Jumat, 05 November 2010

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3235

Messages In This Digest (5 Messages)

Messages

1.

NASEHAT DARI RAKYAT GAZA

Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id   arnabgaizir

Thu Nov 4, 2010 3:38 am (PDT)



Rakyat Gaza, Palestina, kembali menunjukkan rasa ukhuwah dan solidaritasnya kepada rakyat dan bangsa Indonesia yang terus dilanda bencana, khususnya bencana tsunami di Mentawai dan letusan gunung Merapi di Yogyakarta. Rakyat Gaza menyumbang masing-masing sebesar dua ribu dolar AS untuk korban tsunami dan letusan gunung Merapi.
Bantuan untuk korban Tsunami di Mentawai sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Ustadz Ferry Nur, Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), sedangkan bantuan untuk korban letusan Gunung Merapi juga sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Amirul Iman, Direktur Operasional Sahabat Al-Aqsha.
Ziad Said Mahmud asal Gaza, kordinator bantuan kemanusiaan internasional Palestina dan juga Direktur Al-Sarraa Foundation menjelaskan, sumbangan untuk korban bencana di Indonesia merupakan hasil keputusan musyawarah antara ulama dan rakyat Palestina, baik yang ada di Jalur Gaza maupun di Suriah. Demkian ujar Ziad dalam siaran pers yang diterima Republika di Jakarta, Ahad (31/10).
Lebih lanjut, Ziad menjelaskan, "Kami tahu, jumlah ini tidak seberapa dibandingkan kesusahan yang sedang dialami saudara-saudara kami di Mentawai dan Merapi. Tapi terimalah ini sebagai tanda cinta kami. Kita satu tubuh. Kalian sakit, kami ikut sakit, sebagaimana kalian merasa sakit ketika melihat kami sakit dan menderita karena dijajah Israel,"
Beberapa kali rakyat Gaza memberikan sumbangan untuk korban bencana di Indonesia. Sebelumnya pada 2006, rakyat Gaza juga memberikan sumbangan sebesar Rp 5 juta bagi korban gempa di Yogyakarta dan Klaten, Jawa tengah.
Begitu pula saat gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 skala richter di Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang, Sumatra Barat. Rakyat Gaza tak lupa memberikan sumbangann yang diserahkan melalui pengurus KISPA. (Budi Raharjo/Rahmat Santosa Basarah/RoL)
http://www.dakwatuna.com/2010/rakyat-gaza-palestina-bantu-korban-mentawai-dan-merapi/
Bagaimana teman-teman? Sudah baca semua berita di atas yang dicopas dari situs dakwatuna.com?
Bagaimana perasaan teman-teman? Apakah teman-teman juga merasakan haru seperti yang saya rasakan, tatkala membaca "Kita satu tubuh. Kalian sakit, kami ikut sakit, sebagaimana kalian merasa sakit ketika melihat kami sakit dan menderita karena dijajah Israel"?
Kaum muslimin yang nun jauh di sana ikut merasakan sakit yang diderita kaum muslimin di sini. Mereka adalah kaum muslimin di Gaza, Palestina. Melihat kenyataan ini, jadi teringat kisah kaum muslimin di masa lalu, di masa kejayaannya.
Mungkin teman-teman pernah membaca. Suatu ketika kaum muslimin dalam keadaan berperang. Ada beberapa orang yang terluka parah. Salah seorang dari mereka ingin minum. Dia butuh sekali dengan minuman itu. Namun, begitu melihat saudaranya yang lain juga membutuhkan, maka air itu diserahkan kepada saudaranya (sebut saja A).
Si A ingin sekali mereguk air pemberian saudaranya (sebut saja Z). Dia juga membutuhkan air itu. Akan tetapi, ketika melihat si B, saudaranya yang lain. Timbul keinginannya yang lain, keinginan memberikan air yang sudah ada di tangannya. Walhasil si A memberikan air itu kepada si B.
Begitu air berada di tangan si B, persis seperti dua saudaranya yang lain. Timbul keinginan untuk berbagi kepada yang lain. Air itu diberikan kepada si C, walau dirinya juga membutuhkan. Air itu terus berputar hingga ke beberapa tangan dan kembali ke si Z.  Namun begitu sampai pada si Z, si Z menemui syahidnya. Dia pergi meninggalkan saudara2nya lain untuk menemui Allah.
Ternyata bukan hanya si Z yang berpulang ke rahmatullah. Si A, B, C juga ikut menyusul si Z.
Kurang lebih kondisi kaum muslimin di Gaza tidak berbeda dengan kondisi kaum muslimin di atas. Mereka membutuhkan, tapi masih mau mementingkan saudaranya yang lain. Mereka sakit dan butuh untuk diobati, akan tetapi mereka juga merasakan saudaranya yang sakit. Oleh karena itu, obat yang harusnya dikonsumsi oleh mereka, diberikan kepada saudaranya.
Betapa mulia sikap kaum muslimin di Gaza. Mereka ingin menjadi sosok-sosok yang selalu ingin tangan di atas. Mereka ingin mendapat predikat sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat Allah, "Mendahulukan orang lain, walau dirinya juga membutuhkan."
Apalagi yang terpikir oleh teman-teman? Saya terpikir, bila orang yang jauh saja peduli dengan kaum muslimin Indonesia. Tentu seharusnya  kita lebih dari mereka. Paling tidak kita mau mendoakan mereka.
Pemerintah Indonesia pun hendaknya juga merasa malu, dengan 'nasehat yang datang secara halus ini'. Sebab pada hakekatnya bantuan dari Gaza merupakan nasehat untuk kita semua.
Ya Allah berilah kesabaran kepada saudara-saudara kami di lokasi bencana. Jangan jadikan mereka putus asa. Jadikan mereka hamba-hamba yang selalu mengharap rahmat-Mu, ya Allah.
 
arnabgaizir.blogspot.com
arnab20.multiply.com

2a.

MENENGOK SAUDARA KITA DI JEPANG

Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id   arnabgaizir

Thu Nov 4, 2010 3:39 am (PDT)



Kaum Muslim yang kian berkembang di Jepang tengah berjuang memperoleh
pemakaman Muslim yang baru. Mereka tengah berupaya melobi pemerintah
untuk bisa menguburkan jenazah sebagaimana diajarkan Islam. Tradisi
kremasi di negeri sakura itu juga menjadi hambatan tersendiri.
Meskipun
undang-undang nasional tidak melarang penguburan tanpa kremasi, banyak
pemerintah daerah, termasuk Tokyo, Osaka, dan Nagoya, melarang praktik
penguburan mayat tanpa kremasi. Alasannya, demi kepentingan sanitasi
lingkungan.
Diantara penentang ada yang mengatakan, "Pemakaman itu akan mengotori lingkungan alam di wilayah itu."
Ada seorang wanita 87 tahun berkata, "Saya tidak tahu banyak tentang agama, tapi saya benci membayangkan tubuh dikubur."
http://warnaislam.com/berita/dunia/2010/11/3/67260/Muslim_Jepang_Perjuangkan_Pemakaman_Baru.htm)
Masalah
penguburan orang-orang yang telah wafat, sebenarnya merupakan
permasalahan klasik. Permasalahan ini muncul ketika Qabil bingung
setelah membunuh saudaranya yang bernama Habil. Qabil bingung, bagaimana
dia harus memperlakukan saudaranya yang telah tiada.
Tiba-tiba ada
seekor burung yang sedang mengubur saudaranya yang mati. Melihat
pemandangan seperti ini, Qabil seperti baru saja diberitahu bagaimana
cara memperlakukan sebuah mayat.
Maka dengan serta merta, Qabil
mengikuti perbuatan yang dicontohkan oleh burung itu. Dari zaman nabi
Adam hingga zaman Rasulullah, memperlakukan orang yang telah tiada
adalah di kubur di dalam tanah dan bukannya dikremasi.
Tidak pernah
diketahui Allah menegur nabi Adam, Nabi Muhammad saw dan nabi-nabi
lainnya mengenai proses penguburan orang-orang yang telah meninggal
dunia. Misalnya teguran Allah terhadap masalah ini ada, tentu para nabi,
termasuk Nabi Muhammad saw akan meninggalkan tindakan penguburan dan
akan menggantinya dengan cara yang lain.
Tapi kenyataan ini tidak
ada. Para sahabat beliau saw yang telah wafat di kubur dalam tanah dan
beliau saw menyaksikannya. Sikap Rasulullah ini menjadi pedoman bagi
para sahabat, ketika Rasulullah wafat. Ketika Rasulullah saw wafat,
beliau pun dikubur.
Bila Allah tidak melarang, berarti sebenarnya
tidak ada masalah dengan tindakan penguburan. Penguburan atau pemakaman
tidak akan mengotori lingkungan hidup. Tidak mungkin Allah mengizinkan
hamba-hamba-Nya untuk melakukan suatu tindakan yang akan membawa dampak
kerugian pada lingkungan hidup.
Pemahaman seperti ini, nampaknya
perlu ada dalam benak kaum muslimin Jepang terlebih dahulu. Untuk
selanjutnya baru diteruskan kepada masyarakat Jepang secara umum,
utamanya mereka yang tidak setuju dengan tindakan penguburan atau
pemakaman.
Masalah yang dihadapi kaum muslimin di Jepang termasuk
masalah yang penting. Sebab pemakaman termasuk salah satu kegiatan yang
masuk dalam rangkaian pengurusan jenazah. Mulai dari memandikannya,
menyalatkan dan menguburnya. Hukum pengurusan jenazah dalam Islam adalah
fardhu kifayah. Bila proses pengurusan jenazah tidak selesai, tidak
sampai dikubur, tentu kaum muslimin yang ada di sekitarnya akan berdosa.

Oleh karenanya, masalah ini menjadi penting bagi kaum muslimin
Jepang dan juga penting bagi kaum muslimin lainnya, termasuk di
Indonesia. Sudah sepatutnya kita mendoakan saudara-saudara kita di sana,
agar diberi kekuatan untuk berpegang teguh pada ajaran Islam. Semoga
mereka berhasil meyakinkan masyarakat Jepang bahwa proses penguburan
tidak berbahaya bagi lingkungan hidup.
arnabgaizir.blogspot.com
arnab20.multiply.com

2b.

Re: MENENGOK SAUDARA KITA DI JEPANG

Posted by: "febty f" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Fri Nov 5, 2010 12:31 am (PDT)



jadi tergelitik untuk berkomentar. masalah pemakaman ini mmg sempat ramai di jepang beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya pemakaman muslim di jepang sudah ada, namun baru dua jika tidak salah untuk seluruh jepang.

Salam,
febty @chiba

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, arya noor amarsyah arya <arnabgaizir@...> wrote:
>
> Kaum Muslim yang kian berkembang di Jepang tengah berjuang memperoleh
> pemakaman Muslim yang baru. Mereka tengah berupaya melobi pemerintah
> untuk bisa menguburkan jenazah sebagaimana diajarkan Islam. Tradisi
> kremasi di negeri sakura itu juga menjadi hambatan tersendiri.
> Meskipun
> undang-undang nasional tidak melarang penguburan tanpa kremasi, banyak
> pemerintah daerah, termasuk Tokyo, Osaka, dan Nagoya, melarang praktik
> penguburan mayat tanpa kremasi. Alasannya, demi kepentingan sanitasi
> lingkungan.
> Diantara penentang ada yang mengatakan, “Pemakaman itu akan mengotori lingkungan alam di wilayah itu.”
> Ada seorang wanita 87 tahun berkata, “Saya tidak tahu banyak tentang agama, tapi saya benci membayangkan tubuh dikubur.”
> http://warnaislam.com/berita/dunia/2010/11/3/67260/Muslim_Jepang_Perjuangkan_Pemakaman_Baru.htm)
> Masalah
> penguburan orang-orang yang telah wafat, sebenarnya merupakan
> permasalahan klasik. Permasalahan ini muncul ketika Qabil bingung
> setelah membunuh saudaranya yang bernama Habil. Qabil bingung, bagaimana
> dia harus memperlakukan saudaranya yang telah tiada.
> Tiba-tiba ada
> seekor burung yang sedang mengubur saudaranya yang mati. Melihat
> pemandangan seperti ini, Qabil seperti baru saja diberitahu bagaimana
> cara memperlakukan sebuah mayat.
> Maka dengan serta merta, Qabil
> mengikuti perbuatan yang dicontohkan oleh burung itu. Dari zaman nabi
> Adam hingga zaman Rasulullah, memperlakukan orang yang telah tiada
> adalah di kubur di dalam tanah dan bukannya dikremasi.
> Tidak pernah
> diketahui Allah menegur nabi Adam, Nabi Muhammad saw dan nabi-nabi
> lainnya mengenai proses penguburan orang-orang yang telah meninggal
> dunia. Misalnya teguran Allah terhadap masalah ini ada, tentu para nabi,
> termasuk Nabi Muhammad saw akan meninggalkan tindakan penguburan dan
> akan menggantinya dengan cara yang lain.
> Tapi kenyataan ini tidak
> ada. Para sahabat beliau saw yang telah wafat di kubur dalam tanah dan
> beliau saw menyaksikannya. Sikap Rasulullah ini menjadi pedoman bagi
> para sahabat, ketika Rasulullah wafat. Ketika Rasulullah saw wafat,
> beliau pun dikubur.
> Bila Allah tidak melarang, berarti sebenarnya
> tidak ada masalah dengan tindakan penguburan. Penguburan atau pemakaman
> tidak akan mengotori lingkungan hidup. Tidak mungkin Allah mengizinkan
> hamba-hamba-Nya untuk melakukan suatu tindakan yang akan membawa dampak
> kerugian pada lingkungan hidup.
> Pemahaman seperti ini, nampaknya
> perlu ada dalam benak kaum muslimin Jepang terlebih dahulu. Untuk
> selanjutnya baru diteruskan kepada masyarakat Jepang secara umum,
> utamanya mereka yang tidak setuju dengan tindakan penguburan atau
> pemakaman.
> Masalah yang dihadapi kaum muslimin di Jepang termasuk
> masalah yang penting. Sebab pemakaman termasuk salah satu kegiatan yang
> masuk dalam rangkaian pengurusan jenazah. Mulai dari memandikannya,
> menyalatkan dan menguburnya. Hukum pengurusan jenazah dalam Islam adalah
> fardhu kifayah. Bila proses pengurusan jenazah tidak selesai, tidak
> sampai dikubur, tentu kaum muslimin yang ada di sekitarnya akan berdosa.
>
> Oleh karenanya, masalah ini menjadi penting bagi kaum muslimin
> Jepang dan juga penting bagi kaum muslimin lainnya, termasuk di
> Indonesia. Sudah sepatutnya kita mendoakan saudara-saudara kita di sana,
> agar diberi kekuatan untuk berpegang teguh pada ajaran Islam. Semoga
> mereka berhasil meyakinkan masyarakat Jepang bahwa proses penguburan
> tidak berbahaya bagi lingkungan hidup.
> arnabgaizir.blogspot.com
> arnab20.multiply.com
>

3.

[BERBAGI](MERAPI) Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mereka?

Posted by: "novi khansa'" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Thu Nov 4, 2010 8:07 pm (PDT)





Kabar meletus Gunung Merapi menjadi keseharian kita. Dari televisi, koran, ataupun media online. Gunung Merapi yang meletus,
mengeluarkan lahar panasnya. Hingga kota, debu menutupi jalan, gedung,
dan lain-lain. Para pengungsi pun kembali dievakuasi ke tempat yang
lebih aman.

================================

Pada 28 Oktober lalu, saya diberi kesempatan untuk langsung berada
di daerah sekitar Merapi bersama beberapa anggota dewan, para relawan
NGO-NGO, seperti Rumah Zakat, Rumah Kebajikan Indonesia, PKPU, BSMI,
Qatar Charity, Ar Rahmah (Ra'sul Khaimah – UAE), WAMY, Muhammad bin
Rasyid Al Maktoum, Salimah, Adara, serta dari media, seperti Sabili dan
Arrahman.com.

Keberangkatan kami sempat tertunda karena tidak bisa landing
di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Kami baru sampai di bandara
sekitar pukul 13.00 siang dan kemudian dijemput untuk koordinasi dengan
teman-teman dari relawan setempat. Mereka mempresentasikan keadaan
saat itu. Jumlah korban sampai tanggal 28 Oktober sejumlah 32 orang
meninggal.

Menurut berita terakhir (2 November, Sumber Pusdalops BNPB) dari
teman di sana, jumlah Meninggal Dunia 42 orang (DIY:39; Jateng:3),
Luka-luka 1712 orang (DIY:13; Jateng:1699).
Perwakilan dari Arrahman.com menyatakan akan membantu perbaikan
masjid yang rusak akibat lahar merapi. Setiap NGO akan mengambil peran
sesuai kompetensi masing-masing yang dibutuhkan oleh para pengungsi.
Untuk di daerah Yogyakarta, para pengungsi tersebar di 3 kecamatan ,
yaitu Cangkringan, Pakem, dan Turi.

Ada beberapa program yang akan dilakukan untuk para pengungsi, baik
program jangka pendek atau jangka panjang. Selain program penanganan
secara medis, penyediaan tempat pengungsian, serta kebutuhan
sehari-hari, ada program lainnya. Di antaranya adalah recovery mental bagi pengungsi, traumatic healing
untuk anak berupa sekolah merapi ceria, kurban di tempat pengungsian,
paket sekolah, tabligh akbar, dan taklim. Oleh karena itu, dibutuhkan
banyak relawan untuk psikologi dan edukasi anak, medis, dapur umum, dan
lain-lain. Untuk program jangka menengah salah satunya adalah wajib
latih emergency merapi.
Selain itu, yang sering terlewatkan adalah kebutuhan khusus untuk wanita, balita, dan anak-anak. Rescue balita berupa, susu, popok, dan pakaian balita. Rescue perempuan berupa pembalut wanita, pakaian dalam, dan lain-lain, serta rescue anak berupa bahan-bahan untuk edukasi dan bahan fasilitas pengajaran.

Sekitar pukul 15.00 sore, kami pun bertakziah ke rumah salah satu
anak Mbah Maridjan di Serunen, Glagaharjo, Sleman. Mbah Maridjan
dikenal sebagai juru kunci Merapi. Di berbagai media, banyak yang
menggambarkan Mbah Maridjan sebagai sosok yang berbau mistis dan
klenik. Pada kenyataanya, beliau adalah sosok yang religius.
Entah karena bangsa Indonesia yang lebih tertarik dengan hal mistis,
entah ini hanya menjadi pengaburan wacana saja. Mbah Maridjan ditemukan
tewas dalam keadaan sujud di rumahnya. Mbah Maridjan kemungkinan
sedang melaksanakan shalat saat terjadi erupsi merapi. Tulisan
berkaitan dengan Mbah Maridjan bisa dilihat di http://www.indonesiaoptimis.com/2010/11/membela-mbah-maridjan-mikul-dhuwur.html

Setelah dari kediaman anak Mbah Maridjan, kami segera menuju Pusat
Vulkanologi Nitimigasi Bencana di Dusun Ngepos. Di halaman depan kantor
itu, terdapat menara pandang atau pos pengamatan merapi.

Jelang malam, kami segera menuju Magelang. Selama perjalanan, kami
sempat melewati tempat-tempat pengungsian. Salah satunya pengungsian
bagi sapi-sapi milik penduduk. Beberapa waktu kemudian, kami sampai di
Sawangan. Tempat pengungsian berupa lapangan rumput yang cukup luas ini
saat itu sudah menampung sekitar 800 pengungsi, padahal tenda itu baru
dibangun pada rabu (27 oktober).

Beginilah rasanya langsung berada di tempat bencana. Tidak dari
televisi ataupun dari koran. Orangtua, anak-anak, tua, muda, laki-laki
dan perempuan saling berbagi di tenda-tenda pengungsian. Hanya beralas
tikar dan makan seadanya, para pengungsi berbaur. Tak ada yang mengira
akan ada hal ini… Rumah yang biasanya ditempati harus ditinggalkan.
Aktivitas yang biasa dilakukan harus terhenti sesaat.

Esoknya, 29 Oktober 2010, kami kembali mendatangi barak pengungsian
di balai desa di Wonokerto, Sleman. Suasana pagi yang cerah. Kepulan
asap belum tampak saat itu. Anak-anak kecil memanfaatkan waktu mereka
dengan membaca buku dan majalah. Kami juga berpapasan dengan berapa ibu
menggendong anak-anak. Dari mobil yang saya tumpangi, saya sempat
melihat semburan awan panas dari merapi.

Sekitar pukul 7.34, kami tiba di Keraton untuk bersilaturahmi dengan
Sultan Hamengkubuwono X. Banyak hal yang dibicarakan oleh salah satu
anggota dewan mengenai penanganganan bencana. Sultan sempat mengatakan
kalau kebutuhan wanita dan anak yang terkadang tidak terpikirkan karena
banyak sumbangan berupa makanan sehari-hari. Selain itu, dari salah
satu anggota dewan juga mengungkapkan beberapa rencana yang akan
dilakukan di posko pengungsian.

Kami harus kembali ke bandara karena jadwal penerbangan makin dekat. Sekitar Pukul 10.00, kami pun kembali ke Jakarta.

Ada banyak PR bagi kami yang harus dilakukan. Masih teringat jelas
wajah-wajah para pengungsi di sana. Bagaimana kehidupan mereka kelak di
sana? Apa yang mereka butuhkan di sana? Apa yang kami lakukan? Hidup
terus berjalan dan ini adalah ujian. Saatnya kita memberikan yang
terbaik. Entah itu dana, bantuan sebagai relawan, dan banyak lagi.
oleh: Novi Khansa (Relawan MP4Palestine)

===========================================================
Let's join with  MP 4 Palestine

Dibutuhkan relawan untuk bagian traumatic healing anak, dapur umum, dan atau akan diperbantukan ke bagian lain, kontak Novi Khansa di 08121894517 (FB: facebook.com/noviyanti.utaminingsih)

Donasi dana bisa disalurkan ke:
Rekening Donasi
BSM 009 710 6654 a/n Inna PutriBCA 1640311017 a/n Noviyanti UtaminingsihMandiri 102.00.0460060.4 a/n Aryani Adami.
Konfirmasi ke Yusi (08128021395).

Alhamdulillah..donasi
tahap I (minggu 1) dari donatur teman-teman MP 4 Palestine sebesar
Rp.10.609.000 untuk Wasior, Mentawai dan Merapi telah kami sampaikan ke
RUMAH ZAKAT (3/11/2010).


foto 1: Gunung Merapi kembali meletus sekitar pukul 10.05 pada 01 nov 2010, taken by: Mas DUDI ISKANDAR
foto 2: Pos Pengamatan Merapi di Dusun NGepos
foto 3: Tempat pengungsian di Sawangan, Magelang
foto 4: Barak pengungsian di Wonokerto, Sleman
foto 5: Merapi dari kejauhan (29 Oktober 2010)

MP4Palestine
FB (http://www.facebook.com/?ref=home#!/group.php?gid=109258879114784)
http://mp4p.multiply.com/

***

"Anda adalah cermin dari pikiran-pikiran Anda Sendiri"
(Syekh Muhammad Al Ghazali)

***

novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply.com
http://novikhansa.wordpress.com/

4.

[OOT] Dua Erupsi Gunung Berapi di Indonesia yang Mengubah Dunia

Posted by: "Nursalam AR" nursalam.ar@gmail.com

Fri Nov 5, 2010 2:03 am (PDT)



Dihimpun dari berbagai sumber. Moga bermanfaat.

Tabik,

Nursalam AR

======================================================*
*

*
*

*Krakatau***

http://id.wikipedia.org/wiki/Krakatau

Erupsi 1883

<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Krakatoa_eruption_lithograph.jpg&filetimestamp=20090830230734>

<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Krakatoa_eruption_lithograph.jpg&filetimestamp=20090830230734>

Sebuah litografi <http://id.wikipedia.org/wiki/Litografi> yang dibuat pada
tahun 1888 <http://id.wikipedia.org/wiki/1888> yang menggambarkan Gunung
Krakatau pada kejadian Erupsi 1883.

Pada hari Senin, 27 Agustus <http://id.wikipedia.org/wiki/27_Agustus>
1883<http://id.wikipedia.org/wiki/1883>,
tepat jam 10.20, meledaklah gunung itu. Menurut Simon Winchester, ahli
geologi lulusan Universitas
Oxford<http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Oxford>
Inggris <http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris> yang juga penulis *National
Geographic <http://id.wikipedia.org/wiki/National_Geographic>* mengatakan
bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa
vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara
letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat
didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.

Menurut para peneliti di University of North
Dakota<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=University_of_North_Dakota&action=edit&redlink=1>,
ledakan Krakatau bersama ledakan
Tambora<http://id.wikipedia.org/wiki/Tambora>(1815) mencatatkan nilai
Volcanic
Explosivity Index
<http://id.wikipedia.org/wiki/Volcanic_Explosivity_Index>(VEI)
terbesar dalam sejarah modern.
*The Guiness Book of
Records<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Guiness_Book_of_Records&action=edit&redlink=1>
* mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam
dalam sejarah.

Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan
volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km.
Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa
dan Sumatera bahkan sampai ke Sri
Lanka<http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Lanka>,
India <http://id.wikipedia.org/wiki/India>,
Pakistan<http://id.wikipedia.org/wiki/Pakistan>,
Australia <http://id.wikipedia.org/wiki/Australia> dan Selandia
Baru<http://id.wikipedia.org/wiki/Selandia_Baru>
.

Letusan itu menghancurkan Gunung
Danan<http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Danan>,
Gunung Perbuwatan <http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Perbuwatan> serta
sebagian Gunung
Rakata<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gunung_Rakata&action=edit&redlink=1>dimana
setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam
250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan
apa saja yang berada di pesisir pantai.
Tsunami<http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami>ini timbul bukan hanya
karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.

Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295
kampung kawasan pantai mulai dari Merak <http://id.wikipedia.org/wiki/Merak>(
Serang <http://id.wikipedia.org/wiki/Serang>) hingga
Cilamaya<http://id.wikipedia.org/wiki/Cilamaya>di
Karawang <http://id.wikipedia.org/wiki/Karawang>, pantai barat
Banten<http://id.wikipedia.org/wiki/Banten>Pulau
Panaitan <http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Panaitan> (Ujung
Kulon<http://id.wikipedia.org/wiki/Ujung_Kulon>serta Sumatera Bagian
selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke
arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk
Jakarta<http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta>dan
Lampung <http://id.wikipedia.org/wiki/Lampung> pedalaman tidak lagi melihat
matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke
pantai Hawaii <http://id.wikipedia.org/wiki/Hawaii>, pantai barat Amerika
Tengah <http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Tengah> dan Semenanjung
Arab<http://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Arab>yang jauhnya 7 ribu
kilometer.hingga Tanjung Layar di

*Fenomena Blue Moon (bulan biru)*
http://en.wikipedia.org/wiki/Blue_moon

Makna harfiah dari *blue moon* adalah ketika bulan (tidak mesti bulan penuh)
tampak kebiru-biruan secara kasat mata, di mana hal tersebut merupakan
kejadian langka. Hal itu dapat disebabkan oleh asap atau partikel-partikel
debu di atmosfer, sebagaimana yang terjadi setelah erupsi Krakatau pada
1883, yang mengakibatkan bulan tampak berwarna biru selama hampir dua tahun
lamanya. Gunung-gunung berapi lainnya, yang skala letusannya di bawah
Krakatau, juga pernah menimbulkan fenomena *blue moon*. Tahun 1983, muncul
fenomena *blue moon* setelah erupsi El
Chichon<http://en.wikipedia.org/wiki/El_Chichon>,
gunung berapi di Meksiko, dan dilaporkan ada fenomena *blue moon* akibat
erupsi gunung St. Helens <http://en.wikipedia.org/wiki/Mt._St._Helens> pada
1980 dan gunung Pinatubo (Filipina) pada
1991.[9]<http://en.wikipedia.org/wiki/Blue_moon#cite_note-science.nasa.gov-8>

*Tambora*

Menurut laman *Wall Street Journal*, Sabtu 24 April 2010 dampak letusan
Gunung Eyjafjallajökull tak sebanding dengan letusan Gunung Tambora di
Sumbawa, Indonesia.

Pada 5 April 1815 sore, gunung berapi Tambora mulai bergemuruh dan 'batuk
-batuk'. Kondisi ini terjadi dalam beberapa hari.

Beberapa hari kemudian, pada 11 dan 12 April letusan Gunung Tambora mencapai
klimaksnya. Gunung besar itu meletus, getarannya mengguncangkan bumi hingga
jarak ratusan mil.

Selama lebih dari 10 hari kemudian, Tambora mengeluarkan 24 kubik mil (1 mil
= 1,6 kilometer) lava dan bebatuan gunung. Saking dahsyatnya, di puncak
Tambora tercipta kawah selebar tiga mil dan dalamnya hampir 1 mil.

Lelehan lava panas, batu yang berterbangan, dan gas mematikan yang keluar
dari perut Tambora saat itu menewaskan puluhan ribuan orang.

Jutaan ton abu dan debu memenuhi udara, mengubah siang hari menjadi gelap
gulita. Debu tebal menyelimuti wilayah kaki gunung dan bahkan Bali.

Debu menutup semua vegetasi di Pulau Bali dan menyelimuti lautan. Sekitar
117.000 orang di wilayah yang dulu dikenal sebagai Hindia Belanda tewas.
Banyak dari mereka terkena imbas letusan, jadi korban kelaparan dan
penyakit.

Itu baru permulaan.

Letusan gunung di Islandia sama sekali bukan bandingan untuk Tambora. Badan
Geologi Amerika Serikat atau US Geological Survey bahkan menobatkan letusan
Tambora sebagai "yang terkuat sepanjang sejarah".

Letusan Tambora bahkan lebih dahsyat dari Krakatau. Menurut data Volcanic
Explosivity Index (VEI), indeks letusan gunung yang mirip skala Richter
untuk mengukur kekuatan gempa.

Perhitungan VEI ada pada skala 1 hingga 8, setiap satu angka adalah 10 lebih
besar dari sebelumnya. Tambora ada di level tujuh, Krakatau enam. Ini
berarti Tambora lebih kuat 10 kali lebih besar dari letusan Krakatau.

Bagaimana letusan gunung Islandia? Leel VEI-nya hanya dua atau tiga. Ataiu
10.000 kali lebih lemah dari Tambora.

Letusan Eyjafjallajökull 'saja' bisa mempengaruhi atmoser dan membuat dunia
penerbangan kalang kabut.

Tak terbayang jika Tambora meletus di era ini. Seperti meriam raksasa,
tambora menyemburkan abu, debu, dan setidaknya 400 juta ton gas sulfur ke
udara, hingga 27 mil tegak lurus ke strastofer, jauh di atas awan cuaca.

Ini mengakibatkan ledakan di lapisan troposfer -- lapisan terdekat dari
permukaan Bumi, di mana awan, angin, dan hujan, serta 75 persen dari berat
atmosfer berada.

Semburan Tambora juga menyobek lapisan tipis ozon yang melindungi Bumi dari
radiasi sinar matahari.

Karena daya tarik grafitasi yang ringan di angkasa, abu dan debu Tambora
melayang dan menyebar mengelilingi dunia. Debu Tambora menetap di lapisan
troposfer selama beberapa tahun dan turun melalui angin dan hujan kembali ke
Bumi.

Letusan Tambora berakibat luar biasa. Gagal panen di China, Eropa, dan
Irlandia. Hujan tanpa henti dselama delapan minggu memicu epidemi tifus yang
menewaskan 65.000 orang di Inggris dan Eropa. Kelaparan melumpuhkan di
Inggris.

Kegelapan menyelimuti Bumi, menginspirasi novel-novel misteri legendaris
misalnya, 'Darkness' atau 'Kegelapan' karya Lord Byron, 'The Vampir' atau
'Vampir' karya Dr John Palidori dan novel 'Frankenstein' karya Mary Shelley.

Tambora juga jadi salah satu pemicu kerusuhan di Perancis yang warganya
kekurangan makanan. Juga mengubah sejarah saat Napoleon kalah akibat musim
dingin berkepanjangan dan kelaparan pada 1815 di Waterloo. (jno)

--
*- Nursalam AR -
****
www.kintaka.wordpress.com*
*http://twitter.com/aryamatoa
"If you don't know where you are going, any road will get you there." (Mark
Twain)
*
*
*
Recent Activity
Visit Your Group
Find helpful tips

for Moderators

on the Yahoo!

Groups team blog.

Group Charity

California Pet

Rescue: Furry

Friends Rescue

Sitebuilder

Build a web site

quickly & easily

with Sitebuilder.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

Tidak ada komentar: