Keutamaan Al-Qur'an [1]
Written by Administrator
Monday, 14 June 2010
www.nurulyaqin.org
Dari Utsman r.a, Rasulullah saw. Bersabda, "Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah).
Dalam sebagian besar kitab, hadits ini diriwayatkan dengan menggunakan huruf "wa" (dan), sebagaimana terjemahan diatas. Dan keutamaan yang disebutkan menurut terjemahan diatas di peruntukkan bagi orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya kepada orang lain. Namun di dalam beberapa kitab lainnya , ada yang diriwayatkan dengan menggunakan huruf "aw" (atau), sehingga kalau di terjemahkan akan memiliki arti, "Yang terbaik adalah yang belajar Al-Quran saja atau yang mengajarkan Al-Qur'an saja." Keduanya akan mendapatkan derajat yang utama.
Al-Qur'an adalah inti agama. Menjaga dan menyebarkannya berarti menegakkan agama, sehingga sangat jelas keutamaan mempelajari dan mengajarkannya, walaupun bentuknya berbeda-beda. Yang paling sempurna adalah mempelajarinya dan akan lebih sempurna lagi mengetahui maksud dan kandungannya. Dan yang terendah adalah sekedar mempelajari bacaannya saja.
Rasulullah saw, menguatkan hadits diatas dengan sebuah hadits dari Sa'id bin Sulaim rah.a secara mursal bahwa barangsiapa mempelajari Al-Qur'an, tetapi ia menganggap orang lain yang telah diberi kelebihan yang lain lebih utama darinya, berarti ia telah menghina nikmat Allah swt, yang dikaruniakan kepadanya, yaitu taufiq untuk mempelajari Al-Qur'an.
Sebagaimana akan diterangkan dalam hadits-hadits lain, Al-Qur'an itu lebih tinggi daripada kalam lainnya sehingga diyakini bahwa membaca dan mengajarkannya itu lebih utama daripada segalanya. Dalam hadits lain oleh Mulla Ali Qari rah.a bahwa Barangsiapa yang menghafal Al-Qur'an, maka ia telah menyimpan ilmu kenabian dalam kepalanya.
Sahal Tustari rah.a berkata, " tanda-tanda cinta kepada Allah swt. Adalah menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur'an di dalam hatinya. " diterangkan dalam syarah Al-Ihya bahwa diantara golongan orang yang mendapatkan naungan Arsy Ilahi pada hari kiyamat yang penuh ketakutan adalah orang yang mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak dan orang yang mempelajari Al-Qur'an ketika kanak-kanak, dan selalu menjaganya pada masa tuanya. [disunting dari Kitab Fadha'il Qur'an - Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi rah.a]
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar