Asslmkm wr wb
Kesempatan berdonasi untuk korban bencana Merapi bagi seluruh santri,
assatidz,alumni, hingga member milist daaru tauhid melalui Lembaga
Kemanusiaan Nasional PKPU Yogyakarta yang alhamdulillah sudah melakukan
aksi sejak 25 Oktober
silam. Berikut kami lampirkan Press Relese dari PKPU Yogyakarta. Semoga
bantuan anda mampu meringankan sedikit beban pengungsi korban Merapi.
Untuk posko PKPU -u saat ini- terpusat di Posko Utama di Grha Peduli
PKPU Jl Prof.Dr.Sardjito No.4 Yogyakarta.
Customer service PKPU Yogyakarta 0274-555 041 atau 085729340786.
Transfer rekening Bank Muamalat 9052438399 a.n PKPU, Bank Mandiri
137.00.0508618.2 a.n PKPU
Wassalamualaikum Wr Wb.
Eko Widiyarto,S.Fil (Tim PHP PKPU Yogyakarta)
----------------------------------------------------------\
------------------------------------------------
Korban Awan Panas Merapi. 73 Jenasah Terkumpul
di RSUP dr Sardjito 6 November 2010 11:03
YOGYAKARTA - Sampai Sabtu (06/11) pukul 09.55 WIB, sudah 73 jenasah
korban letusan Merapi yang dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUP
dr Sardjito, Yogyakarta. Dari 73 jenasah itu baru bisa diidentifikasi
jenis kelamin 70 jenasah, yakni 36 laki-laki dan 34 perempuan.
Pantauan suarasurabaya.net, 3 jenasah terakhir masih dilakukan
identifikasi jenis kelamin, tapi dari satu kantong mayat terakhir yang
dibawa ambulans relawan PKPU, di dalamnya ada 3 jenasah terdiri dari 2
jenasah dewasa dan 1 jenasah anak-anak dievakuasi dari Desa Gadingan,
Kecamatan Cangkringan Sleman.
Menurut seorang relawan PKPU yang membawa jenasah tersebut, di desa
yang sama masih ditemukan sejumlah jenasah yang dalam upaya evakuasi.
Sementara itu di depan Instalasi Kedokteran Forensik RSUP dr Sardjito,
Yogyakarta, puluhan orang anggota keluarga korban meninggal dunia
berkumpul. Mereka menunggu tim Disaster Victim Identification (DVI)
gabungan dari Polda DIY, Polda Jateng, Mabes Polri, dan Polda Metro Jaya
melakukan proses identifikasi.
AKP AJIK anggota DVI Polresta Surakarta yang ditemui suarasurabaya.net
mengakui cukup sulit untuk lakukan identifikasi mengingat kondisi
jenasah sudah sangat rusak terbakar. Bahkan anggota tubuh jenasah yang
dikirim ke RSUP dr Sardjito banyak yang tidak lengkap.
Proses rekonsiliasi data post dan ante mortem pun tidak mudah karena
anggota keluarga yang bisa memberikan data sekunder tidak tahu persis
properti terakhir yang digunakan anggota keluarga mereka yang meninggal
dunia karena awan panas. Kebanyakan anggota keluarga yang tahu persis
property terakhir yang digunakan malah ikut menjadi korban dalam musibah
itu.
Langkah lain yang dilakukan tim DVI adalah mencocokkan data struktur
gigi jenasah yang diketahui kerabat korban yang masih hidup. (edy)
sumber : www.pkpu.or.id
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar