Messages In This Digest (8 Messages)
- 1a.
- Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya From: alextanambon
- 1b.
- Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya From: Alex Tanambon
- 1c.
- Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya From: handhika ramadhan
- 1d.
- Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya From: alextanambon
- 1e.
- Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya From: Suharyo Sumowidagdo
- 1f.
- Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya From: Suharyo Sumowidagdo
- 2a.
- Bls: [FISIKA] Pinjam Alat Survey From: cecep cecep
- 3.
- Kemana bisa memesan mikrometer sekrup From: Indra Sutriadi الشافعئ
Messages
- 1a.
-
Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
Posted by: "alextanambon" alextanambon@yahoo.com alextanambon
Mon Aug 3, 2009 6:35 pm (PDT)
Pak Haryo yang saya hormati,
Beribu-ribu terima kasih telah bersedia menjawab pertanyaan saya.
Sebenarnya pertanyaan ini masih ada kaitan dengan pertanyaan sebelumnya: 'Apa arti perkalian dalam rumus Fisika?' Saya menyimpulkan sementara bahwa besaran yang bisa dikalikan adalah besaran skalar x besaran vektor atau besaran vektor x besaran vektor. Besaran skalar tidak pernah punya makna bila dikalikan dengan besaran skalar karena saya rasa Fisika klasik adalah mengenai ruang dan pergerakan.
Berkaitan dengan itu saya merasa heran dengan konsep massa. Bukankah massa adalah besaran skalar? Kalau demikian kenapa pengukurannya dengan ditimbang yang menyiratkan bahwa massa itu seolah-olah selalu terkait dengan a r a h ke "b a w a h"? (Seperti waktu yang seolah-olah selalu terkait dengan arah ke depan) Sekalipun massa ditimbang dengan neraca dua lengan, apakah ada artinya jika penimbangan ini dilakukan di ruang tanpa gravitasi seperti di ruang angkasa?
Menurut definisi internasional, 1 kg adalah massa 1 kg standar yang terbuat dari campuran platina iridium yang disimpan di museum di Perancis. (Saya tergoda untuk membayangkan museum di Perancis ini tempat suci bagi Fisikawan seperti halnya Mekkah bagi Muslim, Yerusalem bagi Kristen, atau Bodhgaya bagi Buddhis.) Saya ingin mencoba menambahkan bahwa 1 kg adalah massa 1 kg standar yang terbuat dari campuran platina iridium yang disimpan di museum di Perancis di mana percepatan gravitasinya adalah, katakanlah, 9,8 m/s^2. Saya merasa perlu menambahkan percepatan gravitasi karena saya tidak yakin bahwa bila saya membawa campuran platina iridium tadi ke bulan atau ke Mars atau ke kutub Utara dan menimbangnya di tempat2 yang berbeda hasilnya akan tetap 1 kg.
Andaikan saja kita membawa timbangan (pegas digital) yang super akurat dan reliable ke Perancis lalu kita meminjam campuran platina iridium untuk mengkalibrasi timbangan tadi agar tepat 1 kg. Kemudian tanpa sepengetahuan penjaga museum kita mencuri sang standar internasional untuk menimbangnya di kutub Utara atau di bulan atau di planet Mars dengan timbangan yang super akurat tadi. Apakah menurut Pak Haryo hasilnya pengukurannya akan tepat 1 kg di tempat-tempat yang berbeda tersebut?
>
> Halo Alex,
>
> Pertanyaan anda tentang massa tidak bisa didiskusikan hanya dalam konteks fisika klasik, namun harus menggunakan konsep asal-usul massa dari teori partikel elementer.
>
> Prosedur yang benar untuk mengukur massa adalah dengan menggunakan neraca yang memiliki 2 lengan (seperti timbangan yang dipakai pedagang), dan membandingkan obyek yang mau ditimbang dengan satuan standard massa. Dengan asumsi medan gravitasi uniform di kedua lengan neraca, maka tidak ada kebergantungan pada medan gravitasi. Asumsi ini cukup valid karena ukuran sebuah timbangan jauh lebih kecil dari ukuran bumi, atau ukuran benda-benda langit yang menjadi sumber medan gravitasi.
>
Komentar:
Dengan asumsi medan gravitasi uniform memang tidak ada perbedaan percepatan gravitasi tetapi apakah tidak ada kebergantungan pada medan gravitasi. Seumpama katakanlah saya mengukur massa dengan neraca dua lengan di ruang tanpa gravitasi di luar angkasa apakah saya dapat membandingkan 1 kg dengan 10 kg. (Dalam komik Tintin saya melihat orang dan benda melayang-layang dalam keadaan tanpa gravitasi di luar angkasa. CMIIW.)
> Menggunakan atom atau molekul sebagai unit massa sangat tidak praktis, dan dari segi pandangan fisika partikel elementer tidak valid. Adanya energi ikat inti dan atom menyebabkan massa inti/molekul yang berat tidak selalu merupakan jumlah dari massa partikel-partikel penyusunnnya. Inilah yang merupakan dasar dari teknologi tenaga nuklir dan senjata nuklir: Pecahnya inti-inti atom melepaskan energi ikat tersebut. Ilmu kimia menggunakan molar dan nomor/massa atom dalam praktek, karena skala energi dalam reaksi kimia tidak sampai pada skala energi nuklir. Meski perkembangan kimia nuklir dan penciptaan unsur-unsur baru juga semakin mendekatkan
>
> Kemudian, pada level elementer, partikel-partikel elementer kenyataannya *tidak memiliki massa*. Padahal partikel-partikel elementer menyusun atom, lalu molekul, lalu benda-benda materi lain. Lalu darimanakah asal-usul massa ini ?
>
> Massa partikel elementer dihasilkan melalui mekanisme/proses yang disebut "spontaneous symmetry breaking (SSB)" dimana salah satu manifestasi/implementasinya yang paling dikenal adalah "Higgs mechanism". Kalau ada yang bingung dengan proses SSB: anda tidak sendirian. Empat puluh-an tahun lalu ketika Yoichiro Nambu mengemukakan ide ini, fisikawan sendiri banyak yang tidak mengerti. Ide dasar dari Nambu kemudian diaplikasikan untuk kasus fisika partikel oleh Peter Higgs. Snda bisa mengecek sendiri bagaimana reputasi Nambu dan Higgs.
>
> Itulah makanya penemuan/konfirmasi adanya Higgs boson dianggap salah satu 'holy grail' dalam fisika: karena itu akan merupakan konfirmasi asal-usul massa, yang merupakan salah satu kuantitas/besaran yang sangat penting dalam struktur/evolusi alam semesta. Inilah makanya LHC di CERN menjadi pusat perhatian dunia fisika: LHC dirancang agar mampu mengkonfirmasi ada/tidak adanya Higgs boson.
>
TERIMA KASIH BANYAK ATAS BANYAK INFORMASI YANG BERHARGA DARI PAK HARYO.
>
> Saya sudah mengkoreksi bahwa pengukuran massa yang benar tidak menggunakan timbangan pegas (seperti timbangan dapur), namun neraca dengan dua lengan. Itulah alasannya mengapa pedagang tidak menggunakan timbangan dapur: penggunaan neraca 2 lengan menjamin bahwa proses penimbangsn tidak tergantung pada lokasi/medan gravitasi dimana penimbangan di lakukan. Badan standard metrologi/pengukuran di Indonesia tahu benar tentang hal ini !
>
> Banyak kritikan anda menyentuh topik terdalam di fisika partikel: definisi massa, mekanisme penghasilan/generasi massa, dan definisi massa inertial dan gravitasi. Namun milis ini tidak dibuat untuk mengajari semua orang konsep dan detail tentang hal-hal tersebut. Ensiklopedi semacam wiki pun detailnya masih sangat teknis. Cara yang benar ya .. belajar fisika dari dasar. Tidak ada jalan pintas ke fisika. Banyak diantara kita disini sudah belajar dari tingkat S1, S2, S3, hingga menjadi peneliti dan dosen, namun kita semua masih terus belajar.
Komentar:
Saya musti mengubek-ubek internet dengan Google untuk belajar lagi tentang definisi massa, mekanisme penghasilan massa, dan definisi massa inertial.
>
>
>
> Haryo
>
SEKALI LAGI, TERIMA KASIH BANYAK PAK HARYO...
- 1b.
-
Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
Posted by: "Alex Tanambon" alextanambon@yahoo.com alextanambon
Mon Aug 3, 2009 10:30 pm (PDT)
Maksud Pak Handhika seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut?
http://www.lhup.edu/~dsimanek/ scenario/ collision- r.jpg
--- On Mon, 3/8/09, handhika ramadhan <isaacnewtonid@yahoo.com > wrote:
From: handhika ramadhan <isaacnewtonid@yahoo.com >
Subject: Re: [FISIKA] Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
To: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Date: Monday, 3 August, 2009, 7:04 PM
Sorry, koreksi typho......
seperenam dari 0.1 N adalah kira2 0.02 N.
--- On Mon, 8/3/09, handhika ramadhan <isaacnewtonid@ yahoo.com> wrote:
From: handhika ramadhan <isaacnewtonid@ yahoo.com>
Subject: Re: [FISIKA] Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
Date: Monday, August 3, 2009, 11:05 AM
mas Alex,
Anda terlalu terpaku pada sumbu vertikal.
Seumpamanya anda punya sebuah bola bermassa, say, 10 gram. Anda timbang berat bola tsb dgn neraca pegas, hasilnya (kurang lebih) 0.1 N. Anda bawa itu bola dan neraca pegas ke bulan, hasil timbangan menyatakan angka sekitar seperenamnya, 0.3 N.
Anda lakukan percobaan kedua: menendang bola. Anda tendang bola tsb di bumi secara horizontal, dan ukur kecepatan awal bola tsb, say 30 m/s. Anda bawa bola ke bulan, dan tendang lagi. Anda akan temukan bahwa di bulan anda memerlukan "kuantitas kekuatan" yg sama yg anda butuhkan ketika menendang bola di bumi untuk membuat bola terlontar dgn kecepatan awal yg sama. Ingat, kini arah gerakan adalah sumbu horizontal, dan tak ada gravitasi di sepanjang sumbu horizontal. "Kuantitas kekuatan" tsb tak lain daripada konsep "momentum" dalam fisika. Nah, sekarang anda bisa mengukur massa benda independent dari konsep gaya (yg tergantung percepatan gravitasi). Anda mengukur massa benda dari momentum benda tsb.
============ ========= ========= ======
Where the mind is without fear and the head is held high....
Where the knowledge is free...
Where the world has not been broken up into fragments by narrow domestic walls...
Where words come out from the depth of truth...
Where tireless striving stretches its arms toward perfection.. ..
Where the clear stream of reason has not lost its way into the dreary sand of dead habit....
Where the mind is led forward by Thee into ever-widening thought and action.....
Into that Heaven of Freedom, My God, let my country awake.
- Rabindranath Tagore in "Gitanjali" -
--- On Sun, 8/2/09, alextanambon <alextanambon@ yahoo.com> wrote:
From: alextanambon <alextanambon@ yahoo.com>
Subject: [FISIKA] Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
Date: Sunday, August 2, 2009, 3:32 AM
Minggu pagi ini saya menonton NatGeo Kids yang membahas mengenai bagaimana seorang karateka menghancurkan tumpukan beton dengan tangan atau kepalanya. Dalam pembahasan, narator berulang-ulang menyebut konsep gaya, massa, dan percepatan. Dikatakannya bahwa massa tangan si karateka sebenarnya kecil namun percepatannyalah yang menimbulkan gaya yang besar yang memungkinkannya menghancurkan tumpukan beton. Selain adanya faktor lain seperti kepadatan tulang dan kekuatan otot.
Gara-gara film itu saya penasaran lagi dengan konsep gaya. Sebenarnya, sejujurnya, dari lubuk hati yang terdalam, yang tidak bisa diukur itu gaya atau massa?
Orang awam ketika menimbang berat bedan menyebut angka kg yg tertera di timbangan sebagai satuan berat. Sementara fisikawan menyebut kg itu satuan massa. Berat, menurut fisikawan, adalah massa kali gravitasi. Tapi jika fisikawan benar demikian berarti ada 2 kemungkinan:
(1) orang awam betul (berat badan adalah berat (W)) tapi satuannya salah (seharusnya Newton)
(2) orang awam salah (berat badan adalah m) tapi satuannya benar (seharusnya kg).
Bila pernyataan (1) yang benar maka yang tidak bisa diukur itu massa. Seharusnya tiap timbangan diganti dengan Newton karena setiap kali menimbang semua orang di atas bumi ini terpengaruh percepatan gravitasi. Bila anda menimbang di bumi berat anda 1000 Newton maka di planet lain belum tentu 1000 Newton karena percepatan gravitasi di planet lain beda dengan di bumi. Sebelum anda tahu berapa percepatan gravitasi suatu planet maka anda belum bisa menghitung W/g alias massa anda dalam kg.
Namun bila pernyataan (1) benar kenapa juga dalam praktikum fisikawan masih menimbang benda untuk mengetahui massanya?
Bila pernyataan (2) benar maka yang tidak bisa diukur itu Gaya. Seumpama berat badan anda 100 kg maka di planet lain pun berat badan anda tetap 100 kg.. Bila kita ingin tahu berat (W) anda maka kita harus tahu dulu berapa percepatan gravitasi di planet lain. Setelah tahu misalnya 2 m2/s baru kita tahu bahwa berat (W) anda adalah 200 Newton di planet lain sementara di planet ini 980 Newton.
Namun bila pernyataan (2) benar apa iya menimbang di planet yang berbeda akan menghasilkan massa (kg) yang sama? Contoh gampang menimbang di lift yang sedang naik dan lift yang sedang turun apakah akan menghasilkan massa (kg) yang sama?
Mohon jawabannya. Terima kasih banyak sebelumnya.
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/ - 1c.
-
Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
Posted by: "handhika ramadhan" isaacnewtonid@yahoo.com isaacnewtonid
Mon Aug 3, 2009 10:44 pm (PDT)
Saya gak paham kenapa anda mengaitkan thread saya dgn Newton's cradle (begitu alat tsb dinamai) di gambar tsb.
Maksud visualisasi saya sederhana saja. Anda punya sebuah bola sepak. Anda timbang beratnya di bumi, maka ketika anda bawa itu bola ke bulan dan ditimbang lagi, beratnya menjadi hanya seperenamnya. Tapi ketika anda tendang bola tsb searah sumbu horizontal (di bumi), maka di bulan anda akan mendapati bahwa dibutuhkan kekuatan yg sama untuk menendang bola sehingga ia bergerak dgn kecepatan yg sama dgn kasus di bumi. Di sini anda lihat bahwa konsep massa itu real, dan bahwa massa adalah sifat intrinsik setiap zat, tidak bergantung pada percepatan gravitasi.
===================== ========= ======
Where the mind is without fear and the head is held high....
Where the knowledge is free...
Where the world has not been broken up into fragments by narrow domestic walls...
Where words come out from the depth of truth...
Where tireless striving stretches its arms toward perfection....
Where the clear stream of reason has not lost its way into the dreary sand of dead habit....
Where the mind is led forward by Thee into ever-widening thought and action....
Into that Heaven of Freedom, My God, let my country awake.
- Rabindranath Tagore in "Gitanjali" -
--- On Mon, 8/3/09, Alex Tanambon <alextanambon@yahoo.com > wrote:
From: Alex Tanambon <alextanambon@yahoo.com >
Subject: Re: [FISIKA] Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
To: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Date: Monday, August 3, 2009, 11:43 PM
Maksud Pak Handhika seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut?
http://www.lhup. edu/~dsimanek/ scenario/ collision- r.jpg
--- On Mon, 3/8/09, handhika ramadhan <isaacnewtonid@ yahoo.com> wrote:
From: handhika ramadhan <isaacnewtonid@ yahoo.com>
Subject: Re: [FISIKA] Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
Date: Monday, 3 August, 2009, 7:04 PM
Sorry, koreksi typho......
seperenam dari 0.1 N adalah kira2 0.02 N.
--- On Mon, 8/3/09, handhika ramadhan <isaacnewtonid@ yahoo.com> wrote:
From: handhika ramadhan <isaacnewtonid@ yahoo.com>
Subject: Re: [FISIKA] Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
Date: Monday, August 3, 2009, 11:05 AM
mas Alex,
Anda terlalu terpaku pada sumbu vertikal.
Seumpamanya anda punya sebuah bola bermassa, say, 10 gram. Anda timbang berat bola tsb dgn neraca pegas, hasilnya (kurang lebih) 0.1 N. Anda bawa itu bola dan neraca pegas ke bulan, hasil timbangan menyatakan angka sekitar seperenamnya, 0.3 N.
Anda lakukan percobaan kedua: menendang bola. Anda tendang bola tsb di bumi secara horizontal, dan ukur kecepatan awal bola tsb, say 30 m/s. Anda bawa bola ke bulan, dan tendang lagi. Anda akan temukan bahwa di bulan anda memerlukan "kuantitas kekuatan" yg sama yg anda butuhkan ketika menendang bola di bumi untuk membuat bola terlontar dgn kecepatan awal yg sama. Ingat, kini arah gerakan adalah sumbu horizontal, dan tak ada gravitasi di sepanjang sumbu horizontal. "Kuantitas kekuatan" tsb tak lain daripada konsep "momentum" dalam fisika. Nah, sekarang
anda bisa mengukur massa benda independent dari konsep gaya (yg tergantung percepatan gravitasi). Anda mengukur massa benda dari momentum benda tsb.
============ ========= ========= ======
Where the mind is without fear and the head is held high....
Where the knowledge is free...
Where the world has not been broken up into fragments by narrow domestic walls...
Where words come out from the depth of truth....
Where tireless striving stretches its arms toward perfection.. ..
Where the clear stream of reason has not lost its way into the dreary sand of dead habit....
Where the mind is led forward by Thee into ever-widening thought and action....
Into that Heaven of Freedom, My God, let my country awake.
- Rabindranath Tagore in "Gitanjali" -
--- On Sun, 8/2/09, alextanambon <alextanambon@ yahoo.com> wrote:
From: alextanambon <alextanambon@ yahoo.com>
Subject: [FISIKA] Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
Date: Sunday, August 2, 2009, 3:32 AM
Minggu pagi ini saya menonton NatGeo Kids yang membahas mengenai bagaimana seorang karateka menghancurkan tumpukan beton dengan tangan atau kepalanya. Dalam pembahasan, narator berulang-ulang menyebut konsep gaya, massa, dan percepatan. Dikatakannya bahwa massa tangan si karateka sebenarnya kecil namun percepatannyalah yang menimbulkan gaya yang besar yang memungkinkannya menghancurkan tumpukan beton. Selain adanya faktor lain seperti kepadatan tulang dan kekuatan otot.
Gara-gara film itu saya penasaran lagi dengan konsep gaya. Sebenarnya, sejujurnya, dari lubuk hati yang terdalam, yang tidak bisa diukur itu gaya atau massa?
Orang awam ketika menimbang berat bedan menyebut angka kg yg tertera di timbangan sebagai satuan berat. Sementara fisikawan menyebut kg itu satuan massa. Berat, menurut fisikawan, adalah massa kali gravitasi. Tapi jika fisikawan benar demikian berarti ada 2 kemungkinan:
(1) orang awam betul (berat badan adalah
berat (W)) tapi satuannya salah (seharusnya Newton)
(2) orang awam salah (berat badan adalah m) tapi satuannya benar (seharusnya kg).
Bila pernyataan (1) yang benar maka yang tidak bisa diukur itu massa. Seharusnya tiap timbangan diganti dengan Newton karena setiap kali menimbang semua orang di atas bumi ini terpengaruh percepatan gravitasi. Bila anda menimbang di bumi berat anda 1000 Newton maka di planet lain belum tentu 1000 Newton karena percepatan gravitasi di planet lain beda dengan di bumi. Sebelum anda tahu berapa percepatan gravitasi suatu planet maka anda belum bisa menghitung W/g alias massa anda dalam kg.
Namun bila pernyataan (1) benar kenapa juga dalam praktikum fisikawan masih menimbang benda untuk mengetahui massanya?
Bila pernyataan (2) benar maka yang tidak bisa diukur itu Gaya. Seumpama berat badan anda 100 kg maka di planet lain pun berat badan anda tetap 100 kg. Bila kita ingin tahu berat (W) anda maka kita
harus tahu dulu berapa percepatan gravitasi di planet lain. Setelah tahu misalnya 2 m2/s baru kita tahu bahwa berat (W) anda adalah 200 Newton di planet lain sementara di planet ini 980 Newton.
Namun bila pernyataan (2) benar apa iya menimbang di planet yang berbeda akan menghasilkan massa (kg) yang sama? Contoh gampang menimbang di lift yang sedang naik dan lift yang sedang turun apakah akan menghasilkan massa (kg) yang sama?
Mohon jawabannya. Terima kasih banyak sebelumnya.
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
- 1d.
-
Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
Posted by: "alextanambon" alextanambon@yahoo.com alextanambon
Tue Aug 4, 2009 3:08 am (PDT)
Pak Handhika, respon saya di bawah:
>
> Saya gak paham kenapa anda mengaitkan thread saya dgn Newton's cradle (begitu alat tsb dinamai) di gambar tsb.
Komentar:
Saya sendiri juga bingung. Hehehe. Tiba-tiba saja terbayang alat tersebut. Langsung saya search Google 'momentum balls'. Eh, beneran cocok.
> Maksud visualisasi saya sederhana saja. Anda punya sebuah bola sepak. Anda timbang beratnya di bumi, maka ketika anda bawa itu bola ke bulan dan ditimbang lagi, beratnya menjadi hanya seperenamnya. Tapi ketika anda tendang bola tsb searah sumbu horizontal (di bumi), maka di bulan anda akan mendapati bahwa dibutuhkan kekuatan yg sama untuk menendang bola sehingga ia bergerak dgn kecepatan yg sama dgn kasus di bumi. Di sini anda lihat bahwa konsep massa itu real, dan bahwa massa adalah sifat intrinsik setiap zat, tidak bergantung pada percepatan gravitasi.
Komentar:
Saya setuju bahwa massa itu real, yang saya tidak setuju adalah
(1) cara mengukurnya (menurut saya bukan dengan ditimbang karena pasti terpengaruh percepatan gravitasi)
(2) satuannya (menurut saya seharusnya mol alih-alih kg)
> ===================== ========= ======
> Where the mind is without fear and the head is held high....
> Where the knowledge is free...
> Where the world has not been broken up into fragments by narrow domestic walls...
> Where words come out from the depth of truth...
> Where tireless striving stretches its arms toward perfection....
> Where the clear stream of reason has not lost its way into the dreary sand of dead habit....
> Where the mind is led forward by Thee into ever-widening thought and action....
> Into that Heaven of Freedom, My God, let my country awake.
>
> - Rabindranath Tagore in "Gitanjali" -
>
Terima kasih.
- 1e.
-
Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
Posted by: "Suharyo Sumowidagdo" sumowidagdo@gmail.com haryo_hep
Tue Aug 4, 2009 5:25 am (PDT)
Mas Alex, anda mengkritik *satu prosedur (dari banyak prosedur yang ada)* untuk pengukuran massa; yakni prosedur yang menggunakan neraca pegas (seperti yang bisa dilihat di toko penjual tabung gas elpiji) atau timbangan rumah tangga. Kemudian anda menggunakan kritik ini untuk mengkritik konsep massa, *padahal* ada prosedur yang lebih sahih dan andal untuk mengukur massa. Lupakan sejenak prosedur tsb untuk mengukur massa.
Anda jelas tidak membaca uraian saya tentang prosedur mengukur massa dengan neraca dua lengan. Sebagaimana saya katakan, salah satu prosedur yang lebih tepat untuk mengukur massa adalah dengan neraca dua lengan seperti yang bisa dilihat di warung-warung di pasar tradisional.
Di lengan pertama, ditaruh benda yang mau ditimbang, massanya X. Gaya gravitasi yang bekerja pada X adalah X.g, berapapun nilai g.
Sekarang, di lengan kedua, ditaruh anak-anak timbangan, katakanlah sampai jumlah anak timbangan Y. Maka gaya yang bekerja pada anak-anak timbangan adalah Y.g.
Pada saat kedua lengan seimbang, maka X.g = Y.g. Mengingat ukuran neraca jauh lebih kecil dari ukuran bumi, adalah aman untuk mengasumsikan medan gravitasi pada kedua lengan neraca adalah sama, baik besar maupun arahnya (karena medan gravitasi itu vektor), kalaupun ada perbedaan, perbedaan itu akan sangat kecil dan tidak bisa diukur.
Sekarang, percepatan gravitasi bisa dicoret dari kedua sisi persamaan, (cancel out), dan kita tahu massa X (benda yang mau ditimbang) sama dengan massa Y (massa total anak-anak timbangan). Dimanapun timbangan digunakan, medan gravitasi tidak berpengaruh, karena dicoret dari persamaan.
Sekarang balik ke prosedur dengan neraca pegas. Kalau metode dengan neraca pegas/timbangan rumah tangga kenyataanya tergantung kepada medan gravitasi, kenapa masih dipakai. Jawabannya karena medan gravitasi bumi, meski tidak seragam/uniform, variasinya tidak terlalu besar.
http://en.wikipedia.org/wiki/ 's_gravityEarth
Dari tabel di artikel itu, saya estimasikan bahwa variasi medan gravitasi bumi di berbagai tempat adalah 0.3-0.4 %. Kesalahan pengukuran pada skala ini, masih bisa diterima untuk banyak keperluan sehari-hari. Contoh: Dalam pembuatan kue tart, kalau tepung yang digunakan lebih berat 0.3-04%, saya yakin kue tartnya tidak akan hancur dan gagal dalam pembuatan.
Itulah alasan prosedur pengukuran dengan neraca pegas atau timbangan masih dipakai, karena *praktis* dan *kesalahannya masih bisa ditoleransi untuk keperluan sehari-hari*.
> Sebenarnya pertanyaan ini masih ada kaitan dengan pertanyaan sebelumnya: 'Apa arti perkalian dalam rumus Fisika?' Saya menyimpulkan sementara bahwa besaran yang bisa dikalikan adalah besaran skalar x besaran vektor atau besaran vektor x besaran vektor. Besaran skalar tidak pernah punya makna bila dikalikan dengan besaran skalar karena saya rasa Fisika klasik adalah mengenai ruang dan pergerakan.
Anda membuat hipotesa dan sugestif yang berlebihan disini, nasihat saya berhentilahn
> Berkaitan dengan itu saya merasa heran dengan konsep massa. Bukankah massa adalah besaran skalar? Kalau demikian kenapa pengukurannya dengan ditimbang yang menyiratkan bahwa massa itu seolah-olah selalu terkait dengan a r a h ke "b a w a h"? (Seperti waktu yang seolah-olah selalu terkait dengan arah ke depan) Sekalipun massa ditimbang dengan neraca dua lengan, apakah ada artinya jika penimbangan ini dilakukan di ruang tanpa gravitasi seperti di ruang angkasa?
Ruang angkasa tidak berarti "tanpa gravitasi". Seandainya benar di luar angkasa itu tidak ada gravitasi, lalu bagaimana Bulan dan satelit Palapa bisa mengorbit Bumi ? Mereka kan bisa mengorbit karena adanya gravitai. Efek "tanpa gravitasi" yang anda maksud sebenarnya adalah "efek jatuh bebas". Efek yang sama akan dirasakan juga oleh penerjun payung yang jatuh bebas. Ekivalensi antara "tanpa gravitasi" dan "jatuh bebas" merupakan kunci dari penemuan teori relativitas umum, yang kalau dibahas akan membuka thread baru.
Prosedur mengukur massa untuk benda-benda langit (atau di luar angkasa) pada dasarnya menggunakan prinsip yang sama dengan neraca dua lengan: membandingkan gaya gravitasi ! Untuk benda-benda yang mengorbit bumi, massa mereka bisa diukur dari posisi dan periode orbit mereka. Demikian pula ilmuwan menggunakan periode satelit dan wahana antariksa yang mengorbit planet lain untuk mengukur dimensi dan massa planet-planet tersebut.
> Menurut definisi internasional, 1 kg adalah massa 1 kg standar yang terbuat dari campuran platina iridium yang disimpan di museum di Perancis. (Saya tergoda untuk membayangkan museum di Perancis ini tempat suci bagi Fisikawan seperti halnya Mekkah bagi Muslim, Yerusalem bagi Kristen, atau Bodhgaya bagi Buddhis.) Saya ingin mencoba menambahkan bahwa 1 kg adalah massa 1 kg standar yang terbuat dari campuran platina iridium yang disimpan di museum di Perancis di mana percepatan gravitasinya adalah, katakanlah, 9,8 m/s^2. Saya merasa perlu menambahkan percepatan gravitasi karena saya tidak yakin bahwa bila saya membawa campuran platina iridium tadi ke bulan atau ke Mars atau ke kutub Utara dan menimbangnya di tempat2 yang berbeda hasilnya akan tetap 1 kg.
>
> Andaikan saja kita membawa timbangan (pegas digital) yang super akurat dan reliable ke Perancis lalu kita meminjam campuran platina iridium untuk mengkalibrasi timbangan tadi agar tepat 1 kg. Kemudian tanpa sepengetahuan penjaga museum kita mencuri sang standar internasional untuk menimbangnya di kutub Utara atau di bulan atau di planet Mars dengan timbangan yang super akurat tadi. Apakah menurut Pak Haryo hasilnya pengukurannya akan tepat 1 kg di tempat-tempat yang berbeda tersebut?
- 1f.
-
Re: Masih penasaran soal F=m.a atau W=m.g; Tolong dijawab ya
Posted by: "Suharyo Sumowidagdo" sumowidagdo@gmail.com haryo_hep
Tue Aug 4, 2009 6:28 am (PDT)
> Komentar:
> Saya setuju bahwa massa itu real, yang saya tidak setuju adalah
> (1) cara mengukurnya (menurut saya bukan dengan ditimbang karena pasti terpengaruh percepatan gravitasi)
Definisi massa, baik dalam Hk Newton II ataupun Hk Gravitasi, menyebabkan massa hanya bisa diukur melalui metode kinematik: metode dimana dimana kita mengukur gerak/dinamika/gaya yang dikerjakan pada benda. Benda yang bergerak ini bisa benda yang mau diukur massanya ataupun benda lain. Hal ini bukan masalah, karena dengan perancangan metode yang benar, *kebergantungan* pada faktor-faktor luar seperti medan gravitasi *bisa dihilangkan* .
> (2) satuannya (menurut saya seharusnya mol alih-alih kg)
Bbrp skenario yang akan terjadi jika ide anda diterapkan:
- Orang akan membuat definisi baru 1 kilomol hidrogen = 1 kg dan kembali menggunakan yang kita kenal untuk mengukur massa.
- Prosedur ini bisa dipertanyakan dalam proses pengukuran unsur-unsur selain unsur yang digunakan untuk membuat standard massa.
- Setali tiga uang dengan dengan pengukuran massa senyawa, atau unsur-unsur yang terdiri dari isotop.
saya tidak tahu seberapa dalam/banyak anda menguasai fisika, tapi kalau pertanyaan anda membutuhkan pengetahuan yang dalam dan detail untuk menjawabnya, saya kira anda juga punya tanggung jawab untuk meningkatkan pengetahuan anda dengan serius. konsep fisika dan matematika pada tingkat SMA/universitas sangat terbatas dan tidak sanggup menerangkan detail rinci tentang massa untuk menjawab semua pertanyaan dan keraguan anda.
Haryo
- 2a.
-
Bls: [FISIKA] Pinjam Alat Survey
Posted by: "cecep cecep" cecepvulkan@yahoo.co.id
Mon Aug 3, 2009 10:24 pm (PDT)
Bisa menghubungi Pak Iman Sinulingga di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Jl. Diponegoro no.57 Bandung
Salam,
Cecep
--- Pada Sen, 13/4/09, Mister Syamys <syamys@gmail.com > menulis:
Dari: Mister Syamys <syamys@gmail.com >
Judul: [FISIKA] Pinjam Alat Survey
Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 13 April, 2009, 1:52 PM
Dear all....
Numpang tanya mungkin ada yang tahu, saya butuh informasi mengenai tempat minjam alat ukur/survey mikroseismik dan magnetotellurik. Kira-kira di instansi mana yang ada alat tersebut dan siapa contact personnya? Thanks atas informasinya
Wassalam
Syamys
Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/ id/internetexplo rer
- 3.
-
Kemana bisa memesan mikrometer sekrup
Posted by: "Indra Sutriadi الشافعئ" indra.sutriadi@gmail.com
Tue Aug 4, 2009 3:09 am (PDT)
Salam hormat,
Mau tanya ada yang tahu toko online untuk pesan mikrometer sekrup gak?
Sudah saya cari cuma dapat yang jual jangka sorong. :)
Terima kasih,
Indra Sutriadi Pipii
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar