Khutbah Idul Adha 1429 H : Metode Mendidik Anak yang Saleh, Menurut Al-Quran dan Sunah
kolom : Ust. DR. H. Suhaery Ilyas, MA
Tuesday, 09 December 2008
www.nurulyaqin.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر الله أكبر الله أكبر, الله أكبر الله أكبر الله أكبر, الله أكبر الله أكبر الله أكبر
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا
الحمد لله الذى فرض الحج والعمرة علي الناس لمن استطاع اليه سبيلا
أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
لا نبى بعده, أرسله الى الناس كافة ليظهره علىالدين كله ولو كره الكافرون.
اللهم صل على محمد وعلى أله وصحبه وسلم تسليما كثيرا.
أما بـــعد, فاتقواالله حق تقاته ولا تموتن الا وأنتم مسلمون .
وقال الله تعالى فى كتابه العزيز:
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا
Kaum muslimin dan muslimat, jama'ah idul adha yang dirahmati Allah!
Marilah kita panjatkan puji dan syukur yang setinggi tingginya pada Allah swt.karena dengan hidyah danaufiq serta inayahNya kita diizinkanNya berkumpul dirumahNya yang suci ini untuk melaksanakan ibadat shalat dan khutbah Idul Adha .
Shalawat dan Salam semoga senantiasa dicurahkan Allah pada junjungan besar kita nabi Muhammad saw.serta keluarga dan para sahabat beliau.Allahumma shalli 'ala sayidinia Muhammad, wa 'ala alihi washahbi wasallama tasliman katsira."
Hari ini disebut dengan hari raya haji karena momentumnya adalah dalam rangka ,menyambut dan merayakan kedatangan jutaan jemaah'ah haji dari seluruh dunia yang kemaren mulai dari tergelincir mata hari sampai terbenam mata hari melakukan wuqup di Arafah sebagai rukun utama ibadah haji. Setelah selesai wuquf di Arafah merekapun berbondong bondong keluar dari Arafah menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam di Mina paling kurang sampai pertengahan malam, dan tidak ada salahnya juga kalau mereka berlanjut sampai waktu subuh. Selesai mabit di Muzdalifah mereka meneruskan perjalanan ke Mina, untuk melontar jamrah aqabah dengan tujuh batu..Selesai melontar jamrah aqabah, bagi mereka yang mampu lansung melanjutkan manasik hajinya menuju masjidil haram untuk melakukan thawaf ifadhah sebagai tawaf rukun. Bertepatan dengan datangnya jemaah haji yang akan menunaikan thawaf ifadhah itulah kaum muslimin di Mekkah dan diselurhh dunia, baik dilapangan maupun di mesjid mushala menyambut mereka dengan melakukan shalat idhul adha, kemudian mendengarkan khutbah idul adhha.
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا
Kaum muslimin dan muslimat, jama'ah idul adha yang dirahmati Allah!
Hari ini disebut juga dengan hari raya idhul Adha atau Hari Raya Qurban, karena setelah selesai melakukan shalat dan khutbah idul adha dilanjutkan dengan penyembelihan qurban berupa Unta, Sapi atau Kambing. Demikian juga tiga hari berikutnya yang disebut dengan hari tasyriq 11-12-13 disunatkan untuk melakukan penyembelihan dan pembagian qurban untuk kaum fuqarak dan masakin khususnya dan
untuk kaum muslimin muslimat umumnya.
Kaum muslimin dan muslimat, jama'ah idul adha yang dirahmati Allah!
Setiap kita kedatangan hari raya idhul adha, mau tidak mau kita akan ingat pada Nabi Ibrahim as. yang dengan penuh ikhlas siap menyembelih anaknya Isma'il atas perintah Allah swt.yang diterimanya dalam mimpi sebagaimana dikisahkan dalam al-Quran surat ash-shafat QS. 37:99-111., mari kita ikuti dan renungkan kisah yang sangat mendebarkan ini :
Dan Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku [QS.37:99].
Manurut para mufasir, setelah Ibrahim selamat dari ancaman pembakaran raja namrut, maka beliau diperintahkan oleh Allah untuk berhijrah, sekalgus berjihad menegakkan kalimat tauhid kesuatu negeri yang belum pernah dikenalnya, ternyata kemudian negeri itu adalah Makkah al-Mukarramah.
Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS.37:100)
Doa ini tidak putus putusnya dimohonkan Ibrahim pada Allah swt.siang dan malam pagi dan petang selama bertahun tahun tanpa mengenal putus asa, kendatipun isterinya Sarah waktu itu juga sudah berusia tua dan dinyatakan oleh thabib sebagai wanita mandul.Akirnya , berkat yakin pada kepemurahan dan kekuasaan Allah swt. doa nya pun dikabulkan Allah swt :
Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.
(QS.37:101)
Alangkah gembiranya Ibrahim dan isterinya Sarah mendapatkan seorang putera dihari tuanya setelah bertahun tahun bedoa pada Allah. Tidak dapat kita gambarkan betapa besarnya cinta Ibrahim dan Sarah pada putranya yang diberi nama Ismail dan dinyatakan Allah sebagai anak yang santun dan saleh sesuai dengan permintaannya.
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".(QS.37:
Perintah yang diterima Ibrahim itu lansung disampaikannya kepada anaknya Ismail, ternyata Ismail betul betul merupakan seorang anak yang saleh, yang patuh pada orang tuanya dan tha'at pada Allah walaupun akan mengorbankan nyawanya sendiri.Tanpa ragu ragu, dengan penuh ketenangan hati Ismail menyatakan pada ayahnya Ibrahim bahwa dia siap menerima perintah Allah itu,dan insya Allah dia termasuk orang yang sabar. Karena itu Ibrahim pun berlega hati dan siap siap untuk melaksanan perintah Allah, untuk menyembelih anak tunggalnya waktu itu, Ismail si jantung hati :
Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya)
Setelah Ibrahim dan Ismail betul betul siap, dan telah begerak untuk melaksanakan perintah Allah. Ibrahim siap menyembelih anaknya dan Ismail pun siap disembelih ayahnya demi patuh pada orang tua dan tha'at pada perintah Allah., namun, pada detik-detik yang mendebarkan itu, ternyata pisau besar yang siap dihunuskan Ibrahim pada leher anaknya itu tertahan tidak mau sampai menyentuh leher Ismail, Ibrahimpun menjadi bingung, disaat kebingungan itu datanglah suara wahyu Allah yang menyatakan bahwa sebetulnya Allah hanya ingin menguji iman Ibrahim, Ibrahim dan Ismail dinyatakan Allah lulus dalam ujian tersebut.Karena itu ikatan yang telah mengikat tangan dan kaki Ismail kembali dilepaskan Ibrahim sesuai dengan perintah Allah karena dia tidak jadi disembelih, dan bukan itu tujuan Allah, akan tetapi hanya sekedar menguji keimanan Ibrahim. Ternya Ibrahim lulus ujian Allah dan dapat membuktikan bahwa dia lebih mencinai Allah daripada mencintai anaknya, dan Ismailpun dapat membuktikan bahwa dia lebih mencintai Allah daripada mencintai ayahnya.Itulah inti dari iman yang sesungguhnya, yaitu mencintai Allah dan perintahNya lebih dari mencintai apa dan siappun termasuk anak dan ayah sendiri.
Akhirnya , Allah menyatakan bahwa semua itu adalah ujian yang maha berat, dan sebagai penggantinya Allah menukarnya dengan syari'at menyembelih domba yang besar.Syaria't berkorban itu selanjutnya diperintahkan Allah untuk dilestarikan pada umat pelanjut Ibrahim sampai dengan umat Muhammad saw.:Untuk itu Allah menyampaikan ucapan selamat pada Ibrahim dan Ibrahimpun dinyaakan Allah sebagai hambaNya yang betul betul Ihsan ,yang senantiasa beramal saleh karena Allah dan untuk mengharap redha Allah swt.dan Ibrahim dinyatakan Allah sebagai seorang mukmin paripurna (betul betul beriman).
Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian, (yaitu)"Kesejahtera
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sesungguhnya ia termasuk hamba-hambaKami yang beriman.
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا
Kaum muslimin dan muslimat, jama'ah idul adha yang dirahmati Allah!
Demikianlah kisah keberhasilan orang tua yang saleh mendidik anaknya menjadi anak yang saleh , yaitu anak yang bekahlaq mulia, hormat dan patuh pada orangtuanya serta tha'at melaksanakan perintah Allah, dan untuk keduanya itu dia rela mengorbankan jiwanya sendiri. demi mengharap redha Allah swt.
Anak yang saleh merupakan dambaan setiap orang tua yang beriman,karena anak yang saleh selain memberikan kebahagiaan pada kedua orang tuanya didunia ini dengan akhlaqnya yang mulia dan ibadahnya yang istiqamah, anak yang saleh juga merupakan "tabungan pahala" yang tidak penah habis habisnya buat orang tuanya kendatipun orang tuanya telah meninggalkan dunia yang fana ini sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih :
عن أبى هريرة رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اذا مات ابن أدم انقطع عمله الا من ثلاث: صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له (رواه مسلم وأبو اود والترمذى والنسائى)
Artinya:
Menurut penuturan Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda: Apabila telah meninggal dunia anak Adam (manusia) maka terputuslah segenap amalannya kecuali tiga: Shadaqah jariah, atu ilmu yang bermanfaat atau anak yang saleh yang mendoakannya.
(HR.Muslim, Abu Daud, Turmudzi dan An-Nasai)
Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah!
Kendatipun setiap orang tua mendambakan anak yang saleh, namun tidak semua yang mendambakannya itu mampu mendidik anaknya menjadi anak. yang saleh.Karena itu kita perlu belajar pada nabi Ibrahim khususnya, pada Al-Quran dan sunnah Rasulullah saw. umumnya bagaimana metode mendidik anak agar anak kita menjadi anak yang saleh .
Ada tujuh langkah yang digariskan al-Qur'an dan Sunnah untuk mendidik anak kita menjadi anak yang saleh :
1. Contoh Teladan Yang Baik.
Setiap orang tua yang ingin mendidik anaknya menjadi anak yang saleh hendaklah lebih dahulu berusha agar diri mereka mejadi teladan yang baik dalam segala hal, karena orang tua bagi seorang anak adalah idola utama yang akan diikutinya dalam segala hal. Nabi Ibrahim berhasil mendidik putranya Ismail dan putura putra lainya yang juga menjadi para nabi adalah karena ibrahim as. merupakan contoh teladan yang baik bagi anak anaknya, baik dalam hal ibadah, maupun akhlaq dan muamalah atau sikap hidup umumnya. Demikian juga nabi Muhammad saw. berhasil mendidik anak anak sera para sahabat dan umat beliau karena beliau adalah contoh teladan yang baik dalam setiap langkah kehidupannya. Firman Allah swt :
Sesungguhnya pada (diri) Rasulullah itu terdapat contoh teladan yang baik bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kebahagiaan dihari akhirat serta bnyak menyebut nama Allah (bedzikir) (QS.Al-Ankabut 33:21)
Orang tua yang menginginkan anaknya ta'at dalam melakukan shalat berjama'ah kemasjid, hendaklah dia lebih dahulu menjadi orang tua yang ta'at melakukan shalat berjama'ah di msjid. Orang tua yang menginginkan anaknya berakhlaq mulia, hendaklah senantiasa memperlihatkan akhlaq mulia dihadapan anaknya dan dimanapun dia berada.
2. Melatih Kebiasaan Yang Baik.
Setelah memperlihatkan contoh teladan yang baik, selanjutnya orang tua hendaknya senantiasa berusaha melatih anak mereka untuk melakukan amal saleh secara bertahap. Karena kebiasaan yang ditanamkan pada anak semenjak kecil akan tertanam dalam diri anak sepanjang usianya. Jika dari kecil orang tua melatih anaknya membaca basmalah setiap akan makan dan minum dan pekerjaan lainnya, maka membaca basmalah itu akan menjadi kebiasaan anak sampai tua dan akan menjadi pakaian hidupnya. Demikian juga dengan latihan kebiasaan lainnya, membiasakan anak shalat diawal waktu, membiasakan anak makan dan minum dengan tangan kanan, membiasakan berbicara dengan jujur dan lemah lembut.Semua itu akan jadi pakaian hidup anak sampai akhir hayatnya bila diwaktu kecil telah dibiasakan. Sebaliknya bila dari kecil tidak dibiasakan anak dengan ibadah serta akhlaq mulia itu, jangan diharapkan setelah dewasa anak akan ta'at beribadat dan berakhlaq mulia.karena suatu hal yang paling berat didunia ini adalah mengerjakan suatu yang tidak biasa.sebaliknysa suatu hal yang paling ringan adalah mengerjakan sesuatu yang telah jadi kebiasaan.Karena itulah Rasulullah telah meninggalkan pesan kepada umatnya, pada para orang tua dan pendidik khususnya agar melatih anak dan peserta dididiknya melakukan amal saleh, perbuaan yang baik.
عن ابن مسعود رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: حافظوا على أبنائكم بالصلاة وعودوهم الخير فان الخير عادة (رواه الطبرانى)
Artinya:
Menurut penuturan Ibnu Mas'ud, Rasulullah saw.bersabda: Peliharalah shalat anakmu, dan biasakanlah dia melakukan perbuatan baik, karena perbuatan baik itu adalah hasil pembiasaan.(
Kaum Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allah,
Kendatipun mengucapkan salam itu demikian ringannya, namun bila anak tidak dilatih orang tuanya dari kecil untuk membiasakan salam "Assalamu alaikum", maka setelah anak dewasa itu merupakan perbuatan yang sangat berat bagi sianak, walaupun pada orang tuanya sendiri. Sebaliknya, betapapun beratnya bangun subuh untuk shalat kemisjd , tapi bila orang tua membiasakakan anaknya untuk bangun subuh dan shalat berjamaah kemesjid, maka setelah dewasa bangun subuh dan shalat berjamaah kemesjid itu akan sangat ringan bagi sianak, kendatipun udara sangat dingin.Demikianlah pentingnya melatih anak untuk membiasakan amal ibadah sejak kicil. Dalam sebuah hadits Rasulullah memerintahkan para orang tua agar melatih anknya melaksanakan shalat sejak umur tujuh tahun (HR.Hakim dan Ibnu Umar). Bahkan ada hadits Nabi yang memerintahkan orang tua untuk membiasakan anaknya melakukan shalat sejak lebih dini lagi, yaitu sejak anak mulai tahu mana tangan yang kanan dan mana yang kiri. (lebih kurang umur lima tahun). :
عن عبد الله ابن حبيب قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اذا عرف الغلام يمينه من شماله فمره بالصلاة (رواه الطبرانى)
Artinya:
Menurut penuturan Abdullah bin Hubaib, Rasulullah saw.bersabda: Apabila sianak sudah dapat membedakan kanan dan kirinya, maka suruhlah (latihlah) dia melaksanak shalat.( HR.Thabrani)
3. Bercerita.
Bukan hanya anak-anak, bahkan orang dewasa dan orang tuapun sangat senang mendengarkan cerita, karena cerita itu menarik, mudah difahami dan mengesankan .Al-Quran sangat banyak menyajikan ceita-cerita yang sangat menarik dan punya makna serta hikmah yang memndalam. Demikian juga hadits hadits Rasulullah sangat banyak mengandung cerita yang menarik dan penuh hikmah.Metode Al-Quran dan Sunnah dalam bercerita perlu diterapkan oleh para orang tua untuk anak anaknya. Banyak buku buku cerita yang cocok dengan anak untuk dibacakan pada anak, atau dibaca anak setelah anak pandai membaca.Anak sangat senang bila orang tuanya sendiri yang bercerita. Orang tua dan kakek kakek kita zaman dahulu sangat senang untuk bercerita pada anak cucunya menjelang tidur.Saya yakin para jemaah yang sudah tua tua sekarang masih banyak mengenang cerita cerita yang disajikan orang tua atau kakek diwaktu kecil, demikianlah kesan cerita itu tidak mudah hilang dari ingatan manusia. Bila cerita itu adalah cerita yang baik maka kesan baik akan tertanam dalam jiwa anak samp;ai dewasa atau tua.Sebaliknya bila anak dari kecil terbiasa membaca kisah yang tidak baik, atau menonton tayangan kisah yang tidak baik, meruasak akhlaq dan akidah anak, itulah yang mempengaruhi jiwa anak sampai dewasa dan tua. Banyak akhlaq anak dan remaja zaman sekarang rusak akibat korban tayangan tv dan sebangsanya yang ditonton anak setiap hari tanpa control dan bimbingan orang tua.
4. Memberikan Pelajaran & Nasehat dengan Lemah Lembut.
Diantara rahasisa keberhasilan Rasulullah saw.mendidik umatnya menjadi umat yang terbaik adalah karena beliau senantiasa memberikan pelajaran dengan lemah lembut sehingga sangat mengesankan. Betapun keras hati dan keras kepala serta keras mulutnya manusia jahiliyah yang dihadapi Rasulullah, namun beliau tetap saja menghadapinya dengan lemah lembut. Karena itulah Allah swt. memuji sikap Rasulullah yang sangat lemah lembut tersebut dalam mendidik umatnya. Firman Allah swt.:
$yJÎ6sù 7pyJômu' z`ÏiB «!$# |MZÏ9 öNßgs9 ( öqs9ur |MYä. $ˆàsù xá‹Î=xî É=ù=s)ø9$# (#q'ÒxÿR]w ô`ÏB y7Ï9öqym
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
Kaum Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah.
Para orang tua yang ingin sukses mendidik anaknya menjadi anak yang saleh hendaklah meneladani kelembutan Rasulullah saw. dalam mendidik umatnya dan manjauhkan diri dari sifat kasar dan keras karena semua itu membuat anak lari dari orang tuanya.atau akan melawan dalam hati..Rasulullah melarang orang tua menggertak akan memukul anak diwaktu memberikan pelajaran.:
عن ابن عمر رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا ترفع العصاعن أهلك وأخفهم فى الله عز وجل :(رواه الطبرانى)
Artinya:
Menurut penuturan Ibnu Umar,Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kamu angkatkan tongkat (untuk mengancam) keluargamu, timbulkanlah rasa takut mereka pada Allah azza wajalla (HR.Thabrani)
Maksudnya, janganlah kamu suka besikap kasar mengancam anak dan isterimu dalam mendidik mereka, akan tetapi timbulkanlah rasa takut mereka untuk melalaikan perintah Allah swt. sehingga mereka sadar untuk beribadat bukan karena takut pada ancamanmu!
5. Memberikan Penghargaan & Hukuman yang Mendidik.
Apabila sianak memperlihatkan kepatuhan dan prestasi dalam melakukan ibadah atau perbuatan baik, sebaiknya sang orang tua memberikan penghargaan yang wajar, bahkan kalau perlu memberikan hadiah.Dengan demikian anak akan merasa bangga dan akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan perstasinya. Umpamnya anak kita yang sudah mulai lancar membaca Al-Quraan, kita simakkan bacaannya suatu waktu, lalu setelah itu kita puji, dengan pujian : Masya Allah, mama/papa sangat bangga punya anak yang masih kecil begini sudah lancar baca Al-Quran, ucapan itu diiringi dengan mengulurkan tangan menyalaminya sebagai ucapan selamat dan penghargaan. Anak kita yang sudah hafal surat surat tertentu, atau hafal semua juz amma kita beri hadiah khusus. Atau anak kita yang mulanya malas shalat,sering terlambat atau ketingglan shalatnya, sekarang sudah rajin tidak pernah ketinggalan; dalam hal ini orang tua jangan pura putra tidak tahu, tapi hendaknya segera memberikan penghargaan. Rasulullah sering memberikan penghargaan pada sahabat sahabat cilik. Umpamanya Ibnu Abas waktu kecil pernah menolong Rasulullah mengambilkan wadah tempat air wudhuk, lalu Rasulullah sangat berterima kasih, dan mendokan agar Ibnu Abbas menjadi Ahli Tafsir, doa Rasulullah ternyata makbul .Ibnu Abbas dikenal sabagai Ahli tafsir tersebesar dizaman sahabat.
Sebaliknya , bila suatu waktu sianak melalaikan ibadahnya atau melakukan kesalahan yang cukup berat sewajaranya anak diberi hukuman yang bersifat mendidik. Rasulullah saw. memerintahkan para orang tua agar menyuruh anaknya shalat bila umurnya sudah tujuh tahun, namun bila umurnya sudah sepuluh tahun masih meninggalkan shalat, maka Rasulullah saw. memerintahkan oang tua agar memukul anaknya, pukulan yang tidak menyakiti, tapi pukulan yang mendidik dan menimbulkan kesadaran.Sabda Rasulullah saw.:
عن عبد الله ابن عمر ابن العاص رضىالله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع واضربوهم عليهاوهم أبناء عشر وفرقوا بينهم فى المضاجع ( رواه أبو داود والحاكم)
Artinya:
Menurut penuturan Abdullah bin Amru bin 'Ash r.a.,Rasulullah saw. bersabda,"Suruhlah anakmu melakukan shalat bila umurnya sudah tujuh tahun, dan pukullah dia bila meninggalkan shalat sedang umurnya sudah sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur anak laki dengan anak perempuan. (HR.Abu Daud & Hakim).
Memukul anak dapat juga dianalogikan dengan memberikan sangsi yang membuat mereka jera dan menyesal; umpamanya dengan megurangi jajannya pada hari itu, menyuruh dia mengerjakan pekerjaan yang tidak terlalu berat..Dengan memberikan hukuman yang mendidik diharapkan anak akan terbiasa berdisiplin dan tidak mudah melanggar aturan agama atau atau aturan yang kita tegakkan dalam rumah tangga.
6. Menjauhkan Hal-hal yang akan merusak agama anak.
Disamping mendidik anak untuk beragama dengan sebaik baiknya, orang tua bekewajiban pula untuk menjauhkan hal-hal yang akan merusak agama anak. Diantara hal banyak merusak agama anak adalah tontonan, bacaan, pergaulan. Kendatipun anak kita didik untuk shalat, tapi kita biarkan saja anak menonton tv sepanjang waktu, tanpa control maka bekas pendidikan agama yang kita tanamkan itu akan hilang dengan mudah. Begitu juga bila anak dibiarkan membaca bacaan majalah,novel dan komik yang merusak, maka jiwa agama yang kita tanamkan itu akan mudah lenyap .Demikian juga pergaulan, bila anak dibiarkan bergaul dengan anak-anak yang nakal atau berakhlak tercela, maka anak akan mudah pula rusak akhlaq dan agamanya. Dalam hal inilah Allah mengingatkan para orang tua :
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-
Memelihara anak dari bahaya neraka adalah dengan menjauhaknnya dari hal hal yang akan mengakibatkan anak terancam masuk neraka, seperti meninggalkan shalat dan ibadah lainnya, melakukan perbuatan dosa atau maksiat, atau hal hal yang akan membuat mereka mudah terpengarauh melakukan dosa seperti tontonan maksiat di media tv, vcd bergaulan dengan anak nakal, pergaulan bebas dan lain lain.
7. Banyak berdoa' untuk anak.
Bagaimanapun ahlinya seorang orang tua mendidik anaknya namun harus disadari bahwa hasilnya tetap Allah yang menentukan. Karena itu disamping berusaha dan bekerja keras mendidik anak agar anak menjadi anak yang saleh, para orang tua hendaknya banyak berdoa kepada Allah agar anaknya menjadi anak yang saleh.Agar anaknya terpelihara dari kemaksiatan yang membawa kemurkaan Allah.. Kisah nabi Ibrahim dengan nabi Ismail memberikan pelajaran kepada kita betapa nabi Ibrahim tidak putus putusnya berdoa kepada Allah agar diberi anak yang saleh dengan do'anya :
Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.(QS.Ash-
Doa ini dipanjatkan Ibrahim setiap hari, pagi dan petang, siang dan malam selama bertahun tahun, tanpa bosan dan berputus asa. Akhirnya doa Ibrahim dikabulkan dengan mendapatkan anak yang saleh yang kemudian juga menjadi nabi, yaitu Ismail as.
Setelah mendapat anak, Ibrahim juga tidak putus putusnya mendokan agar anaknya anaknya menjadi anak yang ta'at beribadat, diantara doa Ibrahim itu adalah :
Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(QS.Ibrahim 14:40)
Demikianlah contoh teladan yang sangat baik dari nabi Ibrahim untuk para orang tua khususnya. Disamping beliau bekerja keras mendidik anaknya agar menjadi anak yang saleh beliau juga tidak henti hentinya berdo'a kepada Allah agar anak anaknya menjadi anak anak yang saleh. Alhamdulilah usahanya mendidik anak diberkahi Allah dan doanya dikabulkan Allah, anak anaknya bukan hanya menajadi anak yang saleh, bahkan menjadi para nabi. Dan nabi Muhammad saw. sendiri adalah keturunan dari nabi Ibrahim as.
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا
Kaum muslimin dan muslimat, jama'ah idul adhha yang dirahmati Allah!
Demikianlah tujuh metode yang kita gali dari Al-Quran dan sunnah bagaimana caranya mendidik anak kita menjadi anak yang saleh yang akan mendoa'akan kita, baik disa'at kita masih hidup, apalagi disa'at kita terbujur ditengah rumah, atau sudah lapuk dalam kubur. Alangkah bahagianya seorang orang tua yang mempunyai anak yang saleh, ta'at beribadah berakhlaq mulia, rajin mendokan orang tuanya. Bila orang tuanya meninggal dunia, dia ikut menyelenggarakan jenazah orang tuanya, dan dia yang menshalatkan jenazah orang tuanya bahkan dia adalah imamnya.dan dia pula yang ikut memasukkankan orang tuanya keliang lahad dengan iringan doa, dan setelah itu doa'anya tetap mengalir untuk orang tuanya.
Sebaliknya alangkah merugi dan menyesal seorang oang tua yang sudah mati matian membesarkan dan mendidik anaknya, namun anaknya tidak pernah mendoakan orang tuanya, bahkan ketika orang tuanya terbujur ditengah rumah, anaknya tidak ikut memandikan mengkafani dan menshalatkan orang tuanya, karena anaknya juga selama ini tidak melakukan shalat, bagaimana dia akan menshalatkan orang tuanya.sungguh sedih nasih orang tua yang demikian meruginya.
khirnya marilah, kita panjatkan doa kepada Allah swt agar Allah mengampuni segenap dosa dan kesalahan kita, dan menerima segenap amal ibadah kita.Kiranya Allah menjadikan anak kita anak yang saleh yang senantiasa mendoakan orang tuannya:
اللهم صلى على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى أل سيدنا ابراهم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد كما باركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال ابرهيم فى العالمين انك حميد مجيد.
اللهم اغفر للمؤ منين والمؤ منات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأمات انك سميع مجيب الدعوات.
اللهم اغفر لنا ولوا لدينا وارحهم كماربونا صغا را
Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.(QS.Ash-
Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(QS.Ibrahim 14:40)
"Ya Tuhanku, tunjukilah Aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang Telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya Aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya Aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang berserah diri " (.QS.Al-Ahqaf 46:15)
Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
(QS.Al-Furqan 25:74)
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma'aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS.Al-Baqarah 2:286)
Ya Allah,Ya Rahman Ya Ghafur, ampunilah segenap dosa kami,dan dosa orang tua kami, karena hanya Engkaulah yang berhak mengampuni dosa.
Alangkah malangnya nasib kami bila malaikat maut merenggut nyawa kami secara tiba tiba disaat kami bergelimang dosa.
Karena itu kami mohonkan padaMu dengan sepenuh hati kami, ampunilah segenap dosa kami sebelum tiba tiba malaikat maut ُُEngkau perintahkan mecabut nyawa kami.
Alangkah bahagianya kami bila malaikat maut mancabut nyawa kami dalam keadaan bersih dari dosa, dalam keadaan husnul khatimah, itulah yang sangat kami harapkan dalam mengakhiri hidup ini.
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" [QS.Albaqarah 2:201].
Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan.
Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.(QS.Ash-
Wassalamu alaikum wr.wbr.
============
Disampaikan dimesjid Baiturrahman. Komplek Bea Cukai Sukapura Jakarta Utara.
Senin 10 Dzulhijjah 1429.H/8 Desember 2008.M.
[Non-text portions of this message have been removed]
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar