Kamis, 22 Desember 2011

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3536

Messages In This Digest (3 Messages)

Messages

1.

Bagaimana mengatasi persoalan di kelas

Posted by: "Sri Asih" asih_cp09@yahoo.co.id   asih_cp09

Wed Dec 21, 2011 5:58 pm (PST)



        Ini adalah bentuk kegelisahan seorang guru, seorang ibu juga tentang pola belajar anak2. Selalu menjadi bahan pertanyaan di benak, mengapa anak sekarang cepat sekali jadi pelupa. Materi pelajaran hari ini diberikan bisa ,besok ditanya lagi dah lupa. Apakah mungkin karena metodenya? seperti pada idiom  saya dengar saya lupa, saya lihat saya ingat, saya kerjakan saya ngerti maka dicoba dengan eksperimen terutama pada mapel IPA lebih banyak praktek langsung mudah2an anak2 mampu menguasai, tapi hasilnya belum jg memuaskan..
        Untuk mapel2 yang membutuhkan kesempatan baca apalagi, sungguh sangat sulit membiasakan anak2 ini untuk membaca. Mereka lebih senang menonton televisi daripada membaca, sedangkan acara televisi banyak yang kurang cocok dengan pendidikan anak2. oleh karena itu untuk yang satu ini mari gerakkan mematikan TV dari habis magrib sampai jam 8 malam, gunakan waktu itu untuk mengajak anak membaca buku, mengaji sampai akhirnya mereka tertidur tanpa menonton televisi.Pembiasaan ini bila dilakukan oleh semua oarang tua, mudah2an dapat memberi waktu pada anak untuk mengulang materi ajar yang di dapat di sekolah,disamping bisa membiasakan pembejaran agama dari orang tua, misalnya mengaji,membaca Alquran.
         Apabila dengan segala daya upaya masih belum memperoleh hasil yang memuaskan mungkin perlu ditindak lanjuti dengan penelitian tindakan kelas. Mudah-mudahan mampu mengatasi persoalan yang muncul di kelas? apakah ada pendapat lain??????
2.

Surat Virtual dari Ibunda - Selamat hari Ibu

Posted by: "Dewo" pdewo@yahoo.com   pdewo

Wed Dec 21, 2011 6:07 pm (PST)



Surat Virtual dari Ibunda

Nak..
Engkau berletih mencari pahala… engkau telah beramal banyak… tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar… di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu masuk surga…

Ibumu adalah orang yang dapat menghalangimu untuk masuk surga, atau mempercepat amalmu masuk surga… Bukankah ridloku adalah keridloan Alloh?! Dan bukankan murkaku adalah kemurkaan Alloh?!

رغم أنفه ثم رغم أنفه ثم رغم أنفه قيل من يا رسول الله قال من أدرك والديه عند الكبر أحدهما أو كليهما ثم لم يدخل الجنة (رواه مسلم)

Celakalah seseorang, celakalah seseorang, dan celakalah seseorang! Ada yang bertanya: Siapakah dia wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Dialah orang yang mendapati orang tuanya saat tua, salah satu darinya atau keduanya, akan tetapi tidak membuat dia masuk surga. (HR. Muslim 2551)

Aku membawamu dengan hatiku, memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Sari pati hidupku, kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur, demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu.

Harapanku pada setiap harinya, agar aku selalu melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat, adalah setiap permintaanmu agar aku berbuat sesuatu untukmu. Itulah kebahagiaanku.

Senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihanku, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam, seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran, aku benar-benar tidak mengenalmu lagi, karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.

Yang ibu tagih kepadamu:
Jadikanlah rumah ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat sekali-kali singgah ke sana, sekalipun hanya sedetik.

Wahai anakku…Inilah aku, ibumu… pahalamu… tanpa engkau harus memerdekakan budak atau banyak-banyak berinfak dan bersedekah…
aku inilah pahalamu…


Pramono Dewo
Pin 21E3D90A
3.

Artikel – Para Pejuang Di Kilang

Posted by: "Dadang Kadarusman" dkadarusman@yahoo.com   dkadarusman

Wed Dec 21, 2011 6:08 pm (PST)



Artikel – Para Pejuang Di Kilang
 
Hore, Hari Baru! Teman-teman.
 
Catatan Kepala:"Kita sering tidak menyadari keberadaan orang-orang penting yang rela menempuh resiko demi memudahkan hidup kita."
 
Berapa banyak bahan bakar minyak yang Anda konsumsi selama ini? Apapun jenis bahan bakar itu, kita merasa sudah 'memilikinya' begitu menyerahkan sejumlah uang kepada petugas POM bensin. Dengan Rp.200,000.- misalnya, kita sudah 'memiliki' sekitar 33,3 liter Premium atau sekitar 24 liter Pertamax. Tetapi, pernahkah Anda bertanya; apakah setiap rupiah yang kita keluarkan untuk membeli BBM itu sepadan dengan 'pengorbanan' orang-orang yang bekerja di kilang minyak? Dulu, saya selalu mengira demikian. Kan saya sudah membayar harganya. Bahkan kita, inginnya membayar dengan harga yang semurah-murahnya; namun maunya mendapatkan yang sebanyak-banyaknya. Hari ini, cara pandang saya berubah 180 derajat. Tahukah Anda mengapa?
 
Saya selalu gembira setiap kali berkesempatan untuk mengunjungi fasilitas dan proses produksi yang dimiliki oleh klien-klien pelatihan saya. Hal ini sangat membantu saya untuk lebih memahami; 'apa yang mereka lakukan setiap hari'. Dengan demikian saya bisa semakin menyesuaikan materi pelatihan saya dengan keseharian aktual mereka. Terlebih lagi di industri-industri yang saya tidak memiliki pengalaman kerja di bidang itu, semisal pertambangan dan eksplorasi. Pekan lalu, saya berkesempatan untuk mengenal lebih dekat aktivitas sahabat-sahabat saya di kilang minyak milik Pertamina di Dumai. Sungguh, kunjungan itu telah membalikkan paradigma saya tentang 'membeli BBM'. Jika selama ini saya mengira dengan membayar beberapa ribu akan menjadikan saya sebagai pemilik sejumlah Premium atau Pertamax, maka sekarang saya menyadari bahwa kita sering tidak menydadari keberadaan orang-orang penting yang rela menempuh resiko demi memudahkan hidup kita. Bagi Anda
yang tertarik menemani saya belajar menyadari peran orang lain dalam hidup kita, saya ajak memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:
 
1.      Selalu ada peran yang tidak kelihatan. Untuk segala hal yang kita peroleh dalam hidup kita, selalu ada peran orang-orang penting yang tidak kelihatan. Dari bis kota atau mobil angkot yang kita tumpangi,  mobil pribadi yang kita kendarai, kompor yang memasak makanan kita; semuanya – ada peran orang yang tidak terlihat yaitu mereka yang telah menyediakan bahan bakarnya. Begitu pula dengan peran orang-orang yang tidak terlihat lainnya. Ada petani. Nelayan. Atau buruh angkut. Selama ini, kita hanya melihat benda jadinya sudah tersedia dihadapan kita. Tinggal dibeli saja. Tak jarang kita memprotesnya jika ketersediaannya tidak bisa memenuhi jumlah yang kita inginkan. Kita juga menghardik setiap kali mendapati kualitasnya tidak sebaik yang kita harapkan. Kita, sering tidak menyadari; betapa banyak orang yang memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan hidup kita. Jika menyadarinya saja tidak, maka kemungkinan besar kita jarang
berterimakasih kepada jasa baik mereka. Maka belajarlah untuk memahami bahwa selalu ada peran orang yang tidak kelihatan dalam pemenuhan kebutuhan hidup kita. Dengan begitu, kita bisa semakin mampu untuk menghargai nilai dan makna hasil karya mereka.
 
2.      Kita bisa membeli barang, tapi tidak membeli orang. Melalui setiap benda yang kita dapatkan orang-orang yang 'tidak terlihat' itu memberikan nilai tambah kepada hidup kita. Benar, kita mendapatkan benda itu dengan membayar sejumlah harga. Namun, apakah rupiah yang kita keluarkan itu sepadan dengan jerih payah mereka? Belum tentu. Kita mengeluh dengan Pertamax seharga 8,500, misalnya. Kita juga ingin agar Premium itu jauh lebih murah dari 4,500. Padahal, jika tahu resiko yang dihadapi oleh setiap pekerja di kilang minyak; kita akan sadar bahwa uang yang kita keluarkan itu sungguh tidak sepadan dengan resiko kerja yang mereka hadapi setiap hari. Faktanya, kita hanya bisa membeli barang untuk kita nikmati. Namun, kita sama sekali tidak bisa mengkompensasi apapun resiko yang mereka hadapi saat membuat barang-barang kebutuhan kita itu. Hal ini tidak hanya berlaku untuk BBM, melainkan juga untuk beras, ikan, garam, gula atau apapun. Dengan
kesadaran itu, setidaknya kita bisa mengurangi sikap arogan semata-mata karena bisa mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli setiap produk untuk memenuhi kebutuhan kita. Karena dengan uang itu, kita hanya bisa membeli barang; bukan membeli orang.
 
3.      Bayaran tidak selalu sepadan dengan pengorbanan. Sekarang, kita sadar bahwa bayaran itu tidak selalu sepadan dengan pengorbanan. Maka jika selama ini kita mengeluhkan tentang bayaran yang kita terima dari pekerjaan dikantor yang kita lakukan; mulai sekarang tidak usah lagi terlampau gusar. Ingatlah pengorbanan dan resiko para pejuang di pusat kilang. Sungguh besar sekali lho. Berapapun gaji mereka, tetap saja tidak sepadan dengan semua resiko itu. Pekerjaan kita, bisa sama beresikonya dengan mereka. Bisa juga kurang beresiko. Namun apapun itu, maka bayaran yang Anda terima itu belum tentu sepadan dengan pengorbanan yang Anda berikan. Maka berhentilah mengeluh, karena itu adalah bagian dari fakta hidup. Sebab, jika Anda mengeluh dengan bayaran yang Anda terima; bukan orang lain yang rugi. Anda sendiri. Dengan keluhan itu Anda tergoda untuk hitung-hitungan saat mengerjakan sesuatu sehingga hasilnya mungkin tidak maksimal. Dengan keluhan itu,
Anda juga tidak tertarik untuk mengerahkan seluruh kapasitas, kemampuan, dan daya diri yang Anda miliki. Anda tidak akan pernah menjadi pribadi yang mumpuni hingga ke puncak prestasi, jika kinerja Anda masih dibebani oleh perasaan dibayar tidak sepadan. Ikhlaskan semua itu. Terimalah dengan lapang dada. Dan raihlah bayaran yang lebih tinggi seperti yang Anda inginkan itu – dengan kinerja dan kemampuan serta kontribusi yang juga semakin tinggi.
 
4.      Berharaplah kepada yang tidak terbatas. Sebaik apapun atasan atau boss Anda, dia selalu berhitung soal uang. Wajar. Karena setiap bisnis dituntut untuk untung. Para pengelola HRD melakukan benchmark salary dan kompensasi sehingga setinggi apapun take home pay Anda, tidak akan lari terlalu jauh dari nilai yang berlaku di pasaran. Jadi, tidak ada gunanya Anda menuntut melebihi norma umum. Memang begitulah fitrah yang berlaku bagi siapa saja yang memilih untuk menjadi karyawan profesional. Tetapi, sesungguhnya Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan bayaran yang jumlahnya nyaris tidak terbatas. Karena ada yang bersedia memberi Anda imbalah tanpa hitung-hitungan untung rugi. Tahukah Anda siapa yang bersedia membalas Anda sebanyak itu? Dia adalah Dzat yang tidak membutuhkan apapun dari Anda. Dan Dia, adalah tempat semula Anda datang dimasa lalu, lalu kembali lagi nanti. Maka berharaplah yang banyak kepadaNya. Karena Dia hanya mensyaratkan hal
sederhana saja dari kita. Kata guru kehidupan saya; "Dia hanya membutuhkan niat yang lurus saat Anda melakukan pekerjaan kita." Maka mulai sekarang, setiap kali berangkat dari rumah menuju ke kantor, mulailah dengan ketulusan untuk mempersembahkan setiap langkah dalam pekerjaan kita demi menunjukkan betapa sempurnanya Dia menciptakan kita. Maka dengan begitu, kata hanya akan menghasilkan kinerja terbaik melalui cara kerja yang paling baik.
 
5.      Jadilah sumber energy bagi lingkungan.  Bayangkan jika kilang minyak itu libur selama satu minggu saja. Anggap saja selama seminggu itu tidak ada supply bahan bakar untuk menunjang kehidupan kita. Semua kendaraan berhenti. Pesawat tak dapat terbang. Semua pabrik tidak berproduksi. Rumah kita gelap gulita. Kompor didapur kita tidak menyala. Apa jadinya kita? Jarang kita sadari bahwa minyak yang mereka hasilkan di kilang telah memberi energy kepada ratusan juta umat manusia. Maka bisa kita bayangkan betapa besarnya pahala bagi mereka yang bekerja dengan ikhlas untuk melayani sesama. Kita, mungkin tidak menghasilkan produk yang sedemikian berdampaknya seperti minyak. Tetapi, kita juga tahu bahwa energy itu tidak hanya berupa minyak atau bahan bakar fisik. Energy juga bisa berupa dorongan dan semangat untuk kebaikan hidup orang lain. Maka kita pun bisa meniru dengan cara menjadikan diri kita sebagai sumber energy bagi orang lain. Caranya?
Banyak dan sederhana. Jadilah pemberi semangat bagi orang lain. Ucapkanlah kata-kata yang baik pada mereka. Perlakukanlah mereka dengan baik. Sehingga ketika berada bersama Anda; mereka merasa nyaman dan terdorong untuk melakukan yang terbaik. Ada pelajaran menarik dalam perbincangan saya dengan Pak GM Pertamina Dumai tentang kepemimpinan. Beliau mengatakan; "setelah saya pelajari, ternyata kepemimpinan itu adalah tentang mengajak orang-orang untuk berbuat lebih baik…." Dengan prinsip itu, beliau menjadi sumber energy bagi orang-orang disekitarnya. Bisakah kita mencontohnya?
 
Beruntunglah orang-orang yang dalam hidupnya mampu menghasilkan buah karya yang berguna bagi banyak orang. Karena setiap kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain pasti akan beroleh ganjaran yang sepadan. Namun, guru kehidupan saya mengingatkan bahwa untuk mendapatkan ganjaran itu ada syaratnya. Sederhana syarat itu. Tetapi banyak orang yang tak mampu memenuhinya. Apakah syarat itu? Kata beliau; ganjaran disisi Tuhan hanya diperuntukkan bagi mereka yang mengharapkannya. Bagi yang tidak mengharapkan ganjaran itu – mengapa Tuhan memaksakan memberikannya? Maka saat bekerja; harapkanlah imbalan yang pantas untuk kehidupan di dunia. Namun, berharaplah lebih banyak kepada Tuhan agar Dia memberi kita ganjaran yang paling baik. Dengan begitu, malu kita jika tidak bekerja dengan baik. Karena kita berharap ganjaran yang terbaik. Dari Sang Pemberi Pahala yang terbaik.
 
Mari Berbagi Semangat!
DEKA - Dadang Kadarusman – 21 Desember2011
Trainer of Natural Intelligence Leadership Training
Penulis buku"Natural Intelligence Leadership"(Sedang dicetak di penerbit)
 
Catatan Kaki:
Percayalah, uang yang kita bayarkan kepada orang-orang yang menyediakan barang atau jasa yang kita beli; belum tentu sepadan dengan perjuangan mereka.
 
Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.
 
Tentang Dadang Kadarusman
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangadarusman.com )

Follow DK on Twitter @dangkadarusman
Recent Activity
Visit Your Group
Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Check out the

Y! Groups blog

Stay up to speed

on all things Groups!

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

Tidak ada komentar: