Bismillahirrahmanirrahim
Wallahu a'lam, bisa jadi memang ada pendapat yang tidak memperbolehkan puasa full tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.
Namun, kali ini mari kita lihat dalil-dalil yang menguatkan
dibolehkannya/disyariatkannya puasa dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.
1. "Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini,
yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya
Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun" [HR.al-Bukhari]
Hadis ini menunjukkan keumuman anjuran untuk memperbanyak ibadah di 10
hari pertama Dzulhijjah. Jika dikatakan puasa hanya dibatasi pada
tanggal 9 Dzulhijjah (puasa 'arafah), karena dianggap
tidak ada contoh dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang
puasa di hari-hari lainnya, maka batasan ini selayaknya diperlakukan
pula pada tilawah, dzikir, sedekah, dan semisalnya, karena tidak ada
contoh bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak
tilawah, dzikir, dan sedekahnya pada 10 hari tersebut.
2. Di dalam Kitab Shahih Muslim disebutkan hadis dari sahabat, "Tidak
pernah aku lihat Rasulullah berpuasa pada 10 hari pertama bulan
Dzulhijjah", dalam riwayat lain, "Bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi
wasallam tidak pernah melakukan puasa selama 10 hari (pertama dalam
Dzulhijjah).
Namun dalam Kitab Tamamul Minnah Shahih Fiqh Sunnah karya
asy-Syaikh Abu Abdurrahman, hadis tersebut dijelaskan dengan perkataan 2
ulama ahli hadis besar sebagai berikut:
- an-Nawawi : "Yakni (nabi -red) tidak berpuasa karena adanya halangan sakit, safar, atau selainnya....." [Syarh an-Nawawi].
- Ibnu Hajar : "Kemungkinan hal itu beliau tinggalkan padahal
beliau ingin mengamalkannya karena khawatir difardhukan bagi umatnya" [Fathul- Bari].
Berdasarkan penjelasan ini, jelas bahwa al-Imam an-Nawawi dan al-Hafizh
Ibnu Hajar termasuk di antara yang mendukung pensyariatan/penyunnahan
puasa dari tanggal 1-9 Dzulhijjah.
3. Selain 2 ulama salaf tersebut, ada pula 2 ulama kontemporer,
asy-Syaikh Abdul Azhim al-Khalafi dengan kitab al-Wajiz-nya dan
asy-Syaikh Wahbah al-Zuhayli dengan kitab Fiqh Imam Syafii-nya, yang
menjadikan 10 hari pertama Dzulhijjah (minus hari raya-nya) sebagai
waktu yang disunnahkan untuk berpuasa..
4. Hal menarik didapatkan di kitab Nailul-Authar karya al-Imam
asy-Syaukani. Diriwayatkan dari Hafshah radhiallahu 'anha bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan puasa
10 pertama dzulhijjah [HR. Ahmad dan Nasa'i]
5. Juga dalam kitab Fiqh Sunnah Sayyid Sabiq, selain disebutkan hadis
Hafshah di atas dalam bab Puasa Sunnah, juga disebutkan hadis dari Abu
Hurairah tentang nilai 1 hari puasa di 10 hari pertama dzulhijjah sama
dengan puasa 1 tahun [HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, at-Tirmidzi
mengatakannya hasan gharib].
Hadis terakhir di atas kembali menguatkan tentang keumuman memperbanyak
ibadah (puasa) di 10 hari pertama Dzulhijjah (minus hari raya). Oleh
karena itu, marilah kita memperbanyak amal ibadah kita, termasuk puasa,
di hari-hari pertama dzulhijjah yang akan dimulai sebentar lagi (Ahad atau Senin).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyatakan, "Sepuluh hari (pertama) Dzul Hijjah lebih utama daripada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.
Dan sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh
malam (pertama) bulan Dzul Hijjah." [Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah]
Muridnya, Ibnul Qoyyim rahimahullah juga menyatakan," Ini menunjukkan
bahwa sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan menjadi lebih utama
karena adanya Laitatul Qadr, dan Lailatul Qadr ini merupakan bagian dari
waktu-waktu malamnya, sedangkan sepuluh hari (pertama) Dzul Hijjah
menjadi lebih utama karena hari-harinya (siangnya), karena didalamnya
terdapat yaumun Nahr (hari berkurban), hari 'Arafah dan hari Tarwiyah
(hari ke delapan Dzulhijjah). [Zadul Maa'ad]
Wallahu a'lam
Syaikhul_Muqorrobin@JKT
http://muqorrobin.multiply.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar