Sabtu, 08 Agustus 2009

[daarut-tauhiid] Fatwa Seputar "Jazakallah Khayr"

 

Bismillahirrahmanirrahim

Ini adalah beberapa fatwa yang bermanfaat dari Al-Allamah Asy-Syaikh
Al-Muhaddits Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahulloh Ta 'a-la, menjawab
beberapa pertanyaan setelah Beliau menjelaskan hadits Usamah bin Zaid
radliallohu anhu bahwa Rasululloh Shallallohu alaihi wasallam bersabda:
من صُنِعَ إليه
مَعÙ'رُوفٌ فقال
لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله
خَيÙ'رًا فَقَدÙ' أَبÙ'لَغَ
في الثÙ`َنَاءِ
"Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu
dia membalasnya dengan mengatakan : jazaakallahu khaer (semoga Allah
membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam
menyatakan rasa syukurnya."
(HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi
dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam
musnadnya:7/54. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

Berikut ini fatwa Al-Allamah Abdul Muhsin hafizhahulloh, semoga
bermanfaat! Pertanyaan 1:
sebagian ikhwan ada yang menambah pada ucapannya dengan mengatakan
"jazakallah khaeran wa zawwajaka bikran" (semoga Allah membalasmu dengan
kebaikan dan menikahkanmu dengan seorang perawan), dan yang semisalnya.
Bukankah tambahan ini merupakan penambahan dari sabda Rasul shallallahu
alaihi wasallam, dimana beliau mengatakan "sungguh dia telah mencukupi
dalam menyatakan rasa syukurnya.?
Beliau menjawab:
Tidak perlu (penambahan) doa seperti ini, sebab boleh jadi (orang yang
didoakan) tidak menginginkan do'a yang disebut ini. Boleh jadi orang
yang dido'akan dengan do'a ini tidak menghendakinya. Seseorang mendoakan
kebaikan, dan setiap kebaikan sudah mencakup dalam keumuman doa ini.
Namun jika seseorang menyebutkan do'a ini, bukan berarti bahwa
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang untuk menambah dari do'a
tersebut. Namun beliau hanya mengabarkan bahwa ucapan ini telah
mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.

Namun seandainya jia dia mendoakan dan berkata: "jazakallahu khaer
wabarakallahu fiik wa `awwadhaka khaeran" (semoga Allah membalas
kebaikanmu dan senantiasa memberkahimu dan menggantimu dengan kebaikan
pula" maka hal ini tidak mengapa. Sebab Rasul Shallallohu alaihi
wasallam tidak melarang adanya tambahan do'a. Namun tambahan
do'a yang mungkin saja tidak pada tempatnya, boleh jadi yang
dido'akan dengan do'a tersebut tidak menghendaki apa yang
disebut dalam do'a itu.
Pertanyaan 2: Ada sebagian orang berkata: ada sebagian pula yang
menambah tatkala berdo'a dengan mengatakan : jazaakallahu alfa
khaer" (semoga Allah membalasmu dengan seribu kebaikan" ?

Beliau -hafidzahullohu- menjawab:

"Demi Allah ,kebaikan itu tidak ada batasnya,sedangkan kata seribu
itu terbatas,sementara kebaikan tidak ada batasnya.Ini seperti ungkapan
sebagian orang "beribu-ribu terima kasih",seperti ungkapan
mereka ini.Namun ungkapan yang disebutkan dalam hadits ini bersifat
umum."

Pertanyaan: apakah ada dalil bahwa ketika membalasnya dengan mengucapkan
"wa iyyakum" (dan kepadamu juga) ?
Beliau menjawab:
"tidak, sepantasnya dia juga mengatakan "jazakallahu khaer"
(semoga Allah membalasmu kebaikan pula), yaitu didoakan sebagaimana dia
berdo'a, meskipun perkataan seperti "wa iyyakum" sebagai
athaf (mengikuti) ucapan "jazaakum", yaitu ucapan "wa
iyyakum" bermakna "sebagaimana kami mendapat kebaikan,juga
kalian" ,namun jika dia mengatakan "jazaakalallahu khaer"
dan menyebut do'a tersebut secara nash,tidak diragukan lagi bahwa
hal ini lebih utama dan lebih afdhal."
(transkrip dari kaset: durus syarah sunan At-Tirmidzi,oleh Al-Allamah
Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzahullah,kitab Al-Birr wa Ash-Shilah,nomor
hadits:222).
(Diterjemahkan oleh Abu Karimah Askari bin Jamal)
Berikut ini transkrip dalam bahasa Arab:
يقول السائل : بعض الإخوة
يتطرق فيزيد على (جزاك
الله خيرا وزوجك بكرا)
ونحو ذلك.أليس في هذا
استدراك على قول النبي صلى
الله عليه وسلم فإنه
يقول ((فقد أبلغ في الثناء))
فأجاب :ولا حاجة بهذا الدعاء
قد يكون ما يريد هذا
الشيء الذي دعي به ,أي نعم
قد يكون الإنسان الذي دعي
بهذا أنه لا يريده
.فالإنسان يدعو بالخير وكل
خير يدخل تحت هذا العموم
.فالإنسان يأتي بهذا الدعاء
وليس معنى ذلك أن الرسول
× Ù†Ù‡Ù‰ عن ذلك يعني لا
يزيد على هذا وإنما أخبر
أن هذا فيه إبلاغ بالثناء
,لكنه لو دعا له فقال:
جزاك الله خيرا وبارك الله
فيك وعوضك خيرا ما فيه
بأس ,لأن الرسول × Ù…Ø§Ù…Ù†Ø¹
من الزيادة .لكن مثل هذه
الزيادة التي قد تكون في
غير محلها ,قد يكون صاحب
المدعو له لا يريد هذا
الشيء الذي دعي له به .
السؤال: والآخر يقول :يزيد
البعض فيقول : جزاك الله
ألف خير
فأجاب: والله الخير ليس له
حد ,ليس له حد والألف هذا
محدود,والخير بدون حد .لكن
هذا مثل عبارات بعض الناس
:ألف شكر شكر مثل ما
يعبرون.لكن التعبير بهذا
الذي جاء في هذا الحديث
عام
السؤال: هل هناك دليل على
أن الرد يكون بصيغة
(وإياكم)؟
فأجاب: لا , الذي ينبغي أن
يقول :(وجزاكم الله خيرا)
يعنى يدعى كما دعا, وإن
قال (وإياكم) مثلا عطف على
جزاكم ,يعني قول (وإياكم)
يعني كما يحصل لنا يحصل
لكم .لكن إذا قال: أنتم
جزاكم الله خيرا ونص على
الدعاء هذا لا شك أنها أوضح
وأولى
(مفرغ من شريط دروس شرح سنن
الترمذي ,كتاب البر والصلة
,رقم:222)

sumber
<http://ibnulqoyyim.com/index.php?option=com_content&task=view&id=36&Ite\
mid=1
>

<http://kammi-jepang.net/>

Syaikhul_Muqorrobin@KL
http://muqorrobin.multiply.com
<http://kammi-jepang.net/>

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Recent Activity
Visit Your Group
New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Hollywood kids

in the spotlight

Their moms

share secrets

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: