Minggu, 07 November 2010

[daarut-tauhiid] Dosa-dosa Membuka Aurat

 


mudah-mudahan bermanfaat

Jazakumullah khairan katsira

Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Rani
----------------------------------------------------------

Dosa-dosa Membuka Aurat
Oleh M Sahrul Murajjab Lc
http://www.republika.co.id

Sesuai dengan fitrahnya, manusia merasa lebih nyaman untuk menyimpan rahasia
atau privasinya dari jangkauan orang lain. Akan tetapi, seiring perkembangan
zaman dan teknologi, banyak orang yang berubah 'pikiran' menjadi lebih senang
membuka rahasia agar diketahui orang lain.

Dalam Islam, wilayah privat sangat dilindungi. Dan, setiap Muslim diwajibkan
untuk menjaga, menutupi, dan menyimpan jenis-jenis privasi tertentu yang biasa
diistilahkan dengan aurat. Selain yang berupa privasi fisik (anggota tubuh),
yakni seluruh apa berada di antara lutut dan pusar (bagi laki-laki) dan seluruh
anggota badan kecuali muka dan telapak tangan (bagi perempuan), aurat juga
mencakup privasi-privasi yang bersifat nonfisik. Apa yang dilakukan oleh
seseorang ketika melakukan hubungan suami istri adalah termasuk di antara
wilayah privat yang dilarang untuk dibuka dan disiarkan kepada orang lain.

Asma' binti Yazid menceritakan bahwa pada suatu ketika ia berada di majelis
Rasulullah SAW, sementara kaum laki-laki dan perempuan duduk bersama.
Rasulullah bersabda, "Barangkali seorang laki-laki menceritakan hubungan intim
yang dilakukannya bersama istrinya? Barangkali seorang perempuan menceritakan
hubungan intim yang dilakukannya bersama suaminya?" Para Sahabat yang berada di
tempat tersebut terdiam. Akupun (Asma--Red) berkata, "Demi Allah, benar wahai
Rasulullah! Sesungguhnya kaum perempuan melakukan hal itu demikian juga
laki-laki!" Maka Rasulullah SAW bersabda, "Jangan lakukan, sesungguhnya hal itu
seperti setan laki-laki yang bertemu dengan setan perempuan di jalan, lalu
keduanya bersetubuh sementara orang-orang melihatnya." (HR Ahmad, hasan
lighairihi).

Rahasia yang termasuk aurat dan harus ditutupi adalah aib atau perbuatan dosa
yang pernah dilakukan oleh seseorang. Kewajiban menutupinya merupakan tanggung
jawab bersama, baik pihak yang melakukannya maupun orang lain yang mengetahui
perbuatan tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, "Seluruh umatku akan diampuni dosa-dosanya kecuali
orang-orang yang terang-terangan (berbuat dosa). Di antara orang-orang yang
terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang yang pada waktu malam berbuat
dosa, kemudian di waktu pagi ia menceritakan kepada manusia dosa yang dia
lakukan semalam, padahal Allah telah menutupi aibnya. (HR Al-Bukhari dan
Muslim). Wallahu a'lam.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: