Jumat, 12 November 2010

[daarut-tauhiid] Ingatlah Saat Kematian Mu!

 

Ingatlah Saat Kematian Mu!

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Di dunia ini, menurut al-Ghazali, tak ada
yang pasti, kecuali kematian. Hanya kematian yang pasti, lainnya tak
ada yang pasti. Namun, manusia tak pernah siap menghadapi maut dan
cenderung lari darinya. "Sesungguhnya, kematian yang kamu lari
daripadanya, sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu." (QS
Al-Jumu'ah [62]: 8).

Bagi al-Ghazali, kematian tidak bermakna tiadanya hidup (nafi
al-hayah), tetapi perubahan keadaan (taghayyur hal). Dengan kematian,
hidup bukan tidak ada, melainkan bertransformasi dalam bentuknya yang
lebih sempurna. Diakui, banyak orang semasa hidup mereka tertidur (tak
memiliki kesadaran), tetapi justru setelah kematian, meraka bangun
(hidup). "Al-Nas niyam, fa idza matu intabihu," demikian kata Imam
Ali.

Dalam Alquran, ada beberapa istilah yang dipergunakan Allah SWT untuk
mengartikan kematian. Pertama, kata al-maut (kematian) itu sendiri.
Kata ini dalam bentuk kata benda diulang sebanyak 35 kali. Al-maut
menunjuk pada terlepasnya (berpisah) ruh dari jasad manusia. Kepergian
ruh membuat badan tak berdaya dan kemudian hancur-lebur menjadi tanah.

Allah SWT berfirman, "Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan
kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu, dan dari sanalah Kami akan
mengeluarkan kamu pada waktu yang lain." (QS Thaha [20]: 55).

Kedua, kata al-wafah (wafat). Kata ini dalam bentuk fi`il diulang
sebanyak 19 kali. Al-Wafah memiliki beberapa makna, antara lain
sempurna atau membayar secara tunai. Jadi, orang mati dinamakan wafat
karena ia sesungguhnya sudah sempurna dalam menjalani hidup di dunia
ini. Oleh sebab itu, kita tak perlu berkata, sekiranya tak ada bencana
alam si fulan tidak akan mati.

Ketiga, kata al-ajal. Kata ini dalam Alquran diulang sebanyak 21 kali.
Kata ajal sering disamakan secara salah kaprah dengan umur.
Sesungguhnya, ajal berbeda dengan umur. Umur adalah usia yang kita
lalui, sedangkan ajal adalah batas akhir dari usia (perjalanan hidup
manusia) di dunia. Usia bertambah setiap hari; ajal tidak. (QS
Al-A'raf [7]: 34).

Keempat, kata al-ruju' (raji'). Kata ini dalam bentuk subjek diulang
sebanyak empat kali, dan mengandung makna kembali atau pulang.
Kematian berarti perjalanan pulang atau kembali kepada asal, yaitu
Allah SWT. Karena itu, kalau ada berita kematian, kita baiknya membaca
istirja', Inna Lillah wa Inna Ilaihi Raji'un (QS Al-Baqarah [2]:
156).

Sesungguhnya, kematian itu sama dengan mudik, yaitu perjalanan pulang
ke kampung kita yang sebenarnya, yaitu negeri akhirat. Mudik itu
menyenangkan. Dengan satu syarat, yakni membawa bekal yang cukup,
berupa iman dan amal saleh. "Barang siapa mengharap perjumpaan dengan
Tuhannya (dalam perkenan dan rida-Nya), hendaklah ia mengerjakan amal
saleh." (QS Al-Kahfi [18]: 110). Wallahu a'lam.

Red: Budi Raharjo
Rep: Oleh Dr A Ilyas Ismail

http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/11/11/146073-ingatlah-saat-kematian-mu

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: