Jumat, 08 Agustus 2008

[daarut-tauhiid] Dua Hak Atas Hamba-Nya

Dua Hak Atas Hamba-Nya

Sumber dari : http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content
<http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content&cat=2&id=8945> &cat=2&id=8945

Allah memiliki dua hak atas hamba-Nya yang tidak bisa dipisahkan:

PERTAMA, perintah dan larangan-Nya yang merupakan dua hak-Nya yang paling
murni.
KEDUA, syukur terhadap nikmat yang Dia karuniakan.

Allah menuntut hamba untuk bisa mensyukuri nikmat-Nya dan mengerjakan
perintah-Nya. Sayang, kenyataannya banyak sekali orang yang malah melalaikan
kewajiban, padahal mereka membutuhkan maaf dan ampunan Allah. Kalau dia
tidak menyadari itu, niscaya dia termasuk orang yang rusak.

Setiap orang yang memahami hakikat agama Allah niscaya kepekaannya terhadap
berbagai kewajiban dan keinsyafannya terhadap kecerobohannya lebih kuat.
Agama bukan hanya meninggalkan semua perkara haram yang tampak, tetapi harus
diimbangi dengan mengerjakan berbagai perintah yang disenangi Allah. Akan
tetapi, kebanyakan pemeluk agama tidak melakukan sesuatu kecuali mengikuti
yang umum yang berlaku dikalangan masyarakat.

Jihad memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari keburukan (amar ma'ruf
nahi munkar), menyampaikan nasihat Allah dan Rasulullah SAW kepada ummat
manusia, dan menolong Allah, Rasulullah SAW, agama dan kitab-Nya adalah
aneka kewajiban yang tidak pernah terlintas di benak mereka, apalagi
mengerjakannya. Orang yang paling dangkal kadar agamanya dan dibenci Allah
adalah yang tidak mengerjakan semua kewajiban ini, walaupun ia berlaku zuhud
terhadap semua isi dunia.

Sedikit sekali kamu lihat mereka mau menghadapkan wajahnya kepada Allah,
memperlihatkan kemarahan kalau kehormatan Allah diganggu dan mengabdikan
jiwa raganya untuk menolong agama Allah. Orang yang banyak mengerjakan
dosa-dosa besar lebih dicintai Allah daripada mereka ini. Abu 'Umar dan
selainnya menyebutkan: Allah memerintahkan malaikat untuk melebur penghuni
sebuah desa. Malaikat bertanya: "Wahai Tuhanku, didalamnya ada fulan yang
ahli ibadah dan zuhud?" Allah berfirman: "Cepat mulailah dan perdengarkanlah
kepada-Ku suaranya, karena dia tidak pernah punya kepekaan terhadap agama
ini seharipun."

Satu atau segenap amal kebaikan yang pahalanya besar tidak ada yang bisa
mengimbangi satu nikmatpun. Karena sesungguhnya nikmat Allah itu jauh lebh
banyak dan lebih besar. Nikmat yang paling kecil saja bisa menyertai semua
amal kebaikan. Maka dalam hal seorang hamba harus terus menerus
memperhatikan semua hak Allah.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Hajjaj, dari Jarir bin Hazim, dari Wahab yang
menuturkan bahwa Nabi Musa pernah bertemu dengan seorang laki-laki yang
berdoa dan merendahkan dirinya kepada Allah. Musa berdoa: Wahai Tuhan,
rahmatilah dia karena aku menyayanginya." Allah mewahyukan: Kalaupun dia
berdoa kepada-Ku samapai lemas, Aku tidak akan pernah mengabulkan doanya
sebelum dia menunaikan hak-Ku."

Hamba yang mampu memanjatkan syukur atas nikmat-Nya dan mengerjakan
kewajiban sama sekali tidak pernah meninggalkan kebaikan. Tidak ada yang
bisa mendekatkan dirinya kepada rahmat Allah kecuali dia mengerjakan dua hal
ini: memanjatkan syukur dan mengerjakan kewajiban Allah."

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Yahoo! Groups

Stay healthy

and discover other

people who can help.

Learn to live

a full life with these

healthy living

groups on Yahoo!

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: