Messages In This Digest (12 Messages)
- 1.
- (Karyaku??) Tika yang Malang From: aisyah muchtar
- 2a.
- Re: [Catcil] Orang Aneh From: ugik madyo
- 2b.
- Re: [Catcil] Orang Aneh From: novi khansa
- 2c.
- Re: [Catcil] Orang Aneh From: Hadian Febrianto
- 2d.
- Re: [Catcil] Orang Aneh From: novi khansa
- 2e.
- Re: [Catcil] Orang Aneh From: Lia Octavia
- 2f.
- Re: [Catcil] Orang Aneh From: novi_ningsih
- 3a.
- Jurnalisme Sastrawi From: Siti Nurrofiqoh
- 4.
- [Maklumat] Foto-foto Qurcil SK Wilayah Jakarta From: Lia Octavia
- 5a.
- Re: [Catcil] Ikhlas From: ugik madyo
- 5b.
- Re: [Catcil] Ikhlas From: hariyanty thahir
- 6a.
- Re: Segalanya Memang Telah Berubah From: novi khansa
Messages
- 1.
-
(Karyaku??) Tika yang Malang
Posted by: "aisyah muchtar" myaisyah_mymuchtar@yahoo.co.id myaisyah_mymuchtar
Mon Dec 8, 2008 10:55 pm (PST)
Pagi masih mendung. Sisa-sisa hujan masih menempel dengan lengketnya
di enam sisi kamar kontrakan yang berukuran hanya 3x4 meter. Ada rasa
takut yang tidak asing lagi sedang menyelinap di hati Tika, ketika ia
mulai membuka matanya. Anak ke-dua dari pasangan Bu Susi dan Pak Jamal
ini mendekap guling lembeknya lebih kencang, dia membayangkan lagi;
dua orang yang sangat dikenalnya sedang saling menindih-nindih tanpa
memakai baju sehelaipun. Mama sama Ayah ngapain ye malem tadi?,
jangan-jangan saling perkosa. Begitu kesimpulannya disertai sedikit
cengiran dan kerutan jidat yang sulit untuk dimaknai. Lalu tiba-tiba
Tika berteriak kesakitan, karena sesuatu telah menginjak kakinya
"Aaaaaa, sialan luh Nop!!, Sakit bego kaki gue diinjak!!. Dasar mata
luh buta!!
"Salah luh sendiri, dari tadi gak mau bangun, Sekalian aje gue injek
biar bangun. Luh tuh yang bego!"
Jam sudah menunjukkan pukul enam kurang lima belas menit. Semua warga
Rw. 15, Kelurahan Rawabunga sibuk mempersiapkan diri. Ada yang bersiap
pergi sekolah, bersiap pergi kerja, bersiap belanja, juga ada yang
bersiap tidur lagi.
Sejenak, Nopi duduk didepan pintu. Dia mengambil segepok kartu super
lecek bergambar tokoh-tokoh Barbie dari tas sekolahnya. Dengan senyum
khas anak-anak, Nopi menghitung jumlah kartu seolah-olah dia memiliki
uang sepuluh ribu. Lima puluh kartu didapat dari hasil perjudian
dengan teman-teman bermainnya, padahal modalnya hanya 10 kartu. Nopi
tersenyum, emang gue jago main gambaran, entar siang gue tantangin
lagi si jablay, bangkrut deh, rasain!.
Bu Susi datang tergopoh-gopoh dari kamar mandi umum, dengan membawa
seember air. Badannya yang montok, terlihat semakin montok dengan
hanya memakai balutan handuk. Tercium aroma sampo sunsilk dari
rambutnya yang panjang. Habis keramas rupanya.
"Buset dah Nop, luh masih belum buka baju???, luh gak mau sekolah???.
Cepetan buka baju, mandi tuh. Udeh, mandi di sini aje, gak usah ke
pompaan (kamar mandi umum - red) belakang, ngantri. Si Tika mane?"
Belum sempat Nopi menjawab, Bu Susi yang sudah melangkah masuk ke
kamar kontrakan sepetaknya langsung memaki sambil memukul, "Goblok
luh..(plak), bangun..!" Sebuah pukulan mendarat di paha Tika.
"Iye Ma..iye..ni juga mau bangun. Ya elah....gak usah mukul
kalli...Emang gak sakit ape!!"
"Lu ngelawan sama gue?", buka baju sekarang!, mandi sama kakak luh tuh
di luar. Cepetan gue mau pake baju nih.!"
Mulut Tika masih komat kamit membelakangi Ibunya, Dasar cerewet!. Dan
selanjutnya adallah pertunjukkan 'pameran terbuka' gratis. Dua orang
bocah SD, usia 8 tahun dan 9 tahun mempertunjukkan ketelanjangannya di
depan rumah yang juga langsung jalan umum dengan alasan sedang mandi.
Dari dalam terdengar Bu Susi menekan tombol "play" pada radio tape
bermerek "sunny", yang di taro persis di depan jendela. Lalu dengan
volume yang hampir pol, terdengarlah Elvi Sukaesih mendendangkan lagu
Mandi Madu.
Basah, basah, basah, seluruh tubuh
ah, ah, ah, menyentuh kalbu
manis, manis, manis, semanis madu
ah, ah, ah, menyentuh syahdu
Basah diri ini, basah hati ini
kasih dan sayangmu
menyirami hidupku
bagaikan mandi madu
ah, ah, ah, mandi madu
Kau taburkan sejuta pesona
dirimu tak dapat kulupakan
kau sirami bersemilah cinta
bungapun kini mekarlah sudah
Manis manis cintamu
manis manis kasihmu
diri ini bagai mandi madu
Bu Susi yang sedang berjoget-joget kecil sambil mempersiapkan seragam
Tika dan Nopi tidak menyadari bahwa kedua anaknya yang lagi mandi
sedang memperbincangkan adegan bercinta kedua orangtuanya.
Siang pun tiba. Suasana Kompleks Pendidikan SD Rawabunga terlihat
legang.karena murid-murid sudah pulang. Kecuali kantor SD Rawabunga
No. 30 Pagi yang masih terlihat sedikit ramai. Ada 4 orang anak
kelas 3 yang sedang ditanyai Kepala Sekolahnya, Pak Kuntjoro. Di luar
kantor, setidaknya ada duapuluhan anak lagi yang segaja menunggu
karena penasaran hukuman apa yang akan diberikan Pak Kuntjoro pada Tika.
"Dia tuh sering banget kayak gitu Pak!. Ke setiap orang yang dia
temuin di jalan, pasti tangannya selalu jahil Pak, Bapak harus percaya
sama kami bertiga!. Saksi-saksi lain juga banyak koq pak!" Tanpa
ditanya Rani langsung angkat bicara.
"Apanya sih yang disentuh?" Pak Kuntjoro dengan gaya orang tua yang
bijaksana bertanya pelan, sambil mengangkat celana panjangnya yang
tidak kedodoran. Tika, masih diam, menunduk. Tangannya
menggulung-gulung dasi merah bertuliskan logo tutwurihandayani.
"Nyentuh.....nytentuh. .... iiiiini....Pak" Dengan malu yang tidak
bisa disembunyikan, lia, yang, yang berdiri disamping Rani mengarahkan
telunjuknya ke kemaluan yang ada dibalik Rok merahnya.
"Malah Pak, anak kelas empat juga ada yang kena. Itu loh Pak...si
Iq..." Maya langsung menutup mulutnya. Aduh bego banget gue, mampus
deh gue kalo Iqbal tahu, rahasianya bocor.
Mata Tika serta merta melotot. Tika gemetar. Dia gelagapan melihat pak
Kuntjoro menoleh kepadanya.
"Enggak pak...yang itu bohong pak... Saya nggak 'gituin' Iqbal. Luh
jangan fitnah donk ye...entar gue bilangin bapak gue luh..awas luh
huhuhu..huhuhu....... Bukan gue yang ngajak tauk, huhuhu.. Iqbal yang
ngajakin gue...". Tika mulai menangis, tak bisa lagi menyembunyikan
ketakutannya.
Melihat Tika tersudut, Rani, Lia, Maya malah justru semakin bersuara.
"Ih. Luh suka nonoton film porno ye?, malu tauk, gak bisa perkalian
tapi bisanya megangin kemaluan orang!"
"Jijay luh!!"
"Ditangkep polisi luh, luh gak tau emang kalo bapaknya Iqbal
kerjaannye polisi??"
Tangis Tika semakin meledak.
"Bukan saya pak!!, huhuhuhu... Iqbal yang ngajakin saya pak ke kebun
belakang, dia yang maksa saya pak.."
"Tukang boong luh.. Yeeee pinter banget ngelesnye, awas luh gue
bilangin Iqbal!!" Maya melotot.
"Sudah-sudah..sekarang Bapak ngerti permasalahannya. Okeh, kalian
bertiga; Rani, Lia, Maya boleh pulang. Suruh teman-teman kamu yang ada
di luar juga pulang ya... Biar Bapak yag urus ini dengan Tika".
Rani, Lia, Maya segera melangkah ke luar kantor
"Mampus!!" dengan suara yang tak terdengar, Maya mengumpat sambil
menoleh tajam ke arah Tika. Beberapa detik kemudian terdengar suara
langkah puluhan kaki berlari menjauhi kantor SD. Pak Kuntjoro berjalan
pelan ke arah pintu. Menoleh sekeliling. Sepi.
Pak Kuntjoro berbalik badan. Tika yang masih berdiri membelakangi Pak
Kuntjoro terlihat semakin gemetar. Hukuman apa yang akan Pak Kuntjoro
timpakan kepadanya. Dia sangat takut, apalagi kalau sampai Pak
Kuntjoro mengancamnya akan manggil Iqbal. Sungguh, Tika tidak tahu
bagaimana harus menjelaskan bahwa bukan dia yang mengajak Iqbal tapi
Iqbal yang mengajak dia 'begituan'. Posisinya terjepit, kesaksian
teman-temanya yang merupakan korban 'kejahilan' tangannya sudah cukup
membuat dia jadi tersangka.
Tiba-tiba sepasang tangan Pak Kunjoto memegang pundaknya. Dibaliknya
Tika 180 derajat. Pak Kuntjoro tersenyum aneh. Sekarang sepasang
tangan pak Kuntjoro memegang pinggang Tika dan mengangkat Tika ke atas
sebuah meja.
"Jangan khawatir..." hanya itu yang Tika dengar selanjutnya, karena
nalurinya memaksa dia untuk menutup rapat-rapat mata dan telinganya.
Tika merasakan Rok-nya perlahan-lahan disingkap dan Dia merasa ada
cicak yang sedang menyaksikan..
_______________
Itulah sebuah potret kehidupan yang ada di jangkauan mata saya
Miskin hati
Miskin harta
Miskin ilmu
;kemiskinan memang sangat dekat dengan kakafiran
Sebuah konsep solusi untuk lingkungan saya sedang disusun
mohon doanya ya... :-)
- 2a.
-
Re: [Catcil] Orang Aneh
Posted by: "ugik madyo" ugikmadyo@gmail.com ugikmadyo
Mon Dec 8, 2008 11:11 pm (PST)
Nopi.... Aku mencintaimu apa adanya. hug Nopi
Neng,
Setiap orang mempunyai pendapat sendiri tentang kita
Itu hak mereka. Kita gak mungkin bisa mendikte mereka.
Mereka menilai Nopi dari berbagai sudut pandang.
Mereka melakukan peniliai itu juga berdasar paradigma ataupun berbagai
pranata yang sudah melekat dikepala mereka. Beuh... hantu sosiologi kembali
bangkit dikepalaku hihihi
Nopi mau begini mau begitu
Aku gak akan kemana-mana
Karena aku emang menyukai Nopi yang seperti ini.
Nopi yang selalu terbuka, baik hati dan perhatian, juga ceria.
Aku gak peduli orang mau bilang apa.
Menurutku Nopi gak aneh.
Wajar-wajar saja tuh.
Just be Nopi. my lovely Nopi.
ugik madyo
Yang lagi sebel banget dengan segala labeling yang ditempelkan dijidat orang
dengan seenaknya :D
2008/12/9 novi khansa' <novi_ningsih@yahoo.com >
>
>
> Aku ada masalah dengan kewibawaan. Halah, emang ada apa sih sama wibawa? :D
>
>
> Aku juga dianggap orang yang ga bisa serius dan paling mengenaskan, "orang
> aneh".
>
> .
>
>
>
- 2b.
-
Re: [Catcil] Orang Aneh
Posted by: "novi khansa" novikhansa@gmail.com
Tue Dec 9, 2008 12:08 am (PST)
Waah, tersanjung :)
makasi ya mbak ugik
yang menilaiku apa adanya :D
Sebenernya, temen-temen yang bilang aku "aneh" juga sangatlah aneh, :D
karena sesama orang aneh dilarang saling mendahului, hehehe...
Iya, kita memang tak bisa medikte orang bagaimana menilai kita...
beda sudut pandang, ya kan? ;)
dan kalau udah gitu, ya sudahlah, hehehe...
Aku juga mengenal mbak ugik yang baik hati, perhatian, bijaksana ;)
makasi, mbak ugiiiiiiiiik ;)
2008/12/9 ugik madyo <ugikmadyo@gmail.com >
> Nopi.... Aku mencintaimu apa adanya. hug Nopi
> Neng,
> Setiap orang mempunyai pendapat sendiri tentang kita
> Itu hak mereka. Kita gak mungkin bisa mendikte mereka.
> Mereka menilai Nopi dari berbagai sudut pandang.
> Mereka melakukan peniliai itu juga berdasar paradigma ataupun berbagai
> pranata yang sudah melekat dikepala mereka. Beuh... hantu sosiologi kembali
> bangkit dikepalaku hihihi
>
> Nopi mau begini mau begitu
> Aku gak akan kemana-mana
> Karena aku emang menyukai Nopi yang seperti ini.
> Nopi yang selalu terbuka, baik hati dan perhatian, juga ceria.
> Aku gak peduli orang mau bilang apa.
> Menurutku Nopi gak aneh.
> Wajar-wajar saja tuh.
> Just be Nopi. my lovely Nopi.
>
> ugik madyo
> Yang lagi sebel banget dengan segala labeling yang ditempelkan dijidat
> orang dengan seenaknya :D
>
>
> 2008/12/9 novi khansa' <novi_ningsih@yahoo.com >
>
>>
>>
>> Aku ada masalah dengan kewibawaan. Halah, emang ada apa sih sama wibawa?
>> :D
>>
>> Aku juga dianggap orang yang ga bisa serius dan paling mengenaskan, "orang
>> aneh".
>>
>> .
>>
>>
>
>
--
novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply. com
http://novikhansa.rezaervani. com/
- 2c.
-
Re: [Catcil] Orang Aneh
Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com hadian.kasep
Tue Dec 9, 2008 12:41 am (PST)
Novi sekretarisku.... sesama orang aneh harus saling mendukung!!!
hidup Aneh!!!
Aneh itu adalah:
Ajaib
Nyenengin
Empati
Heboh
Orang aneh itu sedikit dan perlu dilindungi oleh hukum.... hehehe
semoga kita ga dibanned dari milist ini ya...
sekali lagi! HIDUP ANEH!!!
NB:
Barangsiapa yang ingin menjadi orang aneh, silahkan main ke Bandung. Maka
Tim SK Bandung akan membuatmu menjadi orang aneh.
--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
- 2d.
-
Re: [Catcil] Orang Aneh
Posted by: "novi khansa" novikhansa@gmail.com
Tue Dec 9, 2008 2:03 am (PST)
:D
hihihihi
ada yang ngaku orang aneh lagi :P
Ok, deh bos
foto kurban di Bandung akan segera di-upload, mungkin nanti malam...
lho, hehehe
mari kita main ke Bandung, karena di sana Teman SK Bandung akan menerima
dengan tangan terbuka, lho, hehehe
Salam
Novi
yang kekenyangan pulang dari Bandung... :D
2008/12/9 Hadian Febrianto <hadianf@gmail.com >
> Novi sekretarisku.... sesama orang aneh harus saling mendukung!!!
> hidup Aneh!!!
>
> Aneh itu adalah:
> Ajaib
> Nyenengin
> Empati
> Heboh
>
> Orang aneh itu sedikit dan perlu dilindungi oleh hukum.... hehehe
> semoga kita ga dibanned dari milist ini ya...
> sekali lagi! HIDUP ANEH!!!
>
> NB:
> Barangsiapa yang ingin menjadi orang aneh, silahkan main ke Bandung. Maka
> Tim SK Bandung akan membuatmu menjadi orang aneh.
>
> --
> Regards,
> Hadian Febrianto, S.Si
> PT SAGA VISI PARIPURNA
> Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
> Ph/fax: (+6222) 2507537
>
>
--
novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply. com
http://novikhansa.rezaervani. com/
- 2e.
-
Re: [Catcil] Orang Aneh
Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com octavialia
Tue Dec 9, 2008 2:18 am (PST)
Menjadi orang aneh berarti menjadi orang yang unik dan berbeda dengan yang
lainnya. Lebih diperhatikan dan disayang oleh orang lain, dan tentunya
paling sering diingat. Karena paling sering diingat, maka orang aneh ini
sering ditanyakan oleh orang lain bila ia tidak hadir, dan apa pun yang
dilakukan oleh orang aneh baik yang berdampak baik atau sebaliknya, paling
sering disebut orang lain, terutama dalam doa.
Jadi, bersyukurlah menjadi orang aneh, yang beda dengan yang lainnya.
Setidaknya banyak orang yang mendoakan kita ^_^
Merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagiku memiliki
saudara-saudara dan sahabat-sahabat yang aneh. Karena aku juga aneh ^_^
Salam sayang buat mereka yang 'aneh'
- Lia
On 12/9/08, novi khansa' <novi_ningsih@yahoo.com > wrote:
>
>
>
> Aku ada masalah dengan kewibawaan. Halah, emang ada apa sih sama wibawa? :D
>
>
> Aku juga dianggap orang yang ga bisa serius dan paling mengenaskan, "orang
> aneh".
>
>
> Entah semenjak kapan, image konyol, gokil, aneh lebih sering melekat pada
> diri ini dibanding image serius, baik hati, dan rajin menabung :D
>
> hihihih...
>
> Jujur, aku tetap cukup kaget ketika seorang memperkenalkan diriku sebagai
> "orang aneh". Bukan karena aku beneran aneh, tapi di sekelilingku saat itu
> banyak juga orang aneh :D
>
> Sebenarnya sih, hal ini terjadi karena aku sendiri yang memang tak punya
> kesan serius, huhuhuhu... Senengnya becanda dan melakukan banyak hal dengan
> konyol dan seru :D
>
> Jujur, nih... biasanya, orang yang baru mengenalku menganggap aku serius
> atau mungkin galak :D, tapi ketika aku nyaman berada dalam satu tempat, aku
> bisa lebih bahagia :D dan tidak jadi serius.. (ini apa sih :D)
>
> Tapi, jujur, aku bisa serius... halah... :D
>
> Aku ingat ketika masih kuliah dulu. Aku dan teman-teman akhwat melakukan
> Jauhari Window. Di sana seorang adik kelas menulis kalau aku kurang wibawa.
> Yah gimana ga kurang, ketika rapat organisasi, aku lebih cenderung melakukan
> hal konyol dibanding hal bener. Walau tetep, sih aku melakukan tanggung
> jawab sebagai pengurus.
>
> Belakangan hal ini jadi sesuatu hal yang "bermasalah". Bagaimana tidak?
> image aku abis-abisan habis :D (bingung ga, sih) setelah bergaul dengan
> makhluk-makhluk yang seneng banget ngerjain orang. Foto-foto aneh bin gokil
> hasil snapshot hadir di hadapanku. Hhhh, apa emang aku aslinya begitu???
> Aaah, dasar pembunuhan karakter :P
>
> Ketika banyak orang yang mengenal aku dengan kekonyolan yang aku buat.
> Mereka akan kaget ketika aku jadi moderator kajian, mengisi kajian, mengajar
> anak-anak dan memiliki binaan... dan hal serius lainnya.
>
> Walau saking akrabnya aku sama adik-adik menti, mereka pun suka
> "menghancurkan" kewibawaanku :D, hihihi.. bahasanya berlebihan, ya?
> Maksudnya, kami begitu akrab dan suka seru-seruan bareng :D
>
> Kami mengalami banyak hal menyenangkan selama kurang lebih 3 tahun hingga
> akhirnya mereka kuliah dan kami berpisah... :(
>
> Sejujurnya, aku hanya ingin meleburkan suasana menjadi lebih cair, lebih
> akrab, lebih santai di saat begitu banyak kondisi mengharuskan kita untuk
> serius. Bukan bermaksud bikin "rusuh", hanya saja terlalu banyak orang
> serius yang aku temui dan terlalu banyak hal yang menuntut keseriusan dalam
> hidup ini. Seperti halnya ketika bekerja di bawah tekanan deadline yang
> sudah menjadi bagian dari hidupku. hiks... hiks :D
>
> Walau kemudian, aku sadari, aku tetap harus belajar lebih serius :D dan
> tentunya mampu menempatkan diri dengan baik pada segala situasi. yeee,
> serius, nih :D
>
> Terakhir, bukan maksudku membela diri...
> Menurutku semua manusia itu aneh dan tentunya berbeda satu sama lain ;)
>
> hihihi, itu mah "unik" :D
>
>
>
> Tetap semangaaaaaaaaat ;)
> walau aneh sekalipun :D
>
>
> *akhirnya, satu kerjaan beres ... :D dan saatnya berperilaku "aneh",
> sebelum melanjutkan pekerjaan lain ;)
>
>
>
>
> novi_khansa'kreatif
> ~Graphic Design 4 Publishing~
> YM : novi_ningsih
> http://akunovi.multiply. com
> http://novikhansa.rezaervani. com/
>
>
>
>
- 2f.
-
Re: [Catcil] Orang Aneh
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Tue Dec 9, 2008 2:49 am (PST)
Huehehehe
kesimpulan yang menyenangkan, lho
:D
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Lia Octavia"com
<liaoctavia@...> wrote:
>
> Menjadi orang aneh berarti menjadi orang yang unik dan berbeda
dengan yang
> lainnya. Lebih diperhatikan dan disayang oleh orang lain, dan tentunya
> paling sering diingat. Karena paling sering diingat, maka orang
aneh ini
> sering ditanyakan oleh orang lain bila ia tidak hadir, dan apa pun yang
> dilakukan oleh orang aneh baik yang berdampak baik atau sebaliknya,
paling
> sering disebut orang lain, terutama dalam doa.
>
> Jadi, bersyukurlah menjadi orang aneh, yang beda dengan yang lainnya.
> Setidaknya banyak orang yang mendoakan kita ^_^
>
> Merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagiku memiliki
> saudara-saudara dan sahabat-sahabat yang aneh. Karena aku juga aneh ^_^
>
> Salam sayang buat mereka yang 'aneh'
> - Lia
>
>
> On 12/9/08, novi khansa' <novi_ningsih@...> wrote:
> >
> >
> >
> > Aku ada masalah dengan kewibawaan. Halah, emang ada apa sih sama
wibawa? :D
> >
> >
> > Aku juga dianggap orang yang ga bisa serius dan paling
mengenaskan, "orang
> > aneh".
> >
> >
> > Entah semenjak kapan, image konyol, gokil, aneh lebih sering
melekat pada
> > diri ini dibanding image serius, baik hati, dan rajin menabung :D
> >
> > hihihih...
> >
> > Jujur, aku tetap cukup kaget ketika seorang memperkenalkan diriku
sebagai
> > "orang aneh". Bukan karena aku beneran aneh, tapi di sekelilingku
saat itu
> > banyak juga orang aneh :D
> >
> > Sebenarnya sih, hal ini terjadi karena aku sendiri yang memang tak
punya
> > kesan serius, huhuhuhu... Senengnya becanda dan melakukan banyak
hal dengan
> > konyol dan seru :D
> >
> > Jujur, nih... biasanya, orang yang baru mengenalku menganggap aku
serius
> > atau mungkin galak :D, tapi ketika aku nyaman berada dalam satu
tempat, aku
> > bisa lebih bahagia :D dan tidak jadi serius.. (ini apa sih :D)
> >
> > Tapi, jujur, aku bisa serius... halah... :D
> >
> > Aku ingat ketika masih kuliah dulu. Aku dan teman-teman akhwat
melakukan
> > Jauhari Window. Di sana seorang adik kelas menulis kalau aku
kurang wibawa.
> > Yah gimana ga kurang, ketika rapat organisasi, aku lebih cenderung
melakukan
> > hal konyol dibanding hal bener. Walau tetep, sih aku melakukan
tanggung
> > jawab sebagai pengurus.
> >
> > Belakangan hal ini jadi sesuatu hal yang "bermasalah". Bagaimana
tidak?
> > image aku abis-abisan habis :D (bingung ga, sih) setelah bergaul
dengan
> > makhluk-makhluk yang seneng banget ngerjain orang. Foto-foto aneh
bin gokil
> > hasil snapshot hadir di hadapanku. Hhhh, apa emang aku aslinya
begitu???
> > Aaah, dasar pembunuhan karakter :P
> >
> > Ketika banyak orang yang mengenal aku dengan kekonyolan yang aku buat.
> > Mereka akan kaget ketika aku jadi moderator kajian, mengisi
kajian, mengajar
> > anak-anak dan memiliki binaan... dan hal serius lainnya.
> >
> > Walau saking akrabnya aku sama adik-adik menti, mereka pun suka
> > "menghancurkan" kewibawaanku :D, hihihi.. bahasanya berlebihan, ya?
> > Maksudnya, kami begitu akrab dan suka seru-seruan bareng :D
> >
> > Kami mengalami banyak hal menyenangkan selama kurang lebih 3 tahun
hingga
> > akhirnya mereka kuliah dan kami berpisah... :(
> >
> > Sejujurnya, aku hanya ingin meleburkan suasana menjadi lebih cair,
lebih
> > akrab, lebih santai di saat begitu banyak kondisi mengharuskan
kita untuk
> > serius. Bukan bermaksud bikin "rusuh", hanya saja terlalu banyak orang
> > serius yang aku temui dan terlalu banyak hal yang menuntut
keseriusan dalam
> > hidup ini. Seperti halnya ketika bekerja di bawah tekanan deadline
yang
> > sudah menjadi bagian dari hidupku. hiks... hiks :D
> >
> > Walau kemudian, aku sadari, aku tetap harus belajar lebih serius
:D dan
> > tentunya mampu menempatkan diri dengan baik pada segala situasi. yeee,
> > serius, nih :D
> >
> > Terakhir, bukan maksudku membela diri...
> > Menurutku semua manusia itu aneh dan tentunya berbeda satu sama
lain ;)
> >
> > hihihi, itu mah "unik" :D
> >
> >
> >
> > Tetap semangaaaaaaaaat ;)
> > walau aneh sekalipun :D
> >
> >
> > *akhirnya, satu kerjaan beres ... :D dan saatnya berperilaku "aneh",
> > sebelum melanjutkan pekerjaan lain ;)
> >
> >
> >
> >
> > novi_khansa'kreatif
> > ~Graphic Design 4 Publishing~
> > YM : novi_ningsih
> > http://akunovi.multiply. com
> > http://novikhansa.rezaervani. com/
> >
> >
> >
> >
>
- 3a.
-
Jurnalisme Sastrawi
Posted by: "Siti Nurrofiqoh" fiqohpantau@yahoo.co.id fiqohpantau
Tue Dec 9, 2008 12:10 am (PST)
Kursus Jurnalisme Sastrawi XVI
Jakarta, 7-16 Januari 2009
Hari ini
hampir tak ada warga yang mendapatkan breaking news dari suratkabar.
Mereka mendapatkannya dari televisi, radio, SMS, telepon atau internet.
Tantangan baru muncul: bagaimana cara menulis panjang? Bukankah
relevansi suratkabar makin terletak pada kemampuannya menyajikan
analisis?
Tawaran ini di New York dijawab Tom Wolfe pada 1973. Wolfe mengenalkan sebuah genre baru saat itu: New Journalism.
Ia mengawinkan disiplin keras dalam jurnalisme dengan daya pikat
sastra. Ibarat novel tapi faktual. Genre ini mensyaratkan liputan
dalam, namun memikat. Genre ini kemudian dikenal dengan nama narative
reporting atau literary journalism. Menurut Nieman Reports, sejak
1980an, suratkabar-suratkabar di Amerika banyak memakai elemennya
ketika kecepatan televisi memaksa tampil dengan laporan mendalam.
Di
Jakarta, genre ini diperkenalkan lewat sebuah kursus pada Juli 2001.
Mula-mula hanya dua kali namun permintaan tetap datang.
Angkatan-angkatan baru pun dibuat setiap satu semester. Peserta datang
dari berbagai kota, dari Banda Aceh hingga Jayapura, dari Pontianak
hingga Kuching, dari Ende hingga Kupang. Alumninya, kini mulai
bermunculan. Ada yang menulis buku. Ada yang jadi pemimpin redaksi. Ada
yang sekolah lanjut.
Kursus ini dibuat dua minggu. Peserta
adalah orang yang biasa menulis untuk media. Setidaknya berpengalaman
sekitar lima tahun. Peserta maksimal 16 orang agar pengampu punya
perhatian memadai buat semua peserta. Calon peserta diharapkan mengirim
biodata dan contoh tulisan agar pengampu mengetahui kemampuan dasar
peserta lebih awal. Biaya pendaftaran Rp 3 juta. Biaya tersebut sudah
termasuk buku dan materi kursus non buku sekitar 200 halaman serta
coffe break dan makan siang.
INSTRUKTUR
Janet Steele --
Profesor dari George Washington University, spesialisasi sejarah media,
mengajar mata kuliah narrative journalism. Menulis buku The Sun Shines
for All: Journalism and Ideology in the Life of Charles A. Dana dan
Wars Within: The Story of Tempo, an Independent Magazine in Soeharto's Indonesia, yang ahlibahahaskan oleh Arif Zulkifli dan diterbitkan oleh P.T. Dian Rakyat tahun 2007. Juga menulis tentang jurnalisme di Timor Leste dan Malaysia.
Andreas Harsono
-- Wartawan feature service Pantau, anggota International Consortium of
Investigative Journalists, mendapatkan Nieman Fellowship di Universitas
Harvard. Menyunting buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam
dan Memikat. Kini menyelesaikan buku From Sabang
to Merauke: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism, membahas
hubungan media dengan kekerasan etnik, agama dan nasionalisme di
Indonesia dan Timor Lorosae.
SILABUS
MINGGU PERTAMA oleh Janet Steele
Rabu, 7 January 2009 pukul 10:00-12:00
– Pembukaan: perkenalan, membicarakan silabus dan membagi tugas.
Diskusi tentang kemungkinan jurnalisme sastrawi untuk keperluan
suratkabar, lebih praktis, serta sejarah dan perbedaan antara "new,"
"literary" dan "narrative" journalism.
Bacaan: "The Girl of
the Year" oleh Tom Wolfe; "Dua Jam Bersama Hasan Tiro" oleh Arif
Zulkifli; "A Boy Who Was Like a Flower" oleh Anthony Shadid, "For Now,
Indonesian Fishermen Are Forced to Abandon the Sea Officials Must Move
Quickly to Revive Industry, Advocates Say" oleh Ellen Nakashima,
"Soldiers Face Neglect, Frustration At Army's Top Medical Facility"
oleh Dana Priest dan Anne Hull, "Violence Change Fortunes Of Storied
Baghdad Street" oleh Sudarsan Raghavan.
Rabu, 7 Januari 2009 pukul 13:00-15:00
-- Diskusi lanjutan tentang definisi jurnalisme sastrawi, dari Tom
Wolfe hingga Mark Kramer, dan pengaruhnya pada perkembangan suratkabar
mainstream di Amerika Serikat.
Tugas
untuk hari Kamis: Menulis tentang sebuah peristiwa yang disaksikan.
Mulai dengan adegan, tanpa "penjelasan." bersadarkan karya Tom Wolfe
"The Girl of the Year." Topiknya bisa apa saja tapi yang bisa memikat
pembaca untuk membaca narasi itu. Mohon tak membuat lebih panjang dari
dua halaman, dua spasi agar semua peserta bisa mendapat bagian
membacakan karyanya.
Kamis, 8 Januari
2009 pukul 10:00-12:00 -- Diskusi tentang pekerjaan rumah.
Bacaan:
"Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft" oleh Chik Rini; sebagian dari buku
"In Cold Blood" karya Truman Capote dan kliping dari harian The New York Times pada 1959 "Wealthy Family, 3 of Family Slain."
Kamis, 8 Januari 2009 pukul 13:00-15:00
-- Diskusi tentang immersion reporting berdasarkan karya Truman Capote
"In Cold Blood" serta membandingkannya dengan "Sebuah Kegilaan di
Simpang Kraft."
Tugas untuk hari Jumat: Tulislah sebuah narasi
dengan gaya orang pertama ("saya" atau "aku" atau "abdi" atau "gua"
atau lainnya) untuk menggambarkan sebuah adegan. Gunakan model "Buru,
Menziarahi Negeri penghabisan" oleh Amarzan Loebis, dimana Amarzan
memasukkan dirinya dalam laporannya. Bahan ini akan dibacakan di depan
kelas. Panjang maksimal dua halaman, dua spasi.
Jumat, 9 Januari 2009 pukul 10:00-12:00 -- Diskusi tentang pekerjaan rumah yang dibuat berdasarkan "Buru, Menziarahi Negeri penghabisan" serta persoalan kata "saya."
Bacaan:
"Tikungan Terakhir" (laporan kematian wartawan Rudi Singgih) oleh Agus
Sopian; "It's an Honor" oleh Jimmy Breslin, "Buru, Menziarahi Negeri
penghabisan" oleh Amarzan Loebis.
Jumat, 9 Januari 2009 pukul 13:00-15:00
-- Diskusi tentang persoalan struktur narasi, dan bagaimana
memanfaatkan narasi dalam berita hangat (breaking news) dengan contoh
"Tikungan Terakhir" oleh Agus Sopian dan "It's an Honor" oleh Jimmy
Breslin. Penutupan serta tanya jawab dan penyerahan sertifikat.
MINGGU KEDUA oleh Andreas Harsono
Senin, 12 Januari 2009 pukul 10:00-12:00 -- Diskusi tentang
dasar-dasar dan etika jurnalisme. Pedomannya, The Elements of Journalism karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. [Andreas Harsono]
Bacaan: Buku
Sembilan Elemen Jurnalisme terjemahan karya Kovach dan Rosenstiel
disediakan dalam paket. Ada resensinya oleh Andreas Harsono. "Media
Bias in Covering the Tsunami in Aceh" karya Andreas Harsono.
Senin, 12 Januari 2009 pukul 13:00-15:00 – Diskusi soal jurnalisme sastrawi, membedakan mana yang fakta dan mana yang fiksi, tujuh pertimbangan dalam genre ini.
Bacaan: "Kegusaran Tom Wolfe" oleh Septiawan Santana Kurnia; "Ibarat Kawan Lama
Datang Bercerita" oleh Andreas Harsono dalam buku Jurnalisme Sastrawi;
laporan-laporan dalam Nieman Narrative Journalism Conference.
Tugas
untuk hari Rabu: Perhatikan sesuatu di lingkungan Anda. Bikin deskripsi
dengan padat. Manfaatkan penciuman, pendengaran, warna, gerakan,
kasar-halus, kontras (lucu, aneh, menarik) dan sebagainya. Hindarkan
klise macam "nyiur melambai" atau "angin sepoi-sepoi." Bikin deskripsi
yang akan merampas perhatian pembaca! Maksimal satu halaman. Bacalah
"Reporting in the key to good journalism" oleh Steven A. Holmes.
Rabu, 14 Januari 2009 pukul 10:00-12:00
– Diskusi lanjutan soal jurnalisme dan masalahnya dengan
nasionalisme-agama-etnik- ideologi- gender. Contoh-contoh dari Indonesia.
Bacaan tambahan: "The Ethnic Origins of Religious Conflict in
North Maluku Province, 1999-2000" oleh Chris Wilson; "Panasnya
Pontianak, Panasnya Politik" oleh Andreas Harsono dan Douglas Kammen;
"Fire Without Smoke and other phantoms of Ambon's violence" oleh
Patricia Spyer.
Rabu, 14 Januari 2009 pukul 13:00-15:00 – Diskusi struktur narasi dengan contoh "Hiroshima" karya John Hersey.
Bacaan:
"Hiroshima" oleh John Hersey; "Menyusuri Jejak John 'Hiroshima' Hersey" oleh Bimo Nugroho.
Tugas
untuk hari Jumat: Carilah seseorang yang menarik serta wawancarailah
dia. Gunakan wawancara itu guna membuat deskripsi dan dialog. Pilih
kalimat-kalimat yang bernas, memikat, indah, kuat serta menyentak.
Maksimal satu halaman. Pikirkan dampak dari setiap kalimat dalam
mengikat emosi pembaca.
Jumat, 16 Januari 2009 pukul 10:00-12:00
– Satu isu namun muncul dalam empat pendekatan. Isunya Aceh. Munculnya,
empat naskah, empat gaya, empat struktur. Juga akan mendiskusikan
pekerjaan rumah.
Bacaan: "Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan" karya Alfian Hamzah; "Republik Indonesia Kilometer Nol" karya Andreas Harsono; "Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft" karya Chik Rini.
Jumat, 16 Januari 2009 pukul 13:00-15:00 -- Diskusi tentang sumber anonim
dan teknik interview. Berlatih interview dengan bantuan video dan layar televisi.
Bacaan: "Tujuh Kriteria Sumber Anonim"; "Ten Tips for Better Interviews;" "Interviewing Sources" oleh Isabel Wilkerson.
Informasi hubungi:
Siti Nurrofiqoh
Pantau
Jl. Raya Kebayoran Lama No 18 CD
Jakarta Selatan 12220
Telp/Fax. 021 722-1031/021-7221055
Mobile. 081382460455
Email: siti_pantau@yahoo.com
Website. www.pantau.or.id
***
Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/ invite/
- 4.
-
[Maklumat] Foto-foto Qurcil SK Wilayah Jakarta
Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com octavialia
Tue Dec 9, 2008 12:32 am (PST)
Assalamu'alaikum wrwb
Sebelumnya kami segenap pembina dan pengurus kabinet SK periode 2008-2010
mengucapkan "Selamat Idul Adha" kepada sahabat-sahabat sekalian yang
merayakannya.
Alhamdulillah, program QURCIL SK telah terlaksana dengan lancar dan baik di
Jakarta dan Bandung, pada Ahad, 8 Desember 2008.
Sebagian foto-foto QURCIL SK di Jakarta yang bekerjasama dengan RISKA Masjid
Sunda Kelapa dapat dilihat di
http://sekolahkehidupan.multiply. com/photos/ album/9/QURCIL_ SK_Wilayah_ Jakarta_Tangeran g_Senin_8_ Desember_ 2008_
atau
http://achiku.multiply. com/photos/ album/24/ acara_qurban_ 2#
Kami atas nama pengurus kabinet SK dan panitia QURCIL SK menghaturkan banyak
terima kasih kepada Achi dan Agung Argopo yang telah hadir di lokasi acara
qurban di daerah Mauk, Tangerang, untuk mewakili SK.
Reportase dan foto-foto QURCIL lainnya insya Allah akan diposting panitia
QURCIL segera.
Salam
Lia
- 5a.
-
Re: [Catcil] Ikhlas
Posted by: "ugik madyo" ugikmadyo@gmail.com ugikmadyo
Tue Dec 9, 2008 12:57 am (PST)
Ikhlas atau pasrah?
Wah.. Mbak.. untuk pembedaanxnya saya masih bingung nih
apalagi yang ini nih. Pasrah yang bodoh
wee... ajarin saya Mbak.
Saya belum jelas mencerna kata-kata ini
Ayu Mbak... mari bagi2 ilmunya
Dah penasaran banget nih
terima kasih atas ilmu barunya Mbak :)
2008/12/9 hariyanty thahir <anty_th@yahoo.com >
> Suatu sore saya dapat pertanyaan yg menohok saya dari seorang "adik".
> "Kak, apa beda ikhlas dan pasrah", katanya. Bukan masalah beda nya yg terasa
> membuat saya tertohok, tapi saat itu saat dimana saya benar2 sedang berusaha
> untuk IKHLAS tanpa PASRAH yg BODOH ^_^
> Karena terkadang terpeleset bukan pasrah sebagai puncak ikhlas, namun
> pasrah bodoh
>
> Moment itu serasa menjadi tarbiyah bagi diri saya ^_^
> Saya harus menjawab sesuatu yg sedang jadi peer buat saya
>
> So... ibunda2, saya ikutan pelajaran ini ya ^_^
> Ukhuwah, ikhlas, dan sabar menjadi salah satu mata pelajaran yg saya tunggu
> nih
> Jangan duduk jauh - jauh ya mbak mbak ^_^
>
> by : antz
>
>
- 5b.
-
Re: [Catcil] Ikhlas
Posted by: "hariyanty thahir" anty_th@yahoo.com anty_th
Tue Dec 9, 2008 1:05 am (PST)
^_^ maaf klo mbuat bingung. Pasrah yang bodoh itu istilah saya sendiri
koq, hehehe
Banyak orang yg pasrah karena putus asa
Itu yang saya namakan Pasrah yang Bodoh
Beda banget dengan Pasrah setelah upaya maksimal
dan berasal dari ke ihklasan yang luar biasa
Mungkin seperti Siti Hajar yang berlari dari Safa ke Marwa dan
kemudian berdoa dengan penuh rasa harap agar Allah memberikan air
untuk Beliau dan Putra nya.
Perpaduan indah antara Khauf dan Roja (duh ngga keberatan kan ya, hehehe)
Saya masih harus belajar banyak mbak
dont let me alone to learn about it ^_^
Indah ya rasanya ketika PeeR ini bisa kita selesaikan step by step
Bareng yuk ^_^
by : antz
- 6a.
-
Re: Segalanya Memang Telah Berubah
Posted by: "novi khansa" novikhansa@gmail.com
Tue Dec 9, 2008 2:06 am (PST)
Bener kata mba Ugik,
yup segalanya pasti berubah sekecil apapun, termasuk kita semua :)
Semoga perubahan yang lebih baik, aamiin...
Emang sih beda banget ya rasanya ketika ketemu kembali teman kuliah, teman
SMU yang banyak berubah.
Ada yang udah punya anak 2, ada yang mau S2 ada yang dulunya begini,
sekarang begitu, hehehe
2008/12/9 ugik madyo <ugikmadyo@gmail.com >
> Semuanya memang sudah berubah.
> Kalau gak berubah kan seru Yan.
> Emang gak bosen ya?
> Sekecil apapun pasti selalu ada yg berubah kan?
>
> Semoga berubah menjadi lebih baik ya :)
>
>
> 2008/12/9 caliyan <yayan_unj@yahoo.com >
>
>> Satu buah SMS masuk kedalam HP milikku. Kukira SMS seperti biasanya.
>> Tadinya kuduga isi sms tersebut kalau tidak tentang pekerjaan atau
>> dari keluarga. Tetapi sms nya sangat berbeda. Dari seorang kawan di
>> kampus dulu. Isinya, "Syekh, bgmna kabarnya? Sudah jadi direktur nich.
>> Sibuk banget kayaknya". Aku pun membalas sms tersebut, "Ndak jugga,
>> Ustd. Masih terus berkembang dan mempaerbaiki diri. Ente dimana
>> sekarang?". Dibalas lagi olehnya, "Di kost. Main atuh hari ini, Ana
>> tunggu ya". "Oke, jam 4 sore ya", balasku.
>>
>> Setelah mengunjungi beberapa perusahaan tugas dari kantor, sepeda
>> motor ku goes??!@eh salah kalau motor ku gas dong, he he he. Menuju
>> daerah timur jakarta dekat sebuah kampus pendidikan. Masih ingat betul
>> letak kostnya. Karena memang waktu kuliah beberapa kali berkunjung
>> kesana. Motor kuparkir, mesinnya segera berhenti seiring kunci kuputar
>> ke arah off. Pintu masih terkunci, ku genggam HP, mendial nomornya.
>> Tak lama kemudian pintu terbuka. Sambutan khas dari sahabatku, "Apa
>> kabar syekh?" sambutnya. Tak tahu kenapa ia selalu memanggilku "syekh"
>> setahuku dulu ketika kuliah kami berdiskusi tentang imam murottal
>> kesukaan kita. Spontan aku menjawab kesukaanku ya Syekh Al Mathrud,
>> dengan bacaannya yang garing sering membuai menuju kesadaran ilahiah.
>> Ya setahuku sejak itu ketika betemu selalu memanggil dengan panggilan
>> syekh. Dan tak mau kalah kupanggil juga sahabatku dengan panggilan Ustad.
>>
>
>
>
--
novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply. com
http://novikhansa.rezaervani. com/
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar