanah yang dititipkan
oleh
> Sahabat. Mimpi yang dihimpun dengan banyak ekspektasi dan orientasi
itu saya
> terima dalam lelap tidur saya.
>
> Bahwa saya harus terjaga untuk kemudian menguraikan mimpi-mimpi itu
menjadi
> kenyataan adalah sebuah keniscayaan. Saya tak dapat lagi menolak.
Mimpi
> sudah dihimpun, maka saya harus segera terjaga dan mengurai mimpi itu.
> Alhamdulillah, nasib saya masih lebih baik daripada Sponge Bob yang
hanya
> punya satu sahabat karib, Patrick Star sebuah bintang laut, tetangga
Sponge
> Bob sekaligus kawan dalam suka dan duka Sponge Bob, juga sebagai lakon
> "pelengkap penderita" dalam kisah ini tetapi dengan kehadirannya,
*life is
> more colorful. *
>
> Ya, saya lebih beruntung dari itu, karena ada begitu banyak Sahabat
yang
> siap membangunkan saya dari mimpi, sahabat yang akan menemani ketika
saya
> merasa sepi, sahabat yang akan mengingatkan bila saya sedikit mis
orientasi.
> Dan sahabat yang akan mengingatkan saya untuk mengucap syukur ketika
datang
> nikmat, mengingatkan untuk istighfar ketika datang khilaf, dan sahabat
yang
> akan membantu saya mewujudkan mimpi.
>
> : Kabinet SK 2008-2010
>
> *
> *
>
> *Bismillahirrohmanirrohim..
> *
>
> *SUSUNAN KEPENGURUSAN SEKOLAH KEHIDUPAN
> (08 Agustus 2008- 08 Agustus 2010/ 08,08, 2008 - 08, 08, 2010)*
>
> *
> *
>
> * *
>
> *DEWAN PENASIHAT*
> Ketua : Sinang Bulawan
> Staf : Teha Sugiyo, Udo Yamin, Elisa Koraag, Kartina
> Haswanto.*
> *
>
> *
> *
>
> *Dewan Pembina Harian:*
> Nursalam AR, Epri Tsaqib, Adjie, Suhadi, Indarwati Harsono,
> Syafa'atus Syarifah, Ammy Ramadhania
>
> *
> *
>
> *DEWAN PENGURUS*
>
> Ketua Umum : Dani Ardiansyah
> Sekretaris Umum : Lia Octavia
> Bendahara : Retnadi Nur'aini*
> *
>
> *
> *
>
> *DEPARTEMEN PENELITIAN & PENGEMBANGAN (LITBANG)*
>
> Ketua : Sismanto
> Staff : Budi Magni, Margo, Achi TM, Arya Noor
>
> *
> *
>
> *DEPARTEMEN PELATIHAN & SDM*
>
> Ketua : Hadian Febrianto
> Staff : Dyah Zakiati, Asma Sembiring, Hendra Jatnika,
Levi
>
> *
> *
>
> *DEPARTEMEN PENERBITAN DAN KEPUSTAKAAN*
>
> Ketua : Novi Ningsih
> Staff : Sinta Nisfuana, ListyaArisanti, Hamasah Putri
> *
> DEPARTEMEN HUMAS & JARINGAN*
>
> Ketua : Ugik Madyo
> Staff : Nia Robiatun, Fiyan Arjun
> *Tim Website : Dikdik Andika Ramadhan, Andri Pranolo
>
> *
> *
>
> *DEPARTEMEN EVENT ORGANIZER (EO)*
>
> Ketua : Galih
> Staff : Dyah DJ, Yayan, Divin Nabh, Ayong, Nana, Siska
Lahur
>
> *
> *
>
> *DEPARTEMEN MARKETING & PEMBERDAYAAN MILIS:*
>
> Ketua : Yons Revolta
> Staff : Arrizki Abidin, April R, Taufiq, Yudi
Mulianto**
>
> *
> *
>
> *VISI :*
>
> * "Rumah yang nyaman, menyenangkan dan sejahtera untuk semua"*
> *(Comfort, fun, and welfare home for all)*
>
> *
> MISI :*
> 1. Kemandirian dan pemberdayaan
> 2. Produktivitas berkarya
> 3. Pengembangan kualitas
> 4. Perluasan basis (massa dan pengaruh)
>
>
> Depok, 08 Agustus 2008 (00:00 wib)
> *Sekolah Kehidupan*
>
> Ketua,
>
> Sekretaris,
>
>
> Dani Ardiansyah
> Lia Octavia
>
> -- *
> ~ SK: Comfort, fun, and welfare home for all ~*
> * www.sekolah-kehidupan.com*
>

10c.

Bls: [sekolah-kehidupan] [Rilis] Susunan Kabinet SK 2008-2010

Posted by: "CaturCatriks" akil_catur@yahoo.co.id   akil_catur

Thu Aug 7, 2008 6:37 pm (PDT)

wah akhirnya gak sampai tgl 17 agsts
deklarasi terposting jg hari ini
yup!

sy ucapkan selamat bertugas dan bertugas
selamat bekerja

semoga kabinet ini akan semakin membawa kemeriahan, kenyamanan, dan kebergunaan milis SK

kepada segenap pengurus
ayo, semangatkan semangatmu!

CaturCatriks

Editor - Penulis
http://caturcatriks.blogspot.com

 

--- Pada Jum, 8/8/08, Kabinet Eska <kabinet.eska@gmail.com> menulis:

> : Kabinet SK 2008-2010
>
> *
> *
>
> *Bismillahirrohmanirrohim..
> *
>
> *SUSUNAN KEPENGURUSAN SEKOLAH KEHIDUPAN
> (08 Agustus 2008- 08 Agustus 2010/ 08,08, 2008 - 08, 08,
> 2010)*
>
> *
> *
>
> * *
>
> *DEWAN PENASIHAT*
> Ketua : Sinang Bulawan
> Staf : Teha Sugiyo, Udo Yamin, Elisa
> Koraag, Kartina
> Haswanto.*
> *
>
> *
> *
>
> *Dewan Pembina Harian:*
> Nursalam AR, Epri Tsaqib, Adjie, Suhadi, Indarwati Harsono,
> Syafa'atus Syarifah, Ammy Ramadhania
>
> *
> *
>
> *DEWAN PENGURUS*
>
> Ketua Umum : Dani Ardiansyah
> Sekretaris Umum : Lia Octavia
> Bendahara : Retnadi Nur'aini*
> *
>
> *
> *
>
> *DEPARTEMEN PENELITIAN & PENGEMBANGAN (LITBANG)*
>
> Ketua : Sismanto
> Staff : Budi Magni, Margo, Achi TM, Arya
> Noor
>
> *
> *
>
> *DEPARTEMEN PELATIHAN & SDM*
>
> Ketua : Hadian Febrianto
> Staff : Dyah Zakiati, Asma Sembiring, Hendra
> Jatnika, Levi
>
> *
> *
>
> *DEPARTEMEN PENERBITAN DAN KEPUSTAKAAN*
>
> Ketua : Novi Ningsih
> Staff : Sinta Nisfuana, ListyaArisanti,
> Hamasah Putri
> *
> DEPARTEMEN HUMAS & JARINGAN*
>
> Ketua : Ugik Madyo
> Staff : Nia Robiatun, Fiyan Arjun
> *Tim Website : Dikdik Andika Ramadhan, Andri Pranolo
>
> *
> *
>
> *DEPARTEMEN EVENT ORGANIZER (EO)*
>
> Ketua : Galih
> Staff : Dyah DJ, Yayan, Divin Nabh, Ayong,
> Nana, Siska Lahur
>
> *
> *
>
> *DEPARTEMEN MARKETING & PEMBERDAYAAN MILIS:*
>
> Ketua : Yons Revolta
> Staff : Arrizki Abidin, April R, Taufiq,
> Yudi Mulianto**
>
> *
> *
>
> *VISI :*
>
> * "Rumah yang nyaman, menyenangkan dan sejahtera untuk
> semua"*
> *(Comfort, fun, and welfare home for all)*
>
> *
> MISI :*
> 1. Kemandirian dan pemberdayaan
> 2. Produktivitas berkarya
> 3. Pengembangan kualitas
> 4. Perluasan basis (massa dan pengaruh)
>
>
> Depok, 08 Agustus 2008 (00:00 wib)
> *Sekolah Kehidupan*
>
> Ketua,
>
> Sekretaris,
>
>
> Dani Ardiansyah
> Lia Octavia
>
> -- *
> ~ SK: Comfort, fun, and welfare home for all ~*
> * www.sekolah-kehidupan.com*

__________________________________________________________
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

10d.

Re: Susunan Kabinet SK 2008-2010

Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Thu Aug 7, 2008 7:51 pm (PDT)

*********
8 Langkah
<http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/message/21383> Dani
Ardiansyah
L antunkan ia dengan Octav 8 tangga nada
Hari ini semua telah syah
Lambai(k)an kalender 08-08-08
Dengan azzam di dada
SELAMATTT
********
Sahabat
(yang sambil jingkrak-jingkrak) :D

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, CaturCatriks <akil_catur@...>
wrote:
>
> wah akhirnya gak sampai tgl 17 agsts
> deklarasi terposting jg hari ini
> yup!
>
> sy ucapkan selamat bertugas dan bertugas
> selamat bekerja
>
> semoga kabinet ini akan semakin membawa kemeriahan, kenyamanan, dan
kebergunaan milis SK
>
> kepada segenap pengurus
> ayo, semangatkan semangatmu!
>
>
>
> CaturCatriks
>
> Editor - Penulis
> http://caturcatriks.blogspot.com
>
>
>
>
>
> --- Pada Jum, 8/8/08, Kabinet Eska kabinet.eska@... menulis:
>
> > : Kabinet SK 2008-2010
> >
> > *
> > *
> >
> > *Bismillahirrohmanirrohim..
> > *
> >
> > *SUSUNAN KEPENGURUSAN SEKOLAH KEHIDUPAN
> > (08 Agustus 2008- 08 Agustus 2010/ 08,08, 2008 - 08, 08,
> > 2010)*
> >
> > *
> > *
> >
> > * *
> >
> > *DEWAN PENASIHAT*
> > Ketua : Sinang Bulawan
> > Staf : Teha Sugiyo, Udo Yamin, Elisa
> > Koraag, Kartina
> > Haswanto.*
> > *
> >
> > *
> > *
> >
> > *Dewan Pembina Harian:*
> > Nursalam AR, Epri Tsaqib, Adjie, Suhadi, Indarwati Harsono,
> > Syafa'atus Syarifah, Ammy Ramadhania
> >
> > *
> > *
> >
> > *DEWAN PENGURUS*
> >
> > Ketua Umum : Dani Ardiansyah
> > Sekretaris Umum : Lia Octavia
> > Bendahara : Retnadi Nur'aini*
> > *
> >
> > *
> > *
> >
> > *DEPARTEMEN PENELITIAN & PENGEMBANGAN (LITBANG)*
> >
> > Ketua : Sismanto
> > Staff : Budi Magni, Margo, Achi TM, Arya
> > Noor
> >
> > *
> > *
> >
> > *DEPARTEMEN PELATIHAN & SDM*
> >
> > Ketua : Hadian Febrianto
> > Staff : Dyah Zakiati, Asma Sembiring, Hendra
> > Jatnika, Levi
> >
> > *
> > *
> >
> > *DEPARTEMEN PENERBITAN DAN KEPUSTAKAAN*
> >
> > Ketua : Novi Ningsih
> > Staff : Sinta Nisfuana, ListyaArisanti,
> > Hamasah Putri
> > *
> > DEPARTEMEN HUMAS & JARINGAN*
> >
> > Ketua : Ugik Madyo
> > Staff : Nia Robiatun, Fiyan Arjun
> > *Tim Website : Dikdik Andika Ramadhan, Andri Pranolo
> >
> > *
> > *
> >
> > *DEPARTEMEN EVENT ORGANIZER (EO)*
> >
> > Ketua : Galih
> > Staff : Dyah DJ, Yayan, Divin Nabh, Ayong,
> > Nana, Siska Lahur
> >
> > *
> > *
> >
> > *DEPARTEMEN MARKETING & PEMBERDAYAAN MILIS:*
> >
> > Ketua : Yons Revolta
> > Staff : Arrizki Abidin, April R, Taufiq,
> > Yudi Mulianto**
> >
> > *
> > *
> >
> > *VISI :*
> >
> > * "Rumah yang nyaman, menyenangkan dan sejahtera untuk
> > semua"*
> > *(Comfort, fun, and welfare home for all)*
> >
> > *
> > MISI :*
> > 1. Kemandirian dan pemberdayaan
> > 2. Produktivitas berkarya
> > 3. Pengembangan kualitas
> > 4. Perluasan basis (massa dan pengaruh)
> >
> >
> > Depok, 08 Agustus 2008 (00:00 wib)
> > *Sekolah Kehidupan*
> >
> > Ketua,
> >
> > Sekretaris,
> >
> >
> > Dani Ardiansyah
> > Lia Octavia
> >
> > -- *
> > ~ SK: Comfort, fun, and welfare home for all ~*
> > * www.sekolah-kehidupan.com*
>
>
>
__________________________________________________________\
___
> Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang
juga.
> http://id.toolbar.yahoo.com/
>

11.

mohon masukannya

Posted by: "Sastra Jingga" jinggasastra@yahoo.co.id   jinggasastra

Thu Aug 7, 2008 3:53 pm (PDT)



________________________________
Yana S. Atmawiharja [ Jinggasastra]

________________________________

Sebuah kisah bersambung...[1]

Hancurnya kota barat membawa aku pada limbungnya angin pengembaraan. Aku jadi sering ke Makkah,Himalaya, bahkan ke Surga.
Pernah suatu ketika aku bertemu iblis cinta yang menggapai-gapai wangi Firdaus.
"Apa yang kau lakukan wahai Iblis?"
"Enak saja kau memanggilku iblis, iblis itu jahat sedangkan aku sesuatu yang baik".
"Sesuatu yang baik? Jadi kau bukan iblis?" Tanyaku heran?
"Memangnya kau pernah bertemu iblis sebelumnya?"

__________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
12.

"Ruang Lengang" Epri Tsaqib di STSI Bandung

Posted by: "Wildan Nugraha" wildanugraha@yahoo.com   wildanugraha

Thu Aug 7, 2008 3:53 pm (PDT)

"Ruang Lengang" Epri Tsaqib di STSI Bandung

FLP Bandung bekerja sama dengan Daunjati, menggelar peluncuran buku puisi "Ruang Lengang" Epri Tsaqib dan diskusi 9 Agustus 2008 pukul 14.00 WIB-selesai, bertempat di Studio Teater STSI Jln. Buahbatu No. 212, Bandung. Pembicara diskusi Cecep Syamsul Hari dan Soni Farid Maulana, dengan moderator Yopi Setia Umbara. Acara ini dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Semi Ikra Anggara, Ana Bilqis, Heri Maja Kelana, Faisal Syahreza, musikalisasi puisi Kapak Ibrahim, dll. ***

13a.

PEREMPUAN & KARIER

Posted by: "Babel Satuge" babel_satuge@yahoo.co.id   babel_satuge

Thu Aug 7, 2008 3:55 pm (PDT)

LIHAT FILE

TANGGAPAN: PEREMPUAN & KARIER;
Assalamu'alaikum wr. wb,

Saya seorang ibu umur 49 tahun, saya kerja mulai umur 21 tahun sebagai Telepon Operator, Receptionist dan Purchasing selama kurang lebih 5 tahun, terakhir sebagai Sekretaris selama 22 tahun.

Saya  memutuskan berhenti bekerja karena saya sadar bahwa tugas seorang Ibu adalah mendidik anak-anaknya, walaupun sadarnya saya sudah terlambat...... tapi saya memberanikan diri untuk mengambil keputusan berhenti bekerja karena saya ingin mendidik anak-anak saya.

Bangsa ini menjadi bobrok karena anak-anaknya di didik oleh pembantu (yang kurang berpendidikan). Bagi saya "Perempuan" wajib sekolah dan mencari ilmu setinggi-tingginya untuk mendidik anak-anaknya,  bukan untuk mencari nafkah ! Coba kalau ibu-ibu yang berpendidikan, yang sudah sekolah tinggi mau mengasuh dan mendidik anaknya sendiri sewaktu masih balita..... wow....  hasilnya akan lebih bagus dibanding dengan didikan pembantu.

Waktu saya akan memutuskan berhenti bekerja memang beraaat sekali, berat karena income pasti berkurang.... sehingga saya punya pikirkan wah.... nanti keuangan rumah tangga bagaimana ya kalau saya berhenti? Tapi pertanyaan itu sudah bisa jawab bahwa..... rejeki itu Allah yang mengatur, manusia berusaha tapi Allah yang menentukan.

Saya punya pemikiran tentang "rejeki" begini...... rejeki itu kan Allah yang kasih dan Allah sudah atur..... (maaf kalau salah, karena ini pendapat saya sendiri, yang saya pakai untuk memantapkan diri saya dalam mengambil keputusan berhenti bekerja). Jadi.....yang ada dalam benak saya.....bahwa rejeki keluarga sudah diatur oleh Allah, jadi kalau saya dan suami bekerja  dapat penghasilan 10 juta (misalnya saya dapat 5 juta, suami juga 5 juta) tapi setelah saya berhenti bekerja saya tidak dapat apa-apa, tapi suami saya akan dapat 10 juta, jadi rejeki yang masuk kedalam keluarga tetap saja, mau yang bekerja satu orang atau dua orang tetap saja hasilnya sama. Saya yakinkan betul pendapat saya, sehingga saya berani berhenti bekerja.

Didalam Islam Ibu itu kan guru bagi anak-anaknya, nah......ilmu ini pun baru saya dapat setelah saya tua, mangkanya saya jadi bingung...... wah... berarti seorang ibu harus bisa mendidik anaknya sendiri...... bukan mencari nafkah!

Alhamdulillah setelah saya berhenti bekerja, tidak ada masalah keuangan di dalam rumah tangga, semuanya berjalan seperti biasanya walau saya sudah berhenti bekerja, artinya rejeki dalam satu keluarga sudah Allah atur semuanya, jangan takut miskin....jangan takut tidak bisa makan.... semua sudah diatur olah Allah! Yang harus Ibu-Ibu takutkan adalah bagaimana peran Ibu sebagai guru bagi anak-anaknya di rumah, sudah berhasilkah mendidik anak-anaknya dengan benar?

Ayo..... kembalikan kepada tugas masing-masing......... ibu-ibu menjadi guru di rumah, bapak-bapak mencari nafkah. Insya Allah anak-anak kita akan menjadi soleh berakhlak mulia. Kalau akhlak anak-anak sudah benar, insya Allah akan menjadi pemimpin yang benar dan jujur!

Mohon maaf, saya kurang bisa menuangkan dalam bentuk tulisan. Ohya saya berhenti bekerja awal tahun 2008. Dan saya sangat bahagia dan sangat menikmati hidup ini sebagai seorang ibu ...........

__________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
13b.

Re: PEREMPUAN & KARIER

Posted by: "Ain Nisa" jurnalcahaya@yahoo.com   jurnalcahaya

Thu Aug 7, 2008 8:49 pm (PDT)

subhanallah, senang sekali melihat optimisme dalam tulisan ini
benar, ibu adalah madrasah ruhani pertama bagi anak-anaknya
dan soal rezeki, rezeki tak selalu berbentuk uang bukan?
pilihan untuk membesarkan anak-anak dengan tangan sendiri, bukankah itu juga rizki,
yang mungkin tak bisa dinilai dengan uang
semua ini masalah pilihan.
selamat ya Ibu...

----- Original Message ----
From: Babel Satuge <babel_satuge@yahoo.co.id>
To: sa-roha@yahoogroups.com; sabah-classifieds@yahoogroups.com; sabili@yahoogroups.com; Sabili-Community@yahoogroups.com; sabili-net@yahoogroups.com; sabtuminggu@yahoogroups.com; sahabat_oriflame@yahoogroups.com; sahabatinteraktif@yahoogroups.com; Salafi-Indonesia@yahoogroups.com; saluran-uang@yahoogroups.com; sambilan_jadi_kaya@yahoogroups.com; sang-pemenang-subscribe@yahoogroups.com; sanggar-cantrik@yahoogroups.com; santan_segar@yahoogroups.com; santri-3in1@yahoogroups.com; sapinahgroup@yahoogroups.com; sarikata@yahoogroups.com; sbobet_fans@yahoogroups.com; ScoreA2U@yahoogroups.com; scorev@yahoogroups.com; sdmlist@yahoogroups.com; sedarlah@yahoogroups.com; SEFT@yahoogroups.com; sekoetoe_99ers@yahoogroups.com; sekolah-kehidupan@yahoogroups.com; seks_boleh@yahoogroups.com; seks_groups@yahoogroups.com; seks_melayu2@yahoogroups.com; seks_menyimpang@yahoogroups.com; seks-suami-isteri@yahoogroups.com; seksbebasclub@yahoogroups.com
Sent: Thursday, August 7, 2008 11:52:09 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] PEREMPUAN & KARIER

LIHAT FILE
TANGGAPAN: PEREMPUAN & KARIER;
Assalamu'alaikum wr. wb,

Saya seorang ibu umur 49 tahun, saya kerja mulai umur 21 tahun sebagai Telepon Operator, Receptionist dan Purchasing selama kurang lebih 5 tahun, terakhir sebagai Sekretaris selama 22 tahun.

Saya memutuskan berhenti bekerja karena saya sadar bahwa tugas seorang Ibu adalah mendidik anak-anaknya, walaupun sadarnya saya sudah terlambat... .. tapi saya memberanikan diri untuk mengambil keputusan berhenti bekerja karena saya ingin mendidik anak-anak saya.

Bangsa ini menjadi bobrok karena anak-anaknya di didik oleh pembantu (yang kurang berpendidikan) . Bagi saya "Perempuan" wajib sekolah dan mencari ilmu setinggi-tingginya untuk mendidik anak-anaknya, bukan untuk mencari nafkah ! Coba kalau ibu-ibu yang berpendidikan, yang sudah sekolah tinggi mau mengasuh dan mendidik anaknya sendiri sewaktu masih balita...... wow.... hasilnya akan lebih bagus dibanding dengan didikan pembantu.

Waktu saya akan memutuskan berhenti bekerja memang beraaat sekali, berat karena income pasti berkurang... . sehingga saya punya pikirkan wah..... nanti keuangan rumah tangga bagaimana ya kalau saya berhenti? Tapi pertanyaan itu sudah bisa jawab bahwa..... rejeki itu Allah yang mengatur, manusia berusaha tapi Allah yang menentukan.

Saya punya pemikiran tentang "rejeki" begini...... rejeki itu kan Allah yang kasih dan Allah sudah atur...... (maaf kalau salah, karena ini pendapat saya sendiri, yang saya pakai untuk memantapkan diri saya dalam mengambil keputusan berhenti bekerja). Jadi.....yang ada dalam benak saya.....bahwa rejeki keluarga sudah diatur oleh Allah, jadi kalau saya dan suami bekerja dapat penghasilan 10 juta (misalnya saya dapat 5 juta, suami juga 5 juta) tapi setelah saya berhenti bekerja saya tidak dapat apa-apa, tapi suami saya akan dapat 10 juta, jadi rejeki yang masuk kedalam keluarga tetap saja, mau yang bekerja satu orang atau dua orang tetap saja hasilnya sama. Saya yakinkan betul pendapat saya, sehingga saya berani berhenti bekerja.

Didalam Islam Ibu itu kan guru bagi anak-anaknya, nah......ilmu ini pun baru saya dapat setelah saya tua, mangkanya saya jadi bingung..... . wah... berarti seorang ibu harus bisa mendidik anaknya sendiri..... . bukan mencari nafkah!

Alhamdulillah setelah saya berhenti bekerja, tidak ada masalah keuangan di dalam rumah tangga, semuanya berjalan seperti biasanya walau saya sudah berhenti bekerja, artinya rejeki dalam satu keluarga sudah Allah atur semuanya, jangan takut miskin....jangan takut tidak bisa makan.... semua sudah diatur olah Allah! Yang harus Ibu-Ibu takutkan adalah bagaimana peran Ibu sebagai guru bagi anak-anaknya di rumah, sudah berhasilkah mendidik anak-anaknya dengan benar?

Ayo..... kembalikan kepada tugas masing-masing. ........ ibu-ibu menjadi guru di rumah, bapak-bapak mencari nafkah. Insya Allah anak-anak kita akan menjadi soleh berakhlak mulia. Kalau akhlak anak-anak sudah benar, insya Allah akan menjadi pemimpin yang benar dan jujur!

Mohon maaf, saya kurang bisa menuangkan dalam bentuk tulisan. Ohya saya berhenti bekerja awal tahun 2008. Dan saya sangat bahagia dan sangat menikmati hidup ini sebagai seorang ibu ...........

________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com..

14a.

(Puisi) Bilik Surga

Posted by: "Ain Nisa" jurnalcahaya@yahoo.com   jurnalcahaya

Thu Aug 7, 2008 7:58 pm (PDT)

Bilik Surga

adakah seharusnya jari yang berdzikir menjadi tercela
hanya karena tak ada gemerincing perhiasan di atasnya
adakah seharusnya kepala yang bersujud tiap malam itu menjadi cemas
hanya karena kopiahnya tak bersulamkan emas
adakah seharusnya para wanita yang berhijab panjang dan bercadar itu ditertawakan
hanya karena ia tak membawa nuansa kemewahan

seperti halnya kain sutera tak akan mampu melindungi hati yang durhaka
pakaian sederhana pun pasti tak kuasa menahan laju jiwa yang bercahaya
yang ketika kau tengok ke dalamnya
ada bilik surga disana

14b.

Re: (Puisi) Bilik Surga

Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com

Thu Aug 7, 2008 8:15 pm (PDT)

bukan mahkota dan tahta yang ditanyakan malaikat penjaga syurga
atau sedu sedan dan tertawa penguasa
cukup muka yang berkilau
cukup dari situ kesederhanaan di mulai
dengan usapan air suci di setiap waktu yang 5
di setiap hela nafas zikir menyebutNya

-wah puisi dirimuh membuat aku merinding mba ain-

salam,
nia
(yang lagi suka sama ke-simple-an)

Pada 8 Agustus 2008 09:57, Ain Nisa <jurnalcahaya@yahoo.com> menulis:

> Bilik Surga
>
> adakah seharusnya jari yang berdzikir menjadi tercela
> hanya karena tak ada gemerincing perhiasan di atasnya
> adakah seharusnya kepala yang bersujud tiap malam itu menjadi cemas
> hanya karena kopiahnya tak bersulamkan emas
> adakah seharusnya para wanita yang berhijab panjang dan bercadar itu
> ditertawakan
> hanya karena ia tak membawa nuansa kemewahan
>
> seperti halnya kain sutera tak akan mampu melindungi hati yang durhaka
> pakaian sederhana pun pasti tak kuasa menahan laju jiwa yang bercahaya
> yang ketika kau tengok ke dalamnya
> ada bilik surga disana
>
>
>
14c.

Re: (Puisi) Bilik Surga

Posted by: "Ain Nisa" jurnalcahaya@yahoo.com   jurnalcahaya

Thu Aug 7, 2008 8:35 pm (PDT)

yang bikin merinding justru puisimu nia,
ngebayangin apa rasanya nanti ketika tiba hari kita ditanya malaikat...
(whuaaa...blm siap!)
seru juga ya saling ngelanjutin puisi gini
ada yang lain yang mau coba?

----- Original Message ----
From: Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Friday, August 8, 2008 10:15:45 AM
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] (Puisi) Bilik Surga

bukan mahkota dan tahta yang ditanyakan malaikat penjaga syurga
atau sedu sedan dan tertawa penguasa
cukup muka yang berkilau
cukup dari situ kesederhanaan di mulai
dengan usapan air suci di setiap waktu yang 5
di setiap hela nafas zikir menyebutNya

-wah puisi dirimuh membuat aku merinding mba ain-

salam,
nia
(yang lagi suka sama ke-simple-an)

Pada 8 Agustus 2008 09:57, Ain Nisa <jurnalcahaya@ yahoo.com> menulis:

Bilik Surga

adakah seharusnya jari yang berdzikir menjadi tercela
hanya karena tak ada gemerincing perhiasan di atasnya
adakah seharusnya kepala yang bersujud tiap malam itu menjadi cemas
hanya karena kopiahnya tak bersulamkan emas
adakah seharusnya para wanita yang berhijab panjang dan bercadar itu ditertawakan
hanya karena ia tak membawa nuansa kemewahan

seperti halnya kain sutera tak akan mampu melindungi hati yang durhaka
pakaian sederhana pun pasti tak kuasa menahan laju jiwa yang bercahaya
yang ketika kau tengok ke dalamnya
ada bilik surga disana

15.

FW: [sekolah-kehidupan] mohon masukannya

Posted by: "jun an nizami" tinta_mirah@yahoo.co.id   tinta_mirah

Thu Aug 7, 2008 8:11 pm (PDT)

Ok..bro.selamat datang di sekolah kehidupan.terlepas dari obrolan kita,tak perlulah di besar2kan. Harusnya anda bangga dengan jalan berangkat ke dalam sastra dengan melalui sekolah,bukan malah menutupinya. Saya pun iri ingin sekolah seperti anda.
Sebagai kuli,Saya hanya bisa memenuhi panggilan sastra..karena saya memang mencintainya.
Mungkin itu yang anda sebut,
&quot; itulah hakikat sastra,kemurnian sastra.mas seharusnya lebih berbangga!&quot; itu katamu semalam.
Tapi,entahlah apa saya harus lebih berbangga dari anda yang memenuhi panggilan sastra dengan jalan yang lebih teratur(baca: sekolah).
Itulah manusia..hanya saling menerka.

Ok..mengalirlah seadanya bersama sastra.meski jalan kita untuk menujunya berbeda,tapi jangan lupa mmbaginya bersama saya.
Semoga kita bisa bertemu bersama di muara cinta.muara sastra.

Salam_mirah : jun nizami.

----- Original Message -----
Subject: [sekolah-kehidupan] mohon masukannya
Date: Thu, 7 Aug 2008 19:07:08
From: Sastra Jingga <jinggasastra@yahoo.co.id>
To: <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>

  Y ana S. Atmawiharja [ Jinggasastra ] Sebuah kisah bersambung.. . [1] Hancurnya kota barat membawa aku pada limbungnya angin pengembaraan. Aku jadi sering ke Makkah,Himalaya, bahkan ke Surga. Pernah suatu ketika aku bertemu iblis cinta yang menggapai-gapai wangi Firdaus. "Apa
yang kau lakukan wahai Iblis?" "Enak saja kau memanggilku iblis, iblis itu jahat sedangkan aku sesuatu yang baik". "Sesuatu yang baik? Jadi kau bukan iblis?" Tanyaku heran? "Memangnya kau pernah bertemu iblis sebelumnya?"
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

__________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

16.

kata Rose

Posted by: "Lily Ceria" lilyceria@yahoo.co.id   lilyceria

Thu Aug 7, 2008 8:11 pm (PDT)

“You can complain because roses have thorns, or you can rejoice because thorns have roses” ~Zig Ziglar
“Anda bisa mengeluh karena bunga mawar berduri, atau anda bisa bergirang karena duri memiliki bunga mawar.”

sapa
yg suka roses?Hm...Saya sangat suka:), O...kamu ga suka rose yah?
Gpp,masih ada bunga lily yg tak kalah cantik dan indah. Hm...
Bebas tentukan pilìhan sesuka hatimu!^^

Ya,hidup memang selalu menyangkut pilihan dan yg tak kalah penting adalah tentang sudut pandang atau perspektif.

kata2 mutiara d atas,jelas sekali ada 2 perspektif terhadap sesuatu dgn objek yg sama.
Dan
jika d hub kan dgn keseharian yg kt alami, kt sudah bs
memperkirakannya bahwa kt bs memilih bersyukur lalu berbahagia atau
mengeluh lalu bersedìh.

Apapun keadaan kt hr ini,siapapun kt
ini,sebagai apapun kt,kt pasti akan bs bersyukur,seperti durinya Rose.
Dan kt juga bs jadi Rose yg memberikan keindahan. Atau bersedih seperti
mawar yg hanya memikirkan duri.

Jika d amati secara jeli,semuanya jd amal kebaikan,jd ibadah.

Dan
ini selaras sekali dgn pesan kitabsuci kita,kalo kt d ciptakan hanya
u/beribadah,karena ternyata emang Allah sudah fasilitasi semua ini
u/beribadah pada Nya. Dalam semua hal!

Begitulah Roses, yg cantik dan berduri. Makasìh dulu atuh sama Allah yg sdh ciptakan Rose. Alhamdulillah.

Ayo jadinya mau pilih yang mana? Dipilih dipilih dipilih^^

Mulailah selalu dr niat,niat u/ibadah pada Nya!. Wallohu a'lam.

**pilih enjoy dan syukur ajah,walau belum d pilìh d persuntingnya he he (ngaco d on-in)

Best Regards,
Lily

PT.PULAU INTAN LESTARI
knitting and dyeing finishing
Jl. Interchange Tol Dawuan No 8 Dawuan Tengah
Cikampek - Jawa Barat 41373 INDONESIA
Phone : 0264 - 310125 Fax.0264 - 310124
Email : lily@pulauintanlestari.com

__________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
17a.

For Sale: Buku Menggenggam Cahaya - Antologi Puisi dan Kisah Inspira

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Thu Aug 7, 2008 9:25 pm (PDT)

*FOR SALE

*
*Judul* : MENGGENGGAM CAHAYA - ANTOLOGI PUISI DAN KISAH INSPIRATIF
Sebuah Persembahan Cinta Antologi Sekolah Kehidupan

*Penulis* : Komunitas SekolahKehidupan.com

*Cetakan* : Pertama, Juli 2008

*Penerbit* : Sekolah Kehidupan

*Tebal* : 190 halaman

*Harga* : Rp. 30,000/buah (belum termasuk ongkos kirim)

Dalam proses pembelajaran diri para insan yang arif dalam menjalani
kehidupannya di dunia ini, penuh dengan berbagai warna, berbagai kisah,
berbagai tantangan, berbagai pengalaman, yang penuh hikmah di baliknya, yang
hanya bisa dilihat melalui hati dan jiwa yang bening. Jiwa yang senantiasa
diliputi oleh cahaya Tuhan. Cahaya yang senantiasa tergenggam dalam setiap
niat dan usaha. Cahaya yang menggulirkan cinta. Karena hidup adalah
anugerah, hidup adalah kesempatan, hidup adalah cinta.

Semangat berkarya dan beramal yang telah mengilhami para anggota komunitas
Sekolahkehidupan.com untuk menerbitkan karya-karya sahabat SK/MPers/Netters
yang berserakan di dunia maya.

Buku yang merangkum 19 kisah inspiratif dan 31 puisi yang ditulis oleh
sebagian besar anggota komunitas Sekolahkehidupan.com merupakan salah satu
ruang untuk mengambil hikmah-hikmah yang tersembunyi dalam setiap peristiwa
kehidupan dan mengambil pelajaran daripadanya.

"Buku ini bukan hanya inspiratif,
tapi juga menyemai banyak motivasi dan perenungan.
Tak salah bila disebut Sekolah Kehidupan"

*(Melvy Yendra, penulis, editor, scriptwriter)*

"Hidup adalah suatu rangkaian proses yang berulang. Dari satu generasi ke
generasi, mulai dari terciptanya dunia, serta Adam dan Hawa. Selama dunia
belum kiamat, maka sekolah kehidupan akan tetap ada. Tinggal kita saja yang
harus menentukan. Ingin memanfaatkannya atau tidak."

*(Sinang Bulawan, The Founder)*

********

Buku "Menggenggam Cahaya" yang keuntungan penjualannya akan disumbangkan
untuk amal melalui Yayasan Portal Infaq ini dapat dipesan dan dibeli secara
online melalui:

1) Epri Tsaqib melalui Gerai Buku Online di www.geraibuku.com atau via email
geraibuku@ gmail.com, atau sms di 08161123323

ATAU

2) Lia via email antologi_sk@ yahoo.com atau sms di 08128146426

(Untuk menghindari double pesanan, mohon untk menghubungi salah satu contact
person saja)
Dengan menyebutkan jumlah buku yang dipesan dan alamat lengkap pengiriman.
Daftar ongkos kirim ke berbagai kota di Indonesia dapat dilihat pada website
TIKI di www.tikijne.co.id

Pembayaran (harga buku ditambah ongkos kirim) dapat ditransfer melalui
rekening:
Nama : Endah Widayati
No. rek : 0080346719
Bank : BCA

atau

Nama : Dani Ardiansyah
No. rek : 6007006333
Bank : Bank Syariah Mandiri (BSM)

atau

Nama : Epri Abdurrahman Rafi
No. rek : 301 044 6022
Bank : Bank Muamalat

Buku-buku akan dikirimkan ke alamat pemesan setelah konfirmasi pembayaran
diterima.

Konfirmasi pembayaran dapat langsung dikirim via sms ke Dani Ardiansyah di
085694771764 atau di fax ke 021-6009305 atau dikirim via email ke
antologi_sk@ yahoo.com

Salam
Team Buku Antologi Sekolah Kehidupan
Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Real Food Group

Share recipes,

restaurant ratings

and favorite meals.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: