Selasa, 20 Januari 2009

[daarut-tauhiid] Fwd: Rahmbo si penguasa Gedung Putih

Selasa, 20/01/2009

Rahmbo si penguasa Gedung Putih

Oleh Algooth Putranto
wartawan Bisnis Indonesia

Hari ini Barack Obama resmi menjadi Presiden AS ke-44. Seransel
harapan dari dalam dan luar negeri disandang ke pundaknya. Salah
satunya pengubah wajah Negeri Paman Sam-di bawah pemerintahan George
Bush--yang garang menjadi lebih ramah.

Namun, itu tentu bukan hal mudah. Sekeliling Obama bertebaran sosok
garis keras. Salah satunya tentu saja Rahm Israel Emanuel yang menjadi
Kepala Staf Gedung Putih.

Majalah terkemuka The Economist edisi 17 Agustus 2006 tentu punya
alasan kuat ketika merilis laporan perihal Rahm. Judulnya menggelitik
'Rahmbo's Plan' lengkap dengan kartun politisi Illinois bergaya ala
Rambo.

Rambo? Serdadu penghancur Baret Hijau, diperankan Sylvester Gardenzio
Stallone, kebanggaan AS yang melibas semua musuhnya! Tentu saja!
Rambo-maaf-Rahmbo kini jadi bos Gedung Putih.

Publik AS mengenal pria yang jago balet pada masa SMA ini sebagai
orang nomor empat dijajaran Partai Demokrat. Rahm ada di belakang
jubir Nancy Pelosi, Leader Steny Hoyer dan Whip Jim Clyburn.

Namun jangan salah, bagi Bill Clinton, Rahm, pria keturunan Yahudi
kelahiran 29 November 1959 ini dikenal sebagi politisi ulung dan
tukang pengumpul duit terhebat Partai Demokrat.

Tidak mengherankan jika Clinton begitu juga Hillary, selalu yakin
dengan sepak terjang Rahm. Kerjanya efektif dan sukses bagai Rambo
yang tanpa pandang bulu melibas serdadu Vietcong, Uni Sovyet dan
Burma.

Terpilihnya sahabat manajer kampanye Obama, David Axelrod sebagai
orang terpenting di Gedung Putih tentu menarik. Dia Yahudi dan Israel
baru saja menciptakan hujan kematian bagi penduduk Palestina di jalur
Gaza.

Pantas pula jika Obama tergagap ketika media bertanya bagaimana sikap
AS sebagai induk semang Israel untuk menghentikan serangan yang lebih
banyak memakan korban sipil tersebut.

Maklum saja sejak 2 tahun lalu Rahm menjual ide membentuk AS yang
keras pada masa dinasti George Bush menjadi mesin pembunuh ala Rambo.
Sebut saja penambahan 100.000 tentara tambahan.

Dia juga mengusulkan agar Paman Sam segera membentuk badan khusus di
bawah presiden serupa MI5 milik Inggris, yang bertugas mengenyahkan
teroris dari bumi AS.

Yang lebih heboh, Rahm mengusulkan tiap 3 bulan wajib militer atau
dilakukan pelatihan rutin menghadapi ancaman teroris bagi warga AS
berusia 18-25. "Agar anak-anak muda tak turun ke jalan!" ujarnya saat
itu.

Kontan, saat itu, media di AS yang menyuarakan demokrasi menjadi
tertampar dengan sikap fasisme Rahm. Mereka begitu ketakutan jika Rahm
menempati Gedung Putih. Toh akhirnya itu terjadi.

Yahudi tulen

Gerak Rahm yang cerdas dan lugas bisa jadi sudah turunan. Ibunya,
Martha Smulevitz anak gaul dan aktivis jalanan. Sementara dari sang
ayah, Benjamin M. Emanuel mengalir darah pejuang Israel.

Bapaknya adalah anggota paramiliter HaIrgun HaTzva'i HaLe'umi BeEretz
Yisra'el (Irgun) sedangkan Paman Rahm, Emanuel Auerbach adalah anggota
gerombolan garis keras Zionis, Lohamei Herut Israel (Lehi).

Semua tahu Lehi atau biasa dikenal sebagai faksi teroris Stern Gang
Tak hanya melibas perlawanan Arab lewat teror, tetapi aksi mereka juga
menyasar aparat dan individu Inggris penentang berdirinya Israel. Sang
Paman, tewas dalam konflik penjajahan ke tanah Palestina.

Sosok Rahm yang jago di industri keuangan mulai mencuri perhatian
publik ketika dia menjadi anggota Kongres dari partai Demokrat untuk
masa 2003-2009. Rahm menempati posisi ke-5 distrik Illinois. Dia
mencuat saat menjabat anggota Komite Kampanye Kongres Demokrat untuk
pemilu 2006.

Rahm semakin beken ketika menjadi ketua Kaukus Demokrat dan
mengusulkan pembentukan Koalisi Demokrat Baru dan mendukung
liberalisasi ekonomi.

Anak Chicago ini sejatinya anak terkecil dari tiga anak laki-laki
keluarga Emanuel. Dua kakaknya adalah Ezekiel J. Emanuel dan Ari
Emanuel. Satu adik mereka, anak angkat bernama Shoshanna.

Pendidikan Rahm dimulai di Bernard Zell Anshe Emet Day School, sebuah
sekolah konservatif Yahudi. Setelah pindah ke Wilmette, dia belajar di
Romona School, SMP Wilmette dan SMU New Trier West.

Rahm dan kedua kakaknya ikut serta dalam kemah musim panas bagi
anak-anak muda Yahudi di Israel yang digelar pasca Perang Enam Hari
1967. Dalam kegiatan ini indoktrinasi Zionis terjadi.

Hebatnya, Rahm punya sejarah pernah menjadi tenaga sukarela berdarah
Yahudi yang membantu Tentara Pertahanan Israel (IDF) selama Perang
Teluk 1991. Bukan mengangkat senjata tetapi sebagai mekanik truk di
Sar-El, Israel Utara.

Bagi para sahabatnya, Rahm yang kini hidup dengan jari tengahnya putus
itu, dikenal keras.

Dalam jamuan makan malam pada tahun 1996, dia menggebrak meja dengan
gagang pisau dan menancapkannya ke kertas berisi daftar nama-nama para
penantang Clinton.

Namun yang lebih heboh, dengan serius, itu dilakukannya sembari
berteriak garang "mati... mati,...mati!" Sebuah sejarah yang cukup
menyeramkan bagi orang penting di Gedung Putih yang dikabarkan bakal
lebih ramah.

(algooth.putranto@bisnis.co.id)

sumber:
http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/oasis/1id98413.html

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Get in Shape

on Yahoo! Groups

Find a buddy

and lose weight.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: