Jumat, 12 November 2010

[daarut-tauhiid] Hudaibiyah, Pintu Kemenangan Umat Islam

 

Hudaibiyah, Pintu Kemenangan Umat Islam

Kamis, 11 November 2010, 23:18 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Hudaibiyah merupakan kota yang berada di
sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram. Saat ini, kawasan tersebut
juga dikenal sebagai daerah perbatasan Tanah Haram sehingga sering
dijadikan tempat miqat umat Islam yang melaksanakan ibadah haji atau
umrah.

Nama Hudaibiyah sebenarnya diambil dari nama telaga, yang juga dikenal
dengan sebutan telaga Asy-Syumaisi. Sejarah Islam menyebutkan,
Hudaibiyah menjadi pintu masuk kecemerlangan kaum Muslimin dalam
menaklukkan Kota Makkah (Fathul Makkah). Di kota ini, Rasulullah SAW
dan kaum Quraisy Makkah membuat perjanjian untuk saling tidak
menyerang, yang kemudian membuka peluang umat Islam Madinah untuk
mengislamkan pendudukan Kota Makkah.

Kisah tersebut berlangsung pada bulan Dzulqaidah tahun 6 Hijriah saat
umat Islam Madinah yang terdiri atas kaum Muhajirin dan Anshar
berencana akan melakukan umrah di Baitullah. Keputusan melakukan umrah
ini diawali dari mimpi Rasulullah SAW yang menggambarkan beliau serta
sahabat-sahabatnya bisa masuk ke Masjidil Haram dan melakukan umrah
dengan aman.

Hal ini kemudian tertuang dalam Alquran yang menyebutkan,
"Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang
kebenaran mimpinya dengan sebenarnya, (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu
pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman,
mencukur rambut dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut.
Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan
sebelum itu kemenangan yang dekat." (QS Al-Fath: 27)

Mendapat wahyu ini, Rasulullah kemudian memerintahkan umat Islam
Madinah bersiap-siap pergi ke Makkah untuk melakukan umrah. Bukan
untuk menantang kaum Quraisy berperang. Umat Islam Madinah pun
menyambut perintah Rasulullah dengan sukacita karena sudah enam tahun
mereka tidak bisa melepaskan kerinduan bersimpuh di Baitullah.

Namun, ketika rombongan Rasulullah sampai di Asfan, mereka didatangi
seseorang yang mengabarkan kaum Quraisy sudah menyiapkan pasukan untuk
berperang. Mendapat informasi tersebut, Nabi Muhammad SAW mencoba
menghindari pertumpahan darah dengan menempuh jalur diplomasi.

Nabi SAW kemudian mengutus Usman bin Affan untuk berunding dengan kaum
Quraisy. Namun ternyata, Usman disandera pihak Quraisy. Kabar ini
membuat para sahabat bersumpah untuk memerangi kaum kafir Quraisy
sampai titik darah penghabisan. Sumpah tersebut rupanya membuat kaum
Quraisy gentar dan akhirnya melepaskan Usman. Bahkan, kaum Quraisy
akhirnya bersedia berunding sehingga Rasulullah mengirim Suhail bin
Amar sebagai utusan.

Dalam perundingan tersebut, kedua belah pihak mencapai beberapa
kesepakatan yang kemudian disebut sebagai perjanjian Hudaibiyah. Isi
perjanjian, antara lain, kaum Muslimin bersedia menunda umrah ke
Baitullah hingga tahun depan. Dan saat umrah dilakukan, kaum Muslim
hanya diizinkan membawa senjata yang biasa dibawa seorang musafir,
yaitu sebatang tombak dan sebilah pedang yang disarungkan.

Selain itu, antarkedua belah pihak juga sepakat melakukan perdamaian
melalui gencatan senjata selama 10 tahun. Sementara itu, jika kaum
Muslimin datang ke Makkah, pihak Quraisy tidak berkewajiban
mengembalikan orang itu ke Madinah. Sedangkan jika penduduk Makkah
datang kepada Rasulullah di Madinah, kaum Muslimin harus mengembalikan
orang tersebut ke Makkah.

Kendati perjanjian Hudaibiyah sepertinya merugikan kaum Muslim, namun
dari perjanjian inilah Rasulullah SAW dapat mengembangkan dakwah
hingga ke Hudaibiyah. Bahkan, selama masa gencatan senjata, Nabi bisa
melakukan dakwah dengan leluasa, bahkan menyampaikan pesan Islam pada
Kaisar Romawi, Raja Habsyah (Ethiopia), Raja Mesir, dan Raja Parsi.

Peristiwa ini disebut oleh Alquran dengan istilah Fathun Mubiinun
(kemenangan nyata), sebagaimana termaktub dalam surat Al-Fath ayat 1
sampai 3. "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang
nyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang
telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu
dan memimpin kamu ke jalan yang lurus. Dan supaya Allah menolongmu
dengan pertolongan yang kokoh (banyak).

Red: Budi Raharjo
Rep: Yasmina Hasni

http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/islam-digest/10/11/11/146227-hudaibiyah-pintu-kemenangan-umat-islam

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE

Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Find useful articles and helpful tips on living with Fibromyalgia. Visit the Fibromyalgia Zone today!

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: