Senin, 08 Juni 2009

[daarut-tauhiid] Sekolah Ndeso yang Berprestasi




-----Original Message-----
From: "Heru Prabowo" <zhiya@prabowo.info>

Ini tentang sekolah setara SMA di mana anakku mendaftar. Sekarang sedang mengikuti program matrikulasi selama 2 minggu. Mudah2an kerasan.

Selain yg diceritakan dalam berita Okezone di bawah, MBI AU juga dapat jatah 5 orang (maaf, saya rada lupa tepatnya) per angkatan beasiswa masuk program S1 Universitas Al Azhar, Kairo. Syaratnya, hafal 5 juz. Sedangkan semua lulusan wajib hafal 2 juz, juz 1 dan juz 30. Santriyah terpandai, saya lupa namanya, diterima di UI dan UGM, ternyata hafal 30 juz. Dia memang sejak tsanawiyah sudah di lingkungan pesantren Nurul Ummah (induk MBI AU). Kalau saya hitung, tepatnya 18 nama diterima di PTN ternama (termasuk 2 orang santriyah di STEI ITB !!!) via program Beasiswa Prestasi yg diselenggarakan oleh Depag, lalu 26 nama diterima di PTN via program PMDK Prestasi. Saya hitung dari tabel nama, semuanya 35 orang (menurut berita di bawah, hanya 32 orang).

Saya sempat ngobrol2 dg koordinator MBI AU, pak Khudori - alumni Universitas Jember. MBI AU diasuh oleh 65 ustadz/ah, 14 orang di antaranya mukim di pesantren, 35 ustadz/ah adalah alumni Al Azhar. Tiga angkatan santri terdiri dari total 9 kelas (angkatan I 2 kelas, angkatan II 3 kelas, angkatan III 4 kelas), ditambah angkatan IV (anak saya termasuk di dalamnya) akan merekrut 5 kelas. Selain ijazah standar nasional, MBI AU juga menyelenggarakan test dan memberikan ijazah standar Al Azhar Mesir dan Cambridge Inggris. Jadi lulusan MBI AU mengantongi tiga ijazah.

Pesantren Nurul Ummah dan berbagai lembaga pendidikan di bawahnya dipimpin oleh Kiai Asep Saifudin Halim, pernah menjabat Ketua Tanfizh NU Surabaya. Menurut pak Khudori, hampir setiap hari Kiai Asep memimpin para santri shalat tahajud di lokasi pesantren. Ini yg membuat saya langsung jatuh cinta pada sekolah ini !

Semoga menggugah pesantren dan sekolah islam lain untuk berprestasi lebih baik lagi.

- hp -

----------------------------------------------------------

http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/05/13/1/219130/pemborong-beasiswa-65-persen-lulusan-diterima-ptn
Menilik Dapur MBI Amanatul Ummah
Pemborong Beasiswa, 65 Persen Lulusan Diterima PTN
Rabu, 13 Mei 2009 - 03:17 wib

Pelajaran bahasa Inggris yang diberikan salah satu pengajar dari New York. (Tritus Julan?Koran SI)

MOJOKERTO - Prestasi sejumlah siswa Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah terbilang mencolok. Meski lokasi sekolah berada di wilayah terpencil, mereka mampu mencetak siswa berprestasi.

Tak ada yang istimewa saat memasuki lingkungan sekolah MBI Amanatul Ummah di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Tempat dalam sebuah belajar mengajar yang masih dalam lingkup pondok pesantren itu berada jauh dari pusat perkotaan. Katakan saja, terpencil.

Selain lokasi yang berada di lereng gunung dan tengah hutan, bangunan yang dimiliki terbilang terbatas. Hanya beberapa lokal ruangan saja yang tersedia. Tak nampak beragam fasilitas yang biasa ada di sekolah dengan julukan "favorit". Semuanya disajikan dengan seadanya, namun terbilang cukup.

Di pojok teras kelas, tampak bertumpukan sepatu siswa yang disandarkan dalam satu kotak meninggi. Sementara di dalam kelas, terlihat beberapa siswa laki-laki lengkap dengan kopiah di kepalanya. Mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan tanpa memakai alas kaki, menjadi kebiasaan khas siswa di sini.

Suasana istimewa menyeruak, saat salah satu siswa melakukan percakapan di luar kelas. Beberapa siswa itu tampak bersenda gurau dengan menggunakan Bahasa Arab. Di sisi lainnya, terdapat kumpulan siswa putri yang juga sedang bercakap, namun dengan menggunakan bahasa Inggris dengan fasih. Nuansa bukan sekolah "biasa" mulai muncul.

Ya, di sekolah ini, siswa-siswi hanya diperbolehkan menggunakan dua bahasa dalam keseharian, yakni Bahasa Arab dan Inggris. Hanya hari Minggu saja, mereka bebas menggunakan bahasa asli, Indonesia. Peraturan seperti ini, salah satunya yang membuat sekolah ini menjadi tempat menuntut ilmu yang istimewa.

Memasuki salah satu sudut ruangan kelas, tampak seorang pengajar bule yang sibuk mengajarkan bagaimana cara menulis sebuah karangan. Tentu saja, bahasa pengantar yang dipakai adalah Bahasa Inggris.

Para siswa laki-laki, yang memang dipisah dengan siswa perempuan, tampak dengan santai menerima pelajaran yang disampaikan. Terlihat mudah menelaah keterangan demi keterangan yang diberikan pengajar bernama Taylor Smith, salah satu pengajar dari New York.

Pengajaran model demikian ini, ternyata mampu mengantarkan 32 siswa MBI Amanatul Ummah meraih sukses di jalur PMDK untuk meneruskan jenjang pendidikan sarjana. Hanya 17 siswa yang gagal mengikuti test masuk perguruan tinggi itu. Terbilang sukses, lantaran para siswa ini merupakan lulusan perdana, sejak tahun 2006 sekolah ini didirikan.

Bukan hanya jalur PMDK yang mulus dilalui. Sebanyak 18 siswa-siswa juga berhasil merebut beasiswa masuk perguruan tinggi negeri yang disediakan Departemen Agama RI. Angka itu, merupakan angka perbebutan tertinggi di tingkat nasional. "Kami beruntung, karena prestasi ini kami dapat saat sekolah baru meluluskan siswa pertama kalinya," terang Koordinator MBI Amanatul Ummah, Achmad Chudori.

Prestasi cemerlang itu tak luput dari kerja keras siswa mengikuti sederetan metode pengajaran yang diberikan sekolah. Tak hanya menggunakan kurikulum nasional, sekolah ini juga menggunakan kurikulum dari Al-Azhar, Kairo, Mesir dan kurikulum dari Cambridge University, London, Inggris. Disiplin ilmu dari multi bahasa itu, mengantarkan para siswa ini dengan mudah menjawab sejumlah test yang diujikan.

"Setelah lulus nanti, para siswa juga mendapat ijazah dari Al-Azhar dan Cambridge University," tukasnya.

Tak gampang memang untuk menuntut ilmu di sekolah ini. Pada angkatan pertama, sederetan tes diberlakukan untuk siswa baru. Mulai dari pretest, matrikulasi, dan posttest. Dalam proses matrikulasi, siswa diajarkan secara intens pelajaran bahasa Arab dan Inggris.

"Selain dua bahasa itu, kami juga memantapkan pelajaran umum," tambahnya.

Paduan antara akademis dan religius yang diberlakukan secara ketat ini, juga mampu membuat sebagian dari siswa berhasil lolos test ujian lebih dari satu perguruan tinggi negeri. "Ada 18 siswa-siswa yang diterima lebih dari satu PTN. Bahkan ada satu siswa yang lolos di tiga PTN," ungkap Chudori bangga.

(Tritus Julan/Koran SI/nov)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: