Messages In This Digest (20 Messages)
- 1.
- Re: [Kelana] Forever Young; Qurcil Was here => Mba Tya From: Lia Octavia
- 2.
- Re: [Kelana] Forever Young; Qurcil Was here => Mba Fety From: Lia Octavia
- 3a.
- Re: (Laskar Pelangi) timetable proyek laskar pelangi From: bujang kumbang
- 3b.
- Re: (Laskar Pelangi) timetable proyek laskar pelangi From: sismanto
- 4.
- [Ruang Baca] TIKIL, Titipan Kilat: Kami Antar, Kami Nyasar From: ukhti hazimah
- 5a.
- Re: [Catcil] Mimpi dan Semangat From: novi_ningsih
- 6a.
- BERKAH MENULIS From: WORD SMART CENTER
- 6b.
- Re: BERKAH MENULIS From: sismanto
- 7a.
- Re: (Ruang Lobi) Salam Kenal From: ahmad subhan
- 8.
- (Inspirasi) Pelita Hati From: Jenny Jusuf
- 9a.
- (SPIRIT): Untuk Novelist ESKA From: Pandika Sampurna
- 9b.
- Re: (SPIRIT): Untuk Novelist ESKA From: fil_ardy
- 9c.
- Re: (SPIRIT): Untuk Novelist ESKA From: sismanto
- 10a.
- Re: [Lonceng] Cerpen Mbak Dewi Cendika (Ichen) masuk cerpen rekomend From: dewi cendika
- 11a.
- Re: [CATCIL] KEKUATAN DARI KEYAKINAN From: fil_ardy
- 12.
- DILEMA ANTARA KEMISKINAN DAN PENDIDIKAN (CATATAN KAKI) From: arya noor amarsyah arya
- 13.
- [Catatan Kaki] Met `Idul Adha From: M.Arif As Salman
- 14.
- Memaknai Cinta Yang Sesungguhnya From: M.Arif As Salman
- 16.
- TEPAT WAKTU (CATATAN KAKI) From: arya noor amarsyah arya
Messages
- 1.
-
Re: [Kelana] Forever Young; Qurcil Was here => Mba Tya
Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com octavialia
Thu Dec 11, 2008 5:44 am (PST)
Mba Tya... terima kasih banyak ya... memang sayang sekali Mba Tya tidak
dapat ikut ke Bandung ya... insya Allah lain waktu dan kesempatan kita bisa
bertemu ya... ^_^
Terima kasih banyak...
Salam
Lia
On 12/10/08, listyarisanti <listyarisanti@yahoo.com > wrote:
>
> Mba Lia... indah sekali ceritamu..
> jadi mupenk ihikk..ihikkk..
>
> Percaya atau tidak, ketika kalian disana, aku terus-menerus melihat
> jam sambil membayangkan sedang apakah kalian? sehatkah? lancarkah?
>
> status YM tak lepas dari kata-kata "pengen ke bandung!", sambil terus
> berharap andai saja saat itu aku di tengah-tengah kalian. Rindu sekali
> dengan kebersamaan kalian..
>
> semoga di kesempatan yang akan datang, aku dan teman2 SK yang lain
> juga bisa ikut menikmati indahnya kebersamaan seperti cerita mba Lia.
>
> Mba, padahal aku udah siap banget lho seminggu sebelumnya, tapi memang
> ada keperluan keluarga yang tidak bisa ditinggal. Pertama, Gak tega
> sama mamah yang diprediksi bakal kedatengan sodara-sodara baik dari
> keluarga papah maupun keluarga mamah (dan ternyata prediksi itu
> benar). Kedua, aku harus melepas kakak sepupu tersayang yang akan
> berlayar selama setahun (itu artinya, setahun lagi kami baru bisa
> berjumpa). Huwaaaa... dilema...
>
> Akhirnya aku hanya bisa berharap. Ya ALLAH, semoga kami dapat
> berhimpun bersama dalam menebarkan kebaikan di bumiMu. aminn..
>
>
>
- 2.
-
Re: [Kelana] Forever Young; Qurcil Was here => Mba Fety
Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com octavialia
Thu Dec 11, 2008 5:46 am (PST)
waaah mbak fety jadi rindu bandung nih... bandung masih kuyup dan senjanya
masih memerah jingga seperti dulu, mbak ^_^
insya Allah kita bisa bertemu lagi di lain waktu dan kesempatan ya, mbak...
salam
lia
On 12/10/08, inga_fety <inga_fety@yahoo.com > wrote:
>
> sukses menjadi iri dengan semua yang merayakan idul adha bersama
> kurcil setelah membaca cerita mbak lia. hmm, apa kabar bandung yak?:)
>
> salam,
> fety
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> "Lia Octavia"
> <liaoctavia@...> wrote:
> >
> > *Forever Young; Qurcil Was Here*
> >
> > * *
> >
> > *(Sebuah Catatan Perjalanan)*
> >
> >
> >
> > Oleh Lia Octavia
> >
> >
> >
> >
> >
> > Gunung-gunung yang berbaris di sepanjang tol Cipularang itu
> > masih berselimut kabut diiringi rintik hujan yang menerpa jendela
> bis yang
> > berjalan hati-hati membelah lalu lintas sore itu. Bandung. Kota
> berselimut
> > cinta yang selalu kurindukan dengan senjanya yang hening memerah dan
> > hujannya yang senantiasa merintiki hatiku. Kota yang selalu
> > memanggil-manggilku untuk kembali memeluk sunyi. Kota dimana cinta telah
> > melegenda di sudut ruang hatiku dan kesadaranku. Kota yang
> memerah-hitamkan
> > cinta di dalam kehidupan masa mudaku. Masa muda yang bahagia. Masa
> muda yang
> > ceria. Masa muda yang bersimbah cahaya.
> >
> >
> >
> > Aku menoleh ke bangku belakang. Mbak Novi dan Mbak Yana
> duduk
> > dengan manis menikmati pemandangan indah di luar jendela. Aku
> menatap layar
> > ponselku yang berkedip-kedip. Sms dari Pak Teha. Beliau menanyakan
> sampai di
> > mana posisi kami karena ia yang akan menjemput kami di Terminal
> > Leuwipanjang. Pak Teha yang baik dan sangat kuhormati. Beliau adalah
> salah
> > seorang sesepuh di Komunitas Sekolah Kehidupan dan termasuk salah satu
> > anggota yang tertua usianya di antara kami. Namun semangat beliau,
> tak kalah
> > mudanya dengan kami semua. Aku menjawab smsnya. Tak sampai satu jam
> > kemudian, kami sudah memasuki kota Bandung. Bandung, kami datang
> >
> >
> >
> > Dugaanku tak salah. Pak Teha menyambut kami bertiga di depan
> > Terminal bis Leuwipanjang. Bandung kuyup senja itu. Tak lama
> kemudian Kang
> > Galih, yang sudah tiba di Bandung sejak pagi harinya, tiba bersama
> dengan
> > Mas Hendru. Perjalanan di bagian masa muda kami pun dimulai dan Bandung
> > kembali menjadi saksinya. Di sanalah kami akan merayakan hari raya
> Idul Adha
> > dan menghadiri acara Qurcil, sebuah kegiatan yang diadakan Komunitas
> Sekolah
> > Kehidupan, dengan membantu menyalurkan kurban tahun ini pada
> masyarakat di
> > daerah minus di Bandung.
> >
> >
> >
> > Hari sudah gelap dan kami segera menuju sebuah rumah
> makan untuk
> > makan malam. Kang Hadian, ketua pelaksana Qurcil, tiba di rumah
> makan itu
> > tak lama kemudian. Canda tawa mewarnai pertemuan kami itu dengan meriah.
> > Sayur asem, ikan gurame goreng, tempe bacem serta jus alpukat dan
> lemon tea
> > hangat langsung tandas diserbu oleh anak-anak muda yang bersemangat.
> > Tiba-tiba sebuah sms dari Mbak Retno masuk ke ponsel kami
> masing-masing. Mas
> > Margo tidak dapat mewakili SK untuk Qurcil di Tangerang. Tak urung kami
> > semua terkejut. Kang Dani yang berhalangan hadir saat itu, membuat kami
> > semua harus memeras otak dan menghubungi siapa saja yang bisa
> menggantikan
> > Mas Margo. Kami semua langsung menekan tombol ponsel kami masing-masing.
> > Menghubungi sahabat-sahabat SK yang dapat dihubungi. Mas Nursalam, Kang
> > Dani, Mas Yayan, Mas Fiyan, Mbak Divin, Mas Widhiatma, Pak Yudhi, Mbak
> > Retno, Mas Catur, nama-nama sahabat-sahabat SK yang terekam di
> ponsel kami
> > mendapat telepon atau sms dari kami.
> >
> >
> >
> > "Wah gimana nih? Tidak ada yang bisa datang mewakili SK di
> > Jakarta. Siapa lagi yang bisa dihubungi?" Kang Hadian yang biasanya
> gemar
> > bercanda, saat itu mendadak menjadi serius.
> >
> >
> >
> > "Coba aja hubungi Achi," tiba-tiba usulan Mbak Novi mengubah
> > segalanya. Walau pada mulanya kami tidak begitu yakin Achi dapat
> datang ke
> > Mauk, Tangerang, yang merupakan lokasi kurban Qurcil yang dipilih
> oleh Riska
> > Masjid Sunda Kelapa, masjid dimana SK bekerjasama untuk menyalurkan
> kurban
> > di Jakarta. Achi punya bayi. Mungkin suaminya tidak mengizinkan ia
> > pergi Mungkin Achi mau berlebaran dengan keluarganya Mungkin ia
> sudah punya
> > acara lain Mungkin
> >
> >
> >
> > Aku memandang wajah-wajah yang mengelilingi meja makan.
> Ikan
> > gurame goreng yang sudah habis dikeroyok oleh aku, Mbak Novi, Kang
> Galih,
> > dan Pak Teha, sayur asem yang tandas di hadapan Kang Hadian, daging
> gepuk
> > yang dilahap Mbak Yana, dan tempe mendoan yang dihabiskan Mas
> Hendru. Aku
> > yakin pasti ada jalan keluar. Allah pasti berbaik hati pada
> jiwa-jiwa muda
> > yang sedang makan sambil bercanda dan berfoto-foto ini, pikirku
> dalam hati.
> >
> >
> >
> > Setelah makan malam yang nikmat selesai, kami semua
> menuju rumah
> > Kang Hadian. Kediaman beliau yang terletak di atas bukit, membuat
> kami dapat
> > melihat pemandangan kota Bandung yang menakjubkan dari halaman rumah.
> > Keindahan Bandung dan canda tawa membuat kami sejenak melupakan masalah
> > perwakilan untuk Qurcil Jakarta. Kami semua duduk di ruang tamu Kang
> Hadian
> > sambil menikmati cemilan yang lezat. Aku melirik jam dinding. Pukul
> 9 malam.
> > *The night is still young *
> >
> >
> >
> > "Ayo kalian mandi dulu! Setelah itu kita pergi makan jagung
> > bakar. Ayo, siapa yang pengen makan jagung bakar?" tanya Pak Teha.
> Makan?
> > Tentu saja tawaran itu disambut hangat oleh kami semua. Dan malam
> semakin
> > kehilangan usianya ketika Achi menghubungi kami dan mengatakan
> suaminya, Mas
> > Gopo, dapat datang ke Tangerang untuk mewakili SK. Doaku terjawab sudah.
> >
> >
> >
> > Setelah kami mandi dan membereskan barang-barang kami,
> malam itu
> > juga, kami semua berangkat ke Lembang. Mobil yang dikemudikan oleh Kang
> > Hadian dan Pak Teha meluncur membelah udara dingin yang menyelimuti
> Bandung
> > belahan utara. Sambil menikmati bajigur susu, pisang keju hangat, dan
> > indomie keju, kami berbagi keceriaan dan semangat muda kami. Malam yang
> > kemudian menjadi bagian dari hidup kami. Malam yang telah menorehkan
> sebuah
> > prasasti yang tak kelihatan, bahwa kami pernah ada di sana. Sebuah
> graffiti
> > bertuliskan "SK was here" di balik meja dan dinding kayu kedai
> makanan itu.
> > Di sana. Di Lembang yang dinginnya seperti balok es yang dimasukkan
> ke dalam
> > bak kamar mandi.
> >
> >
> >
> > Kami menghabiskan penghujung malam yang menyenangkan
> itu dengan
> > perut kenyang dan kamera digital yang telah merekam berpuluh
> keceriaan di
> > dalam *memory card-*nya. Pukul 2 dini hari. Hari telah berganti dan
> takbir
> > bergema memantulkan kebesaran Allah di langit-langit kota sepanjang
> malam.
> > Kami semua kembali ke rumah Kang Hadian, tempat kami menginap, dan
> Pak Teha
> > kembali ke rumahnya. Di kamar, Mbak Novi yang begitu rajin masih bekerja
> > dengan lap topnya hingga pukul 3 dini hari sementara Mbak Yana dan
> aku telah
> > berselimutkan mimpi di sebelahnya. Akankah kami kelelahan karena kurang
> > tidur? *It really doesn't matter if we don't sleep*. *Cause we are
> so young*
> > Aku tersenyum dalam tidurku mengingat sebuah lagu lawas yang
> dinyanyikan The
> > Corrs itu.
> >
> >
> >
> > ******
> >
> > Hari yang dinanti pun tiba. Kami berenam; Kang Hadian, Mbak
> > Novi, Mbak Yana, Kang Galih, Mas Hendru, dan aku berangkat menuju
> kawasan
> > Sindanglaya, Cicaheum untuk menyaksikan acara pemotongan hewan
> kurban. Di
> > sepanjang jalan, banyak orang tumpah ruah memeluk sajadah. Shalat
> Ied telah
> > usai dan mentari telah tersenyum hangat pada Bandung. Sebuah episode
> di masa
> > muda kami kembali dimulai.
> >
> >
> >
> > Sindanglaya, sebuah desa yang asri yang berada di atas
> bukit,
> > lengkap dengan kelokan-kelokan dan tanjakan-tanjakannya. Kami tiba
> di sana
> > dengan penuh semangat. Tawa dan canda membalut pagi itu. Kebersamaan
> yang
> > mengikat kami semua sehingga apa yang kami alami pagi itu, takkan pernah
> > dapat dirasakan oleh orang lain. Kami berenam, menyimpan semuanya
> baik-baik
> > di balik spanduk-spanduk yang berderet sepanjang jalan, di balik riuhnya
> > suara domba yang berkerumun di kandang, dan dibalik senyum pak
> Mukhlis yang
> > menyambut kami dengan ramah di halaman rumahnya yang telah dipenuhi
> orang.
> > Penyembelihan kurban pun dimulai. Satu persatu domba tersebut
> disembelih.
> > Domba-domba atas nama mereka yang telah memercayakan kurbannya tahun ini
> > pada SK. Di tengah kepulan asap dari tungku kayu bakar tempat para ibu
> > memasak, takbir yang dikumandangkan oleh para penyembelih kurban, dan
> > jepretan kamera yang tidak mau ketinggalan momen-momen itu, kami berdiri
> > menatap masa. Lembaran sejarah masa muda kami yang merayakan hari raya
> > kurban di tengah saudara-saudara kami di pedalaman Bandung.
> >
> >
> >
> > Pak Teha, Mbak Shinta, dan Mbak Ela tiba di lokasi tak lama
> > kemudian. Setelah semua domba selesai disembelih, Pak Mukhlis
> mempersilakan
> > kami semua makan hidangan yang telah tersedia. Nasi hangat beserta lalap
> > daun singkong dan sayur kari, memeriahkan cinta yang berpendar di setiap
> > bungkus daging kurban yang dibagikan pada warga setempat. Walau
> susu, roti,
> > dan cemilan yang kami santap sebelum berangkat ke Sindanglaya masih
> memenuhi
> > perut kami, makan bersama di pagi hari itu rasanya begitu nikmat.
> >
> >
> >
> > Setelah makan, kami berpamitan dan menuju rumah mertua Kang
> > Hadian di belahan Bandung yang lain. Matahari tepat di atas kepala
> saat kami
> > tiba di sana. Seusai shalat dzuhur, kami kembali ditawari makan oleh
> empunya
> > rumah.
> >
> >
> >
> > "Ayo makan! Makanannya sudah disiapkan! Ayo, silakan!"
> ujar ipar
> > Kang Hadian ramah. Kami semua terenyum malu-malu.
> >
> >
> >
> > "Sudah, ayo makan! Nanti kan mau pulang ke Jakarta, jadi
> makan
> > dulu ya!" timpal ibu mertua Kang Hadian. Kami semua saling bertatapan.
> > Berusaha menolak secara halus dengan berbagai cara.
> >
> >
> >
> > Aku menatap Kang Hadian. Ia juga meminta kami semua
> makan untuk
> > ketiga kalinya. Ketika Kang Hadian melihatku tidak menjawab, ia
> mengeluarkan
> > jurus pamungkasnya dan ternyata berhasil.
> >
> >
> >
> > "Mbak Lia, ada ikan bilih lho!" kata Kang Hadian sambil
> > menatapku. Ikan bilih? Aku pun luluh. Aku memang sangat menyukai
> ikan bilih.
> > Ikan yang hanya hidup di Danau Maninjau dan Danau Singkarak. Tanpa
> berkata
> > lagi, aku langsung bangkit dan mengajak semua teman-temanku untuk
> makan. Dan
> > makan siang itu sungguh nikmat. Menu ikan bilih beserta telur dadar
> goreng,
> > sayur tahu, cah sawi hijau dan kerupuk yang lezat membuat kami semua
> > menghabiskan makanan di atas piring kami dengan tandas. Indahnya
> masa muda.
> > Makan apapun terasa nikmat asalkan makan bersama-sama.
> >
> >
> >
> > Setelah makan, kami kembali ke rumah Kang Hadian untuk
> berkemas-kemas. Tawa
> > dan canda kembali memenuhi ruang tamu Kang Hadian siang itu. Di
> sela-sela
> > keceriaan itu, Kang Hadian tiba-tiba teringat bahwa ia masih punya
> es krim!
> >
> >
> >
> > Mendengar kata es krim, kami jadi bergairah. Mbak Novi, Mbak
> > Shinta, Mbak Ela, Mbak Yana langsung beranjak ke dapur mengambil
> gelas dan
> > sendok. Sendok demi sendok es krim Wall's rasa cokelat, vanilla, dan
> > stroberi itu pindah ke perut kami masing-masing. Kecuali Mas Hendru
> yang
> > tidak mau makan es krim, Kang Galih dan Mbak Novi menghabiskan sisa
> es krim
> > yang ada. Aku juga sebenarnya sangat menyukai es krim. Tetapi aku
> tahu aku
> > tidak boleh terlalu banyak makan es krim kalau tidak mau radang
> tenggorokan
> > dan alergi pilek kumat. Aku berhasil menahan diri untuk tidak makan
> es krim
> > banyak-banyak.
> >
> >
> >
> > Tak terasa waktu sudah menujukkan pukul 3.30 siang. Mbak
> Shinta,
> > Pak Teha, dan Mbak Ela berpamitan pulang. Lalu kami mengambil tas kami
> > masing-masing dan Kang Hadian mengantar kami menuju terminal bis
> > Leuwipanjang. Ah, lembar indah pada hari itu akan segera berakhir.
> Rasanya
> > masih ingin melepas rindu dengan Bandung dan belum mau kembali ke
> Jakarta.
> > Dan harapanku terwujud. Di tengah jalan, Kang Hadian mengajak kami
> makan es
> > cendol Elizabeth dan batagor goreng. Mbak Novi dan Mbak Yana yang
> > kekenyangan tidak mampu lagi menghabiskan segelas besar es cendol yang
> > manis dan enak itu. Walau kami semua sangat mengantuk, kami bertekad
> untuk
> > tidak tidur hingga kami naik bis nanti.
> >
> >
> >
> > Setelah membeli buah tangan sebagai oleh-oleh, kami
> diantar Kang
> > Hadian ke terminal bis Leuwipanjang. Kami menaiki bis jurusan yang
> berbeda
> > sesuai dengan daerah rumah kami. Makanan di Bandung yang tak terlupakan.
> > Hari yang tak terlupakan. Kisah yang tak terlupakan. Cinta yang tak
> > terlupakan. Sambil menatap keluar jendela bis yang membawa Mbak Novi
> dan aku
> > keluar dari terminal Leuwipanjang, sekilas aku melihat gunung yang
> berdiri
> > di kejauhan. Dan aku bersumpah melihat gunung itu tersenyum melepas
> > kepergian kami kembali ke Jakarta dengan penuh cinta.
> >
> >
> >
> > Sehingga seluruh kebahagiaan ini membuat diri kami senantiasa muda.
> Semuda
> > jiwa kami walau sisa umur kami tiap hari kian berkurang. Bahwa cinta ini
> > selamanya muda. *Forever young at heart and soul Qurcil was here *
> >
> > * *
> >
> > * *
> >
> > Jakarta, 9 Desember 2008 at 10.30 p.m.
> >
> > Dipersembahkan untuk keluarga besar SK terutama yang menghadiri
> acara Qurcil
> > di Bandung; Kang Hadian, Pak Teha, Mbak Novi, Mbak Yana, Kang Galih, Mas
> > Hendru, Mbak Shinta, Mbak Ela.
> > We were there...
> >
> > http://mutiaracinta.multiply. com
> >
> >
> >
> >
> > *****
> >
>
>
>
- 3a.
-
Re: (Laskar Pelangi) timetable proyek laskar pelangi
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Thu Dec 11, 2008 6:21 am (PST)
sukses yee....
ane aje belum buat apa-apa
abisnya lg fokus kekerjaan melulu
isyaAllah dlm waktu aye mo kasih timetabelenya sambil nyari tokoh utama dalam novel
neh juga sambil kost dan pulang gawe ya sambil nyari tokoh di novel yang nanti aye buat
abisnya harus benar2 membuat insipratif
ya, kalo mau gampang aye juga bisa jd tokoh utamaĆ di novel aye sendiri...hehehe
penuh perjuangan hidup dan semangat untuk maju menjadi penulis yg bukan hanya ngeluarin buku tp nggak sama sekali nggak liat kualitasnya doank...hehehe
sukses ya Pak Guru...
nb:
id imelnya ganti lagi ya....?
--- Pada Kam, 11/12/08, sismanto <siril_wafa@yahoo.co.id > menulis:
Dari: sismanto <siril_wafa@yahoo.co.id >
Topik: [sekolah-kehidupan] Re: (Laskar Pelangi) timetable proyek laskar pelangi
Kepada: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Tanggal: Kamis, 11 Desember, 2008, 10:21 AM
Makasih mbak Indar . . .
-sis-
--- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, "patisayang"
<patisayang@ ...> wrote:
>
> Yup! Saya doakan Mas! Semangaaat!! !! (pinjam jargon nopi. hehe)
>
>
> salam,
> Indar
>
Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/ invite/ - 3b.
-
Re: (Laskar Pelangi) timetable proyek laskar pelangi
Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id siril_wafa
Thu Dec 11, 2008 3:04 pm (PST)
Wah...lebih semangat lagi om...
kita sama2 belum mendapatkan tokoh yang pas nih n yang paling penting
harus inspiratif . . .
ayo Om saling mendoakan, Id nya nggak ganti koq, cuma berubah namanya
aja tetap pake siril_wafa.
-sis-
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , bujang kumbangcom
<bujangkumbang@...> wrote:
>
> sukses yee....
> ane aje belum buat apa-apa
> abisnya lg fokus kekerjaan melulu
> isyaAllah dlm waktu aye mo kasih timetabelenya sambil nyari tokoh
utama dalam novel
- 4.
-
[Ruang Baca] TIKIL, Titipan Kilat: Kami Antar, Kami Nyasar
Posted by: "ukhti hazimah" ukhtihazimah@yahoo.com ukhtihazimah
Thu Dec 11, 2008 7:19 am (PST)
Judul: TIKIL, Titipan Kilat: Kami Antar, Kami Nyasar
Penulis: Iwok Abqary
Penerbit: Gagasmedia
Cetakan: Pertama, 2008
Jangan ditanya deh tentang betapa pentingnya jasa pengiriman di era-era sekarang. Liat aja, semakin meningkat kesibukan para penghuni bumi, dan semakin hitsnya "Time is money" membuat jasa pengiriman barang sangat-sangat dibutuhkan. Hasilnya berhamburanlah jaskir [jasa kirim] memenuhi bumi nusantara. Persaingan pun menjadi "buah" dari banyaknya jaskir yang muncul. Nah bersiaplah, siapa yang kuat dia yang menang, siapa yang lemah dia yang pingsan.
Di tengah-tengah kehebohan persaingan yang menjerit-jerit, satu Jaskir tampak bersiap dilempar ke kotak berlabel lemah. TIKIL [titipan kilat], nama Jaskir yang saat ini sedang dalam kondisi "sekarat". Koq bisa?
Sebenarnya TIKIL gak jauh beda dengan Jaskir yang lain. Trus, koq sekarat? Yaaaaa .gimana gak sekarat kalo kantor berisi orang-orang gokil bin kacau kombinasi lemot. Lilis, si resepsionis yang hobi ngikik kayak kuntilanak; Mang Dirman, kurir yang harus rela punya paha segede tales, karena nganter segala titipan pake sepeda, Dasep, kurir pembalap yang kena kutukan [never day without tabrakan!!] ditambah Kusmin yang setiap saat bisa berubah menjadi power-ranger. Sudahkah? No...no..no masih ada si bos yang gak kalah "mengerikannya", Pak Pri, bos yang hobi "meracuni" karyawan dengan masakan-masakan ajaibnya.
So Apa Tikil akan berakhir mengenaskan? Trus nasib Lilis, Dasep, Mang Dirman dan Dasep gimana? Trus trus solusi dari Pak Pri?? Pertanyaan yang akan kejawab kalau baca nih buku [promosi abees!! ^_^v]
Sesuai dengan label nih buku yang bertuliskan "komedi cinta"walaupun porsinya gak terlalu banyak---Penulis menyajikan kisah cinta yang unik antara Lilis dan Bowo, pria yang setiap saat selalu dipanggil Mas Adjie oleh Lilis. Why? Hmmm
Tapi .ada sedikit bagian cerita yang menurut peresensi cukup membingungkan, saat tiba-tiba muncul tokoh istri Pak Pri datang ke kantor. Kenapa? Ada apa? Kaitan dengan rangkaian ceritanya? Tidak ada penjelasan lebih lanjut.
Well, lepas dari sedikit kebingungan peresensi, buku bersampul khas Jaskir ini juga memberi warna indah berupa semangat untuk bangkit, solidaritas dan kreatifitas gokil tapi menguntungkan. Eniwei, gak lupa sebuah kejutan yang bisa dikatakan sebagai inovasi baru di dunia jaskir [jasa kirim] dihidangkan penulis dengan cerdik.
So dijamin nepuk jidat "ngeladeni" kekacauan yang memenuhi TIKIL.
:sinta:
"Keindahan selalu hadir saat manusia berpikir positif"
BloG aKu & buKu
http://jendelakumenatapdunia. blogspot. com
BloG RaMe-RaMe
http://sinthionk.multiply. ; http://sinthionk.com rezaervani. com
YM : SINTHIONK
- 5a.
-
Re: [Catcil] Mimpi dan Semangat
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Thu Dec 11, 2008 8:33 am (PST)
Sama-sama Mas Sismanto :)
hehehe, lucu juga ungkapannya, :D
"Takdir yang mengecat cabai"
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "sismanto" <siril_wafa@com ...>
wrote:
>
> Wuikkk....
> tulisannya menyentuh banget, dah punya cita2 jadi guru sejak kecil.
> sementara aku nggak punya cita2 hanya menjalankan takdir yang mengecat
> cabai ... ^_^
> thanks sharingnya ya Nop . ..
>
> sis
>
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , novi khansa'com
> <novi_ningsih@> wrote:
> >
>
- 6a.
-
BERKAH MENULIS
Posted by: "WORD SMART CENTER" wordsmartcenter@yahoo.com wordsmartcenter
Thu Dec 11, 2008 2:57 pm (PST)
BERKAH
MENULIS
Oleh: Udo
Yamin Majdi
Dalam tulisan
sebelumnya, saya menjelaskan bahwa menulis dapat memberikan kekayaan materi..
Nah sekarang kita bahas sebuah kekayaan yang tidak terhitung nilainya. Ini yang
saya sebut dengan berkah menulis.
Kita hidup di dunia ini
sangat singkat. JIka kita memakai standar usia nabi Muhammad Saw., maka umur
kita hanya 63 tahun. Kalau kita bagi hidup kita menjadi tiga bagian: 20 tahun
pertama untuk konsentrasi belajar atau menuntut ilmu, 20 tahun kedua untuk
mengamalkan ilmu dengan berkarya dan berkeluarga, maka hanya 20 tahun untuk
berbagi kepada masyarakat. Berarti betapa singkatnya hidup kita untuk berbuat
baik kepada manusia?
Namun ternyata berkah
hidup kita tidak terukur dari seberapa panjang usia kita, melainkan apa dan mengapa kita
melakukan sesuatu. Meskipun umur kita pendek, jika kita beramal sholeh dan
semata-mata karena Allah swt. hanya 6 hari, maka itu jauh lebih baik dari 60
tahun tapi selalu maksiat.
Sekali lagi, ukuran
keberkahan hidup kita, bukan dari limit waktu yang ada, tapi sejauhmana kita
mengisi waktu yang ada untuk memberikan yang terbaik bagi makhluk Allah Swt...
Bisa jadi, dari segi usia seorang hampir 90 tahun, namun dari segi amaliah
lebih berbobot orang lain yang berusia 30 tahun. Mengapa demikian?
Sebab orang pertama,
berbuat hanya untuk dirinya sendiri. Sedangkan, yang kedua, selain untuk
dirinya sendiri, juga bermanfaat bagi orang yang lain. Dan salah satu cara meraih
keberkahan hidup adalah menulis. Sebab, dengan tulisan, kita bisa berbagi
dengan banyak orang, sehingga kita menjadi buah tutur yang baik generasi
selanjutnya.
Ingin menjadi buah
tutur yang baik, jauh berbeda dengan ingin dipuji. Ingin menjadi buah tutur
yang baik, berusaha semaksimal mungkin berbuat baik dan berharap agar orang
lain terinspirasi untuk berbuat baik pula. Sedangkan ingin dipuji manusia,
lebih kepada kepuasan nafsu dan tidak ada niat mengajak orang lain berbuat baik,
melainkan hanya ingin dikatakan sebagai orang baik.
Oleh sebab itu, dalam
Al-Quran permohonan menjadi buah tutur yang baik disebutkan setelah menjadi "ahli
hikmah" dan menjadi "orang sholeh". Sebab, ahli hikmah dan orang
sholeh, tidak mau berbuat riya dan sum'ah, melainkan mereka ingin orang lain
mengambil pelajaran dari hidupnya. Ini terungkap dari permohonan nabi Ibrahim
as., berikut ini:
"Ya Tuhanku, berikanlah
kepadaku hikmah dan masukan aku dalam golongan orang sholeh, dan jadikan aku
buah tutur yang baik bagi generasi yang datang kemudian" (Qs. Asy-Syu'ara [26]:
83-84)
Sedikit saya bercerita,
sewaktu saya mengetahui bahwa buku saya Quranic Quotient: Menggali &
Melejitkan Potensi Diri Melalui Al-Quran terjual 3000 eksemplar, yang
terbetik dalam benak saya, bukan royalti. Malahan dalam hati saya bertanya,
"Seberapa banyak orang yang mendapat hidayah ketika membaca buku saya?" Kalau
buku saya telah terjual sebanyak 3000 eksemplar, berarti ada 3000 orang yang
membeli. Dan setiap pembeli memiliki ortu dan dua orang adik, dan mereka
membaca semua, berarti yang telah membaca karya saya tersebut, 5 orang kali 3000
eksemplar, berarti sebanyak 15.000 orang.
Dan ternyata yang
merasa terketuk hatinya untuk membaca Al-Quran setelah buku saya itu ada 10%,
maka ada 1500 orang. Dan menurut keterangan Nabi, bahwa jika kita mengajak
orang lain berbuat baik, maka kita akan mendapatkan pahala seperti yang
diterima oleh orang lain itu, tanpa mengurangi pahala mereka. Kita ambil
contoh, masing-masing mereka membaca Al-Quran khatam satu kali. Berarti kita
mendapatkan pahala membaca Al-Quran 1500 kali. Nah, kalau saya baca sendiri
Al-Quran, berapa lama waktu yang harus saya pergunakan untuk mengkhatam
Al-Quran 1500 kali?
Sebagai penulis Quranic
Quotient, saya sangat bahagia, ketika membaca e-mail atau SMS dari pembaca yang
bercerita bahwa buku saya telah merubah hidup mereka, dari yang tidak mau
membaca Al-Quran, akhirnya rajin membaca, mempelajari, dan berusaha mengamalkan
isi Al-Quran.
Itu baru dari segi
nilai ukhrawinya. Lantas, manakala dari 1500 orang itu tetap mengingat dan
mengenang kita, meskipun kita telah meninggal; kita menjadi buah tutur yang
baik bagi generasi kemudian, bukankah ini adalah sebuah berkah?
Nah, jika Anda
menginginkan seperti permintaan nabi Ibrahim as., menjadi buah tutur yang baik
bagi generasi kemudian, maka cepat-cepatlah menulis, sebelum kematian menjemput
Anda!
===================== ========= ========= ======
* Penulis, Trainer, dan
Direktur Word Smart Center. Bagi yang ingin belajar menulis bersama Udo Yamin
Majdi, silahkan gabung di milis wordsmartcenter@yahoo.com
- 6b.
-
Re: BERKAH MENULIS
Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id siril_wafa
Thu Dec 11, 2008 3:17 pm (PST)
Benar-benar berkah menulis Udo, kapan saya bisa seperti Udo yach...
benar-benar mendapatkan berkah dari menulis :)
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , WORD SMART CENTERcom
<wordsmartcenter@...> wrote:
>
>
>
>
>
- 7a.
-
Re: (Ruang Lobi) Salam Kenal
Posted by: "ahmad subhan" lempoxe@yahoo.com lempoxe
Thu Dec 11, 2008 2:57 pm (PST)
Halo Mas Sis dan Mbak Aisyah,
terima kasih atas sambutan hangatnya.
Kalo ga salah, sangata itu di kaltim ya...
Saya jadi pustakawan di IRE <www.ireyogya.org> , sebuah NGO di jogja.
Saya tahu milis SK dari salah seorang peserta di acara
ODE KAMPUNG #3 <http://odekampungtiga.wordpress. > di Rumah Dunia,com/
5-7 Des kemaren.
Pas mbaca deskripsi tentang milis ini, saya kpikiran, asyik juga nih
bisa sharing pengetahuan yg nggak diajarkan di sekolah :-)
Bukan saya yang nulis profil perpustakaan di annida itu, mbak aisyah.
Habis baca postingan mbak aisyah soal itu, saya penasaran juga, trus
langsung telusur ke annida online, tapi sayangnya blom nemu tulisan itu.
Mungkin nanti saya cari langsung di edisi cetaknya,
kbetulan taman bacaan teman saya berlangganan annida.
Senang juga nih kalo ada teman seprofesi di milis ini
Kalo boleh tahu, ada berapa pustakawan nih di SK
yang pustakawan, ayo ngacung [:)]
Salam
o--Subhan--o
http://tokohtokoh.blogspot. com/
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "aisyah muchtar"com
<myaisyah_mymuchtar@...> wrote:
> Gyaaaaaa ada pustakawan lagi di SK, hmmmm......jadi teringat kembali
> ambisi lama..:D.
> Pustakawan di mana pak?, saya kemaren baca annida edisi desember apa
> november ya... (maaf lupa, hihihi.. saya nih kayak dori-nya finding
> nemo; punya ingatan jangka pendek yang buruk!, apalagi jangka panjang,
> huh lebih buruk lagi..!). Nah pak, di Annida itu ada profilnya
> perpustakaan Yogyakarta. Jangan-jangan yang nulis profil perpustakan
> Jogja; Pak Subhan. Iya pak?, gak usah sungkan atuh pak..ngaku aja..:D.
> aniway, saya aisyah muchtar alias nurhasanah muchtar, kalo di rumah
> panggilannya neneng, kalau di dunia maya panggilannya aisyah,
> hehe..:D. Silahkan pilih, boleh panggil saya apa saja :-).
> Salam kenal
> aisyahmuchtar
- 8.
-
(Inspirasi) Pelita Hati
Posted by: "Jenny Jusuf" j3nnyjusuf@yahoo.com j3nnyjusuf
Thu Dec 11, 2008 6:14 pm (PST)
Pelita Hati
Teman-teman tersayang,
Terima
kasih untuk semalam, ketika kita duduk mengelilingi meja bundar dengan
kursi-kursi kayu keras, mengerjakan segala aktivitas biasa mengecek HP,
menyelesaikan sisa pekerjaan yang terpaksa dibawa pulang, sampai mengecat kuku-
sambil berceloteh panjang lebar. Tentang segala hal dalam hidup. Tentang
rencana menikah tahun depan. Tentang pacar yang menjengkelkan. Tentang rekan
kerja yang menyebalkan. Tentang kejadian-kejadian yang membuat naik darah.
Lalu,
setelah puas mengutuk orang-orang yang kita salahkan membuat
hidup jadi lebih sulit, kita berkhayal, alangkah asyiknya kalau tahun depan
bisa berlibur bersama ke sebuah tempat indah nan eksotis. Pokoknya harus yang
ada pantainya. Kemudian kita mulai menghitung-hitung, membuat perencanaan, dan
membahas segala sesuatu.
Kita
sepakat, tidak akan pergi naik pesawat. Mahal, Jendral. Kita akan menyewa
kendaraan. Lalu, kita akan melakukan segala macam trik untuk menyiasati bawaaan
yang segudang. Kenapa segudang? Karena kita akan membawa bahan makanan dan
memasak sendiri selama liburan, supaya hemat. Dan kita tertawa-tawa
membayangkan orang yang dipercaya membawa segala makanan itu kabur meninggalkan
kita, menghilang, atau nyasar entah dimana, dan kita termangu kelaparan.
Ketika
nominal disebutkan, kita beramai-ramai sepakat bahwa kita akan rajin menabung,
mulai dari sekarang. Angka itu sama sekali tidak kecil, meski kita memilih
liburan ala backpacker miskin. Jadi,
tidak ada alternatif lain kecuali menabung dan mengencangkan ikat pinggang.
Mulai detik ini. Demi sebuah liburan yang menyenangkan, tahun depan.
Kita
menyimpan harapan itu dalam hati, rapi-rapi, serta berjanji pada diri sendiri
untuk tak alpa menyisihkan uang setiap bulan. Kemudian kita kembali pada
aktivitas masing-masing. Mengecek HP. Menyelesaikan sisa pekerjaan yang
terpaksa dibawa pulang. Mengecat kuku. Sambil mengobrol panjang lebar tentang
segala macam hal dalam hidup.
Saya
tahu, seperti kalian pun (mungkin) tahu. Liburan itu tidak akan terwujud. Meski
kita lebih suka membungkam mulut rapat-rapat dan tidak membicarakannya. Hidup
memang tidak pernah menutup peluang terhadap berbagai mujizat dan keajaiban,
namun, jika menilik realitas, kita semua sadar, kita takkan menjejakkan kaki ke
pantai impian itu. Setidaknya, tidak tahun depan.
Saya
memilih realistis dengan merangkul kenyataan bahwa serajin apa pun saya
menabung dan berhemat dalam setahun, tabungan saya tidak akan cukup untuk
membawa saya ke sana. Teman kita yang satu lagi, juga tidak akan mampu membiayai
perjalanannya karena ia bahkan tidak punya tabungan sama sekali. Tidak bisa
menabung, tepatnya. Setiap bulan, seluruh gajinya habis untuk hidup sehari-hari,
menyekolahkan dua keponakan, dan diberikan kepada orang tuanya yang sudah
berusia lanjut dan sakit-sakitan. Lalu, teman kita yang satu lagi, yang
wajahnya selalu berhasil membuat tertawa meski batin sedang gundah, tahun depan
akan menikah. Kita semua tahu, biaya pernikahan tidak sedikit. Dan adik kita
tersayang, Batak Tembak Langsung yang jagoan membuat orang terpingkal-pingkal
itu, berniat melanjutkan kuliah, mengambil S2. Itu juga butuh biaya yang tidak
sedikit.
Lantas,
kenapa kita repot-repot merencanakan sebuah perjalanan yang tidak akan
terwujud?
Karena
kita masih ingin punya mimpi. Karena impian memberi semangat pada diri yang
mulai jenuh menghadapi dunia. Karena impian memberi bahan bakar untuk
menyalakan api di hati. Untuk terus melangkah. Untuk terus berjalan. Meski
kaki-kaki kita sudah penat dan lelah. Meski tubuh ini sudah menjerit-jerit
minta time-out.
Teman-teman
tersayang,
Terima
kasih banyak untuk semalam, ketika untuk kesekian kalinya kita duduk bersama.
Mengelilingi meja bundar dengan kursi-kursi kayu keras, ditemani sebungkus
keripik dan air mineral. Mengobrolkan segala macam hal. Menertawakan hidup,
karena cuma itu yang kita bisa. Karena terkadang hidup tidak menyisakan pilihan
selain tertawa, meski itu tawa getir. Sepat.
Terima
kasih untuk senantiasa berbagi. Tawa, tangis, amarah, bahagia, kecewa, takut,
dan segala rasa lain yang silih berganti hadir dalam perjalanan panjang ini.
Dan, kendati liburan impian kita nanti betul-betul tidak terwujud (kenapa
'betul-betul'? Ya karena saya masih ingin menyimpan harapan akan datangnya
mujizat :-D), saya ingin berterima kasih karena kalian telah menemani saya
dalam perjalanan yang sesungguhnya. Perjalanan panjang bernama Kehidupan.
Terima
kasih untuk setiap bungkus keripik singkong, snack keju, wafer cokelat, permen jeli, mie instan, bakwan sayur, sirup
jeruk, dan teh manis dingin yang kita bagi bersama. Terima kasih untuk
kedamaian yang selalu singgah setiap pandangan saya bertemu dengan wajah-wajah
kalian, yang seringnya tampak kusut dan jemu, meski kalian seperti juga saya selalu
berusaha menyamarkannya dengan senyuman. Betapa saya tahu, sesungguhnya saya
tak pernah sendiri.
Terima
kasih untuk kegembiraan yang timbul kala kita beriringan menyusuri pinggiran
jalan yang berdebu, berpayung berdua-dua, menyetop angkot dan urunan seorang dua ribu, lalu berjalan ke
mall terdekat di bawah siraman rintik
gerimis dan hawa dingin sambil tak henti-hentinya bercanda dan
terpingkal-pingkal.
Terima
kasih untuk setiap curhat yang meyakinkan bahwa saya memang tidak perlu kesepian.
Terima kasih untuk setiap kegilaan yang mengocok perut, yang selalu berhasil
menghadirkan kehangatan dan cahaya ketika hidup sedang suram-suramnya. Meski
kita tidak pernah tahu sampai kapan kita bisa bersama (sebelum salah satu dari
kita akhirnya resign dari kantor dan
pindah ke kos-kosan lain, misalnya, atau menikah dan tinggal bersama suami),
saya ingin berterima kasih karena kalian selalu ada.
Meski
saya tidak akan pernah mengucapkan ini secara langsung (karena kalian pasti
akan terbahak-bahak dan meledek saya habis-habisan, huh!), saya ingin kalian
tahu, kalian adalah pelita hati. Each one
of you. Dan ketika memandang wajah kalian, satu persatu, saya tahu, kita
tidak butuh banyak untuk bisa bahagia.
:-)
ROCK Your Life! - Jenny Jusuf - http://jennyjusuf.blogspot. com
- 9a.
-
(SPIRIT): Untuk Novelist ESKA
Posted by: "Pandika Sampurna" pandika_sampurna@yahoo.com pandika_sampurna
Thu Dec 11, 2008 6:25 pm (PST)
Seorang penerbit Hollywood pernah menuliskan pesan penolakan
di atas sebuah naskah yang akhirnya menjadi novel "Gone With the
Wind". Gone With the Wind memecahkan rekor dalam sejarah penerbitan
dimana 50.000 buku telah terjual dalam tempo satu hari. Telah
diterjemahkan kedalam 30 bahasa dan kemudian menjadi film paling
populer yang pernah di hasilkan.
Leon Uris, pengarang buku terlaris ''Exodus'' pernah gagal
dalam ujian Bahasa Inggris sebanyak 3 kali semasa di sekolah
menengah.
Sebanyak 18 penerbit menolak karya Richard Bech yang
berjudul ''Jonathan Livingstone Seagull'' sebelum diterbitkan pada
tahun 1975, buku ini berhasil terjual sebanyak 7.000.000 buku. Itu
pun di Amerika Serikat saja.
33 penerbit pernah menolak naskah ''Chicken Soup for
Soul''. Pada editor beranggapan bahwa kumpulan cerita tersebut
tidak laku di jual. Menjelang tahun 1998, seri '' The Chicken Soup '' telah
berhasil terjual lebih dari 30 juta buku diseluruh dunia dan
diterbitkan dalam 30 bahasa.
Ketika Billi menawarkan naskah "Dare To Fail" kepada sebuah
penerbit pada tahun 1996, ternyata di tolak dengan alasan
berikut: "Kamu bukan Dale Carnegie atau Norman Vincent Peale. Siapa
yang mau membaca buku kamu?" Sejak saat itu "Dare to File" telah
diterjemahkan dalam 7 bahasa. ''Ditolak tidak berarti sudah kiamat.
Penolakan hanyalah soal beda pendapat.''
M. A. S. H, novel jenaka perang yang ditulis oleh Richard
Hooker yang akhirnya menjadi film seri TV populer, pernah di tolak
oleh 21 penerbit sebelum diterima. Penulis yang sukses ini kemudian telah menulis lebih dari 100 novel koboi dengan pencetakan lebih dari 200 juta
eksemplar.
- 9b.
-
Re: (SPIRIT): Untuk Novelist ESKA
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Thu Dec 11, 2008 8:24 pm (PST)
Setiap kali membaca kisah-kisah kegagalan
yang pada akhirnya berbuah keberhasilan
yang tidak pernah terduga duga, semangat saya
selalu bangkit.
Dari spirit itu pula saya berhasil menjual
1000 eksemplar (cuma 1000 sih) Novel pertama
saya yang berjudul "Aurora Pendar Cakrawala"
yang saya terbitkan secara indie setelah ditolak
beberapa penerbit.Ada yang punya ga? Heuheu.
Thx sudah berbagi suplemen, Pak Sinang ;)
DANI
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Pandika Sampurnacom
<pandika_sampurna@...> wrote:
>
> Seorang penerbit Hollywood pernah menuliskan pesan penolakan
> di atas sebuah naskah yang akhirnya menjadi novel "Gone With the
> Wind". Gone With the Wind memecahkan rekor dalam sejarah penerbitan
> dimana 50.000 buku telah terjual dalam tempo satu hari. Telah
> diterjemahkan kedalam 30 bahasa dan kemudian menjadi film paling
> populer yang pernah di hasilkan.
>
- 9c.
-
Re: (SPIRIT): Untuk Novelist ESKA
Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id siril_wafa
Thu Dec 11, 2008 11:14 pm (PST)
Bagi saya pak bukan masalah penjualannya. . .
sudah dapat berbagai dan menyelesaikan proyek lebih2 memberikan
inspirasi bagi yang lain itu sudah cukup. mudah-mudahan spirit itu
juga mneyertainya :)
makasih spiritnya . . .
- sis -
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "fil_ardy" <fil_ardy@..com .>
wrote:
>
> Setiap kali membaca kisah-kisah kegagalan
> yang pada akhirnya berbuah keberhasilan
> yang tidak pernah terduga duga, semangat saya
> selalu bangkit.
>
> Dari spirit itu pula saya berhasil menjual
> 1000 eksemplar (cuma 1000 sih) Novel pertama
> saya yang berjudul "Aurora Pendar Cakrawala"
> yang saya terbitkan secara indie setelah ditolak
> beberapa penerbit.Ada yang punya ga? Heuheu.
>
> Thx sudah berbagi suplemen, Pak Sinang ;)
>
> DANI
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Pandika Sampurnacom
> <pandika_sampurna@> wrote:
> >
> > Seorang penerbit Hollywood pernah menuliskan pesan penolakan
> > di atas sebuah naskah yang akhirnya menjadi novel "Gone With the
> > Wind". Gone With the Wind memecahkan rekor dalam sejarah
penerbitan
> > dimana 50.000 buku telah terjual dalam tempo satu hari. Telah
>
- 10a.
-
Re: [Lonceng] Cerpen Mbak Dewi Cendika (Ichen) masuk cerpen rekomend
Posted by: "dewi cendika" candy_hepi@yahoo.com candy_hepi
Thu Dec 11, 2008 7:13 pm (PST)
Wahh......mba Lia, Sya2..... makasihh yaaaa.......:)
Tadinya ga pede pasĆ ngirim, tapiiiii nekad...dan ga tauunya ikutĆ kepilih :)
salam,
Ć
Ichen
www.ichenzr.multiply. com
Ć
_____________________ _________ __
From: Syafaatus Syarifah <syarifah@gratika.co.id >
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Sent: Thursday, December 11, 2008 16:26:30
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] [Lonceng] Cerpen Mbak Dewi Cendika (Ichen) masuk cerpen rekomendasi JILFEST 2008
waa.... selamat ya Mba Ichen
Makin berjaya aja nih
----- Original Message -----
From: Lia Octavia
To: sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, December 11, 2008 3:07 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] [Lonceng] Cerpen Mbak Dewi Cendika (Ichen) masuk cerpen rekomendasi JILFEST 2008
Dear all,
Alhamdulillah, cerpen Mbak Ichen masuk rekomendasi dalam lomba menulis cerpen JILFEST 2008. Selamat buat Mbak Ichen!
Berikut pengumuman lengkapnya.
Salam
Lia
************ *******
Hasil Penjurian Lomba Menulis Cerpen
Berlatar Jakarta dalam Rangka JILFest 2008
Lomba menulis cerpen berlatar Jakarta dalam rangka Jakarta International Literary Festival (JILFest) 2008 diikuti 382 naskah karya 360 penulis dari berbagai daerah di Indonesia. Dewan Juri yang terdiri dari Hamsad Rangkuti, Kurni Effendi, dan Sunu Wasono, telah menilai naskah-naskah tersebut dengan seksama dari aspek isi, teknik bercerita, dan kesesuaian dengan tema.
Dari hasil penilaian tersebut, Dewan Juri memutuskan para juaranya sbb.
Juara 1: cerpen berjudul Selendang Cokek untuk Ayuni karya Floreance Sahertian (Sidoarjo, Jawa Timur).
Juara 2: cerpen ber judul Pieter Akan Mati Hari Ini karya Denny Prabowo (Depok, Jawa Barat).
Juara 3: cerpen berjudul Pelangi Nusantara karya Sigid Widagdo (Palembang, Sumatera Selatan).
Juara Harapan 1: cerpen berjudul Klinik Putih di Ujung Rel Kota Tua karya Thowaf Zuharon (Pancoran, Jakarta Selatan).
Juara Harapan 2: cerpen berjudul Lelaki Tua di Bangku Taman karya Irine Rahmawati (Kebumen, Jawa Tengah).
Juara Harapan 3: cerpen berjudul Kereta Nyanyian karya Akidah Gauzillah (Cibubur, Jakarta Timur).
Selain keenam juara tersebut di atas, Dewan Juri juga merekomendasikan 24 cerpen pilihan untuk dibukukan bersama karya-karya para juara, sbb.
1. Terima Kasih, Jakarta karya Valentino Dhiyu Asmoro (Sleman, Yogyakarta)
2. Ini Jakarta, Jeng karya Netty Virgiantini (Magetan, Jawa Timur)
3. Jakarta Dalam Kerling Penari Cokek karya Wayan Sunarta (Denpasar)
4. Darah yang Mengucur Perlahan dari Kenangan karya Syarif Hidayatullah (Depok)
5. Paranoia Jakarta karya Dewi Cendika (Cikupa, Tangerang Barat)
6. Onrust karya Khairun Nisa (Depok< Jawa Barat)
7. Meet You First and Mybee Last karya Siti Nuslikhah Kusuma NY (Sleman, Yogyakarta)
8. Henrik van Niemand karya Yusak Liestia Ramagit Setiawan (Surabaya)
9. Rumah Kecil karya Laksmi Amalia (KLaten, Jawa Tengah)
10. Senja di Sunda Kelapa karya Oddi Arma (Medan)
11. Pesan di Langit Jakarta karya Lily Yulianti Farid (Meguro Ku, Meguro Tahyo)
12. Serenada dari Vodroffsvej ke Palmerah karya Zaki Habibi (Yogyakarta)
13. Rumah Singgah Buat Lupita karya Rahbihatun (Kota Baru, Kalimantan Selatan)
14. Menteng Trips karya Sri Kuncoro (Bantul, Yogyakarta)
15. Yang Ditunggu Anwar karya Jenny Ang (Surabaya)
16. Jakarta â" Beijing karya Maulana Syamsuri (Medan)
17. Bukan Kisah Romeo dan Yuliet karya Khairunnisa (Pasar Minggu, Jakarta Selatan)
18. Dari Pinggir Jakarta karya Thamrin Sonata (Pemalang)
19. Perlahan Jadi Tiada karya MS Saskia P. Tjokro (Queenstown, Singapura)
20. Koper Merah karya Jenny Ang (Surabaya)
21. Lenong, I Love You karya Aulya Elyasa (Cileduk, Tangerang)
22. Jumadi dan Karpet Merah Istana karya Iimfahmi Ilman (Jember)
23. Darahku Tumpah di Kelenteng karya Hanna Fransisca (Cengkareng, Jakarta Barat)
24. Malam yang Nyaris Sempurna karya Sultan Yohana (Batam, Kepri)
Demikian, keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
Jakarta, 30 November 2008
Dewan Juri
Kurnia Efendi
Hamsad Rangkuti
Sunu Wasono
sumber: http://www.jilfest. org/news. php?l=0#
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
- 11a.
-
Re: [CATCIL] KEKUATAN DARI KEYAKINAN
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Thu Dec 11, 2008 7:51 pm (PST)
Waaah, nyuri start hari ibu ya, Bu?
Heheheh, ga papa kok. Semoga bisa selalu
membahagiakan ibu kita selamanya.
Dan tentang keyakinan, sepakat.
JIka kita sudah yakin, tak ada yang
akan meruntuhkan keyakinan tersebut. Semoga.
PS: Kok banyak karakter yang tidak terbaca ya
di web yahoogroupsnya, mungkin next time di
copy paste dulu di notepad, baru diposting kali ya ^_^
Terimakasih
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Putri Agus Sofyancom
<iastrito126ps@...> wrote:
>
> Hari yang cerah.....Tetap Semangat.
>
> Kekuatan dari Keyakinan
> (Iastrito)
> Ć
> Ć
> Judul yang kuambil ini merupakan subjudul dari isi sebuah buku yang
menarik perhatianku untuk kubuka dan kubaca sesaat saat aku sedang
berada di toko buku bilangan Matraman dan judul ini mengingatkanku
pada ucapan ibuku beberapa tahun lalu.
- 12.
-
DILEMA ANTARA KEMISKINAN DAN PENDIDIKAN (CATATAN KAKI)
Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Thu Dec 11, 2008 9:52 pm (PST)
Ć
DILEMA ANTARA KEMISKINAN DAN PENDIDIKAN
Ć
à à à à à à à à à à à âSembilan orang......baru sembilan orang Pamanda guru, masih kurang satu,â katanya gusar pada bapak kepala sekolah, pak Harfan menatapnya kosong.
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Aku juga merasa cemas. Aku cemas karena melihat Bu Mus yang resah dan karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku. Meskipun beliau begitu ramah pagi ini tapi lengan kasarnya yang melingkari leherku mengalirkan degup jantung yang cepat. Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga. Menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada biaya selama belasan tahun dan hal itu bukan perkara gampang bagi keluarga kami.Ć¢
à à à à à à à à à à à âKasihan ayahku.....â
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Maka aku tak sampai hati memandang wajahnya.
à à à à à à à à à à à âBarangkali sebaiknya aku pulang saja, melupakan keinginan sekolah, dan mengikuti jejak beberapa abang dan sepupu-sepupuku, menjadi kuli....â
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Tapi agaknya bukan hanya ayahku yang gentar. Setiap wajah orang tua di depanku mengesankan bahwa mereka tidak sedang duduk di bangku panjang itu, karena pikiran mereka ,seperti pikiran ayahku, melayang-layang ke pasar pagi atau ke keramba di tepian laut membayangkan anak lelakinya lebih baik menjadi pesuruh di sana. Para orang tua itu sama sekali tak yakin bahwa pendidikan anaknya yang hanya mampu mereka biayai paling tinggi sampai SMP akan dapat mempercerah masa depan keluarga. Pagi ini mereka terpaksa di berada di sekolah ini untuk menghindarkan diri dari celaan aparat desa karena tak menyekolahkan anak atau sebagai orang yang terjebak tuntutan zaman baru, tuntutan memerdekan anak dari buta huruf.
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Para pembaca mungkin masih ingat atau pernah membaca tulisan di atas. Ya, tulisan di atas merupakan cuplikan dari novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Apa yang terbayang dalam benak para pembaca mengenai kisah nyata yang disampaikan oleh mas Andrea? Pernahkah keadaan ini terbayang oleh para pembaca?
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Memiriskan, memprihatinkan, menyedihkan dan mungkin mempertanyakan. Mengapa hal ini masih terjadi?
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Kemiskinan dan kefakiran memang berdampak ke mana-mana. Ada orang tua yang tega/terpaksa meninggalkan anaknya di rumah sakit atau panti asuhan. Ada pula orang tua yang tega menjual kegadisan anaknya. Semua itu merupakan dampak dari kemiskinan dan kefakiran.
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Kisah mas Andrea di atas merupakan sisi lain dampak dari kemiskinan. Ternyata kemiskinan dapat mematikan semangat dan keinginan untuk menuntut ilmu. Ternyata kemiskinan dapat menjadikan prioritas pendidikan masuk pada urutan yang di bawah, entah yang ke berapa. Kemiskinan dapat menjadikan standar penilaian seseorang terhadap pendidikan sebagai sesuatu yang tidak penting. Kemiskinan menjadikan seseorang menilai pendidikan sebagai sesuatu yang tidak dapat mendatangkan keuntungan materi dan tidak menjanjikan masa depan, terlebih lagi pendidikan dasar.
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/ pingbox/
- 13.
-
[Catatan Kaki] Met `Idul Adha
Posted by: "M.Arif As Salman" marif_assalman@yahoo.com marif_assalman
Thu Dec 11, 2008 10:05 pm (PST)
Assalamu`alaikum Wr. Wb.
Ikhwah Fillah dimanapun berada,
Kami sekeluarga mengucapkan "Taqabbalallahu minna wa minkum kullu `am wa antum bikhairin, amin". Selamat `Idul Adha.
Moga Allah Swt. senantiasa menganugerahkan pada kita semua keikhlasan dalam setiap amal kita dan menjadikan kita semua hamba-hambaNYa yang selalu jujur dan tulus dalam kecintaan padaNya, amin.
Wassalam,
Abu Fathma
- 14.
-
Memaknai Cinta Yang Sesungguhnya
Posted by: "M.Arif As Salman" marif_assalman@yahoo.com marif_assalman
Thu Dec 11, 2008 10:54 pm (PST)
Beberapa waktu yang lalu, sepulang mengantar istri dari kuliah saya menaiki Bis 939 jurusan Hay 'Asyir. Bisnya lumayan penuh, tidak ada tempat untuk duduk. Dalam keramaian tersebut saya bertemu dengan Ziyad.
Ziyad adalah salah seorang teman dekat saya. ia baru menyempurnakan setengah agamanya. Saya turut hadir dalam Acara pernikahannya dan ikut merasakan kebahagiaan yang ia rasakan.
Sudah begitu lama kami menjalin ukhuwah, itu berawal ketika pertama kali saya bertemu dengannya ketika shalat di Mesjid dekat apartemen saya. Pertemuan pertama memberi kesan yang kuat dalam hati saya, dari tutur kata, keramahan dan sikapnya membuat saya kagum dan tertarik untuk lebih jauh mengenalnya. Hingga pada akhirnya terjalinlah hubungan yang erat diantara kami.
Ia saya kenal sebagai seorang yang taat menjalankan agama. Di kalangan teman-teman, ia dikenal supel dan simpatik. Kata-katanya selalu memompa semangat yang lagi kendor, tak heran banyak yang datang padanya kalau lagi futur. Bijak memilih kata-kata sebelum diucapkan, dan yang paling membuat saya merasa salut, setiap hari ia selalu menyediakan waktu untuk berziarah. Full aktivitas, kendati demikian, ia tak pernah kehilangan kesempatan shalat berjama'ah di mesjid, shaf terdepan dan takbir pertama bersama imam.
Walau telah menikah, shalat jama'ah tak pernah absen dan untuk berziarah selalu ada waktu yang ia sediakan.
Saya masih ingat dengan kata-kata yang ia ucapkan pada saya sebelum hari pernikahannya, ketika saya bertanya padanya tentang makna sebuah cinta. Ia berkata :
"Akhi, dari lubuk hati yang paling dalam, dengan jujur saya lebih mencintai Allah, RasulNya dan jihad dijalanNya. Kecintaan yang melebihi kecintaan saya atas segalanya, atas kedua orang tua dan diri saya sendiri.
Saya menikah semata-mata hanya karena Allah, untuk Allah dan mengharap ridha dan pahala dari Allah.
Saya mendambakan seorang istri yang solehah, yang membantu saya dalam ketaatan dan kebaikan. Ketika saya benar, ia tidak ragu untuk mendukung saya, ketika saya salah, ia tidak segan, malu dan takut untuk menegur dan mengingatkan saya dengan cara yang baik, lembut dan penuh kebijaksanaan.
Seorang istri yang ketika saya melihat padanya, hati saya merasa tenang, ketika saya perintah ia patuh, ketika saya tinggalkan, ia menjaga harta dan dirinya. Seorang istri yang mencintai saya sepenuhnya yang selalu mengharap ridha saya, yang menyerahkan pengabdian hidupnya pada saya.
Seorang istri yang bersegera ketika saya ajak pada kebaikan dan ikhlas menerima perbaikan ketika ternyata, ia telah keliru dan salah.
Namun, bila istri tidak patuh pada saya, mengangkat suara dihadapan saya, meninggikan diri dihadapan saya, selalu lambat ketika saya ajak pada kebaikan dan ketaatan, lalai dengan tugas dan tanggung jawab, enggan dinasehati.
Terlena dengan kehidupan duniawi. Lebih mencintai dunia daripada akhirat, tidak patuh pada perintah Allah dan RasulNya, dan tidak mendukung saya ketika saya benar, tidak mengingatkan ketika salah dan tidak mau menerima nasehat.
Maka, ketahuilah akhi, saya ikhlas berpisah dengannya dan saya tidak akan ragu dan takut sedikitpun untuk menceraikannya, walaupun ia cantik sekalipun. Saya yakin dengan janji Allah , bahwa Allah pasti akan memberi saya ganti yang lebih baik. Rahmat Allah maha luas , khazinah Allah tidak akan pernah habis dan tidak sulit bagi Allah untuk itu."
Pertemuan di Bis tersebut adalah kesempatan bagi saya untuk memintanya bercerita tentang keadaannya saat ini dan sayapun bertanya, "Apakah akhi telah menemukan bidadari impian akhi?, ia menjawab,
"Alhamdulillah akhi, innaha lani'ma zaujah, Allah telah mengabulkan proposal yang saya ajukan sejak tiga tahun yang lalu, persis seperti yang saya minta dalam do'a saya pada Allah. Saya bersujud syukur pada Allah, Allah telah mengaruniakan saya seorang bidadari berhati embun, cahaya dan pelangi. Keindahan diatas keindahan."
"Barakallahu laka wa Baraka 'alaika wajama'a Bainakuma fikhairin Akhi Ziyad."
Bila kita tengok kebelakang, para salafus soleh telah membuktikan cinta mereka pada Allah dan RasulNya.
Anas Ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda : "Tiga hal yang jika terdapat dalam diri seorang muslim, maka dia akan dapat merasakan manisnya iman, yaitu: 1. Mencintai Allah dan RasulNya melebihi kecintaan dari segalanya, 2. Mencintai seseorang semata-mata karena Allah, 3. Benci untuk kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci dilemparkan kedalam neraka."
Suatu ketika Umar bin khatab berkata, "Wahai Rasulullah, saya mencintaimu lebih dari segalanya kecuali nyawa saya, kemudian Nabi bersabda, "Seseorang tidak akan menjadi mukmin yang sempurna sebelum dia lebih mencintai aku dari pada dirinya sendiri, lalu Umar berkata lagi, "Sekarang saya mencintai engkau lebih dari diri saya sendiri, Beliau bersabda, "Sekarang ya Umar ( sudah sempurna keimananmu ).
Sungguh sangat banyak kisah kecintaan para salafus soleh pada Allah, Rasul dan semangat mereka berkorban dijalan Allah yang terukir dalam sejarah. Mereka generasi terbaik umat ini. Generasi pilihan yang diabadikan namanya dalam Al-Qur'an. Setiap lembar sejarah senantiasa menempatkan mereka pada urutan pertama dalam kemuliaan dan pengorbanan.
Nah, sekarang mari kita bertanya pada diri kita masing-masing, kemudian jawablah dengan jujur, "Apakah saya telah mencintai Allah dan RasulNya melebihi atas segalanya?.
Abu Fathma
- 15.
-
INFO: Talk Show Radio & Bedah Buku "Menerbitkan Buku Itu Gampang!"
Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com j0nru
Thu Dec 11, 2008 11:30 pm (PST)
Assallamualaikum,
Teman-teman sekalian, jangan lupa ikuti DUA acara menarik berikut ini ya....
:)
1. Talk Show buku "Menerbitkan Buku Itu Gampang!"
Langsung dari siaran radio Dakta 107 FM Bekasi
Sabtu 13 Desember 2008 pukul 10.00 - 12.00 WIB
Bagi anda yang di luar jabodetabek dan luar negeri, silahkan simak
streamingnya via http://www.dakta.com :)
2. Bedah Buku "Menerbitkan Buku Itu Gampang!"
Minggu, 14 Desember 2008
Pukul 09.00 - 12.00 WIB
Lokasi: Perpustakaan Islamic Center Bekasi
Jangan lupa datang ya
Thanks Jonru
Penulis Buku "Menerbitkan Buku Itu Gampang!"
http://www.MenerbitkanBukuItuGampan :)g.com
--
Thanks dan wassalam
Jonru
Penulis Buku "Menerbitkan Buku Itu Gampang!" (MBIG)
http://www.MenerbitkanBukuItuGampan g.com/
Founder PenulisLepas.com & BelajarMenulis. com
http://www.penulislepas.com/ v2
http://www.belajarmenulis.com/
Telp: 0852-1701-4194 / 021-9829-3326
YM: jonrusaja
Belajar Menulis Jarak Jauh, Kapan Saja di Mana Saja, Berlaku Internasional
=====>>> http://www.SekolahMenulisOnline. com
Personal blog:
http://www.jonru.net
http://jonru.multiply. com
- 16.
-
TEPAT WAKTU (CATATAN KAKI)
Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Thu Dec 11, 2008 11:42 pm (PST)
Ć
TEPAT WAKTU
Ć
à à à à à à à à à à à Dua minggu yang lalu, tepatnya 2 Jumâat yang lalu, waktu shalat Jumâat jatuh pada pukul 11.40 sekian (saya lupa persisnya). Seingat saya ada yang jatuh pada pukul 11.44.
à à à à à à à à à à à Dua Jumâat yang lalu, adzan shalat Jumâat telah berkumandang sebelum waktu menunjukkan pukul 12.00 (terlambat dari waktu yang semestinya). Kumandang adzan baik shalat Jumâat maupun shalat 5 waktu tidak harus menunggu apakah kaum muslimin telah siap untuk menunaikan shalat atau tidak. Siap atau tidak, jika waktu shalat tiba, maka adzan harus dikumandangkan.
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Kaum muslimin tidak dapat mengatur kapan tibanya waktu shalat. Tapi kaum muslimin lah yang diatur. Ć
à à à à à à à à à à à Di hari Jumâat, kaum muslimin yang hadir di masjid lebih awal akan memperoleh keutamaan yang lebih dibandingkan dengan yang hadir di menit-menit berikutnya.
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Kaum muslimin yang hadir tepat waktu di masjid untuk menunaikan shalat 5 waktu dengan berjamaah lebih utama daripada kaum muslimin yang terlambat menunaikan shalat berjamaah alias masbuq.
à à à à à à à à à à à Orang yang mengerti keutamaan hadir di awal waktu pada saat hari Jumâat, tentu akan hadir tepat waktu. Orang yang mengerti keutamaan shalat berjamaâah, tentu akan hadir tepat waktu, sehingga dapat menunaikan shalat berjamaâah sejak rakaat pertama.
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Mungkin begitu pula jika ada dua pihak yang saling berjanji. Misalnya berjanji untuk bertemu di suatu tempat pada pukul 10.00. Ć Jika keduanya tidak menyadari pentingnya pertemuan itu, mungkin mereka tidak datang tepat waktu. Jika keduanya tidak menyadari pentingnya menepati janji, mungkin mereka tidak datang tepat waktunya.
Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Ć Dalam kasus yang lain misalnya. Serombongan anak sekolah berencana melakukan darmawisata ke luar kota. Mereka harus berkumpul pada pukul 07.00 di sekolah. Bagaimana kalau sudah pukul 07.00 ada beberapa orang belum hadir? Bagaimana kalau sudah pukul 07.10, ada 3 orang yang belum datang, dan diputuskan untuk berangkat?
Sebagaimana adzan Jumâat berkumandang setelah waktunya diundur dari waktu yang semestinya? Bukankah adzan Jumâat berkumandang tidak menunggu hingga masjid penuh dengan kaum muslimin? Merugilah kaum muslimin yang datang setelah adzan Jumâat berkumandang. Karena pada saat itu, malaikat pencatat telah menutup buku catatannya. à Bagi orang yang mengerti keutamaan datang di awal waktu di saat Jumâat, tentu akan menyesal ketika dia datang setelah adzan Jumâat berkumandang.
Apakah 3 orang anak sekolah dalam cerita di atas akan jera dan akan mengerti pentingnya tepat waktu, setelah mereka ditinggal teman-temannya?
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. http://id.answers.yahoo.com
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar