Senin, 08 Juni 2009

[FISIKA] Digest Number 2763

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Re: Action Functional, OOT ya... From: A.R.T. Nugraha
1b.
Re: Action Functional, OOT ya... From: Suharyo Sumowidagdo
1c.
Re: Action Functional, OOT ya... From: aldo safardan
2a.
Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classical Mechanics From: wendy ajiartanto
2b.
Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classical Mechanics From: wendy ajiartanto
3a.
Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, OOT From: A.R.T. Nugraha
3b.
Re: Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, From: Satria Zulkarnaen
3c.
Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, OOT From: frank_the_hero
3d.
Re: Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, From: A.R.T. Nugraha
3e.
Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, OOT From: Suharyo Sumowidagdo
3f.
Re: Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, From: Asis Pattisahusiwa
3g.
Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, OOT From: Suharyo Sumowidagdo
3h.
Re: Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, From: A.R.T. Nugraha
3i.
Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, OOT From: Suharyo Sumowidagdo
4.
Monbukagakusho 2009-2010 Program S1, D2 dan D3 From: onkismustaqin
5.
buku GMR From: ramlisutan@ymail.com
6a.
Re: Bls: [FISIKA] Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classica From: Asis Pattisahusiwa
6b.
Re: Bls: [FISIKA] Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classica From: Irwansyah Irwansyah
6c.
Re: Bls: [FISIKA] Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classica From: A.R.T. Nugraha
6d.
Re: Bls: [FISIKA] Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classica From: A.R.T. Nugraha
7a.
lanjutan posting milis From: Asis Pattisahusiwa
7b.
Re: lanjutan posting milis From: Irwansyah Irwansyah
7c.
Re: lanjutan posting milis From: Asis Pattisahusiwa
7d.
Re: lanjutan posting milis From: A.R.T. Nugraha
8.
Mohon Berbagi Info & Pengalaman: Tohoku Univ., Material Science, Nan From: Abdul Manaf

Messages

1a.

Re: Action Functional, OOT ya...

Posted by: "A.R.T. Nugraha" art.nugraha@gmail.com   art.nugraha

Sun Jun 7, 2009 4:28 pm (PDT)



Agak OOT, sedikit berbagi pengalaman, meskipun sebenarnya saya masih jauh
dari kapasitas untuk berbagi.

#Tiger Land,
Hmm, trik-trik + c - c kayak gitu sebetulnya cukup umum untuk mengubah suatu
persamaan.

Eh, saya tergelitik dengan statement Anda "bru sadar kalau saya tidak tahu
kalau saya tahu", itu apa maksudnya? Bener-bener sudah dapet "ide" solusinya
atau belum?

Iseng ya, saya jadi ingat diri saya sendiri klo lagi diajarin pembimbing
saya. Seringkali materinya kelewat tinggi dari jangkauan otak. Tapi sewaktu
beliau menjelaskan sesuatu tuh saya sering ngangguk-ngangguk aja (seolah
mikir dan ngerti apa yang beliau omongin), tujuannya ya supaya beliau ga
tanya macem-macem ke saya :p
Setelah sekian lama cuap-cuap, tiba-tiba beliau bertanya, "Do you understand
what I am talking about?". Saya enteng aja bilang, "Yes".
Beliau bales, "Really? Can you explain again what I have taught to you?"
(huaaa, ini memang bukan pertanyaan macem2, tapi di luar ekspektasi saya)
@_@
Berhubung saya tadi pura-pura ngerti, jadinya saya ga bisa jelasin lagi apa
yang baru aja dibahas, hehe...

Hati-hati klo ntar Anda dapet profesor tipe2 begitu, senang mengecek sampai
hal detail bisa kerepotan lho. Terutama profesor seperti itu akan sering
menanyakan "Apa Anda benar2 sudah mengerti?"
Terkait dengan Anda, kalau belajar Field Theory seharusnya sudah mengerti
Quantum Mechanics (non-relativistic), dan seterusnya, dan mudah2an gak
bersikap seolah-olah sudah mengerti, sehingga tidak perlu lagi belajar hal2
yang lebih dasar.
Saya ingat Mas Tiger Land ini yang pernah bikin thread "Quantum Leap",
ingin beralih menjadi fisikawan partikel dari teknik elektro. Perlu
perjuangan bener2 extra untuk mewujudkan itu, apalagi mau mendalami fisika
teori ya? Cobalah buat belajar lebih runtut. Menurut saya, orang-orang
fisika teori itu adalah yang harus paling bertanggung jawab dengan cara
mengerti semua fisika.
Saya malah terbalik, kadang menyesal masuk jurusan fisika, teori pula,
mending jadi petani saja.
Semoga sukses beralih jurusannya ;)

#Pak Haryo,
terima kasih untuk saran buku2nya.
Anthony Zee gaya nulis bukunya mirip seperti Griffith, enak dibaca,
sayangnya banyak misprints/typos.
Ini ada errata:
http://www.kitp.ucsb.edu/~zee/nuts.html<http://www.kitp.ucsb.edu/%7Ezee/nuts.html>

Ada juga rekomendasi buku ini, ditulis Zyun F. Ezawa:
http://www.worldscibooks.com/physics/6242.html
ini terutama bagus buat yang berkutat di condensed matter phyics.
Semester lalu saya ikut kuliah dari beliau, tapi saya gak ngerti apapun dari
yang dia ajarkan. T_T

2009/6/6 aldo safardan <tiger_land_62@yahoo.com>

>
>
> Perihal dasar dalam matematika aturan rantai dan rumus kuadrat itu sy
> sudah paham kok dr dasar2 yg pernah sy ambil tp yg kmarin sy bingungin itu
> muncul tnda minusnya. Dan stlh djlaskn pkei asumsi c - c=0 itu bru sadar
> kalau saya tidak tahu kalau tahu, maaf ya kalau saya tidak tahu
> menggunakan asumsi itu..
>
> trima kasih ya penjelasannya^^.
>
>
>
>
> --- On *Sat, 6/6/09, Suharyo Sumowidagdo <sumowidagdo@gmail.com>* wrote:
>
>
> From: Suharyo Sumowidagdo <sumowidagdo@gmail.com>
> Subject: Re: [FISIKA] Action Functional
> To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
> Date: Saturday, June 6, 2009, 12:54 AM
>
> --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com<http://mc/compose?to=fisika_indonesia%40yahoogroups.com>,
> "A.R.T. Nugraha" <art.nugraha@ ...> wrote:
> >
> > #Mas Haryo,
> > Iya sih, banyak matematika yang dibilang, "with a little trick, we can *
> > simply* solve bla... bla... bla...", padahal penurunannya 1-2 halaman.
> > Tapi klo yang ditanyakan Mas Tiger Land ini simple banget, pake
> pengetahuan
> > matematika tingkat I juga bisa beres.
> >
> > Ada rekomendasi buku QFT yang bagus dan gak sloppy?
>
> Saya lihat buku "Quantum Field Theory in a Nutshell" karangan Anthony Zee
> dari UC Santa Barbara kelihatannya jujur, dimana dia menuliskan dengan jelas
> alasan-alasan di belakang dirty mathematical tricks yang umum dipakai di
> QFT.
>
> Buku undergraduate seperti F. Halzen&A.D. Martin Quarks and Leptons, F.
> Mandl's Quantum Field Theory, G. L. Kane's Modern Elementary Particle
> Physics, D. Griffiths' Introduction to Elementary Particles, atau catatan
> kuliah fiska partikel S.P. Martin (ada di arxiv preprint) , M. Maggiore juga
> bagus dijadikan pendahuluan ke QFT sebelum mencoba membaca buku yang lebih
> berat.
>
> Untuk yang mau belajar QFT serius sehingga bisa melakukan perhitungan untuk
> dipublikasi, buku-buku diatas tidak cukup. Bbrp buku lanjutan yang saya
> tahu: Peskin-Schroeder (buku teks saya dulu), Cheng-Li, Weinberg,
> Itzykzon-Zuber, (semuanya cuma tahu tapi tidak baca). Harus membaca juga
> paper-paper klasik, baik yang berupa discovery paper (dimana suatu ide
> dikemukakan pertama kali) atau review article (dimana ide baru tersebut
> didiskusikan dan dibahas dengan detail, atau ide tersebut diaplikasikan
> untuk sebuah problem fisika).
>
> Haryo
>
>
>
>
1b.

Re: Action Functional, OOT ya...

Posted by: "Suharyo Sumowidagdo" sumowidagdo@gmail.com   haryo_hep

Sun Jun 7, 2009 5:15 pm (PDT)



--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "A.R.T. Nugraha"

> teori ya? Cobalah buat belajar lebih runtut. Menurut saya, orang-orang
> fisika teori itu adalah yang harus paling bertanggung jawab dengan cara
> mengerti semua fisika.

It is impossible to understand all part of physics, it is a very large field. It is possible though to understand the core knowledge of physics, as taught in undergraduate, completely. There are quite a lot of experimentalists and physicists in different sub-fields of physics also who understand a whole lot of physics. Are you going to say that people like Lederman, Chu, or Rabi (they are not theorist, they are experimentalist) don't understand physics completely ... ? How theories are going to be put under test if the experimentalists don't understand the theory then ? That is just not how science and physics work.

It is a perpetual misunderstanding (which only exists in Indonesia by the way) to think that only theorist can (and should) understand physics completely. It is the resposibility of ALL PHYSICIST (irrespective whether they are theorist, experimentalist, of which sub-fields they are working) to understand the core knowledge of physics, at least at the level taught in undergraduate / S1 / Sarjana. This is why in US, there is a written comprehensive qualifying examination to assess that all PhD candidates have a well-rounded understanding of the core knowledge of physics at the undergraduate level.

I have been promoting this simple idea for a long time. It is surprising and shocking (not in a good way) that so many people have failed to understand this simple point. How could one claims to be a physicist, if one says that one doesn't want to understand classical mechanics, with the reason that one's research/specialty does not use classical mechanics. It is VERY unprofessional and it is simply not the right attitude to have.

Haryo

1c.

Re: Action Functional, OOT ya...

Posted by: "aldo safardan" tiger_land_62@yahoo.com   tiger_land_62

Mon Jun 8, 2009 8:25 am (PDT)



#A.R.T Nugraha

"Tidak tahu kalau
tahu" itu tidak menyadari bahwa sebenarnya punya pengetahuan. Terkait diskusi,
matematik dalam c-c itu tidak terpikir oleh saya hhe..(peezz ya^^) "Tidak tahu
kalau tahu" itu saya ambil dari 4 kategori filsafat kejawenan. Ya, ya trima
kasih ya sudah didapt solusinya dan trima kasih juga masukannya, sy akan meruncingkan
dasar2 yg terkait^^. Field theory is hard,hard,hard and hard (mpe brp ya hardnya?hwehwe,,)..hmm..waktu
itu sy sedang berada di perpustakaan dan menemukan buku field theory itu, abis
saya pnasaran and ga tahan bwt ng-bc-nya meski bnyk ga ngertinya jadi sy copi
aja de hwehwe..

Terkait mekanika kuantum
saya tidak pernah sepenuhnya mengerti dan tetap terus mempelajari dan mempelajarinya.
Sy mempljrinya dari buku karangan agus purwanto dan quantum mechanic
demistified. Seperti kata feynmen "tak ada yang tahu bagaimana bisa begitu." Begtu juga degn teroi dasar yg lainya..Tapi Hr esok harus lebih baik kan?hwehwe..Jadi boleh sy memohon bimbingan
virtualnya?pleaseeee hwehwe...

Wah kalo Sy
pernah menyesal juga masuk elektronika krn dulu ingin masuk ke fisika (silang
pendapat dengan keluarga)..Tapi yasudahlah masa lalu tinggal sejarah dan masa
dpn blum terjadi juga kan huehuehue....
--- On Sun, 6/7/09, A.R.T. Nugraha <art.nugraha@gmail.com> wrote:

From: A.R.T. Nugraha <art.nugraha@gmail.com>
Subject: Re: [FISIKA] Action Functional, OOT ya...
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Date: Sunday, June 7, 2009, 5:25 AM

Agak OOT, sedikit berbagi pengalaman, meskipun sebenarnya saya masih jauh dari kapasitas untuk berbagi.

#Tiger Land,
Hmm, trik-trik + c - c kayak gitu sebetulnya cukup umum untuk mengubah suatu persamaan.

Eh, saya tergelitik dengan statement Anda "bru sadar kalau saya tidak tahu kalau saya tahu", itu apa maksudnya? Bener-bener sudah dapet "ide" solusinya atau belum?

Iseng ya, saya jadi ingat diri saya sendiri klo lagi diajarin pembimbing saya. Seringkali materinya kelewat tinggi dari jangkauan otak. Tapi sewaktu beliau menjelaskan sesuatu tuh saya sering ngangguk-ngangguk aja (seolah mikir dan ngerti apa yang beliau omongin), tujuannya ya supaya beliau ga tanya macem-macem ke saya :p

Setelah sekian lama cuap-cuap, tiba-tiba beliau bertanya, "Do you understand what I am talking about?". Saya enteng aja bilang, "Yes".

Beliau bales, "Really? Can you explain again what I have taught to you?" (huaaa, ini memang bukan pertanyaan macem2, tapi di luar ekspektasi saya) @_@
Berhubung saya tadi pura-pura ngerti, jadinya saya ga bisa jelasin lagi apa yang baru aja dibahas, hehe...

Hati-hati klo ntar Anda dapet profesor tipe2 begitu, senang mengecek sampai hal detail bisa kerepotan lho. Terutama profesor seperti itu akan sering menanyakan "Apa Anda benar2 sudah mengerti?"
Terkait dengan Anda, kalau belajar Field Theory seharusnya sudah mengerti Quantum Mechanics (non-relativistic) , dan seterusnya, dan mudah2an gak bersikap seolah-olah sudah mengerti, sehingga tidak perlu lagi belajar hal2 yang lebih dasar.

Saya ingat Mas Tiger Land ini yang  pernah bikin thread  "Quantum Leap", ingin beralih menjadi fisikawan partikel dari teknik elektro. Perlu perjuangan bener2 extra untuk mewujudkan itu, apalagi mau mendalami fisika teori ya? Cobalah buat belajar lebih runtut. Menurut saya, orang-orang fisika teori itu adalah yang harus paling bertanggung jawab dengan cara mengerti semua fisika.

Saya malah terbalik, kadang menyesal masuk jurusan fisika, teori pula, mending jadi petani saja.
Semoga sukses beralih jurusannya ;)

#Pak Haryo,
terima kasih untuk saran buku2nya.
Anthony Zee gaya nulis bukunya mirip seperti Griffith, enak dibaca, sayangnya banyak misprints/typos.
Ini ada errata: http://www.kitp. ucsb.edu/ ~zee/nuts. html

Ada juga rekomendasi buku ini, ditulis Zyun F. Ezawa:
http://www.worldsci books.com/ physics/6242. html
ini terutama bagus buat yang berkutat di condensed matter phyics.

Semester lalu saya ikut kuliah dari beliau, tapi saya gak ngerti apapun dari yang dia ajarkan. T_T

2009/6/6 aldo safardan <tiger_land_62@ yahoo.com>

Perihal dasar dalam matematika aturan rantai dan rumus kuadrat itu sy sudah paham kok dr dasar2 yg pernah sy ambil tp yg kmarin
sy bingungin itu muncul tnda minusnya. Dan stlh djlaskn pkei asumsi  c - c=0 itu  bru sadar kalau saya tidak tahu kalau tahu, maaf ya kalau saya tidak tahu menggunakan asumsi itu..

trima kasih ya penjelasannya^ ^.

--- On Sat, 6/6/09, Suharyo Sumowidagdo <sumowidagdo@ gmail.com> wrote:

From: Suharyo Sumowidagdo <sumowidagdo@ gmail.com>
Subject: Re: [FISIKA] Action Functional

To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
Date: Saturday, June 6, 2009, 12:54 AM

--- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "A.R.T. Nugraha" <art.nugraha@ ...> wrote:

>

> #Mas Haryo,

> Iya sih, banyak matematika yang dibilang, "with a little trick, we can *

> simply* solve bla... bla... bla...", padahal penurunannya 1-2 halaman.

> Tapi klo yang ditanyakan Mas Tiger Land ini simple banget, pake pengetahuan

> matematika tingkat I juga bisa beres.

>

> Ada rekomendasi buku QFT yang bagus dan gak sloppy?

Saya lihat buku "Quantum Field Theory in a Nutshell" karangan Anthony Zee dari UC Santa Barbara kelihatannya jujur, dimana dia menuliskan dengan jelas alasan-alasan di belakang dirty mathematical tricks yang umum dipakai di QFT.

Buku undergraduate seperti F. Halzen&A.D. Martin Quarks and Leptons, F. Mandl's Quantum Field Theory, G. L. Kane's Modern Elementary Particle Physics, D. Griffiths' Introduction to Elementary Particles, atau catatan kuliah fiska partikel S.P. Martin (ada di arxiv preprint) , M. Maggiore juga bagus dijadikan pendahuluan ke QFT sebelum mencoba membaca buku yang lebih berat.

Untuk yang mau belajar QFT serius sehingga bisa melakukan perhitungan untuk dipublikasi, buku-buku diatas tidak cukup. Bbrp buku lanjutan yang saya tahu: Peskin-Schroeder (buku teks saya dulu), Cheng-Li, Weinberg, Itzykzon-Zuber, (semuanya cuma tahu tapi tidak baca). Harus membaca juga paper-paper klasik, baik yang berupa discovery paper (dimana suatu ide dikemukakan pertama kali) atau review article (dimana ide baru tersebut didiskusikan dan dibahas dengan detail, atau ide tersebut diaplikasikan untuk sebuah problem fisika).

Haryo































2a.

Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classical Mechanics

Posted by: "wendy ajiartanto" wendy_blink@yahoo.com   wendy_blink

Sun Jun 7, 2009 4:51 pm (PDT)







Classical Mechanics, 2nd edition, 1980 (Addison-Wesley series in physics)


by: Herbert Goldstein

en



0201029189  9780201029185 











http://ifile.it/oyi8vl4




Introduction to Classical Mechanics (2nd Edition)


by: Atam P. Arya

en

0135052238  9780135052235

http://ifile.it/8soacd

Sory gan bukunya ga ktemu... sbg alternatif bsa pake 2 buku itu dah kopi paste linknya di browser langsung pililh request tikcket trus sedot aja...

wendy ajiartanto

Jl Karonsih Utara VI/145

ngaliyan Semarang

50181

ph +628157629951

http://www.curvatech.com

wendy.aji@curvatech.com

2b.

Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classical Mechanics

Posted by: "wendy ajiartanto" wendy_blink@yahoo.com   wendy_blink

Sun Jun 7, 2009 5:40 pm (PDT)







Introduction to Classical Mechanics (2nd Edition)


by: Atam P. Arya

en



0135052238  9780135052235 









 



created:  document.write( show_local_dt( 1155108037 ) );2006-08-09 14:20  
by: cesarva111   
updated: document.write( show_local_dt( 1231437109 ) );2009-01-09 00:51









 



item status:  ok


 










links






add links



 






are



  
document.write( show_local_dt( 1187544315 ) );2007-08-20 00:25
    





   
send a report to staff
   

   












type: DJVU
size: 4689920 bytes
md5: 8FA8630F67785D6CFC7AC73C8CD269F9

pass: gigapedia.org

"optimized DJVU file with searchable text.
original
filename: Arya A.P. Introduction to classical mechanics (2ed., PH,
1997)(ISBN 0135052238)(KA)(150dpi)(T)(718s)_PCtm_.djvu
RAR archive password: gigapedia.org"



#1

rapidshare.com








 





chaos



  
document.write( show_local_dt( 1200563465 ) );2008-01-17 16:51
    





   
send a report to staff
   

   












sent by soundofwisdom 404 days ago



#1

ifile.it








 





chaos



  
document.write( show_local_dt( 1200563519 ) );2008-01-17 16:51
    





   
send a report to staff
   

   












mirror of are's link



#1

ifile.it








 





are



  
document.write( show_local_dt( 1223215317 ) );2008-10-05 21:01
    





   
send a report to staff
   

   












type: DJVU
size: 4689920 bytes
md5: 8FA8630F67785D6CFC7AC73C8CD269F9

optimized DJVU file with searchable text.
original
filename: Arya A.P. Introduction to classical mechanics (2ed., PH,
1997)(ISBN 0135052238)(KA)(150dpi)(T)(718s)_PCtm_.djvu
RAR archive password: twilightzone



#1

ifile.it
http://ifile.it/gas40nd
itu yang versi djavu gan jadi lebih kecik filesizenya...

wendy ajiartanto

Jl Karonsih Utara VI/145

ngaliyan Semarang

50181

ph +628157629951

http://www.curvatech.com

wendy.aji@curvatech.com

3a.

Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, OOT

Posted by: "A.R.T. Nugraha" art.nugraha@gmail.com   art.nugraha

Sun Jun 7, 2009 7:35 pm (PDT)



Glek, kenapa balasnya pake bahasa Inggris? Saya pake bahasa Indonesia aja
ya.
Topik ini jadi berkembang... Berhubung Pak Haryo adalah moderator juga di
sini, saya sekalian minta izin buat ganti subject-nya.

Ya, memang mustahil buat mengerti fisika semuanya, maksud saya mengerti
semua fisika di email sebelumya adalah apa yang diajarkan di tingkat
sarjana, ini sesuai dengan pernyataan Pak Haryo tentang "core knowledge".
Saya mengerti tentang apa yang coba disosialisasikan oleh Pak Haryo kalau
semua yang bercita-cita menjadi fisikawan harus punya pemahaman yang
menyeluruh, minimalnya tingkat undergraduate.

Maaf kalau jadi tampak bertentangan ^^, saya memang ga tau apa2 tentang
fisika eksperimen. Saya ga di Amerika dan ga di Indonesia, tapi di
lingkungan kerja saya kesenjangan pengetahuan antara fisika teoretik dan
eksperimen sangatlah terasa, itulah mengapa saya bilang kalau mau berkarir
di fisika teori harus lebih bertanggung jawab, yaitu dengan meluangkan waktu
lebih supaya bisa lebih mengerti hal-hal dasar. Tapi di negara yang sama,
cuma lab yang berbeda, mungkin tidak terjadi kesenjangan yang saya
ceritakan.

Profesor saya (teoretik) sering ambil data-data eksperimen dari kolaborator
negara lain, dan beliau coba jelaskan eksperimen itu dengan teori yang ada,
sedangkan eksperimentalis tidak punya penjelasan sendiri sehingga meminta
penjelasan pada orang teori. Setelah "teori"-nya eksperimen itu tersusun,
barulah disampaikan seluruhnya pada eksperimentalis. Di email2 kolaborasi
seringkali bahkan eksperimentalis (sudah post-doc) bertanya hal-hal dasar
yang sebenarnya bisa dicari sendiri dan tidak perlu ditanyakan. Dengan
sabarnya, beliau menjelaskan semua secara detail pada eksperimentalis
(padahal kalau saya yang nanya itu pasti dimarahi, "kamu selama ini belajar
apa?"). Jadi di sini orang teori ngerti sesuatu tapi orang eksperimen nggak,
padahal yang bikin eksperimen itu ya orang eksperimen, cuma ya kita orang
teori ga ngerti gimana caranya bikin eksperimen. Dari proses kolaborasi
seperti ini kemudian bisa tertulis satu paper, baik itu untuk jurnal atau
conference. Mungkin ini beda ya sistemnya dengan di Amerika, entahlah, mohon
pencerahan.

Bagaimanapun, saya ga bermaksud bilang Lederman, Chu, or Rabi ga ngerti
fisika secara menyeluruh. Sombong sekali jika berpikiran seperti itu.
Sekaligus, saya meminta maaf jika ada pernyataan yang memancing Pak Haryo
menyebutkan hal demikian.
Menurut saya, mereka itu orang-orang yang gifted/talented, mereka memang
bukan sekedar eksperimentalis, tapi juga orang teoretik. Pak Haryo juga
termasuk gifted, bisa kerjakan teori dan eksperimen sekaligus. Dan saya
akui, banyak sekali eksperimentalis yang memiliki pengetahuan teori lebih
baik daripada yang mendedikasikan diri menjadi fisikawan teoretik sedari
awal.

Maaf jika ada yang tidak berkenan, apalagi saya hanyalah orang yang selama
ini ROM (read-only member) tiba2 muncul komen sana komen sini.

best regards,

art.n
[cuma mimpi jadi fisikawan, heuheu]

On Mon, Jun 8, 2009 at 9:15 AM, Suharyo Sumowidagdo
<sumowidagdo@gmail.com>wrote:

>
>
> It is impossible to understand all part of physics, it is a very large
> field. It is possible though to understand the core knowledge of physics, as
> taught in undergraduate, completely. There are quite a lot of
> experimentalists and physicists in different sub-fields of physics also who
> understand a whole lot of physics. Are you going to say that people like
> Lederman, Chu, or Rabi (they are not theorist, they are experimentalist)
> don't understand physics completely ... ? How theories are going to be put
> under test if the experimentalists don't understand the theory then ? That
> is just not how science and physics work.
>
> It is a perpetual misunderstanding (which only exists in Indonesia by the
> way) to think that only theorist can (and should) understand physics
> completely. It is the resposibility of ALL PHYSICIST (irrespective whether
> they are theorist, experimentalist, of which sub-fields they are working) to
> understand the core knowledge of physics, at least at the level taught in
> undergraduate / S1 / Sarjana. This is why in US, there is a written
> comprehensive qualifying examination to assess that all PhD candidates have
> a well-rounded understanding of the core knowledge of physics at the
> undergraduate level.
>
> I have been promoting this simple idea for a long time. It is surprising
> and shocking (not in a good way) that so many people have failed to
> understand this simple point. How could one claims to be a physicist, if one
> says that one doesn't want to understand classical mechanics, with the
> reason that one's research/specialty does not use classical mechanics. It is
> VERY unprofessional and it is simply not the right attitude to have.
>
> Haryo
>
>
>
3b.

Re: Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional,

Posted by: "Satria Zulkarnaen" izoel13@yahoo.com   izoel13

Sun Jun 7, 2009 8:03 pm (PDT)



Mas Haryo mungkin bisa memberikan penjelasan kepada rekan-rekan kita tentang kategorisasi HEP-Th, HEP-Ph, dan HEP-Ex (high energy physics-theoretical, -phenomenological, -experimental). Dan juga bagaimana ketiganya saling berkontribusi dan saling bekerjasama dalam menyelesaikan masalah2 dalam HEP.

Untuk bidang yang saya dalami sendiri (Condensed Matter), sebetulnya saya juga masih kurang yakin apakah juga terbagi menjadi tiga seperti HEP atau hanya dua, CondMat-Th dan CondMat-Ex saja. Tapi, saya rasa seharusnya juga menjadi tiga, hanya saja orang2 CondMat-Ph cenderung tidak punya boundary yang nyata seperti orang2 HEP-Ph.

Saya setuju dengan Madrid (CondMat-Th), bahwa yang terpenting itu adalah komunikasi antara orang2 yang berbeda spesialisasi. Tetapi, komunikasi itu bisa berjalan jika semuanya punya bahasa komunikasi yang sama, yaitu basic physics-nya. Professor saya sendiri selalu menekankan untuk, "don't solve the problem solely by yourself, you will be an ordinary physicist. But, try to make friends, collaborators. The key point is discuss, discuss and discuss with the other scientists." Karena, kita hanyalah bagian kecil dari dunia scientific.

Yang berusaha jadi CondMat-Ph (di bawah tekanan advisor yang pure CondMat-Ex),

>>->>IZUL<<-<<$4+|~14<<
-----------------------
Satria Zulkarnaen Bisri
Graduate Student
Low Temperature Condensed State Physics (Y. Iwasa Lab.)
Institute for Materials Research
Tohoku University, Japan
URL: http://www-lab.imr.tohoku.ac.jp/~satria/index.html

________________________________
From: A.R.T. Nugraha <art.nugraha@gmail.com>
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Monday, June 8, 2009 11:22:34 AM
Subject: Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, OOT]

Glek, kenapa balasnya pake bahasa Inggris? Saya pake bahasa Indonesia aja ya.
Topik ini jadi berkembang.. . Berhubung Pak Haryo adalah moderator juga di sini, saya sekalian minta izin buat ganti subject-nya.

Ya, memang mustahil buat mengerti fisika semuanya, maksud saya mengerti semua fisika di email sebelumya adalah apa yang diajarkan di tingkat sarjana, ini sesuai dengan pernyataan Pak Haryo tentang "core knowledge". Saya mengerti tentang apa yang coba disosialisasikan oleh Pak Haryo kalau semua yang bercita-cita menjadi fisikawan harus punya pemahaman yang menyeluruh, minimalnya tingkat undergraduate.

Maaf kalau jadi tampak bertentangan ^^, saya memang ga tau apa2 tentang fisika eksperimen. Saya ga di Amerika dan ga di Indonesia, tapi di lingkungan kerja saya kesenjangan pengetahuan antara fisika teoretik dan eksperimen sangatlah terasa, itulah mengapa saya bilang kalau mau berkarir di fisika teori harus lebih bertanggung jawab, yaitu dengan meluangkan waktu lebih supaya bisa lebih mengerti hal-hal dasar. Tapi di negara yang sama, cuma lab yang berbeda, mungkin tidak terjadi kesenjangan yang saya ceritakan.

Profesor saya (teoretik) sering ambil data-data eksperimen dari kolaborator negara lain, dan beliau coba jelaskan eksperimen itu dengan teori yang ada, sedangkan eksperimentalis tidak punya penjelasan sendiri sehingga meminta penjelasan pada orang teori. Setelah "teori"-nya eksperimen itu tersusun, barulah disampaikan seluruhnya pada eksperimentalis. Di email2 kolaborasi seringkali bahkan eksperimentalis (sudah post-doc) bertanya hal-hal dasar yang sebenarnya bisa dicari sendiri dan tidak perlu ditanyakan. Dengan sabarnya, beliau menjelaskan semua secara detail pada eksperimentalis (padahal kalau saya yang nanya itu pasti dimarahi, "kamu selama ini belajar apa?"). Jadi di sini orang teori ngerti sesuatu tapi orang eksperimen nggak, padahal yang bikin eksperimen itu ya orang eksperimen, cuma ya kita orang teori ga ngerti gimana caranya bikin eksperimen. Dari proses kolaborasi seperti ini kemudian bisa tertulis satu paper, baik itu untuk jurnal atau
conference. Mungkin ini beda ya sistemnya dengan di Amerika, entahlah, mohon pencerahan.

Bagaimanapun, saya ga bermaksud bilang Lederman, Chu, or Rabi ga ngerti fisika secara menyeluruh. Sombong sekali jika berpikiran seperti itu. Sekaligus, saya meminta maaf jika ada pernyataan yang memancing Pak Haryo menyebutkan hal demikian.
Menurut saya, mereka itu orang-orang yang gifted/talented, mereka memang bukan sekedar eksperimentalis, tapi juga orang teoretik. Pak Haryo juga termasuk gifted, bisa kerjakan teori dan eksperimen sekaligus. Dan saya akui, banyak sekali eksperimentalis yang memiliki pengetahuan teori lebih baik daripada yang mendedikasikan diri menjadi fisikawan teoretik sedari awal.

Maaf jika ada yang tidak berkenan, apalagi saya hanyalah orang yang selama ini ROM (read-only member) tiba2 muncul komen sana komen sini.

best regards,

art.n
[cuma mimpi jadi fisikawan, heuheu]

On Mon, Jun 8, 2009 at 9:15 AM, Suharyo Sumowidagdo <sumowidagdo@ gmail.com> wrote:

It is impossible to understand all part of physics, it is a very large field. It is possible though to understand the core knowledge of physics, as taught in undergraduate, completely. There are quite a lot of experimentalists and physicists in different sub-fields of physics also who understand a whole lot of physics. Are you going to say that people like Lederman, Chu, or Rabi (they are not theorist, they are experimentalist) don't understand physics completely ... ? How theories are going to be put under test if the experimentalists don't understand the theory then ? That is just not how science and physics work.

It is a perpetual misunderstanding (which only exists in Indonesia by the way) to think that only theorist can (and should) understand physics completely. It is the resposibility of ALL PHYSICIST (irrespective whether they are theorist, experimentalist, of which sub-fields they are working) to understand the core knowledge of physics, at least at the level taught in undergraduate / S1 / Sarjana. This is why in US, there is a written comprehensive qualifying examination to assess that all PhD candidates have a well-rounded understanding of the core knowledge of physics at the undergraduate level.

I have been promoting this simple idea for a long time. It is surprising and shocking (not in a good way) that so many people have failed to understand this simple point. How could one claims to be a physicist, if one says that one doesn't want to understand classical mechanics, with the reason that one's research/specialty does not use classical mechanics. It is VERY unprofessional and it is simply not the right attitude to have.

Haryo

3c.

Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, OOT

Posted by: "frank_the_hero" frank_nasch@yahoo.com   frank_the_hero

Sun Jun 7, 2009 9:36 pm (PDT)



--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "A.R.T. Nugraha" <art.nugraha@...> wrote:
>
> Glek, kenapa balasnya pake bahasa Inggris? Saya pake bahasa Indonesia aja
> ya.

Mr. (or Ms.?) A.R.T,

I just want to point a very important issue here: The universal language of Physics –and Science in general- is English. Period! It does not mean every physicist should also be an English poet or bard. Heck, even some lousy English with basic grammar and vocabulary will do, as long as the others understand what you mean.

For the theorists vs. experimentalists, Mr. Haryo has surely enlightened us all regarding this issue. I believe it will be even better if a physicist also has adequate teaching skills. I might be wrong here, but Richard Feynman is one good example of a physicist who could do the theory, experiment (more or less, Fermi was a much better experimentalist than Feynman), and teaching. If you never heard who Feynman was and what he did, please google or wiki it.

Excelsior!!
Franklin =)

3d.

Re: Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional,

Posted by: "A.R.T. Nugraha" art.nugraha@gmail.com   art.nugraha

Mon Jun 8, 2009 12:30 am (PDT)



#Mas Franklin,
Saya malah jadi minder pake bahasa Inggris ^^
Buat saya sendiri, diskusi di milis fisika ini merupakan salah satu sarana
refreshing dari rutinitas kaku di lab.
Seperti misalnya di topik lain ada yang request buku, kemudian ditimpali
dengan "sorry gan, ga nemu bukunya", itu bisa menyegarkan suasana.
Makanya saya cenderung lebih milih pake bahasa Indonesia, titik, ga pake
period :p

Sewaktu S1, saya dengan teman-teman sering "berantem" memperdebatkan
beberapa soal fisika atau membahas paper justru dalam bahasa terminal, lu
gua aing siah =)).
Kadang kita saling ejek karena tidak bisa mengerjakan soal yang sepele,
kadang ada yang sok jago sudah menemukan atau menjelaskan fenomena baru,
tapi ternyata omong kosong (termasuk saya), hehe...
Hal-hal seperti itu tentu tidak bisa ditemui di suasana lab yang kelewat
serius.

Anyway, I agree with you, it is better if physicists can have a nice
teaching skill.
I know something about Feynman, however, I am not so sure if I could
understand his teaching physics (based on my experience surfing the
internet). "Good" or "bad" teaching style is relative to each other
depending on our preferences. I tried several times listening to Feynman's
audio lectures but I got nothing. Of course I am not trying to blame him for
that; I will never be like him forever, even for just approching 0.1% of his
knowledge I am not able to do so.
In the sense of making me understand physics, some ITB lectures were better
for me. I wish I could follow them someday.

Jadi ini kesimpulannya gimana ya, mohon pencerahan aja deh.
Saya mungkin terlalu kaku juga memisahkan fisika teori dan eksperimen.
Sementara Kak Satria Zulkarnaen malah punya istilah fenomenologi.
Fisika memang sangat luas...

#Buat Mr. Tiger Land,
maafkan saya kalo ada kata2 yang tidak berkenan, moga gak kapok tanya soal2
di sini. Saya juga pengen tanya macem2 soal sama temen2 yang lain, banyak
yang belum saya mengerti.

Regards,
art.n
(nickname: madrid)

On Mon, Jun 8, 2009 at 1:35 PM, frank_the_hero <frank_nasch@yahoo.com>wrote:

>
>
> --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia%40yahoogroups.com>,
> "A.R.T. Nugraha" <art.nugraha@...> wrote:
> >
> > Glek, kenapa balasnya pake bahasa Inggris? Saya pake bahasa Indonesia aja
> > ya.
>
> Mr. (or Ms.?) A.R.T,
>
> I just want to point a very important issue here: The universal language of
> Physics �and Science in general- is English. Period! It does not mean every
> physicist should also be an English poet or bard. Heck, even some lousy
> English with basic grammar and vocabulary will do, as long as the others
> understand what you mean.
>
> For the theorists vs. experimentalists, Mr. Haryo has surely enlightened us
> all regarding this issue. I believe it will be even better if a physicist
> also has adequate teaching skills. I might be wrong here, but Richard
> Feynman is one good example of a physicist who could do the theory,
> experiment (more or less, Fermi was a much better experimentalist than
> Feynman), and teaching. If you never heard who Feynman was and what he did,
> please google or wiki it.
>
> Excelsior!!
> Franklin =)
>
>
>

--
Ahmad-Ridwan
http://flex.phys.tohoku.ac.jp/~nugraha<http://flex.phys.tohoku.ac.jp/%7Enugraha>
3e.

Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, OOT

Posted by: "Suharyo Sumowidagdo" sumowidagdo@gmail.com   haryo_hep

Mon Jun 8, 2009 2:26 am (PDT)




Sebenarnya kalau mau jujur, tidak ada batas yang mutlak/absolut tentang teori-fenomenologi-eksperimen. Sudah ada banyak fisikawan yang bekerja di 2 atau 3 wilayah kerja itu, dan fisikawan itu tidak perlu memiliki nama seperti Fermi atau Feynman. Banyak itu ratusan, mungkin ribuan selama sejarah fisika dari abad 20. Hanya karena fisika Indonesia masih sangat terisolir maka fisikawan di Indonesia tidak melihat hal itu.

Definisi/batas kasarnya lebih kurang seperti ini:

* Teori murni/formal *: Ini biasanya meneliti tentang formulasi-formulasi teori baru, dan sangat kental dengan matematika. Saat ini subdisiplin fisika yang riset formal masih banyak adalah:

high-energy physics dan cosmology: string theory, quantum gravity, extension of Standard Model, inflation model. Dalam penelitian seperti ini hampir semuanya berupa model building (membangun model-model fisika) dan menyelidiki sifat-sifat/properti model tersebut.

condensed matter: terutama tentang fenomena yang terkait superconductivity, superfluidity, dan quantum computing. Sampai hari ini fenomena high Tc superconductivity setahu saya belum bisa dijelaskan oleh teori BCS, jadi masih ada peluang untuk membuat teori high Tc superconductivity dan mendapat Nobel Prize :)

Seorang theorist harus bisa melihat hubungan antara bentuk/ekspresi matematika dengan fakta-fakta dasar dari pengamatan. Misalnya, faktor konservasi momentum dan energi tidak boleh dilanggar, demikian pula Lorentz invariance. Kadang detail semacam itu terbenam dalam matematika dan terlupakan.

* Fenomenologi: Mengambil teori-teori baru yang diciptakan teori, dan membuat perhitungan bagaimana teori tersebut bisa diuji secara pengamatan. Dalam perhitungan pun terkadang muncul problem-problem matematika yang harus diselesaikan terlebih dahulu (normalization, loop integral misalnya) sebelum dibuatkan program komputer. Penelitian Fenomenologi terjadi di semua bidang fisika: entah condensed matter, nuclear, high-energy, cosmology. Tentunya seorang fisikawan fenomenologis harus punya pengertian teori apa yang kira-kira memiliki potensi untuk menjadi teori yang benar, dan metode eksperimen apa yang bisa dipakai untuk mengujinya dan tersedia.

* Experiment: Mengambil teori dan hasil perhitungan fenomenologis dan mencoba mendesain dan merancang eksperimen yang bisa menyanggah atau mendukung teori tersebut. Dalam hal ini juga harus punya judgment yang baik, teori manakah yang kira-kira masih memiliki potensi untuk dibuktikan/disanggah, besaran apa yang harus diukur, dsb. Dalam banyak hal, terkadang desain alat eksperimen akan sangat tergantung pada input dari teori yang mau dipelajari. Terkadang pula experimentalist dihadapkan pada problem bagaimana menginterpretasi hasil experiment, yang bisa diinterpretasi sama(atau berbeda) oleh dua atau lebih teori.

Dari ketiga pembagian tersebut ada bagian yang umum, bagian dasar yang semua harus tahu. Misalnya (ini dibesar-besarkan), akan sangat keterlaluan kalau seseorang dalam fisika atom/molekul (mau teori, fenomenologi, eksperimen) tidak tahu aturan-aturan transisi atau notasi spektroskopi.

Haryo

3f.

Re: Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional,

Posted by: "Asis Pattisahusiwa" asisphysic04@gmail.com   aziz_physic04

Mon Jun 8, 2009 2:37 am (PDT)



saya mau tanya, apakah pengetahuan komputasi termasuk dalam basic physic
yang harus dipahami juga ya?

apakah semua spesifikasi fisika juga memerlukan pengetahuan komputasi
tersebut?

--
Asis Pattisahusiwa

Learn, Try, and be a Master
3g.

Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, OOT

Posted by: "Suharyo Sumowidagdo" sumowidagdo@gmail.com   haryo_hep

Mon Jun 8, 2009 3:04 am (PDT)



--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "A.R.T. Nugraha" <art.nugraha@...> wrote:

> Maaf kalau jadi tampak bertentangan ^^, saya memang ga tau apa2 tentang
> fisika eksperimen. Saya ga di Amerika dan ga di Indonesia, tapi di
> lingkungan kerja saya kesenjangan pengetahuan antara fisika teoretik dan
> eksperimen sangatlah terasa, itulah mengapa saya bilang kalau mau berkarir
> di fisika teori harus lebih bertanggung jawab, yaitu dengan meluangkan waktu
> lebih supaya bisa lebih mengerti hal-hal dasar. Tapi di negara yang sama,
> cuma lab yang berbeda, mungkin tidak terjadi kesenjangan yang saya
> ceritakan.
>
> Profesor saya (teoretik) sering ambil data-data eksperimen dari kolaborator
> negara lain, dan beliau coba jelaskan eksperimen itu dengan teori yang ada,
> sedangkan eksperimentalis tidak punya penjelasan sendiri sehingga meminta
> penjelasan pada orang teori. Setelah "teori"-nya eksperimen itu tersusun,
> barulah disampaikan seluruhnya pada eksperimentalis. Di email2 kolaborasi
> seringkali bahkan eksperimentalis (sudah post-doc) bertanya hal-hal dasar
> yang sebenarnya bisa dicari sendiri dan tidak perlu ditanyakan. Dengan
> sabarnya, beliau menjelaskan semua secara detail pada eksperimentalis
> (padahal kalau saya yang nanya itu pasti dimarahi, "kamu selama ini belajar
> apa?"). Jadi di sini orang teori ngerti sesuatu tapi orang eksperimen nggak,
> padahal yang bikin eksperimen itu ya orang eksperimen, cuma ya kita orang
> teori ga ngerti gimana caranya bikin eksperimen. Dari proses kolaborasi
> seperti ini kemudian bisa tertulis satu paper, baik itu untuk jurnal atau
> conference. Mungkin ini beda ya sistemnya dengan di Amerika, entahlah, mohon
> pencerahan.

Jurang pemahaman teori antara theorist-experimentalis pasti ada, dan saya rasa diskusi "teori" tersebut pastilah sesuatu yang detail. Yang saya maksud disini adalah sesuatu yang lebih dasar lagi, sesuatu yang menjadi 'lowest common denominator' bagi sebuah sub-bidang. Misalnya seorang fisikawan condensed matter, mau teori-fenomenologi-eksperimen kalau tidak mengerti konsep Brillouin zone, Fermi surface, atau X-ray diffraction rasanya keterlaluan deh.

> bukan sekedar eksperimentalis, tapi juga orang teoretik. Pak Haryo juga
> termasuk gifted, bisa kerjakan teori dan eksperimen sekaligus. Dan saya
> akui, banyak sekali eksperimentalis yang memiliki pengetahuan teori lebih
> baik daripada yang mendedikasikan diri menjadi fisikawan teoretik sedari
> awal.

Faktanya, apa yang saya kerjakan ini levelnya belum luar biasa, dan ada ratusan atau mungkin ribuan orang yang mengerjakan hal pada level ini. Mereka bukan orang super jenius, pemenang Olympiade Fisika atau apa. Mereka orang biasa, tidak selalu lulusan top school, terkadang juga masih membuat kesalahan. Mereka mungkin tidak akan pernah masuk koran di halaman depan. Tapi mereka tekun dan konsisten dengan pekerjaannya. Apa yang mereka lakukan bukan sesuatu yang tidak mungkin kita juga capai. Mencapai hal itu jelas tidak mudah, namun setelah melihat/mendengar ada banyak fisikawan dari Indonesia sudah berhasil mencapainya, saya sangat yakin bekal/potensi untuk ke arah sana sebenarnya ada di sistem pendidikan Indonesia.

Haryo

3h.

Re: Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional,

Posted by: "A.R.T. Nugraha" art.nugraha@gmail.com   art.nugraha

Mon Jun 8, 2009 3:06 am (PDT)



#Pak Haryo,
Trims buat pencerahannya... ^^
Dengan definisi seperti yang telah dikemukakan, sepertinya saya termasuk
mantan pemimpi jadi calon fisikawan teori yang gak lebih tahu daripada
fisikawan eksperimen atau fenomenologi, hehe...
Yah, mau gimanapun sudah terjerumus ke sumur CondMat-Th, harus bertanggung
jawab dengan pilihan yang diambil. Bidang saya sendiri di carbon nanotube
theory tampaknya sudah akan "tamat" dalam 5 tahun ke depan. Satu
permasalahan terakhir tentang chirality assignment / metal-semiconductor
selectivity sudah di ujung tanduk, dan sepertinya saya harus pindah bidang
untuk studi lanjutan, ga ada peluang dapet nobel. :p

Saya ingat pernah baca artikel tentang Top 5 in Physics (it is about hot
topics):
http://www.nature.com/nature/journal/v441/n7091/full/441265a.html
Di sana dibilang tentang 5 bidang fisika yang paling banyak dikaji. Berikut
menurut ranking:
1) Carbon Nanotubes
2) Nanowires
3) Quantum Dots
4) Fullerenes --> sudah dianugerahi Nobel Kimia 1996
5) Giant Magnetoresistance --> sudah dianugerahi Nobel Fisika 2007

Nah, tiga bidang teratas belum ada yang dapet nobelnya, tapi hampir bisa
dipastikan kalo penghargaan nobel dianugrahkan terkait bidang2 tersebut,
maka prediksi saya adalah:
1) Carbon Nanotubes --> Nobel Kimia untuk Sumio
Iijima<http://en.wikipedia.org/wiki/Sumio_Iijima>atas konfirmasi
Multi-walled carbon nanotubes
3) Quantum Dots --> Nobel Fisika untuk Jun
Kondo<http://en.wikipedia.org/wiki/Jun_Kondo>atas penemuan Efek Kondo
yang menjadi dasar pemerangkapan elektron dalam
Quantum Dots.
Untuk Nanowires, saya ga bisa prediksi, hehe...

Jadi, buat teman-teman yang ingin berkarir di fisika dan mengharapkan nobel,
jangan memilih bidang-bidang tersebut, terlalu banyak saingan :)
Tapi perlu diingat, mencintai fisika bukan berarti kita mengejar
hadiah/penghargaan. Bagi orang-orang yang dah meresapi fisika sih mungkin
fisika sudah menjadi teman pendamping hidup, entah orang akan menghargai
jerih payahnya atau tidak.

Quote dari Lederman:

> When I talk about the pain and hardship of a scientist�s life, I�m speaking
> of more than existential angst. Galileo�s work was condemned by the Church;
> Madame Curie paid with her life, a victim of leukemia wrought by radiation
> poisoning. Too many of us develop cataracts. None of us get enough sleep.
> Most of what we know about the universe we know thanks to a lot of guys (and
> ladies) who stayed up late at night.
>
[*Leon Lederman*<http://nobelprize.org/nobel_prizes/physics/laureates/1988/lederman-autobio.html>,
dalam "The God Particle"]

#Asis,
menurut saya, sekarang ini pengetahuan komputasi mutlak diperlukan semua
cabang fisika, jadi termasuk basic physics. Kayaknya keterlaluan kalau ga
diajarkan metode numerik dan satu bahasa pemrograman minimal 1 semester di
S1.

art.n

2009/6/8 Suharyo Sumowidagdo <sumowidagdo@gmail.com>

>
>
>
> Sebenarnya kalau mau jujur, tidak ada batas yang mutlak/absolut tentang
> teori-fenomenologi-eksperimen. Sudah ada banyak fisikawan yang bekerja di 2
> atau 3 wilayah kerja itu, dan fisikawan itu tidak perlu memiliki nama
> seperti Fermi atau Feynman. Banyak itu ratusan, mungkin ribuan selama
> sejarah fisika dari abad 20. Hanya karena fisika Indonesia masih sangat
> terisolir maka fisikawan di Indonesia tidak melihat hal itu.
>
> Definisi/batas kasarnya lebih kurang seperti ini:
>
> * Teori murni/formal *: Ini biasanya meneliti tentang formulasi-formulasi
> teori baru, dan sangat kental dengan matematika. Saat ini subdisiplin fisika
> yang riset formal masih banyak adalah:
>
> high-energy physics dan cosmology: string theory, quantum gravity,
> extension of Standard Model, inflation model. Dalam penelitian seperti ini
> hampir semuanya berupa model building (membangun model-model fisika) dan
> menyelidiki sifat-sifat/properti model tersebut.
>
> condensed matter: terutama tentang fenomena yang terkait superconductivity,
> superfluidity, dan quantum computing. Sampai hari ini fenomena high Tc
> superconductivity setahu saya belum bisa dijelaskan oleh teori BCS, jadi
> masih ada peluang untuk membuat teori high Tc superconductivity dan mendapat
> Nobel Prize :)
>
> Seorang theorist harus bisa melihat hubungan antara bentuk/ekspresi
> matematika dengan fakta-fakta dasar dari pengamatan. Misalnya, faktor
> konservasi momentum dan energi tidak boleh dilanggar, demikian pula Lorentz
> invariance. Kadang detail semacam itu terbenam dalam matematika dan
> terlupakan.
>
> * Fenomenologi: Mengambil teori-teori baru yang diciptakan teori, dan
> membuat perhitungan bagaimana teori tersebut bisa diuji secara pengamatan.
> Dalam perhitungan pun terkadang muncul problem-problem matematika yang harus
> diselesaikan terlebih dahulu (normalization, loop integral misalnya) sebelum
> dibuatkan program komputer. Penelitian Fenomenologi terjadi di semua bidang
> fisika: entah condensed matter, nuclear, high-energy, cosmology. Tentunya
> seorang fisikawan fenomenologis harus punya pengertian teori apa yang
> kira-kira memiliki potensi untuk menjadi teori yang benar, dan metode
> eksperimen apa yang bisa dipakai untuk mengujinya dan tersedia.
>
> * Experiment: Mengambil teori dan hasil perhitungan fenomenologis dan
> mencoba mendesain dan merancang eksperimen yang bisa menyanggah atau
> mendukung teori tersebut. Dalam hal ini juga harus punya judgment yang baik,
> teori manakah yang kira-kira masih memiliki potensi untuk
> dibuktikan/disanggah, besaran apa yang harus diukur, dsb. Dalam banyak hal,
> terkadang desain alat eksperimen akan sangat tergantung pada input dari
> teori yang mau dipelajari. Terkadang pula experimentalist dihadapkan pada
> problem bagaimana menginterpretasi hasil experiment, yang bisa
> diinterpretasi sama(atau berbeda) oleh dua atau lebih teori.
>
> Dari ketiga pembagian tersebut ada bagian yang umum, bagian dasar yang
> semua harus tahu. Misalnya (ini dibesar-besarkan), akan sangat keterlaluan
> kalau seseorang dalam fisika atom/molekul (mau teori, fenomenologi,
> eksperimen) tidak tahu aturan-aturan transisi atau notasi spektroskopi.
>
> Haryo
>
>
>

--
Ahmad-Ridwan
http://flex.phys.tohoku.ac.jp/~nugraha<http://flex.phys.tohoku.ac.jp/%7Enugraha>
3i.

Fisika Teori dan Eksperimen [was Re: [FISIKA] Action Functional, OOT

Posted by: "Suharyo Sumowidagdo" sumowidagdo@gmail.com   haryo_hep

Mon Jun 8, 2009 5:42 am (PDT)



--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, Asis Pattisahusiwa <asisphysic04@...> wrote:
>
> saya mau tanya, apakah pengetahuan komputasi termasuk dalam basic physic
> yang harus dipahami juga ya?
>
> apakah semua spesifikasi fisika juga memerlukan pengetahuan komputasi
> tersebut?

Sulit menemukan subdisiplin fisika yang tidak menggunakan komputer saat ini. Bahkan yang hanya menggunakan matematika murni masih tergantung pada software computer algebra/symbolic manipulation.

Saya juga mengamati mahasiswa fisika kita kurang mendapatkan bekal komputer. Kuliah Komputasi Fisika/Fisika Komputasi tidak menjawab masalah ini. Soalnya sebelum Fisika Komputasi sendiri, orang harus tahu dasar-dasar pemrograman semacam konsep pemrograman terstruktur, struktur data sederhana, algoritma sederhana, pemrograman berorientasi obyek, dan teknik menggunakan compiler and programming tools. Kira-kira sama seperti pada level yang dipelajari siswa informatika/ilmu komputer/teknik elektro di tingkat I.

Pemrograman sebenarnya juga baik melatih siswa untuk menuliskan solusi dari sebuah masalah dalam bentuk yang jelas, lepas apakah masalah itu terkait fisika atau tidak.

Haryo

4.

Monbukagakusho 2009-2010 Program S1, D2 dan D3

Posted by: "onkismustaqin" onkismustaqin@yahoo.com   onkismustaqin

Sun Jun 7, 2009 11:00 pm (PDT)



Dear rekan2 milis,

Beasiswa monbukagakusho untuk tahun 2009/2010 telah dibuka untuk program
studi S1, D2 dan D3 ke Jepang. Deadlinenya tanggal 24 bulan juni ini.
Bagi yang tertarik selamat mencoba dan smoga bermanfaat.

Beasiswa Monbukagakusho - Undergraduate (S1)
<http://kalenderbeasiswa.com/detail?June_2009_Beasiswa_Monbukagakusho_-_\
Undergraduate_%28S1%29.html&oid=0&iid=189
>
MEXT Scholarship untuk SMU sederajat
Jun 24, 2009 Open
Beasiswa Monbukagakusho - College of Technology (D3)
<http://kalenderbeasiswa.com/detail?June_2009_Beasiswa_Monbukagakusho_-_\
College_of_Technology__%28D3%29.html&oid=0&iid=187
>
MEXT Scholarship untuk SMU sederajat
Jun 24, 2009 Open
Beasiswa Monbukagakusho - Training College (D2)
<http://kalenderbeasiswa.com/detail?June_2009_Beasiswa_Monbukagakusho_-_\
Training_College_%28D2%29__.html&oid=0&iid=190
>
MEXT Scholarship untuk SMU sederajat
Jun 24, 2009 Open

Salam,

5.

buku GMR

Posted by: "ramlisutan@ymail.com" ramlisutan@ymail.com   ramlisutan@ymail.com

Mon Jun 8, 2009 12:29 am (PDT)



Ass.w.w.
Salam sejahtera.
Saya sedang mengerjakan topik penelitian ttg material giant magnetoresistance (GMR),saya mohon bantuan dari bapak2 atau ibu2, senior dan junior kalau ada yang memiliki soft copy buku tentang GMR ini, agar membaginya ke email saya; ramlisutan@ymail.com

Terimakasih atas bantuan yang diberikan.

Ramli

6a.

Re: Bls: [FISIKA] Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classica

Posted by: "Asis Pattisahusiwa" asisphysic04@gmail.com   aziz_physic04

Mon Jun 8, 2009 2:02 am (PDT)



Sebenarnya buku-buku seperti itu mudah ditemukan diinternet. kalo mau yang
lebih gampang, ya tinggal kunjungi aja amazon.com. tapi, kalo mau yang
gratis silahkan surf di google deh. saya ada punya softcopy, bukunya cukup
bagus beda dari biasanya. tapi, ada tapinya loh..... buku tersebut saya
peroleh dari situs yang saya sendiri tidak tahu legal atau tidak? so....
saya ingin berbagi tapi apa nggak dilarang ya?

--
Asis Pattisahusiwa

Learn, Try, and be a Master
6b.

Re: Bls: [FISIKA] Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classica

Posted by: "Irwansyah Irwansyah" irwansyah@gmail.com   irwansyahadins

Mon Jun 8, 2009 2:43 am (PDT)



Boleh tahu dapetnya darimana? Karena saya coba cari dapetnya yang karangan
Tatum terus :( Saya sudah dapet sih kemaren sudah dikirimin namun pingin
tahu apakah ada website ebook lain yang bagus :)

Japri aja kali ya :)

2009/6/8 Asis Pattisahusiwa <asisphysic04@gmail.com>

>
>
> Sebenarnya buku-buku seperti itu mudah ditemukan diinternet. kalo mau yang
> lebih gampang, ya tinggal kunjungi aja amazon.com. tapi, kalo mau yang
> gratis silahkan surf di google deh. saya ada punya softcopy, bukunya cukup
> bagus beda dari biasanya. tapi, ada tapinya loh..... buku tersebut saya
> peroleh dari situs yang saya sendiri tidak tahu legal atau tidak? so....
> saya ingin berbagi tapi apa nggak dilarang ya?
>
>
> --
> Asis Pattisahusiwa
>
> Learn, Try, and be a Master
>
>
6c.

Re: Bls: [FISIKA] Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classica

Posted by: "A.R.T. Nugraha" art.nugraha@gmail.com   art.nugraha

Mon Jun 8, 2009 2:43 am (PDT)



#Asis,
makanya lewat japri ^^

Ngubek-ngubek arsip milis, ternyata tahun lalu, edisi culun saya pernah
bikin posting ini:
http://tech.groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/message/11799

Regards,
art.n

2009/6/8 Asis Pattisahusiwa <asisphysic04@gmail.com>

>
>
> Sebenarnya buku-buku seperti itu mudah ditemukan diinternet. kalo mau yang
> lebih gampang, ya tinggal kunjungi aja amazon.com. tapi, kalo mau yang
> gratis silahkan surf di google deh. saya ada punya softcopy, bukunya cukup
> bagus beda dari biasanya. tapi, ada tapinya loh..... buku tersebut saya
> peroleh dari situs yang saya sendiri tidak tahu legal atau tidak? so....
> saya ingin berbagi tapi apa nggak dilarang ya?
>
>
> --
> Asis Pattisahusiwa
>
> Learn, Try, and be a Master
>
>
6d.

Re: Bls: [FISIKA] Re: Tanya buku david morrin, Introductory Classica

Posted by: "A.R.T. Nugraha" art.nugraha@gmail.com   art.nugraha

Mon Jun 8, 2009 3:06 am (PDT)



Ini ga bagus juga lho...
Kebanyakan e-book nantinya pusing sendiri.

Lebih baik fokus dulu belajar satu buku, kemudian evaluasi dari tes
perkuliahan.
Punya buku bagus banyak-banyak tidaklah berbanding lurus dengan prestasi
akademik tinggi-tinggi.
Dulu, teman saya yang cuma mengandalkan buku pinjaman dari perpus malah
punya nilai-nilai matakuliah yang jauh-jauh lebih baik dibanding kolektor
e-book (kolektor e-booknya adalah saya sendiri, haha).

art.n

2009/6/8 Irwansyah Irwansyah <irwansyah@gmail.com>

>
>
> Boleh tahu dapetnya darimana? Karena saya coba cari dapetnya yang karangan
> Tatum terus :( Saya sudah dapet sih kemaren sudah dikirimin namun pingin
> tahu apakah ada website ebook lain yang bagus :)
>
> Japri aja kali ya :)
>
> 2009/6/8 Asis Pattisahusiwa <asisphysic04@gmail.com>
>
>>
>>
>> Sebenarnya buku-buku seperti itu mudah ditemukan diinternet. kalo mau yang
>> lebih gampang, ya tinggal kunjungi aja amazon.com. tapi, kalo mau yang
>> gratis silahkan surf di google deh. saya ada punya softcopy, bukunya cukup
>> bagus beda dari biasanya. tapi, ada tapinya loh..... buku tersebut saya
>> peroleh dari situs yang saya sendiri tidak tahu legal atau tidak? so....
>> saya ingin berbagi tapi apa nggak dilarang ya?
>>
>>
>> --
>> Asis Pattisahusiwa
>>
>> Learn, Try, and be a Master
>>
>>
>
>
7a.

lanjutan posting milis

Posted by: "Asis Pattisahusiwa" asisphysic04@gmail.com   aziz_physic04

Mon Jun 8, 2009 2:54 am (PDT)



saya hanya ingin tahu kebijakan negara-negara di dunia mengenai buku yang
diperoleh dari dunia ketiga, apa boleh digunakan ya? banyak juga buku yang
saya dapat dan rencananya akan saya cetak (untuk penggunaan pribadi). nah,
takutnya saya dituntut lagi.

kalo ada yang tahu, mohon di share ya....

--
Asis Pattisahusiwa

Learn, Try, and be a Master
7b.

Re: lanjutan posting milis

Posted by: "Irwansyah Irwansyah" irwansyah@gmail.com   irwansyahadins

Mon Jun 8, 2009 3:05 am (PDT)



Kalau di indo mah ga usah takut mas. Malah ada yang jualan buku fotokopian
lewat internet. Buat saya pribadi sih, kita sebagai negara berkembang jangan
pikiran legal atau ilegal dulu deh, yang penting bisa mendapatkan referensi
sebanyak-banyaknya.

2009/6/8 Asis Pattisahusiwa <asisphysic04@gmail.com>

>
>
> saya hanya ingin tahu kebijakan negara-negara di dunia mengenai buku yang
> diperoleh dari dunia ketiga, apa boleh digunakan ya? banyak juga buku yang
> saya dapat dan rencananya akan saya cetak (untuk penggunaan pribadi). nah,
> takutnya saya dituntut lagi.
>
> kalo ada yang tahu, mohon di share ya....
>
> --
> Asis Pattisahusiwa
>
> Learn, Try, and be a Master
>
>
7c.

Re: lanjutan posting milis

Posted by: "Asis Pattisahusiwa" asisphysic04@gmail.com   aziz_physic04

Mon Jun 8, 2009 3:12 am (PDT)



emang sih. koleksi buku saya sudah sangat banyak bahkan melebihi buku-buku
dosen saya. soalnya jika dilihat dari posting-posting di milis, kok ilmu
saya kurang skali ya. makanya saya fokuskan untuk mencari buku
sebanyak-banyaknya, soal kapan baru dipelajari nantilah baru difikirkan.....
he... he... he... tapi emang nggak apa-apa ya? aku masih khawatir nih.....
sudah saya cari diinternet nggak pernah dapat aturan tentang itu.

--
Asis Pattisahusiwa

Learn, Try, and be a Master
7d.

Re: lanjutan posting milis

Posted by: "A.R.T. Nugraha" art.nugraha@gmail.com   art.nugraha

Mon Jun 8, 2009 3:28 am (PDT)



Peraturannya beda-beda di setiap negara. Saya tidak tahu secara detil.
Terkait hal ini, saya juga masih bingung bagaimana dengan misalnya saya
mengunduhkan (download) paper untuk teman di Indonesia. Legal atau tidak?

Tapi secara khusus, untuk pertanyaan Mas Asis yang ingin mencetak untuk
penggunaan pribadi, sepertinya tidak terlalu masalah (walaupun sebenarnya
sudah menentang peraturan copyright yang ada di setiap halaman awal buku).
Yang paling bermasalah itu kalau sampai diperjualbelikan.

Hanya saja, perlu ditekankan lagi kalau punya buku bagus banyak-banyak itu
belum tentu berbanding lurus dengan kita paham fisika. Jangan-jangan waktu
kita habis untuk mendonlot buku, bukan mempelajarinya?

2009/6/8 Asis Pattisahusiwa <asisphysic04@gmail.com>

>
>
> emang sih. koleksi buku saya sudah sangat banyak bahkan melebihi buku-buku
> dosen saya. soalnya jika dilihat dari posting-posting di milis, kok ilmu
> saya kurang skali ya. makanya saya fokuskan untuk mencari buku
> sebanyak-banyaknya, soal kapan baru dipelajari nantilah baru difikirkan.....
> he... he... he... tapi emang nggak apa-apa ya? aku masih khawatir nih.....
> sudah saya cari diinternet nggak pernah dapat aturan tentang itu.
>
>
>
> --
> Asis Pattisahusiwa
>
> Learn, Try, and be a Master
>
>
8.

Mohon Berbagi Info & Pengalaman: Tohoku Univ., Material Science, Nan

Posted by: "Abdul Manaf" muhramla@gmail.com   fanamal

Mon Jun 8, 2009 5:29 am (PDT)



EDIT: Ya, saya tahu ada salah seorang rekan yang tengah menyelesaikan studi di Tohoku. Silakan rekan ybs membalas sendiri.

Salam,

Saya ada titipan tanyaan dari seorang teman (yang akan segera lulus S1) yang
berniat lanjut ke S2.

Kepada rekan-rekan miliser, terutama yang sedang atau pernah kuliah/riset di
Universitas Tohoku, mohon berbagi info dan pengalamannya tentang Univ.
Tohoku, terutama jurusan material science dan riset nanomaterial. Juga
tentang kota Sendai (keadaan sosial, biaya hidup, dst.).

Atau barangkali ada saran lain tentang pilihan studi/riset material
science/nanomaterial, terutama di Jepang (teman saya ini tampaknya lebih
memilih studi/riset di Jepang), juga dipersilakan.

Terima kasih atas perhatian dan tanggapannya.

Salam,
A. Manaf
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Yahoo! Groups

Everyday Wellness Zone

Check out featured

healthy living groups.

Yahoo! Groups

Do More For Cats Group

Connect and share with

cat owners like you

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
===============================================================
**  Arsip          : http://members.tripod.com/~fisika/
**  Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
                     <fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================

Tidak ada komentar: