Bismillahirrahmanirrahim
Di dunia yang semakin banyak unsur mayanya ini, aktivitas pergaulan kita
memang tidak bisa dilepaskan dari milis-milis dan forum di internet.
Salah satu fenomena yang muncul di kavling-kavling maya tersebut adalah
aktivitas saling berbalas doa ketika ada info musibah/kabar gembira dari
salah satu penduduk kavling.
Secara pribadi, saya merasa termasuk yang sering absen di aktivitas
warga tersebut. Mungkin ada unsur kemalasan menggerakkan jari -walaupun
lidah dan hati selalu diusahakan agar merespon-. Tapi ada alasan lain,
yang sering membuat saya absen di aktivitas tersebut.
Sebagaimana disebutkan oleh orang yang paling berpengaruh di dunia,
salah satu hal yang menjadikan doa itu (lebih) makbul adalah doa
terhadap saudara muslim tanpa sepengetahuannya.
"Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa
sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang mustajab. Pada
kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali
dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat
tersebut berkata `aamiin dan bagimu hal yang sama"
[HR. Muslim dari Ummud Darda']
Lalu apakah serta merta aktivitas berbalas doa ini menjadi kurang bona
fide? Ya tidak juga.
Ada seorang laki-laki berada di dekat Nabi Shalallaahu `alaihi wa
sallam, kemudian kepadanya lewat seorang laki-laki lain. Laki-laki yang
di dekat Rasulullaah Shalallaahu `alaihi wa sallam berkata, "Wahai
Rasulullaah Shalallaahu `alaihi wa sallam, sungguh aku
mencintainya." Maka Rasulullaah Shalallaahu `alaihi wa sallam
bertanya, "Apakah engkau sudah memberitahukannya?" Ia menjawab, "Belum"
Rasulullaah Shalallaahu `alaihi wa sallam bersabda: "Beritahukanlah
kepadanya" Kemudian ia mengikutinya dan berkata, "Sungguh aku
mencintaimu karena Allah." Laki-laki itu pun berkata: "Semoga engkau
dicintai Allah, yang karena-Nya engkau mencintaiku."
[HR. Abu Dawud dari Anas bin Malik]
Nah, di dunia maya ini para penduduknya juga perlu tahu bahwa mereka
dicintai tetangga-tetangganya. Menyedihkan tentu, ketika ada info
musibah/kabar gembira salah satu penduduk, tidak ada satu pun yang
merespon secara publik :)
Selain itu, manusia paling sholeh di muka bumi pun mewariskan doa-doa
dengan lafazh tujuan orang kedua, sebagai bentuk ajaran publikasi doa.
Misalnya doa selamat pernikahan yang berbunyi,
Barakallahu laKA wa baraka 'alayKA wa jama'a baynaKUMA fi khayr.
(Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu
berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan)
[lihat Hisnul Muslim, asy-Syaikh al-Qahthani)
Adapun sebagai bentuk ajaran tidak mempublikasikan doa, salah satunya
tersirat dalam warisannya yang lain, seperti doa ketika disuguhkan
makanan (dijamu),
Allahumma bariklaHUM fi ma razaqtaHUM waghfirlaHUM warhamHUM
(Ya Allah berkahilah MEREKA dalam apa-apa yang Engkau rizkikan untuk
MEREKA, dan ampunilah MEREKA, serta kasihilah MEREKA)
[lihat Hisnul Muslim, asy-Syaikh al-Qahthani)
Jadi, setidaknya ada 2 gaya (atau 3 jika memasukkan "gaya pertengahan"
:), dalam mengikuti salah satu aktivitas warga kavling maya ini. Apapun
gaya pilihan kita, yang sebaiknya dihindari adalah perasaan "selesai
kewajiban" dengan hanya berpartisipasi di aktivitas tersebut.
Jika perasaan cinta itu sungguh, seharusnya keinginan mendoakan itu juga
terbawa ke dunia nyata. Keinginan saudara kita sembuh dari sakitnya,
dilapangkan kesempitannya, ataupun ditambah kebaikannya juga terbawa
dalam doa-doa kita di dunia nyata, selepas sholat misalnya. Jika
demikian yang terjadi, maka bolehlah kita berharap malaikat di kepada
kita berkata, "Amin, walaka bi mitslin" (Amin, dan bagimu hal yang
sama).
ÙÙØ§ÙÙ`ÙØ°ÙÙÙÙ Ø¬ÙØ§Ø¤ÙÙØ§ Ù
ÙÙ
Ø¨ÙØ¹Ù'دÙÙÙÙ
Ù' ÙÙÙÙÙÙÙÙÙÙ
Ø±ÙØ¨Ù`ÙÙÙØ§ اغÙ'ÙÙØ±Ù' ÙÙÙÙØ§
ÙÙÙØ¥ÙØ®Ù'ÙÙØ§ÙÙÙÙØ§
اÙÙ`ÙØ°ÙÙÙÙ Ø³ÙØ¨ÙÙÙÙÙÙØ§
Ø¨ÙØ§ÙØ¥ÙÙÙ
ÙØ§ÙÙ ÙÙÙØ§
ØªÙØ¬Ù'عÙÙÙ' ÙÙÙ ÙÙÙÙÙØ¨ÙÙÙØ§
غÙÙØ§Ù`Ù ÙÙ`ÙÙÙ`ÙØ°ÙÙÙÙ
Ø¢Ù
ÙÙÙÙ
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor),
mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara
kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau
membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang
beriman." (QS. Al-Hasyr: 10)
Wallahu a'lam
Wallahul-musta'an
syaikhul_muqorrobin@jakarta
http://muqorrobin.multiply.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar