Bismillahirrahmaani
Allahumma sholli wa sallim wa baarik
'ala Muhammadin wa 'ala aalihi wa ashabihi wa man tabi'ahum
bi ihsaanin ilaa yaumid-diin
Assalamu'alaikum
Watahmatullahi Wabarakatuh
Semoga berkah dan cinta
Allah selalu tercurah kepada saudaraku semua, amin..
Ajaran Berlaku Dermawan (Uti Konsen UM - APPost)
Diantara kebiasaan Dzun Nun Al Mishri ialah senang "uzlah (untuk
bertafakur)" di hutan. Satu hari ketika ia berada di hutan bersama
seorang muridnya, mereka melihat seekor burung yang tergeletak di
tanah, menggelepar-
Tidak lama kemudian datang seekor burung lain membawakan makanan untuk
burung yang malang itu. "Ternyata tanpa harus berusaha mencari makanan
sekalipun, burung yang malang itu dapat bertahan hidup berkat bantuan
burung lain," ujar sang murid. Dengan bijak Dzun Nun Al Mishri
menasehati muridnya, "Seharusnya kamu tidak berpikir menjadi burung
yang patah sayap itu. Tetapi berniatlah menjadi burung yang memberi
makan, yang dapat menolong saudaranya." Lalu beliau mengutip sabda Nabi
SAW, "Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang dibawah" (
HR.Bukhari – Muslim ). Imam Ja'far al-Shadiq RA bercerita. Ada seorang
lelaki menemui Imam Hasan. Maksudnya meminta sesuatu. Imam Hasan pun
mengambil sandal dan pergi bersama lelaki itu untuk memenuhi
keperluannya.
salat di masjid. Kepada lelaki itu, Imam Hasan berkata, "Kenapa kamu
tadi tidak meminta bantuan kepada Imam Husein saja ? " Lelaki itu
menjawab, "Semula saya memang mau minta bantuan beliau. Tapi melihatnya
sedang iktikaf, niat itupun saya urungkan". Mendengar jawaban itu, Imam
Hasan mengutip hadis Rasulullah SAW, "Seseorang yang berusaha memenuhi
kebutuhan saudaranya sesama Muslim, baik siang maupun malam hari, baik
upayanya itu berhasil maupun gagal, maka dia akan mendapat ganjaran
yang lebih baik daripada i'tikaf di masjid selama dua bulan". Shafwan
al-Jammal, adalah salah seorang murid Imam Ja'far al-Shadiq. Al Jammal
termasuk murid yang rajin dan disukai teman-temannya. Karena Al Jammal
sudah lama tidak muncul dalam majelis taklim, sang guru bertanya kepada
murid-murid yang lain. "Kini dia punya kegiatan khusus di rumah," ujar
salah seorang diantaranya. "Apa kegiatan itu?" tanya Imam Ja'far. "Dia
beribadat hampir tak pernah berhenti ". "Lalu dari mana dia mendapatkan
makanan? ". "Kamilah yang membantunya". Sejenak Imam Ja'far terhenyak.
Kemudian ia berkata, "Ibadah kalian yang mencarikan makanan untuk
Shafwan Al Jammal, jauh lebih besar dan mulia daripada dia yang kini
menggantungkan hidupnya pada orang lain ". Selepas musim haji, seorang
lelaki menemui Imam Ja'far al-Shadiq. Dia menuturkan perilaku seorang
jemaah yang berhaji bersama rombongannya. Katanya, jemaah lelaki itu
nyaris tidak lepas-lepas dari ibadah. Setiapkali rombongan berhenti di
suatu tempat, ia menggunakannya untuk salat, zikir atau mendalami
kitab-kitab keagamaan. Dia benar-benar melepaskan dari urusan dunia.
"Kalau begitu, siapakah yang mengurus keperluan diri orang itu? " tanya
sang Imam." Kamilah yang melakukan semua itu," jawab diantaranya.
"Ketahuilah bahwa kalian semua lebih utama daripada orang yang begitu
engkau kagumi itu," tegas Imam Ja'far. Kemudian buyut Rasulullah SAW
tersebut melanjutkan, "Ya. Sebaik-baik hidup adalah yang tidak
membebani orang lain." Satu saat orang melihat Ali bin Abi Thalib KW
menangis. Ketika ditanya sebabnya, orang yang penuh kemuliaan itu
berkata, "Sudah satu minggu tak ada seorang tamu pun yang datang
kepadaku. Aku khawatir Allah sedang menghinakan aku," jawabnya. Padahal
sejarah mencatat, Khalifah ke empat ini tergolong sahabat yang miskin.
Itulah Islam yang antara lain mengajarkan pemeluknya untuk menjadi
penderma dan penolong bagi yang membutuhkan . Ini tercermin misalnya
dari ajaran zakat ( Al Baqarah (2) : 43, 48 san 110.Al Ahzab ( 33 ) :
33. Al Mujadilah ( 58 ). Bahkan zakat dijajarkan sebagai pilar rukun
Islam. Ini menunjukkan, menolong orang yang membutuhkan mendapat
perhatian besar dalam ajaran Islam. Menarik lagi, janji Allah SWT dalam
As-Saba ( 34 ): 39, kendati kita banyak bederma, itu tidak akan
mengurangi harta kita. Allah SWT pasti akan mengganti dan menambahnya.
Firman-Nya "Katakanlah, sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki bagi
siapa pun yang dikehendaki-
menyempitkan bagi ( siapa yang dikehendaki-
yang kamu nafkahkan, maka Allah SWT.akan menggantinya dan Dia-lah
sebaik-baik pemberi rezeki ". Dermawan merupakan salah satu sifat yang
terpuji dan mulia. Orang yang dermawan pada hakikatnya merupakan bentuk
konkret dalam meneladani sifat Allah SWT dan Rasul-Nya. Disampaikan
oleh Anas bin Malik, bahwa Rasul SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT
itu Zat Yang Maha Penderma, karena itulah Dia menyukai sifat dermawan"(
HR.Turmuzi ). Dengan demikian, kilah Abdul Halim Fathani dalam buku
Ensiklopedi Hikmah, tidak ada alasan lagi bagi umat manusia untuk
bersifat kikir atau bakhil, karena itu berlawanan dengan sifat Allah
SWT dan rasul-Nya. "Karena itu, dalam situasi sesulit apa pun, seorang
mukmin akan selalu berusaha menjadikan tangannya di atas, dalam artian
ia akan selalu berusaha untuk memberi kepada orang lain yang
membutuhkan. Ia akan selalu berusaha sesuai dengan kemampuannya
menempatkan dirinya sebagai mushaddiq ( orang yang bersedekah ) atau
munfiq ( orang yang berinfak ), bukan sebaliknya, tangannya selalu
berada di bawah, mengandalkan hidup dan kehidupannya pada belas kasihan
orang lain," tutur KH.Didin Hafidhuddin MSc, dalam tulisannya 'Tangan
di Atas'. Sebab Rasulullah SAW bersabda, "Ketahuilah sesungguhnya
semulia-mulianya orang mukmin adalah yang paling rajin bangun malamnya
( untuk beribadah ) dan yang paling gagah adalah yang tidak
mengandalkan hidupnya pada belas kasihan orang lain" (HR.Baihaqi dari
Jabir). Wallahualam. **
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================

Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar