Messages In This Digest (25 Messages)
- 1a.
- Re: [Catcil] Pejuangan Tuk Sebuah Kornea From: fil_ardy
- 2.
- [Artikel] Ayo Nulis Dong Pak Guru ! From: Nurhadi (Milis)
- 3a.
- Re: [Catcil] Internet: Kawasan Penuh Keajaiban From: Mimin
- 4.
- (bahasa) Kutitipkan Cintaku Pada Senja From: fiyan arjun
- 5a.
- Re: Berita duka From: Mimin
- 6.
- (no subject) From: Rinda
- 7.
- [rampai] sebuah kerinduan... From: novi khansa'
- 8a.
- Re: [ruang tamu] perkenalan From: Sisca Lahur
- 9.
- (catcil) Nenek Tersayang Mona From: agussyafii
- 10a.
- FW: [sekolah-kehidupan] [rampai] sebuah kerinduan... From: jun an nizami
- 10b.
- Re: FW: [sekolah-kehidupan] [rampai] sebuah kerinduan... From: novi_ningsih
- 11.
- FW: [sekolah-kehidupan] Berita duka From: jun an nizami
- 12.
- [puisi asal bunyi] Pundak Sajak Yang Memikul Keranda Sang Bapak From: jun an nizami
- 13.
- Re: [ruang tamu] perkenalan --> Sisca Lahur From: Nursalam AR
- 14a.
- Re: [Catcil] Internet: Kawasan Penuh Keajaiban --> Kang Dani From: Nursalam AR
- 14b.
- Re: [Catcil] Internet: Kawasan Penuh Keajaiban --> Kang Dani From: Jonru
- 15.
- Re: [Catcil] Internet: Kawasan Penuh Keajaiban--> Mbak Indar From: Nursalam AR
- 16.
- Perayaan yang Memacetkan From: rafif_amir
- 17.
- (catcil) ORANG BILANG From: fiyan arjun
- 18a.
- [catcil] Ketika Disapa Masalah From: novi khansa'
- 18b.
- Re: [catcil] Ketika Disapa Masalah From: Nursalam AR
- 18c.
- Re: [catcil] Ketika Disapa Masalah From: novi_ningsih
- 19.
- Re: [Catcil] Internet: Kawasan Penuh Keajaiban --> Bang Jonru From: Nursalam AR
- 21.
- (catatan dikaki) SK Jakarta (Insya Allah) Mau Bikin Paket Bubar From: fiyan arjun
Messages
- 1a.
-
Re: [Catcil] Pejuangan Tuk Sebuah Kornea
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Tue Aug 4, 2009 3:30 am (PDT)
Amiin..
Inspiartif sekali, Mbak Anty :)
Semoga Anto mendapatkan kebaikan
dengan orang2 baik disekeliling
yang siap membantunya. Amiin.
DANI
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "hariyanty thahir" <anty_th@...com > wrote:
>
> "Harus ganti kornea. Di operasi juga ngga bisa", begitu vonis Professor ketika kami membawa pasien mata ke salah satu RS mata terkenal di Medan. Sang pemuda 24 tahun yang merupakan marbot mesjid itu tak menyerah. "Saya mau coba saja dok. Tapi uang saya cuma 1 juta," ujar Anto.
- 2.
-
[Artikel] Ayo Nulis Dong Pak Guru !
Posted by: "Nurhadi (Milis)" hadynur@yahoo.com hadynur
Tue Aug 4, 2009 5:27 am (PDT)
[Artikel] Ayo Nulis Dong Pak Guru !
http://duniakreatif.wordpress. com/2009/ 08/04/ayo- nulis-dong- pak-guru/
Menjadi guru amatlah berat. Ia haruslah orang yang lurus, berilmu dan bisa memberikan teladan bagi anak didiknya. Seorang guru haruslah bisa digugu dan ditiru. Guru yang baik, bukan hanya bisa mengajar, tapi juga memberikan pendidikan. Pendidikan disini berarti contoh, tingkah laku, sikap dan tindakan. Karena itu, pekerjaan guru, apapun levelnya (TK hingga PT) merupakan pekerjaan yang amat mulia. Sungguh, sebuah kebodohan dan kehinaan, jika masih saja ditemukan orang yang menyia-nyiakan peran guru.
Lalu, apa hubungannya guru dan menulis? Guru harus bisa menulis, karena menulis merupakan pendidikan mendasar yang diberikan sejak sekolah dasar, disamping membaca. Setelah mahir membaca, maka kita biasanya diajarkan untuk bisa menulis.
Menulis disini luas sekali cakupannya, tetapi paling tidak, seorang guru harus mampu menulis materi atau modul pembelajaran mereka sendiri, sehingga kreativitas mengajar dikelas dapat dirangsang. Para guru lebih tahu secara spesifik kebutuhan apa yang paling dibutuhkan oleh anak didiknya. Karena itu, saya selalu mengajungkan jempol dua bagi para guru yang mau meluangkan waktu untuk membuat modul pelajaran. Mereka tidak hanya mengandalkan buku ajar jadi atau buku umum yang dijual dipasaran.
Begitu juga dengan dosen. Katanya, dosen adalah gurunya guru. Seharusnya mereka harus lebih kreatif dan produktif dibanding dengan guru-guru yang mengajar di sekolah dasar dan menengah. Jika guru sekolah harus bisa membuat modul pembelajaran sendiri, maka dosen harus lebih dari itu. Disamping mampu menulis modul kuliah, mereka seharusnya lebih banyak menghasilkan karya tulis penelitian ilmiah. Lebih bagus jika mampu menulis untuk jurnal-jurnal ilmiah tingkat internasional.
Kemampuan menulis ilmiah di jurnal-jurnal merupakan salah satu indikator tingkat kualitas sebuah perguruan tinggi. Makin banyak jumlah karya tulis yang dipublikasikan, makin baik tingkatannya. Jadi, jika kita ingin rangking PT di Indonesia naik di mata dunia, para dosen dan peneliti harus didorong untuk berkarya ilmiah sesuai dengan bidang risetnya masing-masing.
Tentu, mereka juga perlu rangsangan. Antara lain dengan memberikan insentif yang memadai, dana yang cukup, fasilitas yang memadai serta kanal untuk mengakses jurnal tingkat internasional yang tidak terbatas.Para dosen harus dikembalikan ke habitat mereka sebagai : pengajar dan peneliti. Dua kata kunci ini yang akan menjadikan PT berkualitas secara ilmiah.
Jika dosen kreatif, mereka juga bisa menulis buku kuliah dan juga buku umum. Atau menulis secara lepas di media cetak dan elektronik. Jika rajin menulis di media massa, tentulah nama mereka akan menjadi rujukan bagi masyarakat luas, disamping itu intelektualitasnya akan diakui. Toh, saat ini sudah sangat banyak media yang menyediakan rubrik bagi para guru, dosen dan peneliti. Mulai dari majalah, koran harian dan juga tabloid. Bahkan kadang-kadang media itu sendiri yang secara khusus meminta dosen/peneliti untuk mengasuh sebuah rubrik tertentu.
Saya selalu percaya bahwa dengan menuliskan ilmunya, para guru dan dosen telah memberikan warisan yang paling berharga bagi murid-muridnya, untuk saat ini hingga waktu yang tak terbatas. Dan, itu semua merupakan amal ilmu jariyah yang tak ternilai harganya. Doa kita, semoga Alloh SWT selalu membalas setiap hitungan huruf yang ditulis oleh guru-guru kita dengan pahala yang berlipat-lipat.
Salam kreatif !
Nurhadi
- 3a.
-
Re: [Catcil] Internet: Kawasan Penuh Keajaiban
Posted by: "Mimin" minehaway@gmail.com mine_haway
Tue Aug 4, 2009 7:43 am (PDT)
2009/8/4 Kang Dani <fil_ardy@yahoo.com >
>
> @ Bang Nursalam: heuheuheu, terimakasih, Brow :D. Jadi gini ceritanya,
> tulisan ini saya ikutkan lomba di blogdetik tentang pengalaman berinternet
> pertama kali. Dan alhamdulillah masuk 10besar :D Info lengkapnya di sini
>
> :
> http://blogdetik.com/2009/ 07/31/inilah- pemenang- kontes-my- first-online- experience/
>
Sudah kuduga, tulisan ini untuk lomba. Karena mengarah pada tema my first
online experience.
Selamat Kang dah dapat merchandise.
Ane juga coba2 ikutan Kang, saya sudah menduga pasti gak terpilih
Lha wong postingnya instant di hari terakhir.
Pengalaman lomba blog yg berhadia eepc juga gitu.
Pas hari terakhir baru posting, walhasil tulisan gak maksimal alias asal.
Jadi layak kalo gak terpilih hehehe...
Geli pas judul tulisan di blog "Jual Novel Untuk Menikah" :D
Coba2 buat judul lagi "Jual Novel Untuk ke Mekah"
Semoga benar2 bisa ke Mekah bersama keluarga.
Tulisan ini emang beda dari gaya penulisan Kang Dani biasanya.
Thanks for sharing here
--
http://minesweet.co.cc
YM : mine_haway
- 4.
-
(bahasa) Kutitipkan Cintaku Pada Senja
Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com
Tue Aug 4, 2009 7:44 am (PDT)
Kutitipkan Cintaku Pada Senja
Fiyan 'Anju' Arjun
Senja itu mulai muram saat aku mulai mengatakan bahwa aku takkan lama lagi
berdampingan dengannya. Dan mulailah dia mesanksikan ucapanku. Bahwa aku
hanya berlelucon saja. Seperti halnya aku membuat dia menangis secara
histeris disaat ulang tahunnya bergema. Aku berpura-pura mati tertembak oleh
Petrus. Dan dari situlah dia sudah mulai tak mempercayai aku lagi.
Seakan-akan leluconku tak mempan lagi untuk dirinya.
"Aku bukan main-main. Ini serius! Jika kau anggap ini leluconku yang sudah
kau anggap tak lucu lagi aku tak peduli. Bagiku aku sudah memberitahukan kau
hari ini. Kau terima atau tidak bagiku aku sudah puas memberitahukan hal ini
kepada kau!"
Dia hanya melengos.
Tak mempedulikan perkataanku lagi.
Aku hanya tertegun. Dan semakin membuat aku tak mengenal dirinya. Hingga
seakan-akan perkataan itu cocok untuk keponakan kecilnya yang aku temui
siang itu disaat dia sedang meninabobokan di teras depan rumah kakak
perempuannya Mentari. Aku benar-benar kecewa. Benar-benar tak lagi mengenal
dirinya.
"Aku ini bukan anak ingusan lagi yang percaya dengan lelucon kau itu.
Lelucon murahan! Lebih baik lelucon itu kau beri saja kepada anak-anak kecil
yang sering berseliweran di rumah kau saja," ucapnya suatu hari. Membuat aku
semakin tak mengenal dirinya.
"Baiklah kalau kau maunya begitu. Tapi satu hal aku berkata demikian karena
aku sayang kau. Karena aku sayang kau kuharap kau mengerti dengan apa yang
aku katakan itu."
"Sudahlah, aku tak ingin mendengar perkataan kau itu. Ayolah, antarkan aku
balik saja. Moodku sudah hilang mendengar perkataan kau itu."
Akhirnya siang itu aku mengantarkan dirinya kembali ke rumahnya. Tinggallah
Taman Kota itu menjadi saksi bisu ketidakpercayaan Senja kepadaku. Kulihat
beberapa daun ketapang satu-persatu menggugurkan dirinya saat aku
meninggalkan Taman Kota itu. Aku yang melihat adegan seperti itu aku tak
tahu ada apa di kemudian hari. Padahal aku dan Senja sudah lima tahun
menjalani hubungan yang mungkin takkan pernah direstui oleh kedua
orangtuanya bila mengetahui hal ini. Tapi Senja tetap nekad memilihku
sebagai pelabuhan terakhirnya. Tapi aku ?
Sejak peristiwa di Taman Kota itu Senja sudah mulai menutup diri. SMS tak
pernah dibalasnya. E-mailku yang kukirim khusus untuk dirinya seorang tak
pernah di reply-nya kembali. Facebook pribadiku dengan status : MENGERTILAH
SENJA KALI INI SAJA! Itu pun tak pernah diresponnya. Benar-benar Senja
menutup diri untukku.
Usai SMS, E-mail dan Faceebook sudah aku lakukan namun hasilnya nihil
akhirnya aku pun mulai mendatangi ke rumah kakaknya Mentari. Karena aku tahu
betul siapa Senja jika dia sedang muram. Pasti dia akan akan berdiam
berlama-lama di sudut kamar yang ada di rumah kakaknya itu.
Mendatangi rumahnya? Itu sama saja aku cari mati. Apalagi jika aku
berhadapan dengan Ayahnya yang jelas-jelas tak merestui hubunganku dengan
Senja tentu Ayah Senja akan kalap melihat kedatanganku. Tapi aku tak habis
akal untuk mencari Senja akhirnya aku pun berlanjut ke rumah kakaknya.
Ternyata benar Senja ada di sana. Sedang menuyudut di kamaryang pernah dia
ceitakan kepadaku bahwa dia memiliki kamar istimewa yang hanya dia dan aku
yang boleh tahu nantinya.
Lagi-lagi kedatanganku tak mempan untuknya. Malah dirinya semakin murka atas
kedatanganku.
"Siapa yang menyuruh kau datang kemari, ah!"
"Dengarkanlah penjelasanku dulu!"
"Tai kucing dengan alasanmu itu. Lebih baik alasan kau itu kau beri saja
kepada perempuan itu. Bukankah kau lebih memilih dia."
Bagai tergodam aku terkejut. Bagaimana Senja tahu kalau aku dengan perempuan
itu. Perempuan yang sudah hamil dua bulan itu yang akan aku nikahi pekan
datang. Perempuan malang yang sudah terkena bujuk rayu oleh Ayahku. Setelah
keperawanannya direnggut oleh Ayahku dengan iming-iming harta setelah
dirinya mengandung benih bejatnya ia mencampakkan begitu saja. Dan aku
sebagai anak dari benih yang tak berdosa itu tentu aku tak sebejat Ayahnya.
Ayahnya dari Ayahku. Dan sebagai jalan pintas akulah yang menikahi perempuan
itu. Orang makan nangkanya aku dapat getahnya. Pahit sekali.
"Baik-baiklah kalau kau ingin tahu perempuan itu aku akan ceritakan
sesungguhnya siapa perempuan itu. Kuharap kau tak mempercayai
omongan-omongan orang selain aku. Baiklah akan aku ceritakan "
Panjang lebar aku menceritakan perempuan itudan sudah diketahui Senja kini
tak ada beban lagi menggelayut di pundakku. Namun Senja tetap Senja jika
sudah tertutupi awan gelap tak peduli hujan. Halilintar. Badai. Senja tetap
terus mengikuti kemana Sang Kehidupan berjalan. Aku? Tentu dirinya sudah
menganggap aku sebagai pengkhianat cinta di antara aku dan Senja.
"Cukup-cukup aku sudah hafal dengan lelucon kau itu. Kuharap kau pergi saja
aku sudah muak dengan lelucon yang kau dengungkan ke telingaku. Kupinta
sekali lagi kau pergi saja dari hidupku. Aku tahu aku perempuan yang tak
pernah ada di hati kau. Kalau pun ada itu hanya sebagai tameng bahwa kau
sudah menipuku. Tapi itu dulu. Sekarang kuharap kau pergi dari sini!"
Entah awan gelap mana yang menyelubungi Senja. Aku tak bisa lagi mengenal
Senja seperti dulu. Aku seperti melihat awan gelap sedang murka denganku.
Namun aku tetap sadar memanglah akulah yang bersalah. Sebab aku tak jujur
sejak di Taman Kota itu. Bahwa aku akan berpaling dengan perempuan malang
itu. Perempuan yang direnggut kenaifannya oleh Ayahku.
Dengan gontai kulangkahkan sketku dari rumah itu. Rumah Mentari, kakaknya
itu yang pernah aku kunjungi beberapa kali. Tetapi rumah itu tak seperti
dulu. Mau menerimaku! Terlebih rumah itu sudah sudah dihuni Senja. Perempuan
yang sangat aku sayangi. Namun karena tak memahami keadaanku aku sudah
dianggap tak dikenalnya lagi bahkan mengusir dari kehidupan darinya.
"Biar bagaimana pun aku tetap menyanyangimu. Sebagaimana aku menyanyangi
senja-senja tiap kali aku mengharapkan senja terakhir kali untuk menetramkan
diriku," gumamku di keremangan malam tak berbintang.
Kau harus bertanggung jawab hai jahanam! Kau harus bertanggung jawab!
Pagi itu aku mendapatkan pesan singkat bernada ancaman. Entah pesan singkat
itu berasal dari mana aku tak tahu. Namun ketika aku amati lagi ternyata itu
berasal dari nomor ponsel milik Ayah Senja. Dan betapa bodohnya aku ketika
pesan singkat itu kuanggap hanya sekedar leluconapa yang seperti dikatakan
Senja jika dirinya sedang muram kepadaku.
Seorang gadis bunuh diri dengan memutuskan urat nadinya di ruang kamar tidur
dengan berbalut nuansa biru. Dan ditemukan pula secarik suart bertuliskan:
CINTAMU TETAP ADA DIHATI SENJA.
Sebuah deadline surat kabar berdiri tegak di ruang tamu.
UlujamiPesanggarahan, 3 Agustus 2009.
--
"Books inside you"
Fiyan 'Anju' Arjun
Anju Online Bookshop
Jl.Ulujami Rt.012/04 No.14 Jak- Sel
www.bukumurahku.multiply. com
fb:bujangkumbanf@yahoo.co. <fb%3Abujangkumbanf@id yahoo.co. >id
Tlp:(021) 7379858
Hp:0852-8758-0079
- 5a.
-
Re: Berita duka
Posted by: "Mimin" minehaway@gmail.com mine_haway
Tue Aug 4, 2009 7:44 am (PDT)
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un
Turut berbela sungkawa
Semoga almarhum diberikan tempat terindah olehNYA, diterima amal ibadahnya.
Yang tabah & sabar ya say
Ingat waktu berkabung maksimal 3 hari
Lebih dari 3 hari musti kembali beraktivitas dan tetap bersemangat menjalani
hidup ini.
--
http://minesweet.co.cc
YM : mine_haway
- 6.
-
(no subject)
Posted by: "Rinda" r_nda1004@yahoo.co.id r_nda1004
Tue Aug 4, 2009 7:45 am (PDT)
Rinda sekeluarga turut berduka cita atas meninggalnya Ayah Mbak Nia, semoga semua amal dan Ibadahnya di terima di sisi Allah.. dan di berikan tempat terindah di Surga Allah... Amien
_____________________ _________ _________ _________ _________ _
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/
- 7.
-
[rampai] sebuah kerinduan...
Posted by: "novi khansa'" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Tue Aug 4, 2009 8:14 am (PDT)
Hiruk pikuk masalah mendera
Ujian datang silih berganti
Waktu seolah selalu pergi
Tanpa sisa
Hanya sepi
Aku hanya mampu diam
Menangis di kegelapan...
Ini pilihanku
Ketika mulai melangkah lagi...
Mengais cita yang ditinggalkannya dalam sunyi
Bukan kegelapan yang ingin kugapai
Walau cahaya masih sulit kuraih
Bukan meratap ketika kau tinggalkan
Tapi berlari, mengais sisa-sisa mimpi yang berserakan...
Tapi, bolehkah sekali ini aku rindu...
Walau yang bisa kupandang hanya nisan bertuliskan namamu...
* 21 Januari 2004 *
***
"Anda adalah cermin dari pikiran-pikiran Anda Sendiri"
(Syekh Muhammad Al Ghazali)
***
novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply. com
http://novikhansa.wordpress. com/
- 8a.
-
Re: [ruang tamu] perkenalan
Posted by: "Sisca Lahur" sapijinak2000@yahoo.com sapijinak2000
Tue Aug 4, 2009 9:00 am (PDT)
Kebo lokal ?
Hua...ha...ha.... ( terguling-guling mode on ) sampai keselek.
--- On Tue, 8/4/09, Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com > wrote:
From: Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com >
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] [ruang tamu] perkenalan
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Date: Tuesday, August 4, 2009, 1:08 PM
'Met datang, Bang Haris:). Btw, perasaan nickname Sisca adalah "sapi jinak"* deh, bukan "kebo lokal"**:)). Memang "domestication" yang diindonesiakan menjadi "domestikasi" adalah "upaya penjinakan hewan liar menjadi binatang ternak/piaraan". Tapi "jinak" sebagai kata sifat (ajektiva) bukanlah "domestic". "Domestic" merujuk ke "lokal" atau "dalam negeri". Lebih pas pakai "tame" untuk "jinak".
Untuk "buffalo", saya jadi ingat lelucon teman-teman SMP. Mereka sering bilang: Cow sapi, buffalo kebo -->maksudnya: "kau sapi, bapak loe kebo":))).
Segitu dulu ah pelajaran dasar-dasar penerjemahan, hehe...
Tabik,
Nursalam AR
* sapi jinak : tame cow
** kebo lokal : domestic buffalo
On 8/4/09, abang haris <harisabang@yahoo. com> wrote:
halo mbak sisca
iya salam kenal juga
lucu juga namanya, domestic buffalo heheheh
yupl, please mmet me in my fb
haris abang
tak wait yo
wassalam
--
"Open up your mind and fly!"
Nursalam AR
Penerjemah, Penulis & Editor
0813-10040723
021-92727391
www.nursalam. multiply. com
www.facebook. com/nursalam. ar
- 9.
-
(catcil) Nenek Tersayang Mona
Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Tue Aug 4, 2009 9:30 am (PDT)
Nenek Tersayang Mona
By: agussyafii
Hari itu teramat istimewa bagi Mona, salahsatu anak Amalia. Di dalam penuturannya saya menemukan sebuah pelajaran yang teramat indah tentang nenek yang disayanginya. Nenek yang mencintainya dengan setulus hati.
Pada suatu hari Mona pernah dilanda kesedihan yang tak terbayangkan. Ketika itu nenek sakit. Awalnya nenek sehat wal afiat tetapi lama-lama tubuhnya menjadi lemas hingga nenek dirawat di Rumah Sakit.
Pagi itu Mona bertemu dengan nenek dan mengatakan, 'aku sayang nenek.' Nenek menjawab, `Nenek juga sayang Mona.' 'Aku lebih sayang nenek.' kata Mona. 'Nenek tahu itu,' ucap nenek, badannya masih terlihat lemah. Mona memeluk nenek.
Keesokan harinya Mona mendapatkan kabar berita yang mengejutkan, nenek tersayang Mona di pindah keruang ICU. Setiap pulang sekolah Mona selalu menjenguk nenek dan berharap cepat sembuh.
5 hari cepat berlalu dan akhirnya nenek bangun dari komanya. Nenek sempat mencari Mona. Namun nenek kembali koma. Esok paginya Mona menangis, bercucuran airmata dengan dipeluk sang ibu karena neneknya telah berpulang ke Rahmatullah. Mona tidak dapat melupakan ciuman kasih sayang yang masih terasa hangat dipipinya dari nenek yang disayanginya.
Wassalam,
Agussyafii
------
Senyum menyambut ramadhan, senyum kemenangan adalah senyum amalia. Yuk, berkenan berbagi senyuman dalam sebuah program 'Senyum Amalia.' Kegiatan program 'Senyum Amalia' adalah Obrolan Puasa (Opus), Tadarus, Berbuka Puasa Bersama, Paket Bingkisan Senyum Amalia, akan diselenggarakan pada hari Ahad, 30 Agustus 2009 di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan senyuman anda di http://agussyafii.blogspot. http://www.facebookcom, .com/agussyafii atau sms di 087 8777 12431
- 10a.
-
FW: [sekolah-kehidupan] [rampai] sebuah kerinduan...
Posted by: "jun an nizami" tinta_mirah@yahoo.co.id ujangjiung
Tue Aug 4, 2009 10:02 am (PDT)
Wuiihh..endingnya keren. Cuma sayang baris2 pertamanya kurang keren.
Seperti: Ujian datang silih berganti,kalimat itu udah banyak dimana-mana. Coba ganti idiom-idiom yang baru,pasti lebih keren. Heuheu..si gue teh meni sok tahu,yah,aya-aya wae. Heuheu
----- Original Message -----
Subject: [sekolah-kehidupan] [rampai] sebuah kerinduan...
Date: Tue, 4 Aug 2009 15:13:07
From: novi khansa' <novi_ningsih@yahoo.com >
To: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups. >com
Hiruk pikuk masalah mendera
Ujian datang silih berganti
Waktu seolah selalu pergi
Tanpa sisa
Hanya sepi
Aku hanya mampu diam
Menangis di kegelapan...
Ini pilihanku
Ketika mulai melangkah lagi...
Mengais cita yang ditinggalkannya dalam sunyi
Bukan kegelapan yang ingin kugapai
Walau cahaya masih sulit kuraih
Bukan meratap ketika kau tinggalkan
Tapi berlari, mengais sisa-sisa mimpi yang berserakan...
Tapi, bolehkah sekali ini aku rindu...
Walau yang bisa kupandang hanya nisan bertuliskan namamu... * 21 Januari 2004 * *** "Anda adalah
cermin dari pikiran-pikiran Anda Sendiri" (Syekh Muhammad Al Ghazali) *** novi_khansa'kreatif ~Graphic Design 4 Publishing~ YM :
novi_ningsih http://akunovi.multiply. http://novikhansa.com wordpress. com/
Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/ id/internetexplo rer
- 10b.
-
Re: FW: [sekolah-kehidupan] [rampai] sebuah kerinduan...
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Tue Aug 4, 2009 5:05 pm (PDT)
-
terima kasih suhu, atas saran-sarannya :)
enaknya diganti apa, ya...
aku sering banget kayaknya pakai kata "ujian" untuk mengungkapkan cobaan hidup... hehe, terdengar umum memang...
-- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , jun an nizami <tinta_mirah@com ...> wrote:
>
>
> Wuiihh..endingnya keren. Cuma sayang baris2 pertamanya kurang keren.
>
> Seperti: Ujian datang silih berganti,kalimat itu udah banyak dimana-mana. Coba ganti idiom-idiom yang baru,pasti lebih keren. Heuheu..si gue teh meni sok tahu,yah,aya-aya wae. Heuheu
>
>
> ----- Original Message -----
> Subject: [sekolah-kehidupan] [rampai] sebuah kerinduan...
> Date: Tue, 4 Aug 2009 15:13:07
> From: novi khansa' <novi_ningsih@...>
> To: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups. >com
>
> Hiruk pikuk masalah mendera
>
> Ujian datang silih berganti
>
> Waktu seolah selalu pergi
>
> Tanpa sisa
> Hanya sepi
>
> Aku hanya mampu diam
>
> Menangis di kegelapan...
>
> Ini pilihanku
> Ketika mulai melangkah lagi...
>
> Mengais cita yang ditinggalkannya dalam sunyi
>
> Bukan kegelapan yang ingin kugapai
>
> Walau cahaya masih sulit kuraih
>
> Bukan meratap ketika kau tinggalkan
>
> Tapi berlari, mengais sisa-sisa mimpi yang berserakan...
>
> Tapi, bolehkah sekali ini aku rindu...
>
> Walau yang bisa kupandang hanya nisan bertuliskan namamu... * 21 Januari 2004 * *** "Anda adalah
> cermin dari pikiran-pikiran Anda Sendiri" (Syekh Muhammad Al Ghazali) *** novi_khansa'kreatif ~Graphic Design 4 Publishing~ YM :
> novi_ningsih http://akunovi.multiply. http://novikhansa.com wordpress. com/
>
>
>
>
>
>
> Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini!
> http://downloads.yahoo.com/ id/internetexplo rer
>
- 11.
-
FW: [sekolah-kehidupan] Berita duka
Posted by: "jun an nizami" tinta_mirah@yahoo.co.id ujangjiung
Tue Aug 4, 2009 10:10 am (PDT)
Beliau bukan milik apa-apa dan siapa-siapa. Beliau milikNYA.
MIRAH (MIlik-NYA dan seRAHkanlah)
----- Original Message -----
Subject: [sekolah-kehidupan] Berita duka
Date: Mon, 3 Aug 2009 12:38:38
From: novi_ningsih <novi_ningsih@yahoo.com >
To: <sekolah-kehidupan@yahoogroups. >com
Innalillahi wa inna ilayhi rooji'uun.Tlh bpulang ke rahmatu4JJ1,ayah dr saudari qt, Nia Robie' pd sore ini, 030809.Mohon doanya.,
nia:02199117841
--------------------- --------- ------
Yahoo! Groups Links
Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Lengkap dengan segala yang Anda sukai tentang Messenger! http://id.messenger.yahoo.com
- 12.
-
[puisi asal bunyi] Pundak Sajak Yang Memikul Keranda Sang Bapak
Posted by: "jun an nizami" tinta_mirah@yahoo.co.id ujangjiung
Tue Aug 4, 2009 11:07 am (PDT)
: Nia Robie
Dengan sajak tegak,Ia pikul keranda sang bapak, sehabis dengan kucuran airmata ia mandikan jenazahnya dalam sepi yang genap bau minyak melati.
Dengan sajak isak,ia membangunkan rumah istirah,sehabis mengkafani sang jenazah dengan pelukannya.
Meski dalam sajak sangsai ia lunglai,terhadap kepekatan yang mengintai,terhadap salam yang belum selesai. Terhadap firasat tanpa isyarat,terhadap iqamat yang mulai merambat.
Namun sajak isaknya adalah sajak tegak,seperti dengan YAASIN dan sajak ia meringkus jarak.
Namun sajaknya sajak tegak,karena daun gugur yang diserahkan maut adalah yang bergurat nama rindu: rindu Tuhan pada sang bapak.
Tasikmalaya 09.
Buat neng Nihaw,semoga tetap semangat.
Sajak ini sajak spontan yang saya buat.
Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/ id/internetexplo rer
- 13.
-
Re: [ruang tamu] perkenalan --> Sisca Lahur
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Tue Aug 4, 2009 4:59 pm (PDT)
Nah, kalo yang guling-gulingan di lumpur baru namanya kebo,hehe...:))
Sorry, one liner!
Tabik,
Nursalam AR
On 8/4/09, Sisca Lahur <sapijinak2000@yahoo.com > wrote:
>
>
>
> Kebo lokal ?
>
> Hua...ha...ha.... ( terguling-guling mode on ) sampai keselek.
>
> --- On *Tue, 8/4/09, Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com >* wrote:
>
>
>
> From: Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com >
> Subject: Re: [sekolah-kehidupan] [ruang tamu] perkenalan
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Date: Tuesday, August 4, 2009, 1:08 PM
>
> 'Met datang, Bang Haris:). Btw, perasaan nickname Sisca adalah "sapi
> jinak"* deh, bukan "kebo lokal"**:)). Memang "domestication" yang
> diindonesiakan menjadi "domestikasi" adalah "upaya penjinakan hewan liar
> menjadi binatang ternak/piaraan". Tapi "jinak" sebagai kata sifat (ajektiva)
> bukanlah "domestic". "Domestic" merujuk ke "lokal" atau "dalam negeri".
> Lebih pas pakai "tame" untuk "jinak".
>
> Untuk "buffalo", saya jadi ingat lelucon teman-teman SMP. Mereka sering
> bilang: Cow sapi, buffalo kebo -->maksudnya: "kau sapi, bapak loe kebo":))).
>
> Segitu dulu ah pelajaran dasar-dasar penerjemahan, hehe...
>
> Tabik,
>
> Nursalam AR
>
> ** sapi jinak : tame cow*
> *** kebo lokal : domestic buffalo
> *
>
> On 8/4/09, abang haris <harisabang@yahoo. com<http://us.mc519. mail.yahoo. >>com/mc/compose? to=harisabang@ yahoo.com
> wrote:
>>
>>
>>
>> halo mbak sisca
>> iya salam kenal juga
>> lucu juga namanya, domestic buffalo heheheh
>> yupl, please mmet me in my fb
>> haris abang
>> tak wait yo
>> wassalam
>>
>>
>>
>>
>
>
>
> --
> "Open up your mind and fly!"
>
> Nursalam AR
> Penerjemah, Penulis & Editor
> 0813-10040723
> 021-92727391
> www.nursalam. multiply. com <http://www.nursalam.multiply. >com/
> www.facebook. com/nursalam. ar <http://www.facebook.com/nursalam. >ar
>
>
>
>
--
"Open up your mind and fly!"
Nursalam AR
Penerjemah, Penulis & Editor
0813-10040723
021-92727391
www.nursalam.multiply. com
www.facebook.com/nursalam. ar
- 14a.
-
Re: [Catcil] Internet: Kawasan Penuh Keajaiban --> Kang Dani
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Tue Aug 4, 2009 5:08 pm (PDT)
Waw! Selamat ya, Bro! Juga untuk Bang Jonriah Ukur, SE alias JOnru (lengkap
banget tuh nama sampe titel ngikut:)). Yup, Internet memang kawasan ajaib.
Dunia daring (versi KBBI untuk "online" -- dari akronim "dalam jaringan")
ini mengangkat orang dengan ajaibnya ke puncak pencapaian tertinggi, tapi
juga bisa menjerumuskan orang hingga ke dasar. Prita Mulyasari, contohnya,
yang terjerat UU ITE dan kembali menghadapi tuntutan pengadilan untuk
keduakali. Turut berduka untuknya.
Thanks for sharing ya, Bro!
Tabik,
Nursalam AR
On 8/4/09, Kang Dani <fil_ardy@yahoo.com > wrote:
>
>
>
>
>
>
> @ Bang Nursalam: heuheuheu, terimakasih, Brow :D. Jadi gini ceritanya,
> tulisan ini saya ikutkan lomba di blogdetik tentang pengalaman berinternet
> pertama kali. Dan alhamdulillah masuk 10besar :D Info lengkapnya di sini
>
> :
> http://blogdetik.com/2009/ 07/31/inilah- pemenang- kontes-my- first-online- experience/
>
> Kalo soal harrypotter, saya memang tertarik banget dengan kedalaman riset
> JKR dalam detail2 untuk harry, bahkan untuk mantera2nya sekalipun memang
> mengandung arti harfiah yang dimodifikasi sedemikian rupa. Jadi terinspirasi
> :D, dan memang belum nonton layar lebarnya euy. heuheuheu
>
>
> Btw, Bang Nursalam saya suka banget dengan paragraf ini:
>
> *"Yah, to be fair, memang ada beberapa kasus atau kejadian di Internet
> yang kerap menghempaskan saya atau sedikitnya membuat luka hati. Tapi,
> dengan segenap manfaat akan keberadaannya, jika Internet itu manusia maka
> akan saya jabat erat tangannya dengan senyum tulus khas saya (tsahh!) sambil
> berucap,"Thank you, you raised me up!"."*
> *
> *
> *
> *
> Inspiring banget nih. Heuheuheu. Sepertinya saya juga akan berlaku sama
> dengan internet. Sebuah kawasan ajaib yang sulit saya tinggalkan :D
> *
> *
> *
> *
> Dani Ardiansyah
> www.sekolah-kehidupan. com <http://sekolah- kehidupan. >com/
> www.catatankecil.multiply. com
>
>
>
--
"Open up your mind and fly!"
Nursalam AR
Penerjemah, Penulis & Editor
0813-10040723
021-92727391
www.nursalam.multiply. com
www.facebook.com/nursalam. ar
- 14b.
-
Re: [Catcil] Internet: Kawasan Penuh Keajaiban --> Kang Dani
Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com j0nru
Tue Aug 4, 2009 5:13 pm (PDT)
Thanks Mas Nursalam
Saya juga heran, kenapa Detik.com menulis nama saya lengkap banget spt itu?
Mungkin mereka pakai patokan nama di KTP
Jonru
2009/8/5 Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com >:
>
>
> Waw! Selamat ya, Bro! Juga untuk Bang Jonriah Ukur, SE alias JOnru (lengkap
> banget tuh nama sampe titel ngikut:)). Yup, Internet memang kawasan ajaib.
> Dunia daring (versi KBBI untuk "online" -- dari akronim "dalam jaringan")
> ini mengangkat orang dengan ajaibnya ke puncak pencapaian tertinggi, tapi
> juga bisa menjerumuskan orang hingga ke dasar. Prita Mulyasari, contohnya,
> yang terjerat UU ITE dan kembali menghadapi tuntutan pengadilan untuk
> keduakali. Turut berduka untuknya.
>
> Thanks for sharing ya, Bro!
>
> Tabik,
>
> Nursalam AR
>
>
> On 8/4/09, Kang Dani <fil_ardy@yahoo.com > wrote:
>>
>>
>>
>>
>> @ Bang Nursalam: heuheuheu, terimakasih, Brow :D. Jadi gini ceritanya,
>> tulisan ini saya ikutkan lomba di blogdetik tentang pengalaman berinternet
>> pertama kali. Dan alhamdulillah masuk 10besar :D Info lengkapnya di sini
>>
>> : http://blogdetik.com/2009/ 07/31/inilah- pemenang- kontes-my- first-online- experience/
- 15.
-
Re: [Catcil] Internet: Kawasan Penuh Keajaiban--> Mbak Indar
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Tue Aug 4, 2009 5:13 pm (PDT)
Iya ya kita juga duet di kumcer Tembang Bukit Kapur (Escaeva, Bogor,
2008):)). Tapi dirimu melangkah lebih maju nih dengan novel debutan "Lintang
Gumebyar" yang sangat khas Indar. Thanks sudah menjadi sahabat selama ini
terutama saat-saat masa "nokturnal" dahulu,hehe...
Tabik,
Nursalam AR
On 8/4/09, patisayang <patisayang@yahoo.com > wrote:
>
>
>
> Saudara-saudara, dua orang yang menulis di bawah ini adalah sahabat yang
> banyak menginspirasi saya terus melangkah di dunia maya. Meski seperti yang
> mereka bilang, dia tak selalu bertabur intan mutiara. Kadang kerikil tajam
> merobek telapak kaki, menjalarkan perih berlebih di nurani.
>
> Kalau Dani, awal kenal senyum manis menggoda plus konyolnya (kayak pas jadi
> dalang di api unggun Eska Van Lembang) di kopdar penulis lepas, di tempat
> sama aku justru surprise sama si ikal yang tak hitam kayak temannya Lintang
> di Laskar Pelangi ini, Salam.
>
> Selalu tercerahkan oleh tulisannya di milist penulislepas (thank to my
> lovely husband yang mengenalkan wadah ini meski dia sendiri tak suka dan
> mengaku tak bisa menulis :( ) aku justru surprise gak percaya ketika bertemu
> sosoknya. Masih muda, beda sekitar 2 tahunan dariku. Sangat jauh dari
> tulisannya yang dewasa (kalau nggak boleh dibilang kebapak-bapakan.) hehe...
>
> Selain di Regala 204B, Muslim Romantis (yagng berakhir tragis), kita juga
> kencan di Tembang Bukit Kapur, lho Lam. :)
> Thank you Dani, Salam, dan semua sahabat yang menjadi teman di dunia
> mayaku.
>
> salam,
> Indarpati
> Yap, yang nulis Lintang Gumebyar.:)
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> Nursalam AR <nursalam.ar@...> wrote:
> >
> > Gaya bahasanya apik bin asyik. Temanya juga "out of the box", tidak
> seperti
> > biasanya yang ditulis Dani. Setelah kisah-kisah tentang Nibras dan cinta,
> > rasanya ini sesuatu yang baru yang ditawarkan Dani. Dari diksi khas Harry
> > Potter yang bertaburan dalam tulisan ini saya berasumsi sang penulis
> > sudah/sedang membaca salah satu novel JK Rowwling tersebut, atau justru
> > terobsesi menonton versi layar lebar terbarunya:)).
> >
> > Untuk isinya, seperti kata Pak SBY, saya setuju 200 persen:)) bahwa
> Internet
> > adalah kawasan penuh keajaiban. Dunia maya atau Internet juga yang
> > mengangkat saya (setidaknya kepercayaan diri saya sebagai penulis) --
> > setelah berkali-kali naskah kalah lomba atau ditolak penerbit -- ketika
> saya
> > bisa punya buku pertama (meski berupa antologi cerpen bersama beberapa
> > penulis lain termasuk sang novelis Lintang Gumebyar, Indarpati -- yang
> kerap
> > bikin saya *jealous* karena istri saya justru fans tulisan Indarpati
> > ketimbang tulisan saya sendiri) berjudul The Regala 204B terbitan sebuah
> > penerbit di Kudus, Jateng, yang disaring melalui lomba penulisan di
> sebuah
> > milis pada 2006. Selanjutnya, seperti kata pepatah"'the luck follows its
> own
> > road and leads to another luck", berturut-turut lahir karya-karya lain
> > (lagi-lagi masih berupa antologi bersama) seperti 20 Cerita Gokil (yang
> juga
> > bersama seorang penulis berbakat di milis SK, Retnadi) atau Muslim
> Romantis
> > (yang sayangnya kisah royalti dan oenjualannya tragis!) yang kembali
> bersama
> > Indarpati dkk hingga, pada Juli 2009, sebuah antologi kisah para
> penerjemah
> > (bersama milis penerjemah, Bahtera) berjudul "Tersesat Membawa Nikmat"
> (kali
> > ini bersama Rinurbad, sang praktisi resensi dan penerjemah bahasa
> Perancis).
> >
> > Yah, to be fair, memang ada beberapa kasus atau kejadian di Internet yang
> > kerap menghempaskan saya atau sedikitnya membuat luka hati. Tapi, dengan
> > segenap manfaat akan keberadaannya, jika Internet itu manusia maka akan
> saya
> > jabat erat tangannya dengan senyum tulus khas saya (tsahh!) sambil
> > berucap,"Thank you, you raised me up!". Meski rambut saya ikalnya tidak
> > seheboh Josh Groban atau suara saya tak semerdu (bahkan jauh dari
> 'merdu')
> > seperti sang penyanyi 'You Raise Me Up' tersebut.
> >
> > Thank you, Dan, for sharing and being inspiring:))
> >
> > Tabik,
> >
> > Nursalam AR
> >
> > On 8/3/09, Kang Dani <fil_ardy@...> wrote:
> > >
> > >
> > >
> > > Internet: Kawasan Penuh Keajaiban
> > > Oleh: Dani Ardiansyah
> > >
> > >
> > > Jangankan internet, menyentuh keyboard komputer pun takut rasanya.
> > > Jangan-jangan, kalau saya salah menekan tuts keyboard tersebut, akan
> terjadi
> > > ledakan dahsyat melebihi Hiroshima-Nagasaki. Saya tidak mau ambil
> resiko
> > > untuk itu.
> > >
>
>
>
--
"Open up your mind and fly!"
Nursalam AR
Penerjemah, Penulis & Editor
0813-10040723
021-92727391
www.nursalam.multiply. com
www.facebook.com/nursalam. ar
- 16.
-
Perayaan yang Memacetkan
Posted by: "rafif_amir" rafif_amir@yahoo.co.id rafif_amir
Tue Aug 4, 2009 5:13 pm (PDT)
Sore hari menjelang malam terjadi kemacetan luar biasa di daerah Jatiroto Lumajang, saat itu saya tengah melaju bersama Revo dari arah Probolinggo menuju Jember.mungkin kecelakaan, pikirsaya.
Beruntung saya naik motor sehingga bisa menerobos antrian kendaraan kira-kira sepanjang tiga kilometer. saya melewati celah diantara kendaraan roda empat atau lebih. terkadang melewati pinggir jalan yang tak beraspal. sebagian besar kendaraan roda dua melakukannya.
butuh beberapa puluh menit bagi saya, sebelumnya akhirnya sampai pada sumber kemacetan.Astagfirullah, betapa saya marah ketika mengetahui sumber kemacetan itu berasal dari pondok pesantren yang baru usai mengadakan Haflatul Intiham, mungkin semacam perayaan setelah ujian. saya lihat beberapa petugas keamanan berusaha memperlancar arus lalu lintas, sementara dari arah simpang, saya lihat mobil-mobil para kyai melenggang santai keluar dari pesantren. petugas lebih mendahulukan semua mobil kayai itu kleluar dan menahan puluhan mobil yang seharusnya bisa melenggang bebas di jalan raya . jalan raya itu biasanya tidak pernah macet, meskipun termasuk jalan utama yang banyak dilalui kendaraan, karena jalannya relatif lebar.
Tidak hanya itu, saya melihat para santri berseliweran tanpa aturan di jalan, seakan jalan itu sudah disewa oleh ponpesnya.saya tak bisa membayangkan orang-orang dalam bis yang kepanasan, atau mungkin terlambat tiba di rumah, padahal ia memiliki agenda yang harus segara diselesaikan. perkiraan saya, setidaknya mungkin mereka akan terlambat 1 jam tiba di tempat tujuan.
Begitulah fenomena sebagian umat islam yang terkadang bersikap seenaknya sendiri, tak peduli apa orang lain terganggu dengan tingkahnya. apalagi pas punya hajatan, saat mau ada pernikahan misalnya, maka sohibul hajah akan menyetel musik keras-keras meski di siang hari saat orang-orang sedang terlelap tidur sepulang dari kantor.peristiwa kemacetan panjang di ponpes daerah jatiroto ini adalah peristiwa kesekian yang saya lihat tentang tak pedulinya sebagian kita terhadap hak saudaranya.bagaimana lagi jika dituntut untuk itsar?
Rafif, 4 August 2009
- 17.
-
(catcil) ORANG BILANG
Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com
Tue Aug 4, 2009 5:14 pm (PDT)
*ORANG BILANG
*
Suara di Balik Telepon Selular
Setiap perkataan yang menjatuhkan
Tak lagi kudengar dengan sungguhan
Juga tutur kata yang mencela
Tak lagi kucerna dalam jiwa
"Ingat, Yan sekarang lo tuh sudah punya laptop. Lo harus lebih giat dan
produktif lagi dalam menulis. Ingat ketika lo tidak memiliki fasilitas lo
semangat banget untuk menulis. Nah, sekarang lo sudah punya laptop lo jangan
sampai terlena. Gue ingat cerita lo ketika lo cerita betapa tidak enaknya
menjadi orang yang serba kekurangan dan keterbatasan terkadang terlalu
banyak cercaan bahkan penghinaan. Gue harap lo seperti Fiyan yang dulu
dengan berbagai cerita yang gue kenal!"
Suara dibalik telepon genggam itu seakan-akan membuatku terhanyut dalam
kenangan lama. Suara khas itu seperti suara-suara sebelum-sebelumnyayang
aku dengar. Serupa yang diperuntukan untukku. Aku yang sedang menggenggam
telepon selular merasa tanganku ikut gemetar. Gemetar, ketika suara itu
begitu peduli dengan kehidupanku saat itudan sebelum aku seperti sekarang
ini. Aku benar-benar larut!
"Terima kasih ya atas perhatian lo sama gue, bro!" jawabku.
Entah, aku tak tahu aku harus menjawab apa saat suara dibalik telepon
selular berkata demikian. Seakan-akan mulutku ini terkatup tak mampu untuk
berbicara lagi. Menjawab suara dibalik telepon selular itu. Hingga tiba-tiba
aku seperti patung yang baru dibuat oleh pematung dengan berbagai ukiran dan
bentuk. Diam, menuruti lihai tangan si pembuatnya.
Memang aku pernah bercerita tentang hal itu. Tentang keterbatasan dan
kekuranganku dalam menjalani cita-citaku menjadi seorang mujahid pena.
Menjadi seorang Seno Gumira Adji Darma. Penulis favoritku selama ini aku
baca karya-karya besarnya itu. Namun ketika keterbatasan dan kekurangan itu
membelungguku aku tak bisa mengelak. Bahwa untuk menjadi seorang mujahid
pena harus memiliki fasilitas yang memadai. Tanpa itu tak akan bisa
berlanjut dalam sebuah impian.
Namun sayangnya ketika aku ingin bercerita kepada mereka bukannya mereka
memberikan sebuah solusi dan jalan keluar. Ini malah aku sering mendapatkan
hardikan-hardikan dari mereka. Sering merekadan orang yang pernah mendengar
ceritaku itu seringkali berbalik menyerangku. Bagai boomerang yang tak dapat
dikendalikan oleh si pemiliknya, terkadang cerita-ceritaku dijadikan senjata
untuk menjatuhan dan mencelaku kembali.. Bahkan mengulang-mengulang nya.
Mereka bilang ceritaku itu adalah sebuah keluhan. Keluhan yang tak dapat
ditoleran lagi yang membuat aku tambah kecewa dengan perlakuan mereka.
Sering kali mereka bilang bahkan hampir setiap gendang telingaku
mendengarnya. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa ketika mereka melakukan
seperti itu kepadaku. Mereka menganggap cerita-ceritaku sebagai keluhan
cengeng! Tak bermutu. IDL : Itu Derita Lo. Lagi-lagi aku hanya mampu
mengelus dada ketika kata-kata itu berbilang.
Karena aku sudah kebal dan kuatdi perlakukan seperti itu. Hingga saking
kebal dan kuatnya aku semakin tak bisa menalarnya lagi. Atau,
memilah-milahnya. Mana itu pujian dan mana itu meremehkan. Mana itu
menyuport dan mana itu menjatuhkan. Mana itu bantuan dan mana itu
merendahkan. Mana itu ikhlas dan mana itu siasat. Begitu pun mana kawan mau
berbagi susah dan mana yang mau berfoya-foya. Pun mana yang mau memahami dan
mana yang alakadarnya. Benar-benar aku tak bisa mentelaah lagi bahkan
mencernanya lagi. Seakan-akan aku seperti robot yang tak memiliki kepekaan
yang tajam.
Tapi apakah pantas mereka yangbilang memiliki jiwa-jiwa bersih yang sering
kali dibaluti oleh air suci setiap 5 kali dalam sehari ketika menghadap
Tuhan? Pantaskah mereka memperlakukan aku seperti itu? Lagi-lagi aku pun
sadar diri. Memang aku harus tahu diri dengan siapa aku bercerita. Dan aku
harus menerima ketika mereka bilang kepadaku.
"Ya, doain aja biar gue nggak terlena. Gue juga banyak-banyak terima kasih
selama ini atas kebaikan lo sama gue," lanjutku kembali membalas dari balik
telepon selular dengan masih menyimpan rasa keharuan membalut diriku.
Awal Aku Mendapatkan Karunia-Nya
Tentu bagi mereka yang memiliki kantong tebal. Orang kantoran. Pekerja dalam
sebulan mengantongi 20 juta perbulan tentu laptop berukuran seperti itu
mampu di beli 4 buah bahkan bisa toko-konya jika mau. Beda halnya dengan aku
yang hanya seorang yang baru belajar bisnis kecil-kecilan. Membuka toko buku
online: ANJU ONLINE BOOKSHOPbegitu aku menamakanya tentu tak sebanding
dengan aku. Toh, aku mendapatkan laptop itu juga aku harus memeras peluh dan
pikiranku lebih dahulu..
Baiklah jika ingin tahu kronologisnya:
Sebagai seorang penulis aku tidak hanya berkutat dalam satu komunitas saja
bahkan aku lebih dari itu aku mengikutinya. Selain untuk menambah saudara
dan pengalaman aku bergabung di berbagai komunitas. Namun jika ada
bertanya-tanya kenapa aku mengikuti banyak komunitas? Hanya satu: aku ingin
belajar dari sekolah kehidupan. Sekolah tanpa batas. Tak mengenal status,
derajat maupun pendidikan formal apalagi kedudukan. Itu saja! Aku ingin
menambah pengalaman dan wawasan..
Hingga dalam sebuah komunitas mengadakan polling mencari penulis favorit.
Atau, Bintangnya di komunitas itu begitu dinamakannya. Betapa banyak
persaingan nama-nama yang aku akui hebat-hebat semua. Ada yang dari penulis
kawakan, editor, penerjemah bahkan sampai mantan wartawan dan hanya aku
seorang yang hanya lulusan Diploma Satu yang masih pemula di dalam dunia
ini. Dunia tulis menulis. Coba bandingkan aku dengan mereka tentu mereka
akan memilih mereka dibandingksn aku? Tapi bagiku itu tak penting. Bagiku
aku sudah disejajarkan oleh mereka betapa terharu aku. Seorang yang Diploma
Satu bisa menjadi rivalnya mantan wartawan.
Benar saja! Banyak yang bilang aku bukan orang yang diprediksi apalagi
diunggulkan. Dan ketika aku yang didaulat menjadi penulis favorit. Atau,
Bintangnya komunitas itu lagi-lagi mereka bilang: GUE NGGAK PERCAYA KALO
FIYAN MENANG!
Betapa terkejut ketika namaku yang di daulat menjadi pemenang. Dan akulah
orang pertama merubah mindset mereka. Tak selamanya orang kecil itu (bisa)
mampu diperkecilkan. Tapi aku percaya, seperti halnya Spiderman, meskipun
sering patah dan kalah, insya Allah, dengan izin-Nya, man jadda wa jadda.
Siapa yang berusaha maka ia akan mendapatkan hasilnya. Inilah hasilnya, aku
mendapatkan benda yang sedang aku pangku sekarang.
Akhirnya, melalui upaya serta usaha yang aku lakukan serta didoakan oleh
orang-orang terdekatku aku pun berhasil mendapatkan benda yang sudah aku
mimpikan. Dan akhirnya Yang Maha Kuasa mengambulkan segala doa-doa malamku
serta ikhtiarku tiap hari. Betapa aku begitu terharunya saat mendapatkanya.
Bersilaturahim ke Rumah Abang Angkatku.
Hingga di suatu siang hari aku ingat saat aku sedang bersilaturahim ke rumah
abang angkatku. Dimana ia tinggal bersama keluarga barunya yang mungil dan
damai. Di sana aku bercerita tentang semua apa yang aku alami sejak aku
masih dibelunggu dalam aktivitasku hingga aku sekarang mendapatkan
karuniaNya. Aku sekarang sudah memiliki laptop mungil yang aku dapatkan atas
kredibilitasku terhadap komunitas yang aku diami sampai saat inibeserta
jerih payahku selama tiga tahun untuk memiliki benda perangkap lunak itu.
Benda perangkap lunak berkapasitas modern. Berukuran 10 inch saja.
"Lebih bagus lagi jika kamu menuliskan kembali cerita-cerita kamu ke dalam
tulisan. Apalagi jika dipadukan dengan lirik lagu ini. Akan semakin
menggugah untuk dibacanya tulisan kamu itu."
Akhirnya, orang yang selama ini memberikan aku support dan bimbingan pun
menyuruhku untuk mendengarkan lirik lagu itu. Dan itu benar-benar menyentuh
hatiku. Lirik-lirik itu seperti membicarakan kehidupanku saat itu. Lirik
yang benar-benar membuat aku larut di dalamnya.
"Hmm Abang bisa aja milih lirik lagunya. Pas banget sama penderitaan
saya hehehe," ujarku sambil berkelakar.
Ia pun hanya tersenyum.
Aku pun begitu.
Kudengarkan kembali lagi lirik lagu itu dari sound mungil komputer yang ada
di ruangan tamu itu. Larut. Mengharu biru. Kelam. Benar-benar melukiskan
kisahku. Namun aku begitu tenang mendengarkannya ketika lirik-lirik itu
diputar sampai habis.
Ya, lirik sebuah lagu dari band Padi dengan begitu sendunya ditembangkan
oleh seorang vokalis, Fadly.
Setiap perkataan yang menjatuhkan
Tak lagi kudengar dengan sungguhan
Juga tutur kata yang mencela
Tak lagi kucerna dalam jiwa
Aku bukanlah seorang yang mengerti
Tentang kelihaian membaca hati
Kuhanya pemimpi
kecil yang berangan
Tuk merubah nasibnya
Lirik Sang Penghibur
Benar. Ternyata lirik lagu itu benar-benar melukiskan kisah perjalananku.
Walau dalam dalam lirik itu bercerita tentang seorang penyanyi yang ingin
membuktikan eksistensinya sebagai seorang penghibur yang patut dihargai.
Namun sayangnya kehadirannya hanya dipandang sebelah mata. Halnya ketika
kehidupan yang penuh keterbatasan dan kekuranganku dalam meraih cita-citaku
menjadi seorang mujahid pena. Banyak sekali aku menerima hal serupa. Dan
banyak juga orang-orang bilang: LO NGGAK LAYAK JADI PENULIS!
Tapi aku tetap tegar.
Namun bila aku ingin memilih: Aku ingin memilih mereka menyuporku dan
memberiku amunisi dalam diriku agar aku bisa tetap survive untuk meraih
cita-citaku itu. Bukan mengulang-ulang keluhanku saat itu. Karena keluhan
itu tak akan pernah terdengar lagi di telinga mereka yang begitu mahal oleh
sebuah cerita-ceritaku. Karena aku sudah menyadari hal itu. Inilah hidup.
Hidup tak begitu lurus-lurus saja tentu nanti akan bertemu dengan tikungan
terjal. Begitu pun dengan lirik-lirik lagu. Tak semua bernada riang bahkan
ada pula bernada muram. Duka. Mengharu biru. Aku pun sudah siap dengan hal
itu. Siap untuk mendengar orang bilang apalagi tentang aku!(fy)
Tulisan ini aku persembahkan untuk buat abang angkatku yang sudah membuat
aku semakin kuat dan tangguh untuk menghadapi segala medan yang aku tempuh!
Tak ada kata yang bisa aku katakan lagi hanya satu: SEMOGA KELUARGA BARUMU
DIBERIKAN KEBERKAHAN DAN BAROKAH SERTA KEMUDAHAN/KELANCARA N. AMIN. Aku
tetap seperti Fiyan yang dulu. Naif. Polos. Baik serta penuh humor.
UlujamiPesanggrahan, 29 Juli 2009
Masih di teras rumah.
Seperti biasa di temani oleh Orang Bilang-nyaWali Band.
--
"Books inside you"
Fiyan 'Anju' Arjun
Anju Online Bookshop
Jl.Ulujami Rt.012/04 No.14 Jak- Sel
www.bukumurahku.multiply. com
fb:bujangkumbanf@yahoo.co. <fb%3Abujangkumbanf@id yahoo.co. >id
Tlp:(021) 7379858
Hp:0852-8758-0079
- 18a.
-
[catcil] Ketika Disapa Masalah
Posted by: "novi khansa'" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Tue Aug 4, 2009 5:22 pm (PDT)
Setiap orang punya masalah. Hanya orang gila dan orang mati
yang tidak punya masalah.
Kutipan yang entah aku temukan di mana. Yah, namanya orang hidup itu pasti punya masalah, entah bentuk masalahnya seperti apa. Ada yang berat, kecil, sedang. Bergantung juga bagaimana kita menyikapi masalah-masalah itu.
Entah apa yang terjadi belakangan ini. Aku panik, bingung, kejar sana, kejar sini. Aku pikir ketika aku memutuskan kuliah lagi, aku akan memulainya dengan baik, membayangkan tekadku yang sudah mantap. Kelegaaan akhirnya bisa memulai belajar lagi setelah sekian lama jeda. Tapi, ternyata tidak, beruntun berbagai hal terjadi. Tumpukan masalah beberapa waktu lalu mencuat, berbarengan dengan adaptasi yang ternyata tidak mudah.
Pada pekan pertama kuliah, godaan demi godaan untuk bolos begitu besar. Pekerjaan yang diatur sedemikian rupa, terkadang tidak sesuai rencana. Panik, menangis, dan bingung. Sementara, di sini aku sendiri mengurus berbagai urusan rumah dari A-Z. Semua tumpang tindih. Seolah berkejaran minta diurus. Satu saja ditinggalkan, masalah baru menanti.
Menangis. Memohon, mencari solusi. Haruskah ada pembantu di rumah ini? Haruskan aku selesaikan masalah kemarin-kemarin yang mencuat lagi dengan kemarahan? Haruskah aku kaji ulang kuliahku? Haruskah aku negosiasi dengan klien atas kesulitan pekerjaan tidak biasa yang aku hadapi? Haruskan aku marah? Minder? Ketika kemampuanku dipertanyakan di kampus, sementara di tempat ini aku dibutuhkan? Haruskah aku tinggalkan amanah yang sedang kujalani? Sementara, tumpukan tugas kuliah sudah menanti...
Blank... Blank...
Hingga aku dihadapkan pada suatu hari yang tidak biasa.
SMS dari seorang sahabat yang memohon doa karena sedang ditimpa masalah keluarga yang pelik.
SMS lain datang, ayah seorang sahabat masuk ruang ICU
SMS lain datang, ayah seorang sahabat yang masuk ICU meninggal dunia...
SMS lain datang, seorang sahabat kecelakaan motor saat berangkat kerja, kakinya patah dan dirawat di rumah sakit.
Aku mencoba menelepon satu demi satu, hingga yang terdengar di telingaku adalah tangis dan pilu. Tapi tetap ada sepercik harapan untuk bisa mengatasi, menyelesaikan, dan menerima kenyataan.
Mencoba mendengar dan berempati atas kesulitan sahabat yang entah bagaimana aku bisa membantu. Hanya doa yang bisa kupinta, agar urusannya dipermudah... Seorang sahabat yang biasanya lebih sering menjadi pendengar sahabat lainnya. Seorang sahabat yang tak ingin menyusahkan orang lain atas kesulitan yang dihadapinya.
Mencoba berempati, merasakan kesulitan yang tengah mereka hadapi. Tapi, yang ada aku hanya mampu menangis. Kegetiran kehilangan orang tercinta menjadi hal yang traumatis buatku. Membayangkan wajah sahabat yang binar matanya indah harus kehilangan ayahanda tercinta membuatku tak tahan untuk terus menangis.
Mendengar suara sahabat yang menahan sakit, setelah operasi karena kecelakaan dan kakinya patah. Mencoba menghibur, mengingat hadiah ulang tahun yang belum sempat tersampaikan untuknya. Terdengar harapan untuk bertemu bersama sahabat-sahabat lain. Dia masih mampu bercerita, bersyukur keadaanya sudah membaik daripada kemarin.
Aaaah, betapa piciknya aku dengan tumpukan masalah yang tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Masalah yang sebenarnya bisa aku atasi satu demi satu. Masalah yang tidak harus kehilangan nyawa, kesakitan, dan kekhawatiran.
Betapa naifnya aku yang tidak segera mencari solusi, malah diam dan tak mampu bergerak. Menjalani hari seolah mengalir begitu saja, padahal aku harus membuat keputusan, me-manage ulang waktuku, mengkaji pekerjaanku, kuliahku, rencana hidupku. Bukankah Allah tidak akan mengubah suatu kaum, hingga kaum itu mengubah dirinya sendiri. Yah, aku harus terus berusaha. Aku harus bisa menjalani semua yang sudah aku putuskan, pilih, inginkan, terima, dan jalani dari hidup ini.
Aku harus bisa menyikapi masalah demi masalah dengan sebaik mungkin. Melupakan berbagai hal yang mengganggu pikiran dan membuang energi. Menata ulang berbagai hal yang sedang dan baru saja aku jalani. Bersemangat meraih cita-cita dan membuka mata selebar-lebarnya untuk sebuah harapan dan impian.
Bismillah...
***
"Anda adalah cermin dari pikiran-pikiran Anda Sendiri"
(Syekh Muhammad Al Ghazali)
***
novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply. com
http://novikhansa.wordpress. com/
- 18b.
-
Re: [catcil] Ketika Disapa Masalah
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Tue Aug 4, 2009 5:34 pm (PDT)
Untuk kesulitan, lihat orang-orang yang lebih sulit. Untuk prestasi, lihat
orang-orang yang lebih tinggi prestasinya. Entah ini hadis atau bukan. Atau
kata bijak atau pesan dari siapa. Tapi rasanya cukup layak untuk direnungkan
dan dihayati serta diamalkan *beuh, bahasa P-4 banget ya!*
Makasih untuk sharing ya, Nov. Baca cerita Novi untuk kuliah lagi, aku jadi
ingat janji sama mertua untuk lanjut kuliah S-1 dahulu yang terpenggal di
akhir. Pinginnya banyak: mau ambil S1-ekstension UI di vak FKM (lagi),
perdalam ilmu penerjemahan di D-3 Penerjemahan UT atau sosiologi di
universitas yang sama. Juga mau belajar terapi medis semacam akupuntur dan
bekam. Fyuh! Dan baca cerita Novi tentang bapak, jadi ingat sama almarhum
aba' yang wafat dua tahun silam. Tapi semoga ketika nanti baca cerita Novi
untuk nikah (mungkin sedang disusun ya tulisannya:)) aku tidak pingin untuk
nikah (lagi),hehe...
Tfs!
Tabik,
Nursalam AR
On 8/5/09, novi khansa' <novi_ningsih@yahoo.com > wrote:
>
>
>
>
> Setiap orang punya masalah. Hanya orang gila dan orang mati
> yang tidak punya masalah.
>
>
> Kutipan yang entah aku temukan di mana. Yah, namanya orang hidup itu pasti
> punya masalah, entah bentuk masalahnya seperti apa. Ada yang berat, kecil,
> sedang. Bergantung juga bagaimana kita menyikapi masalah-masalah itu.
>
>
> Entah apa yang terjadi belakangan ini. Aku panik, bingung, kejar sana,
> kejar sini. Aku pikir ketika aku memutuskan kuliah lagi, aku akan memulainya
> dengan baik, membayangkan tekadku yang sudah mantap. Kelegaaan akhirnya bisa
> memulai belajar lagi setelah sekian lama jeda. Tapi, ternyata tidak,
> beruntun berbagai hal terjadi. Tumpukan masalah beberapa waktu lalu mencuat,
> berbarengan dengan adaptasi yang ternyata tidak mudah.
>
>
> Pada pekan pertama kuliah, godaan demi godaan untuk bolos begitu besar.
> Pekerjaan yang diatur sedemikian rupa, terkadang tidak sesuai rencana.
> Panik, menangis, dan bingung. Sementara, di sini aku sendiri mengurus
> berbagai urusan rumah dari A-Z. Semua tumpang tindih. Seolah berkejaran
> minta diurus. Satu saja ditinggalkan, masalah baru menanti.
>
>
> Menangis. Memohon, mencari solusi. Haruskah ada pembantu di rumah ini?
> Haruskan aku selesaikan masalah kemarin-kemarin yang mencuat lagi dengan
> kemarahan? Haruskah aku kaji ulang kuliahku? Haruskah aku negosiasi dengan
> klien atas kesulitan pekerjaan tidak biasa yang aku hadapi? Haruskan aku
> marah? Minder? Ketika kemampuanku dipertanyakan di kampus, sementara di
> tempat ini aku dibutuhkan? Haruskah aku tinggalkan amanah yang sedang
> kujalani? Sementara, tumpukan tugas kuliah sudah menanti...
> Blank... Blank...
>
>
> Hingga aku dihadapkan pada suatu hari yang tidak biasa.
>
> SMS dari seorang sahabat yang memohon doa karena sedang ditimpa masalah
> keluarga yang pelik.
>
> SMS lain datang, ayah seorang sahabat masuk ruang ICU
>
> SMS lain datang, ayah seorang sahabat yang masuk ICU meninggal dunia...
>
> SMS lain datang, seorang sahabat kecelakaan motor saat berangkat kerja,
> kakinya patah dan dirawat di rumah sakit.
>
>
> Aku mencoba menelepon satu demi satu, hingga yang terdengar di telingaku
> adalah tangis dan pilu. Tapi tetap ada sepercik harapan untuk bisa
> mengatasi, menyelesaikan, dan menerima kenyataan.
>
>
> Mencoba mendengar dan berempati atas kesulitan sahabat yang entah bagaimana
> aku bisa membantu. Hanya doa yang bisa kupinta, agar urusannya dipermudah...
> Seorang sahabat yang biasanya lebih sering menjadi pendengar sahabat
> lainnya. Seorang sahabat yang tak ingin menyusahkan orang lain atas
> kesulitan yang dihadapinya.
>
>
> Mencoba berempati, merasakan kesulitan yang tengah mereka hadapi. Tapi,
> yang ada aku hanya mampu menangis. Kegetiran kehilangan orang tercinta
> menjadi hal yang traumatis buatku. Membayangkan wajah sahabat yang binar
> matanya indah harus kehilangan ayahanda tercinta membuatku tak tahan untuk
> terus menangis.
>
>
> Mendengar suara sahabat yang menahan sakit, setelah operasi karena
> kecelakaan dan kakinya patah. Mencoba menghibur, mengingat hadiah ulang
> tahun yang belum sempat tersampaikan untuknya. Terdengar harapan untuk
> bertemu bersama sahabat-sahabat lain. Dia masih mampu bercerita, bersyukur
> keadaanya sudah membaik daripada kemarin.
>
>
> Aaaah, betapa piciknya aku dengan tumpukan masalah yang tidak ada
> apa-apanya dibanding mereka. Masalah yang sebenarnya bisa aku atasi satu
> demi satu. Masalah yang tidak harus kehilangan nyawa, kesakitan, dan
> kekhawatiran.
>
>
> Betapa naifnya aku yang tidak segera mencari solusi, malah diam dan tak
> mampu bergerak. Menjalani hari seolah mengalir begitu saja, padahal aku
> harus membuat keputusan, me-manage ulang waktuku, mengkaji pekerjaanku,
> kuliahku, rencana hidupku. Bukankah Allah tidak akan mengubah suatu kaum,
> hingga kaum itu mengubah dirinya sendiri. Yah, aku harus terus berusaha. Aku
> harus bisa menjalani semua yang sudah aku putuskan, pilih, inginkan, terima,
> dan jalani dari hidup ini.
>
>
> Aku harus bisa menyikapi masalah demi masalah dengan sebaik mungkin.
> Melupakan berbagai hal yang mengganggu pikiran dan membuang energi. Menata
> ulang berbagai hal yang sedang dan baru saja aku jalani. Bersemangat meraih
> cita-cita dan membuka mata selebar-lebarnya untuk sebuah harapan dan impian.
>
>
>
> Bismillah...
>
>
>
> ***
>
> "Anda adalah cermin dari pikiran-pikiran Anda Sendiri"
> (Syekh Muhammad Al Ghazali)
>
> ***
>
>
>
>
> novi_khansa'kreatif
> ~Graphic Design 4 Publishing~
> YM : novi_ningsih
> http://akunovi.multiply. com
> http://novikhansa.wordpress. com/
>
>
>
>
>
--
"Open up your mind and fly!"
Nursalam AR
Penerjemah, Penulis & Editor
0813-10040723
021-92727391
www.nursalam.multiply. com
www.facebook.com/nursalam. ar
- 18c.
-
Re: [catcil] Ketika Disapa Masalah
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Tue Aug 4, 2009 5:44 pm (PDT)
Tanggapan pertama, kenapa tinta merah *sensi.mode.on :P
iya, lihat ke atas, ke bawah, proporsional, tergantung kondisi...
Hehe, kuliah yang sekarang benar-benar menantang. Kalau bisa jangan bolos :D, beda banget sama kuliah-kuliah sebelumnya, yang ya gitu, deh, hehehe... :D *udeh gede (gede apa tua, ya?) kudu lebih sadar, hehe...
Selain itu, berkali-kali, harus sadar, kudu banyak banget belajar, tantangan-tantangan... yang sempet bikin down, tapi kudu semangat :D. Makasi ya, mbak Rini, hehe... Sharing paginya renyah :)
Percaya-percaya...
soal tulisan bapak...
Nah lho, tulisan tentang nikah?
hehehe, nyusun doank :P kalo belum ngerasain gimana nulisnya, :P
dasar iseng :P
salam
Novi
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Nursalam AR <nursalam.ar@com ...> wrote:
>
> Untuk kesulitan, lihat orang-orang yang lebih sulit. Untuk prestasi, lihat
> orang-orang yang lebih tinggi prestasinya. Entah ini hadis atau bukan. Atau
> kata bijak atau pesan dari siapa. Tapi rasanya cukup layak untuk direnungkan
> dan dihayati serta diamalkan *beuh, bahasa P-4 banget ya!*
>
> Makasih untuk sharing ya, Nov. Baca cerita Novi untuk kuliah lagi, aku jadi
> ingat janji sama mertua untuk lanjut kuliah S-1 dahulu yang terpenggal di
> akhir. Pinginnya banyak: mau ambil S1-ekstension UI di vak FKM (lagi),
> perdalam ilmu penerjemahan di D-3 Penerjemahan UT atau sosiologi di
> universitas yang sama. Juga mau belajar terapi medis semacam akupuntur dan
> bekam. Fyuh! Dan baca cerita Novi tentang bapak, jadi ingat sama almarhum
> aba' yang wafat dua tahun silam. Tapi semoga ketika nanti baca cerita Novi
> untuk nikah (mungkin sedang disusun ya tulisannya:)) aku tidak pingin untuk
> nikah (lagi),hehe...
>
> Tfs!
>
> Tabik,
>
> Nursalam AR
>
>
> On 8/5/09, novi khansa' <novi_ningsih@...> wrote:
> >
> >
> >
> >
> > Setiap orang punya masalah. Hanya orang gila dan orang mati
> > yang tidak punya masalah.
> >
> >
> > Kutipan yang entah aku temukan di mana. Yah, namanya orang hidup itu pasti
> > punya masalah, entah bentuk masalahnya seperti apa. Ada yang berat, kecil,
> > sedang. Bergantung juga bagaimana kita menyikapi masalah-masalah itu.
> >
> >
> > Entah apa yang terjadi belakangan ini. Aku panik, bingung, kejar sana,
> > kejar sini. Aku pikir ketika aku memutuskan kuliah lagi, aku akan memulainya
> > dengan baik, membayangkan tekadku yang sudah mantap. Kelegaaan akhirnya bisa
> > memulai belajar lagi setelah sekian lama jeda. Tapi, ternyata tidak,
> > beruntun berbagai hal terjadi. Tumpukan masalah beberapa waktu lalu mencuat,
> > berbarengan dengan adaptasi yang ternyata tidak mudah.
> >
> >
> > Pada pekan pertama kuliah, godaan demi godaan untuk bolos begitu besar.
> > Pekerjaan yang diatur sedemikian rupa, terkadang tidak sesuai rencana.
> > Panik, menangis, dan bingung. Sementara, di sini aku sendiri mengurus
> > berbagai urusan rumah dari A-Z. Semua tumpang tindih. Seolah berkejaran
> > minta diurus. Satu saja ditinggalkan, masalah baru menanti.
> >
> >
> > Menangis. Memohon, mencari solusi. Haruskah ada pembantu di rumah ini?
> > Haruskan aku selesaikan masalah kemarin-kemarin yang mencuat lagi dengan
> > kemarahan? Haruskah aku kaji ulang kuliahku? Haruskah aku negosiasi dengan
> > klien atas kesulitan pekerjaan tidak biasa yang aku hadapi? Haruskan aku
> > marah? Minder? Ketika kemampuanku dipertanyakan di kampus, sementara di
> > tempat ini aku dibutuhkan? Haruskah aku tinggalkan amanah yang sedang
> > kujalani? Sementara, tumpukan tugas kuliah sudah menanti...
> > Blank... Blank...
> >
> >
> > Hingga aku dihadapkan pada suatu hari yang tidak biasa.
> >
> > SMS dari seorang sahabat yang memohon doa karena sedang ditimpa masalah
> > keluarga yang pelik.
> >
> > SMS lain datang, ayah seorang sahabat masuk ruang ICU
> >
> > SMS lain datang, ayah seorang sahabat yang masuk ICU meninggal dunia...
> >
> > SMS lain datang, seorang sahabat kecelakaan motor saat berangkat kerja,
> > kakinya patah dan dirawat di rumah sakit.
> >
> >
> > Aku mencoba menelepon satu demi satu, hingga yang terdengar di telingaku
> > adalah tangis dan pilu. Tapi tetap ada sepercik harapan untuk bisa
> > mengatasi, menyelesaikan, dan menerima kenyataan.
> >
> >
> > Mencoba mendengar dan berempati atas kesulitan sahabat yang entah bagaimana
> > aku bisa membantu. Hanya doa yang bisa kupinta, agar urusannya dipermudah...
> > Seorang sahabat yang biasanya lebih sering menjadi pendengar sahabat
> > lainnya. Seorang sahabat yang tak ingin menyusahkan orang lain atas
> > kesulitan yang dihadapinya.
> >
> >
> > Mencoba berempati, merasakan kesulitan yang tengah mereka hadapi. Tapi,
> > yang ada aku hanya mampu menangis. Kegetiran kehilangan orang tercinta
> > menjadi hal yang traumatis buatku. Membayangkan wajah sahabat yang binar
> > matanya indah harus kehilangan ayahanda tercinta membuatku tak tahan untuk
> > terus menangis.
> >
> >
> > Mendengar suara sahabat yang menahan sakit, setelah operasi karena
> > kecelakaan dan kakinya patah. Mencoba menghibur, mengingat hadiah ulang
> > tahun yang belum sempat tersampaikan untuknya. Terdengar harapan untuk
> > bertemu bersama sahabat-sahabat lain. Dia masih mampu bercerita, bersyukur
> > keadaanya sudah membaik daripada kemarin.
> >
> >
> > Aaaah, betapa piciknya aku dengan tumpukan masalah yang tidak ada
> > apa-apanya dibanding mereka. Masalah yang sebenarnya bisa aku atasi satu
> > demi satu. Masalah yang tidak harus kehilangan nyawa, kesakitan, dan
> > kekhawatiran.
> >
> >
> > Betapa naifnya aku yang tidak segera mencari solusi, malah diam dan tak
> > mampu bergerak. Menjalani hari seolah mengalir begitu saja, padahal aku
> > harus membuat keputusan, me-manage ulang waktuku, mengkaji pekerjaanku,
> > kuliahku, rencana hidupku. Bukankah Allah tidak akan mengubah suatu kaum,
> > hingga kaum itu mengubah dirinya sendiri. Yah, aku harus terus berusaha. Aku
> > harus bisa menjalani semua yang sudah aku putuskan, pilih, inginkan, terima,
> > dan jalani dari hidup ini.
> >
> >
> > Aku harus bisa menyikapi masalah demi masalah dengan sebaik mungkin.
> > Melupakan berbagai hal yang mengganggu pikiran dan membuang energi. Menata
> > ulang berbagai hal yang sedang dan baru saja aku jalani. Bersemangat meraih
> > cita-cita dan membuka mata selebar-lebarnya untuk sebuah harapan dan impian.
> >
> >
> >
> > Bismillah...
> >
> >
> >
> > ***
> >
> > "Anda adalah cermin dari pikiran-pikiran Anda Sendiri"
> > (Syekh Muhammad Al Ghazali)
> >
> > ***
> >
> >
> >
> >
> > novi_khansa'kreatif
> > ~Graphic Design 4 Publishing~
> > YM : novi_ningsih
> > http://akunovi.multiply. com
> > http://novikhansa.wordpress. com/
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> "Open up your mind and fly!"
>
> Nursalam AR
> Penerjemah, Penulis & Editor
> 0813-10040723
> 021-92727391
> www.nursalam.multiply. com
> www.facebook.com/nursalam. ar
>
- 19.
-
Re: [Catcil] Internet: Kawasan Penuh Keajaiban --> Bang Jonru
Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com
Tue Aug 4, 2009 5:24 pm (PDT)
Hehe..kirain si abang pengen gaya beda, sampai-sampai kasih unjuk
titel,hehe...Btw, jika berkenan, di-sharing atuh tulisan Bang Jonru yang
masuk nominasi di Detik tsb. Gimana? Setuju ya? Mantep to? Enak to? *in
memoriam Mbah Surip mode on*
Tabik,
Nursalam AR
On 8/5/09, Jonru <jonrusaja@gmail.com > wrote:
>
>
>
> Thanks Mas Nursalam
> Saya juga heran, kenapa Detik.com menulis nama saya lengkap banget spt itu?
> Mungkin mereka pakai patokan nama di KTP
>
> Jonru
>
> 2009/8/5 Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com <nursalam.ar%40gmail.com> >:
> >
> >
> > Waw! Selamat ya, Bro! Juga untuk Bang Jonriah Ukur, SE alias JOnru
> (lengkap
> > banget tuh nama sampe titel ngikut:)). Yup, Internet memang kawasan
> ajaib.
> > Dunia daring (versi KBBI untuk "online" -- dari akronim "dalam jaringan")
> > ini mengangkat orang dengan ajaibnya ke puncak pencapaian tertinggi, tapi
> > juga bisa menjerumuskan orang hingga ke dasar. Prita Mulyasari,
> contohnya,
> > yang terjerat UU ITE dan kembali menghadapi tuntutan pengadilan untuk
> > keduakali. Turut berduka untuknya.
> >
> > Thanks for sharing ya, Bro!
> >
> > Tabik,
> >
> > Nursalam AR
> >
> >
> > On 8/4/09, Kang Dani <fil_ardy@yahoo.com <fil_ardy%40yahoo.com>> wrote:
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> @ Bang Nursalam: heuheuheu, terimakasih, Brow :D. Jadi gini ceritanya,
> >> tulisan ini saya ikutkan lomba di blogdetik tentang pengalaman
> berinternet
> >> pertama kali. Dan alhamdulillah masuk 10besar :D Info lengkapnya di sini
> >>
> >> :
> http://blogdetik.com/2009/ 07/31/inilah- pemenang- kontes-my- first-online- experience/
>
>
--
"Open up your mind and fly!"
Nursalam AR
Penerjemah, Penulis & Editor
0813-10040723
021-92727391
www.nursalam.multiply. com
www.facebook.com/nursalam. ar
- 20.
-
[Catatanku] Tentang Sebuah Warnet di Pojok Samping Kantor Pos Pusat
Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com j0nru
Tue Aug 4, 2009 5:32 pm (PDT)
Tentang Sebuah Warnet di Pojok Samping Kantor Pos Pusat Semarang
Oleh: Jonru
http://jonru.blogdetik. com/2009/ 07/19/my- first-online- experience- tentang-sebuah- warnet-di- pojok-samping- kantor-pos- pusat-semarang/
Bila Anda berkunjung ke Kantor Pos Pusat Semarang, cobalah tengok ke
sisi-kanannya. Masih adakah paviliun kecil di sana? Jika ada, apakah
masih ada warnet yang beroperasi di sana?
Pertanyaan ini bukan teka-teki, bukan jebakan, bukan sebuah misteri
untuk menemukan harta karun. Saya sudah bertahun-tahun tidak ke
Semarang. Dulu saya kuliah di sana, lulus tahun 1998, lalu mulai
bekerja dan tinggal di Jakarta sejak 2000. Tahun 2004 dan 2005 saya
pernah ke Semarang, tapi tidak mampir di Kantor Pos Pusat.
Kenapa saya tertarik pada Kantor Pos Pusat Semarang, khususnya
pavililun kecil di samping kanannya? Sebab di tempat itulah untuk
pertama kalinya tahun 1998 lalu saya berkenalan dengan internet.
Orang yang berjasa dalam mengajari saya berinternet adalah Edi
Santoso, sahabat akrab di pers kampus, dan secara tak terduga sejak
tahun 2003 lalu menjadi adik ipar saya!
Saat itu saya memang minta diajari internet olehnya. Saya lupa apa
motivasi utama saya ketika itu. Yang jelas, satu-satunya dialog yang
masih saya ingat adalah, "Bila nanti kita sudah berpisah, kan masih
bisa kontak-kontakan via internet."
Edi pun mengajak saya ke Kantor Pos Pusat itu, singgah di warnetnya,
menunjukkan apa itu internet dan bagaimana cara kerjanya.
Sebagai pemula, saya tentu tidak langsung mengerti. Saya banyak
bertanya pada Edi, juga pada si petugas yang sangat penyabar.
Saya masih ingat betul, saat itu warnet di Kantor Pos Pusat tersebut
menggunakan akses internet dari Wasantara.Net.Id. Aksesnya sangat
lambat. Tapi karena saya belum pernah pakai internet di tempat lain,
dan tentu saja belum ada perbandingan, maka saya menganggapnya
biasa-biasa saja. Saya bahkan pasrah saja ketika si petugas warnet
berkata bahwa saya harus menjadi anggota di warnet tersebut, lalu
mendapat alamat email yang cukup panjang:
wr-jonru@smg.wasantara. .net.id
Inilah alamat email pertama saya!
Saya orangnya senang mencoba-coba, terutama untuk hal-hal yang baru
saya kenal. Demikian pula halnya dengan internet. Edi hanya satu kali
menemani saya ke warnet. Setelah itu, secara diam-diam saya pergi
sendiri. Saya coba-coba sendiri. Saya belajar sendiri. Saya utak-atik
sendiri. Ketika bingung, saya coba cari tahu sendiri bagaimana cara
mengatasi masalah yang muncul. Barulah setelah mentok, saya memanggil
si petugas warnet yang penyabar.
Tragisnya:
Walau si petugas sudah berusaha semaksimal mungkin membantu dan
memberikan penjelasan, saya belum mengerti juga
Salah satu masalah terbesar yang saya hadapi ketika itu adalah tentang
cara menggunakan email. Saya sudah buka program pengelola emailnya
(waktu itu namanya Eudora kalau tak salah), tapi kok inboks email saya
tak ketemu juga??? Yang muncul di layar justru ratusan pesan email
dari orang-orang yang tidak saya kenal, dan ditujukan entah kepada
siapa, tapi anehnya kok bisa muncul di layar komputer di hadapan
saya????
Belakangan saya tahu, ternyata itu adalah mailing list (milis).
Mungkin saya pernah tanpa sadar bergabung di milis tertentu???
Entahlah!
* * *
Tahun 1999, karena berbagai macam alasan, saya meninggalkan Semarang
dan pindah ke Bandung. Selama di Bandung itulah saya makin rajin
menyambangi warnet untuk bermain internet. Bukan untuk
bersenang-senang semata, tapi tujuan utama saya adalah untuk mencari
pekerjaan.
Lalu suatu hari, tanpa sengaja di sebuah warnet, saya membaca majalah
InfoKomputer yang berisi tulisan tentang "Software Terbaik untuk
Membangun Halaman Web". Saya membaca tulisan itu dengan antusias, dan
pahamlah saya tentang cara membangun halaman web.
Di rumah (saya waktu itu punya komputer tapi belum ada akses
internetnya), saya langsung praktek membuat web. Duhai! Alangkah
senangnya ketika untuk pertama kalinya saya berhasil membuat halaman
web dan meng-online-kannya di Geocities.com. Ya, waktu itu memang
masih banyak layanan website gratisan, dan belum ada blog. Dan
Geocities.com, salah satu penyedia layanan web gratisan terbesar saat
itu, masih menyediakan fasilitas upload file menggunakan FTP software.
Maka di situs inilah - antara lain - untuk pertama kalinya saya
belajar tentang pembuatan dan pengelolaan web.
Saya lulusan S1 Akuntansi, dan sama sekali belum pernah kuliah/kursus
di bidang komputer atau internet. Semua keahlian komputer/internet
yang saya dapatkan murni dari hasil belajar secara otodidak.
Sejak pertama kali mengenal internet di Warnet Kantor Pos Besar
Semarang tahun 1998, saya terus belajar. Semua keahlian saya dapatkan
dengan sistem trial and error saja. Memang saya juga belajar dari
buku. Tapi saya membacanya sekilas saja, lalu langsung dipraktekkan.
Begitu ada masalah, barulah saya lihat lagi bukunya. Bila di buku
tidak ada, saya tanya kepada teman-teman yang lebih pintar.
Intinya: Bila bingung, saya tidak langsung bertanya pada orang lain,
tapi saya SECARA MANDIRI mencoba mempelajarinya terlebih dahulu.
Maka demikianlah. Alhamdulillah kini saya sudah bisa mendirikan dan
mengelola banyak website. Saya aktif di sejumlah komunitas online.
Walau bukan seorang webmaster, bukan ahli komputer/internet, tapi
insya Allah dasar-dasar pengetahuan dan keahlian di bidang ini sudah
saya kuasai. Karena itulah, saya merasa bersyukur. Pengetahuan dan
keahlian seperti ini menjadi modal yang sangat berharga ketika saya
menekuni kegiatan apapun di internet. Misalnya internet marketing,
atau ketika saya mendirikan dan mengelola sebuah bisnis pelatihan
penulisan secara online di Sekolah-Menulis Online.
Alhamdulillah, semua ini berawal dari perkenalan saya dengan internet
di Warnet Pojok Kantor Pos Pusat Semarang tahun 1998 lalu. Semua ini
bisa terjadi karena bantuan Allah, dan karena saya orangnya suka
mencoba-coba, suka belajar secara trial and error, langsung berani
action walau pengetahuan saya masih sangat terbatas.
Tahun 2002, saya mendapat kabar bahwa Wasantara.Net.Id dibubarkan.
Tentu ada rasa kehilangan tersendiri di hati saya. Sebab provider
internet yang satu ini memiliki peran historis tersendiri bagi
perjanalan hidup saya di dunia maya.
Oh ya, bagaimana dengan pertanyaan awal saya? Sudahkah Anda berkunjung
ke Kantor Pos Pusat Semarang? Kalau sudah, tolong jawab pertanyaan
saya di awal tulisan ini, ya.
Terima kasih banyak.
Jonru
--
NB: Info eBook Gratis. MAU?
Klik saja http://www.infoebookgratis.com
Terima Kasih dan Salam Sukses!
Jonru
(*) Telp: 0852-1701-4194 / 021-9705-6247
(*) YM: jonrusaja
(*) Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
http://www.SekolahMenulisOnline. com
(*) Penulis Buku "Menerbitkan Buku Itu Gampang!" (MBIG)
http://www.MenerbitkanBukuItuGampan g.com/
(*) Founder PenulisLepas.com & BelajarMenulis. com
http://www.penulislepas.com/ v2
http://www.belajarmenulis.com/
(*) Personal blog:
http://www.jonru.net
http://jonru.multiply. com
(*) Facebook: http://www.facebook.com/jonru2
(*) Twitter: http://www.twitter.com/jonru
(*) Plurk: http://www.plurk.com/jonru
.
- 21.
-
(catatan dikaki) SK Jakarta (Insya Allah) Mau Bikin Paket Bubar
Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com
Tue Aug 4, 2009 5:57 pm (PDT)
SK Jakarta (Insya Allah) Mau Bikin Paket Bubar
Senin malam pukul 19:56:19 saya coba-coba menghubungi Pak Dias melalui
ponselnya. Dan kebetulan langsung di balas oleh beliau.
*Aslm, pkbr Pak? Oya, Pak mau nggak kalo SK Jkt kita adain buka bareng di
rumah Bpk *
* *
Dikirim
*Boleh, gampang aja kl itu sih*
* *
Diterima
*Kalo Bpk rmhnya bersedia ditempati buat Buka Bareng Puasa sy langsung
posting di millis SK. Kalo oke sy yg koordinir sm Mimin sekalian
pembentukan SK jkt.*
* *
Dikirim
* *
*Ok, silakan atur acarnya.*
Diterima
Maka jelaslah bahwa SK Jakarta mau bikin Paket Bubar.
Pasti akan bertanya-tanya: Memangnya ada SK Jakarta? Saya pun berkata
demikian. Kapan dibentuk kapan berdirinya saya juga tidak tahu. Makanya itu
saya ingindan sekaligus minta kerjasamanya kepada para Sahabat ESKA yang
ada di wilayah Jakarta , khususnya yang mau menyukseskan dan ikut
partisipasinya dalam pembetukan SK Jakarta nantinya. Begitu pun yang di
Bogor , Bandung dan Yogyakarta yang mau datang silakan Ayo, datang saja .
Apa itu Paket Bubar? Paket Bubar itu akronim dari Pemilihan Ketua (SK
Jakarta) dan Buka Bareng. Dan insyaAllah akan diadakan di rumah Pak Dias
Rossanoyang ikut milad SK Bandung di Pondok Karang Tumaritis, Bandung ,
18-19 Juli 2009dan membawa anak-anaknya yang lucu-lucu. Ingatkan? Dan ini
juga untuk mengabulkan permohonan Ketua SK dan pernah disampaikan oleh saya
sebelum menjelang keberangkatan milad SK yang Ketiga. Beliau mengatakan
bagaimana kalau SK Jakarta dibentuk. Karena kelihatannya di Pusat
sendiribelum terbentuk. Ya, ini sih hanya usulan saja apa boleh SK Jakarta
di bentuk dan diadakan pemilihan Ketuanya atau tidaktapi saya sudah
menjatuhkan kepada Pak Dias untuk didaulat menjadi Ketua SK Jakarta. Tapi
ini tergantung nanti pas saat di acara Paket Bubar yang insyaAllah diadakan
pada minggu kedua bulan Ramadhan.
Maka untuk itu kami meminta bantuannya untuk membantu kelancaran
acara Paket Bubar ini. Saya minta bagi Sahabat ESKA yang ada di wilayah
Jakarta mana pun kiranya mau membantu dan ikut partisipasinya untuk acara
Paket Bubar ini. Kalau ketua SK, Kang Dahni Ardiansyah ya pastilah harus
datang nanti pas saat rapat untuk acara ini. Yang isyaAllah akan diposting
selanjutnya.
Oke, kami meminta Sdr/I Mimin, Novi, Tya, Lia Octavia, Bang
Nursalam AR, Yayan, Galih, Dikdik dan semuanya yang ada di wilayah Jakarta
maupun yang ada di Bogor dan di Bandung, Tangerang kiranya bisa membantu
dan ikut partisipasinya dalam acara Paket Bubar ini. Adapun acaranya belum
dipastikan. Nanti setelah ada rapat susulan lagi.
Pembentukan susunan acaranya adalah sbb:
1. Silaturahiim antar warga SK Jakarta dan seluruh cabang SK dimana pun
berada,
2. Pemilihan Ketau SK Jakarta . (Ini hanya usul mau dilanjutkan atau
tidak?)
3. Ada usulan lagi .? Silakan isi aja sampai nomor berapa aja .
Demikian kiranya kami menginformasikan kabar bahagia ini. Jika ada masukan
dan tambahan dengan senang kami akan menerimanya. Sukses acara ini, itu
karena Anda semua peduli dengan komunitas Sekolah Kehdupan hehe. Terima
kasih.
Sukses selalu untuk Anda semua.
Hormat kami,
Panitia Sementara Paket Bubar 09.
--
"Books inside you"
Fiyan 'Anju' Arjun
Anju Online Bookshop
Jl.Ulujami Rt.012/04 No.14 Jak- Sel
www.bukumurahku.multiply. com
fb:bujangkumbanf@yahoo.co. <fb%3Abujangkumbanf@id yahoo.co. >id
Tlp:(021) 7379858
Hp:0852-8758-0079
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar