Messages In This Digest (2 Messages)
Messages
- 1.
-
for my lovely sister
Posted by: "tulis_galih" tulis_galih@yahoo.co.id tulis_galih
Mon Nov 8, 2010 8:10 am (PST)
Sometimes I wanna be a lucky girl, like you , brother, have a good job.
Sms dari adik tercinta membuatku terharu. Aku memahami apa yang dirasakannya saat ini. Di usianya yang semakin matang masih terus bergelut dengan surat lamaran dan segala proses untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Kegigiihanmu untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri telah membawa dirimu pada likunya jalan hidupmu. Peluh yang tercucur kerap membuat pupusnya asa.
You're a lucky girl.
Betapa tidak? Allah sedang memuliakanmu dengan ujian ini. Bersyukurlah karena dengan ujian ini Allah sedang mengajarkanmu untuk menjadi sosok wanita yang sabar dan tegar. Usahamu untuk tidak bergantung pada orang lain merupakan sebuah pekerjaan yang dicintai-Nya. Menjadi yang dicintai-Nya adalah sebuah keberuntungan yang sangat besar. How lucky you are, aren't you?
Janganlah kau hapuskan cinta-Nya dengan keputusasaan. Setialah di jalan cinta-Nya karena bunga indah itu baru akan kau petik setelah bukit yang penuh liku itu kau lalui. Percayalah bahwa semua keringatmu akan terbalaskan dan tidak akan pernah sia-sia. Yang akan menjadi sia-sia adalah keputusasaan yang akan menyeretmu pada lembah yang dalam sehingga membuatmu terjatuh dan sulit untuk bangkit.
Jangan pernah berfikir bahwa ini sebuah ketidakadilan yang sengaja dituliskan dalam buku takdirmu. Terbatasnya akal kita dalam memahami rencana-rencana Allah jangan dipaksa untuk menyimpulkan maksud dan tujuan-Nya di tengah keruhnya hati dan pikiran. Ingatlah bahwa apa yang akan Allah lakukan tergantung prasangka yang ada dalam pikiranmu tentang-Nya. Maka jauhilah bisikan makhluk terkutuk dan penuhilah hati dan pikiranmu dengan cahaya-Nya.
AKu teringat senyuman ceriamu. Betapa senyuman itu bak energi yang mendorongmu untuk melangkah tegap dan optimis. Ingatkah bahwa salah satu keberhasilan usahamu pernah kau raih karena senyuman itu dan atas izin-Nya pula? Itulah yang harus kau lakukan. Angkat wajahmu dan buatlah senyuman ceria di bibirmu dan engkau akan lihat bahwa energi positif akan menghampiri dan memupuskan setiap keputusasaan menjadi asa yang akan mendamaikan jiwamu.
Yakinlah bahwa Allah sedang menyiapkan rencana besar untukmu oleh karena itu besarkanlah dirimu untuk menerima anugerah-Nya.
for my lovely sister
Bekasi, 08, 2010
- 2a.
-
Re: NASEHAT DARI RAKYAT GAZA
Posted by: "Haryanto (PSDM)" hyanto@sucofindo.co.id
Tue Nov 9, 2010 12:11 am (PST)
Mhn di unsubcribe
_____
From: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
[mailto:sekolah-kehidupan@yahoogroups. ] On Behalf Of arya noorcom
amarsyah arya
Sent: Thursday, November 04, 2010 5:38 PM
To: Forum_LingkarPena@yahoogroups. ; asma nadia;com
sekolah-kehidupan@yahoogroups. ; penulis lepascom
Subject: [sekolah-kehidupan] NASEHAT DARI RAKYAT GAZA
Rakyat Gaza, Palestina, kembali menunjukkan rasa ukhuwah dan
solidaritasnya kepada rakyat dan bangsa Indonesia yang terus dilanda
bencana, khususnya bencana tsunami di Mentawai dan letusan gunung Merapi
di Yogyakarta. Rakyat Gaza menyumbang masing-masing sebesar dua ribu
dolar AS untuk korban tsunami dan letusan gunung Merapi.
Bantuan untuk korban Tsunami di Mentawai sebesar 2 ribu dolar
disampaikan lewat Ustadz Ferry Nur, Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk
Solidaritas Palestina), sedangkan bantuan untuk korban letusan Gunung
Merapi juga sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Amirul Iman, Direktur
Operasional Sahabat Al-Aqsha.
Ziad Said Mahmud asal Gaza, kordinator bantuan kemanusiaan internasional
Palestina dan juga Direktur Al-Sarraa Foundation menjelaskan, sumbangan
untuk korban bencana di Indonesia merupakan hasil keputusan musyawarah
antara ulama dan rakyat Palestina, baik yang ada di Jalur Gaza maupun di
Suriah. Demkian ujar Ziad dalam siaran pers yang diterima Republika di
Jakarta, Ahad (31/10).
Lebih lanjut, Ziad menjelaskan, "Kami tahu, jumlah ini tidak seberapa
dibandingkan kesusahan yang sedang dialami saudara-saudara kami di
Mentawai dan Merapi. Tapi terimalah ini sebagai tanda cinta kami. Kita
satu tubuh. Kalian sakit, kami ikut sakit, sebagaimana kalian merasa
sakit ketika melihat kami sakit dan menderita karena dijajah Israel,"
Beberapa kali rakyat Gaza memberikan sumbangan untuk korban bencana di
Indonesia. Sebelumnya pada 2006, rakyat Gaza juga memberikan sumbangan
sebesar Rp 5 juta bagi korban gempa di Yogyakarta dan Klaten, Jawa
tengah.
Begitu pula saat gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 skala richter di
Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang, Sumatra Barat. Rakyat Gaza
tak lupa memberikan sumbangann yang diserahkan melalui pengurus KISPA.
(Budi Raharjo/Rahmat Santosa Basarah/RoL)
http://www.dakwatuna.com/2010/ rakyat-gaza- palestina- bantu-korban- mentawa
i-dan-merapi/
Bagaimana teman-teman? Sudah baca semua berita di atas yang dicopas dari
situs dakwatuna.com?
Bagaimana perasaan teman-teman? Apakah teman-teman juga merasakan haru
seperti yang saya rasakan, tatkala membaca "Kita satu tubuh. Kalian
sakit, kami ikut sakit, sebagaimana kalian merasa sakit ketika melihat
kami sakit dan menderita karena dijajah Israel"?
Kaum muslimin yang nun jauh di sana ikut merasakan sakit yang diderita
kaum muslimin di sini. Mereka adalah kaum muslimin di Gaza, Palestina.
Melihat kenyataan ini, jadi teringat kisah kaum muslimin di masa lalu,
di masa kejayaannya.
Mungkin teman-teman pernah membaca. Suatu ketika kaum muslimin dalam
keadaan berperang. Ada beberapa orang yang terluka parah. Salah seorang
dari mereka ingin minum. Dia butuh sekali dengan minuman itu. Namun,
begitu melihat saudaranya yang lain juga membutuhkan, maka air itu
diserahkan kepada saudaranya (sebut saja A).
Si A ingin sekali mereguk air pemberian saudaranya (sebut saja Z). Dia
juga membutuhkan air itu. Akan tetapi, ketika melihat si B, saudaranya
yang lain. Timbul keinginannya yang lain, keinginan memberikan air yang
sudah ada di tangannya. Walhasil si A memberikan air itu kepada si B.
Begitu air berada di tangan si B, persis seperti dua saudaranya yang
lain. Timbul keinginan untuk berbagi kepada yang lain. Air itu diberikan
kepada si C, walau dirinya juga membutuhkan. Air itu terus berputar
hingga ke beberapa tangan dan kembali ke si Z. Namun begitu sampai pada
si Z, si Z menemui syahidnya. Dia pergi meninggalkan saudara2nya lain
untuk menemui Allah.
Ternyata bukan hanya si Z yang berpulang ke rahmatullah. Si A, B, C juga
ikut menyusul si Z.
Kurang lebih kondisi kaum muslimin di Gaza tidak berbeda dengan kondisi
kaum muslimin di atas. Mereka membutuhkan, tapi masih mau mementingkan
saudaranya yang lain. Mereka sakit dan butuh untuk diobati, akan tetapi
mereka juga merasakan saudaranya yang sakit. Oleh karena itu, obat yang
harusnya dikonsumsi oleh mereka, diberikan kepada saudaranya.
Betapa mulia sikap kaum muslimin di Gaza. Mereka ingin menjadi
sosok-sosok yang selalu ingin tangan di atas. Mereka ingin mendapat
predikat sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat Allah, "Mendahulukan
orang lain, walau dirinya juga membutuhkan."
Apalagi yang terpikir oleh teman-teman? Saya terpikir, bila orang yang
jauh saja peduli dengan kaum muslimin Indonesia. Tentu seharusnya kita
lebih dari mereka. Paling tidak kita mau mendoakan mereka.
Pemerintah Indonesia pun hendaknya juga merasa malu, dengan 'nasehat
yang datang secara halus ini'. Sebab pada hakekatnya bantuan dari Gaza
merupakan nasehat untuk kita semua.
Ya Allah berilah kesabaran kepada saudara-saudara kami di lokasi
bencana. Jangan jadikan mereka putus asa. Jadikan mereka hamba-hamba
yang selalu mengharap rahmat-Mu, ya Allah.
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar