Kamis, 11 November 2010

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3240

Messages In This Digest (11 Messages)

Messages

1a.

Re: for my lovely sister

Posted by: "APRILLIA" april_reto@yahoo.com   april_reto

Wed Nov 10, 2010 3:57 am (PST)



very-very like this note :)
ijin share ke temenku

salam,
April

PS: btw, ini mas Galih yang itu? atau mas Galih yang lain ya? (maksudnya mas Galih yg semobil pas numpang mobil pak Suhadi dari Lembang dulu?)

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "tulis_galih" <tulis_galih@...> wrote:
>
> Sometimes I wanna be a lucky girl, like you , brother, have a good job.
>
> Sms dari adik tercinta membuatku terharu. Aku memahami apa yang dirasakannya saat ini. Di usianya yang semakin matang masih terus

2a.

Re: MENENGOK SAUDARA KITA DI JEPANG

Posted by: "APRILLIA" april_reto@yahoo.com   april_reto

Wed Nov 10, 2010 4:02 am (PST)



wah, aku baru tahu ini
repot juga ya
apalagi dengar2 tanah di Jepang mahal...

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "febty f" <inga_fety@...> wrote:
>
> jadi tergelitik untuk berkomentar. masalah pemakaman ini mmg sempat ramai di jepang beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya pemakaman muslim di jepang sudah ada, namun baru dua jika tidak salah untuk seluruh jepang.
>
> Salam,
> febty @chiba
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, arya noor amarsyah arya <arnabgaizir@> wrote:
> >
> > Kaum Muslim yang kian berkembang di Jepang tengah berjuang memperoleh
> > pemakaman Muslim yang baru. Mereka tengah berupaya melobi pemerintah
> > untuk bisa menguburkan jenazah sebagaimana diajarkan Islam. Tradisi
> > kremasi di negeri sakura itu juga menjadi hambatan tersendiri.
> > Meskipun
> > undang-undang nasional tidak melarang penguburan tanpa kremasi, banyak
> > pemerintah daerah, termasuk Tokyo, Osaka, dan Nagoya, melarang praktik
> > penguburan mayat tanpa kremasi. Alasannya, demi kepentingan sanitasi
> > lingkungan.
> > Diantara penentang ada yang mengatakan, “Pemakaman itu akan mengotori lingkungan alam di wilayah itu.”
> > Ada seorang wanita 87 tahun berkata, “Saya tidak tahu banyak tentang agama, tapi saya benci membayangkan tubuh dikubur.”
> > http://warnaislam.com/berita/dunia/2010/11/3/67260/Muslim_Jepang_Perjuangkan_Pemakaman_Baru.htm)
> > Masalah
> > penguburan orang-orang yang telah wafat, sebenarnya merupakan
> > permasalahan klasik. Permasalahan ini muncul ketika Qabil bingung
> > setelah membunuh saudaranya yang bernama Habil. Qabil bingung, bagaimana
> > dia harus memperlakukan saudaranya yang telah tiada.
> > Tiba-tiba ada
> > seekor burung yang sedang mengubur saudaranya yang mati. Melihat
> > pemandangan seperti ini, Qabil seperti baru saja diberitahu bagaimana
> > cara memperlakukan sebuah mayat.
> > Maka dengan serta merta, Qabil
> > mengikuti perbuatan yang dicontohkan oleh burung itu. Dari zaman nabi
> > Adam hingga zaman Rasulullah, memperlakukan orang yang telah tiada
> > adalah di kubur di dalam tanah dan bukannya dikremasi.
> > Tidak pernah
> > diketahui Allah menegur nabi Adam, Nabi Muhammad saw dan nabi-nabi
> > lainnya mengenai proses penguburan orang-orang yang telah meninggal
> > dunia. Misalnya teguran Allah terhadap masalah ini ada, tentu para nabi,
> > termasuk Nabi Muhammad saw akan meninggalkan tindakan penguburan dan
> > akan menggantinya dengan cara yang lain.
> > Tapi kenyataan ini tidak
> > ada. Para sahabat beliau saw yang telah wafat di kubur dalam tanah dan
> > beliau saw menyaksikannya. Sikap Rasulullah ini menjadi pedoman bagi
> > para sahabat, ketika Rasulullah wafat. Ketika Rasulullah saw wafat,
> > beliau pun dikubur.
> > Bila Allah tidak melarang, berarti sebenarnya
> > tidak ada masalah dengan tindakan penguburan. Penguburan atau pemakaman
> > tidak akan mengotori lingkungan hidup. Tidak mungkin Allah mengizinkan
> > hamba-hamba-Nya untuk melakukan suatu tindakan yang akan membawa dampak
> > kerugian pada lingkungan hidup.
> > Pemahaman seperti ini, nampaknya
> > perlu ada dalam benak kaum muslimin Jepang terlebih dahulu. Untuk
> > selanjutnya baru diteruskan kepada masyarakat Jepang secara umum,
> > utamanya mereka yang tidak setuju dengan tindakan penguburan atau
> > pemakaman.
> > Masalah yang dihadapi kaum muslimin di Jepang termasuk
> > masalah yang penting. Sebab pemakaman termasuk salah satu kegiatan yang
> > masuk dalam rangkaian pengurusan jenazah. Mulai dari memandikannya,
> > menyalatkan dan menguburnya. Hukum pengurusan jenazah dalam Islam adalah
> > fardhu kifayah. Bila proses pengurusan jenazah tidak selesai, tidak
> > sampai dikubur, tentu kaum muslimin yang ada di sekitarnya akan berdosa.
> >
> > Oleh karenanya, masalah ini menjadi penting bagi kaum muslimin
> > Jepang dan juga penting bagi kaum muslimin lainnya, termasuk di
> > Indonesia. Sudah sepatutnya kita mendoakan saudara-saudara kita di sana,
> > agar diberi kekuatan untuk berpegang teguh pada ajaran Islam. Semoga
> > mereka berhasil meyakinkan masyarakat Jepang bahwa proses penguburan
> > tidak berbahaya bagi lingkungan hidup.
> > arnabgaizir.blogspot.com
> > arnab20.multiply.com
> >
>

3.

Galang Empati

Posted by: "Aan Sopiyan" ansopiyan_rzi@yahoo.co.id   ansopiyan_rzi

Wed Nov 10, 2010 5:55 am (PST)





GALANG EMPATI
Bantu Korban Mentawai, Wasior, dan Merapi

Pray for Indonesia. Rumah Zakat mengajak setiap anak bangsa bersatu padu
ringankan duka korban bencana. Maksimalkan bantuan Anda dengan Superqurban,
sebuah program optimalisasi pelaksanaan ibadah qurban melalui kornetisasi.

Untuk membantu para pengungsi yang menjadi korban bencana tersebut, Rumah Zakat
menyalurkan 108.015 paket kornet Superqurban kepada korban Letusan Merapi,
bencana banjir dan pangan di Jakarta, Wasior, dan masyarakat Mentawai dalam
kurun waktu Oktober-November 2010. Inilah bentuk nyata Superqurban terbukti
mampu "Hadirkan Senyum Sepanjang Tahun."



---
Konfirmasi donasi Superqurban :

Aan Sopiyan
ZIS Consultant Online
Rumah Zakat | Jalan Turangga No. 25 C Bandung.

e-mail: aan_sopiyan@rumahzakat.org | aan.rumahzakat@gmail.com
YM : ansopiyan_rzi
Phone : +62227332407
Fax : +62227332478
Mobile : +62817435036
www.rumahzakat.org

Menolong Itu Menyenangkan
bersama Rumah Zakat Mari Merangkai Senyum Indonesia

Rekening Donasi :
BCA 094 301 6001
Mandiri 132000 481 974 5
BNI Syariah 155 555 5589

4.

[puisi[ Disini Aku Ber-Tuhan! 

Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com

Wed Nov 10, 2010 5:56 am (PST)



*Disini Aku Ber-Tuhan!*

* **Fiyan Arjun*


disini aku ber-Tuhan,

memujaMu dalam hitungan

waktu

detik

menit

menyusuri setiap langkah

dalam pendakian

untuk meruntuhkan segala

kejahiliyyahan modernisasi

disini aku ber-Tuhan

yang pernah kudengar

di masa kanakkanak

untuk mentaklikan diri

kepada Sang Semesta disetiap saat

walau kutahu Izrail pasti menjemput

di depan pintu

* *

*Tanah Betawi--Ulujami, Oktober 2010*

*
*

*cekidot link ini:
*

*http://www.facebook.com/note.php?note_id=457890617907
*

* *
5.

Isu Gender dalam proses recruitment.

Posted by: "Gani Anthony" gani.karsalaksana@rocketmail.com   gani.karsalaksana@rocketmail.com

Wed Nov 10, 2010 5:56 am (PST)



Lowongan kerja adalah merupakan suatu kesempatan yang diberikan kepada orang
lain untuk menempati posisi pekerjaan yang sesuai dengan kriteria yang
diperlukan.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan pada bulan
Februari 2008, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat mencapai sekitar 9
juta orang. Jumlah pengangguran dari kalangan pria mendominasi dengan
pengangguran mencapai sekitar 5 juta orang, sementara pengangguran wanita
sebanyak 4 juta orang. Jumlah penduduk Indonesia sendiri sampai saat ini
tercatat sebanyak 228 juta orang, dengan jumlah angkatan kerja sekitar 112 juta
orang.

Dari sekian banyak jumlah statistik yang dihasilkan dan besarnya jumlah
pengangguran yang hampir mendekati jumlah angkatan kerja sehingga menimbulkan
perdebatan antara jumlah lowongan dengan kualitas yang dimiliki oleh angkatan
kerja. Apakah yang sebenarnya memberikan kontribusi dalam permasalahan
pengangguran di Indonesia, jumlah lowongan atau kualitas angkatan kerja? Jumlah
lowongan memang sangat penting dalam memberikan pengaruh tingkat pengangguran
tetapi kualitas angkatan kerja juga turut serta dalam memberikan sumbangan
dalam banyaknya jumlah pengagguran.

Pada saat ini yang sangat banyak diperbincangkan adalah mengenai keterbatasan
lowongan kerja bagi peserta kerja. Hal ini tidak sebanding antara jumlah
lowongan kerja dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja setiap tahunnya.
Seperti yang dilansir oleh BPS bahwa terdapat sekitar 1,2 juta atau sekitar
11.7% dari penduduk di Indonesia merupakan pengangguran yang putus asa dalam
mencari kerja. Keputusasaan ini membuat mereka tidak ingin mencoba mencari
pekerjaan.

Sedangkan pembahasan mengenai kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja
dengan sulitnya mendapatkan kandidat yang berkualitas dan memenuhi syarat
kriteria pekerjaan tentu membutuhkan ulasan mendalam dari berbagai perspektif.
Termasuk dalam penentuan kriteria gender yang menjadi syarat tertentu dalam
memasuki posisi pekerjaan.

Terdapat banyak juga orang-orang yang ditolak untuk promosi atau dihentikan
karena mereka dianggap salah untuk pekerjaan karena gender mereka tidak sesuai
dengan kriteria pekerjaan yang dibutuhkan. Beberapa menganggap perempuan
sebagai lebih rendah karena ada majikan yang membuat kemajuan karir wanita
lebih sulit bahkan walaupun mereka lebih berkualitas dibandingkan yang lain.

Sebagai contoh dari perwujudan konsep gender sebagai sifat yang melekat pada
laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi secara sosial dan budaya, misalnya
jika dikatakan bahwa seorang laki-laki itu lebih kuat, gagah, keras, disiplin,
lebih pintar, lebih cocok untuk bekerja di luar rumah dan bahwa seorang
perempuan itu lemah lembut, keibuan, halus, cantik, lebih cocok untuk bekerja
di dalam rumah (mengurus anak, memasak dan membersihkan rumah) maka itulah
gender dan itu bukanlah kodrat karena itu dibentuk oleh manusia.

Disinilah letak fenomena pemahaman akan konsep gender seringkali muncul, dimana
orang sering memahami konsep gender yang merupakan rekayasa sosial budaya
sebagai "kodrat", sebagai sesuatu hal yang sudah melekat pada diri seseorang,
tidak bisa diubah dan ditawar lagi.

Bahkan isu mengenai gender sendiri sampai pada tingkatan golongan atas dan
pemerintahan. Isu perbedaan gender ini akan lebih menarik jika dilihat dari
kriteria-kriteria yang ditetapkan untuk mengisi penempatan pekerjaan tertentu.

Apakah dalam proses penempatan kerja juga turut mengambil isu gender dan budaya
mengenai tipe pekerjaan yang tepat bagi laki-laki dan perempuan.

-------

~AG

6.

[ revival! ] Wajah �Angker� Milik TUHAN

Posted by: "+ Made Teddy Artiana +" made.t.artiana@gmail.com

Wed Nov 10, 2010 5:57 am (PST)



Wajah �Angker� Milik TUHAN
oleh : Made Teddy Artiana, S. Kom

�Itu kakak saya..!!�, teriak lelaki itu menggigil histeris, �Ya itu ..kakak
saya ! Kakak saya..Ya Allah.. *Astaghfirullah..* *Astaghfirullah..* tolong
dikasih nama ya Pak !�

Sang Adik mencari kakaknya yang akhirnya ditemukan putih kaku dalam
reruntuhan rumah dan mobil bercampur pepohonan.

Ini baru sebuah episode kecil dari bencana yang menimpa Wasior, Merapi dan
Mentawai. Menguras air mata. Menyesakkan dada. Meninggalkan pertanyaan besar
dalam jiwa.

Penderitaan, musibah dan kehilangan bisa jadi membuat wajah TUHAN yang
selama ini dielu-elukan penuh kasih itu tampak demikian angker. Bagaimana
mungkin Yang Maha Kasih berbuat sedemikian ? atau mengijinkan hal
semengerikan itu terjadi ?

Agama-agama seringkali mempromosikan TUHAN sebagai : Yang Maha Kasih, Maha
Sabar, Maha Pemulia manusia. Namun lihatlah..bagaimana manusia-manusia
ditemukan tewas memilukan�nyaris bukan sebagai manusia-tergeletak dipinggir
jalan terhempas gelombang 12 m. Jika itu kurang mengenaskan, perhatikan
bagaimana mudahnya menyaksikan manusia hangus tertimbun lumpur bercampur
pepohonan, tidak jauh dari ternaknya meregang nyawa.

Sepertinya ada yang salah dari semua ini. Apakah material-material promosi
itu bohong belaka. Atau hanya tipuan agama-agama untuk menarik pengikut ?
Karena kini kita semua menyaksikan sebuah kenyataan yang berbeda.

Tangan Yang Maha Kuat itu menunjuk kearah laut, maka gelombangnyapun bangkit
dan menghempaskan ratusan orang lebih disebuah pulau.
Hembusan nafas Yang Maha Kuasa itupun membuat gunung yang selama ini tenang
jadi bergejolak tak terprediksi membunuh dan membumihanguskan apa saja yang
ditemuinya dibawah sana.
Sang Maha Esa melirik kearah langit, lalu membebaskan air yang selama ini
bersembunyi di cakrawala turun selebat-lebatnya ke bumi, mengamuk dan
melanda daerah manapun yang dikehendakinya.

Bangkai dimana-mana. Tangis kengerian dimana-mana.

Satu sisi manusia diposisikan mulia, tetapi dilain tempat dibunuh seenaknya
oleh bencana, tak perduli air mata, rasa kemanusian apalagi jalinan kasih
antar manusia. Yang harus dibinasakan, binasa. Ini sangat mengerikan.

Jika selama ini, promosi yang sampai dipangkuan kita hanya : Wajah TUHAN
Yang Maha Kasih, berarti kita telah salah mencomot brosur atau besar
kemungkinan bertemu marketing (baca : tokoh agama) yang tidak jujur.

Karena suka tidak suka, inilah wajah TUHAN yang lain, yang sering sekali
kita lupakan.

Kekuasaan.
Dialah yang memiliki kuasa dan kepemilikan segalanya. Langit, bumi, laut,
hutan, gunung, air, udara dan seluruh hewan didalamnya. Sebuah peringatan
besar untuk mereka yang tidak menghormati alam.
Tidak hanya itu, harta, jabatan, pangkat, orang-orang terdekat, bahkan nyawa
kita, adalah milik-Nya. Dia memberikan, Dia juga yang mengambilnya. Kapanpun
itu : tidak ada yang salah. Inipun menyadarkan kita akan ke-posesif-an kita
yang seringkali berlebihan akan segala sesuatu yang sementara ini berada
disekitar kita. Kita adalah sementara, sekarang ada, dua-tiga jam lagi belum
tentu ada.

Kesucian.
Hal yang satu ini juga sering kita lupakan. Standard TUHAN berbeda dari
sebagian besar manusia. Jika syarat agar diterima dalam pergaulan manusia
adalah kebaikan (kefleksiblean kita dalam menerima apapun), maka syarat agar
kita dikasihi TUHAN adalah kesucian. Suci, dan bukan hanya baik. Bagi TUHAN
kebaikan belaka, tanpa kesucian adalah penghinaan bagi kekudusan Nya.

Semoga TUHAN tidak lagi memakai bencana hanya untuk mengingatkan kita, para
manusia yang mudah lupa. akan otoritas-Nya Semoga TUHAN menganugerahi kita
kemampuan untuk hidup diatas standar Beliau. *Karena jika tidak, siapakah
gerangan yang akan tersisa dan selamat ???*

*"Suruhlah terang dan kesetiaan Mu datang,
supaya aku dituntun dan dibawa
ke gunung-Mu yang kudus dan tempat kediaman-Mu"*
**
*Made Teddy Artiana, S. Kom*
7a.

Re: [Ruang Kantor] PEKA

Posted by: "indah ip" indahip@gmail.com   iip01

Wed Nov 10, 2010 4:50 pm (PST)



Selamat ya, Bang Fiyan!
Banyak orang yang pandai, tapi belum tentu mampu menjadi guru. Banyak orang
mampu menjadi guru bagi diri sendiri, tapi belum tentu mampu menjadi guru
bagi orang lain.

Aku baru baca buku Spiritual Teaching (Abdullah Munir, Pustaka Insan Madani,
2009)
Baca deh, highly recomended menurutku :-)

Tetap semangat!

indah ip

>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> fiyan arjun <fiyanarjun@...> wrote:
> >
> > *Peka*
> >
> > * Oleh; Fiyan Arjun*
> >
> > * *
> > * "Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan
> seorang
> > ilmuwan besar. Mereka salah, karakterlah yang melahirkannya� [Albert
> > Einstein]*
>
7b.

Re: [Ruang Kantor] PEKA

Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com

Wed Nov 10, 2010 8:17 pm (PST)



daoain aja bro...
okay!
hehe

2010/11/7 Yons <kolumnis@gmail.com>

>
>
> Kak Fiyan....
>
> Jadi gimana kabar nt dengan salah satu guru ukhti disana
> Semoga penjajakannya lancar-lancar aja ya "kaburrrrr"
>
> salam
> yons :-p
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> fiyan arjun <fiyanarjun@...> wrote:
> >
> > *Peka*
> >
> > * Oleh; Fiyan Arjun*
> >
> > * *
> > * "Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan
> seorang
> > ilmuwan besar. Mereka salah, karakterlah yang melahirkannya� [Albert
> > Einstein]*
>
>
>

--
"Books inside you"
Fiyan 'Anju' Arjun
Anju Online Bookshop
Jl.Ulujami Rt.012/04 No.14 Jak- Sel
www.bukumurahku.multiply.com
fb:bujangkumbanf@yahoo.co.id <fb%3Abujangkumbanf@yahoo.co.id>
Tlp:(021) 7379858
Hp:0852-8758-0079
7c.

Re: [Ruang Kantor] PEKA

Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com

Wed Nov 10, 2010 8:18 pm (PST)



aminin aja Pak Guru Sis
hehe
amin

2010/11/7 Sismanto <sirilwafa@gmail.com>

>
>
> Hah...iya kah Mas Yon's
>
> Tambah sipp dan tambah sukses aja dech Om FIyan.... :)
>
> Salam,
> Sis
>
> 2010/11/7 Yons <kolumnis@gmail.com>
>
>
>>
>> Kak Fiyan....
>>
>> Jadi gimana kabar nt dengan salah satu guru ukhti disana
>> Semoga penjajakannya lancar-lancar aja ya "kaburrrrr"
>>
>> salam
>> yons :-p
>>
>> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
>> fiyan arjun <fiyanarjun@...> wrote:
>> >
>> > *Peka*
>> >
>> > * Oleh; Fiyan Arjun*
>> >
>> > * *
>> > * "Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan
>> seorang
>> > ilmuwan besar. Mereka salah, karakterlah yang melahirkannya� [Albert
>> > Einstein]*
>>
>
>
>

--
"Books inside you"
Fiyan 'Anju' Arjun
Anju Online Bookshop
Jl.Ulujami Rt.012/04 No.14 Jak- Sel
www.bukumurahku.multiply.com
fb:bujangkumbanf@yahoo.co.id <fb%3Abujangkumbanf@yahoo.co.id>
Tlp:(021) 7379858
Hp:0852-8758-0079
8.

[Inspirasi] Bagian Kedua: Peka: Episode Pesan Dan Kesan Itu�

Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com

Wed Nov 10, 2010 8:19 pm (PST)



*Bagian Kedua: Peka: Episode Pesan Dan Kesan Itu�*

* *

*�Suatu nasihat dinilai dari hasil, bukan dari niat." [Cicero,
Filsuf-Negarawan Masa Romawi]*

* *

Setiap kali saya mengajari anak-anak didik saya di sekolah, dimana saya
mengajari ekskul Jurnalis (Jurnalis, Mengarang dan Menulis) setiap seminggu
sekali setelah usai mengajarinya saya pasti kembali mengingatnya. Lalu saya
bercermin di kaca lemari saya�dan bicaralah saya seperti orang tak waras
sambil bergumam sendiri,�Kok saya bisa menjadi ini. Dan bisa mengajari
mereka dengan apa yang saya miliki Atau, memang ini takdir saya?� Dan saat
itu juga saya terpekur lama di sudut kamar saya.

Begitulah�.

Ya, hampir dua bulan lebih saya �menjabat� seorang guru ekskul di tempat
saya mengajar. Dua bulan lebih itu juga saya jadi tahu bagaimana rasanya
menjadi seorang guru. Terlebih ketika mengajari anak-anak SD�yang usianya
masih dikatakan masih usia umur jagung. Usianya sekitar 10 sampai dengan 12
tahun. Usia yang begitu penuh dengan keaktifitasan yang luar biasa. Dan
penuh dengan ujian mental sebagai seorang guru.

Dan disinlah letak kita sebagai seorang guru diuji....Apakah bisa menaklukan
dan mengalahkan segala cobaan dan ujian? Seperti mampukah kita menaklukan
seorang anak yang suka protes jika diberi tugas. Dan bisakah kita menjadi
ibu dan bapak kepada seorang anak yang lebih suka menyediri. Serta bisakah
kita mengontrol diri saat berhadapan dengan seorang anak yang aktif (nakal)?
Saya rasa itulah beberapa tugas yang begitu berat bagi seorang guru. Karena
sebagai seorang guru ternyata bukan saja intelektual semata yang dimiliki
tetapi juga sangat perlu kesabaran dan kepekaan terhadap anak didik kita.

Halnya seperti yang saya alami belum lama ini. Tepatnya hari Rabu (03/11)
ketika saya menjadi pembicara dalam Pelatihan Menulis Sehari untuk Tingkat
SD yang saya lakukan. Dimana di tempat saya harus berhadapan dengan
anak-anak yang sama dengan usia anak didik saya. Tidak jauh beda usianya.
Usianya sekitar 10 sampai dengan 12 tahun. Begitulah yang saya lihat dengan
mata minus saya ini.

Namun bersyukur saya bisa melaluinya�dan berjalan sukses acara tersebut.
Walau saya harap-harap cemas. Apakah apa yang saya sampaikan dan saya
berikan itu bisa mereka terima dengan baik. Atau, malah mereka tak mengerti
dengan apa yang saya utarakan? Lagi-lagi itu seringkali saya tanyakan pada
diri saya. Karena saya tak ingin apa yang saya berikan tidak mereka dapati
dan diterima. Itu yang sangat saya sesalkan dan saya sedihkan. Miris memang!
Tapi itulah tantangan saya sebagai pembicara saat itu sekaligus
guru�dihadapan anak didik saya.

Dan�akhirnya apa yang saya khayalkan dan pikirkan ternyata jauh sekali dari
apa yang saya bayangkan. Teryata mereka yang *notabene* peserta Pelatihan
Menulis Sehari untuk Tingkat SD�yang usianya masih bau kencur mengerti dan
paham apa yang saya berikan dan saya sampaikan. Bukan itu saja ternyata
membuat mereka merasa penasaran dengan apa yang saya sampaikan pada
pertemuan itu. Dan itu sangat-sangat saya syukuri.

Hingga 3 jam saya memberikan materi Belajar Menulis dan Mengarang Yukk
Bersama Kak Fiyan Arjun tak terasa saya lalui. Hingga tiba-tiba dalam
relung hati ini tak ingin waktu itu cepat berlalu. Dikarenakan saya sudah
begitu dekat dengan mereka. Mereka, anak-anak kebanggaan anak Indonesia,
anak-anak yang begitu unik serta fantastis dengan imajinasi yang mereka
mainkan dan mereka tuangkan dalam bentuk tulisan. Dan itu benar-benar
terbukti. Mereka mampu dan bisa melakukan hal itu seperti profesi yang saya
lakukan menjadi seorang penulis sekaligus guru ekskul Jurnalis.

Dan karena memang waktu begitu cepat berlaju dan�sesuai waktu yang
ditentukan agar moment seperti itu tidak cepat begitu dilupakan saja dan
pudar. Saya pun memberikan mereka �hadiah� sebelum saya meninggalkan mereka.

Dan�hadiah itu berupa pesan dan kesan kepada saya. Apakah mereka menerima
saya atau tidak selama waktu mereka bersama saya di ruang pelatihan menulis
itu? Entahlah! Tapi inilah bukti pesan dan kesan itu�.

*Bersambung�.*

*Tanah Betawi�Ulujami, 04 November 2010*

*Tulisan ini semua saya dedikasikan untuk para pengajar(guru) di tanah air
ini khususnya untuk saudara saya Salim Yahya seorang guru. Profesi yang amat
saya muliakan dan saya hormati�.Oh, guru jasamu tiada tara!*

Nb:

Jika mau melihat Catat Guru Ekskul:Peka Bagian Pertama Episode Profesi Yang
Mulia

Klik aja link dibawah ini. Cekidot....

http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=458510937907
9.

[Inspirasi] Peka: Bagian Pertama:Episode: Profesi Yang Mulia

Posted by: "fiyan arjun" fiyanarjun@gmail.com

Wed Nov 10, 2010 8:19 pm (PST)



*Peka: Bagian Pertama:Episode: Profesi Yang Mulia*

* *

* *

* *

*"Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan seorang
ilmuwan besar. Mereka salah, karakterlah yang melahirkannya" [Albert
Einstein]*

* *

* *

* *

Menjadi seorang guru sebenarnya bukanlah cita-cita apalagi impian saya.
Cita-cita dan impian saya sejak kanak-kanak adalah ingin menjadi orang
kantoran. Itu saja! Tak lebih. Tak kurang. Maupun tak mengada-ada. Apalagi
memalsukan. Maklum saat itu lagi-lagi saya masih kanak-kanak.

Kenapa saya memilihnya? Karena sejak ada salah satu tetangga saya yang
berprofesi sebagai orang kantoran. Setiap pulang-pergi selalu saja membawa
tas hitam (koper) di tangannya sehingga menjadi pusat perhatian saya saat
itu. Entah, ketika setiap ia pergi berangkat kantor maupun pulang petang
dari tempat ia bekerja ekor mata saya ini tak lepas darinya. Apalagi
diatambah memakai pakaian selalu rapi dan berdasi. Hingga akhirnya
*mindset*pun tertanam: bahwa di dalam tas hitam itu berisi uang
banyak! Menjadi orang
kantoran banyak uang! *Begitulah….*

* *

* *

* *

Namun entah kenapa belakangan ini cita-cita dan impian itu pudar dan
bergeser dengan seiring waktu. Terlebih ketika suatu hari saya, di tahun
ajaran baru tahun 2010-2011. Saya mendapakan tawar itu lagi

Saat itu ada seorang kawan—seorang guru pula—menawarkan saya untuk menjadi
seorang guru ekskul di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT). Dimana tempat
kawan saya mengajar pula. Walau pun saat itu ketika kawan saya menawarkan
saya sempat menolak.

Kenapa saya sempat menolaknya?

Ya, karena dari* basic* saya bukanlah dari akedemisi dari pendidikan formal
keguruan. Saya hanya seorang profesional. Seorang penulis *freelance* dan
seorang mahasiswa.bukan seorang guru seperti pada umumnya. Dan itu saya akui
karena saya masih jauh dianggap dikatakan pahlawan tanpa tanda jasa itu.
Digugu dan ditiru. Guru.

"Sudahlah terima saja tawaran saya ini. Di tempat saya mengajar membutuhkan
seorang seperti kamu. Di tempat saya itu lagi membutuhkan tenaga guru
ekskul. Guru ekskul Jurnalis (Jurnalis, Mengarang dan Menulis)."

Begitu kata kawan saya ketika bertandang ke rumah saya memberitahukan kabar
gembira itu sekaligus tawaran.

Saya berpikir sejenak. Tetapi bukan berpikir keras. Tak langsung menjawab.

"Sudahlah tidak perlu dipikir lagi. Toh, soal pengalaman kamu sudah
punyakan? Kamu pernah magang mejadi reporter di sebuah majalah, penulis dan
juga pernah jadi guru ekskul di SMP. Iyakan!"

Lagi-lagi kawan saya meyakinkan saya.

Memang saya akui sebelum ada tawaran itu jatuh ke tangan saya. Saya pernah
mengajar dengan—tawaran yang sama. Saya menjadi guru ekskul di bidang yang
sama. Tapi saat itu saya mengajar di tingkat SMP. Walaupun hanya seorang
guru ekskul tingkat SMP! Tapi saya bangga. Bangga ternyata profesi ini
sungguh mulia di mata minus saya!

Akhirnya tawaran dari kawan saya itu pun saya terima! Dan….sampai sekarang
saya masih berstatuskan seorang guru ekskul Jurnalis di salah satu SDIT.

Dan sejak tawaran itu saya terima—dan menjadi seorang guru ekskul munculah
satu persatu suatu keharuan yang meraja di hati saya hingga sampai sekarang…



Seperti hari ini Rabu (10/11) saat tulisan ini saya tulis saya lagi-lagi
mendapatkan keharuan serta kebanggaan tiada tara khususnya kepada diri saya.
Apalagi ketika saya sudah menjadi seorang guru ekskul di tempat saya
mengajar.

Hari itu saya berkesempatan untuk memberikan Pelatihan Menulis untuk Tingkat
SD. Itu pun atas kepercayaan dan rekomendasi dari saudara saya Salim
Yahnya—yang sudah bekerja keras untuk saya agar bersedia berikan ilmu yang
saya miliki di tempat ia mengajar.

Ya, memberikan pelatihan menulis. Pelatihan Menulis untuk Tingkat SD sehari.
Dimana saya ingin mengenalkan mereka ilmu tulis menulis. Dunia kata-kata.
Dunia seribu bahasa. Hingga saya pun dihadapkan dengan sebuah kenyataan….

Lagi-lagi saya terharu dan bangga ketika saat saya berdiri di depan puluhan
anak-anak berusia dari 10 sampai dengan 12 tahun. Mereka begitu antusias
menyimak dan memperhatikan saya memberikan ilmu tulis menulis. Bagaimana
menulis yang baik dan benar. Membedakan antara menulis dan mengarang—yang *
notabene* sebagian—maaf—mungkin sebagai seorang penulis juga belum tentu
menyadarinya. Mungkin mereka menganggap menulis dan mengarang adalah suatu
pekerjaan yang sama. Mungkin? Entahlah. Tapi saya disini tidak mengajarkan
apalagi menggurui. Karena saya memberikan hal ini berdasarkan pengalaman
saya selama ini memberikan materi dan mengajarkan anak didik saya.

Dan inilah salah satu keharuan itu…

"Kak Fiyan apa sih suka-dukanya menjadi seorang penulis?"

Itulah ucapan salah satu peserta Pelatihan Menulis Sehari Tingkat SD di
sebuah sekolah yang terletak di alam yang asri saat saya sedang mengajar
berlangsung.

*Hmm*…saya pun tertegun ketika salah satu peserta menanyakan hal itu. Saya
terharu ketika mendengarnya. Akhirnya dengan cara pengajaran saya—dengan
memberi motivasi saya menjawab.

"Menjadi penulis itu harus tahan banting. Harus kuat. Dan harus terima
kritikan dan cemoohan dari orang lain. Halnya Kak Fiyan pernah mengalaminya.
Tapi kakak tetapi sabar dan tabah hingga akhirnya kakak bisa dihadapan
kalian…." Jawab saya saat itu menyemangati mereka.

Luar biasa.

*A*khirnya mereka paham sekaligus mengerti! Bukan itu saja tapi mereka malah
menyukai profesi ini. Mereka begitu antusias ketika saya memberikan dan
mengarahkan bagaimana menjadi seorang penulis yang baik ketika terkenal
nanti—dengan metode saya.

Memang saat saya memberikan pelatihan menulis di sekolah itu sedang
mengadakan acara dalam rangka pengenalan dan pengetahuan tentang berbagai
macam profesi di tanah air ini. Salah satunya: Penulis!

"Kak apakah penulis itu harus rajin "membaca" dan "menulis"?

*Tanah Betawi—Ulujami, 03 November 2010*

*Tulisan ini saya dedikasikan untuk para pengajar(guru) di tanah air ini
khususnya untuk saudara saya Salim Yahya seorang guru. Profesi yang amat
saya muliakan dan saya hormati….Oh, guru jasamu tiada tara!*
Recent Activity
Visit Your Group
Check out the

Y! Groups blog

Stay up to speed

on all things Groups!

Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE

Find useful articles and helpful tips on living with Fibromyalgia. Visit the Fibromyalgia Zone today!


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

Tidak ada komentar: