Sabtu, 08 Agustus 2009

[daarut-tauhiid] ILMU YANG BERMANFAAT

 



Bismillaah

Assalamu'alaykum wa Rohmatulloohi wa Barokatuhu

*Ilmu Yang Bermanfaat*

Penulis: Ummu Abdillah bintu Syaikh Muqbil Rahimahulloh
------------ --------- ---------
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ
فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا
قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ (١٢٢)

" Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa
orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi
peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya
mereka itu dapat menjaga dirinya " .(At Taubah:122).

Di dalam " Shahihain " dan selain keduanya dari hadits Mu'awiyah bin Abu
Sufyanradhiyallahu 'anhuma dia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alahi wa
sallam bersabda :" Siapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya, maka
Dia menfaqihkan dirinya dalam perkara agama ( Islam ) " .

Allah Shubhanahu wa Ta'ala berfirman di dalam Kitab-Nya Yang Mulia:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ
فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا
قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ (١٢٢)
" Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa
orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi
peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya
mereka itu dapat menjaga dirinya " .(At Taubah:122).

Di dalam " Shahihain " dan selain keduanya dari hadits Mu'awiyah bin Abu
Sufyanradhiyallahu 'anhuma dia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alahi wa
sallam bersabda :" Siapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya, maka
Dia menfaqihkan dirinya dalam perkara agama ( Islam ) " .

Di dalam hadist ini menunjukkan bahwa mendalami pengetahuan agama sebagai
alamat adanya kebaikan , ini yang tersurat , sedangkan yang tersirat bahwa
orang yang Allah tidak menghendaki kebaikan pada dirinya maka Dia tidak
memandaikan dirinya dalam pengetahuan agama, maka hal ini menunjukkan bahwa
dirinya telah diharamkan dari kebaikan , kita memohon keselamatan kepada
Allah .

Sesungguhnya mendalami pengetahuan agama mendorong orang kepada setiap
kebaikan, menyelamatkan dirinya dari segala macam fitnah dan kegelapan
(kebodohan), dan mengantarkan dirinya kepada surga yang mana ia menjadi
tuntutan yang tertinggi setiap orang yang beriman dan bertaqwa ,
Al Imam Muslim telah meriwayatkan dalam " Shohihnya " dari sahabat Abu
Hurairoh radhiyallahu 'anhu dia berkata: Rasulullah Shalallahu 'alahi wa
sallam bersabda :
"Barang siapa yang menelusuri suatu jalan dalam rangka mencari ilmu ( agama
) , maka dengan sebab itu Allah memudahkan ke jalan menuju surga" .

Karena agungnya kedudukan ilmu (agama) maka Allah mengangkat kedudukan
ahlinya , Dia Yang Maha Suci berfirman :
…يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ
دَرَجَاتٍ …(١١)

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan ( agama ) beberapa derajat " .(Al Mujadilah :
11).
Al Imam Muslim telah meriwayatkan di dalam Shahihnya dari hadits Umar bin
Khaththab radhiyallahu 'anhu dia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alahi wa
sallam bersabda :

"Sesungguhnya dengan Al Kitab ( Al Qur'an ) ini Allah mengangkat derajat
kaum, dan dengannya Dia merendahkan kaum yang lain ".

Ahli ilmu dijadikan sebagai para saksi atas ke Esaan-Nya , maka Dia
berfirman :

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو
الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
(١٨)
"Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang
berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" .(Ali
Imron:18).

Mereka dijadikan saksi atas kenabian nabinya Muhamad Shalallahu 'alahi wa
sallam
, maka Dia berfirman :

وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَسْتَ مُرْسَلا قُلْ كَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا
بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ (٤٣)
"Berkatalah orang-orang kafir:'Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul'.
Katakanlah: 'Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu dan antara orang
yang mempunyai ilmu Al Kitab".(Ar Ra'd:43).
Mereka dijadikan sebagai penjaga Kitab-Nya :
بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ …(٤٩)

"Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada
orang-orang yang diberi ilmu".(Al-Ankabut: 49).

Mereka adalah orang-orang yang dapat memahami perkara :

وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلا
الْعَالِمُونَ (٤٣)
"Dan perumpamaan- perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang
memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu".(Al Ankabut:43).

Mereka dijadikan sebagai orang-orang yang berbicara pada hari kiamat , Dia
Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman :

ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُخْزِيهِمْ وَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ
كُنْتُمْ تُشَاقُّونَ فِيهِمْ قَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ إِنَّ
الْخِزْيَ الْيَوْمَ وَالسُّوءَ عَلَى الْكَافِرِينَ (٢٧)

"Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: "Di
manakah sekutu-sekutu- Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi
mereka (nabi-nabi dan orang-orang mu'min)?" Berkatalah orang-orang yang
telah diberi ilmu):"Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas
orang-orang yang kafir".(An-Nahl: 27).

Dia Yang Maha Suci telah menjelaskan bahwa ulama adalah orang-orang yang
takut (kepada-Nya) , maka Dia berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالأنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ
غَفُورٌ (٢٨)

"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba- Nya, hanyalah
ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun ".(Fathir: 28).

Dia Yang Maha Suci telah menjelaskan bahwa antara orang yang berilmu (agama)
dan orang yang bodoh ada pemisah yang jauh , maka Dia Yang Maha Mulia
berfirman :

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ
إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ (٩)
"Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang
yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat
menerima pelajaran '".(Az-Zumar:9) .

أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ
هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ (١٩)

"Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari
Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang
berakal saja yang dapat mengambil pelajaran".(Ar-Ra'd:19).

Dia mengutamakan anjing yang telah diajari ilmu memburu binatang atas yang
tidak diajarinya , maka Dia telah menghalalkan makan sesembelihannya , maka
Dia Yang Maha Suci berfirman :

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَمَا
عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا
عَلَّمَكُمُ اللَّهُ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ
اللَّهِ عَلَيْهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (٤)

"Mereka menanyakan kepadamu:'Apakah yang dihalalkan bagi mereka?'
Katakanlah: 'Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap)
oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu,
kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, Maka
makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas
binatang buas itu (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya'".(Al-Maidah: 4).

Dengan hujjah (Ilmu) Hud-hud membatalkan keputusan Sulaiman, Dia Yang Maha
Suci berfirman:

وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ
الْغَائِبِينَ (٢٠)لأعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لأذْبَحَنَّهُ أَوْ
لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ (٢١)فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ
أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ (٢٢)
"Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata:'Mengapa aku tidak melihat
hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan
mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali
jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang'. Maka tidak
lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: 'Aku telah mengetahui
sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba
suatu berita penting yang diyakini ".(An-Naml:20- 22).

Ilmu itu menjadi cahaya bagi pemiliknya , Tuhan kita berfirman di dalam
Kitab-Nya Yang Mulia:

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ
فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا
كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٢٢)
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami
berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat
berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang
keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar
daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik
apa yang telah mereka kerjakan ".(Al-An'am: 122).

Sebagaimana dikatakan bahwa dengan menyebutkan lawannya menjadi jelaslah
sesuatu, sesungguhnya lawan ilmu adalah kebodohan, dan kebodohan (terhadap
agama) merupakan kegelapan dan kecelakaan, karena ini bukan hanya di dalam
satu tempat di dalam Kitab Allah dicelanya kebodohan .

Nabi Musa Alaihis Salam meminta perlindungan dari kebodohan (terhadap ilmu
agama) , maka dia berkata:

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا
بَقَرَةً قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ
مِنَ الْجَاهِلِينَ (٦٧)
"Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari
orang-orang yang jahil".(Al-Baqarah: 67).

Allah Shubhanahu wa Ta'ala melarang nabi-Nya Nuh Alaihis Salam menjadi orang
yang tergolong sebagai orang-orang yang bodoh , maka Dia Yang Maha Suci
berfirman :

قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ
فَلا تَسْأَلْنِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ
مِنَ الْجَاهِلِينَ (٤٦)
"Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk
orang-orang yang tidak berpengetahuan. ".(Hud:46)

Allah melarang nabi-Nya Muhamad Shalallahu 'alahi wa sallam menjadi orang
yang tergolong sebagai orang- orang yang bodoh, maka Dia Shubhanahu wa
Ta'ala berfirman :

…فَلا تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ (٣٥)
"Sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil ".(Al
An'am:35).

Yusuf Alaihis Salam berkata tentang kaum wanita yang memiliki tipu daya
terhadap dirinya :

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلا
تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ
(٣٣)
"Yusuf berkata:'Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi
ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya
mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan
tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh'."

Allah Shubhanahu wa Ta'ala memuji orang-orang yang menjauhi majlis
orang-orang yang bodoh , maka Dia berfirman:

وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا
وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلامٌ عَلَيْكُمْ لا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ (٥٥)

"Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka
berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan
bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul
dengan orang-orang jahil". (Al Qashash:55).

Dan Dia Shubhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا
خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا (٦٣)

"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang
berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil
menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik". (Al-Furqan:63) .

Orang-orang yang bodoh (terhadap agama mereka) menjadi tangga kejahatan, dan
semua bencana disetiap masa dan tempat, mereka dan manusia yang mengikuti
hawa nafsu dan penyimpangan adalah orang-orang yang menyambut datangnya
system demokrasi dari arah musuh-musuh Allah, merekalah orang-orang yang
menyambut datangnya demonstrasi (unjuk rasa) dari arah musuh-musuh Allah
juga yaitu dari kaum yahudi, nashara, kaum atheis dan kaum kafir dan yang
menyimpang selain mereka.

Merekalah orang-orang yang menyambut sistem pengelompokan kaum muslimin
sehingga menjadi bergolong-golongan yang membinasakan agama mereka, yang
juga datang dari arah musuh-musuh Allah, sehingga mereka dapat memecah belah
kalimat kaum muslimin dan melemahkan kekuatan mereka .

Sungguh Islam telah memperingatkan dari pengelompokan yang dapat
membinasakan agama itu, Tuhan kita berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي
شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا
يَفْعَلُونَ (١٥٩)
"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah)
menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap
mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah,
kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka
perbuat".(Al-An'am:159) .

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ
فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ (١٥٣)

"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka
ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena
jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu
diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa " . (Al An'am:153).

Semoga anda diberi taufik oleh Allah berupayalah dengan gigih di dalam
mengenal dalil ( al Kitab dan as Sunnah ) , demikian ini dapat menjadikan
marahnya ahli bid'ah dan pengikut hawa nafsu , dan dapat melemahkan gerakan
kejahatan mereka , hal ini bisa tercapai dengan mempelajari ilmu syar'i (
ilmu agama ).

Sesungguhnya Allah tidaklah memerintahkan kepada nabi-Nya yaitu Muhammad
Shalallahu 'alahi wa sallam agar meminta kepada-Nya dunia, kedudukan dan
pangkat, sebaliknya Dia hanyalah memerintahkan kepadanya agar meminta
tambahan ilmu yang berguna ( ilmu agama ) , maka Dia Shubhanahu wa Ta'ala
berfirman :

…وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا (١١٤)

" Katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. " ..(
Thoha:114).

Membekali ilmu yang berguna (ilmu agama) menguatkan (mental) diri seseorang
, maka dia tidak memperdulikan pemikiran rancu (syubhat) , sehingga
keadaannya seperti yang dikatakan :

Syubhat-syubhat saling berdesak-desakan
seperti kaca , bergumul dengan kebenaran
Semuanya itu pecah dan terpecahkan .
Al Imam Syafi'i :"Siapa yang menghafal hadis maka kuatlah hujjahnya".

Memperhatikan akidah yang benar penting sekali , sesungguhnya manusia hidup
tanpa memiliki akidah maka akan goncang agamanya dengan sebab ada syubhat
yang paling ringan. Jika akidah seseorang kuat maka dia menjadi seperti
gunung yang tinggi lagi kokoh , dan meskipun golongan musuh-musuh (Islam)
itu berturut-turut ( berupaya membinasakan agamanya ) .

Seperti itu juga memperhatikan ilmu tauhid penting sekali , sesungguhnya
kebanyakan muslimin dimasa kini berkata;"لا ا له ا لا ا لله"(Tidak ada
sesembahan yang benar kecuali Allah) , sedangkan mereka melakukan sesuatu
yang membatalkan kalimat yang diucapkannya tersebut ( yaitu berbuat syirik),
seperti bersumpah dengan selain Allah Shubhanahu wa Ta'ala, mengatakan Allah
berkehendak dan fulan berkehendak, menyembelih untuk selain Allah Shubhanahu
wa Ta'ala, mendatangi ahli perbintangan, tukang sihir, tukang ramal dan para
dukun , dan selain itu . Sedangkan menyelamatkan jiwa dari berbagai macam
perbuatan syirik penting sekali , sebab perbuatan syirik itu menyebabkan
pelakunya kekal di dalam neraka, jika mati di atas kesyirikannya, Allah
Shubhanahu wa Ta'ala
berfirman di dalam Kitab-Nya Yang Mulia :

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ
لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا (١١٦)
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan
Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang
dikehendaki- Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah,
maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya ".(AnNisa':116).
...وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٨٨)

"Kalau mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan
yang telah mereka kerjakan".( Al -An'am:88)

... إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (١٣)

"Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang
paling besar". (Lukman:13).

...إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ
الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (٧٢)

"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti
Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada
bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun ".(Al-Maidah : 72).

Di dalam "Shahih Muslim " dari hadis Jabir bin Abdillah radhiyallahu
'anhuma, dia berkata Rasulullah Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :

"Siapa yang mati dalam keadaan menyekutukan (sesuatu) dengan Allah , maka
dia masuk neraka " .

Seperti itu juga memperhatikan Al Qur'an dan ilmunya seperti tafsir dan
tajwid, maka nabi Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
" Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan
mengajarkannya" ,(HR.Bukhori dari Usman radhiyallahu 'anhu ).

Seperti itu juga memperhatikan pelajaran fikih dan ilmu hadis , maka dengan
fikih seorang hamba mengetahui bagaimana beribadah kepada Tuhannya .Dengan
ilmu hadits seseorang mengetahui hadis yang shohih dan yang berpenyakit
(cacat), berapa banyak seseorang beramal dengan suatu hadis yang tidak sohih
dari nabi Shalallahu 'alahi wa sallam, karena dirinya tidak memiliki
pengenalan ilmu hadits .

Seperti itu juga memperhatikan ilmu nahwu, dengan ilmu ini seorang hamba
dapat mengetahui bagaimana lisannya itu selamat dari kesalahan (berbahasa
arab),mengetahui apa yang ditunjukkan oleh makna-makna kalimat, sesungguhnya
Al Qur'an itu berbahasa arab dan turun dengan lisan arab yang nyata .

Sesungguhnya putra-putri kaum muslimin telah tersibukkan dengan yang lain
daripada mempelajari bahasa arab , dan mereka cenderung mempelajari
bahasa-bahasa yang lain seperti bahasa inggris, perancis dan selain
keduanya. Terkadang seseorang mempelajari beberapa bahasa, dan melalaikan
bahasa arab, sehingga akhirnya tidak mampu berbicara dengannya , dan mereka
memandang demikian itu suatu kemajuan , sedangkan hakikatnya adalah kembali
kebelakang . Tetapi mereka telah terpengaruh dengan orang-orang barat,
mereka berjalan bersama mereka di mana mereka berjalan, dan mereka
berkailulah 1) di mana mereka berkailulah, maka mereka telah menyia-nyiakan
waktu ( mereka ) dan mencurahkan segala upaya secara maksimal dalam perkara
yang tidak mendatangkan faidah yang besar .

Demi Allah, mendalami pengetahuan ilmu agama ini lebih baik dari
penghimpunan harta dunia , sebagaimana Rob (Tuhan) kita berfirman di dalam
Kitab-Nya Yang Mulia :

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ
مِمَّا يَجْمَعُونَ (٥٨)
"Katakanlah: 'Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya,hendakla h dengan itu mereka
bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang
mereka kumpulkan'".(Yunus: 58).

(Diterjemahkan dengan sedikit meringkas dari kitab "Nasihati Linnisa " ,
karya Umu Abdillah bintu Syaikh Muqbil , penerbit " Darul Atsar " Shan'a
Yaman edisi revisi cet.I thn1426 H/2005 M oleh Al-Ustadz Muhaimin).

1)Istirahat di tengah siang hari dan meskipun tidak tidur, pent. Lihat
Lisanul Arab ( 11 / 578 )

Sumber : Buletin Al-Hikmah, Semarang Edisi 11/Th.1/1428H
Dikirim via email oleh Al Akh Abu Zubair Eko Ardi

 
Walhamdulillaah

Wassalamu'alaykum wa Rohmatulloohi wa Barokatuhu

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: