*Lafadz Allah Hiasi Langit Masjidil Haram
* *Muhammad Nur Hayid* - detikNews *
/http://www.detiknew
Makkah* - Subhanallah, Allahu Akbar itulah suasana saat beberapa jamaah
haji melihat jeleretan awan yang membentuk tulisan Allah di atas langit
Masjidil Haram. Kekhusu'an jamaah haji yang twowaf pun semakin
menjadi-jadi sambil melambaikan doa-doa dengan keras.
Wartawan detikcom *Muhammad Nur Hayid* yang menyaksikan langsung
jeleretan awan bertuliskan lafad Allah itu hanya bisa mengucapkan
subhanallla.
Masjidil Haram saat itu, sekitar pukul 09.00 WAS (10 dzulhijjah)
berwarna biru terang. Jadi sangat jelas sekali jeleretan lafald Allah itu.
Sayangnya, lafad jalalah itu gagal diabadikan oleh wartawan detikcom
karena situasi saat itu sangat padat akibat semua jamaah haji memilih
langsung melaksanakan tawaf ifadah setelah melontar jumrah aqobah.
Ruang berhenti untuk mengambil camera di tas dan memotret foto itu gagal
dilakukan karena kondisi saling dorong antar jamaah yang terus bergerak
menyelesaikan 7 putaran.
Wartawan RRI Nurhanuddin yang ikut menyaksikan lafadz Allah itu hanya
bisa mengucapkan tasbih dan takbir berkali-kali. Ia sangat senang karena
dapat menyaksikan kebesaran Allah secara langsung berupa tulisan lafadz
Allah di atas Masjidil Haram dalam keadaan Tawaf Ifadah.
"Subhanallah.
Allah yang ditunjukkan pada kita," katanya di sela tawaf pada detikcom.
Usai tawaf, Nur menyampaikan pada detikcom rasa syukurnya pada Allah
atas kemurahannya menunjukkan lafald Allah.
"Alhamdulillah, kalau saya langsung tawaf semalam, mungkin nggak bisa
lihat ini. ini bukti Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Semoga doa
kita dikabulkan dan jadi haji mabrur," kata Nurhanudin
Hal yang sama disampaikan Novelisa, menurutnya munculnya lafad allah di
atas langit Masjidil Haram ini merupakan bukti kebesaran Allah yang
ditunjukkan pada hambanya yang sedang menyelesaikan prosesi ibadah haji
setelah wukuf di arafah.
"Subhanallah, ini kebesaran Allah. alhamdulillah. saya dapat menyaksikan
langsung. Semoga kita mendapatkan haji mabrur," katanya
Setelah dua kali putaran, wartawan detikcom Muhammmad Nur Hayid sudah
melihat jeleretan awan yang membentuk lafad Allah itu mulai melebar.
putaran ke 3 lafad Allah yang terletak diatas Maqom Ibrahim lurus dengan
daerah Multazam itu sudah kabur dan dan tek terlihat lagi tulisannya.
Subhanallah. astagrifullah.
saat melihat keajaiban ini. Memang setiap kali menaiki pesawat, wartawan
detikcom berusaha untuk duduk di pinggir jendela. Harapannya dapat
memotret awan-awan yang melihat lafad Allah.
Sayangnya, Allah belum berkehandak. Justru disaat yang tidak
direncanakan itulah Allah menunjukkan kebesarannya langsung kalimah
Allah di atas langit masjidil haram.
Subhanallah.
SAW. Allahummaj'alna hajjana hajjan mabruro wasa'yammaskuro wadzanbam
maghfuro watijarotan lan taburo...Amin (yid/mok)
[Non-text portions of this message have been removed]
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar